Inisiasi

Sorotan terbaru dari Tag # Inisiasi

Koperasi MMR Bangga, EMG Inisiasi Wadah Pengrajin Batik Menimba Ilmu Sawit
Sawit
Sabtu, 25 April 2026 | 10:33 WIB

Koperasi MMR Bangga, EMG Inisiasi Wadah Pengrajin Batik Menimba Ilmu

Pekanbaru, katakabar.com - Ketua Koperasi Mahligai Mayang Riau (MMR), Sri Mekka, mengaku seangan, dan bangga, serta apresiasi atas hadirnya gelaran pelatihan bagi pengrajin batik di Riau Batik berbahan kelapa sawit di Provinsi Riau rencananya akan dilaunching di awal bulan Mei 2026 mendatang. Salah satu koleksi yang akan dipamerkan hasil dari gelaran Workshop Praktek dan Produksi Batik Sawit yang diprakarsai oleh Elaeis Media Group (EMG) bersama BPDP. Menurut Sri, gelaran itu menjadi wadah para pengrajin rumahan untuk menambah wawasan dalam menghasilkan produk batik yang berkualitas. "Kita sangat berterima kasih, hadirnya kegiatan ini tentu memotivasi para pengrajin batik untuk kembali semangat menghasilkan produk- produk batik," terangnya. Bukan hanya menambah wawasan mengenai seluk beluk membuat batik, ucap Sri, peserta dalam kegiatan itu juga disuguhkan inovasi baru yakni 'malam' berbahan dasar dari kelapa sawit. Ini katanya juga dapat menambah terobosan baru di pasar batik. "Batik sawit adalah inovasi baru di dunia Batik. Ini bisa jadi daya tarik tersendiri," imbuhnya. Batik sawit sendiri, produk yang juga belum banyak diketahui masyarakat. Ini justru menjadi peluang usaha, peluang pasar bagi para pelaku UMKM batik sawit. "Kita sangat mendukung pelatihan yang ditaja EMG ini. Harapan kita tentu kegiatan serupa dapat dilaksanakan di kabupaten-kabupaten yang ada di Riau. Apalagi, 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau memiliki berbagai motif batik yang unik di setiap kabupaten yang ada. "Riau ini memiliki berbagai suku. Bahkan setiap kabupatennya memiliki corak motif tersendiri. Ini menjadi daya tarik yang unik dan tentu dapat bersaing hingga pasar dunia," tegasnya.

Telkom Indonesia Inisiasi Business Clinic Perkuat UMKM Pariwisata Hadapi Era Digital di Labuhan Bajo Nasional
Nasional
Rabu, 02 Juli 2025 | 17:02 WIB

Telkom Indonesia Inisiasi Business Clinic Perkuat UMKM Pariwisata Hadapi Era Digital di Labuhan Bajo

Labuhan Bajo, katakabar.com - Indigo bantu pelaku usaha lokal rancang strategi bisnis adaptif dan konten pemasaran yang menjangkau wisatawan modern Labuan Bajo dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Tapi, pelaku usaha di daerah ini masih menghadapi tantangan dalam menyusun strategi bisnis yang kontekstual dan adaptif. Banyak UMKM belum memiliki model usaha yang terstruktur, sehingga sulit bersaing di pasar yang semakin kompetitif, terutama saat tren wisata berubah pasca-pandemi dan kebutuhan akan transformasi digital tak lagi bisa diabaikan. Melihat kebutuhan pelaku usaha wisata akan model bisnis yang adaptif dan pemasaran yang tepat sasaran, Telkom Indonesia melalui Indigo, menginisiasi Business Clinic Indigo Series di Indigospace Labuan Bajo. Episode pertama yang digelar pada Jumat, 13 Juni 2025 lalu ini angkat tema “Lean Canvas dan Strategi Pemasaran di Daerah Pariwisata”, diikuti 18 peserta dari kalangan pelaku UMKM, mahasiswa kewirausahaan, serta praktisi lokal sektor pariwisata di wilayah Manggarai Barat. Di episode perdana ini, peserta tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi terlibat aktif menyusun model bisnis mereka menggunakan pendekatan Lean Canvas yang relevan dengan konteks usaha wisata lokal. Dipandu oleh Mershinta Rahmadani, Business and Community Lead Indigospace Labuan Bajo, serta Fitri Ciptosari, Dosen Manajemen Pemasaran Internasional dari Politeknik Pariwisata El Bajo Commodus, sesi ini memantik diskusi terbuka, refleksi mendalam, dan praktik langsung menyusun strategi promosi yang efektif, mulai dari memahami marketing funnel hingga merancang konten yang otentik dan mampu menjangkau karakter wisatawan yang berbeda. “UMKM pariwisata membutuhkan pendekatan yang sederhana namun tajam agar bisa bertahan di tengah dinamika pasar wisata. Melalui pendekatan Lean Canvas, pelaku usaha dapat mengenali kekuatan, tantangan, serta potensi bisnis mereka secara lebih strategis dan kontekstual,” kata Patricia Eugene Gasperz, Senior Manager Indigo. Patricia menambahkan, promosi yang efektif di daerah pariwisata menuntut pemahaman mendalam terhadap karakter wisatawan, dan di sinilah pentingnya konten lokal, personal branding, serta storytelling yang kuat untuk membangun koneksi emosional dengan pasar. Melalui sesi praktik dan diskusi intensif, peserta mendapatkan manfaat nyata dalam membangun fondasi bisnis yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Format terbatas memungkinkan interaksi langsung dengan fasilitator, sehingga tiap peserta mendapat bimbingan yang sesuai dengan kondisi usahanya.

Inisiasi Kajian Sistemik Sawit, BPDPKS Puji Langkah Ombudsman Sawit
Sawit
Selasa, 27 Agustus 2024 | 20:14 WIB

Inisiasi Kajian Sistemik Sawit, BPDPKS Puji Langkah Ombudsman

Palangkaraya, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberi puijian atas langkah Ombudsman RI sudah menginisiasi kajian sistemik mengenai perkebunan kelapa sawit. Pujian tersebut disampaikan Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS, Sunari saat berada di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), belum lama ini dilansir dari laman elaeis.co, Selasa (27/8).

Inovasi Mahasiswa ITS Modifikasi Aspal dari Limbah sawit dan Lumpur Sawit
Sawit
Sabtu, 02 Maret 2024 | 18:21 WIB

Inovasi Mahasiswa ITS Modifikasi Aspal dari Limbah sawit dan Lumpur

Jakarta, katakabar.com - Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) inisiasi gagas modifikasi pembuatan laston lapis aus guna menambah kekuatan dan kekesatan jalan aspal. Ketua tim Reswara 64 ITS yang inisiasi modifikasi ini, Bahrul Ilmi Mubarak menjabarkan, gagasan ini didasarkan adanya bahan penyusun aspal yang pada umumnya dapat menyumbangkan emisi yang cukup besar. “Jadi kami menginovasikan penggunaan limbah serat kelapa sawit dan lumpur panas Sidoarjo sebagai bahan tambahan penyusun lapisan aspal,” ujar pemuda asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur ini, dilansir dari laman sindonews.com, pada Sabtu (2/3). Menurut Bahrul, emisi yang dihasilkan jalan berbahan aspal bisa berasal dari beberapa tindakan atau kejadian pada fisik jalan aspal itu sendiri. Misalnya, saat permukaan jalan aspal terkena paparan radiasi matahari dapat meningkatkan lonjakan produksi gas karbon dioksida (CO2) sebanyak tiga kali lipat. “Proses pemeliharaan dan perkerasan pada jalan aspal turut menyumbang emisi yang cukup besar,” ulas mahasiswa angkatan 2021 ini. Inovasi modifikasi jalan aspal ini dilakukan dengan menambahkan sejumlah bahan yang dapat meningkatkan kualitas jalan dan mengurangi emisi yang dihasilkannya. Bahan pertama, yakni aerogel yang berasal dari sintesis silikon dioksida (SiO2) hasil ekstraksi lumpur panas Sidoarjo. Di mana Aerogel ini memiliki kemampuan dalam menyerap gas CO2. Bahan berikutnya, yaitu besi(III) oksida (Fe2O3) hasil ekstraksi lumpur panas sebagai modifikasi pigmen aspal. Senyawa ini dinilai dapat menurunkan suhu jalan aspal. Dan terakhir, penambahan split mastic dengan aditif serat kelapa sawit untuk meningkatkan nilai kekesatan jalan dan kemampuan jalan menyerap air. “Jadi hasil modifikasi pada lapis aus ini dapat turut berperan meningkatkan umur teknis aspal,” jelas Bahrul. Timnya bakal menjalin kerja sama dengan beberapa pihak untuk penerapan inovasi ini. Di antara dengan Lapindo Brantas Inc untuk penggunaan lumpur panas yang dibutuhkan. Selain itu, kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk proses penelitian lebih lanjut terkait modifikasi aspal turut dilakukan. Lalu, kerja sama dengan PT Sinar Mas Agro untuk pengelolaan limbah serat kelapa sawit. Tim Reswara 64 bimbingan dosen Cahya Buana ST MT ini menuangkan idenya tersebut ke dalam sebuah karya tulis bertajuk Inovasi Laston Lapis Aus Berbasis Split Mastic-Aerogel dengan Aditif Limbah Serat Kelapa Sawit Termodifikasi Pigmen Fe2O3 dari Limbah Lumpur Sidoarjo. Lewat gagasan inovasinya, tim Reswara 64 telah berhasil menyabet juara III pada ajang ADHI Innovation for Construction 2024 yang diselenggarakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, bulan Februari lalu. Tim yang beranggotakan Marchel Audy Pratama dan Em Syahdu Aflahis Salam El Wanda ini berharap inovasinya dapat diimplementasikan sebagai produk aspal dengan kualitas unggul bagi perusahaan konstruksi seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk. “Inovasi ini mudah-mudahan bisa dikembangkan lebih jauh lagi dengan riset mendalam dan peninjauan dari berbagai aspek fungsional,” ucap Bahrul. Diketahui, penyebab kecelakaan lalu lintas sering terjadi lantaran keadaan jalan yang licin dn tingkat kekesatan aspal jalan yang rendah.