Era Baru
Sorotan terbaru dari Tag # Era Baru
OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset
Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mendorong aset kripto terintegrasi lebih dalam dengan sistem keuangan Indonesia. Arah kebijakan ini mencakup penguatan status penyedia layanan aset kripto, penerapan Single Investor Identification (SID), pengaturan stablecoin, hingga pengembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA). Arah tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, dalam Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Bali pada 20–21 Agustus 2026. “Hari ini, di forum Coinfest Asia, saya ingin menyatakan bahwa ekonomi on-chain Indonesia akan segera hadir,” ujar Adi. Langkah tersebut menjadi sinyal pengembangan industri aset digital nasional mulai bergerak dari sekadar aktivitas perdagangan kripto menuju integrasi yang lebih luas dengan infrastruktur keuangan. CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai arah tersebut dapat menjadi momentum penting bagi industri kripto Indonesia untuk memasuki tahap perkembangan yang lebih matang. “Integrasi aset kripto dengan sistem keuangan bukan hanya tentang memperluas penggunaan teknologi blockchain. Yang lebih penting adalah membangun fondasi industri yang memiliki tata kelola, transparansi, perlindungan konsumen, dan infrastruktur yang semakin setara dengan sektor jasa keuangan lainnya,” ujar Yudho. Industri Kripto Masuk Fase Baru Perkembangan regulasi tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan jumlah konsumen aset kripto di Indonesia. Data OJK menunjukkan jumlah konsumen aset kripto mencapai 22,69 juta pada Juni 2026, meningkat dari 22,40 juta pada Mei. Nilai transaksi kripto pada periode yang sama mencapai Rp28,58 triliun, naik 24,2 persen dibandingkan Rp23,01 triliun pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berlangsung seiring semakin luasnya minat masyarakat terhadap aset digital, termasuk Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. Infrastruktur pasar aset kripto Indonesia juga terus berkembang dengan keberadaan 26 pedagang aset keuangan digital berizin, dua bursa, dua lembaga kliring, dan dua kustodian. Salah satu agenda yang tengah disiapkan OJK adalah memperkuat posisi penyedia layanan aset kripto sebagai bagian dari industri jasa keuangan, sejalan dengan perkembangan regulasi melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Menurut Adi, perubahan tersebut bukan hanya sebatas perubahan nomenklatur, melainkan mencerminkan peningkatan standar industri. “Ini bukan sekadar perubahan label, tetapi benar-benar menunjukkan peningkatan kelas industri,” ucapnya. Yudho melihat penguatan status tersebut dapat meningkatkan kepercayaan terhadap industri sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan standar operasionalnya. “Ketika aset digital semakin terhubung dengan sistem keuangan nasional, ekspektasi terhadap pelaku industri juga akan semakin tinggi. Governance, manajemen risiko, keamanan aset, hingga transparansi harus ikut berkembang. Bagi industri, ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk membangun kepercayaan dalam jangka panjang,” terang Yudho. Investor Kripto Bakal Punya SID OJK juga berencana menerapkan Single Investor Identification bagi investor aset kripto. Mekanisme serupa selama ini digunakan di pasar modal untuk memberikan nomor identitas tunggal kepada investor. Menurut OJK, penerapan SID dapat membuat infrastruktur pasar aset digital semakin selaras dengan pasar modal sekaligus memperkuat transparansi aktivitas investor. “Hal ini akan menyelaraskan ekosistem kripto dengan pasar modal, meningkatkan kredibilitas serta mendorong transparansi dan efisiensi secara bersamaan,” imbuh Adi. Yudho menilai SID dapat menjadi salah satu fondasi penting jika Indonesia ingin membangun ekosistem aset digital yang lebih terintegrasi. “Identitas investor yang terintegrasi berpotensi membuat ekosistem lebih transparan sekaligus mempermudah pengembangan produk dan layanan keuangan digital di masa depan. Hal yang perlu dijaga adalah implementasinya tetap efisien, aman, dan tidak menciptakan hambatan yang berlebihan bagi masyarakat untuk mengakses layanan,” jelasnya. Stablecoin Mulai Masuk Agenda Regulasi Selain infrastruktur investor, stablecoin menjadi salah satu sektor yang mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari regulator. OJK berencana menempatkan stablecoin sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran. Pengaturannya akan tetap dikoordinasikan dengan Bank Indonesia sesuai kewenangan masing-masing lembaga. “Stablecoin diposisikan sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran,” tutur Adi. Pembahasan mengenai stablecoin menjadi semakin relevan seiring peningkatan penggunaannya secara global. Berdasarkan data yang dipaparkan OJK, suplai stablecoin dunia meningkat dari sekitar US$200 miliar pada awal 2025 menjadi sekitar US$317 miliar–US$320 miliar pada awal 2026. Sejumlah model bisnis stablecoin di Indonesia juga telah melewati proses regulatory sandbox OJK dan bersiap memasuki tahap pengembangan berikutnya. Menurut Yudho, kejelasan regulasi menjadi faktor penting agar inovasi stablecoin dapat berkembang tanpa menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha maupun pengguna. “Stablecoin memiliki banyak potensi penggunaan, terutama untuk efisiensi transaksi dan penyelesaian berbasis blockchain. Tetapi, karena bersinggungan langsung dengan sistem keuangan dan pembayaran, batas kewenangan serta aturan mainnya harus jelas. Kepastian regulasi justru akan memberikan ruang yang lebih sehat bagi inovasi,” ujarnya. Tokenisasi Emas, SBN hingga Properti Agenda lain yang berpotensi membuka babak baru industri aset digital Indonesia adalah tokenisasi aset dunia nyata. OJK tengah menyusun kerangka regulasi yang lebih luas untuk pengembangan real-world assets. Sejumlah model tokenisasi yang telah dikembangkan melalui regulatory sandbox antara lain mencakup emas, Surat Berharga Negara (SBN), hingga hak ekonomi atas properti. “Kami sedang menyusun regulasi OJK yang komprehensif untuk memastikan skalabilitas dan keamanannya,” jelas Adi. Secara global, perkembangan RWA juga berlangsung cepat. Data yang dipaparkan OJK menunjukkan nilai pasar RWA meningkat sekitar 256,7 persen dari kuartal pertama 2025 hingga kuartal pertama 2026, dengan nilai mendekati US$33,5 miliar pada pertengahan 2026. Yudho melihat tokenisasi berpotensi menjadi salah satu titik pertemuan terbesar antara teknologi blockchain dan sistem keuangan tradisional. “RWA bisa menjadi salah satu use case blockchain yang paling relevan bagi sektor keuangan karena teknologi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi digunakan untuk merepresentasikan aset dan hak ekonomi yang nyata. Jika regulasi, kustodian, likuiditas, dan perlindungan investor dibangun dengan baik, tokenisasi dapat membuka akses investasi yang lebih luas sekaligus menciptakan model pembiayaan baru,” ulas Yudho. Dari Trading Menuju Ekonomi On-Chain Berbagai agenda tersebut menunjukkan arah kebijakan aset digital Indonesia mulai berkembang melampaui aktivitas jual beli kripto. Identitas investor, standardisasi penyedia layanan, stablecoin, dan tokenisasi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan berbasis teknologi yang lebih terintegrasi. OJK juga mengaitkan perkembangan aset digital dengan agenda ekonomi nasional, termasuk transformasi digital, pendalaman pasar keuangan, serta perluasan akses investasi dan pembiayaan. “Kami berkomitmen penuh menjadikan Indonesia sebagai pusat kripto Asia, pusat inovasi, investasi, dan transaksi kripto di kawasan ini,” sebut Adi. Menurut Yudho, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat perkembangan aset digital di kawasan apabila inovasi dan regulasi dapat bergerak secara seimbang. “Fase berikutnya dari industri aset digital tidak hanya akan berbicara tentang harga aset atau volume perdagangan. Kita akan semakin banyak melihat blockchain masuk ke infrastruktur investasi, tokenisasi aset, settlement, hingga berbagai layanan keuangan lainnya. Indonesia punya basis pengguna yang besar dan ekosistem yang terus berkembang. Jika regulasi mampu memberikan kepastian sekaligus ruang inovasi, peluang Indonesia untuk menjadi salah satu pusat ekonomi on-chain di Asia semakin terbuka,” tandas CEO FLOQ.
Hisense Paparkan Strategi Pertumbuhan Berbasis AI Bentuk Era Baru Kehidupan Cerdas
Tiongkok, katakabar.com - Hisense sebagai merek global elektronik dan peralatan rumah tangga, perkenalkan strategi pertumbuhan berbasis AI. Bersama strategi ini, Hisense siap memasuki babak baru pengembangan global untuk terus mendorong inovasi, menghadirkan kehidupan yang cerdas, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi konsumen. Pada Final FIFA World Cup 2026™ di New York, Hisense menggelar Hisense Global Partner Conference 2026. Momen ini menjadi wadah bagi Hisense untuk merangkul para konsumen dan mitra global dalam memperkenalkan visi masa depan di era AI. “AI telah mengubah segalanya, dan kita semua adalah bagian dari perubahan ini,” ujar Fisher Yu, CEO Hisense Group. “Di era AI, kita harus menyambut gelombang besar ini. Kami memperkuat strategi perusahaan melalui lima pilar utama: memperluas rekam jejak di seluruh rantai nilai AI; mentransformasi perangkat pintar menjadi pendamping rumah cerdas melalui inovasi skenario berbasis AI; mempertahankan pemasaran olahraga jangka panjang untuk memperkuat merek global; mengutamakan pendekatan berbasis layanan demi meningkatkan pengalaman pengguna; serta memperdalam glokalisasi guna menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan mitra kami,” imbuhnya. Di dalam pusat strategi, Hisense adalah wujud komitmen jangka panjang dalam perkembangan AI. Hisense tengah membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup seluruh rantai nilai. “Ketika kami memetakan Hisense ke dalam arsitektur ini, visi kami jelas membangun kembali seluruh bisnis kami berbasis AI,” jelas Yu. Di saat yang sama, Hisense memacu pertumbuhan di berbagai sektor seperti AI Hub, semikonduktor, energi cerdas, teknologi laser, hingga elektronik otomotif, sembari terus memperkuat lini bisnis perangkat pintarnya. Bagi konsumen, inovasi ini melahirkan era baru tempat perangkat rumah tangga bertransformasi menjadi pendamping cerdas. Bukan lagi sekadar alat, perangkat ini mampu membaca situasi, memahami preferensi personal, berinteraksi secara alami, dan bertindak secara proaktif. “Perangkat biasa sekadar menerima instruksi. Sebaliknya, seorang pendamping hadir untuk memahami Anda, membaca kebutuhan Anda, dan menciptakan kehangatan di rumah. Inilah masa depan yang sedang kami bentuk,” pungkas Yu. Visi ini telah hadir di seluruh ekosistem Hisense. Didukung V AI OS, TV Hisense dapat membaca keinginan pengguna dan menghadirkan tontonan favorit di saat yang paling pas. Tak hanya untuk hiburan, ekosistem ConnectLife menyatukan berbagai peralatan rumah tangga agar bertindak pintar dalam urusan dapur, perawatan pakaian, kenyamanan udara, hingga penghematan energi. Perpaduan fungsi AI ini menghadirkan kehangatan dan kemudahan baru di tengah keluarga. Berupaya memperkuat merk globalnya, Hisense menyatukan konsumen di seluruh dunia denegan kemitraan olahraga jangka panjang, melalui bahasa universal yang dipahami semua orang. “Sangat menyenangkan melihat mitra kami terus melangkah ke depan, menawarkan teknologi canggih seperti LED mutakhir, serta mendukung operasional VAR di setiap level pertandingan,” ungkap Romy Gai, Chief Business Officer FIFA. “Harvey Norman sangat mengapresiasi kemitraan dengan Hisense, terutama atas investasi global perusahaan yang berkelanjutan dalam teknologi mutakhir, inovasi, dan penguatan merek,” ucap Haydon Myers, Executive General Manager Electrical, Harvey Norman Australia. "Komitmen Hisense terhadap standar premium global terbukti lewat kemitraannya di tiga Piala Dunia FIFA berturut-turut. Komitmen jangka panjang inilah yang terus memperkuat merek Hisense sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi konsumen, mitra ritel, dan industri secara luas,” imbuhnya. Investasi jangka panjang Hisense di dunia olahraga global tumbuh berdampingan dengan perjalanannya di ranah internasional. Memasuki era baru, di mana AI meredefinisikan berbagai industri, Hisense akan terus menyinergikan teknologi mutakhir, kemitraan global, serta inovasi yang mengedepankan kebutuhan pengguna untuk menciptakan pengalaman hidup cerdas yang lebih bermakna.
India dan Indonesia: Dua Sahabat Sejiwa di Era Baru
Jakarta, katakabar.com - India-Indonesia Track 1.5 Dialogue merupakan inisiatif kerja sama selama dua tahun yang digagas oleh Gateway House: Indian Council on Global Relations di Mumbai dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia di Jakarta. Forum ini mempertemukan para pakar dari lembaga pemikir, pejabat pemerintah, serta pelaku usaha dari kedua negara setiap dua tahun sekali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan penguatan hubungan strategis India dan Indonesia. India dan Indonesia memiliki hubungan strategis komprehensif yang dibangun di atas ikatan sejarah panjang, baik pada masa kuno maupun modern. Hubungan tersebut terus berkembang melalui perdagangan, kerja sama ekonomi, serta interaksi antar masyarakat yang semakin erat. Seiring kedua negara terus tumbuh sebagai kekuatan penting di kawasan, terbuka pula berbagai peluang baru untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan, energi, serta kawasan Indo-Pasifik. Pada konteks tersebut, Track 1.5 Dialogue menjadi wadah yang tepat untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Forum ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendorong inovasi sekaligus membantu kedua negara merespons berbagai tantangan tata kelola yang terus berkembang melalui kerja sama bilateral maupun multilateral. Sebagai langkah awal, pada 23 hingga 24 September 2024, Gateway House bersama CSIS Indonesia menyelenggarakan India-Indonesia Track 1.5 Dialogue perdana di Mumbai. Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri India, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi, serta didukung oleh Pemerintah Negara Bagian Maharashtra, India, bersama Indorama dan Sinarmas dari Indonesia. Selama dua hari penyelenggaraan, forum ini mengangkat gagasan untuk mentransformasikan hubungan India dan Indonesia dari konsep "companion souls" atau sahabat sejiwa yang pernah diperkenalkan oleh Rabindranath Tagore saat kunjungannya ke Indonesia pada 1927, menjadi kemitraan geopolitik, geostrategis, dan geoekonomi yang relevan dengan tantangan abad ke 21. Semangat tersebut mencerminkan posisi India dan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar dan ketiga terbesar di dunia yang memiliki peluang untuk semakin memperkuat peran di panggung global. Berbagai sesi diskusi dirancang untuk menyoroti keunggulan masing-masing negara sekaligus mengidentifikasi bidang-bidang kerja sama teknis yang dapat dikembangkan secara bersama. Forum dialog diselenggarakan secara tatap muka di Mumbai dengan menghadirkan pejabat pemerintah, pelaku usaha, wirausahawan, akademisi, serta para pakar terkemuka dari India dan Indonesia. Acara pembukaan dihadiri oleh Ashish Kumar Sinha, Joint Secretary (South), Kementerian Luar Negeri India; Y. Jatmiko Heru Prasetyo, Direktur Asia Selatan dan Tengah, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia; Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia; serta Ina H. Krisnamurthi, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk India.
Era Baru Budidaya Udang: FisTx Terapkan Sistem Perlindungan Berlapis UV dan Elektrolisis di Banyuwangi
Banyuwangi, katakabar.com - Integrasi teknologi Baskara UV dan Cakra Elektrolisis dari FisTx mulai diterapkan di tambak udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi ,Jawa Timur guna perkuat biosekuriti dan stabilitas kualitas air dalam budidaya udang modern. Ini sinyal penguatan industri udang Indonesia setelah menghadapi berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari tekanan harga global hingga risiko penyakit dalam budidaya. Momentum pemulihan ini dinilai perlu diikuti dengan penguatan teknologi budidaya serta peningkatan standar pengelolaan kualitas air tambak. Pengamat akuakultur nasional, Dr. Hasanuddin Atjo, menilai peningkatan daya saing industri udang Indonesia sangat bergantung pada konsistensi penerapan standar operasional budidaya serta penggunaan teknologi yang tepat. “Industri udang Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali menguat. Hal itu harus didukung dengan kalibrasi SOP yang konsisten, monitoring yang baik, serta teknologi yang mampu menjaga kualitas air tambak,” ujar Hasanuddin Atjo. Pengelolaan kualitas air sendiri menjadi faktor kunci dalam budidaya udang intensif. Stabilitas parameter air seperti oksigen terlarut, pH, serta tingkat mikroorganisme sangat menentukan tingkat kelangsungan hidup dan produktivitas udang dalam satu siklus budidaya. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan teknologi akuakultur nasional FisTx mengembangkan berbagai solusi pengolahan air tambak, salah satunya melalui teknologi elektrokimia Cakra Elektrolisis. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan proses elektrolisis untuk menghasilkan senyawa oksidator aktif seperti asam hipoklorit (HOCl) dari ion klorida yang secara alami terdapat dalam air laut. Senyawa tersebut dikenal efektif menekan pertumbuhan bakteri patogen seperti Vibrio serta meningkatkan nilai oxidation-reduction potential (ORP) yang berperan penting dalam menjaga stabilitas kualitas air. CEO FisTx, Rico Wibisono, mengatakan penguatan sistem pengolahan air menjadi salah satu pendekatan penting dalam modernisasi tambak udang di Indonesia. “Kualitas air fondasi utama keberhasilan budidaya udang intensif. Melalui teknologi elektrolisis, kami ingin menghadirkan sistem pengolahan air yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan tambak yang lebih stabil dan aman bagi pertumbuhan udang,” kata Rico. Sebagai implementasi teknologi di lapangan, pada Maret 2025 FisTx mulai melakukan pemasangan sistem sterilisasi air terintegrasi di salah satu tambak budidaya udang vaname intensif di kawasan Pantai Blimbingsari, Banyuwangi. Tambak ini memiliki sekitar 20 hingga 22 kolam budidaya, dengan luas kolam yang bervariasi mulai dari sekitar 2.500 meter persegi hingga 5.000 meter persegi per kolam. Skala tersebut memungkinkan penerapan sistem budidaya intensif dengan manajemen kualitas air yang lebih terkontrol. Di proyek ini, teknologi Cakra Elektrolisis digunakan bersamaan dengan sistem sterilisasi ultraviolet Baskara UV untuk menciptakan sistem perlindungan berlapis terhadap patogen dalam budidaya udang. Baskara UV memanfaatkan sinar ultraviolet untuk menonaktifkan mikroorganisme seperti bakteri dan virus pada air baku sebelum masuk ke dalam sistem tambak. Sementara, Cakra Elektrolisis menghasilkan senyawa oksidator aktif yang membantu menjaga kualitas air selama proses budidaya berlangsung. Integrasi kedua teknologi tersebut membentuk pendekatan multi-barrier biosecurity, yakni sistem perlindungan berlapis terhadap patogen yang semakin banyak diterapkan dalam budidaya udang modern. Menurut Rico, kombinasi teknologi sterilisasi fisik dan proses elektrokimia diharapkan dapat membantu petambak meningkatkan stabilitas produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dalam pengelolaan kualitas air. Kabupaten Banyuwangi sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan penting pengembangan budidaya udang vaname di Indonesia. Penerapan teknologi pengolahan air modern di kawasan Pantai Blimbingsari ini diharapkan dapat menjadi contoh transformasi teknologi tambak menuju sistem budidaya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Hisense Debutkan 116UXS dan XR10, EMendorong RGB MiniLED Era Baru di CES 2026
Las Vegas, katakabar.com - Hisense, merek terkemuka global di bidang elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga, memperkenalkan TV RGB MiniLED evo 116UXS dan Laser Projector XR10 di CES 2026. Kedua produk ini menempatkan inovasi display sebagai pusat dari pameran global Hisense sekaligus menegaskan terobosan terbaru perusahaan dalam teknologi display yang berorientasi pada manusia. Sebagai The Origin of RGB MiniLED, Hisense menghadirkan RGB MiniLED evo sebuah evolusi pada level sistem yang melampaui peningkatan berbasis parameter konvensional, menuju inovasi mendasar pada arsitektur backlight. Berangkat dari struktur backlight merah, hijau, dan biru (RGB) tradisional, RGB MiniLED evo menjadi yang pertama di industri dengan menghadirkan LED keempat Sky Blue–Cyan ke dalam sistem backlight MiniLED, melengkapi salah satu spektrum cahaya alami yang paling sering hilang. Dengan kontrol warna 134-bit dan cakupan warna yang melampaui 110% BT.2020, RGB MiniLED evo memungkinkan reproduksi warna langit, air, serta nuansa biru-hijau (cyan-green) yang jauh lebih akurat. Teknologi ini juga menghadirkan akurasi warna kelas profesional dengan ΔE < 1,0 melalui kalibrasi warna tingkat sistem yang lebih presisi. Selain itu, desain sumber cahaya yang telah dioptimalkan mampu mengurangi paparan cahaya biru berbahaya hingga 80 persen, sehingga mendukung pengalaman menonton jangka panjang yang lebih nyaman dan alami pada layar berukuran sangat besar. 116UXS, sebagai produk pertama yang ditenagai RGB MiniLED evo, merepresentasikan pergeseran penting menuju inovasi display berbasis struktur dengan menempatkan fidelitas warna, kenyamanan visual, dan pengalaman menonton nyata sebagai inti dari desain TV layar besar generasi berikutnya. Inilah titik temu antara performa ekstrem dan kenyamanan jangka panjang. UR8 dan UR9 merupakan lini utama TV RGB MiniLED Hisense yang dirancang untuk menghadirkan performa RGB MiniLED sesungguhnya kepada lebih banyak konsumen melalui harga yang lebih terjangkau dan pilihan ukuran yang paling luas. Dengan kepemimpinan teknologi ini, Hisense tidak hanya memimpin kategori, tetapi juga memperluas skalanya. UR8 dan UR9 menghadirkan fondasi kualitas gambar kelas flagship RGB MiniLED sejati serta optimasi warna dan skena berbasis AI dalam rentang ukuran 55 hingga 100 inci, menjadikannya pilihan RGB MiniLED terbaik bagi sebagian besar rumah tangga. Untuk kebutuhan home cinema layar ultra-besar, Hisense semakin memperkuat kepemimpinannya melalui teknologi TriChroma Laser. Melakukan debut global di CES 2026, XR10 menghadirkan visual berskala sinematik dengan tingkat kecerahan tinggi, ekspresi warna yang kaya, serta performa jangka panjang yang stabil, menawarkan solusi home theater imersif dengan proyeksi hingga 300 inci. Secara bersama-sama, RGB MiniLED untuk TV layar ultra-besar dan TriChroma Laser untuk proyeksi home cinema membentuk strategi display layar besar Hisense, yang menjawab kebutuhan tontonan premium di ruang keluarga sekaligus pengalaman sinematik yang imersif. Ditopang oleh debut 116UXS dan XR10, pendekatan ini menghidupkan tema CES 2026 “Innovating a Brighter Life” melalui inovasi display yang dirancang agar terasa lebih alami, nyaman, dan relevan untuk penggunaan sehari-hari.
Roar Fest 2025 Jadi Perayaan 9 Tahun EVOS Awal dari Era Baru
Jakarta, katakabar.com - EVOS, organisasi esports dan hiburan digital terdepan di Indonesia, dengan bangga hadirkan ROAR FEST 2025, sebuah festival tahunan terbesar kali ini menandai 9 tahun perjalanan EVOS Esports di dunia esports. Mengusung tema “9 Tahun Bersama” dengan tagline “Where Legends Are Made, Not Born”, acara ini menjadi momen refleksi, apresiasi dan transformasi sebagai sebuah penegasan bahwa setiap pencapaian besar lahir dari kerja keras dan semangat tak kenal menyerah. Tahun ini, ROAR FEST 2025 digelar di One Bell Park Mall, Jakarta dan menghadirkan pengalaman seru bagi seluruh EVOS Fams dan komunitas esports dari berbagai penjuru Indonesia. Selama sembilan tahun, EVOS tidak hanya menjadi rumah bagi para pemain profesional dan komunikator kreator konten. Tetapi juga menjadi wadah bagi EVOS Fams yang tumbuh bersama semangat kemenangan. ROAR FEST 2025 akan menjadi simbol rasa syukur EVOS sekaligus langkah awal menuju dekade baru EVOS dengan semangat yang lebih besar. Sebuah perayaan untuk para legends, ROAR FEST 2025 menghadirkan para legends dari divisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dan Free Fire (FF). Mereka tampil dalam sesi talkshow untuk membagikan kisah-kisah istimewa tentang perjuangan, kemenangan dan momen tak terlupakan selama perjalanan mereka bersama EVOS. Acara ini bukan sekedar nostalgia, tetapi juga penghormatan bagi para pionir yang telah menjadi bagian penting dari sejarah EVOS Esports. “Tahun ini menjadi momen yang sangat spesial bagi kami. Sembilan tahun bukan hanya tentang waktu , tetapi tentang proses, komunitas dan semangat untuk terus berkembang. ROAR FEST 2025 adalah bentuk rasa syukur kami atas semua perjalanan luar biasa ini dan juga langkah awal menuju era baru EVOS di tahun ke-10 nanti,” ujar Aufa Bassam, Head of Esports Performance EVOS Esports. ROAR FEST 2025 tentunya dimeriahkan dengan rangkaian aktivitas dan hiburan menarik. Kompetisi Mobile Legends: Bang Bang dan Free Fire Tournament akan menjadi highlight utama. Mempertemukan komunitas dan pemain terbaik dalam pertarungan sengit yang disaksikan langsung oleh pengunjung. Selain itu, pengunjung juga bisa mengikuti Fun Match bersama Pro Player. Berinteraksi langsung dan merasakan pengalaman bermain di panggung besar bersama idola mereka. Tak ketinggalan, keseruan berlanjut di area merchandise booth dengan program spesial promo serba Rp9.000-an. Keseruan tidak berhenti di situ, terdapat pula fun activity di brand booth yang memberikan keuntungan eksklusif bagi para EVOS Fams. ROAR FEST 2025 turut didukung oleh berbagai mitra yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan EVOS. CBN hadir sebagai Official Internet Partner, memastikan pengalaman gaming dan streaming yang stabil dan cepat selama acara berlangsung. Kemudian AXIS dan POP MIE yang rutin berkontribusi membawa warna dan semangat khas mereka dalam perayaan EVOS kali ini.
OJK Nyatakan Token ID Digital Bonds Lulus Uji Coba Sandbox: Awal Era Baru Obligasi Digital Indonesia
Jakarta, katakabar.com - PT Sejahtera Bersama Nano (SBN) resmi dinyatakan lulus uji coba Sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk inovatifnya, Token Indonesia Digital Bonds (IDDB). Penetapan ini tertuang dalam Surat OJK No. S-453/IK.01/2025, yang menegaskan bahwa Token IDDB telah memenuhi seluruh ketentuan Pasal 14 POJK Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (POJK ITSK). Keputusan ini menjadi langkah penting bagi SBN setelah melalui proses uji coba yang ketat di sandbox OJK, di mana Token IDDB dinyatakan memenuhi aspek kelayakan, keamanan, dan manfaat inovasi keuangan digital bagi ekosistem pasar modal dan sektor keuangan di Indonesia. “Kelulusan ini bukti komitmen kami dalam mengembangkan inovasi keuangan yang aman, transparan, dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Token IDDB dirancang untuk membuka akses yang lebih luas terhadap investasi berbasis obligasi melalui teknologi blockchain yang diawasi regulator,” kata Gumarus Dharmawan William, Chief Executive Officer PT Sejahtera Bersama Nano (SBN) lewat siaran pers resmi. Dengan pencapaian ini, SBN menegaskan perannya sebagai pionir pengembangan aset keuangan digital di Indonesia. Ke depan, SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi, guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional. Seluruh inisiatif dijalankan sejalan dengan POJK Nomor 27 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Aset Keuangan Digital, serta berlandaskan prinsip kepatuhan dan perlindungan konsumen. Token IDDB produk tokenisasi obligasi pertama di Indonesia yang telah tercatat dalam sandbox OJK sejak 2024. Produk ini memungkinkan penerbitan dan kepemilikan obligasi secara digital melalui teknologi blockchain dan smart contract, membuka akses investasi yang lebih luas bagi investor ritel dan institusi. Kelulusan IDDB dari sandbox OJK menjadi tonggak penting bagi perkembangan aset digital nasional, membuktikan bahwa inovasi berbasis blockchain dapat berjalan selaras dengan regulasi yang kuat. Keberhasilan ini membuka peluang bagi tokenisasi aset nyata (real-world asset) di sektor keuangan Indonesia, serta menandai langkah konkret menuju integrasi antara teknologi blockchain dan sistem keuangan formal.
Kemitraan Media, Vritimes dan Haidunia Janjikan Era Baru Informasi dan Jurnalisme
Jakarta, katakabar.com - Langkah revolusioner untuk industri media dan jurnalisme, VRITIMES, platform terdepan dalam distribusi siaran pers dan analisis media, umumkan kemitraan strategisnya dengan HAIDUNIA, salah satu nama besar di dunia berita dan informasi. Kemitraan ini diharapkan akan memperkuat jaringan distribusi konten dan memperluas jangkauan informasi berkualitas ke penjuru Indonesia. Kemitraan ini menggabungkan kekuatan VRITIMES dalam teknologi media dan platform distribusi dengan kedalaman konten editorial yang dimiliki oleh HAIDUNIA. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk menciptakan sinergi yang memungkinkan informasi lebih cepat dan lebih akurat sampai ke tangan pembaca, serta membuka akses lebih luas kepada masyarakat untuk menggali berbagai perspektif dan analisis mendalam. "Kami sangat antusias menyambut HAIDUNIA sebagai mitra strategis," kata Ferry, CEO VRITIMES. Melalui kemitraan ini, ujar Ferry, kami berharap dapat mengintegrasikan keahlian kami dalam teknologi distribusi dengan sumber daya editorial HAIDUNIA untuk memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pembaca kami. "Kemitraan antara VRITIMES dan HAIDUNIA tidak hanya perkaya kualitas konten yang tersedia bagi masyarakat tetapi juga akan memperkuat prinsip transparansi dan kecepatan dalam jurnalisme digital. Dengan kerja sama ini, kedua pihak berharap dapat memajukan standardisasi berita dan analisis yang lebih akurat dan dapat diandalkan," jelasnya. Jadi, sebut Ferry, diharapkan sinergi ini memberikan inspirasi untuk inovasi lebih lanjut dalam dunia media dan jurnalisme, sekaligus menjadi model kemitraan media yang berhasil dalam mempromosikan informasi yang berimbang dan mendidik. Kontak: Media Relations Team [email protected] https://www.haidunia.com/ [email protected]
Era Baru Tekhnologi Hijau Perdana Indonesia Satu-satunya di Dunia
Jakarta, katakabar.com - Asisten Deputi Minyak dan Gas, Pertambangan, dan Petrokimia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Herry Permana mengatakan, komitmen Indonesia tentang energi bersih lewat penerapan kebijakan pengembangan biodiesel mulai dari B20, B30 dan B35 sudah dilakukan. "Ini satu-satunya di dunia, hingga D100 dan bioavtur bakal menjadi titik tolak agar selalu bersiap menghadapi era baru dengan penggunaan teknologi hijau dan energi bersih terutama untuk sektor transportasi dan industri guna mengurangi emisi karbon," kata Herry dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Rabu (31/1). Selain itu, ujar Herry, perluasan mandatori biodiesel dari lima tahun lalu ditujukan untuk mencapai kemandirian energi, mengurangi defisit neraca perdagangan migas, menurunkan emisi GRK, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa sawit. Selain itu, ulas Herry, kebijakan transisi energi untuk mulai meninggalkan penggunaan energi fosil sudah dilakukan banyak negara melalui pemanfaatan energi terbarukan. "Untuk itu, diperlukan proses matang menghadapi proses transisi tersebut. Di mana beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melaksanakan transisi energi, yakni komitmen penuh pada penggunaan energi terbarukan, sehingga dapat mendukung kebutuhan energi di dalam negeri dan mendorong perekonomian nasional," tandasnya.