BRICS 2026: Perkuat Suara Global South dari New Delhi Internasional
Internasional
14 jam yang lalu

BRICS 2026: Perkuat Suara Global South dari New Delhi

New Delhi, katakabar.com - Negara-negara BRICS perkuat komitmen untuk membangun kerja sama yang lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke 18 di New Delhi, India. Pertemuan yang berlangsung dari 12 hingga 13 September 2026 tersebut menghasilkan Deklarasi New Delhi, yang menjadi arah bersama negara-negara BRICS dalam memperkuat kerja sama politik dan keamanan, ekonomi dan keuangan, serta hubungan antar masyarakat. KTT tahun ini digelar di bawah kepemimpinan India usung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.” Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto turut hadir dalam KTT tersebut sebagai salah satu pemimpin negara anggota BRICS. Di pertemuan itu, Prabowo menekankan kekuatan kolektif BRICS dapat digunakan untuk perkuat ketahanan global sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara-negara berkembang. “BRICS mewakili setengah dari seluruh umat manusia dan bagian yang besar dari perekonomian global serta perdagangan global. BRICS menyatukan pasar-pasar terbesar di dunia dan para produsen energi utama. Hal ini memberikan kita kekuatan kolektif yang sangat besar,” jelas Prabowo. BRICS dan Perubahan Tatanan Global BRICS telah berkembang jauh dari kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan China. Setelah Afrika Selatan bergabung, kelompok tersebut kemudian mengalami ekspansi dan kini mencakup negara-negara seperti Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Perluasan tersebut membuat BRICS memiliki cakupan kepentingan yang semakin beragam. Forum ini tidak lagi hanya berbicara mengenai perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyentuh isu teknologi, energi, pangan, perubahan iklim, pendidikan, kesehatan, hingga reformasi tata kelola global. Deklarasi New Delhi menegaskan kembali komitmen BRICS terhadap multilateralisme dan sistem internasional yang lebih representatif. Negara-negara anggota juga menyerukan partisipasi yang lebih bermakna bagi negara-negara berkembang dan emerging markets dalam proses pengambilan keputusan global. Global South Harus Ikut Membentuk Aturan Sebagai Ketua BRICS 2026, India mendorong agar BRICS menjadi salah satu wadah untuk memperkuat suara negara-negara berkembang. Dalam sesi KTT mengenai tata kelola global dan penguatan multilateralisme, Perdana Menteri India Narendra Modi menyoroti ketimpangan antara besarnya dampak yang dirasakan Global South dan keterwakilannya dalam pengambilan keputusan dunia. “Global South berada di barisan terdepan dalam menghadapi krisis global, tetapi berada di barisan belakang dalam pengambilan keputusan,” ucap Modi. Modi menyerukan agar negara-negara Global South tidak hanya menjadi rule-taker, tetapi berkembang menjadi rule-shaper dalam tata kelola global. BRICS, menurutnya, dapat menjadi platform untuk memperkuat kapasitas negara-negara berkembang. Pandangan tersebut sejalan dengan Deklarasi New Delhi yang menekankan pentingnya memperluas partisipasi dan representasi negara-negara berkembang dalam institusi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ekonomi dan Ketahanan Menjadi Fondasi Deklarasi New Delhi menekankan pentingnya rantai pasok yang lebih tangguh serta peningkatan kapasitas produksi negara berkembang agar dapat masuk ke segmen manufaktur dan produksi bernilai tambah lebih tinggi. Kerja sama tersebut juga mencakup transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri, fasilitasi perdagangan, dan investasi. BRICS juga melanjutkan pembahasan mengenai sistem pembayaran lintas batas dan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan serta investasi antaranggota, dengan tetap mempertimbangkan prioritas nasional masing-masing negara. Prabowo menilai kekuatan kolektif BRICS dapat menjadi modal untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi serta menciptakan peluang pembangunan bagi negara-negara berkembang. Dari Teknologi hingga Riset BRICS juga memberikan perhatian besar terhadap perkembangan sains, teknologi, dan inovasi. Deklarasi New Delhi menempatkan kerjasama Science, Technology and Innovation (STI) sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Negara-negara anggota mendukung kerja kelompok-kelompok kerja STI serta pengembangan BRICS Science and Research Repository sebagai platform berbagi pengetahuan dan hasil penelitian. Melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia menawarkan pemanfaatan infrastruktur dan fasilitas riset unggulan kepada periset, perguruan tinggi, industri, dan peneliti dari negara-negara anggota BRICS. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat mobilitas peneliti dan mendorong lahirnya kolaborasi riset yang lebih konkret. Pendidikan Menjadi Investasi Jangka Panjang Selain ekonomi dan teknologi, pendidikan menjadi bagian penting dari upaya BRICS membangun sumber daya manusia. Deklarasi New Delhi mendorong peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, program pertukaran dan beasiswa pada tingkat sarjana maupun pascasarjana, termasuk dalam bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM). BRICS Network University menjadi salah satu mekanisme yang didukung untuk memperkuat kerjasama akademik dan penelitian antarnegara. Jaringan tersebut mendorong program bersama, mobilitas akademik, serta pertukaran pengetahuan lintas disiplin. Menariknya, agenda pendidikan BRICS juga mencakup tahap paling awal dalam perkembangan manusia. Deklarasi mendorong pertukaran praktik terbaik dalam Early Childhood Care and Education (ECCE) serta Foundational Literacy and Numeracy (FLN). Penggunaan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam pendidikan juga didorong dengan prinsip aman, etis, dan berpusat pada manusia. Indonesia Memperkuat Posisi di BRICS Bagi Indonesia, KTT BRICS 2026 menjadi salah satu momentum penting setelah Indonesia bergabung sebagai anggota penuh. Kehadiran Presiden RI di New Delhi menunjukkan upaya Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam forum yang semakin berpengaruh terhadap pembahasan ekonomi dan tata kelola global. Pemerintah Indonesia menempatkan keanggotaan BRICS sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama multilateral dan membangun kemitraan strategis dengan negara-negara berkembang. Indonesia memiliki kepentingan untuk memastikan keanggotaannya menghasilkan kerja sama konkret, mulai dari perdagangan dan investasi hingga pangan, energi, teknologi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan pasar yang luas dan sumber daya yang dimiliki negara-negara BRICS, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama ekonomi sekaligus membangun kapasitas nasional melalui pertukaran teknologi, pengetahuan, dan sumber daya manusia. Deklarasi New Delhi dan Tantangan ke Depan Deklarasi New Delhi menjadi salah satu hasil utama KTT BRICS 2026. Dokumen tersebut mencakup agenda yang luas, mulai dari reformasi tata kelola global dan kerja sama ekonomi hingga teknologi, pendidikan, perubahan iklim, kesehatan, dan hubungan antar masyarakat. Dengan anggota yang memiliki sistem politik, struktur ekonomi, serta kepentingan nasional yang berbeda, konsensus menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas kerja sama. Karena itu, keberhasilan BRICS tidak hanya akan diukur dari banyaknya deklarasi yang dihasilkan, tetapi dari sejauh mana kesepakatan tersebut dapat diterapkan melalui program, investasi, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama lintas negara. Dari Suara Menjadi Aksi Dua dekade setelah pembentukannya, BRICS kini memasuki fase yang berbeda. Ekspansi keanggotaan telah memperluas cakupan kelompok tersebut, sementara agenda kerja sama semakin masuk ke berbagai aspek yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. India, melalui kepemimpinannya pada 2026, mendorong BRICS untuk memperkuat ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan. Indonesia, sebagai anggota penuh, memiliki kesempatan untuk ikut membentuk agenda tersebut sekaligus memastikan kepentingan negara berkembang tetap mendapat tempat dalam pembahasan global. Bagi negara-negara Global South, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa peningkatan suara juga diikuti dengan peningkatan pengaruh. Prabowo melihat kekuatan tersebut sebagai sesuatu yang harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. “Ketahanan kita harus memberikan manfaat bagi rakyat kita dan untuk memberikan manfaat bagi rakyat kita, kita harus mampu mengubah kerentanan kita menjadi peluang. Kelemahan kita menjadi kekuatan,”sebut Prabowo dalam KTT BRICS. Menurut Prabowo, BRICS memiliki kesempatan untuk menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar yang dimiliki negara-negara anggotanya untuk menghasilkan perubahan yang nyata bagi dunia. Pandangan tersebut bertemu dengan pesan yang disampaikan Modi dalam menutup sesi mengenai tata kelola global. Bagi India, masa depan BRICS bukan sekadar tentang seberapa besar suara yang dimiliki kelompok tersebut, tetapi bagaimana suara itu diterjemahkan menjadi pengaruh dan kemitraan yang lebih setara. “Jika masa depan kita adalah milik bersama, maka hak untuk membentuk masa depan itu pun harus menjadi milik bersama. From voice to impact. From privilege to partnership," tegas Presiden RI ke 8. Pesan tersebut menjadi salah satu gagasan utama India dalam kepemimpinan BRICS 2026: mengubah suara menjadi dampak dan privilese menjadi kemitraan.

Di Tengah Tren Emas Global, Bittime Perkenalkan Investasi Kripto Berbasis Emas Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 08 September 2026 | 08:30 WIB

Di Tengah Tren Emas Global, Bittime Perkenalkan Investasi Kripto Berbasis Emas

Jakarta, katakabar.com - Emas kembali menjadi salah satu aset yang banyak diperhatikan di pasar global sepanjang 2026. Laporan Gold Demand Trends Q2 2026 dari World Gold Council mencatat permintaan emas pada paruh pertama tahun ini mencapai 2.522 ton dengan nilai rekor US$380 miliar. Di tengah tren tersebut, teknologi blockchain juga menghadirkan aset kripto yang memberikan eksposur terhadap harga emas, salah satunya Tether Gold ($XAUT). Sebagai aset kripto berbasis blockchain yang nilainya merujuk pada emas fisik, $XAUT memiliki karakteristik yang berbeda dari kepemilikan emas fisik.  Sejalan dengan perkembangan tersebut, Bittime menghadirkan program Bonus $XAUT hingga Rp1.500.000 untuk Investasi Pertama di Bittime yang berlangsung pada 1 hingga 30 September 2026. Melalui program ini, pengguna dapat memulai investasi dari Rp10.000 sekaligus mengenal $XAUT sebagai salah satu pilihan aset kripto dengan eksposur terhadap emas.  “Investasi pertama sering kali menjadi langkah yang sulit karena banyak orang merasa harus menunggu sampai memiliki modal besar atau pengetahuan yang sempurna. Melalui campaign ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai mengambil langkah pertama dan mengenal berbagai pilihan aset yang tersedia untuk membangun portofolio,” ujar Ryan Lymn, COO Bittime. Melalui program tersebut, pengguna baru yang melakukan transaksi pertama di Bittime dengan nilai di atas Rp250.000 dapat memperoleh bonus $XAUT senilai Rp25.000. Selain itu, pengguna dapat memperoleh bonus tambahan berdasarkan total volume trading yang dicapai dalam periode akumulasi, mulai dari Rp50.000 hingga Rp1 juta dalam bentuk $XAUT. Dengan demikian, total bonus yang tersedia dapat mencapai Rp1,5 juta. Program ini terdiri dari lima kategori, yakni Entry, Bronze, Silver, Gold, dan Black, yang ditentukan berdasarkan total volume trading selama 14 hari setelah transaksi pertama. Setelah periode tersebut, pengguna yang memenuhi ketentuan juga perlu mempertahankan aset kripto yang dibeli selama tujuh hari. Kehadiran $XAUT dalam program ini menambah pilihan aset yang dapat diakses melalui ekosistem aset kripto. Sebagai aset kripto yang nilainya merujuk pada emas fisik, $XAUT memiliki karakteristik yang berbeda dari kepemilikan emas fisik. Karena itu, pengguna perlu memahami karakteristik dan risiko aset sebelum melakukan transaksi. Pergerakan harga $XAUT juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang memengaruhi pasar emas, seperti suku bunga, nilai dolar AS, inflasi, dan kondisi geopolitik. Di tengah dinamika pasar, pemahaman terhadap setiap aset dan diversifikasi tetap menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan investasi. “Setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, kami mendorong pengguna untuk terus meningkatkan pemahaman sebelum berinvestasi dan menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan serta profil risikonya,” tambah Ryan. Informasi lengkap mengenai program Bonus $XAUT hingga Rp1.500.000 untuk Investasi Pertama di Bittime, termasuk mekanisme dan syarat serta ketentuannya, dapat dilihat melalui halaman resmi program Bittime.

Dorong Promosi Global, Kebun Rancabali PTPN I Jadi Sorotan Media Amerika Serikat Nusantara
Nusantara
Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Dorong Promosi Global, Kebun Rancabali PTPN I Jadi Sorotan Media Amerika Serikat

Bandung, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 2 kembali mendapat perhatian internasional melalui peliputan khusus oleh media asal Amerika Serikat, Lost In Space Media. Kebun Rancabali di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi lokasi pengambilan gambar untuk proyek dokumenter bertajuk The Tea Trail yang mengangkat perjalanan teh Indonesia dari perkebunan hingga menjadi sajian yang dikenal di berbagai belahan dunia. Peliputan dilakukan langsung oleh pendiri Lost In Space Media, Connor Space, bersama timnya. Mereka mendokumentasikan berbagai aktivitas di Kebun Rancabali, mulai dari proses pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, hingga kisah para pekerja yang menjaga tradisi pengelolaan teh secara turun-temurun. Connor Space mengatakan, Kebun Rancabali dipilih karena memiliki kombinasi nilai yang kuat, mulai dari lanskap alam yang indah, kualitas teh yang dihasilkan, hingga sejarah panjang perjalanan komoditas teh di Indonesia. “Rancabali memiliki cerita yang sangat istimewa. Tempat ini bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, tetapi juga menghasilkan teh dengan kualitas yang baik dan memiliki hubungan erat dengan sejarah masuk serta berkembangnya teh di Indonesia. Kami ingin membawa cerita ini kepada masyarakat dunia bahwa di balik secangkir teh terdapat perjalanan panjang manusia, alam, dan budaya,” ujar Connor Space. Menurutnya, The Tea Trail merupakan perjalanan untuk memahami bagaimana teh menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Dokumenter tersebut ingin menggambarkan bahwa sebuah produk yang terlihat sederhana memiliki nilai sejarah, keterampilan, dan pengetahuan yang diwariskan lintas generasi. “Kami melihat teh bukan hanya sebagai minuman, tetapi sebagai bagian dari peradaban. Dari lapangan pemetikan hingga proses pengolahan, ada cerita tentang dedikasi manusia, hubungan dengan lingkungan, dan tradisi yang mampu bertahan melewati perubahan zaman,” ucapnya. Dalam kunjungannya, tim Lost In Space Media juga mengeksplorasi kawasan wisata yang berada di lingkungan PTPN I Regional 2. Keindahan alam perkebunan Rancabali menjadi salah satu daya tarik yang memperlihatkan bahwa kawasan perkebunan memiliki fungsi lebih luas, tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ruang edukasi, konservasi, dan wisata berbasis alam. Connor Space menjelaskan, Lost In Space Media hadir untuk menggali kembali nilai-nilai dari tempat dan praktik yang telah bertahan selama berabad-abad. Di tengah perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan otomatisasi, pihaknya melihat masih banyak pelajaran berharga dari kearifan manusia dan tradisi yang terus dijaga. “Kami percaya masa depan tidak harus meninggalkan masa lalu. Justru dari warisan dan praktik yang telah bertahan lama, kita dapat menemukan inspirasi mengenai keberlanjutan, ketangguhan, dan keseimbangan hidup,” tambahnya. Lost In Space Media merupakan kolektif para petualang dan penutur cerita yang mengangkat berbagai kisah dunia melalui film, fotografi, tulisan, dan percakapan. Karya-karya mereka berfokus pada pertemuan antara tradisi dan teknologi, keahlian manusia dan inovasi, serta warisan budaya dengan masa depan. Bagi PTPN I, peliputan internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi perkebunan Indonesia kepada dunia. Kebun Rancabali tidak hanya menjadi penghasil teh berkualitas, tetapi juga merepresentasikan sejarah panjang perkebunan nasional yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. PTPN I terus mendorong transformasi perkebunan melalui peningkatan produktivitas, penguatan keberlanjutan, serta pengembangan potensi kawasan agroindustri dan agrowisata. Dengan pendekatan tersebut, perkebunan Indonesia diharapkan mampu terus menghadirkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi komoditas nasional di tingkat global.

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education Nasional
Nasional
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Terima Kunjungan Duke Corporate Education

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), entitas dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menerima kunjungan delegasi Duke Corporate Education (Duke CE) dalam rangka company visit yang bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan kepemimpinan, inovasi, serta implementasi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) pada sektor perkebunan. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan transformasi yang tengah dilakukan PTPN Group melalui RPN, khususnya dalam pengembangan riset, inovasi, digitalisasi, dan praktik bisnis berkelanjutan yang mendukung daya saing industri perkebunan di tingkat global. Delegasi Duke CE disambut oleh jajaran manajemen PT RPN dan mengikuti berbagai sesi, mulai dari pemaparan profil perusahaan, demonstrasi teknologi digital seperti Chat OPA, e-Hara, dan NusaGIS, hingga diskusi interaktif mengenai tantangan dan peluang industri perkebunan masa depan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Unit Bogor Getas serta Kebun Percobaan Kopyor Ciomas untuk melihat secara langsung aktivitas riset dan inovasi yang dikembangkan RPN. SEVP Riset, Inovasi & Sustainability PT RPN, Dr. Misnawi, menegaskan industri perkebunan menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan dinamis seiring dengan pertumbuhan pasar global bisnis sektor perkebunan yang senantiasa berubah. “Perkebunan semakin berkembang dan semakin besar. Tantangan yang kita hadapi pun semakin besar. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Pertemuan antara Duke Corporate Education, PT RPN, dan PTPN Group merupakan kesempatan berharga untuk mempererat kerja sama dalam membangun industri perkebunan yang lebih maju, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga memperluas jejaring dan dampaknya di tingkat global,” kata Misnawi. Managing Director for Middle East & APAC Duke Corporate Education, Mr. Dennis Foo, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari PTPN Group dan PT RPN. “Terima kasih kepada PTPN Group dan seluruh panitia yang telah menerima kami hari ini. Berbagi wawasan mengenai ESG menjadi sangat penting karena keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kita membutuhkan ESG hari ini, besok, dan di masa depan sebagai fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Dennis. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan institusi pendidikan global. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mempercepat inovasi, dan mendorong transformasi sektor perkebunan menuju industri yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas sektor ini, PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri perkebunan Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem perkebunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026 Internasional
Internasional
Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:39 WIB

Holding PTPN Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026

Bali, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Karet, entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, bekerja sama dengan International Rubber Research and Development Board (IRRDB) gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026 pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 di Hotel Aryaduta, Kuta, Bali. Usung tema "Strengthening Economic Resilience and Value Addition in the Global Natural Rubber Supply Chain", seminar ini menjadi forum internasional yang mempertemukan para peneliti, pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas tantangan serta peluang dalam pengembangan industri karet alam global. Seminar ini dihadiri sejumlah tamu yang mewakili pemerintah, asosiasi industri, dan organisasi internasional, di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal IRRDB, Dr. Wan Abdul Rahaman, Direktur Hasil Hutan dan Industri Perkebunan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Direktur Sabah Rubber Industry Board (Malaysia), Ketua International Rubber Consortium (IRCo), Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO), dan Ketua Asosiasi Produsen Ban Indonesia (APBI). Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut semakin menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas negara dalam mendorong kemajuan industri karet alam yang berdaya saing dan berkelanjutan. Seminar dibuka dengan sambutan dari Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), Dr. Iman Yani Harahap, yang menyoroti berbagai tantangan global yang saat ini memengaruhi industri karet, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga meningkatnya biaya produksi. Dr. Iman Yani Harahap menyampaikan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak nyata terhadap pasar energi dunia, yang berujung pada kenaikan harga minyak serta meningkatnya biaya produksi di berbagai sektor. "Sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia, Indonesia menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya logistik, transportasi, serta harga pupuk yang semakin membebani sektor perkebunan karet. Melalui seminar ini, kami berharap lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan solusi praktis untuk menjawab tantangan sosial ekonomi yang terus berkembang dalam industri karet global," ujar Dr. Iman Yani Harahap. Seminar ini diikuti lebih dari 80 peserta yang berasal dari negara Jepang, Malaysia, Thailand, India, Singapura, Sri Lanka, Vietnam dan Indonesia. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk lembaga penelitian, perusahaan perkebunan dan industri karet, asosiasi petani, organisasi internasional, lembaga pembangunan, perguruan tinggi, serta instansi pemerintah dan perbankan. Kehadiran beragam institusi tersebut mencerminkan kuatnya sinergi kolaborasi lintas negara dan lintas sektor dalam mendukung pengembangan industri karet alam yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing. Selama tiga hari pelaksanaan seminar, peserta mengikuti pemaparan materi utama, sesi teknis, diskusi ilmiah, dan berbagi pengalaman yang menghadirkan para pakar dari negara-negara anggota IRRDB, organisasi internasional, akademisi, serta pelaku industri karet. Melalui penyelenggaraan seminar ini, IRRDB bersama PT Riset Perkebunan Nusantara berharap dapat memperkuat sinergi internasional dalam merumuskan strategi yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi, keberlanjutan, nilai tambah, serta daya saing industri karet alam di tingkat global.

Kenaikan Suku Bunga dan Geopolitik: Mengapa Indeks Global Jadi Pilihan Trader Saat Ini? Internasional
Internasional
Senin, 13 Juli 2026 | 10:00 WIB

Kenaikan Suku Bunga dan Geopolitik: Mengapa Indeks Global Jadi Pilihan Trader Saat Ini?

Jakarta, katakabar.com - Dinamika pasar keuangan internasional di pertengahan tahun ini terus bergerak dalam ritme yang sangat menantang bagi para pelaku pasar di seluruh dunia. Kombinasi antara penyesuaian kebijakan moneter oleh bank-bank sentral utama terkait tingkat suku bunga acuan dan pergeseran peta geopolitik global telah menciptakan lanskap ekonomi baru yang penuh dengan kejutan. Di tengah situasi yang fluktuatif ini, instrumen saham konvensional sering kali mengalami tekanan likuiditas yang membuat investor cenderung bersikap pasif. Sebaliknya, perhatian para pelaku pasar aktif kini justru semakin terpusat pada perdagangan produk indeks global karena karakteristiknya yang mampu memanfaatkan pergerakan harga yang agresif secara efisien. Efek Domino Kebijakan Moneter Terhadap Bursa Saham Dunia Perubahan nilai pada indeks saham terkemuka dunia seperti Hang Seng di Asia, DAX di Eropa, hingga Dow Jones di Amerika Serikat tidak pernah terjadi secara terpisah, melainkan selalu merefleksikan sentimen makroekonomi secara kolektif. Ketika bank sentral mengambil langkah hawkish untuk meredam inflasi, biaya pinjaman korporasi akan meningkat dan secara alami menekan proyeksi keuntungan perusahaan-perusahaan raksasa penyusun indeks tersebut. Sentimen ini langsung direspons oleh pasar dengan volume penjualan yang masif, memicu koreksi harga harian yang cukup tajam pada papan bursa efek internasional. Bagi mereka yang mengandalkan investasi tradisional yang hanya mengandalkan kenaikan harga, situasi penurunan ini tentu menjadi masa-masa yang sulit karena modal menjadi terkunci dalam waktu lama. Tetapi, di dalam ekosistem pasar berjangka, fenomena pelemahan harga ini justru dipandang sebagai peluang emas yang sangat likuid. Melalui sistem perdagangan dua arah, seorang trader memiliki fleksibilitas penuh untuk mengambil posisi jual (short sell) terlebih dahulu ketika analisis teknikal menunjukkan tanda-tabe jenuh beli yang kuat, sehingga potensi keuntungan tetap dapat diraih bahkan saat bursa saham dunia sedang bergerak memerah. Efisiensi Diversifikasi Otomatis di Tengah Volatilitas Pasar Kelebihan utama yang membuat perdagangan indeks saham internasional begitu diminati saat ini adalah adanya fitur diversifikasi risiko secara otomatis. Ketika Anda bertransaksi pada satu lembar saham perusahaan tertentu, portofolio Anda sangat rentan terhadap risiko internal perusahaan tersebut, seperti kegagalan manajemen atau laporan keuangan yang buruk. Tetapi, saat Anda memilih produk indeks, Anda sedang memperdagangkan kinerja rata-rata dari puluhan hingga ratusan perusahaan terbesar di suatu negara secara simultan. Hal ini membuat pergerakan harganya menjadi lebih stabil secara struktural dan lebih mudah dipetakan menggunakan analisis teknikal makro. Dinamika volatilitas pasar yang tinggi sepanjang minggu ini memastikan bahwa ruang pergerakan harga harian tetap lebar, menyediakan momentum yang sangat ideal bagi para pelaku aktivitas trading online jangka pendek. Kesuksesan dalam memanfaatkan momentum ini tentunya sangat bergantung pada kedisiplinan dalam menerapkan manajemen risiko, seperti penempatan pembatasan kerugian (stop loss) yang ketat sebelum rilis berita ekonomi penting. Selain itu, kecepatan eksekusi sistem dari platform yang digunakan juga memegang peranan vital agar posisi transaksi Anda tidak terjebak oleh pelebaran harga (slippage) yang merugikan di tengah laju pasar yang ekstrem cepat. Tangkap Peluang Pasar Keuangan Bersama KVB Futures Menavigasi strategi di tengah pergerakan indeks saham terkemuka dunia membutuhkan dukungan dari mitra broker yang memiliki komitmen tinggi terhadap stabilitas teknologi mutakhir dan transparansi eksekusi. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang andal dan terpercaya untuk menyediakan ekosistem perdagangan berjangka yang aman, transparan, serta sepenuhnya patuh terhadap regulasi hukum industri yang berlaku. Kami berkomitmen untuk memastikan setiap perintah masuk dan keluar pasar Anda diproses secara instan tanpa penundaan di segala kondisi pasar global. Seluruh fasilitas digital dan layanan profesional kami dirancang secara khusus untuk membantu para pelaku pasar mengelola portofolio mereka secara efisien dan terarah. Anda dapat mengeksplorasi berbagai spesifikasi produk komoditas, mata uang, dan indeks saham dunia kami untuk mendukung pertumbuhan portofolio finansial Anda secara konsisten. Untuk segera mengambil langkah strategis Anda dan mulai menguasai peluang pasar keuangan internasional sekarang juga, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.

Perkokoh Daya Saing Global, Tembakau Premium PTPN I Andalan Industri Cerutu Dunia Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:11 WIB

Perkokoh Daya Saing Global, Tembakau Premium PTPN I Andalan Industri Cerutu Dunia

Jakarta, katakabar.com -  Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus perkuat daya saing komoditas tembakau nasional melalui PTPN I (Persero). Berbekal pengalaman panjang dalam pengelolaan perkebunan tembakau premium, dua produk unggulan perusahaan, yakni Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli, semakin diminati pasar internasional sebagai bahan baku pembungkus (wrapper) cerutu premium. Karakter daun yang elastis, bertekstur halus, memiliki stabilitas pembakaran yang baik, warna premium, serta cita rasa dan aroma khas menjadi keunggulan yang menarik minat pembeli dari Eropa, Amerika Latin, dan berbagai kawasan lainnya. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan prospek pasar tembakau premium terus menunjukkan perkembangan positif. Dalam rapat gabungan di Jakarta, Kamis (25/6), ia menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan produksi melalui perluasan areal tanam sekaligus menjaga kualitas produk yang selama ini menjadi keunggulan utama PTPN I. “Kami yakin bisa mengembalikan kejayaan produk tembakau premium yang punya sejarah keemasan sejak lama. Optimisme kami lebih yakin karena progres permintaan pasar ekspor, terutama dari Eropa dan negara-negara makmur lainnya meningkat signifikan. Lebih dari itu, tembakau kita adalah produk eksklusif yang tak kenal krisis. Artinya, tingkat influence-nya sangat rendah,” kata Teddy. Menurut Teddy, Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli telah lama diakui secara global sebagai bahan baku pembungkus (wrapper) cerutu premium terbaik di dunia. Perkembangan transaksi ekspor kedua varietas tersebut dalam beberapa tahun terakhir semakin memperkuat reputasi Indonesia sebagai salah satu produsen tembakau premium dunia. "Tembakau premium kita memiliki karakteristik khas yang berbeda dengan produk Kuba maupun Amerika Latin. Keunggulan kami terletak pada tingkat elastisitas daun yang baik, struktur daun yang halus, kemampuan pembakaran yang stabil, serta warna yang menarik," ujarnya. Ia menambahkan, konsistensi kualitas tersebut menjadikan produk PTPN I sebagai pilihan utama industri cerutu premium dunia. Kinerja operasional komoditas tembakau PTPN I juga menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data perusahaan, volume produksi tembakau premium meningkat secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Produksi tercatat sebesar 748.638 kilogram pada 2021, kemudian mencapai 729.544 kilogram pada 2022, meningkat menjadi 932.837 kilogram pada 2023, naik lagi menjadi 974.489 kilogram pada 2024, dan tetap terjaga pada level 972.243 kilogram sepanjang 2025. Sejalan dengan pertumbuhan produksi, produktivitas lahan juga terus mengalami peningkatan. Produktivitas tercatat sebesar 1.238 kilogram per hektare pada 2021, 1.090 kilogram per hektare pada 2022, meningkat menjadi 1.372 kilogram per hektare pada 2023, mencapai 1.382 kilogram per hektare pada 2024, dan mencatatkan capaian tertinggi sebesar 1.397 kilogram per hektare pada 2025. Untuk menjawab meningkatnya permintaan pasar global, PTPN I melalui Divisi Komoditi Kopi dan Aneka Tanaman melakukan langkah strategis dengan memperluas areal tanam tembakau hingga 500 hektare pada musim tanam 2026. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keberlanjutan pasokan dalam memenuhi berbagai kontrak ekspor. Menurut Teddy, segmen cerutu premium tetap memiliki prospek yang menjanjikan meskipun industri tembakau global menghadapi berbagai regulasi yang semakin ketat. Permintaan terhadap produk premium terus tumbuh, terutama dari pasar luxury products, premium lifestyle, kolektor, hingga sektor high-end hospitality. Selain itu, meningkatnya tren produk berbasis asal-usul (origin-based products) semakin membuka peluang bagi Tembakau Besuki dan Deli untuk memperkuat posisinya di pasar internasional. Meski demikian, PTPN I tetap mewaspadai tantangan perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi produktivitas komoditas tembakau. Untuk menjaga konsistensi mutu, perusahaan menerapkan strategi mitigasi secara menyeluruh mulai dari penyesuaian kalender tanam, penguatan pemantauan kondisi cuaca secara real-time, penggunaan varietas yang adaptif, penerapan praktik budidaya berkelanjutan (sustainable farming), hingga penguatan sistem pengendalian mutu dan traceability sejak proses pembibitan hingga pascapanen.

Vritimes Jadi Media Partner Global Sustainable Development Congress 2026 Serba Serbi
Serba Serbi
Senin, 29 Juni 2026 | 13:05 WIB

Vritimes Jadi Media Partner Global Sustainable Development Congress 2026

Jakarta, katakabar.com - Vritimes turut mendukung pergelaran Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 sebagai media partner. Ajang berskala internasional ini berlangsung pada 22 hingga 25 Juni 2026 lalu di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Jakarta, dan menjadi ruang pertemuan global bagi para pemimpin lintas sektor untuk mendorong aksi nyata menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Usung tema “Collective Action for a Sustainable Future”, GSDC 2026 mempertemukan pemangku kepentingan dari dunia pendidikan tinggi, pemerintahan, bisnis, riset, organisasi masyarakat sipil, hingga sektor keuangan. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi, berbagi pengetahuan, serta merumuskan langkah konkret dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Selama empat hari pergelaran, GSDC 2026 menghadirkan rangkaian agenda yang mencakup sesi pleno, diskusi tingkat tinggi, lokakarya interaktif, hingga pertemuan jejaring antar pemangku kepentingan. Berbagai isu penting turut menjadi sorotan, mulai dari kota dan komunitas berkelanjutan, pendidikan, gender dan ketimpangan, lingkungan, ekonomi sirkular, dekarbonisasi, energi, hingga rantai pasok dan sumber daya. Kehadiran GSDC 2026 di Indonesia juga menegaskan posisi Jakarta dan kawasan sekitarnya sebagai salah satu pusat dialog global mengenai pembangunan berkelanjutan. Dengan melibatkan tokoh dari berbagai negara, lembaga internasional, institusi pendidikan, serta sektor industri, kongres ini memperkuat peran Indonesia dalam mendorong kolaborasi regional dan global untuk menjawab tantangan keberlanjutan. Sebagai media partner, Vritimes berperan dalam mendukung penyebaran informasi terkait GSDC 2026 kepada publik dan ekosistem media. Dukungan ini sejalan dengan komitmen Vritimes untuk membantu memperluas akses informasi, memperkuat visibilitas inisiatif berdampak, serta menjembatani komunikasi antara penyelenggara, media, dan masyarakat luas. “Partisipasi Vritimes sebagai media partner dalam Global Sustainable Development Congress 2026 bagian dari komitmen kami untuk mendukung penyebaran informasi yang relevan, kredibel, dan berdampak. Isu keberlanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dan media memiliki peran penting dalam memastikan gagasan serta aksi positif dapat menjangkau audiens yang lebih luas,” kata Ferry Bayu, Co-Founder Vritimes. Melalui keterlibatan ini, Vritimes berharap semakin banyak inisiatif keberlanjutan dari berbagai sektor dapat memperoleh perhatian publik dan membuka peluang kolaborasi baru. GSDC 2026 menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk tidak hanya membahas tantangan global, tetapi juga mendorong implementasi solusi yang dapat diterapkan secara nyata. Pergelaran Global Sustainable Development Congress 2026 menegaskan pentingnya kerja sama antara akademisi, pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan media dalam mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi, forum ini diharapkan dapat terus menghasilkan gagasan, kemitraan, dan aksi yang berkontribusi terhadap masa depan yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

B2B Tech Asia Expo 2026 Satukan Raksasa Teknologi Global Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi Teknologi
Teknologi
Kamis, 18 Juni 2026 | 15:06 WIB

B2B Tech Asia Expo 2026 Satukan Raksasa Teknologi Global Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Jakarta, katakabar.com - Lanskap bisnis modern regional tengah menghadapi titik balik krusial. Ketergantungan pada alur kerja manual yang lambat, pembengkakan biaya software overhead, serta munculnya silo data antar-departemen kini menjadi hambatan utama yang membatasi skala pertumbuhan perusahaan. Menjawab tantangan tersebut, B2B Tech Asia Expo 2026 resmi mengumumkan penyelenggaraan pergelaran pameran dan konferensi ekosistem perangkat lunak (software) serta kecerdasan buatan (AI) B2B paling komprehensif di Indonesia. Mengusung misi strategis untuk menjembatani visi eksekutif dengan implementasi teknologi yang terukur, B2B Tech Asia Expo 2026 akan berlangsung pada 1 hingga 2 Juli 2026 di AXA Tower - Kuningan City Ballroom, Jakarta. Acara ini diproyeksikan menarik lebih dari 3.000 profesional tingkat tinggi, jajaran direksi, C-Suites, IT Director, hingga pemilik bisnis dari berbagai sektor industri. Pameran tahun ini dirancang secara terstruktur lewat pembagian zona operasional khusus (Specialized Enterprise Zones) guna membantu para pelaku bisnis menemukan solusi teknologi spesifik demi mendongkrak ROI (Return on Investment) operasional mereka, antara lain: ERP dan Enterprise Solutions Zone: Menampilkan inovasi sistem tata kelola sumber daya korporasi, integrasi SAP, dan SuperApp kolaborasi modern untuk mengeliminasi duplikasi kerja, yang dipelopori oleh perusahaan global seperti SCSK Indonesia, Lark (Virtuenet by Prasetia), Rekadia, dan BEST Inc. Finance dan Core Banking Zone: Menyajikan arsitektur API keuangan dan infrastruktur pembayaran tanpa friksi untuk memotong biaya rekonsiliasi manual melalui raksasa fintech seperti Midtrans, M2P Fintech, dan IntiCorp. AI dan Process Automation Zone: Berfokus pada penuntasan kendala keterbatasan talenta teknis serta pengapusan human error lewat teknologi Robotic Process Automation (RPA) mutakhir dari IDSTAR. Cloud, Infrastructure dan Telecom Zone: Memperkuat fondasi runtime data enterprise dari risiko keterbatasan jaringan dan downtime sistem bersama titan teknologi global SoftBank Corp. dan Metrodata. HR, Sales dan Support Zones: Menyediakan perangkat otomatisasi kalkulasi kepatuhan pajak lokal (PPh 21/BPJS) serta sistem akselerasi kecepatan pipa penjualan (revenue velocity) lewat Gaji.id dan Salesmania. "B2B Tech Asia Expo 2026 bukan sekadar pameran teknologi biasa. Ini adalah sebuah ekosistem solusi tertutup di mana para pemimpin perusahaan dapat berinteraksi langsung dengan para arsitek teknologi global untuk merancang cetak biru digitalisasi yang adaptif," kata perwakilan Komite Penyelenggara B2B Tech Asia Expo 2026. "Kami fokus membawa teknologi yang mampu memotong jam administrasi yang tidak perlu, meminimalkan operational risk, dan secara nyata memberikan kontribusi positif terhadap bottom-line profit perusahaan," tambahnya. Selain pameran produk, B2B Tech Asia Expo 2026 juga akan menghadirkan panggung konferensi tingkat tinggi yang diisi oleh rangkaian seminar intensif dan panel diskusi dari para praktisi dan pionir digital terkemuka di Asia, termasuk sesi berbagi strategi dari SoftBank Corp, Zoho Indonesia, Qiscus, hingga transformasi digital berbasis kecerdasan buatan dari AI Domino's Pizza. Registrasi kunjungan untuk menghadiri B2B Tech Asia Expo 2026 telah resmi dibuka dan disediakan secara 100% Gratis (Complimentary All-Access Pass) bagi para profesional, pelaku industri, dan eksekutif bisnis melalui situs resmi. Mengingat kapasitas area ballroom yang dikelola secara ketat demi kenyamanan networking, para calon pengunjung diimbau untuk melakukan pendaftaran awal secara daring. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran, daftar lengkap eksibitor, dan jadwal konferensi, silakan mengunjungi situs resmi di www.b2btechasia.com.