DJI Dock 3 Pantau Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan Tekno
Tekno
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:04 WIB

DJI Dock 3 Pantau Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan

Jakarta, katakabar.com - Kawasan hutan skala besar sulit dipantau secara menyeluruh oleh tim keamanan darat. Perambahan liar, penebangan ilegal, dan titik api awal sering baru terdeteksi setelah dampaknya sudah meluas jauh melampaui batas yang seharusnya bisa dicegah. Drone DJI Enterprise seperti DJI Dock 3 mampu melakukan pemantauan udara yang mengubah respons keamanan hutan dari reaktif menjadi proaktif. DJI Dock 3 dengan drone Matrice 4TD melakukan misi patroli jalur batas kawasan secara terjadwal dan menjalankan misi pemantauan hutan dengan kemampuannya mendeteksi panas dari titik api yang belum terlihat secara visual oleh kamera RGB, bahkan di bawah kanopi asap tebal. Laser range finder terintegrasi memberikan koordinat GPS titik panas secara langsung ke tim respons di darat tanpa perlu kalkulasi manual. Setiap anomali yang terdeteksi langsung memicu notifikasi ke command center dengan foto dan koordinat lokasi. Seluruh data penerbangan, rekaman video, dan hasil deteksi terpusat di platform DJI FlightHub 2 yang dapat diakses dari mana saja. Rekam jejak patroli yang terstruktur membangun basis data kondisi kawasan untuk pelaporan yang lebih komprehensif. "Titik api yang terdeteksi dini oleh drone memberi tim waktu untuk memverifikasi dan merespons dengan lebih cepat dan tepat," sebut Halo Robotics. Deteksi dini potensi kebakaran lahan menentukan seberapa besar kerusakan yang bisa dicegah sebelum api meluas di luar kendali.

Deforestasi Indonesia Masih Meningkat, Inisiatif Pemulihan Hutan Mendesak Diperkuat Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 03 Oktober 2025 | 10:00 WIB

Deforestasi Indonesia Masih Meningkat, Inisiatif Pemulihan Hutan Mendesak Diperkuat

Semarang, katakabar.com - Laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat deforestasi netto Indonesia pada 2024 mencapai 175,4 ribu hektare, meningkat dibandingkan 2023 yang sebesar 121,1 ribu hektare. Meski tren jangka panjang 10 tahun terakhir menunjukkan penurunan, data ini menegaskan tekanan terhadap hutan Indonesia belum berakhir. Saat ini, luas kawasan berhutan tercatat 95,5 juta hektare atau sekitar 51,1 persen dari total daratan Indonesia, dengan mayoritas (91,9 persen) berada di dalam kawasan hutan. Penyebab deforestasi masih berulang dari tahun ke tahun, termasuk kebakaran hutan dan lahan gambut, pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, pembalakan liar, pertambangan, serta pembangunan kawasan baru di Kalimantan Timur, termasuk lokasi Ibu Kota Nusantara. Dampaknya langsung dirasakan dalam bentuk hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya ekosistem, hingga meningkatnya emisi karbon yang memperparah krisis iklim. Merespons kondisi tersebut, pemerintah telah memperkuat regulasi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 14 Tahun 2024 yang mewajibkan pengawasan ketat atas kegiatan usaha. Regulasi ini menekankan pentingnya peran perusahaan tidak hanya dalam mematuhi aturan lingkungan, tetapi juga dalam berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem melalui program tanggung jawab sosial (CSR).

Surat Penghentian SIPUHH Tak Berdaya? Cold Disel Bermuatan Kayu Kerap Melintas di Wilayah Hukum Polres Humbahas Sumut
Sumut
Minggu, 14 September 2025 | 16:50 WIB

Surat Penghentian SIPUHH Tak Berdaya? Cold Disel Bermuatan Kayu Kerap Melintas di Wilayah Hukum Polres Humbahas

sejumlah kendaraan truk cold diesel sering melintas di Jalan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara, dengan muatan kayu yang diduga berasal dari pembalakan liar. Padahal, Surat Penghentian yang dikeluarkan oleh Kementerian LHK melalui Dirjen PHL, dengan nomor PG.2/IPHH/PHH/HPL.4.1/8/7/2025 tertanggal 11 Juli 2025, yang mengatur penghentian akses SIPUHH di seluruh Indonesia, sudah dikeluarkan secara jelas dan tegas.

Surabaya hingga Semarang: Kota Pesisir Bangkit Lewat Hutan Mangrove Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 12 Juni 2025 | 15:00 WIB

Surabaya hingga Semarang: Kota Pesisir Bangkit Lewat Hutan Mangrove

Semarang, katakabar.com - Kota-kota pesisir Indonesia menunjukkan tanda pemulihan ekologis lewat rehabilitasi mangrove. Menurut data dari LindungiHutan, selama 2024–2025 lebih dari 250 ribu bibit mangrove telah ditanam di Surabaya dan Semarang, bagian dari gerakan kolektif pemulihan ekosistem pesisir. Di Surabaya, ekowisata mangrove Wonorejo, yang membentang sekitar 200 hektar, berubah menjadi salah satu kawasan konservasi pesisir utama. LindungiHutan dan mitra melibatkan komunitas lokal, petani, dan pelajar dalam berbagai kegiatan pemulihan, dan edukasi. Hutan mangrove ini kini menjadi benteng alami terhadap abrasi sekaligus mendukung pemulihan lingkungan kota. Di Semarang, inisiatif serupa terjadi di Pantai Mangunharjo dan Genuk, di mana penanaman mangrove dipusatkan untuk menghadapi tantangan penurunan muka tanah dan rob. Aksi ini diharapkan memperkuat ketahanan pesisir serta meningkatkan habitat alami di wilayah perkotaan. Lebih dari sekadar penanaman, LindungiHutan memastikan pemantauan berbasis data, pelibatan 605 mitra perusahaan, dan partisipasi lebih dari 63 ribu Sahabat Alam, menjadikan program ini berbasis ekosistem dan berdaya guna untuk masyarakat. Menurut Donato et al. (2011), ekosistem mangrove pesisir menyerap karbon 2 hingga 4 kali lebih tinggi, dan menyimpan cadangan karbon 3 hingga 5 kali lebih besar dibanding hutan tropis daratan, menegaskan mangrove sebagai solusi kunci untuk mitigasi perubahan iklim. Miftachur “Ben” Robani, CEO LindungiHutan menyatakan, upaya rehabilitasi pesisir ini bukan hanya menanam pohon. Ini tentang mengembalikan fungsi ekologis, kesejahteraan masyarakat lokal, dan ketahanan kota secara terpadu. LindungiHutan berkomitmen melanjutkan model kolaboratif ini ke kota pesisir lain, memperkuat pemulihan ekosistem, dan menciptakan solusi berbasis alam yang inklusif dan berkelanjutan.

Kemarau Tiba! Kapolres Bengkalis: Stop Bakar Lahan dan Hutan Pidana Menanti Pelaku Hukrim
Hukrim
Rabu, 28 Mei 2025 | 14:30 WIB

Kemarau Tiba! Kapolres Bengkalis: Stop Bakar Lahan dan Hutan Pidana Menanti Pelaku

Bengkalis, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor atau Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan seru masyarakat Kabupaten Bengkalis dalam membuka lahan agar tidak dengan cara membakar. "Musim kemarau sudah tiba! Untuk itu, Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis dalam praktik membuka lahan agar tidak dengan cara membakar," imbaunya kepada wartawan, Rabu (28/5) siang. Ditegaskan mantan Kapolres Indragiri Hilir ini, stop membakar lahan dan hutan! Pidana menantimu! Selain itu, terang AKBP Budi, hindari membakar di area lahan dan hutan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan segera lapor petugas jika melihat kebakaran lahan dan hutan ke Nomor Kontak: 0821 7198 0943. Menurut Kapolres Bengkalis, bagi pelaku pembakar hutan dan lahan bisa dipenjara 10 tahun, dan denda Rp10 miliar. "Ancaman pidana bagi pelaku pembakar hutan dan lahan tersebut ancaman pidana kurangan tidak main-main. Jadi, Bak pepatah lama 'lebih baik mencegah daripada mengobati' hindari membakar di area lahan dan hutan," jelasnya. Diketahui, BMKG prediksi Musim Kemarau 2025 di Indonesia diprediksikan mulai sama hingga lebih lambat dari normalnya, mencakup 409 ZOM (59 persen) yang tersebar di Indonesia. Akumulasi curah hujan musim kemarau di sebagian besar ZOM diprediksikan pada kategori Normal atau sama dengan biasanya (tidak lebih basah atau tidak lebih kering).

Akulaku Group Tanam Ratusan Pohon di Hutan Kota Ujung Menteng Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 20 Januari 2024 | 10:35 WIB

Akulaku Group Tanam Ratusan Pohon di Hutan Kota Ujung Menteng

Jakarta, katakabar.com - Akulaku Group tanam ratusan pohon di hutan Kota Ujung Menteng, Jakarta Timur, di pekan kedua Januari 2024 lalu. Kegiatan ini menyambung komitmen program Corporate Social Responsibility (CSR) lingkungan di Teluk Benoa, di pekan kedua November 2023 lalu. Akulaku Group perusahaan fintech yang berfokus layanan keuangan inklusif. Lagi, ambil langkah nyata dukung keberlanjutan lingkungan dengan menanam ratusan pohon balsa, eboni, dan tabebuya di Hutan Kota Ujung Menteng Jakarta Timur. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk berperan aktif dalam program CSR untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Sebagai perusahaan yang senantiasa berdampak pada sosial dan lingkungan, Akulaku Group sadar betapa pentingnya berkontribusi sebagai upaya pelestarian dan perlindungan secara berkelanjutan. Penanaman bibit pohon balsa, eboni, dan tabebuya bersama LindungiHutan di Hutan Kota Ujung Menteng menjadi aksi nyata perusahaan dalam penerapan keberlanjutan bagi perusahaan dalam jangka panjang. Aksi ini diwujudkan sebagai upaya penghijauan dan rehabilitasi lingkungan yang bermitra bersama kelompok petani setempat. “Penanaman ini sebagai bentuk komitmen Akulaku Group terhadap keberlanjutan. Keterlibatan kami dalam inisiatif ini ekspresi nyata dari keyakinan setiap langkah kecil dapat memberikan dampak besar jika dilakukan bersama-sama,” kata Direktur PT Akulaku Group, Herryson Hutan Kota Ujung Menteng berada di Jakarta Timur adalah kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Keberadaan hutan kota ini berperan sebagai pengendali ekosistem di wilayah perkotaan. Pohon balsa, eboni, dan tabebuya dipilih Akulaku Group lantaram memiliki manfaat ekologis yang besar. Melalui penanaman tersebut, Akulaku Group berkomitmen untuk mengurangi karbon dioksida di atmosfer dan menciptakan habitat alami bagi berbagai jenis flora dan fauna. Akulaku Group meyakini melalui kerjasama yang berkelanjutan, dapat mencapai lebih banyak pencapaian dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak lingkungan dan keanekaragaman hayati di dalamnya. Serta, dapat menginspirasi perusahaan lain untuk mengambil inisiasi nyata yang berdampak. “Harapannya, dengan adanya kegiatan penanaman ini adalah agar apa yang kami lakukan dapat menjadi penggerak upaya kolektif untuk menjaga bumi kita bagi generasi mendatang. Semoga setiap pohon yang ditanam menjadi simbol kontribusi positif kami dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup,” timpal Direktur Keuangan PT Akulaku Finance Indonesia, Yuli Akhrita. LindungiHutan telah berpengalaman selama 7 tahun dalam upaya konservasi hutan dan alam bersama dengan mitra-mitra besar di Indonesia. Tertarik menjalin kolaborasi bersama LindungiHutan, silakan kunjungi website lindungihutan.com atau menghubungi kontak kami. Contact: Intan Widianti Kartika Putri Head of Partnership Email: [email protected] Phone: +62 823-2901-5769 Jl. Lempongsari 1 No. 405, Lempongsari, Gajah Mungkur, Kota Semarang 50231 Website: https://lindungihutan.com/