Harga Emas Bersiap Melonjak? Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish Internasional
Internasional
Minggu, 26 Juli 2026 | 15:00 WIB

Harga Emas Bersiap Melonjak? Dupoin Futures Ungkap Sinyal Bullish

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diprediksi masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari Rabu (22/7) lalu. Dari analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang kenaikan masih cukup terbuka seiring munculnya sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan perubahan arah pasar ke fase bullish. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan bahwa tekanan beli mulai mengambil alih dominasi pasar setelah sebelumnya emas (XAUUSD) berada dalam tren penurunan. Selama harga tetap bertahan di atas area support utama, potensi kenaikan menuju level resistance berikutnya dinilai masih cukup besar. Dijelaskannya, dalam kajian teknikal yang disampaikan Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame Daily memperlihatkan perkembangan yang semakin konstruktif. Salah satu sinyal penting yang menjadi perhatian adalah terbentuknya pola Double Bottom, pola grafik yang sering dipandang sebagai indikasi berakhirnya tren bearish sekaligus membuka peluang terjadinya pembalikan arah menuju tren naik. Geraldo Kofit menuturkan kemunculan pola tersebut mencerminkan mulai menguatnya minat beli dari pelaku pasar setelah harga beberapa kali gagal mencetak level terendah baru. Kondisi tersebut memberikan optimisme bahwa momentum bullish berpotensi berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan mendatang. Tidak hanya itu, kata Geraldo, Dupoin Futures juga menyoroti keberhasilan emas (XAUUSD) menembus Moving Average (MA) 21, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dinamis. Penembusan level ini dinilai sebagai sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda, sementara pembeli semakin percaya diri untuk membawa harga bergerak lebih tinggi. Setelah berhasil dilewati, MA 21 kini diperkirakan berubah fungsi menjadi area support dinamis yang dapat menopang harga apabila terjadi koreksi dalam jangka pendek. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, prospek kenaikan dinilai masih tetap terjaga. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, level 4.060 menjadi area support penting yang perlu dipertahankan oleh emas (XAUUSD). Apabila harga tetap mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk menguji resistance pertama di kisaran 4.201 masih sangat terbuka. Selanjutnya, jika tekanan beli semakin kuat dan terjadi breakout yang didukung volume transaksi yang memadai, Dupoin Futures memperkirakan emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju target resistance berikutnya di level 4.329. Area tersebut menjadi target teknikal utama yang patut diperhatikan investor maupun trader dalam jangka pendek. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, juga melihat indikator Stochastic masih memberikan sinyal yang mendukung kelanjutan tren naik. Saat ini indikator tersebut bergerak menuju area overbought, menandakan bahwa momentum beli masih cukup dominan. Meskipun posisi overbought sering dikaitkan dengan peluang koreksi, hingga saat ini belum terdapat indikasi pelemahan yang kuat maupun sinyal pembalikan arah yang valid. Dengan demikian, Dupoin Futures menilai kekuatan buyer masih mampu menopang pergerakan emas (XAUUSD) selama tidak muncul sentimen negatif yang signifikan dari pasar global. Meski prospek bullish masih menjadi skenario utama, Dupoin Futures tetap mengingatkan bahwa potensi koreksi jangka pendek tidak dapat diabaikan. Ketika harga mendekati area resistance 4.201 hingga 4.329, peluang munculnya aksi ambil untung atau profit taking cenderung meningkat. Koreksi seperti ini bagian normal dari dinamika pasar dan tidak serta-merta mengubah tren utama yang sedang berkembang. Oleh karena itu, Dupoin Futures menyarankan pelaku pasar untuk tetap disiplin menerapkan manajemen risiko serta menunggu konfirmasi lanjutan sebelum membuka posisi baru. Dari sisi fundamental, kata Geraldo, Dupoin Futures menilai prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari tingginya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian ekonomi global, perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara, serta berbagai risiko geopolitik masih menjadi faktor yang mendorong investor mencari instrumen investasi yang relatif lebih aman. Dalam kondisi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu pilihan utama sebagai aset lindung nilai sehingga mampu menopang harga di tengah volatilitas pasar keuangan. Selain faktor safe haven, perhatian investor juga masih tertuju pada arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Menurut Dupoin Futures, apabila data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan atau tekanan inflasi mulai mereda, peluang bank sentral AS untuk mengambil kebijakan yang lebih akomodatif akan semakin besar. Skenario tersebut berpotensi melemahkan dolar AS sekaligus menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Kombinasi kedua faktor tersebut umumnya memberikan sentimen positif bagi harga emas (XAUUSD) karena menurunkan biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Jadi, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat masih berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar. Rilis indikator seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payroll (NFP), Gross Domestic Product (GDP), hingga keputusan suku bunga The Fed dapat memicu volatilitas yang cukup tinggi. Jika hasil data tersebut lebih kuat dari perkiraan pasar, dolar AS berpotensi kembali menguat dan memicu tekanan terhadap emas (XAUUSD) melalui aksi profit taking. Sebaliknya, apabila data menunjukkan perlambatan ekonomi, peluang kenaikan harga emas diperkirakan akan semakin besar. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang prospek harga emas (XAUUSD) pada perdagangan hari ini masih mengarah ke sisi positif. Kombinasi terbentuknya pola Double Bottom, keberhasilan harga menembus MA 21, serta penguatan indikator Stochastic memberikan sinyal bahwa momentum bullish masih layak diperhitungkan. Selama emas (XAUUSD) mampu mempertahankan posisinya di atas level support 4.060, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance 4.201 hingga 4.329 dinilai masih terbuka. Meskipun demikian, Dupoin Futures mengimbau investor dan trader agar tetap mencermati perkembangan data ekonomi global serta dinamika kebijakan moneter Amerika Serikat karena faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga emas (XAUUSD) dalam jangka pendek maupun menengah.

Prediksi Harga Emas: Dupoin Futures Sebut Gold Berpeluang Rebound ke 4.081 Internasional
Internasional
Kamis, 23 Juli 2026 | 16:07 WIB

Prediksi Harga Emas: Dupoin Futures Sebut Gold Berpeluang Rebound ke 4.081

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diperkirakan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (20/7), setelah muncul sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan berakhirnya tekanan jual dalam jangka pendek. Analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai meski tren utama pada time frame yang lebih besar masih cenderung bearish, pergerakan harga di time frame satu jam mulai memperlihatkan indikasi pembalikan arah yang dapat membuka ruang kenaikan dalam beberapa sesi ke depan. Didukung oleh sentimen fundamental yang masih berpihak pada aset safe haven, Dupoin Futures melihat potensi Gold untuk menguji level resistance penting apabila momentum beli terus berlanjut. Menurutnya, salah satu sinyal yang menjadi perhatian utama adalah terbentuknya pola Double Bottom, yang selama ini dikenal sebagai pola pembalikan arah dari tren turun menuju tren naik. Pola tersebut muncul setelah harga gagal menembus area support kedua di kisaran 3.959, yang menunjukkan bahwa tekanan jual mulai kehilangan tenaga. Dalam pandangan Geraldo Kofit, kondisi ini menjadi indikasi awal bahwa buyer mulai kembali memasuki pasar dan berupaya mengubah arah pergerakan harga. Selain itu, Dupoin Futures juga mencermati kemunculan pola candlestick Bullish Engulfing setelah harga memantul dari area support. Pola tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan pembeli berhasil menguasai perdagangan setelah sebelumnya pasar didominasi oleh aksi jual. Menurut Geraldo Kofit, kombinasi antara Double Bottom dan Bullish Engulfing merupakan sinyal teknikal yang cukup kuat untuk mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan harga emas dalam jangka pendek. Setelah membentuk pola pembalikan tersebut, harga kemudian melakukan retest terhadap area support dan berhasil membentuk swing low baru di level 3.982. Dupoin Futures menilai keberhasilan mempertahankan level tersebut menjadi konfirmasi tambahan bahwa tekanan beli masih cukup solid. Selama harga tetap bergerak di atas area tersebut, struktur kenaikan diperkirakan masih akan terjaga sehingga peluang menuju level resistance berikutnya tetap terbuka. Dalam proyeksinya, Dupoin Futures memperkirakan target kenaikan pertama berada di area 4.049. Level ini menjadi resistance penting yang akan menentukan apakah momentum bullish mampu berlanjut. Apabila harga berhasil menembus resistance tersebut disertai volume transaksi yang meningkat, maka peluang penguatan diperkirakan semakin besar dengan target selanjutnya di area 4.081. Kedua level tersebut dipandang sebagai area krusial yang layak menjadi perhatian para pelaku pasar dalam menentukan strategi perdagangan. Dari sisi indikator teknikal, Dupoin Futures juga menyoroti pergerakan Stochastic Oscillator yang masih bergerak naik menuju area overbought. Meski indikator mulai memasuki zona jenuh beli, hingga kini belum terlihat adanya sinyal pelemahan ataupun divergensi yang mengindikasikan pembalikan arah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa momentum bullish masih cukup kuat dan masih mampu menopang kenaikan harga dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, Dupoin Futures menilai peluang penguatan masih lebih dominan selama tidak terjadi penembusan kembali di bawah area support utama. Selain analisis teknikal, Dupoin Futures melihat bahwa faktor fundamental juga memberikan dukungan terhadap prospek kenaikan harga emas. Ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi. Dalam situasi ketika investor menghadapi risiko perlambatan ekonomi maupun volatilitas pasar keuangan, emas umumnya menjadi salah satu instrumen investasi yang paling banyak dipilih untuk menjaga nilai aset. Sentimen positif lainnya datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dupoin Futures menilai bahwa eskalasi konflik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas tewasnya dua personel militernya telah memicu peningkatan minat investor terhadap instrumen lindung nilai. Kondisi tersebut memberikan tambahan dorongan bagi harga emas karena investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dinilai lebih aman. Di sisi lain, Dupoin Futures juga mencermati ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter bank sentral. Apabila Federal Reserve maupun bank sentral utama lainnya mulai memberikan sinyal kebijakan yang lebih akomodatif, tekanan terhadap imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat berpotensi meningkat, sementara penguatan dolar AS dapat menjadi lebih terbatas. Lingkungan seperti ini umumnya memberikan keuntungan bagi emas karena biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih rendah. Tetapi, Dupoin Futures mengingatkan bahwa investor tetap perlu mencermati berbagai rilis data ekonomi Amerika Serikat dalam waktu dekat. Data yang menunjukkan perlambatan ekonomi atau berada di bawah ekspektasi pasar berpotensi memperkuat peluang kenaikan harga emas karena meningkatkan spekulasi mengenai pelonggaran kebijakan moneter. Sebaliknya, apabila data ekonomi justru lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpotensi kembali menguat sehingga ruang kenaikan emas dapat menjadi lebih terbatas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang prospek harga emas pada perdagangan hari ini cenderung positif. Kombinasi sinyal teknikal berupa Double Bottom, Bullish Engulfing, pembentukan swing low, serta dukungan sentimen fundamental dari meningkatnya permintaan aset safe haven memberikan peluang bagi Gold untuk melanjutkan penguatan. Selama harga mampu bertahan di atas level 3.982, Dupoin Futures menilai target kenaikan menuju 4.049 hingga 4.081 masih realistis untuk dicapai. Namun, investor dan trader tetap disarankan menjaga disiplin manajemen risiko serta memantau perkembangan data ekonomi dan dinamika geopolitik yang dapat memicu perubahan sentimen pasar secara cepat.

Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873 Internasional
Internasional
Minggu, 19 Juli 2026 | 15:07 WIB

Dupoin Futures Ungkap Alasan Harga Emas Berpotensi Turun ke Area Support 3.873

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas pada perdagangan di pertengahan Juli 2026 diperkirakan masih berada dalam tekanan setelah berbagai indikator teknikal dan fundamental belum menunjukkan sinyal perubahan tren yang berarti. Menurut analisis terbaru Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai kecenderungan pelemahan masih menjadi skenario utama selama harga belum mampu menembus sejumlah level resistance penting. "Meski volatilitas pasar masih berpotensi meningkat akibat rilis data ekonomi Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik global, Dupoin Futures melihat peluang penurunan harga emas masih lebih besar dibandingkan potensi penguatan dalam jangka pendek," ujarnya. Kata Gelardo, pada grafik time frame Daily, struktur pergerakan emas masih memperlihatkan dominasi tren bearish. Harga hingga kini belum berhasil mencatatkan penutupan perdagangan di atas kisaran resistance 4.102 hingga 4.179, sehingga belum ada konfirmasi teknikal yang mengindikasikan perubahan arah menuju tren naik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan dari pihak penjual masih relatif kuat dan mampu membatasi setiap upaya pemulihan harga yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Ia menjelaskan kegagalan harga menembus area resistance tersebut membuat peluang pembalikan tren masih cukup terbatas. Oleh karena itu, setiap kenaikan yang terjadi dalam waktu dekat masih berpotensi bersifat sementara atau hanya menjadi bagian dari secondary trend, sebelum harga kembali melanjutkan tren penurunan yang menjadi arah utama pasar saat ini. Dupoin Futures menyoroti posisi harga yang masih bergerak di bawah Moving Average (MA) 21 dan Moving Average (MA) 34. Kedua indikator tersebut masih berfungsi sebagai dynamic resistance, yang terus menjadi penghalang bagi laju penguatan emas. Selama harga belum mampu bergerak dan bertahan di atas area tersebut, Dupoin Futures menilai struktur bearish masih tetap valid dan belum menunjukkan indikasi perubahan yang signifikan. Selain itu, indikator Stochastic Oscillator juga masih menggambarkan momentum pelemahan yang cukup kuat. Menurut pengamatan Dupoin Futures, indikator tersebut belum memperlihatkan sinyal bullish reversal yang dapat menjadi dasar perubahan tren. Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga emas dalam jangka pendek hingga menengah. Dengan mempertimbangkan berbagai sinyal teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support di level 3.981. Apabila tekanan jual semakin meningkat dan level tersebut berhasil ditembus, maka peluang penurunan menuju support berikutnya di kisaran 3.873 akan semakin terbuka. Area tersebut dipandang sebagai level penting yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar dalam menentukan strategi transaksi berikutnya. Di sisi fundamental, Dupoin Futures melihat prospek emas masih dibayangi oleh sentimen yang cenderung negatif. Salah satu faktor utama berasal dari penguatan dolar Amerika Serikat yang masih didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Kebijakan tersebut membuat aset berbasis dolar tetap menarik di mata investor dan secara bersamaan mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen investasi yang tidak memberikan imbal hasil. Masih menurut Dupoin Futures, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor lain yang memberikan tekanan terhadap harga emas. Ketika yield obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan tingkat pengembalian lebih kompetitif dibandingkan emas. Kondisi ini menyebabkan permintaan terhadap logam mulia berpotensi menurun sehingga ruang kenaikan harga menjadi semakin terbatas. Tetapi, Dupoin Futures mengingatkan bahwa dinamika pasar global tetap perlu dicermati karena dapat mengubah sentimen sewaktu-waktu. Rilis data inflasi Amerika Serikat, laporan ketenagakerjaan, perkembangan aktivitas ekonomi, hingga komentar dari pejabat Federal Reserve akan menjadi faktor penting yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS maupun harga emas. Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan atau bank sentral mulai memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih longgar, tekanan terhadap emas dapat berkurang dan membuka peluang terjadinya pemulihan harga. Selain faktor ekonomi, Dupoin Futures juga menilai bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik atau munculnya risiko baru terhadap perekonomian global masih dapat mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Namun, selama penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi tetap mendominasi sentimen pasar, potensi kenaikan emas diperkirakan masih akan terbatas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menegaskan bahwa prospek harga emas masih cenderung bearish. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area resistance 4.102–4.179, serta masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan Moving Average 34, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi pasar. Berdasarkan kombinasi analisis teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area support 3.981 hingga 3.873, meskipun pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi potensi volatilitas yang dipicu oleh perkembangan data ekonomi Amerika Serikat maupun dinamika geopolitik global.

Harga Emas Berpeluang Rebound, Dupoin Futures: Tren Bearish Masih Mendominasi Internasional
Internasional
Minggu, 19 Juli 2026 | 10:03 WIB

Harga Emas Berpeluang Rebound, Dupoin Futures: Tren Bearish Masih Mendominasi

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas pada perdagangan diperkirakan masih berada dalam bayang-bayang tren penurunan, meski terdapat peluang penguatan terbatas dalam jangka pendek. Analisis terbaru dari Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat tekanan jual masih menjadi arah utama pasar. Tetapi, munculnya respons beli di area support membuka peluang terjadinya technical rebound sebelum harga kembali menentukan arah pergerakan berikutnya. Lantaran itu, kata Gelardo, Dupoin Futures mengingatkan pelaku pasar agar tidak langsung menganggap kenaikan harga sebagai awal dari perubahan tren, melainkan sebagai fase koreksi yang masih perlu dikonfirmasi. Menurut analisis teknikal Dupoin Futures, harga emas pada time frame H4 masih bergerak dalam struktur primary trend bearish. Artinya, kecenderungan utama pasar masih mengarah pada pelemahan. Meski demikian, setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir, harga berhasil bertahan di area support minor di kisaran 3.982. Level tersebut memicu munculnya minat beli yang tercermin dari terbentuknya swing low pada time frame yang lebih kecil. Bagi Dupoin Futures, kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa buyer mulai memberikan perlawanan terhadap dominasi seller, meskipun belum cukup kuat untuk membalikkan arah tren secara keseluruhan. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan respons positif dari area support tersebut berpotensi mendorong harga memasuki fase secondary trend, yaitu penguatan sementara yang lazim terjadi di tengah tren turun. Fase ini umumnya dimanfaatkan pasar untuk melakukan penyesuaian harga setelah penurunan yang cukup tajam. Tetapi, Dupoin Futures menilai bahwa peluang kenaikan tersebut masih bersifat terbatas selama belum ada sinyal teknikal yang benar-benar mengonfirmasi perubahan tren menjadi bullish. Dalam proyeksinya, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpeluang menguji area resistance di kisaran 4.039 hingga 4.063 apabila support 3.982 tetap mampu menahan tekanan jual. Zona tersebut dipandang sebagai area krusial yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika harga kembali mengalami penolakan (rejection) di area resistance tersebut, maka peluang seller untuk melanjutkan tren bearish akan semakin besar. Sebaliknya, apabila harga mampu menembus resistance dengan dukungan volume transaksi yang kuat, maka potensi penguatan yang lebih luas dapat mulai terbentuk, meski tetap membutuhkan konfirmasi lanjutan. Dupoin Futures menegaskan secara teknikal struktur pasar belum menunjukkan perubahan signifikan. Dominasi tren turun masih tetap menjadi skenario utama karena harga belum membentuk pola yang mampu mengubah arah pergerakan dalam jangka menengah. Itu sebabnya, investor dan trader disarankan tetap disiplin dalam mengelola risiko, terutama ketika harga mendekati area resistance yang berpotensi memicu tekanan jual baru. Selain analisis teknikal, Dupoin Futures juga menilai bahwa faktor fundamental masih menjadi penyebab utama terbatasnya ruang kenaikan harga emas. Pasar saat ini masih dibayangi ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Bank sentral Amerika Serikat masih berupaya menjaga inflasi agar kembali ke target, sehingga suku bunga diperkirakan tetap berada di level tinggi untuk beberapa waktu ke depan. Kebijakan tersebut membuat aset berbasis dolar AS tetap menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Masih menurut Dupoin Futures, tingginya suku bunga dan kuatnya dolar AS menjadi kombinasi yang kurang menguntungkan bagi pasar emas. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga meningkatkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap sehingga sebagian investor memilih mengurangi eksposur terhadap logam mulia. Meski demikian, Dupoin Futures melihat peluang terjadinya buy on dip setelah harga emas mengalami penurunan cukup dalam hingga mendekati area support. Aksi beli pada harga rendah tersebut dapat memberikan dorongan bagi terjadinya technical rebound dalam jangka pendek.

Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Bearish, Dupoin Futures Proyeksikan Pelemahan Berlanjut Internasional
Internasional
Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:05 WIB

Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Bearish, Dupoin Futures Proyeksikan Pelemahan Berlanjut

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diprediksi masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan di pertengahan Juli 2026. Berdasarkan analisis terbaru Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tren penurunan masih menjadi skenario utama karena kombinasi faktor teknikal dan fundamental belum menunjukkan perubahan yang cukup kuat untuk mendorong pembalikan arah. "Selama tekanan jual tetap mendominasi pasar, Dupoin Futures memperkirakan ruang pelemahan harga emas masih terbuka menuju area support berikutnya," ujar Gerldo Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam struktur primary bearish trend. Arah pergerakan ini terlihat dari posisi harga yang belum mampu menembus Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang masih berfungsi sebagai dynamic resistance. Setiap kali harga mencoba naik mendekati area tersebut, tekanan jual kembali muncul sehingga membatasi ruang penguatan. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan kondisi tersebut mengindikasikan seller masih memegang kendali atas pasar. Oleh karena itu, setiap kenaikan harga yang terjadi saat ini lebih berpotensi menjadi secondary trend atau sekadar koreksi jangka pendek sebelum kembali melanjutkan tren turun yang lebih besar. Selama harga belum mampu bertahan di atas kedua garis moving average tersebut, peluang perubahan tren menuju bullish masih relatif kecil. "Selain tertahan oleh area resistance dinamis, struktur harga juga masih mendukung skenario pelemahan lanjutan. Menurut Dupoin Futures, belum adanya breakout yang valid di atas resistance menjadi sinyal bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan. Dengan kondisi tersebut, trader masih perlu mengutamakan kewaspadaan terhadap potensi lanjutan tekanan bearish dalam beberapa sesi perdagangan ke depan," jelasnya. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, area 4.018 menjadi level support terdekat yang berpotensi diuji dalam waktu dekat. Apabila tekanan jual terus meningkat dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diperkirakan dapat melanjutkan penurunan menuju target berikutnya di kisaran 3.972. Kedua area tersebut dinilai menjadi level teknikal penting yang patut diperhatikan karena berpotensi menjadi titik reaksi pasar apabila terjadi peningkatan aktivitas beli. Sinyal pelemahan juga diperkuat oleh indikator Stochastic yang masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Walaupun posisi oversold sering dikaitkan dengan peluang terjadinya rebound teknikal, Dupoin Futures menilai hingga saat ini belum terdapat konfirmasi pembalikan arah yang cukup kuat. Dengan demikian, momentum bearish masih dianggap lebih dominan dibandingkan peluang kenaikan dalam jangka pendek. Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat pergerakan emas masih dipengaruhi oleh kuatnya sentimen terhadap dolar Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi membuat dolar AS tetap menjadi pilihan utama bagi investor. Situasi tersebut memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya. Menurut Dupoin Futures, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan emas. Ketika yield meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang mampu memberikan return lebih menarik. Akibatnya, permintaan terhadap emas berpotensi menurun sehingga tekanan jual semakin besar. Tetapi, Dupoin Futures mengingatkan bahwa pasar tetap berpotensi mengalami perubahan apabila muncul sentimen baru dari Amerika Serikat. Data inflasi, laporan ketenagakerjaan, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan dolar AS dan harga emas dalam waktu dekat. Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan sehingga meningkatkan peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, tekanan terhadap emas dapat mulai mereda. Namun sebaliknya, apabila data ekonomi Amerika Serikat kembali menunjukkan hasil yang kuat dan memperkuat keyakinan pasar bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan lebih lama, maka penguatan dolar AS berpotensi berlanjut. Kondisi tersebut diperkirakan akan kembali membatasi ruang kenaikan emas sekaligus memperbesar peluang terjadinya pelemahan lanjutan. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu menembus Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai dynamic resistance, dominasi seller diperkirakan masih akan bertahan. Dengan dukungan sentimen fundamental berupa kuatnya dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 4.018 hingga 3.972, sambil menunggu katalis baru yang mampu mengubah arah pergerakan pasar.

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.165 Internasional
Internasional
Kamis, 16 Juli 2026 | 11:02 WIB

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.165

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diprediksi masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan di pekan kedua bulan Juli. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa momentum kenaikan masih cukup kuat karena didukung oleh kombinasi sinyal teknikal dan sentimen fundamental yang cenderung positif. Menurut Dupoin Futures, selama tekanan beli tetap bertahan dan belum muncul sentimen negatif yang signifikan, harga emas masih berpotensi melanjutkan reli menuju level resistance berikutnya. Dalam analisis teknikal yang dirilis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 masih menunjukkan struktur bullish yang sehat. Harga mampu bertahan di atas area Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang kembali berfungsi sebagai dynamic support. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk mengubah arah tren utama, sementara buyer masih mendominasi pergerakan pasar. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan setiap kali harga mengalami koreksi, area support tersebut mampu memicu munculnya kembali aksi beli dari pelaku pasar. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap emas masih relatif tinggi, sehingga peluang kenaikan dalam jangka pendek tetap terbuka. Dupoin Futures menilai kondisi tersebut sebagai salah satu sinyal bahwa tren bullish masih berada dalam jalur yang sehat. Selain itu, kata Geraldo, Dupoin Futures juga melihat adanya perubahan fungsi resistance menjadi support setelah harga berhasil menembus area penting pada perdagangan sebelumnya. Dalam analisis teknikal, perubahan struktur seperti ini umumnya menjadi konfirmasi bahwa tren naik masih berpotensi berlanjut. Selama harga tetap bertahan di atas area support baru tersebut, Dupoin Futures memperkirakan peluang kenaikan masih lebih besar dibandingkan risiko pelemahan. Selain itu, analisis Dupoin Futures juga menunjukkan bahwa pola higher low masih terus terbentuk pada grafik H1. Struktur tersebut mencerminkan bahwa setiap koreksi menghasilkan titik terendah yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Menurut Dupoin Futures, pola seperti ini biasanya menjadi salah satu ciri bahwa kekuatan buyer masih mendominasi dan tren naik belum kehilangan momentumnya. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, harga emas berpotensi menguji area resistance di level 4.136 dalam waktu dekat. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka peluang kenaikan diperkirakan akan berlanjut menuju target berikutnya di kisaran 4.165. Meski demikian, Dupoin Futures tetap mengingatkan pelaku pasar agar mewaspadai kemungkinan koreksi jangka pendek mengingat harga telah mengalami kenaikan yang cukup konsisten dalam beberapa sesi terakhir. Dari sisi indikator, Dupoin Futures juga mencermati pergerakan Stochastic yang masih mengarah naik menuju area overbought. Walaupun indikator tersebut telah memasuki zona jenuh beli, menurut Dupoin Futures belum terdapat sinyal pembalikan arah yang cukup kuat untuk mengindikasikan perubahan tren. Selama indikator tersebut masih bergerak sejalan dengan kenaikan harga, momentum bullish dinilai masih memiliki peluang untuk berlanjut. Selain faktor teknikal, Dupoin Futures menilai bahwa pergerakan harga emas juga mendapat dukungan dari kondisi fundamental global. Pelemahan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan daya tarik emas di pasar internasional. Ketika nilai dolar melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaan terhadap logam mulia cenderung meningkat. Lebih lanjut, Dupoin Futures melihat bahwa penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi katalis positif bagi harga emas. Ketika imbal hasil obligasi menurun, biaya peluang untuk memegang emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga menjadi lebih rendah. Situasi ini biasanya mendorong investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset safe haven seperti emas. Masih menurut Dupoin Futures, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih akomodatif juga menjadi sentimen yang perlu diperhatikan. Apabila bank sentral Amerika Serikat memberikan sinyal penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, tekanan terhadap dolar AS diperkirakan akan berkurang dan berpotensi memberikan ruang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan. Di sisi lain, Dupoin Futures juga menilai bahwa ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya risiko geopolitik masih menjadi faktor yang menjaga permintaan terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai. Dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian, investor umumnya cenderung mengalihkan sebagian asetnya ke emas sehingga mampu menopang pergerakan harga. Meski prospek jangka pendek masih terlihat positif, Dupoin Futures mengingatkan investor untuk tetap mencermati berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi, ketenagakerjaan, PMI, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve. Menurut Dupoin Futures, apabila data tersebut menunjukkan pelemahan ekonomi, peluang penurunan suku bunga akan semakin besar sehingga dapat memperkuat kenaikan harga emas. Sebaliknya, jika data ekonomi kembali menunjukkan hasil yang solid dan mendorong penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi, maka ruang kenaikan emas berpotensi menjadi lebih terbatas dan memicu koreksi sementara sebelum melanjutkan arah pergerakan berikutnya.

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168 Internasional
Internasional
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:05 WIB

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Kamis (2/7) lalu. Menurut hasil analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit, arah pergerakan Gold dalam jangka pendek masih didominasi sentimen positif setelah harga berhasil bertahan di atas area support penting. "Kondisi tersebut memperlihatkan minat beli mulai kembali meningkat sehingga peluang kenaikan masih cukup terbuka selama tidak terjadi perubahan sentimen yang signifikan di pasar, Geraldo. Kata Geraldo, pergerakan Gold pada grafik H1 menunjukkan struktur yang semakin mengarah ke tren bullish. Setelah sempat mengalami tekanan, harga berhasil mempertahankan posisi di atas level support 4.025. Area tersebut kini menjadi pijakan penting bagi pergerakan emas karena mampu menahan tekanan jual sekaligus memicu munculnya kembali aksi beli dari para pelaku pasar. "Keberhasilan harga bertahan di atas support tersebut menunjukkan pelaku pasar masih melihat level tersebut sebagai area yang menarik untuk melakukan akumulasi. Hal itu membuat tekanan beli perlahan mulai mendominasi, sehingga peluang terjadinya kenaikan lanjutan masih cukup besar dalam jangka pendek," ulasnya. Selain mampu bertahan di atas support, ucap Gelardo, struktur harga juga mulai membentuk pola higher low, yaitu titik terendah terbaru yang lebih tinggi dibandingkan titik terendah sebelumnya. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering menjadi salah satu sinyal bahwa tren naik mulai terbentuk karena buyer mampu mempertahankan harga di level yang semakin tinggi. Geraldo menilai pola tersebut menjadi indikasi bahwa momentum bullish masih cukup solid. Selama area support di level 4.025 tidak ditembus ke bawah, kecenderungan pergerakan emas masih mengarah pada penguatan. Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.115. Level tersebut menjadi titik penting yang akan menguji kekuatan momentum beli dalam waktu dekat. Jika harga mampu bergerak melewati resistance tersebut dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan diperkirakan akan semakin besar. Dalam skenario tersebut, target berikutnya berada di kisaran level 4.168. Area ini dipandang sebagai resistance lanjutan yang berpotensi menjadi sasaran berikutnya apabila sentimen positif di pasar tetap terjaga. Dari sisi indikator teknikal, peluang penguatan juga mendapat konfirmasi dari pergerakan Moving Average (MA) 21 dan MA 34. Kedua indikator tersebut kini mulai berfungsi sebagai dynamic support, berbeda dengan kondisi sebelumnya ketika masih menjadi area penahan kenaikan harga. Perubahan ini mencerminkan adanya pergeseran momentum dari dominasi seller menuju buyer. Sedang, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang cukup positif. Setelah sebelumnya berada di area oversold atau jenuh jual, indikator tersebut mulai bergerak naik dan membentuk pola bullish crossover. Sinyal ini umumnya menunjukkan bahwa tekanan beli mulai meningkat dan membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya. Selain faktor teknikal, arah pergerakan emas juga dipengaruhi oleh berbagai sentimen fundamental global. Salah satu faktor yang berpotensi menopang harga adalah meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven apabila ketidakpastian ekonomi dunia kembali meningkat. Risiko geopolitik, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, maupun meningkatnya volatilitas di pasar keuangan dapat mendorong investor mengalihkan sebagian asetnya ke instrumen yang dinilai lebih aman seperti emas. Dalam kondisi tersebut, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut meningkat dan memberikan dorongan positif terhadap harga. Di sisi lain, pelemahan dolar Amerika Serikat juga dapat menjadi katalis tambahan bagi penguatan emas. Ketika nilai dolar turun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung meningkat. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika pasar semakin yakin bahwa bank sentral Amerika Serikat akan mengambil kebijakan yang lebih longgar atau mulai membuka peluang penurunan suku bunga, maka tekanan terhadap dolar AS berpotensi berkurang. Kondisi tersebut biasanya diikuti oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield), yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen investasi. Meski demikian, pelaku pasar tetap disarankan mencermati rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi, data tenaga kerja, maupun aktivitas sektor manufaktur dan jasa. Data-data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas dalam jangka pendek. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan prospek harga emas hari ini masih cenderung positif. Selama harga mampu bertahan di atas support 4.025, peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 4.115 masih terbuka. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume yang kuat, maka kenaikan diperkirakan dapat berlanjut hingga area 4.168. Kombinasi sinyal teknikal yang semakin menguat dan dukungan faktor fundamental menjadikan skenario bullish sebagai proyeksi utama pergerakan Gold pada perdagangan saat ini.

Tekanan Bearish Belum Kelar, Harga Emas Diprediksi Bergerak Lebih Rendah Internasional
Internasional
Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:10 WIB

Tekanan Bearish Belum Kelar, Harga Emas Diprediksi Bergerak Lebih Rendah

Jakarta, katakabar.com - Harga emas diprediksi masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan di penghujung Juni 2026. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, arah pergerakan logam mulia masih cenderung bearish karena tekanan jual belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meskipun harga telah mencapai area support penting, peluang penurunan dinilai masih terbuka selama belum ada sinyal teknikal maupun sentimen fundamental yang mampu mengubah arah pasar. Geraldo menjelaskan pada grafik H4, emas masih bergerak dalam tren turun yang cukup kuat. Harga baru saja menyentuh area support di level 3.956, namun belum muncul konfirmasi yang menunjukkan bahwa level tersebut mampu menjadi titik balik bagi pergerakan harga. Pada kondisi seperti ini, pasar masih cenderung dikuasai oleh penjual sehingga potensi pelemahan lanjutan tetap menjadi skenario utama. Menurutnya, apabila tekanan jual masih berlanjut dan area support tersebut gagal menahan penurunan, harga emas berpotensi bergerak menuju target berikutnya di level 3.874. Area tersebut menjadi support penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar sebagai sasaran pelemahan selanjutnya apabila sentimen negatif masih mendominasi. Tetapi, harga yang telah berada di sekitar support utama juga berpotensi memicu koreksi naik dalam jangka pendek. Reaksi beli biasanya mulai muncul ketika harga dianggap cukup rendah sehingga menarik minat sebagian investor untuk kembali masuk ke pasar. Selain itu, aksi ambil untung dari pelaku pasar yang sebelumnya membuka posisi jual juga dapat memicu kenaikan sementara. Tetapi, koreksi tersebut diperkirakan hanya bersifat teknikal dan belum cukup kuat untuk mengubah tren utama yang masih menurun. Selama harga belum mampu menembus area resistance penting dan membentuk struktur kenaikan yang lebih solid, peluang penurunan masih dinilai lebih besar dibandingkan potensi penguatan. Dari sisi teknikal, indikator Moving Average juga masih menunjukkan sinyal yang mendukung tren bearish. Posisi harga yang masih berada di bawah garis Moving Average mengindikasikan bahwa momentum penurunan belum berakhir. Struktur grafik pun masih memperlihatkan dominasi seller sehingga peluang terjadinya pelemahan lanjutan tetap terbuka. Sementara, indikator Stochastic masih bergerak menuju area oversold atau jenuh jual. Kondisi tersebut memang sering dikaitkan dengan peluang terjadinya rebound, namun hingga saat ini belum terlihat adanya sinyal pembalikan arah yang valid. Dengan kata lain, meskipun pasar mulai memasuki area jenuh jual, tekanan bearish masih menjadi faktor yang lebih dominan dalam menentukan arah pergerakan harga emas. Selain analisis teknikal, faktor fundamental juga masih memberikan tekanan terhadap harga emas. Salah satu penyebab utamanya adalah penguatan dolar Amerika Serikat yang membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor global. Akibatnya, permintaan terhadap emas cenderung menurun karena sebagian pelaku pasar memilih instrumen investasi berbasis dolar yang dinilai lebih menarik. Tekanan juga datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Ketika yield obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang memberikan pendapatan tetap. Sebaliknya, emas sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga menjadi kurang diminati sehingga pergerakan harganya ikut tertekan. Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve juga masih menjadi perhatian utama. Selama data ekonomi Amerika Serikat, seperti inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis, tetap menunjukkan kondisi yang kuat, peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi masih cukup besar. Kebijakan tersebut berpotensi menjaga penguatan dolar AS sekaligus membatasi ruang kenaikan harga emas. Investor tetap perlu mencermati perkembangan kondisi global. Ketidakpastian geopolitik maupun perlambatan ekonomi dunia sewaktu-waktu dapat meningkatkan kembali permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Selain itu, aksi short covering dan profit taking juga berpotensi memicu kenaikan harga dalam jangka pendek setelah penurunan yang cukup tajam beberapa waktu terakhir. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas hari ini masih didominasi sentimen negatif. Dari sisi teknikal, tren turun masih menjadi skenario utama dengan target pelemahan menuju area 3.874 apabila support 3.956 berhasil ditembus. Sementara itu, dari sisi fundamental, kombinasi penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta ekspektasi suku bunga tinggi masih menjadi faktor yang membatasi peluang kenaikan emas. Walaupun potensi rebound jangka pendek tetap ada karena harga telah berada di area support, arah pergerakan emas secara umum masih cenderung melemah hingga muncul katalis baru yang mampu mengubah sentimen pasar.

Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli Internasional
Internasional
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:10 WIB

Safe Haven Kembali Diminati, Harga Emas Berpotensi Lanjut Reli

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan pada perdagangan awal pekan Juli 2026. Menurut analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan kondisi pasar mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah tekanan jual yang sempat mendominasi beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Dari sisi teknikal maupun fundamental, peluang kenaikan emas dinilai masih cukup terbuka selama tidak muncul sentimen baru yang mengubah arah pasar secara signifikan. Geraldo menjelaskan pada grafik H4, harga emas berhasil mempertahankan posisinya di atas area support penting yang terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Kemampuan harga bertahan di level tersebut menjadi tanda bahwa minat beli mulai kembali meningkat. Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa tekanan dari pihak penjual tidak lagi sebesar sebelumnya sehingga membuka peluang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi. Selain bertahan di area support, pergerakan harga juga membentuk pola swing low yang valid. Dalam analisis teknikal, pola tersebut sering kali menjadi sinyal awal bahwa tren naik mulai terbentuk setelah fase pelemahan. Munculnya pola ini menunjukkan bahwa pembeli mulai mengambil alih kendali pasar dan berusaha mempertahankan harga di atas level support yang ada. "Selama support tetap terjaga, peluang penguatan emas masih cukup besar. Struktur pergerakan harga saat ini masih mendukung skenario kenaikan dalam jangka pendek," kata Geraldo dari hasil analisisnya. Berdasarkan proyeksi teknikal, target kenaikan terdekat berada di area resistance 4.095. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume transaksi yang kuat, harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.144. Sementara, indikator Stochastic masih bergerak di area overbought atau jenuh beli. Walaupun kondisi tersebut biasanya menjadi tanda bahwa harga sudah naik cukup tinggi, hingga kini belum terlihat adanya sinyal yang menunjukkan pelemahan momentum maupun pembalikan arah. Selama tekanan beli masih mendominasi, pergerakan naik diperkirakan masih dapat berlanjut. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek ketika harga mendekati area resistance. Tidak menutup kemungkinan sebagian pelaku pasar akan melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan yang terjadi dalam beberapa sesi terakhir. Koreksi seperti ini umumnya bersifat sementara sebelum pasar kembali menentukan arah pergerakan berikutnya. Selain didukung oleh faktor teknikal, prospek kenaikan harga emas juga mendapat dorongan dari sejumlah sentimen fundamental. Salah satunya adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar keuangan. Perlambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, ketegangan geopolitik, serta tingginya volatilitas pasar membuat investor cenderung mencari aset yang dinilai lebih aman. Dalam situasi seperti ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih sebagai aset safe haven. Ketika tingkat ketidakpastian meningkat, permintaan terhadap logam mulia biasanya ikut naik sehingga mampu memberikan dorongan positif terhadap harga. Faktor lain yang berpotensi menopang kenaikan emas adalah pelemahan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar menurun, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi tersebut biasanya mendorong peningkatan permintaan sehingga harga emas memiliki peluang untuk bergerak lebih tinggi. Selain itu, pasar juga mulai mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika ekspektasi terhadap penurunan suku bunga kembali menguat, maka tekanan terhadap dolar AS diperkirakan akan berkurang. Situasi ini umumnya memberikan dampak positif bagi emas karena investor mulai beralih ke aset yang dianggap mampu menjaga nilai investasi. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi faktor yang mendukung prospek emas. Ketika imbal hasil obligasi turun, biaya peluang untuk memiliki emas menjadi lebih rendah sehingga logam mulia kembali menarik bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio. Tetapi, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi, tenaga kerja, hingga aktivitas sektor manufaktur masih menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve sekaligus menentukan pergerakan dolar AS dan harga emas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai peluang penguatan emas masih lebih dominan dibandingkan potensi pelemahannya dalam jangka pendek. Dari sisi teknikal, terbentuknya support yang kuat, munculnya valid swing low, serta masih kuatnya momentum beli memberikan sinyal positif bagi pergerakan harga.

Pergerakan Harga Emas Sulit Bangkit, Tekanan Jual Bidik Level 3.984 Internasional
Internasional
Selasa, 30 Juni 2026 | 08:42 WIB

Pergerakan Harga Emas Sulit Bangkit, Tekanan Jual Bidik Level 3.984

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas diprediksk masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan ini. Menurut analisis terbaru dari Dupoin Futures, peluang pelemahan harga masih cukup besar lantaran tren turun belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Hal itu baik dari sisi teknikal maupun fundamental, kondisi pasar saat ini masih mendukung skenario bearish sehingga pelaku pasar disarankan tetap mencermati area support penting sebagai acuan pergerakan berikutnya. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan pada grafik satu jam (H1), harga emas masih bergerak di bawah tekanan jual. Upaya untuk kembali menguat juga belum membuahkan hasil karena harga masih tertahan di bawah area resistance dinamis yang dibentuk oleh indikator Moving Average (MA) 21 dan MA 34. "Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga keluar dari tren penurunan yang sedang berlangsung," ujarnya. Kata Geraldo, posisi harga yang masih berada di bawah kedua indikator tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual. Selama belum mampu menembus area resistance tersebut, peluang emas untuk melanjutkan kenaikan masih relatif terbatas. "Dari sisi teknikal, tekanan bearish masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga. Struktur pasar belum menunjukkan adanya sinyal pembalikan arah yang kuat sehingga potensi pelemahan masih perlu diwaspadai," jelasnya. Ia menambahkan, target penurunan terdekat berada di level 3.984. Area tersebut menjadi support penting yang berpotensi menjadi tujuan berikutnya apabila tekanan jual masih berlanjut. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas diperkirakan memiliki ruang untuk turun lebih dalam menuju area support selanjutnya di kisaran 3.957. Selain melihat struktur harga, Geraldo juga memperhatikan indikator Stochastic yang masih bergerak turun menuju area oversold atau jenuh jual. Hal tersebut menunjukkan bahwa momentum bearish masih cukup kuat dan belum terlihat tanda-tanda pelemahan yang berarti. "Meski indikator sudah mendekati area oversold, kondisi tersebut belum otomatis menjadi sinyal bahwa harga akan segera berbalik naik. Dalam banyak kasus, harga masih dapat melanjutkan penurunan sebelum akhirnya muncul konfirmasi pembalikan arah yang lebih kuat," ulasnya. Di sisi lain, lanjutnya, aktivitas perdagangan juga belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume transaksi yang masih relatif rendah mengindikasikan bahwa kekuatan buyer belum cukup besar untuk mengimbangi dominasi seller. Akibatnya, peluang terjadinya breakout ke atas masih cukup terbatas dalam waktu dekat. "Selain dipengaruhi faktor teknikal, harga emas juga masih dibebani sejumlah sentimen fundamental. Salah satu faktor yang paling diperhatikan pasar adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika nilai tukar dolar meningkat, harga emas biasanya menjadi kurang menarik karena logam mulia tersebut diperdagangkan menggunakan mata uang dolar. Akibatnya, biaya pembelian emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS," terangnya. Faktor lain yang turut memberikan tekanan adalah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield. Saat tingkat imbal hasil obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen yang mampu memberikan pendapatan tetap. Kondisi tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi berkurang. Pasar juga masih menunggu berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas bisnis. Jika data-data tersebut kembali menunjukkan kondisi ekonomi yang solid, maka peluang Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi akan semakin besar. Ekspektasi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menjadi tekanan tambahan bagi harga emas. Untuk itu, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan situasi global. Risiko geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, maupun meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan sewaktu-waktu dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Jika kondisi tersebut terjadi, tekanan jual yang saat ini mendominasi berpotensi mulai mereda. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek harga emas pada perdagangan hari ini masih cenderung negatif. Dari sisi teknikal, harga masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan MA 34, sementara indikator Stochastic juga masih menunjukkan momentum penurunan. Dari sisi fundamental, penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi masih menjadi faktor utama yang membatasi ruang kenaikan emas. Oleh karena itu, selama belum muncul katalis positif yang mampu mengubah sentimen pasar, peluang harga emas untuk melanjutkan pelemahan menuju area support 3.984 hingga 3.957 masih tetap terbuka.