Polres Bengkalis Gercep Amankan Pelaku Karhutla Hukrim
Hukrim
Rabu, 08 April 2026 | 15:15 WIB

Polres Bengkalis Gercep Amankan Pelaku Karhutla

Bengkalis, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis, lewat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) resmi tetapkan satu orang tersangka kasus tindak pidana kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Selasa (7/4). Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim Polres Bengkalis, Yohn Mabel, menyatakan penetapan tersangka dilakukan setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan gelar perkara yang dilaksanakan sekitar pukul 23.50 WIB malam. "Tersangka yang diamankan berinisial DW 44 tahun, seorang buruh harian lepas, warga setempat. Ia diduga kuat melakukan pembakaran lahan di Jalan Kelapa Sari, Dusun Kelapa Sari, Desa Pedekik. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB di lahan gambut dengan luas terbakar sekitar 0,5 hektare. Dari hasil penyelidikan di lapangan, kebakaran diketahui bermula dari aktivitas pembakaran yang dilakukan oleh tersangka. “Pengungkapan kasus ini berawal dari terdeteksinya titik panas (hotspot) melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning. Tim Satreskrim yang turun ke lokasi menemukan adanya kepulan asap dan langsung melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara,” jelas Kasat Reskrim. Saat berada di lokasi, kata Iptu Yohn Mabel, petugas mendapati seorang pria yang kemudian mengakui telah melakukan pembakaran lahan. Petugas pun langsung mengamankan yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Bengkalis. "Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, barang bukti, dan pengakuan tersangka, penyidik memperoleh keyakinan yang cukup untuk menetapkan status tersangka terhadap DW," tegasnya. Dalam proses penyidikan, ucapnya, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah korek api gas dan satu buah ember yang diduga digunakan dalam aktivitas pembakaran. "Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 308 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait tindak pidana kebakaran lahan," imbuhnya. Saat ini, Satreskrim Polres Bengkalis terus melengkapi berkas perkara dengan melakukan koordinasi bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU), pemeriksaan saksi ahli, serta pemenuhan administrasi penyidikan lainnya. Polres Bengkalis mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat berujung pada proses hukum. “Penegakan hukum ini merupakan komitmen Polri dalam menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan serta sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Bengkalis,” terangnya. Situasi selama proses penanganan perkara dilaporkan keadaan aman dan terkendali.

PalmCo Gercep Bangun Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Anyar Lepas Lebaran Sawit
Sawit
Rabu, 01 April 2026 | 15:01 WIB

PalmCo Gercep Bangun Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi Anyar Lepas Lebaran

Jakarta, katakabar.com - Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026 telah usai PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo gerak cepat (Gercep) hilirisasi industri kelapa sawit nasional. Sub Holdinh PTPN III (Persero) ini bersiap memulai pembangunan (groundbreaking) fasilitas pengolahan sawit terpadu di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan rencana pembangunan tersebut bagian dari arah strategis perusahaan yang sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional, termasuk arahan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). “Program ini menjadi bagian dari ekosistem hilirisasi yang lebih luas, tidak hanya di sektor sawit, tetapi berbarengan lintas sektor sebagaimana diarahkan Danantara,” ujarnya dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Rabu sore. Ia menegaskanwaktu pelaksanaan groundbreaking masih menunggu keputusan pemegang saham dan kegiatan tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat, setelah periode Lebaran. “Secara kesiapan kami sudah matang. Tinggal menunggu keputusan pemegang saham, dan kami estimasikan bisa dilakukan pasca-Lebaran ini,” jelasnya. Menurut Jatmiko, PalmCo kini menggeser fokus bisnis dari sekadar produksi dan ekspor Crude Palm Oil (CPO) menjadi pengembangan produk turunan bernilai tambah tinggi.Ia mencontohkan, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi produk lanjutan seperti Bio Propylene Glycol (BioPG) mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan. “Nilai tambah dari hilirisasi ini bisa meningkat hingga belasan kali lipat. Ini yang menjadi dorongan utama kami,” ucapnya. Pada tahap awal pengembangan, PalmCo akan membangun sejumlah fasilitas utama yang ditargetkan beroperasi bertahap mulai akhir 2028.Fasilitas tersebut mencakup pabrik margarin dan shortening dengan kapasitas sekitar 40.000 ton per tahun, serta pabrik Cocoa Butter Equivalent (CBE) dan Cocoa Butter Substitute (CBS) berkapasitas sekitar 34.000 ton per tahun. Selain itu, PalmCo kembangkan fasilitas pengolahan lanjutan lainnya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk berbasis sawit.Adapun pembangunan pabrik biodiesel dengan kapasitas sekitar 450.000 ton per tahun juga akan menjadi bagian dari pengembangan berikutnya, terutama untuk mendukung ketahanan energi nasional. Proyek hilirisasi minyak sawit ini diproyeksi mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk dalam hal penyerapan tenaga kerja.Pada fase konstruksi hingga operasional penuh, PalmCo memperkirakan total tenaga kerja yang terserap mencapai sekitar 2.900 orang. “Ini bukan hanya proyek industri, tetapi juga upaya menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata,” beber Jatmiko. Selain penyerapan tenaga kerja langsung, keberadaan kawasan industri ini juga dipercaya dapat memicu efek berganda bagi sektor ekonomi lainnya, seperti logistik dan usaha kecil menengah di sekitar kawasan. Di sisi hulu, kehadiran fasilitas hilirisasi ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sawit rakyat. PalmCo proyeksikan, pada 2030, fasilitas tersebut mampu menyerap hingga 2,7 juta ton tandan buah segar (TBS) per tahun, atau setara sekitar 567.000 ton CPO. “Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan hasil produksi petani terserap secara berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekosistem sawit nasional,” sebutnya. PalmCo optimistis, dengan integrasi dari hulu hingga hilir serta dukungan kebijakan nasional, proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi industri sawit Indonesia menuju produk bernilai tambah tinggi.

Warga Lapor Lewat Call Center 110 Polres Kepulauan Meranti Gercep Padamkan Karhutla di Desa Insit Hukrim
Hukrim
Minggu, 15 Februari 2026 | 07:00 WIB

Warga Lapor Lewat Call Center 110 Polres Kepulauan Meranti Gercep Padamkan Karhutla di Desa Insit

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Respoms cepat aparat gabungan tangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Tim gabungan Polres Kepulauan Meranti, TNI, BPBD, serta perangkat desa berhasil memadamkan api yang membakar lahan di Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Sabtu (14/2) kemarin sore. Kebakaran dilaporkan warga melalui layanan Call Center Polri 110 sekitar pukul 15.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman secara terpadu. Total 41 personel diterjunkan di operasi tersebut, rinciannya 21 personel Polri, 2 personel TNI, 9 personel BPBD, 6 perangkat desa, serta 3 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Insit. Petugas menggunakan mesin mini strike dan selang pemadam untuk menjinakkan api. Tetapi, proses pemadaman sempat terkendala karena minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, Kompol Wan Mantazakka, S.H., M.H., menyampaikan kebakaran diduga dipicu kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. “Karhutla diduga akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar serta kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya. Setelah beberapa jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski demikian, asap tipis masih terlihat di lokasi sehingga petugas tetap melakukan siaga untuk mencegah api muncul kembali. Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 0.9774 N, 102.67596 E. Hingga saat ini situasi dinyatakan aman dan terkendali, sementara personel gabungan masih melakukan pemantauan di area bekas kebakaran. Polres Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta segera melapor melalui layanan 110 apabila menemukan tanda-tanda kebakaran.

Gercep Tanggapi Keluhan Kenaikan Tarif Kapal, Pemkab Kepulauan Meranti Undang Perusahaan Riau
Riau
Kamis, 29 Januari 2026 | 17:00 WIB

Gercep Tanggapi Keluhan Kenaikan Tarif Kapal, Pemkab Kepulauan Meranti Undang Perusahaan

Selatpanjang, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti gerak cepat atau gercep tanggapi keluhan masyarakat terkait kenaikan tarif kapal laut yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh pihak pengusaha. Sebagai bentuk respons, Pemkab Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi mengundang perusahaan pelayaran, legislatif, serta instansi terkait, Rabu (29/1) kemarin, di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati Kepulauan Meranti. Rapat tersebut dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar. Hadir di pertemuan itu Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Khalid Ali, Sekretaris Daerah, Sudandri, SH, Asisten II Setda, H Irmansyah, Kepala Dinas Perhubungan, Fahri, Kepala KSOP Kepulauan Meranti, Capt. Derita Adi Prasetyo, Kasat Intel Polres Kepulauan Meranti, perwakilan TNI, serta unsur terkait lainnya. Rapat koordinasi digelar untuk mendengarkan secara langsung alasan, dasar pertimbangan, serta perhitungan perusahaan terkait kenaikan tarif angkutan laut yang dikeluhkan masyarakat. Pemerintah daerah menilai kebijakan tersebut berpotensi memberatkan warga, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri, SH, menegaskan persoalan kenaikan tarif kapal menjadi atensi khusus Bupati Kepulauan Meranti dan harus segera diselesaikan. Ia menyebut pemerintah memiliki kewajiban hadir dalam persoalan pelayanan publik sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Masalah ini menjadi atensi Pak Bupati karena menyangkut pelayanan publik. Pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat tidak dirugikan,” jelas Sudandri. Ia juga menyampaikan harapan agar pihak perusahaan dapat meninjau kembali kebijakan kenaikan tarif tersebut, mengingat kondisi ekonomi masyarakat Kepulauan Meranti saat ini dinilai belum memungkinkan untuk menanggung beban tambahan. “Kami berharap kenaikan tarif ini bisa dipertimbangkan kembali. Kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit,” ucapnya. Tetapi, rapat tersebut harus berakhir dengan kekecewaan. PT Pelnas Lestari Indo Bahari selaku perusahaan pelayaran yang diundang tidak menghadiri pertemuan tanpa memberikan konfirmasi atau alasan yang jelas. Ketidakhadiran tersebut disesalkan oleh para peserta rapat, termasuk Ketua DPRD Kepulauan Meranti. “Kami sangat sesalkan ketidakhadiran pihak perusahaan, apalagi tanpa ada konfirmasi. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tegas Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Khalid Ali. Akibat absennya pihak perusahaan, rapat koordinasi terpaksa ditunda. Tetapi, DPRD Kepulauan Meranti memastikan persoalan ini tetap ditindaklanjuti. Melalui Komisi II, DPRD berencana melakukan pemanggilan ulang terhadap pihak perusahaan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. “Kami akan panggil ulang pihak perusahaan melalui Komisi II DPRD dengan melibatkan OPD terkait agar persoalan ini segera tuntas,” terang H Khalid Ali. Di kegiatan itu, Khalid Ali juga mengusulkan solusi sementara kepada pihak perusahaan untuk menekan biaya operasional tanpa harus menaikkan tarif tiket, salah satunya dengan melakukan efisiensi operasional. “Perusahaan bisa melakukan efisiensi, misalnya dengan mengurangi jumlah kapal yang beroperasi setiap hari. Jika perlu, satu kapal saja per hari, sehingga biaya operasional bisa ditekan dan tarif tidak perlu dinaikkan,” terangnya. Ia menambahkan, jumlah armada dapat kembali dinormalkan pada saat jumlah penumpang meningkat, seperti pada musim liburan sekolah, dengan catatan masyarakat tetap terlayani dan tidak terlantar. “Terpenting, penumpang tetap terlayani dan tidak dirugikan,” harapnya.

BPOM Gercep! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar AS Nasional
Nasional
Rabu, 21 Januari 2026 | 10:24 WIB

BPOM Gercep! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar AS

Jakarta, katakabar.com - Industri jamu nasional resmi masuki era baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan penuh kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT), sekaligus membuka jalan ekspor jamu Indonesia ke Amerika Serikat. Langkah ini menegaskan jamu kini bukan sekadar warisan budaya, tetapi siap bersaing sebagai produk kesehatan global. Dukungan tersebut muncul dalam audiensi resmi BPOM dengan delegasi PPJAI yang dipimpin Ketua Dewan Pembina, Mukit Hendrayatno dan Ketua Umum, Heri Susanto. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat pada November 2025, yang telah menjajaki kerja sama dengan Amazon Fulfillment Center dan melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar RI. Prof. Dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM, menegaskan, kami apresiasi langkah PPJAI yang serius mempersiapkan ekspor jamu dengan standar internasional. "BPOM siap memberikan pendampingan teknis untuk pengembangan obat herbal terstandar hingga memenuhi persyaratan FDA (Food and Drug Administration)," jelasnya. Audiensi ini menjadi kabar baik bagi industri jamu. Pasar Amerika Serikat dikenal ketat dan selektif, terutama soal keamanan, mutu, dan bukti ilmiah. Dukungan BPOM bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi kunci percepatan transformasi jamu Indonesia dari pasar domestik ke global. Pertemuan dihadiri jajaran strategis BPOM, termasuk Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSK), Dian Putri Anggraweni serta Direktur Registrasi OTSK, Imelda Ester Riana P., dan delapan pengurus inti PPJAI termasuk Dewan Pakar, menunjukkan keseriusan dalam menyusun peta jalan ekspor jamu secara sistematis. Dalam audiensi, PPJAI menyampaikan lima agenda strategis, memaparkan perkembangan organisasi sebagai wadah konsolidasi pelaku jamu alami, meminta pendampingan teknis BPOM untuk pengembangan OHT, mendorong Banyumas Raya sebagai pusat hilirisasi susu kambing, meminta asistensi perizinan FDA, dan mengundang Kepala BPOM dalam Musyawarah Nasional PPJAI mendatang. Heri Susanto, Ketua Umum PPJAI, menegaskan, agenda ekspor jamu ke Amerika Serikat kami susun secara bertahap dan berbasis pengalaman langsung di pasar tujuan. Setelah memahami mekanisme distribusi melalui Fulfillment by Amazon serta koordinasi dengan KBRI Washington, fokus berikutnya adalah memastikan seluruh produk memenuhi ketentuan FDA. Upaya ini ditempuh dengan meningkatkan level obat bahan alam menuju obat herbal terstandar agar memiliki nilai tambah dan daya saing global.“ Sementara, Mukit Hendrayatno, Ketua Pembina PPJAI, menambahkan sejumlah anggota PPJAI telah berada pada level produksi yang memadai dengan penerapan standar Good Manufacturing Practice. "Dukungan dan pendampingan BPOM akan mempercepat proses sertifikasi, meminimalkan hambatan regulasi, dan memastikan rencana ekspor perdana ke Amerika Serikat dapat segera terwujud," ulasnya. Dukungan BPOM menandai titik balik strategis bagi jamu Indonesia. Dari produk tradisional berbasis kearifan lokal, jamu kini bergerak menuju produk kesehatan berstandar ilmiah dan regulasi internasional. Sinergi antara regulator dan pelaku usaha menegaskan kehadiran negara sebagai penggerak industri, membuka jalan jamu menembus pasar global, dan menjadikannya komoditas strategis bangsa yang kompetitif, terpercaya, dan membanggakan di panggung dunia.

Bupati dan Polres Kepulauan Meranti Gercep Evakuasi Dump Truk Sampah Kena Jebakan Batman  Riau
Riau
Sabtu, 13 Desember 2025 | 14:47 WIB

Bupati dan Polres Kepulauan Meranti Gercep Evakuasi Dump Truk Sampah Kena Jebakan Batman 

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti dan Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar gerak cepat (Gercep) tangani, sekaligus evakuasi dump truk pengangkut sampah kena 'jebakan batman' disebabkan amblasnya gorong-gorong di kawasan simpang tiga Jalan Utama Alahair, Sabtu (13/12) pagi. "Satu unit dump truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Meranti pelat BM 8032 X sedang melaksanakan kegiatan operasional rutin, yakni mengangkut sampah masyarakat menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebing Tinggi Barat," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kabag Ops, Kompol Syahrizal. "Saat dump truk melintas gorong-gorong di kawasan Simpang tiga Jalan Utama Alahair, secara tiba-tiba terjadi amblas pada struktur gorong-gorong sehingga mengakibatkan ban roda belakang sebelah kiri dump truk terperosok ke dalam lubang, sebabkan kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan, dan menghambat arus lalu lintas di lokasi tersebut," cerita Kompol Syahrizal. Menindaklanjuti kejadian tersebut, ulas Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, petugas Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan upaya penanganan dan evakuasi dengan mendatangkan 2 unit truk bantuan, serta 1 unit truk dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) guna membantu proses penarikan dan pengamanan dump truk yang terperosok. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan pengguna jalan. "Ketika proses penanganan dan evakuasi, personel Polres Kepulauan Meranti turut hadir di lokasi kejadian untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas dan mengurai kemacetan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut. Selain itu, personel Polres Kepulauan Meranti juga membantu proses pengamanan lokasi dan mendukung kelancaran evakuasi hingga dump truk berhasil dievakuasi dari titik amblas," jelasnya. Sementara, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan sekitar pukul 10.00 WIB, truk pengangkut sampah berhasil dievakuasi dengan aman, sehingga situasi di lokasi kejadian kembali kondusif dan arus lalu lintas berjalan normal. "Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, gorong-gorong di kawasan Simpang 3 Jalan Utama Alahair diketahui telah mengalami keretakan beberapa hari sebelum kejadian, tetapi belum dilakukan perbaikan secara menyeluruh, sehingga saat dilalui kendaraan bermuatan berat, struktur gorong-gorong tidak mampu menahan beban dan akhirnya mengalami amblas," kata Orang Nomor Satu di Kepulauan Meranti. Menurut H Asmar, kejadian amblasnya gorong-gorong di kawasan Simpang 3 Jalan Utama Alahair dipicu kondisi fisik struktur gorong-gorong yang telah mengalami keretakan sebelumnya, sehingga daya dukung konstruksi tidak lagi optimal dalam menahan beban kendaraan, khususnya kendaraan bermuatan berat seperti dump truk pengangkut sampah. "Amblasnya gorong-gorong tersebut di akibatkan air pasang yang tinggi sehingga struktur bangunan menjadi keropos dan mengakibatkan amblas serta Insiden tersebut, berdampak langsung terhadap terganggunya arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian, mengingat Simpang 3 Jalan Utama Alahair merupakan jalur utama aktivitas masyarakat, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan serta risiko kecelakaan lanjutan apabila tidak segera dilakukan penanganan," jelas H Asmar. Ia mengatakan respons cepat dari Dinas Lingkungan Hidup dengan melibatkan instansi terkait serta dukungan pengamanan dan pengaturan lalu lintas oleh Polres Kepulauan Meranti menunjukkan koordinasi lintas sektor yang cukup baik, sehingga proses evakuasi dapat berjalan aman dan situasi dapat segera kembali kondusif. "Kejadian ini mengindikasikan masih perlunya peningkatan sistem pemantauan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan gorong-gorong secara berkala, khususnya pada titik-titik rawan, guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu pelayanan publik," tandasnya.

BPBD dan Dinkes Kabupaten Kepulauan Meranti Gercep Serahkan Bantuan Masker dan Handsanitizer Riau
Riau
Senin, 22 September 2025 | 08:55 WIB

BPBD dan Dinkes Kabupaten Kepulauan Meranti Gercep Serahkan Bantuan Masker dan Handsanitizer

memakai masker bila sakit, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala mirip cacar monyet, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam kulit. “Penyakit ini bisa dicegah dengan disiplin menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hindari kontak langsung dengan orang sakit maupun barang-barang yang sudah terkontaminasi. Masyarakat tidak perlu cemas berlebihan, tetap harus waspada. Mari bersama-sama menjaga kesehatan demi keselamatan bersama,” ucapnya. Langkah cepat ini menjadi wujud sinergi pemerintah daerah memberikan rasa aman kepada masyarakat. Di tengah kabar duka, kehadiran BPBD dan Dinkes memberikan sedikit ketenangan pencegahan sedang dilakukan, dan perlindungan untuk para santri maupun warga sekitar menjadi prioritas. Menurutnya, kedua kasus tersebut menunjukkan gejala yang sesuai dengan definisi suspek MPOX berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan RI. Dari dua kasus itu, satu pasien yang sempat menjalani perawatan di UPT RSUD Meranti meninggal dunia pada 20 September 2025, setelah empat hari dirawat. Sementara satu pasien lainnya saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah, setelah sebelumnya tiga hari dirawat di RSUD, dan masih dalam pemantauan tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas. “Saat ini kedua sampel kasus suspek MPOX sedang proses pemeriksaan laboratorium. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait,” beber Ade Suhartian.

Gercep, Polres Kepulauan Meranti Cegah Rabies Monitoring Peredaran Daging Anjing di Pasar Riau
Riau
Minggu, 14 September 2025 | 08:00 WIB

Gercep, Polres Kepulauan Meranti Cegah Rabies Monitoring Peredaran Daging Anjing di Pasar

kesehatan publik serta mencegah munculnya praktik ilegal yang membahayakan warga,” kata Ujang, salah seorang warga. Dengan kegiatan ini, Polres Kepulauan Meranti menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat, sekaligus memastikan wilayah Kepulauan Meranti tetap bebas dari praktik perdagangan daging anjing.

Tahu Kelen We! Gercep Bupati Inhu, Dua Ruas Jalan Dirigid Riau
Riau
Sabtu, 24 Mei 2025 | 18:33 WIB

Tahu Kelen We! Gercep Bupati Inhu, Dua Ruas Jalan Dirigid

Indragiri Hulu, katakabar.com - Tekad Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto bersama Gubernur Riau, Abdul Wahid terhadap perbaikan jalan yang ada di Indragiri Hulu tidak omon-omon politik. Soalnya, tahun ini bakal ada dua ruas jalan yang dibangun dengan pengerjaan rigid beton. Kabar gembira mengenai pembangunan itu beredar kencang diterima beberapa kalangan wartawan, Sabtu (24/5). Di mana titik pekerjaan jalan beton tersebut di Jalan Lintas Selatan atau Jalinsel, Kecamatan Batang Cinaku, dan Jalan Lintas Tengah Air Molek-Cerenti. “Insya Allah tahun ini progresnya, sesuai rencana Jalinsel dibangun sepanjang 1 kilometer, sedangkan Jalinteng Air Molek - Cerenti diperkirakan sepanjang 3,5 kilometer dibangun rigid beton,” terang Ade Agus Hartanto. Disampaikannya, persoalan jalan sudah lama dibahas bersama Gubernur Riau. Ini tidak terlepas komitmen kami berdua untuk membangun infrastruktur yang ada di Indragiri Hulu sesuai janji kempanye tempo lalu.