Hidup
Sorotan terbaru dari Tag # Hidup
Belajar dari Indonesia: Ketika Negeri Mengubah Cara Pandang Hidup
Oleh: Gunjan Prasad Jakarta, katakabar.com - Di antara konsekuensi tak terduga ketika membangun kehidupan di negara lain adalah tanpa disadari kita berubah menjadi seorang antropolog. Selama hampir dua belas tahun Indonesia menjadi rumah bagi keluarga kami, saya merasa cukup hanya dengan mengamati. Baru ketika diminta menulis refleksi ini saya mulai mencari kata-kata untuk menjelaskan apa yang selama ini saya rasakan. Saya bertanya kepada teman-teman Indonesia, mencarinya di Google, bahkan bertanya kepada ChatGPT apakah bahasa Indonesia memiliki istilah untuk menggambarkan berbagai nilai yang diam-diam saya kagumi selama tinggal di sini. Sebagian memang memiliki padanan kata. Sebagian lainnya, seperti martabat yang tenang dalam cara masyarakat Indonesia menjalani hidup, terasa sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Tulisan ini lahir dari berbagai pengalaman yang paling dekat dengan kehidupan saya di Indonesia: rumah, keluarga, lingkungan sekitar, sekolah anak-anak, spiritualitas, makanan, hingga kebudayaan. Pelajaran pertama yang saya dapatkan dari Indonesia datang jauh sebelum saya mengetahui bahwa nilai itu memiliki sebuah nama. Pelajaran itu saya temukan di rumah. Apabila salah satu anggota staf rumah tangga kami menyelesaikan pekerjaannya lebih dahulu, ia akan membantu rekan lainnya tanpa diminta. Ketika ada yang sedang sakit, pekerjaan berpindah tangan begitu saja, hampir tanpa terlihat. Tidak pernah terdengar pertanyaan, "Itu tugas siapa?" Mereka hanya melihat apa yang perlu dilakukan, lalu mengerjakannya bersama. Rumah kami terasa berjalan bukan sebagai tempat kerja dengan pembagian tugas yang kaku, melainkan sebagai sebuah komunitas kecil. Awalnya saya mengira kami hanya beruntung memiliki orang-orang yang luar biasa. Baru bertahun-tahun kemudian saya menyadari bahwa yang saya saksikan sebenarnya adalah salah satu naluri budaya paling mendasar di Indonesia. Gotong royong. Dalam bahasa Inggris istilah ini sering diterjemahkan sebagai mutual cooperation. Terjemahan itu terasa terlalu kaku. Gotong royong bukan sekadar bekerja sama karena seseorang meminta bantuan. Nilai itu lahir dari keyakinan bahwa kesejahteraan saya dan kesejahteraan Anda saling berkaitan. Begitu saya mulai memahami maknanya, saya melihat gotong royong hadir hampir di mana-mana. Saya menemukannya kembali di sekolah internasional tempat anak-anak kami belajar. Seperti banyak keluarga ekspatriat lainnya, kami datang dengan harapan yang tidak jauh berbeda. Kami ingin anak-anak berprestasi, menemukan bakat mereka, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Sekolah tentu mendorong mereka untuk meraih prestasi. Namun pada saat yang sama, sekolah juga mengajarkan sesuatu yang lebih penting, yaitu bahwa keberhasilan tidak boleh diraih dengan mengorbankan orang lain. Di ruang kelas, lapangan olahraga, kegiatan seni, maupun proyek pelayanan masyarakat, anak-anak terus menerima pesan yang sama. Jika kita memiliki kesempatan untuk berhasil, maka kita juga memiliki tanggung jawab membantu orang lain berkembang bersama kita. Prestasi memang penting, tetapi memberikan ruang bagi orang lain untuk berhasil sama pentingnya. Ada lagi satu kata yang menurut saya hampir mustahil diterjemahkan dengan tepat, yaitu ramah. Bahasa Inggris biasanya menerjemahkannya sebagai friendliness. Namun bagi saya, ramah lebih merupakan cara menyambut seseorang. Sebuah kemampuan sederhana untuk membuat orang lain merasa diterima bahkan sebelum mereka melakukan apa pun. Saya menemukannya di tempat-tempat yang paling biasa. Saat mewawancarai narasumber ketika masih menjadi jurnalis lepas, berbincang dengan pengemudi Grab, bermain bridge, duduk di salon langganan, berbelanja di pasar tradisional, hingga dalam percakapan-percakapan kecil yang diawali dengan bahasa Indonesia saya yang masih terbata-bata. Lebih sering daripada yang saya bayangkan, kesalahan saya dalam berbahasa tidak disambut dengan koreksi, melainkan dengan senyum dan kegembiraan yang tulus. Sebagai seorang ekspatriat, saya tidak pernah merasa harus "membuktikan diri" agar diterima. Keramahan di Indonesia bukan sekadar membuat orang merasa disambut, melainkan membuat mereka hampir tidak pernah merasa sebagai orang asing. Kemudian saya mengenal makna ikhlas. Selama tinggal di Indonesia, kami berkesempatan bekerja bersama banyak orang Indonesia yang luar biasa. Etos kerja mereka sangat tinggi, loyalitasnya tidak pernah diragukan, standar kerjanya sangat baik, dan semangat belajar mereka selalu menginspirasi. Tetapi, yang paling membekas justru bukan semua itu. Yang paling saya ingat adalah betapa kecilnya keinginan mereka untuk mencari pengakuan atas apa yang telah mereka lakukan. Kini saya memahami bahwa mungkin itulah makna ikhlas: melakukan sesuatu sepenuh hati tanpa terus-menerus berharap dipuji atau diakui. Bersamaan dengan itu saya juga belajar mengenai harga diri. Di balik kesopanan masyarakat Indonesia tersimpan rasa hormat terhadap diri sendiri yang sangat kuat. Ketika kepercayaan rusak atau rasa hormat hilang, jarang sekali saya melihat kemarahan yang meledak-ledak. Yang lebih sering terjadi justru seseorang memilih menjaga jarak dengan tenang. Ada hal-hal yang tidak dapat diperbaiki hanya melalui penjelasan atau negosiasi. Indonesia juga memiliki satu kata yang sangat saya sukai: adem. Kata ini bukan hanya berarti sejuk. Adem adalah perasaan ketika segala sesuatu terasa tenang dan berada pada tempatnya. Itulah yang selalu saya rasakan setiap kali duduk bermain bridge di Jakarta. Indonesia melahirkan banyak pemain bridge terbaik yang pernah saya temui. Kemampuan teknis mereka luar biasa dan mereka selalu mengikuti perkembangan strategi terbaru. Namun yang paling mengesankan bukanlah kecerdasannya, melainkan ketenangannya. Mereka tidak pernah merasa perlu memamerkan kemampuan. Di Indonesia, rasa percaya diri dan kerendahan hati ternyata dapat berjalan berdampingan. Saya juga mengira selama ini telah memahami arti sabar. Ternyata Indonesia mengajarkan makna yang jauh lebih dalam. Sabar bukan sekadar kemampuan menunggu, tetapi keyakinan bahwa proses tidak harus selalu dipercepat. Saat membesarkan dua putra kami hingga beranjak dewasa, saya sering mengingat pelajaran tersebut. Ada hal-hal dalam hidup yang memang tidak bisa dipaksa. Kita hanya bisa merawatnya dengan penuh kasih dan percaya bahwa semuanya akan berkembang pada waktunya sendiri. Dan mungkin sabar selalu berjalan berdampingan dengan sahabatnya yang paling setia: syukur. Sabar mengajarkan kita untuk percaya pada sesuatu yang masih berproses. Syukur mengingatkan kita untuk menghargai apa yang telah kita miliki hari ini. Setiap kali kami memulai perjalanan, sopir kami selalu mengucapkan doa singkat. Ketika kami tiba di tujuan, doa lain kembali dipanjatkan. Tidak ada seremoni. Tidak ada penonton. Hanya ungkapan syukur yang sederhana. Lama-kelamaan saya menyadari bahwa rasa syukur tidak harus menunggu peristiwa besar dalam hidup. Tiba di tujuan dengan selamat pun sudah cukup menjadi alasan untuk bersyukur. Pelajaran sederhana itu kini menjadi salah satu yang paling saya hargai. Ada satu bagian yang sengaja tidak saya ceritakan di sini. Hubungan saya dengan makanan Indonesia rasanya layak mendapat tulisan tersendiri. Cukuplah saya katakan bahwa isi dapur kami pun perlahan berubah. Ketumbar dan jintan kini berbagi tempat dengan kemiri, terasi, daun jeruk, dan kecap manis. Berbagai resep yang dahulu saya coba karena rasa penasaran kini justru menjadi hidangan favorit keluarga, bahkan lebih sering diminta dibanding makanan yang kami nikmati sejak kecil. Tanpa saya sadari, perubahan isi dapur itu ternyata sedang menceritakan kisah yang jauh lebih besar. Baru ketika menulis refleksi ini saya menyadari betapa dalam Indonesia telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga kami. Kami kini sedikit lebih lambat menghakimi orang lain, sedikit lebih cepat merangkul mereka, sedikit lebih sabar, dan jauh lebih mudah bersyukur. Mungkin memang begitulah hidup di negara lain dalam waktu yang cukup lama. Suatu hari kita menyadari bahwa negeri itu tidak lagi sekadar tempat tinggal sementara. Ia telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita, dan perlahan ikut membentuk siapa diri kita sebenarnya. Catatan: Gunjan Prasad adalah penulis asal India yang telah tinggal di Indonesia selama hampir 12 tahun. Melalui pengalaman hidup bersama keluarganya di Indonesia, ia banyak menulis tentang budaya, masyarakat, pendidikan, serta pengalaman lintas budaya yang memperkaya hubungan antara Indonesia dan India.
Temui Korban Banjir, Bupati Langkat Syah Afandin Siap Perjuangkan Bantuan Jaminan Hidup ke Pusat
Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH bersama Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menemui langsung masyarakat korban banjir dari Kecamatan Besitang dan Kecamatan Brandan Barat yang menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa di Alun-Alun T. Amir Hamzah Stabat, Senin (20/04/2026).
Ini Lima Tanda Kamu Sudah Dewasa Jalani Hidup
Jakarta, katakabar.com - Menjadi dewasa sering dikaitkan dengan usia, padahal kenyataannya lebih terasa dari cara seseorang bersikap dan mengambil keputusan. Ada yang masih muda tapi sudah matang, ada juga yang usianya bertambah namun masih sering lari dari tanggung jawab. Kedewasaan hadir pelan pelan, tumbuh dari pengalaman sehari hari yang dijalani dengan sadar. Berikut lima tanda yang sering muncul saat seseorang mulai benar benar dewasa, terutama dalam urusan hidup dan keuangan. 1. Kamu bertanggung jawab atas pilihan sendiri Salah satu tanda paling jelas dari kedewasaan adalah keberanian bertanggung jawab atas pilihan yang diambil. Saat sesuatu berjalan lancar, kamu menikmatinya dengan rasa syukur. Saat hasilnya tidak sesuai harapan, kamu tidak sibuk mencari kambing hitam. Kamu mulai terbiasa mengevaluasi diri sendiri. Apa yang bisa diperbaiki, apa yang perlu diubah, dan apa yang harus diterima. Sikap ini membuat hidup terasa lebih terkendali karena kamu sadar bahwa setiap keputusan membawa konsekuensi. 2. Kamu lebih tenang menghadapi masalah Masalah tidak berhenti datang hanya karena kamu dewasa. Bedanya, cara menyikapinya berubah. Kamu tidak lagi bereaksi berlebihan atau langsung panik saat situasi tidak ideal. Ada jeda sebelum bertindak. Kamu mencoba memahami masalah secara utuh, lalu mencari solusi yang paling masuk akal. Ketenangan ini tidak selalu datang dari pengalaman besar, sering kali lahir dari kebiasaan menghadapi hal kecil dengan kepala dingin. 3. Kamu mengatur keuangan dengan lebih sadar Saat dewasa, uang tidak lagi diperlakukan sebagai sesuatu yang habis begitu saja. Kamu mulai memahami perannya dalam hidup. Pengeluaran dipikirkan, kebutuhan diprioritaskan, dan keinginan dipertimbangkan dengan lebih rasional. Kamu mungkin belum sempurna dalam mengatur keuangan, tapi ada kesadaran untuk memperbaikinya. Menyusun anggaran, menabung, dan memikirkan masa depan menjadi bagian dari rutinitas, bukan sekadar wacana. 4. Kamu menepati komitmen, termasuk urusan finansial Komitmen bukan hanya soal janji pada orang lain, tapi juga pada diri sendiri. Saat kamu berkomitmen, kamu berusaha menepatinya meski tidak selalu nyaman. Pada konteks keuangan, ini terlihat dari cara kamu memperlakukan kewajiban. Membayar tagihan tepat waktu, mengelola cicilan dengan disiplin, dan tidak menghindar saat ada tanggung jawab finansial. Sikap ini menunjukkan kedewasaan karena kamu memahami bahwa kepercayaan dibangun dari konsistensi. 5. Kamu berani meminta bantuan dengan pertimbangan matang Dewasa bukan berarti harus selalu bisa sendiri. Justru, kedewasaan terlihat saat kamu tahu kapan perlu bantuan dan bagaimana cara memintanya dengan bertanggung jawab. Dalam kehidupan nyata, ada momen ketika kebutuhan datang lebih cepat dari kesiapan dana. Di titik ini, kamu tidak menutup mata atau memaksakan diri. Kamu mempertimbangkan opsi yang ada, menghitung kemampuan, dan memilih solusi yang paling masuk akal. Dewasa kelola pinjaman Salah satu contoh nyata kedewasaan finansial adalah cara seseorang menyikapi pinjaman. Pinjaman tidak dipandang sebagai jalan pintas, tapi sebagai alat bantu dengan tanggung jawab yang jelas. Kamu memahami tujuan pinjaman, menghitung kemampuan bayar, dan berkomitmen menyelesaikannya sesuai kesepakatan. Sikap ini menunjukkan bahwa kamu tidak lari dari kewajiban, bahkan ketika kondisi sedang menantang. Opsi Pinjaman di neobank sebagai Solusi Terukur Dalam kondisi tertentu, pinjaman bisa menjadi bagian dari keputusan dewasa jika digunakan dengan pertimbangan matang. Pinjaman fleksibel di neobank dari Bank Neo Commerce hadir sebagai opsi yang lebih praktis dan transparan. Saat kamu mampu mengelola emosi, keuangan, dan komitmen dengan lebih sadar, itu tanda bahwa kamu sedang bertumbuh. Dalam perjalanan tersebut, opsi pinjaman di neobank dapat dipertimbangkan sebagai solusi sementara yang dijalani dengan penuh tanggung jawab. Layanan Neo Pinjam di neobank menawarkan pinjaman fleksibel dengan proses praktis dan pengelolaan yang mudah lewat aplikasi. Neo Pinjam punya beberapa kelebihan utama, antara lain: - Limit pinjaman hingga Rp100.000.000 - Pilihan tenor hingga 24 bulan - Bunga mulai dari 0,06% per hari sesuai hasil evaluasi kredit Selain itu, pinjaman ini juga bebas biaya admin saat pencairan sesuai ketentuan yang berlaku pada saat pengajuan. Meski prosesnya lebih mudah, setiap pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah.Pinjaman tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing dan direncanakan dengan matang. Jika ingin mempelajari opsi pinjaman yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.
Cermati Protect Tawarkan Solusi Cerdas Hadapi Kenaikan Biaya Medis
untuk menyediakan akses asuransi yang lebih merata. Melalui platform digital yang terintegrasi, pengguna dapat membandingkan dan memilih produk asuransi kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap, dari berbagai mitra asuransi terpercaya di Indonesia dengan transparan. Promo Asuransi Kesehatan dari Cermati Protect Cermati Protect berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan, mudah diakses, dan berfokus pada kebutuhan setiap individu maupun keluarga. Guna mempermudah langkah awal masyarakat dalam melengkapi proteksi dirinya, Cermati Protect menghadirkan program khusus awal di tahun ini. Pengguna dapat memanfaatkan kode promo PESTAKES15 untuk menikmati diskon sebesar 15 persen berlaku untuk semua produk asuransi kesehatan. Promo berlaku untuk semua metode pembayaran dengan periode terbatas yakni tanggal 1 hingga 31 Januari 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses di https://www.cermati.com/promo/asuransi-kesehatan-pestaskes15 . Cermati Protect juga menyediakan berbagai jenis perlindungan lainnya seperti Asuransi Pengiriman dan Logistik, Asuransi untuk pembelanjaan di berbagai situs E-Commerce, Asuransi Perjalanan Travel Domestik dan International, Asuransi Kesehatan Karyawan, Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Tanggung Gugat, dan lainnya. Kenali lebih lanjut produk-produk Cermati Protect lewat protect.cermati.com dan unduh aplikasi Cermati untuk berbagai layanan proteksi lainnya.
Demam Padel di Jakarta, Saat Olahraga Jadi Gaya Hidup Baru
Jakarta, katakabar.com - Ada yang baru di antara tren olahraga masyarakat urban Jakarta. Setelah lari, tenis, dan yoga jadi gaya hidup populer, kini giliran padel yang naik daun. Olahraga yang mirip tenis tapi lebih santai ini sedang jadi magnet baru di kalangan profesional muda, mereka yang ingin tetap bugar, bersosialisasi, dan tampil stylish di saat bersamaan. Padel sedang menjadi tren. Jangan heran, kalau hampir setiap hari di jam pulang kantor lapangan padel di kawasan Senayan, SCBD, atau TB Simatupang hampir selalu penuh. Namun, sekarang seiring tren padel yang meningkat, lapangan padel baru pun banyak dibangun. Kamu bisa memilih mulai dari yang biasa hingga mewah seperti kafe. Tren Olahraga Urban Berkembang Cepat Jika melihat pola beberapa tahun terakhir, tren olahraga di Jakarta selalu bergerak dinamis. Dulu orang berbondong-bondong ikut marathon, lalu bergeser ke tenis atau pilates. Kini, padel datang sebagai wajah baru gaya hidup di kota besar. Ada alasan menarik di balik itu. Padel memberikan kombinasi ideal antara rekreasi dan kompetisi. Permainannya intens, tapi tidak menguras tenaga secara ekstrem. Permukaan lapangan yang lebih kecil membuat interaksi antar pemain terasa lebih dekat. Ditambah, lapangan padel modern di Jakarta punya penawaran menarik. Banyak lapangan didesain bergaya cafe yang estetik. Sehingga sesi olahraga terasa seperti acara nongkrong bersama teman. Padel dan Peran Komunitas Satu hal yang membuat padel cepat tumbuh adalah kekuatan komunitasnya. Tak jarang, orang pertama kali mencoba padel karena diajak teman kantor atau rekan bisnis. Padel digemari banyak orang karena mencerminkan gaya hidup modern, aktif, gengsi, dan sosial. Tak hanya untuk membuat tubuh tetap bugar atau mengisi aktivitas, namun juga memperluas koneksi dan mempererat hubungan sosial. Selain itu, padel bisa dimainkan oleh pemula hingga yang sudah pengalaman. Beberapa komunitas padel pun tumbuh. Bahkan menjadikan olahraga ini sebagai agenda rutin. Biasanya setiap komunitas punya sesi latihannya sendiri. Mulai dari latihan santai hingga persiapan turnamen mini. Maka, padel pun kini juga jadi simbol eksistensi dan koneksi sosial. Acara neobank Padel Tournament, Ruang Kolaborasi Komunitas Melihat perkembangan padel di Jakarta, Bank Neo Commerce (BNC) menyelenggarakan neobank Padel Tournament 2025 dengan total hadiah hingga Rp220 juta. Turnamen ini bukan sekadar pertandingan, namun wadah besar yang mempertemukan berbagai komunitas padel dari Jakarta dan sekitarnya. Setiap komunitas bisa ikut berpartisipasi dalam babak penyisihan. Kemudian, masing-masing komunitas dan mengirim wakil terbaik ke babak 16 besar. Terdapat empat kategori yaitu Men Silver, Men Bronze, Women Bronze, dan Women Lower Bronze. Selain kompetisi dalam permainan padel, turnamen ini juga mempunyai Community Supporter Award. Kategori ini diperuntukkan bagi komunitas paling solid dan penuh semangat. Ada juga hadiah utama untuk peserta yang mempertahankan saldo minimum di rekening Bank Neo Commerce. Ikuti keseruan komunitas padel bertanding di neobank Padel Tournament pada tanggal 16 November 2025 di Smash Padel, TB Simatupang. Kunjungi neobank Padel Tournament untuk informasi lebih lanjut tentang neobank Padel Tournament. Download neobank dari Bank Neo Commerce di PlayStore atau App Store dan sekarang.
Ini Lima Tanda Seseorang Sudah Cerdas Finansial, Termasuk Kamu!
penggunaan uang lebih terarah. 4. Memiliki dana darurat Dana darurat adalah salah satu fondasi utama dalam keuangan. Idealnya, minimal setara tiga kali pengeluaran bulanan untuk individu, dan bisa mencapai enam kali lipat untuk keluarga. Dana ini menjadi pelindung saat menghadapi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau biaya perbaikan mendadak. Studi kasus nyata datang dari Dina, seorang karyawan swasta di Jakarta. Saat pandemi COVID-19, Dina mengalami pemotongan gaji hingga 40%. Beruntung, ia sudah menyiapkan dana darurat setara enam bulan biaya hidup. Dana itu membantunya bertahan tanpa harus berutang ke pinjaman online. Contoh ini menunjukkan bahwa dana darurat bukan sekadar teori, tetapi benar-benar bisa menyelamatkan dari krisis. 5. Menabung di awal bulan Cerdas finansial berarti tidak menunggu sisa uang untuk ditabung. Prinsip yang diterapkan adalah pay yourself first sisihkan tabungan begitu menerima gaji, baru kemudian gunakan sisanya untuk kebutuhan harian. Metode 50-20-30 bisa menjadi pedoman sederhana: 50% untuk kebutuhan pokok, 20% untuk tabungan dan investasi, dan 30% sisanya untuk hiburan. Dengan cara ini, keuangan tetap seimbang antara hari ini dan masa depan.
Menabung Deposito Online Kunci Meningkatkan Kualitas Hidup
Jakarta, katakabar.com - Setiap tanggal 20 Agustus, Indonesia memperingati Hari Indonesia Menabung. Momen ini bukan sekadar kampanye tahunan, melainkan pengingat menabung adalah salah satu kebiasaan paling mendasar dalam membangun masa depan finansial yang sehat. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian mulai dari fluktuasi harga kebutuhan pokok, ancaman inflasi, hingga perubahan iklim yang berdampak pada sektor pangan, kesadaran untuk menabung menjadi semakin relevan. Pemerintah pun mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan menabung sebagai kebiasaan sejak dini. Alasannya sederhana, menabung bukan hanya soal menyimpan uang, tapi juga tentang menciptakan stabilitas finansial yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup. Banyak pakar keuangan sepakat bahwa menabung adalah langkah pertama menuju kemandirian finansial. Tanpa kebiasaan ini, sulit untuk melangkah ke tahap berikutnya seperti berinvestasi atau membangun aset produktif. Menabung berfungsi sebagai pondasi karena: 1. Memberikan keamanan finansial Uang tabungan bisa menjadi dana darurat ketika terjadi kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan keluarga mendesak. 2. Membuka jalan menuju investasi Tidak semua orang bisa langsung berinvestasi. Tabungan adalah modal awal yang kelak bisa dialihkan ke instrumen yang lebih produktif. 3. Mengajarkan disiplin finansial: Kebiasaan menabung menumbuhkan kontrol diri, sehingga seseorang tidak mudah tergoda untuk membelanjakan uang secara impulsif. Dengan pondasi ini, seseorang akan lebih siap menghadapi risiko hidup sekaligus merencanakan masa depan. Menabung mungkin terdengar sederhana, tetapi dampaknya yang baik. Dari sekadar menyiapkan dana darurat, menabung bisa berkembang menjadi modal usaha, investasi, hingga jaminan pensiun. Yang lebih penting, menabung menciptakan rasa aman dan meningkatkan kualitas hidup.
Kami Hidup dari Sungai Mata Pencaharian Terancam, Nelayan Tiga Desa Tolak Proyek Kanal di Inhil
Indragiri Hilir, katakabar.com - Rencana pembangunan kanal sebagai solusi banjir di Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, tuai penolakan dari masyarakat tiga desa sekitar, Teluk Merbau, Batang Tumu, dan Sepakat Jaya. Kekhawatiran utama warga mengenai pencemaran lingkungan, dan hilangnya mata pencaharian nelayan akibat masuknya limbah sawit ke perairan mereka. Sosialisasi proyek digelar Senin (2/6) lalu di Aula Dusun Simpang Buluh, Desa Teluk Merbau, dihadiri Camat Gaung, Ns. Matzen, Kapolsek Gaung, Iptu Andrianto, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Kanit Intelkam, tokoh masyarakat, serta ratusan warga. Camat Gaung, Ns. Matzen menyampaikan, proyek kanal tindak lanjut rapat bersama Bupati Inhil pada 26 Mei 2025 terkait penanganan banjir di Lahang Hulu. Dua titik kanal direncanakan di Parit 9 dan Parit 14 yang akan disambungkan ke Parit Basian Desa Teluk Merbau, dilengkapi tanggul di kedua sisi. Meski sudah melalui kajian teknis oleh Dinas PUPR, DLHK, Perkebunan, dan Satgas Banjir, warga tetap menolak rencana tersebut. Arsyad, nelayan asal Batang Tumu yang hadir langsung menyuarakan keresahan kolektif nelayan Menurut Arsyad, air sungai Batang Tumu akan menjadi tawar atau payau. Ikan dan udang akan hilang. Kami ini hidup dari sungai. Kalau sungai tercemar, apa yang kami makan? Apakah perusahaan siap bertanggung jawab kalau kami kehilangan mata pencaharian? Ia lantas mempertanyakan kebijakan pemerintah dan perusahaan. Mengapa pembuangan kanal diarahkan ke wilayah mereka? Kata Arsyad, Kamis (5/6) kepada wartawan, Apakah tidak ada solusi lain? Mengapa harus ke sungai daerah sini? Mengapa tidak ke daerah Gaung saja? Dijelaskan Arsyad, kasus serupa pernah terjadi di Desa Belaras, Desa Bantayan, dan Concong, yang ekosistemnya rusak akibat limbah kanal perusahaan. Nelayan Sepakat Jaya menyampaikan, arus kanal saat hujan deras akan menghanyutkan ikan, dan tanggul di atas tanah gambut rawan jebol. “Kami ini tidak punya kebun, laut dan sungai adalah kebun kami. Kalau air asin bercampur tawar karena kanal, semua ikan dan udang habis," terang seorang warga.
Lengkapi Lingkaran Hidup: Perjalanan Jose Sualang dari Dunia Malam ke Jalan Kesembuhan
Jakarta, katakabar.com - Jose Ferrer Sualang tidak lahir sebagai penyembuh. Ia menempuh jalan panjang, terjal, gelap, dan penuh kejatuhan sebelum akhirnya menemukan panggilannya: membantu orang lain sembuh, lahir kembali, dan mengenal diri sendiri. Kini Jose dikenal sebagai seorang praktisi energi dan pakar kesembuhan holistik. Di umur 60-an, ia masih aktif mengajar, memberi terapi, dan membuka ruang aman bagi siapa pun yang ingin pulih dari luka batin dan penyakit fisik. Ia percaya, selama manusia masih hidup, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Tapi siapa sangka, pria yang kini berbicara tentang energi ilahi dan keseimbangan semesta ini, dulu adalah penghuni setia kelab malam Jakarta berdansa di bawah lampu strobo, ditemani dentuman musik dan gelas-gelas alkohol? Dari DJ, Alkohol, hingga Kerusakan Liver Jose tidak lahir dalam dunia spiritual. Ia menempuh pendidikan hukum dan kedokteran sekaligus, lalu mengukir karier gemilang di Astra dan Gajah Tunggal. Posisi tinggi, gaji besar, jabatan prestisius, semua pernah ia rasakan. Tapi semua itu tidak menjawab kegelisahan dalam dirinya. Ketika ekonomi jatuh dan bisnis studio fotonya gulung tikar, Jose tidak hanya kehilangan mata pencaharian, tapi ia juga kehilangan arah. Dunia malam yang awalnya jadi pelarian, berubah menjadi kebiasaan. Ia menjadi DJ profesional, terhanyut dalam gaya hidup hedonis yang akhirnya menghancurkan tubuh dan jiwanya. Konsumsi alkohol berlebihan membuat hatinya rusak. Tubuhnya sakit. Jiwanya kosong. Pertemuan Pertama dengan Energi Titik balik datang tanpa rencana. Seorang teman mengajaknya mengikuti kelas meditasi dan energi. Awalnya hanya coba-coba, tapi meditasi membuatnya merasa tenang untuk pertama kalinya dalam hidup. Dari sana, ia mulai membuka diri pada berbagai ilmu penyembuhan: hipnoterapi, Access Bars, Profiling Universe, hingga Magnetisme Jawa. Ia belajar bukan hanya untuk mengerti, tapi untuk mengalami. Dan dari pengalaman itu, ia mendirikan Self-Healing Transformation; sebuah ruang bagi siapa pun yang ingin pulih, mengenali diri, dan hidup selaras dengan semesta.
Stres Ancam Kesehatan, Perbaiki Pola Hidup Lewat Pendekatan Sadar Risiko
Jakarta, katakabar.com - Stres menjadi isu kesehatan yang makin mendesak di era modern, khususnya bagi para pekerja, lantaran bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan dan menimbulkan masalah kesehatan secara jangka panjang. Sebagai respon terhadap stres, para pekerja sering kali melarikan diri dengan berbagai kebiasaan berisiko seperti merokok. Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik, kantong nikotin, dan produk tembakau yang dipanaskan, dapat menjadi opsi bagi perokok untuk memperbaiki pola hidup. Direktorat Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, dr. Puspita Tri Utami, M.Si, M.KKK, menjelaskan, stres pada pekerja bisa berdampak pada aspek psikologis dan fisiologis.