Kolaborasi Polda Riau Sukseskan Jinakkan Karhutla di Lahan Gambut Pelalawan Hukrim
Hukrim
Sabtu, 04 April 2026 | 18:40 WIB

Kolaborasi Polda Riau Sukseskan Jinakkan Karhutla di Lahan Gambut Pelalawan

Pelalawan, katakabar.com - Tim gabungan dari Polda Riau bersama unsur Kodam Tuanku Tambusai, pemerintah daerah, dan perusahaan kembali berjibaku tangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (4/4). Upaya pendinginan dan mitigasi dilakukan secara intensif di Desa Gambut Mutiara, menyusul ditemukannya titik api yang tidak terpantau dalam aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK). Kepala Biro Operasi (Karoops) Polda Riau, Kombes Ino Harianto yang turun langsung ke lokasi, menegaskan penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berbasis kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut, meski titik api tidak terdeteksi dalam sistem DLK, tim di lapangan tetap responsif melakukan pengecekan dan penanganan. “Kami tidak hanya bergantung pada sistem monitoring, tetapi juga mengedepankan patroli darat dan koordinasi dengan seluruh stakeholder. Begitu ditemukan titik api di Desa Gambut Mutiara, tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujar Ino di lokasi. Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan gambut seluas sekitar 10 hektare dengan kondisi semak belukar yang kering dan mudah terbakar. Faktor cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman di lapangan. “Medan yang jauh dan sulit dijangkau, ditambah kontur gambut yang kering, membuat penanganan harus dilakukan dengan strategi khusus. Namun berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan dan saat ini hanya tersisa titik-titik asap,” jelasnya. Kombes Ino menambahkan, upaya ini menjadi bagian dari komitmen Polda Riau dalam menjaga stabilitas lingkungan dan mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah rawan gambut. Hal itu sejalan dengan semangat melindungi tuah dan menjaga marwah bumi Lancang Kuning. "Kegiatan hari ini juga dihadiri Dansat Brimob Polda Riau Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa dan Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani. Ini menunjukan bahwasanya penanganan karhutla harus dilakukan secara kolaboratif, lintas satker dan lintas sektor," ungkapnya. Bupati Pelalawan, H. Zukri turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap langkah cepat dan sinergi yang dilakukan seluruh unsur di lapangan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla. “Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Polda Riau dan seluruh tim gabungan. Ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama, termasuk melibatkan masyarakat di sekitar lokasi,” ucap Zukri. Menurutnya, upaya pencegahan harus terus diperkuat, terutama di wilayah rawan seperti Teluk Meranti yang memiliki karakteristik lahan gambut yang rentan terbakar. Sementara, Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara menyampaikan bahwa proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi api kembali menyala. “Kondisi saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik, sehingga pendinginan terus kami lakukan. Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan,” tutur John. Ia menambahkan, pihaknya telah mengerahkan sebanyak 160 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam penanganan karhutla tersebut. “Koordinasi lintas sektor terus kami perkuat, termasuk dengan perusahaan dan masyarakat, agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sejak dini,” sebutnya.

Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Bantuan Sosial Riau
Riau
Rabu, 04 Maret 2026 | 14:00 WIB

Berbagi Berkah di Bulan Ramadan, PT Musim Mas Salurkan Bantuan Sosial

Pelalawan, katakabar.com - Di bulan Suci Ramadan, PT Musim Mas salurkan bantuan sosial kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu di Kelurahan Betung. Kegiatan ini bagian dari program Safari Ramadan perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Total 60 paket sembako dan 40 kain sarung dibagikan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan. Perwakilan manajemen PT Musim Mas, Yusri Nasution SH, menyampaikan kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan setiap tahun. Selain sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara perusahaan dan masyarakat sekitar. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua di bulan yang penuh rahmat ini,” ujar Askep Humas, Yusri, S.H,. Warga Betung yang menerima bantuan menyambut baik kegiatan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Safari Ramadan ini menjadi wujud nyata komitmen PT Musim Mas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar perusahaan. Kepala Desa Betung, Darman, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Musim Mas atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat. “Kami atas nama Pemerintah Desa (Pemdes) dan seluruh masyarakat Betung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Musim Mas atas bantuan sosial yang telah disalurkan dalam rangka Safari Ramadan ini. Bantuan paket sembako dan kain sarung ini tentu sangat berarti bagi anak yatim dan warga kurang mampu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadan,” ucap Darman Ia juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai bentuk sinergi dan kebersamaan antara perusahaan dan masyarakat. “Semoga kebaikan dan kepedulian PT Musim Mas menjadi ladang amal serta membawa keberkahan bagi perusahaan dan seluruh pihak yang terlibat,” sebutnya.

Periksa 40 Saksi, Polda Riau Buru Pembunuh Gajah Sumatera di Pelalawan Hukrim
Hukrim
Kamis, 19 Februari 2026 | 17:43 WIB

Periksa 40 Saksi, Polda Riau Buru Pembunuh Gajah Sumatera di Pelalawan

Pekanbaru, katakabar.com - Penyelidikan kasus kematian gajah Sumatera yang ditemukan tewas di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, terus diintensifkan. Hingga saat ini, sebanyak 40 saksi telah diperiksa oleh penyidik untuk mengungkap pelaku perburuan satwa dilindungi tersebut. Peristiwa kematian gajah liar itu menyita perhatian publik setelah bangkainya ditemukan warga pada Senin (2/2) malam. Kondisi satwa dilindungi tersebut sangat mengenaskan, dengan sebagian bagian kepala hilang, mulai dari mata, belalai, hingga kedua gadingnya. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menegaskan pihaknya berkomitmen penuh untuk mengungkap kasus perburuan satwa dilindungi tersebut. Ia menyebut, penanganan perkara menjadi perhatian serius dan dilakukan secara intensif oleh jajaran Polres Pelalawan bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus. “Polda Riau berkomitmen penegakan hukum terhadap pelaku perburuan satwa dilindungi. Kasus ini menjadi atensi serius dan akan kami ungkap secara profesional,” ujar Pandra, Kamis (19/2). Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Ade Kuncoro dan Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara menjelaskan, puluhan saksi yang telah dimintai keterangan terdiri dari petugas keamanan perusahaan, karyawan yang bekerja di areal konsesi, serta masyarakat di sekitar kawasan hutan tempat bangkai gajah ditemukan. Penyidik juga mendalami kemungkinan keterkaitan sejumlah pihak dengan aktivitas perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi, termasuk dugaan jaringan penjualan gading gajah. Dalam proses penyelidikan, kepolisian mengedepankan metode scientific crime investigation dengan melibatkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan tim Laboratorium Forensik. Tim gabungan telah melakukan nekropsi atau bedah bangkai untuk memastikan penyebab kematian satwa tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik, kematian gajah dipastikan akibat tembakan senjata api yang mengenai bagian tengkorak atau batok kepala. Temuan ini sekaligus menepis dugaan awal adanya unsur keracunan atau paparan zat berbahaya di sekitar lokasi. Dari keterangan para saksi, penyidik menyebut penanganan perkara mulai menunjukkan titik terang. Polda Riau menegaskan, pelaku perburuan satwa dilindungi akan dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 tahun penjara serta denda ratusan juta rupiah. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah perburuan liar dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada kantor polisi terdekat atau melalui layanan darurat Polri 110. Pihak kepolisian memastikan perkembangan penyidikan akan disampaikan secara terbuka dan proses pengungkapan kasus akan terus dilakukan secara bertahap hingga para pelaku berhasil ditangkap.

Lakalantas di Pelalawan Truk Brondolan vs Grand Max Satu Pengemudi Patah Tulang Hukrim
Hukrim
Senin, 22 Desember 2025 | 23:00 WIB

Lakalantas di Pelalawan Truk Brondolan vs Grand Max Satu Pengemudi Patah Tulang

Pelalawan, katakabar.com - Kecalakan lalu lintas melibatkan truk colt diesel BM 9927 Bu dengan Kendaraan Grand max bernopol BM 8243 GD membuat Kemacetan puluhan kilometer terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) kilometer 37 Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Senin (22/12), persisnya jalan tikungan kekanan dari arah Pangkalan Kerinci menuju Pekanbaru. Beruntung kemacetan puluhan kilometer ini disebabkan oleh kecelakaan antara truk colt diesel dan Grand max cepat teratasi oleh Polisi lalu lintas Polres Pelalawan . Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Rizkyan Tatit Hanafi, menjelaskan insiden tersebut melibatkan sebuah truk colt diesel bermuatan brondolan kelapa sawit dengan pengedara Grand Max diduga kelalaian dari pengemudi truk colt diesel. “Truk tersebut diduga bergerak kekanan jalan terdapat marka jalan utuh, sehingga menabrak dari arah berlawanan," ujar Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Rizkya Tatit Hanafi, kepada katakabar.com. Akibat tabrakan tersebut, kata AKP Rizkya, truk pengangkut sawit terguling dan melintang di badan jalan, menyebabkan muatan brondolan sawit berserakan dan menutup hampir seluruh akses jalan. Peristiwa ini menjadi penyebab utama tersendatnya arus lalu lintas dari dua arah, baik dari Pekanbaru maupun dari arah Pangkalan Kerinci. "Kecelakaan terjadi sejak pagi hari dan langsung ditangani oleh petugas kepolisian, di kilometer 37 melibatkan dua kendaraan dan menjadi penyebab utama kemacetan. Sejak pagi kejadian tersebut langsung kami tangani dan pegemudi grand max mengalami luka patah kaki kanan sedangkan pegemudi truk colt diesel luka memar di dada, untuk kedua pengemudi selamat tidak ada korban jiwa telah dilarikan ke rumah sakit Pekanbaru,” sebut AKP Rizkyan. Untuk mengurai kemacetan, personel Satlantas Polres Pelalawan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengatur arus lalu lintas. Sebagian personel juga difokuskan untuk proses evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan agar arus lalu lintas dapat kembali berjalan normal. Setelah truk yang terguling berhasil dievakuasi dan digeser ke tepi jalan, petugas sempat memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas. Secara bertahap, kondisi lalu lintas mulai berangsur pulih dan penumpukan kendaraan perlahan terurai. AKP Rizkyan Tatit Hanafi juga mengimbau kepada para pengendara untuk tetap bersabar dan mematuhi aturan berlalu lintas. “Kami mengimbau pengendara agar membudayakan antre dan tidak saling serobot. Jangan sampai kejadian ini terulang kembali,” tandasnya.

BPDP Gelar Kuliah Umum: Dari Pelalawan Demi Kejayaan 'Emas Hijau' Indonesia Sawit
Sawit
Rabu, 24 September 2025 | 20:07 WIB

BPDP Gelar Kuliah Umum: Dari Pelalawan Demi Kejayaan 'Emas Hijau' Indonesia

Pelalawan, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan disingkat BPDP gelar Kuliah umum Sumber Daya Manusia atau SDM Sawit 2025 di Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia atau ITP2I, Selasa (23/9) kemarin, di Gedung Daerah Laksamana Mangkudiraja Pelalawan, Riau. Di kegiatan ini BPDP diwakili oleh Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah. Rektor Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia, Prof. Dr., Tengku Dahril, di pembukaan kuliah umum menyampaikan kegiatan ini diikuti 607 mahasiswa termasuk 90 mahasiswa baru penerima beasiswa sawit BPDP berasal dari Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Kalimantan, Bangka Belitung, Lampung, Papua, Sumatera Barat, Sumsel, Sumut, Bengkalis, Inhil, Inhul, Kampar, Pelalawan, Rohil, Rohul, Siak, Dumai dan Pekanbaru. Riau di antara daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia sebagai produk unggulan masa kini dan masa depan. “Riau siap mendukung program nasional dan para mahasiswa ITP2I akan dididik menjadi ahli sawit dengan program agroteknologi untuk hulu, teknik industri untuk pengolahan, serta program pasca panen menghasilkan produk berkualitas. Jadikan Pelalawan sebagai lumbang pangan dan energi terbarukan untuk dunia," ujar Prof. Tengku, dilansir dari lamab BPDP, Rabu (24/9) sore. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menjabarkan materi dukungan dana sawit pengembangan industri sawit nasional, Pengembangan SDM Perkebunan Sawit, tantangan, dan peluang pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM Sawit. “BPDP mengembangkan UMKM berbasis produk sawit dan turunannya. Penguatan UMKM berbasis perkebunan sebagai upaya mendukung Program Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Hasil perkebunan rakyat, berupa kakao, kelapa sawit, dan kelapa sangat potensial untuk dilakukan hilirisasi skala UKM, dan didukung dengan hasil-hasil riset dari BPDP khususnya terkait sawit untuk dikomersialisasikan,” terang Helmi. Menurut Helmi, keberadaan mahasiswa beasiswa BPDP yang telah melalui proses seleksi yang ketat harus memberikan kontribusi pembangunan sawit berkelanjutan

Keluarga Besar PW IWO Riau Berduka, Ketua PD IWO Pelalawan Tutup Umur Riau
Riau
Senin, 30 Juni 2025 | 09:24 WIB

Keluarga Besar PW IWO Riau Berduka, Ketua PD IWO Pelalawan Tutup Umur

Pelalawan, katakabar.com – Dunia jurnalistik Riau tengah berduka. Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pelalawan, Dana Sipayung, berpulang ke rahmatullah Minggu (29/6) sekitar pukul 12.30 WIB kemarin, di Rumah Sakit Amelia, Jalan Lintas Sumatra Nomor 433, Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kabar kepergian almarhum sontak mengundang duka mendalam dari rekan-rekan jurnalis, sahabat, serta seluruh jajaran pengurus IWO di tingkat daerah maupun wilayah. Almarhum dikenal sebagai sosok yang bersahaja, komunikatif, dan penuh semangat membangun solidaritas wartawan, khususnya di Pelalawan. Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Provinsi Riau, Muridi Susandi, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian almarhum. Menurutnya, Dana Sipayung bukan hanya seorang pemimpin organisasi, tetapi juga sosok sahabat dan teladan bagi banyak wartawan di daerah. “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami, segenap keluarga besar IWO Riau, sangat berduka atas wafatnya Ketua PD IWO Pelalawan, sahabat kami Dana Sipayung. Semoga almarhum ditempatkan di sisi terbaik oleh Allah SWT. Doa kami untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Muridi saat dihubungi wartawan. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang hangat dan mudah bergaul. Ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, baik internal IWO maupun lintas komunitas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan sosial dan kesejahteraan sesama wartawan. “Beliau adalah orang yang selalu hadir ketika dibutuhkan, baik dalam urusan organisasi maupun urusan kemanusiaan. Beliau aktif membina rekan-rekan jurnalis muda dan selalu memberi semangat dalam kondisi apa pun,” kenang Muridi. Dana Sipayung dikenal memiliki komitmen kuat terhadap profesionalisme media dan kerap menjadi penggerak dalam berbagai pelatihan jurnalistik serta kegiatan sosial kemasyarakatan di Pelalawan.

Korupsi Dana PSR, KSB Koperasi  Karya Bersama Dijebloskan ke Penjara Hukrim
Hukrim
Selasa, 17 Juni 2025 | 06:08 WIB

Korupsi Dana PSR, KSB Koperasi Karya Bersama Dijebloskan ke Penjara

Pelalawan, katakabar.com - Korupsi dana Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara atau KSB Koperaei Karya Bersama dijebloskan ke penjara. Satreskrim Polres Pelalawan yang berhasil ungkap tindak pidana korupsi dana Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR di Desa Air Mas, Kecamatan Ukui. Di mana, total kerugian negara mencapai Rp1,2 miliar dengan modus membuat laporan fiktif untuk melakukan pencarian. "Telah terjadi tindak pidana korupsi peremajaan sawit sawit tahun anggaran 2020 dana APBN dari Kementerian Perkebunan sehingga negara dirugikan senilai Rp1,2 Miliar ," kata Wakapolres Pelalawan, Kompol Asep Rahmat, didampingi Kasat Reskrim, Iptu I Gede Yoga Eka Prananta, Kasi Huma, Iptu Thomas Bernandes Siahaan, dan jajarannya saat ekspose kasus Tipikor di Mapolres Pelalawan, Senin (16/6). Pada kasus ini, Polisi telah menangkap 3 orang yang berinisial HS sebagai Ketua Koperasi Unit Desa atau KUD Karya Bersama, inisial MK selaku Sekretaris, dan inisial AP sebagai Bendahara. Ketiga Pengurus Koperasi karya bersama, yakni, Ketua Sekretaris, dan Bendahara mulai diselidiki unit Tipikor Satreskrim Polres Pelalawan pada 2022 lalu, setelah mendapat informasi ada dugaan penyelewengan dana peremajaan kebun sawit untuk masyarakat petani Desa Air Mas. "Di penyelidikan ini, unit Reskrim telah memeriksa 49 orang saksi, baik dari perangkat desa, pengurus koperasi, pekerja, Disbunak Provinsi dan Kabupaten, Dirjen Kementerian Perkebunan dan 3 saksi ahli, yaknu ahli keuangan negara, ahli pidana perkebunan," ucap Wakapolres. Dari hasil pemeriksaan ahli BPKP ditemukan kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar lebih terkait laporan fiktif atas bantuan dana peremajaan kebun sawit petani dari Kementerian Keuangan RI. Barang bukti yang telah berhasil disita berupa uang tunai Rp410 juta dan tersisa dari rekening Koperasi, 50 lembar permohonan pencarian, 144 buku rekening,147 lembar rekening koran, dan 38 dokumen pelaksanaan kegiatan program PSR tahun 2020.

Panen Raya Jagung, Kapolres Pelalawan Apresiasi PT Musim Mas Riau
Riau
Kamis, 05 Juni 2025 | 21:39 WIB

Panen Raya Jagung, Kapolres Pelalawan Apresiasi PT Musim Mas

Pelalawan, katakabar.com - Dukung ketahanan pangan nasional atau KPN PT Musim Mas bersama Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri dan Forkopimda panen raya jagung di Kebun Jagung Tumpang Sari, PT Musim Mas Est I, Desa Pesaguan, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kamis (5/6). Panen raya jagung ini turut dihadiri sejumlah Pejabat utama Polres Pelalawan, Plh Kapolsek Pangkalan Lesung AKP Yandri, dan sejumlah pejabat penting Pemda Kabupaten Pelalawan Asisten I Setda Kabupaten Pelalawan Drs. Zulkifli, Ketua DPRD Pelalawan Syafrizal, serta perwakilan Dandim 0313/KPR. Kegiatan panen raya jagung kuartal II dilakukan secara zoom meetings bersama Kapolri mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2025. Kapolres Pelalawan, Afrizal Asri beri apresiasi tinggi kepada PT Musim Mas atas komitmen, dan peran aktif membina kelompok tani, sehingga panen jagung kali ini berhasil dengan hasil yang menggembirakan. “Kami sangat mengapresiasi peran PT Musim Mas dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Kami mengajak perusahaan lain untuk ikut berkontribusi seperti ini demi tercapainya swasembada pangan nasional,” jelasnya. Panen jagung dilakukan secara simbolis oleh Kapolres bersama Forkopimda dan lainnya di atas lahan seluas 5 hektar. Di mana petani berhasil memanen jagung pipil sebanyak 10 ton. Hasil panen ini diserahkan secara simbolis kepada kelompok tani binaan PT Musim Mas.

Peduli Lingkungan, PT Musim Mas Serahkan Satu Unit Motor Roda Tiga Angkut Sampah Sawit
Sawit
Senin, 26 Mei 2025 | 22:02 WIB

Peduli Lingkungan, PT Musim Mas Serahkan Satu Unit Motor Roda Tiga Angkut Sampah

Pelalawan, katakabar.com - PT Musim Mas tunjukkan komitmennya dukung kebersihan lingkungan, dan pelayanan publik melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR. Bantuan yang disalurkan berupa satu unit motor Viar roda tiga senilai Rp35 juta kepada Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rabu (21/5) lalu. Motor tersebut secara khusus diperuntukkan untuk mendukung kegiatan pengangkutan sampah, sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan di tingkat kelurahan. Bantuan itu diterima Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pangkalan Kuras, Abdul Gafur, di kantor lurah. “Terima kasih dan apresiasi kepada PT Musim Mas. Bantuan ini sangat membantu kami meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah serta menjaga kebersihan wilayah Sorek Satu,” ujar Abdul Gapur setelah menerima satu unit motor Viar roda tiga Penyerahan satu unit motor viar roda tiga oleh Manager Humas PT Musim Mas, Malinton Purba, didampingi Askep Humas, Yusri Efendi Nasution. Bantuan ini bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan masyarakat sekitar. “Bantuan ini wujud komitmen PT Musim Mas dukung program pemerintah setempat, khususnya pengelolaan sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kami berharap motor ini dapat digunakan sebaik mungkin oleh pihak kelurahan,” ucap Malinton Purba. Diketahui, PT Musim Mas secara konsisten menjalankan program CSR yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan.