FLOQ

Sorotan terbaru dari Tag # FLOQ

FLOQ dan tiket.com Dorong Adopsi Kripto Lewat Reward Perjalanan Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 31 Juli 2026 | 15:03 WIB

FLOQ dan tiket.com Dorong Adopsi Kripto Lewat Reward Perjalanan

Jakarta, katakabar.com - FLOQ, pedagang aset keuangan digital berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi menjalin kerja sama dengantiket.com untuk menghadirkan pengalaman booking travel yang lebih menguntungkan bagi pengguna.  Melalui kolaborasi ini, pengguna kini dapat memperoleh reward dalam bentuk aset kripto RLUSD setiap kali melakukan pemesanan tiket pesawat, hotel, maupun atraksi wisata melalui fitur Travel di aplikasi FLOQ.  Program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas pemanfaatan aset kripto ke aktivitas sehari-hari, khususnya di sektor perjalanan dan pariwisata. Dengan menghubungkan layanan travel digital dan reward berbasis aset kripto, FLOQ ingin menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, praktis, dan bernilai tambah bagi pengguna.  Melalui fitur Travel di aplikasi FLOQ, pengguna dapat mengakses layanan pemesanan tiket.com untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari tiket pesawat, hotel, hingga atraksi atau tempat wisata. Setelah transaksi berhasil, perjalanan selesai, dan seluruh ketentuan program terpenuhi, reward akan diproses secara otomatis ke dompet dalam bentuk aset kripto.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kolaborasi ini mencerminkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat adopsi kripto secara lebih nyata dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.  “Kolaborasi FLOQ dan tiket.com menunjukkan bahwa adopsi kripto tidak harus selalu terasa kompleks atau jauh dari kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan use case yang lebih sederhana dan relevan, di mana aktivitas travel yang sudah familiar bagi masyarakat dapat memberikan nilai tambah dalam bentuk reward aset kripto,” ujarnya.  Reward Kripto untuk Tiket Pesawat, Hotel, dan Atraksi  Yudho menambahkan, kerja sama antara industri kripto dan sektor travel juga membuka peluang baru untuk memperkenalkan manfaat aset digital kepada pengguna yang lebih luas.  “Kami percaya masa depan adopsi kripto akan semakin kuat ketika aset digital dapat terhubung dengan kebutuhan riil pengguna. Lewat kolaborasi ini, kami ingin membangun jembatan antara teknologi kripto dan aktivitas sehari-hari masyarakat, sehingga pengalaman menggunakan kripto menjadi lebih mudah dipahami, bermanfaat, dan inklusif,” lanjutnya.  Dalam program ini, besaran reward yang dapat diterima pengguna bergantung pada kategori produk travel yang dipesan. Untuk tiket pesawat, pengguna berkesempatan mendapatkan reward sebesar 0,5% dari nilai transaksi yang memenuhi syarat. Sementara itu, pemesanan hotel dapat memperoleh reward sebesar 5,5%, dan atraksi atau wisata sebesar 4% dari nilai transaksi yang memenuhi syarat.  Reward tidak diberikan langsung setelah pembayaran berhasil, melainkan diproses setelah perjalanan selesai dan transaksi divalidasi oleh tiket.com. Untuk tiket pesawat, reward akan diproses setelah tanggal penerbangan berlalu. Untuk hotel, reward diproses setelah pengguna melakukan check-out. Sementara untuk atraksi wisata, reward diproses setelah tanggal kunjungan selesai.  Mendorong Use Case Kripto yang Lebih Dekat dengan Pengguna  Program reward travel ini menjadi salah satu langkah FLOQ untuk menghadirkan pemanfaatan aset kripto yang lebih dekat dengan aktivitas harian pengguna. Melalui kolaborasi dengan tiket.com, FLOQ ingin menunjukkan bahwa aset digital tidak hanya dapat digunakan dalam konteks investasi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari pengalaman digital yang lebih praktis dan bernilai tambah.  “Kolaborasi ini bukan hanya tentang memberikan reward, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat aset kripto ke dalam aktivitas yang sudah familiar bagi masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa asetdigital bisa hadir dengan cara yang lebih sederhana, relevan, dan mudah dipahami oleh pengguna,” jelas Yudho.  Menurut Yudho, kerja sama lintas industri seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas adopsi kripto di Indonesia. Dengan menggandeng sektor travel yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, Yudho berharap pengalaman menggunakan kripto dapat terasa lebih inklusif dan aplikatif.  "Kami akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai sektor industri untuk menghadirkan lebih banyak use case kripto yang mudah diakses, relevan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," pungkasnya. Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi.

Bitcoin Sentuh Level Tertinggi Lima Pekan, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 30 Juli 2026 | 11:07 WIB

Bitcoin Sentuh Level Tertinggi Lima Pekan, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

Jakarta, katakabar.com - Harga Bitcoin bergerak fluktuatif setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima minggu di kisaran US$66.400–US$66.500 pada 21 Juli 2026. Tetapi, penguatan tersebut tertahan setelah BTC terkoreksi ke area US$65.600–US$65.700 pada 22 Juli 2026.  Koreksi terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia, dengan WTI menembus US$85 per barel dan Brent mendekati US$90 per barel. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadaptekanan inflasi global dan arah kebijakan suku bunga The Fed.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi Bitcoin tidak sertamerta menghapus peluang penguatan, tetapi pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat dari faktor makro dan arus dana institusional.  “Koreksi setelah Bitcoin menyentuh level tertinggi lima minggu adalah hal yang wajar, terutama ketika pasar menghadapi tekanan dari harga minyak dan geopolitik. Peluang penguatan tetap terbuka, tetapi pasar membutuhkan dukungan yang lebih solid, baik dari stabilisasi makro, meredanya risiko energi, maupun keberlanjutan inflow institusional,” kata Yudho.  Menurut Yudho, harga minyak kini menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam membaca arah Bitcoin jangka pendek. Selama tekanan energi dan eskalasigeopolitik masih berlangsung, volatilitas pasar kripto berpotensi tetap tinggi.  “Kondisi saat ini, harga minyak menjadi variabel yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika kenaikan harga energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, ekspektasiterhadap arah suku bunga The Fed juga bisa berubah. Dampaknya dapat langsung terasa pada aset berisiko seperti Bitcoin,” jelasnya.  Menurut data riset Market Outlook FLOQ, level US$66.500 menjadi resistance jangka pendek Bitcoin setelah dua kali gagal ditembus sepanjang bulan ini. Sementara itu, area US$64.000 menjadisupport penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.  Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus  Data FLOQ mencatat eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak. Selama tekanan geopolitik dan risiko pasokan energi belum mereda, hargaminyak diperkirakan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi indikator penting untuk membaca arah Bitcoin. Jika tekanan energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, pasar aset berisiko, termasuk kripto, berpotensi tetap bergerak volatil,” jelas Yudho.  Selain itu, pelaku pasar juga mencermati pertemuan FOMC pada 28 hingga 29 Juli 2026. Meskipun pasar masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga, peluang kenaikan suku bunga pada horizon September meningkat seiring lonjakan harga minyak.  ETF dan Regulasi Beri Sinyal Positif  Di tengah tekanan makro, arus dana ETF Bitcoin spot memberikan sinyal yang lebih konstruktif. ETF Bitcoin mencatat inflow selama lima hari berturut-turut hingga 21 Juli 2026, menjadi rangkaianinflow pertama sejak April. ETF Ethereum juga mencatat inflow bersih pada pekan 13–17 Juli setelah sebelumnya mengalami outflow selama delapan minggu berturut-turut.  Meski demikian, Yudho menilai pemulihan tersebut masih perlu dibaca secara hati-hati karena outflow year-to-date masih berada di sekitar US$5,2 miliar. Dengan demikian, inflow pekan ini lebihtepat dilihat sebagai pemulihan parsial, bukan pembalikan tren besar secara penuh.  “Masuknya kembali dana ke ETF Bitcoin dan Ethereum menjadi sinyal positif bagi pasar. Namun, investor tetap perlu membedakan antara pemulihan jangka pendek dan perubahan tren besar, terutama karena risiko makro masih cukup dominan,” terang Yudho.  Dari sisi regulasi, perkembangan CLARITY Act di Amerika Serikat juga menjadi perhatian pasar. Data FLOQ mencatat peluang floor vote meningkat setelah hambatan terkait bahasa etika selesai, tetapi peluang RUU tersebut benar-benar disahkan masih perlu dikawal secara realistis.  “Regulasi yang lebih jelas akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto ke depan. Namun, kemajuan prosedural belum otomatis berarti regulasi akan langsung disahkan ataulangsung berdampak besar terhadap harga aset,” sebut Yudho.  Volatilitas Masih Berpotensi Tinggi  Yudho menilai pasar kripto masih berpotensi bergerak volatil dalam jangka pendek. Arah Bitcoin pekan ini akan banyak dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, mulai dari pergerakan harga minyak, perkembangan geopolitik, ekspektasi suku bunga The Fed, hingga keberlanjutan inflow ETF Bitcoin spot.  Dari pasar domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75% pada RDG 21–22 Juli 2026. Rupiah juga menguat tipis ke kisaran Rp17.909–Rp17.917 per dolar AS pada 22 Juli 2026, sementara IHSG melanjutkan penguatan ke level 6.374.  Meski kondisi domestik menunjukkan perbaikan, Yudho menilai investor tetap perlu mencermati tekanan eksternal yang dapat mempengaruhi pasar aset berisiko, termasuk kripto. Dalam kondisipasar yang masih dinamis, investor perlu memahami bahwa pergerakan harga tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen pasar, tetapi juga faktor makroekonomi, kebijakan moneter, arus dana institusional, dan risiko geopolitik.  “Peluang pasar kripto tetap terbuka, terutama jika inflow ETF berlanjut dan tekanan geopolitik mulai mereda. Namun, dalam kondisi yang masih penuh ketidakpastian, disiplin manajemen risikomenjadi sangat penting. Investor sebaiknya tidak hanya melihat potensi kenaikan harga, tetapi juga memahami faktor-faktor yang dapat memicu volatilitas,” kata Yudho lagi.  Edukasi Jadi Kunci bagi Investor  Menghadapi pasar kripto yang masih fluktuatif, Yudho mengimbau investor untuk tetap disiplin, melakukan riset mandiri, dan menghindari keputusan investasi yang hanya didasarkan pada sentimenjangka pendek. Strategi investasi juga perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan keuangan, serta pemahaman masing-masing investor terhadap aset yang dipilih.  “Dalam pasar kripto, volatilitas adalah hal yang perlu dipahami, bukan dihindari tanpa strategi. Investor perlu melihat pergerakan harga secara lebih rasional, tidak terbawa euforia jangka pendek, dan tetap menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing. Untuk investor jangka panjang, strategi seperti dollar cost averaging (DCA) masih dapat menjadi pendekatan yang relevan, selama dilakukan secara konsisten dan disertai pemahaman risiko yang memadai,” jelas Yudho.  Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan literasi aset digital, FLOQ menyediakan FLOQ Academy yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Melalui platform edukasi ini, pengguna dapat mempelajari dasar-dasar kripto, memahami dinamika pasar, serta membangun kebiasaan riset sebelum mengambil keputusan investasi.  Disclaimer: Informasi dalam siaran pers ini disusun berdasarkan data publik yang tersedia hingga 24 Juli 2026. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitasharga pasar. Seluruh informasi yang disampaikan dalam siaran pers ini bersifat umum dan hanya ditujukan untuk keperluan informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi untuk membeli, menjual, atau melakukan investasi pada aset kripto tertentu.  FLOQ mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset secara mandiri (Do Your Own Research/DYOR) dan mempertimbangkan setiap keputusan investasi secara matang sesuai dengan profilrisiko, tujuan investasi, serta kemampuan finansial masing-masing. Masyarakat juga diharapkan tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan dalam melakukan transaksi aset kripto.

FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia Serba Serbi
Serba Serbi
Selasa, 28 Juli 2026 | 08:35 WIB

FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Perkembangan teknologi blockchain membuat semakin banyak layanan keuangan dan aset dunia nyata tersedia secara onchain. Tetapi, bagi banyak pengguna kripto, memindahkan aset dari satu platform ke jaringan blockchain masih dapat terasa rumit. Pengguna bukan hanya perlu memilih aset. Mereka juga harus memastikan bahwa alamat wallet dan jaringan yang digunakan di platform pengirim dan penerima sudah sama. Kesalahan memilih jaringan dapat membuat transaksi tertunda, memerlukan proses pemulihan, atau berisiko menyebabkan aset tidak dapat dikreditkan. Untuk membantu menyederhanakan pengalaman tersebut, FLOQ kini menyiapkan dukungan Robinhood Chain untuk deposit dan withdrawal aset yang telah ditentukan langsung melalui aplikasi FLOQ. Integrasi ini dirancang sebagai jalur yang lebih praktis bagi pengguna Indonesia untuk mengakses jaringan Layer 2 terbaru dalam ekosistem Ethereum. “Kami ingin membuat akses onchain lebih mudah dipahami oleh pengguna Indonesia. Namun, kemudahan harus selalu berjalan bersama edukasi. Pengguna tetap perlu memahami aset, jaringan, dan alamat tujuan sebelum melakukan transaksi,” ujar CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis. Apa Itu Robinhood Chain? Robinhood Chain adalah blockchain Layer 2 yang dibangun menggunakan teknologi Arbitrum dan terhubung dengan Ethereum. Public mainnet-nya resmi diluncurkan pada 1 Juli 2026. Robinhood memosisikan jaringan ini sebagai lingkungan permissionless untuk pengembangan layanan keuangan onchain, DeFi, dan tokenized real-world assets. Dokumentasi Robinhood Chain menyatakan bahwa jaringan ini menggunakan ETH sebagai native gas token. Karena merupakan Layer 2, biaya transaksi menggabungkan biaya eksekusi pada Layer 2 dan biaya data yang dipublikasikan ke Ethereum. Bagi pengguna umum, makna praktisnya adalah Robinhood Chain menjadi salah satu jalur blockchain baru untuk memindahkan dan menggunakan aset yang kompatibel. Tetapi, ketersediaan suatu aset di jaringan tersebut tidak otomatis berarti aset itu sudah didukung untuk deposit atau withdrawal di setiap platform. Mengapa Integrasi Jaringan Penting bagi Pengguna? Satu aset kripto dapat tersedia pada beberapa jaringan. ETH, stablecoin, atau aset lain dapat memiliki versi atau dukungan jaringan yang berbeda. Alamat wallet yang terlihat serupa juga tidak berarti seluruh jaringan dapat digunakan secara bergantian. Saat pengirim memilih Robinhood Chain, platform atau wallet penerima juga harus mendukung aset yang sama melalui Robinhood Chain. Jaringan pada kedua sisi transaksi harus cocok. Inilah alasan mengapa dukungan jaringan langsung di aplikasi penting: pengguna dapat melihat pilihan yang memang sudah diaktifkan oleh platform. Utamakan Deposit Sebelum Jelajahi Onchain Bagi pengguna yang baru mengenal aktivitas onchain, deposit merupakan langkah pertama yang paling penting untuk dipahami. Deposit berarti memindahkan aset dari wallet atau platform lain ke alamat deposit milik pengguna di FLOQ. Sebelum mengirim, pengguna perlu memastikan tiga hal utama: · Aset yang akan dikirim memang sudah didukung oleh FLOQ. · Robinhood Chain tersedia sebagai pilihan jaringan untuk aset tersebut. · Alamat deposit disalin langsung dari aplikasi FLOQ dan tidak diketik secara manual. · Withdrawal adalah proses sebaliknya, yaitu mengirim aset dari FLOQ ke wallet atau platform lain. Meskipun langkahnya terlihat serupa, pengguna tetap perlu memastikan bahwa alamat tujuan menerima aset yang sama melalui Robinhood Chain. Checklist Sebelum Mengirim Aset · Nama aset sudah benar. · Jaringan di platform pengirim dan FLOQ sama-sama Robinhood Chain. · Alamat wallet telah disalin secara lengkap. · Minimum deposit telah terpenuhi. · Biaya jaringan sudah diperiksa. · Memo atau tag tambahan telah dimasukkan jika memang diwajibkan. · Detail transaksi sudah ditinjau sebelum konfirmasi. · TxHash disimpan untuk keperluan pelacakan dan bantuan pelanggan. Untuk nominal yang relatif besar, pengguna dapat mempertimbangkan transaksi percobaan dalam jumlah kecil terlebih dahulu, selama nominal tersebut memenuhi minimum deposit yang ditentukan. Akses Onchain Tetap Memerlukan Ketelitian Integrasi jaringan dapat menyederhanakan pengalaman pengguna, tetapi tidak menghilangkan kewajiban untuk memeriksa detail transaksi. Blockchain memproses transaksi berdasarkan alamat, aset, dan jaringan yang dipilih. Transaksi yang sudah dikonfirmasi umumnya tidak dapat dibatalkan seperti transfer melalui sistem keuangan konvensional. Mulai Mengakses Robinhood Chain melalui FLOQ Pengguna dapat memperbarui aplikasi FLOQ, memilih aset yang telah didukung, kemudian memilih Robinhood Chain saat melakukan deposit. Pelajari cara melakukan deposit aset kripto, pahami perbedaan jaringan blockchain, dan selalu periksa kembali seluruh informasi sebelum mengirim aset. Cara Deposit melalui Robinhood Chain di FLOQ 1. Perbarui aplikasi FLOQ ke versi terbaru. 2. Masuk ke akun FLOQ dan pilih menu Wallet atau Deposit. 3. Pilih aset yang ingin didepositkan. 4. Pilih jaringan Robinhood Chain. 5. Salin alamat deposit yang muncul. 6. Buka wallet atau platform asal, lalu pilih aset dan Robinhood Chain sebagai jaringan pengiriman. 7. Tempelkan alamat deposit FLOQ dan periksa seluruh detail transaksi. 8. Konfirmasi transaksi dan simpan TxHash untuk pelacakan. Diolah dari berbagai sumber Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi. Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan

Dari Big Mac ke Blockchain: Mengenal Tokenized Asset McDonald’s di FLOQ Internasional
Internasional
Selasa, 21 Juli 2026 | 09:22 WIB

Dari Big Mac ke Blockchain: Mengenal Tokenized Asset McDonald’s di FLOQ

Jakarta, katakabar.com - McDonald’s telah lama dikenal melalui restoran dan produknya di berbagai negara. Tetapi, di era blockchain, nama perusahaan global tidak hanya ditemukan di pasar saham konvensional. Kini terdapat McDonald’s xStock, atau MCDx, yakni produk tokenized asset yang dirancang untuk mengikuti harga saham McDonald’s Corporation. Melalui tokenisasi, eksposur ekonomi terhadap aset tradisional dapat direpresentasikan dalam bentuk instrumen berbasis blockchain. Konsep ini menghubungkan aset dari pasar keuangan tradisional dengan infrastruktur aset digital. Tetapi, tokenized asset bukan sekadar “saham yang dipindahkan ke blockchain”. Pengguna tetap perlu memahami penerbit, aset dasar, hak yang diperoleh, likuiditas, struktur produk, serta risiko teknologi dan regulasinya. Apa Itu Tokenized Asset? Tokenized asset adalah representasi berbasis blockchain dari aset, kepemilikan, atau eksposur ekonomi tertentu. Aset dasarnya dapat berupa saham, obligasi, dana pasar uang, komoditas, properti, atau instrumen keuangan lainnya. “Tokenisasi memperkenalkan cara baru untuk mengakses eksposur terhadap aset global. Peran FLOQ bukan hanya menyediakan akses, tetapi juga membantu pengguna memahami bahwa tokenized asset memiliki struktur dan risiko yang berbeda dari saham langsung.” ujar CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis. Token kemudian dirancang untuk mengikuti nilai atau memberikan manfaat ekonomi tertentu berdasarkan struktur yang ditetapkan oleh penerbit. Karena struktur setiap produk dapat berbeda, pengguna perlu membaca informasi produknya dan tidak hanya mengandalkan nama aset dasar. IMF menjelaskan tokenisasi melalui tiga lapisan: infrastruktur blockchain, aset yang diterbitkan atau direpresentasikan, serta layanan seperti wallet, exchange, dan aplikasi pengguna. Kerangka ini menunjukkan bahwa pengguna perlu menilai bukan hanya aset dasarnya, tetapi juga jaringan, penerbit, kustodian, dan layanan yang menyediakan akses. Apa Itu MCDx? MCDx adalah McDonald’s xStock yang diterbitkan oleh Backed Assets. Berdasarkan informasi penerbit, produk ini berbentuk tracker certificate yang diterbitkan sebagai token Solana SPL dan ERC-20, serta dirancang untuk mengikuti harga saham McDonald’s Corporation sebagai underlying asset. Sederhananya, apabila harga aset dasar bergerak, MCDx dirancang untuk memberikan eksposur ekonomi yang mengikuti pergerakan tersebut. Namun, harga token di pasar dapat memiliki selisih akibat likuiditas, spread, biaya, jam aktif pasar aset dasar, dan kondisi pasar. Apakah Membeli MCDx Sama dengan Membeli Saham McDonald’s? Tidak sepenuhnya. Membeli MCDx tidak otomatis menjadikan pengguna sebagai pemegang saham langsung McDonald’s Corporation melalui rekening efek. Produk ini merupakan instrumen tokenized yang mengikuti aset dasar berdasarkan struktur penerbitannya. Lantaran itu, pengguna tidak boleh langsung berasumsi bahwa mereka memperoleh: • Hak suara dalam rapat pemegang saham. • Kepemilikan saham yang tercatat langsung atas nama pengguna. • Hak untuk menukar token menjadi saham fisik atau saham di rekening efek. • Perlakuan dividen yang sama seperti pemegang saham langsung. • Perlindungan investor yang identik dengan transaksi melalui perusahaan sekuritas. Informasi FLOQ mengenai tokenized assets juga menjelaskan bahwa xStocks memberikan eksposur terhadap pergerakan saham global, tetapi tidak boleh disamakan begitu saja dengan kepemilikan saham langsung. Bagaimana MCDx Mengikuti Harga Saham McDonald’s? MCDx menggunakan saham McDonald’s Corporation sebagai underlying asset. Backed menyatakan bahwa rangkaian xStocks didukung 1:1 oleh sekuritas yang mendasarinya. Dukungan tersebut merupakan bagian dari struktur penerbitan, bukan jaminan bahwa harga token akan selalu identik dengan harga saham pada setiap saat. Perbedaan harga dapat terjadi karena: • Likuiditas token dan saham dasar berbeda. • Jam aktif pasar saham dan pasar aset digital dapat berbeda. • Terdapat spread antara harga beli dan harga jual. • Biaya transaksi, jaringan, atau mekanisme produk dapat memengaruhi hasil. • Permintaan terhadap token dapat berubah. • Kondisi pasar ekstrem dapat memperbesar selisih harga. Risiko yang Perlu Dipahami 1. Risiko harga aset dasar Jika harga saham McDonald’s turun, nilai MCDx juga dapat ikut turun. Popularitas merek tidak menjamin kinerja harga aset. 2. Risiko penerbit dan struktur produk Token bergantung pada struktur, operasional, kustodian, dan kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya. Pengguna perlu memahami siapa penerbit dan bagaimana aset dasar dikelola. 3. Risiko likuiditas dan spread Volume transaksi MCDx dapat berbeda dari saham aslinya. Likuiditas yang lebih rendah dapat menghasilkan spread lebih lebar atau membuat pengguna memperoleh harga yang berbeda dari ekspektasi. 4. Risiko tracking Harga token dapat menyimpang dari harga underlying karena waktu perdagangan, permintaan pasar, biaya, keterlambatan data, atau mekanisme produk. 5. Risiko blockchain dan smart contract Sebagai produk berbasis blockchain, MCDx juga menghadapi risiko jaringan, smart contract, wallet, dan kesalahan transaksi. 6. Risiko regulasi dan yurisdiksi Aturan mengenai tokenized assets dapat berbeda antarnegara dan berubah seiring perkembangan industri. Ketersediaan produk juga dapat dibatasi berdasarkan yurisdiksi. Cara Mengakses MCDx melalui FLOQ 1. Masuk ke aplikasi FLOQ. 2. Pilih menu Trade atau Pasar. 3. Cari MCDx pada kolom pencarian. 4. Buka halaman aset dan pelajari informasi produknya. 5. Periksa harga, spread, biaya, minimum transaksi, dan risiko. 6. Masukkan nominal transaksi. 7. Periksa kembali detail sebelum melakukan konfirmasi Kenali Produknya, Bukan Hanya Mereknya Nama McDonald’s mungkin sudah sangat dikenal, tetapi keputusan terhadap MCDx tidak seharusnya hanya didasarkan pada popularitas merek. Sebelum bertransaksi, pengguna perlu memahami penerbit token, aset dasar, mekanisme harga, hak pemegang token, likuiditas, spread, biaya, dan risiko produk. Pelajari lebih lanjut mengenai tokenized assets, pahami istilah aset dunia nyata, dan periksa informasi MCDx di aplikasi FLOQ sebelum mengambil keputusan. <Diolah dari berbagai sumber> Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian akibat volatilitas harga pasar. Seluruh informasi yang tersedia hanya bersifat umum dan bukan merupakan ajakan, penawaran, saran, maupun rekomendasi investasi. Kami menghimbau seluruh konsumen untuk melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi secara matang sebelum melakukan transaksi aset kripto. Konsumen juga diharapkan untuk bertransaksi sesuai dengan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing serta tidak menggunakan dana yang berada di luar batas kemampuan.

Bitcoin Rebound Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 12 Juli 2026 | 16:08 WIB

Bitcoin Rebound Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto memasuki awal Juli dengan volatilitas yang masih tinggi setelah Bitcoin (BTC) sempat menembus level psikologis penting, yaitu 200 - week Moving Average (MA), sebelum akhirnya pulih ke kisaran US$61.000 - 62.000. Di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar juga dihadapkan pada sejumlah katalis besar, mulai dari arus keluar ETF Bitcoin yang mencetak rekor bulanan, kebijakan monetisasi Bitcoin oleh Strategy, hingga perkembangan pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat. Menurut Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ, kondisi saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase validasi, di mana investor masih menunggu kepastian dari sisi makroekonomi maupun regulasi. "Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir mencerminkan pasar yang masih mencari keseimbangan. Penurunan di bawah 200-week Moving Average memang menjadi sinyal teknikal yang penting, tetapi rebound yang terjadi menunjukkan bahwa minat beli masih muncul di area support. Untuk jangka pendek, pasar masih membutuhkan konfirmasi sebelum dapat kembali memasuki tren bullish yang lebih kuat," ujar Yudho. Secara teknikal, kata Yudho, Bitcoin sempat menyentuh level sekitar US$57.950 sebelum kembali menguat. "Area US$57.800 - 58.000 kini menjadi support utama yang akan menentukan arah berikutnya, sementara US$62.500 menjadi resistance penting yang perlu ditembus dengan volume transaksi yang kuat agar momentum pemulihan dapat berlanjut," tuturnya. Di sisi makro, ulasnya, pasar juga mencermati perubahan ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Data inflasi masih menunjukkan tekanan yang belum sepenuhnya reda, namun pelemahan pasar tenaga kerja mulai meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan mengurangi sikap hawkish pada pertemuan FOMC akhir Juli. "Data ekonomi terbaru memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sementara pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Kondisi ini membuka peluang bagi The Fed untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati. Walaupun belum menjadi sinyal penuh untuk kembali ke mode risk-on, sentimen tersebut cukup membantu meredakan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto," jelas Yudho. Menurutnya, perrhatian investor juga tertuju pada keputusan Strategy yang membuka opsi monetisasi kepemilikan Bitcoin hingga US$1,25 miliar. Langkah ini dinilai mengubah narasi perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemegang Bitcoin jangka panjang tanpa rencana menjual asetnya. "Program monetisasi ini belum tentu berarti penjualan Bitcoin akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, pasar akan terus memantau implementasinya karena jika tekanan pendanaan meningkat, potensi tambahan pasokan Bitcoin dari Strategy dapat memengaruhi sentimen investor," beber Yudho. Sementara, terang Yudho, produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar sekitar US$4,1 - 4,5 miliar sepanjang Juni, menjadikannya bulan dengan outflow terbesar sejak produk tersebut diluncurkan. Meski demikian, FLOQ melihat terdapat beberapa indikator yang masih menunjukkan kekuatan fundamental pasar. "Arus keluar ETF memang masih menjadi tekanan utama, tetapi data on-chain justru memperlihatkan investor jangka panjang belum melakukan distribusi besar-besaran. Cadangan Bitcoin di bursa tetap rendah dan akumulasi oleh pemegang besar masih berlangsung. Ini menjadi sinyal bahwa fondasi jangka panjang pasar belum berubah secara signifikan," imbuhnya. Selain faktor pasar, tukasnya, perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi salah satu penentu arah industri aset digital. Teks final CLARITY Act dijadwalkan terbit pada awal Juli, sementara peluang pembahasan di tingkat legislatif berlangsung sepanjang Juli hingga awal Agustus. "Juli akan menjadi periode penting bagi industri aset digital. Pasar bukan hanya menunggu arah kebijakan moneter, tetapi juga kepastian regulasi. Apabila CLARITY Act menunjukkan kemajuan yang positif, hal tersebut berpotensi menjadi fondasi jangka panjang bagi adopsi institusional di pasar kripto," sebutnya Yudho. Di dalam negeri, kondisi pasar juga masih menghadapi sejumlah tantangan. Pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS, kontraksi PMI manufaktur, serta potensi penerapan tarif baru Amerika Serikat terhadap produk Indonesia menjadi faktor yang perlu dicermati investor dalam mengelola risiko portofolio. FLOQ mengimbau investor untuk tetap mengedepankan manajemen risiko dan menghindari keputusan investasi yang dipengaruhi oleh volatilitas jangka pendek. Investor pemula disarankan tetap konsisten menerapkan strategi dollar-cost averaging (DCA), sementara trader jangka pendek perlu memperhatikan level support dan resistance utama sebelum mengambil posisi baru.

Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Tandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ Nasional
Nasional
Jumat, 03 Juli 2026 | 13:05 WIB

Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Tandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ

Jakarta, katakabar.com - Industri aset digital Indonesia memasuki fase perkembangan yang semakin matang.  Setelah bertahun-tahun didorong oleh pertumbuhan pengguna ritel dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aset digital, industri kini bergerak menuju babak baru yang ditandai oleh meningkatnya partisipasi institusi, penguatan kerangka regulasi, serta hadirnya berbagai inovasi yang menghubungkan teknologi blockchain dengan sistem keuangan yang lebih luas. Di tengah transformasi tersebut, FLOQ merayakan satu tahun perjalanannya melalui acara bertajuk The Genesis, sebuah momentum yang tidak hanya menjadi refleksi atas pencapaian perusahaan selama tahun pertama, tetapi juga menandai dimulainya fase pertumbuhan berikutnya bagi perusahaan dan ekosistem aset digital Indonesia. Kurang dari satu tahun sejak diluncurkan, FLOQ telah melayani lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, memperoleh pendanaan strategis sebesar USD 11,3 juta, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra global dan institusional. Tetapi bagi FLOQ, pencapaian tersebut bukanlah tujuan akhir. “Tahun pertama adalah fase pembuktian,” ujar Yudhono Rawis, Founder & CEO FLOQ. “Pembuktian bahwa kami mampu membangun platform yang dipercaya jutaan pengguna. Pembuktian bahwa pertumbuhan dapat dicapai tanpa mengorbankan tata kelola, kepatuhan, dan kepercayaan. Tetapi yang lebih penting, tahun pertama memberikan fondasi bagi apa yang ingin kami bangun ke depan," ucapnya. Dari Adopsi Menuju Integrasi Menurut Yudhono, salah satu perubahan terbesar yang terjadi dalam industri aset digital saat ini adalah bergesernya fokus dari sekadar adopsi menuju integrasi. Beberapa tahun lalu, percakapan industri masih berpusat pada edukasi dan bagaimana memperkenalkan aset digital kepada masyarakat. Hari ini, diskusi telah berkembang jauh lebih luas, mencakup tata kelola, perlindungan konsumen, stablecoin, tokenisasi , aset dunia nyata, hingga bagaimana aset digital dapat menjadi bagian dari sistem keuangan masa depan. “Pertanyaannya bukan lagi apakah aset digital akan menjadi bagian dari masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun institusi, infrastruktur, dan ekosistem yang mampu mendukung masa depan tersebut secara bertanggung jawab,” lanjutnya. Sebagai pelaku industri yang juga aktif dalam berbagai forum pengembangan ekosistem, FLOQ melihat pertumbuhan industri ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kepercayaan, mendorong inovasi, dan menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan. Memasuki Babak Baru Lewat Kolaborasi Strategis Sebagai bagian dari fase pertumbuhan berikutnya, FLOQ memperkenalkan sejumlah kolaborasi strategis yang mencerminkan arah perkembangan industri aset digital global. Salah satunya adalah kolaborasi dengan Ripple dengan menghadirkan Ripple USD (RLUSD), stablecoin enterprise-grade yang dikembangkan oleh Ripple, di ekosistem aset digital Indonesia. Kehadiran RLUSD mencerminkan semakin pentingnya stablecoin sebagai infrastruktur keuangan digital yang menjembatani efisiensi teknologi blockchain dengan kebutuhan dunia nyata, termasuk pembayaran lintas batas, manajemen likuiditas, dan akses terhadap aset berbasis dolar AS. FLOQ juga mendorong kolaborasi dengan Ondo Finance, yang merepresentasikan salah satu tren paling signifikan dalam industri saat ini, yaitu tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). Perkembangan ini membuka peluang bagi akses yang lebih luas terhadap instrumen keuangan yang sebelumnya hanya tersedia bagi segmen tertentu. Menurut FLOQ, kedua perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana industri aset digital semakin bergerak dari fase spekulasi menuju fase utilitas, integrasi, dan adopsi yang lebih luas. Membangun Ekosistem, Bukan Hanya Perusahaan FLOQ meyakini masa depan industri tidak akan dibangun oleh satu perusahaan secara sendiri-sendiri. Pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara platform, regulator, institusi, penyedia teknologi, penyedia infrastruktur, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang berperan dalam membentuk fondasi industri. Sepanjang tahun pertamanya, FLOQ memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem termasuk Ripple, Ondo Finance, E-Cloud Valley, Verihubs, dan Adjust, yang mendukung tokenisasi aset dunia nyata, infrastruktur cloud, identitas digital, keamanan, analitik, dan skalabilitas platform. “Kolaborasi bukan sekadar menghadirkan logo dalam sebuah acara. Kolaborasi adalah bagaimana berbagai pihak dengan keahlian yang berbeda dapat bekerja bersama untuk menciptakan nilai yang lebih besar bagi pengguna dan industri,” terang Yudhono. The Genesis: Awal dari Babak Berikutnya Tema The Genesis dipilih bukan untuk merayakan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan untuk menandai sebuah permulaan.  Jika tahun pertama merupakan fase membangun fondasi dan memperoleh kepercayaan pengguna, maka babak berikutnya adalah bagaimana fondasi tersebut digunakan untuk menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, industri, dan masa depan ekonomi digital Indonesia. Ke depan, FLOQ akan terus berfokus pada pengembangan produk, perluasan kolaborasi strategis, peningkatan pengalaman pengguna, serta kontribusi terhadap pertumbuhan industri yang lebih matang, inklusif, dan berkelanjutan. “Pada akhirnya, kami tidak hanya ingin membangun perusahaan yang lebih besar,” tutup Yudhono. “Kami ingin membantu membangun ekosistem yang lebih kuat. The Genesis bukanlah perayaan atas apa yang telah kami capai. Ini adalah awal dari apa yang sedang kami bangun," sebutnya.

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Tentukan Arah Bitcoin Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:05 WIB

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Tentukan Arah Bitcoin

Jakarta, katakabar.com - Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global menjadi faktor utama pengaruhi pergerakan Bitcoin memasuki Juni 2026.  FLOQ menilai peluang pemulihan pasar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada meredanya tensi global dan stabilitas arus modal di pasar aset digital.  Sentimen pasar berubah setelah Iran menangguhkan perundingan melalui mediator dengan Amerika Serikat kembali melontarkan ancaman penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kenaikan harga energi dan memperkuat sentimen risk-off yang mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.  Di saat yang sama, pasar kripto juga menghadapi tekanan dari perpindahan lebih dari 10.000 BTC yang terkait dengan estate Mt. Gox, serta arus keluar (outflow) ETF kripto di Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 1,1 miliar dolar AS dalam sepekan. Kombinasi faktor tersebut mendorong pergerakan harga Bitcoin turun dari level psikologis 70.000 dolar AS dan sempat menyentuh area 60.000 dolar AS.  “Volatilitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global. Meski tekanan jangka pendek masih tinggi, kami melihat koreksi yang terjadi merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar dan penting bagi investor untuk tetap berfokus pada fundamental serta manajemen risiko,” ujar Yudhono Rawis, Founder FLOQ.  Berdasarkan tim riset FLOQ, sebagian pelaku pasar memandang penurunan harga Bitcoin ke area 66.000 dolar AS hingga 69.000 dolar AS sebagai leverage flush atau proses pembersihan posisi berlebihan yang berpotensi menjadi fondasi bagi pemulihan harga berikutnya. Namun, potensi rebound akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Timur Tengah, dan kepastian distribusi aset Mt. Gox tidak memicu tekanan jual besar-besaran di pasar terbuka.  Selain faktor global, pasar domestik Indonesia juga menghadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun lebih dari 4 persen pada awal Juni, didorong oleh sentimen risk-off dan arus keluar modal asing. Di tengah kondisi tersebut, otoritas memilih untuk tidak melakukan intervensi karena tingkat inflasi nasional masih berada pada level yang terkendali.  FLOQ juga menyoroti kembali penegasan Pemerintah Provinsi Bali terkait larangan penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran. Kebijakan tersebut menegaskan di Indonesia, aset kripto tetap diposisikan sebagai komoditas investasi, dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah.  Pada situasi pasar saat ini, FLOQ merekomendasikan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan fokus pada aset dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin bagi investor pemula. Sementara bagi trader aktif, disiplin dalam penggunaan stop-loss dan pengurangan leverage dinilai penting untuk menghadapi volatilitas yang tinggi. Untuk investor jangka panjang, momentum koreksi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi aset dengan fundamental kuat, dengan tetap memperhatikan risiko inflasi energi global apabila ancaman penutupan Selat Hormuz benar-benar terealisasi.  Ke depan, FLOQ memperkirakan arah pasar kripto pada Juni 2026 akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, kondisi likuiditas global, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Dalam kondisi pasar yang dinamis, pendekatan investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang dinilai menjadi kunci bagi investor dalam menghadapi fluktuasi pasar aset digital.  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform aset kripto terdaftar dan berizin di Indonesia yang berkomitmen menghadirkan layanan investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, 255.000+ pengikut media sosial, serta komunitas yang terus berkembang dengan lebih dari 28.000 anggota aktif, FLOQ secara konsisten membangun ekosistem berbasis edukasi, inovasi, dan kepercayaan melalui inisiatif seperti FLOQ Academy dan FLOQ Circle. Melalui pendekatan inklusif dan berorientasi jangka panjang, FLOQ berupaya memperluas literasi finansial serta mendorong adopsi aset digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Kamis, 11 Juni 2026 | 12:05 WIB

FLOQ Hadirkan WC Trading Campaign: Dukung Tim Favorit, Kumpulkan Poin dan Menangkan Hadiah Rp200 Juta

Jakarta, katakabar.com - Piala Dunia selalu jadi momen yang menyatukan jutaan orang melalui semangat kompetisi, strategi, dan keyakinan terhadap tim yang mereka dukung. Semangat yang sama juga sering ditemukan di pasar aset digital, di mana keputusan, disiplin, dan perspektif jangka panjang menjadi faktor penting dalam membangun portofolio.  World Cup turnamen sepak bola terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh FIFA sejak tahun 1930. Selama lebih dari sembilan dekade, ajang ini telah menjadi panggung bagi para pemain terbaik dunia dan menghadirkan momen-momen bersejarah yang menyatukan miliaran penggemar dari berbagai negara. FIFA World Cup 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah, diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta diperkirakan akan menarik lebih dari 5 miliar penonton secara global sepanjang turnamen berlangsung.  Untuk merayakan kemeriahan World Cup 2026, FLOQ menghadirkan World Cup Trading Campaign dengan total hadiah hingga Rp200 juta yang dapat diperebutkan oleh seluruh pengguna. Selain kesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik, pengguna juga berkesempatan menikmati beragam penawaran spesial yang telah disiapkan, termasuk acara Nonton Bareng (NoBar) eksklusif di hotel berbintang lima bersama komunitas FLOQ dan sesama pecinta sepak bola.  Sebagai platform yang dibangun oleh tim yang mencintai sepak bola, FLOQ ingin ikut merayakan kemeriahan turnamen terbesar di dunia ini bersama para pengguna. Kecintaan tersebut bahkan tercermin dari Founder dan CEO FLOQ, Yudhono Rawis, yang dikenal sangat antusias dan memiliki passion besar terhadap sepak bola. Karena itulah, bagi FLOQ, World Cup bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga momen spesial untuk berbagi semangat, kebahagiaan, hadiah, dan pengalaman yang berkesan dengan seluruh komunitas FLOQ.  Memanfaatkan momentum tersebut, FLOQ menghadirkan World Cup Trading Campaign, sebuah program yang mengajak pengguna untuk mendukung tim favorit mereka selama Piala Dunia sekaligus berpartisipasi dalam kompetisi berbasis aktivitas trading dengan total hadiah senilai Rp200 juta.  Kampanye ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif bagi komunitas FLOQ. Pengguna dapat memilih tim favorit, melakukan aktivitas trading sesuai dengan syarat yang berlaku, mengumpulkan poin, dan bersaing di leaderboard selama periode kampanye. Semakin aktif berpartisipasi, semakin besar peluang pengguna untuk memperoleh hadiah dan berbagai keuntungan lainnya.  Menurut FLOQ, kampanye ini bukan sekadar program promosi, melainkan bagian dari upaya perusahaan dalam membangun pengalaman yang lebih relevan dan engaging bagi pengguna di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aset digital.  "Piala Dunia adalah salah satu peristiwa global yang mampu membangun rasa kebersamaan, loyalitas, dan partisipasi komunitas dalam skala yang sangat besar. Di FLOQ, kami melihat nilai yang sama dalam komunitas aset digital. Karena itu, kami ingin menghadirkan sebuah kampanye yang tidak hanya memberikan kesempatan mendapatkan hadiah, tetapi juga menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan mendorong keterlibatan pengguna secara lebih aktif," ujar Yudhono Rawis, CEO FLOQ.  Di tengah perkembangan industri aset digital yang semakin matang, partisipasi investor juga mengalami perubahan. Investor saat ini tidak hanya mencari akses ke berbagai aset, tetapi juga pengalaman yang lebih personal, edukatif, dan berbasis komunitas. Fenomena ini terlihat secara global, di mana platform digital mulai mengintegrasikan unsur gamifikasi, kompetisi komunitas, dan program loyalitas untuk meningkatkan engagement pengguna secara berkelanjutan.  Melalui World Cup Trading Campaign, FLOQ ingin membawa pendekatan tersebut ke pasar Indonesia dengan cara yang sederhana dan mudah diikuti. Kampanye ini menggabungkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola dengan aktivitas trading aset crypto yang dilakukan sehari-hari oleh pengguna platform.  Selain mengumpulkan poin dan leaderboard, peserta juga akan mendapatkan akses terhadap berbagai konten edukasi pasar, insight mengenai perkembangan aset digital, serta berbagai aktivitas komunitas yang akan berlangsung selama periode kampanye. Dengan demikian, pengguna tidak hanya berpartisipasi untuk mendapatkan hadiah, tetapi juga memperoleh wawasan yang dapat membantu mereka memahami dinamika pasar dengan lebih baik.  Program ini juga menjadi bagian dari komitmen FLOQ untuk terus mendorong literasi aset digital di Indonesia melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Sebagai platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), FLOQ percaya bahwa edukasi, transparansi, dan pengalaman pengguna yang baik merupakan fondasi penting dalam membangun industri yang sehat dan berkelanjutan.  Cara Ikuti World Cup Trading Campaign  Peserta dapat mengikuti program dengan langkah-langkah berikut:  Pilih tim nasional favorit yang akan didukung selama Piala Dunia.  Lakukan aktivitas trading sesuai syarat yang berlaku selama periode kampanye.  Kumpulkan poin berdasarkan aktivitas yang dilakukan.  Pantau posisi pada leaderboard kampanye.  Raih kesempatan memenangkan bagian dari total hadiah senilai Rp200 juta.  Momentum Piala Dunia dan Partisipasi Komunitas Digital  Peristiwa olahraga global seperti Piala Dunia secara historis selalu menciptakan lonjakan percakapan digital, aktivitas komunitas, dan interaksi lintas platform. FLOQ melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi pengguna, sekaligus memperkuat semangat komunitas yang menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.  Dengan menggabungkan elemen kompetisi, komunitas, dan edukasi, FLOQ berharap kampanye ini dapat menjadi salah satu program paling menarik selama musim Piala Dunia serta memberikan nilai tambah bagi pengguna yang ingin tetap aktif mengikuti perkembangan pasar aset digital.  Pelajari Mekanisme dan Daftar Hadiah  Untuk melihat mekanisme lengkap, sistem pengumpulan poin, syarat dan ketentuan, serta rincian hadiah World Cup Trading Campaign, kunjungi:  World Cup Trading Campaign FLOQ  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen menghadirkan akses yang lebih mudah, aman, dan relevan terhadap aset digital melalui kombinasi teknologi, edukasi, dan pengembangan komunitas. Dengan fokus pada pengalaman pengguna dan literasi keuangan digital, FLOQ terus mendorong partisipasi masyarakat Indonesia dalam ekonomi digital yang berkembang pesat.

FLOQ Analisa Pasar: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto dan Investor Waspada Kelola Risiko Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 29 Mei 2026 | 12:05 WIB

FLOQ Analisa Pasar: BI Naikkan Suku Bunga, Trump Dukung Kripto dan Investor Waspada Kelola Risiko

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset digital global memasuki pekan keempat Mei 2026 dengan kombinasi sentimen makroekonomi dan regulasi semakin mempengaruhi arah pergerakan pasar kripto.  Tekanan inflasi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga Bank Indonesia, hingga langkah pro-kripto dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan utama yang diperkirakan akan mempengaruhi perilaku investor global maupun domestik.  Analisa pasar menunjukkan, investor kini menghadapi kondisi pasar yang bergerak di antara tekanan likuiditas global, dan meningkatnya legitimasi industri aset digital di tingkat internasional.  Inflasi Amerika Serikat kembali meningkat dengan Consumer Price Index (CPI) tahunan mencapai 3,8 persen pada April 2026. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (“higher-for-longer”), yang sebelumnya telah picu arus keluar dana dari aset berisiko termasuk ETF Bitcoin Spot sepanjang awal Mei.  Di tengah tekanan makro tersebut, Presiden Donald Trump pada 19 Mei 2026 menandatangani Executive Order mendorong pengurangan hambatan regulasi bagi perusahaan fintech dan aset digital di Amerika Serikat. Kebijakan ini dinilai sebagai salah satu sinyal paling kuat dalam beberapa tahun terakhir terkait integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan tradisional.  Langkah tersebut dapat memperkuat legitimasi industri kripto secara global, terutama karena regulator federal AS mulai diarahkan untuk mengeksplorasi integrasi aset digital ke sistem pembayaran tradisional dan infrastruktur keuangan nasional.  Selain itu, pasar menyoroti laporan mengenai “Hormuz Safe” dari Iran, sebuah platform asuransi maritim berbasis Bitcoin untuk kapal dan kargo yang melintas di Selat Hormuz. Meskipun tingkat implementasi dan skalanya masih belum terverifikasi secara independen, narasi ini memperkuat pandangan bahwa aset digital mulai digunakan tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga alat pembayaran lintas batas dan mitigasi risiko perdagangan global.  Di Indonesia, Bank Indonesia mengambil langkah agresif dengan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada 19 Mei 2026 guna menjaga stabilitas Rupiah di tengah penguatan dolar AS. Kebijakan ini diperkirakan akan memperketat likuiditas domestik dan meningkatkan biaya pinjaman di sektor perbankan.  Presiden RI, H Prabowo Subianto, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di DPR pada 20 Mei 2026 sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global yang semakin cepat berubah.  Kombinasi antara tekanan ekonomi domestik dan meningkatnya legitimasi aset digital global dapat membentuk pola perilaku investor baru di Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melakukan diversifikasi aset.  “Pasar saat ini menunjukkan aset digital semakin bergerak menuju arus utama sistem keuangan global. Di tengah tekanan nilai tukar dan ketidakpastian makro, investor perlu memahami bahwa kripto bukan hanya soal volatilitas jangka pendek, tetapi bagian dari transformasi infrastruktur finansial global yang sedang berlangsung,” ujar Yudhono Rawis, Founder dan CEO FLOQ.  FLOQ menekankan pentingnya edukasi, dan manajemen risiko di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Untuk investor pemula, FLOQ menyarankan pendekatan akumulasi bertahap melalui metode Dollar-Cost Averaging (DCA) pada aset kripto blue-chip seperti Bitcoin dan Ethereum. Tidak hanya  itu, diversifikasi terukur ke stablecoin berbasis dolar AS seperti USDT atau USDC dapat menjadi alternatif untuk menjaga nilai aset di tengah pelemahan Rupiah.  Sementara bagi trader aktif, FLOQ mengingatkan pentingnya disiplin penggunaan stop loss dan pengelolaan leverage, terutama karena pasar saat ini bergerak sangat sensitif terhadap kebijakan bank sentral dan data ekonomi global.  Investor jangka panjang juga diminta untuk memperhatikan implementasi lanjutan Executive Order AS dalam 90 hari ke depan, yang dinilai dapat menjadi katalis baru bagi adopsi aset digital global.  Sebagai bagian dari edukasi finansial digital, FLOQ juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa investasi aset digital bukan hanya tentang mengikuti tren pasar jangka pendek, tetapi memahami fundamental, manajemen risiko, dan strategi investasi yang sesuai dengan profil masing-masing pengguna.  Di tengah kondisi pasar yang bergerak dinamis, investor pemula disarankan untuk mempelajari strategi dasar seperti memahami momentum pasar, mengelola emosi saat volatilitas terjadi, hingga membedakan pendekatan investasi jangka pendek dan jangka panjang.  “Banyak orang tertarik masuk ke aset digital saat pasar naik, tetapi belum memahami bagaimana membangun strategi dan fondasi investasi yang sehat. Edukasi menjadi bagian penting agar pengguna tidak hanya ikut tren, tetapi memahami risiko, tujuan investasi, dan cara mengelola portofolio secara bertahap,” ulas Yudhono Rawis. Untuk membantu pengguna memahami strategi dasar investasi dan trading aset digital, FLOQ juga menyediakan berbagai artikel edukasi yang dapat dipelajari langsung melalui platform resmi FLOQ, di antaranya:  Strategi Dasar Trading: Beli Saat Turun, Jual Saat Naik  Strategi Investasi Bitcoin Jangka Pendek vs Jangka Panjang  Melalui pendekatan edukasi ini, FLOQ berharap masyarakat Indonesia dapat membangun pemahaman yang lebih matang terhadap aset digital, mulai dari cara kerja pasar, pengelolaan risiko, hingga strategi investasi yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif dan juga platform yang berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini,   FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar and 2 juta App downloads dan mendukung 100+ aset digital. Dengan fokus pada pengembangan ekosistem dan kolaborasi strategis, FLOQ bertujuan menghadirkan manfaat nyata bagi penggunanya di era ekonomi digital.

Trading Bukan Spekulasi: FLOQ Dorong Pendekatan Risk Management Investor Kripto Baru Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 10 Mei 2026 | 12:30 WIB

Trading Bukan Spekulasi: FLOQ Dorong Pendekatan Risk Management Investor Kripto Baru

Jakarta, katakabar.com - Di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi, FLOQ menilai pendekatan risk management menjadi semakin penting bagi investor kripto baru di Indonesia, terutama ketika pergerakan harga Bitcoin dan aset digital lainnya bergerak semakin agresif dalam waktu singkat. Harga Bitcoin tercatat mengalami kenaikan hingga menembus level US$81.697, Rabu (6/5) sekitar pukul 20.45 WIB lalu. Pergerakan ini melanjutkan tren volatilitas pasar kripto global yang dalam beberapa bulan terakhir dipengaruhi oleh berbagai sentimen makro, mulai dari arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik global, hingga meningkatnya arus investasi institusional ke aset digital. Menurut FLOQ, kondisi tersebut menciptakan peluang besar bagi investor, namun sekaligus meningkatkan risiko, terutama bagi pengguna baru yang belum memiliki strategi trading dan pengelolaan risiko yang disiplin. Industri Kripto Indonesia Masuki Fase Lebih Matang Pertumbuhan industri aset kripto Indonesia sendiri terus menunjukkan perkembangan signifikan. Per Mei 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna aset kripto di Indonesia telah mencapai 21,37 juta akun, meningkat dibandingkan 19,08 juta pengguna pada Oktober 2025. Sementara, nilai transaksi aset kripto per Maret 2026 tercatat mencapai Rp22,24 triliun, dengan total transaksi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp482,23 triliun. Selain pertumbuhan jumlah investor, OJK juga mencatat terdapat 29 entitas yang telah memperoleh persetujuan dalam ekosistem aset kripto Indonesia, termasuk bursa, lembaga kliring, kustodian, dan pedagang aset kripto fisik (PAKD). Dari jumlah tersebut, 24 entitas merupakan pedagang aset kripto resmi. Hingga Maret 2026, tercatat pula sebanyak 1.464 jenis aset kripto diperdagangkan di pasar Indonesia. Dijelaskan FLOQ, angka tersebut menunjukkan industri kripto Indonesia mulai memasuki fase yang lebih matang. Tetapi, di balik pertumbuhan pengguna dan transaksi yang semakin besar, edukasi mengenai strategi investasi dan pengelolaan risiko dinilai masih menjadi tantangan utama bagi banyak investor baru. “Trading bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek atau mengikuti hype pasar. Investor perlu memahami bahwa volatilitas yang tinggi juga berarti risiko yang tinggi. Karena itu, edukasi mengenai risk management menjadi fondasi penting dalam membangun kebiasaan investasi yang lebih sehat,” ujar Yudhono Rawis, Founder dan CEO FLOQ. Buy the Dip dan Pentingnya Entry Strategy Menurut FLOQ, fenomena “buy the dip” menjadi salah satu strategi yang mulai banyak diperhatikan investor ketika pasar mengalami koreksi tajam. Strategi ini merujuk pada pendekatan membeli aset saat harga mengalami penurunan dengan asumsi potensi pemulihan jangka panjang. FLOQ mengingatkan strategi tersebut tetap membutuhkan perencanaan entry yang matang dan pengelolaan risiko yang jelas, terutama di tengah volatilitas Bitcoin yang dapat bergerak ribuan dolar hanya dalam hitungan hari. “Banyak investor melihat koreksi pasar sebagai peluang. Tetapi tanpa strategi entry, limit harga, atau pengelolaan modal yang baik, keputusan membeli saat harga turun justru bisa berubah menjadi keputusan emosional,” terang Yudhono. Contohnya, ketika harga Bitcoin berada di kisaran Rp1,431 miliar, trader dapat menggunakan fitur Limit Order untuk menyiapkan beberapa level entry sebelum pasar bergerak. Alih-alih langsung membeli di market price, trader dapat memasang order beli otomatis di beberapa area koreksi, misalnya: -1% di sekitar Rp1,416 miliar, -3% di sekitar Rp1,388 miliar, atau -5% di sekitar Rp1,359 miliar. Dengan pendekatan ini, order baru akan tereksekusi apabila harga Bitcoin benar-benar turun ke level yang telah ditentukan sebelumnya. Masih FLOQ, strategi seperti ini umum digunakan trader untuk memanfaatkan volatilitas jangka pendek tanpa harus terus memantau pergerakan market selama 24 jam. Sebagai ilustrasi, apabila harga Bitcoin mengalami koreksi pada akhir pekan akibat volatilitas pasar, lalu rebound kembali ketika sentimen pasar membaik, trader berpotensi mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli saat koreksi dan harga ketika pasar kembali naik. Sebagai contoh sederhana: trader membeli Bitcoin di area -3% saat koreksi, lalu harga Bitcoin rebound beberapa persen ke area sebelumnya,maka trader dapat melakukan take-profit sesuai target yang telah dipersiapkan sejak awal. Kata FLOQ, pendekatan ini membantu investor membangun kebiasaan trading yang lebih disiplin karena keputusan entry dan exit telah direncanakan sebelumnya, bukan dilakukan secara impulsif akibat pergerakan harga atau sentimen media sosial. Disclaimer: Informasi yang disampaikan dalam artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual aset kripto tertentu. Pergerakan harga aset digital sangat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar global. Seluruh keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dengan mempertimbangkan profil risiko pribadi. Mengapa Banyak Trader Hindari Market Order Saat Volatil FLOQ menilai salah satu tantangan terbesar investor pemula bukan hanya memahami teknologi blockchain atau membaca pergerakan harga pasar, tetapi juga mengendalikan psikologi saat market bergerak ekstrem. Dalam kondisi bullish, investor sering terdorong melakukan pembelian karena fear of missing out (FOMO). Sebaliknya, saat pasar terkoreksi tajam, banyak pengguna justru melakukan panic selling tanpa strategi yang jelas. Padahal, menurut FLOQ, disiplin dalam menentukan entry point, target keuntungan, hingga batas risiko merupakan bagian penting dari pendekatan investasi yang lebih sehat. Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, FLOQ menghadirkan fitur Limit Order yang memungkinkan pengguna menentukan harga beli maupun jual sesuai strategi masing-masing. Berbeda dengan market order yang langsung mengikuti harga pasar, fitur ini membantu investor melakukan entry dan exit secara lebih terukur sekaligus mengurangi potensi slippage, kondisi ketika harga aset berubah sebelum transaksi berhasil dieksekusi. Dalam periode tertentu, FLOQ juga menghadirkan program Zero Trading Fee untuk transaksi menggunakan fitur Limit Order guna mendorong pengguna mulai membangun kebiasaan trading yang lebih disiplin dan berbasis strategi. Edukasi dan Literasi Menjadi Fokus Industri Kripto Menurut FLOQ, pertumbuhan industri aset kripto Indonesia kini mulai memasuki fase yang lebih matang. Fokus pasar tidak lagi hanya mengenai jumlah pengguna baru, tetapi juga kualitas literasi dan kemampuan investor dalam memahami risiko investasi digital. “Seiring berkembangnya industri aset digital Indonesia, kami percaya edukasi mengenai risk management akan menjadi salah satu fondasi utama yang menentukan kualitas pertumbuhan industri ke depan. Trading bukan sekadar soal cepat membeli dan menjual aset, tetapi bagaimana investor mampu mengambil keputusan secara disiplin di tengah volatilitas pasar,” tutup Yudhono. Untuk membantu pengguna memahami strategi trading yang lebih terukur di tengah volatilitas pasar, FLOQ juga menyediakan berbagai materi edukasi melalui FLOQ Academy yang dapat diakses secara cuma-cuma. Untuk memahami lebih lanjut tentang strategi Limit Order, pengguna dapat mempelajari panduan berikut: Perbedaan Market Order dan Limit Order: Mana yang Lebih Sesuai untuk Strategimu? Strategi Buy the Dip: Cara Membeli Saat Harga Turun Cara Menghindari Slippage Saat Trading Crypto Panduan Strategi Trading untuk Pemula Melalui pendekatan ini, FLOQ berharap pengguna tidak hanya memanfaatkan fitur, tetapi juga memahami strategi di balik setiap keputusan trading. Dengan kombinasi antara kontrol yang lebih baik melalui Limit Order, pendekatan edukasi yang berkelanjutan, serta komitmen terhadap Zero Fee trading, FLOQ terus memperkuat visinya untuk menghadirkan pengalaman investasi kripto yang lebih inklusif, transparan, dan berorientasi pada pengguna.  Langkah Berikutnya  Di mana pun Anda berada dalam perjalanan investasi, langkah selanjutnya adalah memastikan Anda memiliki pemahaman dan strategi yang tepat.  Seperti dipaparkan sebelumnya, FLOQ menyediakan FLOQ Academy, sebuah platform edukasi yang dirancang untuk membantu pengguna memahami dasar-dasar investasi kripto secara bertahap dan terstruktur. Seluruh materi dapat diakses secara gratis, termasuk seri video edukasi melalui kanal YouTube FLOQ, sehingga pengguna dapat belajar kapan saja sesuai kebutuhan mereka.  Sementara itu, bagi trader yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dalam analisis maupun kemudahan bertransaksi, FLOQ juga menghadirkan layanan Guest Relation dan VIP Service. Dengan dukungan tim trading desk serta layanan yang lebih personal, pengguna dapat memperoleh insight yang lebih mendalam dan pengalaman trading yang lebih optimal. Tim kami dapat dihubungi melalui business@floq.id  Layanan ini tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi strategi, tetapi juga mendukung pengelolaan portofolio yang lebih terarah di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.  Tentang FLOQ FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiki komunitas aktif dengan lebih dari 250,000 followers yang bergabung di 7 platform social media, 25,000 anggota komunitas aktif, dan platform berkomitmen untuk meningkatkan edukasi bagi setiap pengguna dan publik dengan penyediaan FLOQ Akademi yang dapat diakses tanpa biaya. Hingga saat ini,