FLOQ

Sorotan terbaru dari Tag # FLOQ

Sinergi Ondo Finance dan FLOQ Hadirkan Akses Tokenisasi Saham dan ETF AS di Indonesia Nasional
Nasional
Sabtu, 12 September 2026 | 12:45 WIB

Sinergi Ondo Finance dan FLOQ Hadirkan Akses Tokenisasi Saham dan ETF AS di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Akses investor Indonesia terhadap saham dan exchange-traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) berpotensi semakin luas melalui teknologi blockchain. Ini seiring Ondo Finance dan platform aset digital FLOQ menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki penyediaan tokenisasi saham dan ETF AS bagi masyarakat di Indonesia. MoU tersebut ditandatangani dalam ajang Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 di Jakarta, setelah diskusi panel mengenai perkembangan tokenisasi saham dan ETF AS serta masa depan akses pasar global. Kesepakatan ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengevaluasi potensi integrasi produk, distribusi lokal, edukasi pengguna, serta kesiapan teknis sebelum produk tokenisasi pasar modal dapat tersedia melalui FLOQ. Ondo Finance Bawa Lebih dari 430 Saham dan ETF ke Blockchain Ondo Finance saat ini menawarkan lebih dari 430 tokenisasi saham dan ETF melalui Ondo Stocks. Produk tersebut memungkinkan investor yang memenuhi syarat di luar AS memperoleh eksposur ekonomi secara onchain terhadap berbagai saham dan ETF yang diperdagangkan di pasar AS. Sejumlah aset yang masuk dalam pembahasan kerja sama antara lain saham perusahaan besar seperti Nvidia, Apple, Amazon, Alphabet, Meta, dan Tesla. ETF seperti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) dan Invesco QQQ juga termasuk aset yang sedang dipertimbangkan. Meski demikian, belum ada aset atau produk tertentu yang dikonfirmasi akan diluncurkan melalui FLOQ di Indonesia. Ondo Stocks dirancang untuk memberikan eksposur ekonomi terhadap saham dan ETF yang mendasarinya. Aset pendukung tersebut disimpan melalui broker-dealer yang terdaftar di AS. Kolaborasi dengan FLOQ menjadi langkah bagi Ondo Finance untuk menjajaki bagaimana infrastruktur tokenisasi sekuritas tersebut dapat menjangkau pengguna di salah satu pasar aset digital terbesar di Asia Tenggara. FLOQ dan Ondo Jajaki Akses Pasar Global Kerja sama ini berlangsung ketika ekosistem aset digital Indonesia terus berkembang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,93 juta akun pada Juli 2026, meningkat 1,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun. Angka tersebut turun 28,20 persen secara bulanan dari Rp28,58 triliun pada Juni 2026. CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan perkembangan ekosistem aset digital Indonesia tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah aset, tetapi juga bagaimana pengguna dapat memperoleh akses terhadap perkembangan pasar keuangan global. “Indonesia telah memiliki ekosistem aset digital yang besar. Kami percaya bahwa tahap berikutnya bukan sekadar menambahkan lebih banyak aset, melainkan menjajaki bagaimana produk keuangan global dan infrastruktur pasar baru dapat diakses oleh masyarakat Indonesia,” jelas Yudho. Menurut Yudho, Ondo Finance telah membangun kapabilitas dalam membawa sekuritas tradisional ke infrastruktur onchain. Sementara itu, FLOQ memiliki distribusi lokal serta pemahaman terhadap karakteristik pasar Indonesia. Senior Director for Asia Pacific Ondo Finance, Rania Rahardja, menimpali Indonesia merupakan pasar penting bagi perkembangan tokenisasi sekuritas karena memiliki komunitas aset digital yang besar dan aktif. “Di Ondo, kami membangun infrastruktur untuk membawa saham dan ETF secara onchain. FLOQ memberi kami mitra lokal yang kuat untuk menjajaki bagaimana aset pasar tokenisasi dapat menjangkau masyarakat di Indonesia secara bertanggung jawab,” ujar Rania. Selain menjajaki integrasi produk, FLOQ dan Ondo Finance juga akan mengevaluasi potensi program edukasi bagi komunitas. Materi tersebut dapat mencakup cara kerja tokenisasi saham dan ETF, hubungan antara token dengan aset yang mendasarinya, mekanisme penerbitan dan penebusan, serta risiko yang perlu dipahami pengguna. Dengan kolaborasi ini, kedua perusahaan menjajaki kemungkinan menghubungkan ekosistem aset digital Indonesia dengan pasar publik global melalui teknologi blockchain. Bagi FLOQ, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pengguna Indonesia terhadap perkembangan produk keuangan global. Sementara bagi Ondo Finance, kerja sama tersebut membuka peluang untuk memperluas jangkauan infrastruktur tokenisasi ke pasar Indonesia.

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:04 WIB

Institusi Makin Dominan, CEO FLOQ: Retail Tetap Motor Pasar Kripto

Bali, katakabar.com - Pertumbuhan keterlibatan investor institusi diperkirakan bakal mengubah struktur pasar aset kripto pada siklus berikutnya. Namun, besarnya modal institusional tidak serta-merta menghilangkan peran investor retail yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama aktivitas dan adopsi aset digital. CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai institusi dan retail justru akan memainkan dua fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Modal institusional berpotensi memperkuat fondasi dan kedalaman pasar, sementara investor retail memberikan kecepatan sekaligus memperluas partisipasi. “Institusi akan memainkan peran yang semakin signifikan dalam siklus berikutnya. Mereka akan membantu membentuk price floor dan memberikan kedalaman pada pasar. Namun, jika kita ingin membawa kripto menjadi kelas aset yang jauh lebih besar, partisipasi retail tetap dibutuhkan. Institusi bisa membangun fondasinya, tetapi retail yang akan memberikan velocity pada pasar,” kata Yudho. Pandangan tersebut disampaikan Yudho dalam panel bertajuk “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada CoinFest Asia 2026 di Bali, 21 Agustus 2026. Panel tersebut membahas kondisi pasar serta bagaimana perubahan struktur industri dapat membentuk siklus aset digital berikutnya. Dalam panel tersebut, Yudho berbagi panggung bersama CEO dan Co-Founder Nansen Alexander Svanevik, Co-Founder Yellow Alexis Sirkia, serta Founder Polyburg Andreas Tobing, dengan Felita Setiawan sebagai moderator. Perspektif Yudho dalam diskusi berfokus pada bagaimana perkembangan pasar global dapat diterjemahkan menjadi strategi yang lebih relevan bagi investor, mulai dari pemula hingga profesional. Indonesia Tunjukkan Kekuatan Retail Menurut Yudho, Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana besarnya basis investor retail dapat menciptakan dinamika pasar yang berbeda dibandingkan negara dengan industri keuangan digital yang lebih matang. “Banyak orang mulai menyerah pada retail, bahkan bagi pelaku industri mungkin lebih mudah untuk hanya berfokus pada institusi. Namun kenyataannya, retail masih merupakan pasar yang sangat besar. Di pasar yang relatif muda seperti Indonesia, masuknya investor retail dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu motor utama pertumbuhan berikutnya,” ucapnya. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan besarnya basis tersebut. Hingga Juni 2026, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital di Indonesia mencapai 22,69 juta, naik 1,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 22,40 juta akun. Aktivitas transaksinya juga menguat. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp28,58 triliun sepanjang Juni 2026, meningkat 24,20 persen dibandingkan Mei 2026 sebesar Rp23,01 triliun. Perkembangan tersebut menunjukkan meski harga aset kripto mengalami berbagai fase naik dan turun, basis pengguna domestik masih terus bertumbuh. Bagi Yudho, kondisi itu penting karena siklus pasar berikutnya kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal yang masuk, tetapi juga seberapa luas teknologi dan aset digital digunakan masyarakat. Institusi Mulai Kembali Masuk Di tingkat global, sinyal kembalinya modal institusi juga mulai terlihat. Survei CoinShares terhadap investor yang mengelola sekitar US$1,16 triliun aset menunjukkan alokasi aset digital dalam portofolio meningkat menjadi 1,2 persen pada survei Juli 2026. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama sejak aksi jual pada Oktober 2025 dan, menurut CoinShares, sepenuhnya didorong oleh peningkatan alokasi investor institusi. Arus modal produk investasi aset digital juga kembali menguat. CoinShares mencatat produk investasi aset digital memperoleh sekitar US$2,2 miliar dalam sepekan hingga 20 Agustus 2026, menjadi arus masuk mingguan terbesar sepanjang tahun berjalan. Dari jumlah tersebut, sekitar US$1,6 miliar mengalir ke produk berbasis Bitcoin. Kondisi ini menguatkan pandangan bahwa institusi semakin menjadi bagian permanen dari struktur pasar kripto, bukan sekadar peserta yang masuk saat harga meningkat. Tetapi, Yudho mengingatkan bahwa institusionalisasi pasar bukan berarti siklus berikutnya akan sepenuhnya menjadi permainan investor besar. “Saya melihat institusi akan semakin kuat dalam menentukan fondasi pasar, tetapi gelombang berikutnya tetap membutuhkan kelompok investor kelas menengah atas dan investor retail. Mereka yang nantinya memperluas partisipasi dan membawa pasar ke skala berikutnya,” jelasnya. Siklus Berikutnya Bisa Berbeda Yudho juga menilai perdebatan mengenai apakah pasar saat ini masih berada dalam fase bull market atau telah memasuki bear market bukan satu-satunya pertanyaan yang relevan. Struktur pasar aset digital kini semakin kompleks. Bitcoin tidak lagi hanya dipengaruhi pola halving dan aktivitas perdagangan retail. Likuiditas global, ETF, derivatif, stablecoin, neraca perusahaan hingga aktivitas onchain kini ikut mempengaruhi pembentukan harga. Karena itu, siklus berikutnya berpotensi memiliki karakter berbeda dengan siklus kripto sebelumnya. Yudho menekankan pentingnya melihat positioning, manajemen risiko, konsistensi investasi dan adopsi struktural ketimbang mencoba menebak secara tepat titik tertinggi maupun terendah pasar. Perubahan juga terlihat dari cara investor retail memperoleh eksposur terhadap aset digital. Investor baru ke depan tidak harus selalu memulai perjalanan dari Bitcoin atau aset kripto spekulatif. Stablecoin, saham yang ditokenisasi hingga berbagai produk keuangan berbasis blockchain membuka pintu masuk baru menuju ekonomi onchain. “Gelombang berikutnya tidak hanya soal membawa lebih banyak orang masuk ke kripto. Kita juga bisa melihat semakin banyak bagian dari sistem keuangan yang masuk ke onchain,” tutur Yudho. Pandangan tersebut sejalan dengan berkembangnya tokenisasi aset tradisional. Tokenized stocks dan ETF disebut sebagai bagian dari evolusi portofolio digital, sehingga diversifikasi ke depan tidak lagi hanya berarti memiliki Bitcoin, Ether dan sejumlah altcoin, tetapi dapat mencakup stablecoin, aset pasar modal yang ditokenisasi serta instrumen lindung nilai bagi investor yang lebih berpengalaman. Yudho menilai perkembangan tersebut dapat memperbesar pasar potensial aset digital sekaligus menjembatani dunia keuangan tradisional dengan infrastruktur blockchain. “Bagian paling menarik dari tokenisasi adalah ketika suatu hari investor tidak lagi harus memilih apakah dirinya investor TradFi atau investor kripto. Infrastruktur digital memungkinkan berbagai kelas aset berada dalam satu portofolio,” terangnya. Meski optimistis terhadap perkembangan tersebut, Yudho menekankan bertambahnya pilihan produk harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kedewasaan investor. Bagi investor baru, disiplin, pengelolaan risiko dan kemampuan bertahan melalui berbagai kondisi pasar dinilai lebih penting daripada mengejar momentum harga jangka pendek. Pada akhirnya, kata CEO FLOQ, institusi mungkin akan memberikan fondasi yang semakin kuat bagi pasar aset digital. Namun, skala ekonomi kripto selanjutnya tetap sangat bergantung pada apakah produk tersebut mampu menjangkau jutaan investor baru dan menjadi bagian dari aktivitas keuangan mereka. “Institusi akan membangun lantainya. Tetapi retail yang akan memberikan kecepatan pada pasar," tambahnya.

FLOQ Hadirkan Program CB Bawa Komunitas Kripto ke CA 2026 di Bali Nasional
Nasional
Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:36 WIB

FLOQ Hadirkan Program CB Bawa Komunitas Kripto ke CA 2026 di Bali

Bali, katakabar.com -Perjalanan menuju salah satu festival kripto terbesar di Asia Tenggara, Coinfest Asia (CA) 2026 dimulai jauh sebelum para peserta tiba di Bali.  Total 60 anggota komunitas kripto berangkat dari Yogyakarta menuju Bali menggunakan bus dalam program Community Bus yang digagas FLOQ, platform perdagangan aset kripto berlisensi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Perjalanan darat tersebut menempuh waktu sekitar 15 jam. Meski panjang, perjalanan justru menjadi bagian dari pengalaman para peserta sebelum menghadiri Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Melasti Beach, Bali, pada 20 hingga 21 Agustus 2026 lalu.  Sejak keberangkatan, suasana di dalam bus diisi dengan berbagai aktivitas komunitas. FLOQ juga membagikan merchandise kepada seluruh peserta serta menggelar kuis dengan hadiah voucher aset kripto senilai jutaanRupiah.  Program tersebut tidak hanya dirancang sebagai sarana transportasi menuju lokasi acara. FLOQ menjadikan perjalanan tersebut sebagai ruang bagi komunitas untuk saling berkenalan, bertukar cerita mengenai aset digital, sekaligus membangun pengalaman bersama sebelum mengikuti salah satu gelaran kripto yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara.  Antusiasme peserta tetap terjaga meski harus menempuh perjalanan belasan jam. Bagi sebagian peserta, perjalanan menuju Bali menggunakan bus juga menjadi pengalaman baru.  Salah satunya Andi Nurhana Manthovani, peserta perempuan yang ikut Community Bus yang mengaku baru pertama kali mengikuti program tersebut dan melakukan perjalanan ke Bali menggunakan bis untuk menghadiri Coinfest Asia.  “Ini pertama kali saya ikut program seperti ini. Menurut saya menarik karena perjalanan ke Bali bukan hanya sekadar perjalanan, tetapi juga bisa menjadi kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman komunitas dan berbagi pengalaman selama di perjalanan,” ujar Hana.  Ia berharap program serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak anggota komunitas yang memiliki kesempatan untuk hadir langsung dalam berbagai kegiatan industri aset digital.  “Harapannya program seperti ini bisa terus ada dan pesertanya semakin banyak. Selain bisa ikut meramaikan Coinfest, kami juga bisa mendapatkan insight baru, bertemu dengan pelaku industri, dan membawa pengalaman tersebut kembali ke komunitas,” ucap Hana.  FLOQ Ingin Komunitas Tak Hanya Menjadi Penonton  CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam perkembangan industri aset digital. Menurut dia, kehadiran komunitas secara langsung di berbagai forum industri dapat membuka kesempatan untuk belajar dan membangun koneksi.  “Bagi kami, Community Bus bukan hanya soal membawa peserta dari Yogyakarta ke Bali. Kami ingin menciptakan pengalaman bersama bagi komunitas, mulai dari perjalanan, aktivitas di dalam bus, sampai ketika mereka bertemu langsung dengan pelaku industri di Coinfest Asia,” kata Yudho.  Ia menambahkan, kesempatan untuk mempertemukan komunitas dengan pelaku industri menjadi salah satu alasan FLOQ membawa puluhan peserta dari Yogyakarta ke Bali.  “Kami berharap teman-teman komunitas tidak hanya datang dan menjadi penonton, tetapi juga bisa mendapatkan pengetahuan, membangun relasi, dan melihat lebih dekat bagaimana industri aset digital terus berkembang,” jelas Yudho.  Dari Yogyakarta Komunitas Kripto Menuju Bali  Bagi 60 peserta Community Bus, perjalanan menuju Coinfest Asia 2026 pada akhirnya menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri.  Lima belas jam perjalanan dari Yogyakarta ke Bali menjadi ruang untuk bercengkerama, mengikuti aktivitas komunitas, mendapatkan merchandise, hingga mengikuti kuis berhadiah.  Setibanya di Bali, para peserta tidak hanya membawa semangat untuk mengikuti festival, tetapi juga pengalaman dari perjalanan panjang yang dilakukan bersama.  Melalui Community Bus, FLOQ berharap semakin banyak anggota komunitas yang dapat terlibat langsung dalam perkembangan ekosistem aset digital, sekaligus menjadikan momentum seperti Coinfest Asia sebagairuang untuk belajar dan memperluas jejaring.  Di tengah kehadiran berbagai pemain industri kripto dari dalam dan luar negeri, 60 peserta yang berangkat dari Yogyakarta pun menjadi bagian dari cerita komunitas Indonesia yang ikut meramaikan Coinfest Asia 2026.  CEO FLOQ Panelis Bahas Kondisi Pasar Kripto  Keterlibatan FLOQ dalam Coinfest Asia 2026 tidak berhenti pada program Community Bus. FLOQ juga menjadi salah satu sponsor dalam gelaran yang berlangsung pada 20 hingga 21 Agustus 2026 di Melasti Beach, Bali.  Coinfest Asia 2026 menjadi salah satu forum yang mempertemukan pelaku industri aset digital, mulai dari institusi, builder, trader, komunitas hingga tokoh-tokoh industri kripto global.  Penyelenggara menyebut Coinfest Asia sebagai acara yang berfokus pada edukasi dan pengembangan industri, dengan partisipasi yang ditujukan bagi tamu undangan dan peserta yang telah terdaftar.  Sejumlah agenda juga diarahkan untuk membahas perkembangan industri kripto sekaligus peluang ekspansi pasar Asia. Hal ini sejalan dengan posisi Asia sebagai salah satu kawasan penting dalam perkembangan ekosistem aset digital.  Yudho juga mengambil bagian dalam agenda diskusi Coinfest Asia 2026. Berdasarkan agenda yang dirilis, Yudho dijadwalkan menjadi salah satu panelis dalam sesi “Is the Bull Market Dead, or Just Resting?” pada 21 Agustus 2026 pukul 14.15–14.45 WITA di Indoor Stage.  Dalam sesi tersebut, Yudho akan berdiskusi bersama Alexis Sirkia, Co-founder & Captain Yellow; Andreas Tobing, Founder; serta Alex Svanevik, CEO Nansen. Sementara itu, sesi akan dimoderatori oleh Felita Setiawan, COO Indonesia Crypto Network.  Sesi tersebut menjadi relevan di tengah dinamika pasar kripto yang masih menghadapi berbagai sentimen global dan perubahan ekspektasi pelaku pasar.  Bagi Yudho, forum seperti Coinfest Asia dapat menjadi ruang untuk melihat perkembangan pasar dari berbagai perspektif, tidak hanya dari sisi harga aset kripto, tetapi juga dari perkembangan teknologi, adopsi, regulasi, dan perilaku pengguna.  “Pasar kripto selalu bergerak dalam siklus. Yang penting bukan hanya melihat apakah pasar sedang bullish atau bearish, tetapi memahami apa yang sedang berubah di balik pergerakan tersebut. Forum seperti Coinfestmemberikan kesempatan untuk membahas hal itu dari berbagai sudut pandang,” cerita Yudho.

FLOQ dan tiket.com Dorong Adopsi Kripto Lewat Reward Perjalanan Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 31 Juli 2026 | 15:03 WIB

FLOQ dan tiket.com Dorong Adopsi Kripto Lewat Reward Perjalanan

Jakarta, katakabar.com - FLOQ, pedagang aset keuangan digital berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi menjalin kerja sama dengantiket.com untuk menghadirkan pengalaman booking travel yang lebih menguntungkan bagi pengguna.  Melalui kolaborasi ini, pengguna kini dapat memperoleh reward dalam bentuk aset kripto RLUSD setiap kali melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, maupun atraksi wisata melalui fitur Travel di aplikasi FLOQ.  Program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas pemanfaatan aset kripto ke aktivitas sehari-hari, khususnya di sektor perjalanan dan pariwisata. Dengan menghubungkan layanan travel digital dan reward berbasis aset kripto, FLOQ ingin menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, praktis, dan bernilai tambah bagi pengguna.  Melalui fitur Travel di aplikasi FLOQ, pengguna dapat mengakses layanan pemesanan tiket.com untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari tiket pesawat, hotel, hingga atraksi atau tempat wisata. Setelah transaksi berhasil, perjalanan selesai, dan seluruh ketentuan program terpenuhi, reward akan diproses secara otomatis ke dompet dalam bentuk aset kripto.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kolaborasi ini mencerminkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat adopsi kripto secara lebih nyata dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.  “Kolaborasi FLOQ dan tiket.com menunjukkan bahwa adopsi kripto tidak harus selalu terasa kompleks atau jauh dari kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan use case yang lebih sederhana dan relevan, di mana aktivitas travel yang sudah familiar bagi masyarakat dapat memberikan nilai tambah dalam bentuk reward aset kripto,” ujarnya.  Reward Kripto untuk Tiket Pesawat, Hotel, dan Atraksi  Yudho menambahkan, kerja sama antara industri kripto dan sektor travel juga membuka peluang baru untuk memperkenalkan manfaat aset digital kepada pengguna yang lebih luas.  “Kami percaya masa depan adopsi kripto akan semakin kuat ketika aset digital dapat terhubung dengan kebutuhan riil pengguna. Lewat kolaborasi ini, kami ingin membangun jembatan antara teknologi kripto dan aktivitas sehari-hari masyarakat, sehingga pengalaman menggunakan kripto menjadi lebih mudah dipahami, bermanfaat, dan inklusif,” lanjutnya.  Dalam program ini, besaran reward yang dapat diterima pengguna bergantung pada kategori produk travel yang dipesan. Untuk tiket pesawat, pengguna berkesempatan mendapatkan reward sebesar 0,5% dari nilai transaksi yang memenuhi syarat. Sementara itu, pemesanan hotel dapat memperoleh reward sebesar 5,5%, dan atraksi atau wisata sebesar 4% dari nilai transaksi yang memenuhi syarat.  Reward tidak diberikan langsung setelah pembayaran berhasil, melainkan diproses setelah perjalanan selesai dan transaksi divalidasi oleh tiket.com. Untuk tiket pesawat, reward akan diproses setelah tanggal penerbangan berlalu. Untuk hotel, reward diproses setelah pengguna melakukan check-out. Sementara untuk atraksi wisata, reward diproses setelah tanggal kunjungan selesai.  Mendorong Use Case Kripto yang Lebih Dekat dengan Pengguna  Program reward travel ini menjadi salah satu langkah FLOQ untuk menghadirkan pemanfaatan aset kripto yang lebih dekat dengan aktivitas harian pengguna. Melalui kolaborasi dengan tiket.com, FLOQ ingin menunjukkan bahwa aset digital tidak hanya dapat digunakan dalam konteks investasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pengalaman digital yang lebih praktis dan bernilai tambah.  “Kolaborasi ini bukan hanya tentang memberikan reward, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat aset kripto ke dalam aktivitas yang sudah familiar bagi masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa asetdigital bisa hadir dengan cara yang lebih sederhana, relevan, dan mudah dipahami oleh pengguna,” jelas Yudho.  Menurut Yudho, kerja sama lintas industri seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas adopsi kripto di Indonesia. Dengan menggandeng sektor travel yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, Yudho berharap pengalaman menggunakan kripto dapat terasa lebih inklusif dan aplikatif.  "Kami akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor industri untuk menghadirkan lebih banyak use case kripto yang mudah diakses, relevan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," pungkasnya. Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi.

Bitcoin Sentuh Level Tertinggi Lima Pekan, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 30 Juli 2026 | 11:07 WIB

Bitcoin Sentuh Level Tertinggi Lima Pekan, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin bergerak fluktuatif setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima minggu di kisaran US$66.400–US$66.500 pada 21 Juli 2026. Tetapi, penguatan tersebut tertahan setelah BTC terkoreksi ke area US$65.600–US$65.700 pada 22 Juli 2026.  Koreksi terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia, dengan WTI menembus US$85 per barel dan Brent mendekati US$90 per barel. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadaptekanan inflasi global dan arah kebijakan suku bunga The Fed.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi Bitcoin tidak sertamerta menghapus peluang penguatan, tetapi pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat dari faktor makro dan arus dana institusional.  “Koreksi setelah Bitcoin menyentuh level tertinggi lima minggu adalah hal yang wajar, terutama ketika pasar menghadapi tekanan dari harga minyak dan geopolitik. Peluang penguatan tetap terbuka, tetapi pasar membutuhkan dukungan yang lebih solid, baik dari stabilisasi makro, meredanya risiko energi, maupun keberlanjutan inflow institusional,” kata Yudho.  Menurut Yudho, harga minyak kini menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam membaca arah Bitcoin jangka pendek. Selama tekanan energi dan eskalasigeopolitik masih berlangsung, volatilitas pasar kripto berpotensi tetap tinggi.  “Kondisi saat ini, harga minyak menjadi variabel yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika kenaikan harga energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, ekspektasiterhadap arah suku bunga The Fed juga bisa berubah. Dampaknya dapat langsung terasa pada aset berisiko seperti Bitcoin,” jelasnya.  Menurut data riset Market Outlook FLOQ, level US$66.500 menjadi resistance jangka pendek Bitcoin setelah dua kali gagal ditembus sepanjang bulan ini. Sementara itu, area US$64.000 menjadisupport penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.  Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus  Data FLOQ mencatat eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak. Selama tekanan geopolitik dan risiko pasokan energi belum mereda, hargaminyak diperkirakan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi indikator penting untuk membaca arah Bitcoin. Jika tekanan energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, pasar aset berisiko, termasuk kripto, berpotensi tetap bergerak volatil,” jelas Yudho.  Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pertemuan FOMC pada 28 hingga 29 Juli 2026. Meskipun pasar masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga, peluang kenaikan suku bunga pada horizon September meningkat seiring lonjakan harga minyak.  ETF dan Regulasi Beri Sinyal Positif  Di tengah tekanan makro, arus dana ETF Bitcoin spot memberikan sinyal yang lebih konstruktif. ETF Bitcoin mencatat inflow selama lima hari berturut-turut hingga 21 Juli 2026, menjadi rangkaianinflow pertama sejak April. ETF Ethereum juga mencatat inflow bersih pada pekan 13–17 Juli setelah sebelumnya mengalami outflow selama delapan minggu berturut-turut.  Meski demikian, Yudho menilai pemulihan tersebut masih perlu dibaca secara hati-hati karena outflow year-to-date masih berada di sekitar US$5,2 miliar. Dengan demikian, inflow pekan ini lebihtepat dilihat sebagai pemulihan parsial, bukan pembalikan tren besar secara penuh.  “Masuknya kembali dana ke ETF Bitcoin dan Ethereum menjadi sinyal positif bagi pasar. Namun, investor tetap perlu membedakan antara pemulihan jangka pendek dan perubahan tren besar, terutama karena risiko makro masih cukup dominan,” terang Yudho.  Dari sisi regulasi, perkembangan CLARITY Act di Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar. Data FLOQ mencatat peluang floor vote meningkat setelah hambatan terkait bahasa etika selesai, tetapi peluang RUU tersebut benar-benar disahkan masih perlu dikawal secara realistis.  “Regulasi yang lebih jelas akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto ke depan. Namun, kemajuan prosedural belum otomatis berarti regulasi akan langsung disahkan ataulangsung berdampak besar terhadap harga aset,” sebut Yudho.  Volatilitas Masih Berpotensi Tinggi  Yudho menilai pasar kripto masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek. Arah Bitcoin pekan ini akan banyak dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, mulai dari pergerakan harga minyak, perkembangan geopolitik, ekspektasi suku bunga The Fed, hingga keberlanjutan inflow ETF Bitcoin spot.  Dari pasar domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75% pada RDG 21–22 Juli 2026. Rupiah juga menguat tipis ke kisaran Rp17.909–Rp17.917 per dolar AS pada 22 Juli 2026, sementara IHSG melanjutkan penguatan ke level 6.374.  Meski kondisi domestik menunjukkan perbaikan, Yudho menilai investor tetap perlu mencermati tekanan eksternal yang dapat mempengaruhi pasar aset berisiko, termasuk kripto. Dalam kondisipasar yang masih dinamis, investor perlu memahami bahwa pergerakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen pasar, tetapi juga faktor makroekonomi, kebijakan moneter, arus dana institusional, dan risiko geopolitik.  “Peluang pasar kripto tetap terbuka, terutama jika inflow ETF berlanjut dan tekanan geopolitik mulai mereda. Namun, dalam kondisi yang masih penuh ketidakpastian, disiplin manajemen risikomenjadi sangat penting. Investor sebaiknya tidak hanya melihat potensi kenaikan harga, tetapi juga memahami faktor-faktor yang dapat memicu volatilitas,” kata Yudho lagi.  Edukasi Jadi Kunci bagi Investor  Menghadapi pasar kripto yang masih fluktuatif, Yudho mengimbau investor untuk tetap disiplin, melakukan riset mandiri, dan menghindari keputusan investasi yang hanya didasarkan pada sentimenjangka pendek. Strategi investasi juga perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan keuangan, serta pemahaman masing-masing investor terhadap aset yang dipilih.  “Dalam pasar kripto, volatilitas adalah hal yang perlu dipahami, bukan dihindari tanpa strategi. Investor perlu melihat pergerakan harga secara lebih rasional, tidak terbawa euforia jangka pendek, dan tetap menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing. Untuk investor jangka panjang, strategi seperti dollar cost averaging (DCA) masih dapat menjadi pendekatan yang relevan, selama dilakukan secara konsisten dan disertai pemahaman risiko yang memadai,” jelas Yudho.  Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan literasi aset digital, FLOQ menyediakan FLOQ Academy yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Melalui platform edukasi ini, pengguna dapat mempelajari dasar-dasar kripto, memahami dinamika pasar, serta membangun kebiasaan riset sebelum mengambil keputusan investasi.  Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 24 Juli 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitasharga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu.  FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profilrisiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto.

FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia Serba Serbi
Serba Serbi
Selasa, 28 Juli 2026 | 08:35 WIB

FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Perkembangan teknologi blockchain membuat semakin banyak layanan keuangan dan aset dunia nyata tersedia secara onchain. Tetapi, bagi banyak pengguna kripto, memindahkan aset dari satu platform ke jaringan blockchain masih dapat terasa rumit. Pengguna bukan hanya perlu memilih aset. Mereka juga harus memastikan bahwa alamat wallet dan jaringan yang digunakan di platform pengirim dan penerima sudah sama. Kesalahan memilih jaringan dapat membuat transaksi tertunda, memerlukan proses pemulihan, atau berisiko menyebabkan aset tidak dapat dikreditkan. Untuk membantu menyederhanakan pengalaman tersebut, FLOQ kini menyiapkan dukungan Robinhood Chain untuk deposit dan withdrawal aset yang telah ditentukan langsung melalui aplikasi FLOQ. Integrasi ini dirancang sebagai jalur yang lebih praktis bagi pengguna Indonesia untuk mengakses jaringan Layer 2 terbaru dalam ekosistem Ethereum. “Kami ingin membuat akses onchain lebih mudah dipahami oleh pengguna Indonesia. Namun, kemudahan harus selalu berjalan bersama edukasi. Pengguna tetap perlu memahami aset, jaringan, dan alamat tujuan sebelum melakukan transaksi,” ujar CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis. Apa Itu Robinhood Chain? Robinhood Chain adalah blockchain Layer 2 yang dibangun menggunakan teknologi Arbitrum dan terhubung dengan Ethereum. Public mainnet-nya resmi diluncurkan pada 1 Juli 2026. Robinhood memosisikan jaringan ini sebagai lingkungan permissionless untuk pengembangan layanan keuangan onchain, DeFi, dan tokenized real-world assets. Dokumentasi Robinhood Chain menyatakan bahwa jaringan ini menggunakan ETH sebagai native gas token. Karena merupakan Layer 2, biaya transaksi menggabungkan biaya eksekusi pada Layer 2 dan biaya data yang dipublikasikan ke Ethereum. Bagi pengguna umum, makna praktisnya adalah Robinhood Chain menjadi salah satu jalur blockchain baru untuk memindahkan dan menggunakan aset yang kompatibel. Tetapi, ketersediaan suatu aset di jaringan tersebut tidak otomatis berarti aset itu sudah didukung untuk deposit atau withdrawal di setiap platform. Mengapa Integrasi Jaringan Penting bagi Pengguna? Satu aset kripto dapat tersedia pada beberapa jaringan. ETH, stablecoin, atau aset lain dapat memiliki versi atau dukungan jaringan yang berbeda. Alamat wallet yang terlihat serupa juga tidak berarti seluruh jaringan dapat digunakan secara bergantian. Saat pengirim memilih Robinhood Chain, platform atau wallet penerima juga harus mendukung aset yang sama melalui Robinhood Chain. Jaringan pada kedua sisi transaksi harus cocok. Inilah alasan mengapa dukungan jaringan langsung di aplikasi penting: pengguna dapat melihat pilihan yang memang sudah diaktifkan oleh platform. Utamakan Deposit Sebelum Jelajahi Onchain Bagi pengguna yang baru mengenal aktivitas onchain, deposit merupakan langkah pertama yang paling penting untuk dipahami. Deposit berarti memindahkan aset dari wallet atau platform lain ke alamat deposit milik pengguna di FLOQ. Sebelum mengirim, pengguna perlu memastikan tiga hal utama: · Aset yang akan dikirim memang sudah didukung oleh FLOQ. · Robinhood Chain tersedia sebagai pilihan jaringan untuk aset tersebut. · Alamat deposit disalin langsung dari aplikasi FLOQ dan tidak diketik secara manual. · Withdrawal adalah proses sebaliknya, yaitu mengirim aset dari FLOQ ke wallet atau platform lain. Meskipun langkahnya terlihat serupa, pengguna tetap perlu memastikan bahwa alamat tujuan menerima aset yang sama melalui Robinhood Chain. Checklist Sebelum Mengirim Aset · Nama aset sudah benar. · Jaringan di platform pengirim dan FLOQ sama-sama Robinhood Chain. · Alamat wallet telah disalin secara lengkap. · Minimum deposit telah terpenuhi. · Biaya jaringan sudah diperiksa. · Memo atau tag tambahan telah dimasukkan jika memang diwajibkan. · Detail transaksi sudah ditinjau sebelum konfirmasi. · TxHash disimpan untuk keperluan pelacakan dan bantuan pelanggan. Untuk nominal yang relatif besar, pengguna dapat mempertimbangkan transaksi percobaan dalam jumlah kecil terlebih dahulu, selama nominal tersebut memenuhi minimum deposit yang ditentukan. Akses Onchain Tetap Memerlukan Ketelitian Integrasi jaringan dapat menyederhanakan pengalaman pengguna, tetapi tidak menghilangkan kewajiban untuk memeriksa detail transaksi. Blockchain memproses transaksi berdasarkan alamat, aset, dan jaringan yang dipilih. Transaksi yang sudah dikonfirmasi umumnya tidak dapat dibatalkan seperti transfer melalui sistem keuangan konvensional. Mulai Mengakses Robinhood Chain melalui FLOQ Pengguna dapat memperbarui aplikasi FLOQ, memilih aset yang telah didukung, kemudian memilih Robinhood Chain saat melakukan deposit. Pelajari cara melakukan deposit aset kripto, pahami perbedaan jaringan blockchain, dan selalu periksa kembali seluruh informasi sebelum mengirim aset. Cara Deposit melalui Robinhood Chain di FLOQ 1. Perbarui aplikasi FLOQ ke versi terbaru. 2. Masuk ke akun FLOQ dan pilih menu Wallet atau Deposit. 3. Pilih aset yang ingin didepositkan. 4. Pilih jaringan Robinhood Chain. 5. Salin alamat deposit yang muncul. 6. Buka wallet atau platform asal, lalu pilih aset dan Robinhood Chain sebagai jaringan pengiriman. 7. Tempelkan alamat deposit FLOQ dan periksa seluruh detail transaksi. 8. Konfirmasi transaksi dan simpan TxHash untuk pelacakan. Diolah dari berbagai sumber Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi. Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan

Dari Big Mac ke Blockchain: Mengenal Tokenized Asset McDonald’s di FLOQ Internasional
Internasional
Selasa, 21 Juli 2026 | 09:22 WIB

Dari Big Mac ke Blockchain: Mengenal Tokenized Asset McDonald’s di FLOQ

Jakarta, katakabar.com - McDonald’s telah lama dikenal melalui restoran dan produknya di berbagai negara. Tetapi, di era blockchain, nama perusahaan global tidak hanya ditemukan di pasar saham konvensional. Kini terdapat McDonald’s xStock, atau MCDx, yakni produk tokenized asset yang dirancang untuk mengikuti harga saham McDonald’s Corporation. Melalui tokenisasi, eksposur ekonomi terhadap aset tradisional dapat direpresentasikan dalam bentuk instrumen berbasis blockchain. Konsep ini menghubungkan aset dari pasar keuangan tradisional dengan infrastruktur aset digital. Tetapi, tokenized asset bukan sekadar “saham yang dipindahkan ke blockchain”. Pengguna tetap perlu memahami penerbit, aset dasar, hak yang diperoleh, likuiditas, struktur produk, serta risiko teknologi dan regulasinya. Apa Itu Tokenized Asset? Tokenized asset adalah representasi berbasis blockchain dari aset, kepemilikan, atau eksposur ekonomi tertentu. Aset dasarnya dapat berupa saham, obligasi, dana pasar uang, komoditas, properti, atau instrumen keuangan lainnya. “Tokenisasi memperkenalkan cara baru untuk mengakses eksposur terhadap aset global. Peran FLOQ bukan hanya menyediakan akses, tetapi juga membantu pengguna memahami bahwa tokenized asset memiliki struktur dan risiko yang berbeda dari saham langsung.” ujar CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis. Token kemudian dirancang untuk mengikuti nilai atau memberikan manfaat ekonomi tertentu berdasarkan struktur yang ditetapkan oleh penerbit. Karena struktur setiap produk dapat berbeda, pengguna perlu membaca informasi produknya dan tidak hanya mengandalkan nama aset dasar. IMF menjelaskan tokenisasi melalui tiga lapisan: infrastruktur blockchain, aset yang diterbitkan atau direpresentasikan, serta layanan seperti wallet, exchange, dan aplikasi pengguna. Kerangka ini menunjukkan bahwa pengguna perlu menilai bukan hanya aset dasarnya, tetapi juga jaringan, penerbit, kustodian, dan layanan yang menyediakan akses. Apa Itu MCDx? MCDx adalah McDonald’s xStock yang diterbitkan oleh Backed Assets. Berdasarkan informasi penerbit, produk ini berbentuk tracker certificate yang diterbitkan sebagai token Solana SPL dan ERC-20, serta dirancang untuk mengikuti harga saham McDonald’s Corporation sebagai underlying asset. Sederhananya, apabila harga aset dasar bergerak, MCDx dirancang untuk memberikan eksposur ekonomi yang mengikuti pergerakan tersebut. Namun, harga token di pasar dapat memiliki selisih akibat likuiditas, spread, biaya, jam aktif pasar aset dasar, dan kondisi pasar. Apakah Membeli MCDx Sama dengan Membeli Saham McDonald’s? Tidak sepenuhnya. Membeli MCDx tidak otomatis menjadikan pengguna sebagai pemegang saham langsung McDonald’s Corporation melalui rekening efek. Produk ini merupakan instrumen tokenized yang mengikuti aset dasar berdasarkan struktur penerbitannya. Lantaran itu, pengguna tidak boleh langsung berasumsi bahwa mereka memperoleh: • Hak suara dalam rapat pemegang saham. • Kepemilikan saham yang tercatat langsung atas nama pengguna. • Hak untuk menukar token menjadi saham fisik atau saham di rekening efek. • Perlakuan dividen yang sama seperti pemegang saham langsung. • Perlindungan investor yang identik dengan transaksi melalui perusahaan sekuritas. Informasi FLOQ mengenai tokenized assets juga menjelaskan bahwa xStocks memberikan eksposur terhadap pergerakan saham global, tetapi tidak boleh disamakan begitu saja dengan kepemilikan saham langsung. Bagaimana MCDx Mengikuti Harga Saham McDonald’s? MCDx menggunakan saham McDonald’s Corporation sebagai underlying asset. Backed menyatakan bahwa rangkaian xStocks didukung 1:1 oleh sekuritas yang mendasarinya. Dukungan tersebut merupakan bagian dari struktur penerbitan, bukan jaminan bahwa harga token akan selalu identik dengan harga saham pada setiap saat. Perbedaan harga dapat terjadi karena: • Likuiditas token dan saham dasar berbeda. • Jam aktif pasar saham dan pasar aset digital dapat berbeda. • Terdapat spread antara harga beli dan harga jual. • Biaya transaksi, jaringan, atau mekanisme produk dapat memengaruhi hasil. • Permintaan terhadap token dapat berubah. • Kondisi pasar ekstrem dapat memperbesar selisih harga. Risiko yang Perlu Dipahami 1. Risiko harga aset dasar Jika harga saham McDonald’s turun, nilai MCDx juga dapat ikut turun. Popularitas merek tidak menjamin kinerja harga aset. 2. Risiko penerbit dan struktur produk Token bergantung pada struktur, operasional, kustodian, dan kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya. Pengguna perlu memahami siapa penerbit dan bagaimana aset dasar dikelola. 3. Risiko likuiditas dan spread Volume transaksi MCDx dapat berbeda dari saham aslinya. Likuiditas yang lebih rendah dapat menghasilkan spread lebih lebar atau membuat pengguna memperoleh harga yang berbeda dari ekspektasi. 4. Risiko tracking Harga token dapat menyimpang dari harga underlying karena waktu perdagangan, permintaan pasar, biaya, keterlambatan data, atau mekanisme produk. 5. Risiko blockchain dan smart contract Sebagai produk berbasis blockchain, MCDx juga menghadapi risiko jaringan, smart contract, wallet, dan kesalahan transaksi. 6. Risiko regulasi dan yurisdiksi Aturan mengenai tokenized assets dapat berbeda antarnegara dan berubah seiring perkembangan industri. Ketersediaan produk juga dapat dibatasi berdasarkan yurisdiksi. Cara Mengakses MCDx melalui FLOQ 1. Masuk ke aplikasi FLOQ. 2. Pilih menu Trade atau Pasar. 3. Cari MCDx pada kolom pencarian. 4. Buka halaman aset dan pelajari informasi produknya. 5. Periksa harga, spread, biaya, minimum transaksi, dan risiko. 6. Masukkan nominal transaksi. 7. Periksa kembali detail sebelum melakukan konfirmasi Kenali Produknya, Bukan Hanya Mereknya Nama McDonald’s mungkin sudah sangat dikenal, tetapi keputusan terhadap MCDx tidak seharusnya hanya didasarkan pada popularitas merek. Sebelum bertransaksi, pengguna perlu memahami penerbit token, aset dasar, mekanisme harga, hak pemegang token, likuiditas, spread, biaya, dan risiko produk. Pelajari lebih lanjut mengenai tokenized assets, pahami istilah aset dunia nyata, dan periksa informasi MCDx di aplikasi FLOQ sebelum mengambil keputusan. <Diolah dari berbagai sumber> Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi. Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan.

Bitcoin Rebound Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 12 Juli 2026 | 16:08 WIB

Bitcoin Rebound Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto memasuki awal Juli dengan volatilitas yang masih tinggi setelah Bitcoin (BTC) sempat menembus level psikologis penting, yaitu 200 - week Moving Average (MA), sebelum akhirnya pulih ke kisaran US$61.000 - 62.000. Di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar juga dihadapkan pada sejumlah katalis besar, mulai dari arus keluar ETF Bitcoin yang mencetak rekor bulanan, kebijakan monetisasi Bitcoin oleh Strategy, hingga perkembangan pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat. Menurut Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ, kondisi saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase validasi, di mana investor masih menunggu kepastian dari sisi makroekonomi maupun regulasi. "Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir mencerminkan pasar yang masih mencari keseimbangan. Penurunan di bawah 200-week Moving Average memang menjadi sinyal teknikal yang penting, tetapi rebound yang terjadi menunjukkan bahwa minat beli masih muncul di area support. Untuk jangka pendek, pasar masih membutuhkan konfirmasi sebelum dapat kembali memasuki tren bullish yang lebih kuat," ujar Yudho. Secara teknikal, kata Yudho, Bitcoin sempat menyentuh level sekitar US$57.950 sebelum kembali menguat. "Area US$57.800 - 58.000 kini menjadi support utama yang akan menentukan arah berikutnya, sementara US$62.500 menjadi resistance penting yang perlu ditembus dengan volume transaksi yang kuat agar momentum pemulihan dapat berlanjut," tuturnya. Di sisi makro, ulasnya, pasar juga mencermati perubahan ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Data inflasi masih menunjukkan tekanan yang belum sepenuhnya reda, namun pelemahan pasar tenaga kerja mulai meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan mengurangi sikap hawkish pada pertemuan FOMC akhir Juli. "Data ekonomi terbaru memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sementara pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini membuka peluang bagi The Fed untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Walaupun belum menjadi sinyal penuh untuk kembali ke mode risk-on, sentimen tersebut cukup membantu meredakan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto," jelas Yudho. Menurutnya, perrhatian investor juga tertuju pada keputusan Strategy yang membuka opsi monetisasi kepemilikan Bitcoin hingga US$1,25 miliar. Langkah ini dinilai mengubah narasi perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemegang Bitcoin jangka panjang tanpa rencana menjual asetnya. "Program monetisasi ini belum tentu berarti penjualan Bitcoin akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, pasar akan terus memantau implementasinya karena jika tekanan pendanaan meningkat, potensi tambahan pasokan Bitcoin dari Strategy dapat memengaruhi sentimen investor," beber Yudho. Sementara, terang Yudho, produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar sekitar US$4,1 - 4,5 miliar sepanjang Juni, menjadikannya bulan dengan outflow terbesar sejak produk tersebut diluncurkan. Meski demikian, FLOQ melihat terdapat beberapa indikator yang masih menunjukkan kekuatan fundamental pasar. "Arus keluar ETF memang masih menjadi tekanan utama, tetapi data on-chain justru memperlihatkan investor jangka panjang belum melakukan distribusi besar-besaran. Cadangan Bitcoin di bursa tetap rendah dan akumulasi oleh pemegang besar masih berlangsung. Ini menjadi sinyal bahwa fondasi jangka panjang pasar belum berubah secara signifikan," imbuhnya. Selain faktor pasar, tukasnya, perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi salah satu penentu arah industri aset digital. Teks final CLARITY Act dijadwalkan terbit pada awal Juli, sementara peluang pembahasan di tingkat legislatif berlangsung sepanjang Juli hingga awal Agustus. "Juli akan menjadi periode penting bagi industri aset digital. Pasar bukan hanya menunggu arah kebijakan moneter, tetapi juga kepastian regulasi. Apabila CLARITY Act menunjukkan kemajuan yang positif, hal tersebut berpotensi menjadi fondasi jangka panjang bagi adopsi institusional di pasar kripto," sebutnya Yudho. Di dalam negeri, kondisi pasar juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, kontraksi PMI manufaktur, serta potensi penerapan tarif baru Amerika Serikat terhadap produk Indonesia menjadi faktor yang perlu dicermati investor dalam mengelola risiko portofolio. FLOQ mengimbau investor untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dan menghindari keputusan investasi yang dipengaruhi oleh volatilitas jangka pendek. Investor pemula disarankan tetap konsisten menerapkan strategi dollar-cost averaging (DCA), sementara trader jangka pendek perlu memperhatikan level support dan resistance utama sebelum mengambil posisi baru.

Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Tandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ Nasional
Nasional
Jumat, 03 Juli 2026 | 13:05 WIB

Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Tandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ

Jakarta, katakabar.com - Industri aset digital Indonesia memasuki fase perkembangan yang semakin matang.  Setelah bertahun-tahun didorong oleh pertumbuhan pengguna ritel dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital, industri kini bergerak menuju babak baru yang ditandai oleh meningkatnya partisipasi institusi, penguatan kerangka regulasi, serta hadirnya berbagai inovasi yang menghubungkan teknologi blockchain dengan sistem keuangan yang lebih luas. Di tengah transformasi tersebut, FLOQ merayakan satu tahun perjalanannya melalui acara bertajuk The Genesis, sebuah momentum yang tidak hanya menjadi refleksi atas pencapaian perusahaan selama tahun pertama, tetapi juga menandai dimulainya fase pertumbuhan berikutnya bagi perusahaan dan ekosistem aset digital Indonesia. Kurang dari satu tahun sejak diluncurkan, FLOQ telah melayani lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, memperoleh pendanaan strategis sebesar USD 11,3 juta, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra global dan institusional. Tetapi bagi FLOQ, pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir. “Tahun pertama adalah fase pembuktian,” ujar Yudhono Rawis, Founder & CEO FLOQ. “Pembuktian bahwa kami mampu membangun platform yang dipercaya jutaan pengguna. Pembuktian bahwa pertumbuhan dapat dicapai tanpa mengorbankan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan. Tetapi yang lebih penting, tahun pertama memberikan fondasi bagi apa yang ingin kami bangun ke depan," ucapnya. Dari Adopsi Menuju Integrasi Menurut Yudhono, salah satu perubahan terbesar yang terjadi dalam industri aset digital saat ini adalah bergesernya fokus dari sekadar adopsi menuju integrasi. Beberapa tahun lalu, percakapan industri masih berpusat pada edukasi dan bagaimana memperkenalkan aset digital kepada masyarakat. Hari ini, diskusi telah berkembang jauh lebih luas, mencakup tata kelola, perlindungan konsumen, stablecoin, tokenisasi , aset dunia nyata, hingga bagaimana aset digital dapat menjadi bagian dari sistem keuangan masa depan. “Pertanyaannya bukan lagi apakah aset digital akan menjadi bagian dari masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun institusi, infrastruktur, dan ekosistem yang mampu mendukung masa depan tersebut secara bertanggung jawab,” lanjutnya. Sebagai pelaku industri yang juga aktif dalam berbagai forum pengembangan ekosistem, FLOQ melihat pertumbuhan industri ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kepercayaan, mendorong inovasi, dan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan. Memasuki Babak Baru Lewat Kolaborasi Strategis Sebagai bagian dari fase pertumbuhan berikutnya, FLOQ memperkenalkan sejumlah kolaborasi strategis yang mencerminkan arah perkembangan industri aset digital global. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Ripple dengan menghadirkan Ripple USD (RLUSD), stablecoin enterprise-grade yang dikembangkan oleh Ripple, di ekosistem aset digital Indonesia. Kehadiran RLUSD mencerminkan semakin pentingnya stablecoin sebagai infrastruktur keuangan digital yang menjembatani efisiensi teknologi blockchain dengan kebutuhan dunia nyata, termasuk pembayaran lintas batas, manajemen likuiditas, dan akses terhadap aset berbasis dolar AS. FLOQ juga mendorong kolaborasi dengan Ondo Finance, yang merepresentasikan salah satu tren paling signifikan dalam industri saat ini, yaitu tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). Perkembangan ini membuka peluang bagi akses yang lebih luas terhadap instrumen keuangan yang sebelumnya hanya tersedia bagi segmen tertentu. Menurut FLOQ, kedua perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana industri aset digital semakin bergerak dari fase spekulasi menuju fase utilitas, integrasi, dan adopsi yang lebih luas. Membangun Ekosistem, Bukan Hanya Perusahaan FLOQ meyakini masa depan industri tidak akan dibangun oleh satu perusahaan secara sendiri-sendiri. Pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara platform, regulator, institusi, penyedia teknologi, penyedia infrastruktur, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam membentuk fondasi industri. Sepanjang tahun pertamanya, FLOQ memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem termasuk Ripple, Ondo Finance, E-Cloud Valley, Verihubs, dan Adjust, yang mendukung tokenisasi aset dunia nyata, infrastruktur cloud, identitas digital, keamanan, analitik, dan skalabilitas platform. “Kolaborasi bukan sekadar menghadirkan logo dalam sebuah acara. Kolaborasi adalah bagaimana berbagai pihak dengan keahlian yang berbeda dapat bekerja bersama untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi pengguna dan industri,” terang Yudhono. The Genesis: Awal dari Babak Berikutnya Tema The Genesis dipilih bukan untuk merayakan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan untuk menandai sebuah permulaan.  Jika tahun pertama merupakan fase membangun fondasi dan memperoleh kepercayaan pengguna, maka babak berikutnya adalah bagaimana fondasi tersebut digunakan untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, industri, dan masa depan ekonomi digital Indonesia. Ke depan, FLOQ akan terus berfokus pada pengembangan produk, perluasan kolaborasi strategis, peningkatan pengalaman pengguna, serta kontribusi terhadap pertumbuhan industri yang lebih matang, inklusif, dan berkelanjutan. “Pada akhirnya, kami tidak hanya ingin membangun perusahaan yang lebih besar,” tutup Yudhono. “Kami ingin membantu membangun ekosistem yang lebih kuat. The Genesis bukanlah perayaan atas apa yang telah kami capai. Ini adalah awal dari apa yang sedang kami bangun," sebutnya.

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Tentukan Arah Bitcoin Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:05 WIB

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Tentukan Arah Bitcoin

Jakarta, katakabar.com - Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global menjadi faktor utama pengaruhi pergerakan Bitcoin memasuki Juni 2026.  FLOQ menilai peluang pemulihan pasar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada meredanya tensi global dan stabilitas arus modal di pasar aset digital.  Sentimen pasar berubah setelah Iran menangguhkan perundingan melalui mediator dengan Amerika Serikat kembali melontarkan ancaman penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kenaikan harga energi dan memperkuat sentimen risk-off yang mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.  Di saat yang sama, pasar kripto juga menghadapi tekanan dari perpindahan lebih dari 10.000 BTC yang terkait dengan estate Mt. Gox, serta arus keluar (outflow) ETF kripto di Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 1,1 miliar dolar AS dalam sepekan. Kombinasi faktor tersebut mendorong pergerakan harga Bitcoin turun dari level psikologis 70.000 dolar AS dan sempat menyentuh area 60.000 dolar AS.  “Volatilitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global. Meski tekanan jangka pendek masih tinggi, kami melihat koreksi yang terjadi merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar dan penting bagi investor untuk tetap berfokus pada fundamental serta manajemen risiko,” ujar Yudhono Rawis, Founder FLOQ.  Berdasarkan tim riset FLOQ, sebagian pelaku pasar memandang penurunan harga Bitcoin ke area 66.000 dolar AS hingga 69.000 dolar AS sebagai leverage flush atau proses pembersihan posisi berlebihan yang berpotensi menjadi fondasi bagi pemulihan harga berikutnya. Namun, potensi rebound akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Timur Tengah, dan kepastian distribusi aset Mt. Gox tidak memicu tekanan jual besar-besaran di pasar terbuka.  Selain faktor global, pasar domestik Indonesia juga menghadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun lebih dari 4 persen pada awal Juni, didorong oleh sentimen risk-off dan arus keluar modal asing. Di tengah kondisi tersebut, otoritas memilih untuk tidak melakukan intervensi karena tingkat inflasi nasional masih berada pada level yang terkendali.  FLOQ juga menyoroti kembali penegasan Pemerintah Provinsi Bali terkait larangan penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran. Kebijakan tersebut menegaskan di Indonesia, aset kripto tetap diposisikan sebagai komoditas investasi, dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah.  Pada situasi pasar saat ini, FLOQ merekomendasikan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan fokus pada aset dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin bagi investor pemula. Sementara bagi trader aktif, disiplin dalam penggunaan stop-loss dan pengurangan leverage dinilai penting untuk menghadapi volatilitas yang tinggi. Untuk investor jangka panjang, momentum koreksi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi aset dengan fundamental kuat, dengan tetap memperhatikan risiko inflasi energi global apabila ancaman penutupan Selat Hormuz benar-benar terealisasi.  Ke depan, FLOQ memperkirakan arah pasar kripto pada Juni 2026 akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, kondisi likuiditas global, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Dalam kondisi pasar yang dinamis, pendekatan investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang dinilai menjadi kunci bagi investor dalam menghadapi fluktuasi pasar aset digital.  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform aset kripto terdaftar dan berizin di Indonesia yang berkomitmen menghadirkan layanan investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, 255.000+ pengikut media sosial, serta komunitas yang terus berkembang dengan lebih dari 28.000 anggota aktif, FLOQ secara konsisten membangun ekosistem berbasis edukasi, inovasi, dan kepercayaan melalui inisiatif seperti FLOQ Academy dan FLOQ Circle. Melalui pendekatan inklusif dan berorientasi jangka panjang, FLOQ berupaya memperluas literasi finansial serta mendorong adopsi aset digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.