IPOC 2023

Sorotan terbaru dari Tag # IPOC 2023

Tanpa 'Emas Hijau' Nol Emisi Cuma Khayalan Nusantara
Nusantara
Sabtu, 04 November 2023 | 13:10 WIB

Tanpa 'Emas Hijau' Nol Emisi Cuma Khayalan

Nusa Dua, katakabar.com - Industri 'emas hijau' julukan lain dari kelapa sawit punya jargon baru, 'No Palm Oil, No Life'. Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman yang populerkan jargon baru itu, di salah satu sesi Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2023 Nusa Dua, Bali, kemarin 'No Palm Oil, No Life' (tanpa minyak sawit, tanpa kehidupan) selaras dengan realita minyak kelapa sawit sebagai minyak nabati paling serba guna di dunia dan paling produktif dengan penggunaan lahan paling sedikit di setiap ton yang dihasilkan. Lantaran itu, guna memenuhi kebutuhan global program PSR tidak boleh diabaikan. Menurut Eddy, tanpa program ini, produktivitas perkebunan kelapa sawit diproyeksikan menurun secara serius. Pada 2025 mendatang, ulas Eddy, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, pada Sabtu (4/11), diperkirakan produksi Crude Palm Oil (CPO) hanya mencapai sekitar 44 juta metrik ton. Ini menekankan peran penting program ini menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit. “Program mandatori Biodiesel salah satu kunci mencapai penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia,” tegas Direktur Jendral Energi Baru dan Terbarukan (EBTKE), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Yudo Dwiananda Priaadi dalam Indonesian Palm Oil Conference 2023 (IPOC) ditaja di Nusa Dua Bali. Untuk mencapai target zero emission, jelas Yudo, ke depan Indonesia membutuhkan lebih banyak pasokan kelapa sawit. “Sebagai program mandatori, implementasi biofuel melalui B35 pada tahun 2023 memiliki alokasi dari domestik sebesar 13.15 juta kilo liter dan diharapkan dapat mencapai 13.9 juta kilo liter pada 2025 mendatang,” kata Yudo. Hingga September 2023, beber Yudo, kontribusi domestik dalam B35 sudah mencapai 8,9 juta kilo liter (68 persen) serta yang diekspor telah mencapai 121.000 kilo liter. Selain biodiesel, Indonesia kini tengah mengembangkan penggunaan energi terbarukan lainnya yang berbahan kelapa sawit. Baru-baru ini, pemerintah melalui maskapai plat merah telah menguji coba bahan bakar pesawat terbang atau bioavtur yang merupakan hasil dari penelitian Pertamina dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Aspek-PIR: Ini Gudang Ilmu dan Wawasan Kelapa Sawit Taraf Internasional Nasional
Nasional
Sabtu, 04 November 2023 | 10:25 WIB

Aspek-PIR: Ini Gudang Ilmu dan Wawasan Kelapa Sawit Taraf Internasional

Bali, katakabar.co - Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Aspek-PIR) apresiasi IPOC 2023 yang ditaja Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Bali 1 hingga 3 November 2023. Gelaran ini dinilai sebagai gudang ilmu bagi petani kelapa sawit yang bertaraf internasional. Apalagi, gelaran ini dihadiri puluhan tamu undangan yang berasal dari berbagai negara. "Ini gelaran yang inspiratif bagi petani kelapa sawit. Di mana pasar dunia khusus kelapa sawit hadir dalam gelaran ini," kata Ketua Umum Aspek-Pir, Setiyono saat menghadiri IPOC 2023 di Nusa Dua, Bali, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (3/11). Saya kali kedua hadir, ujar Setiyono, secara langsung jadi peserta di gelaran yang sama pada tahun 2022 lalu. "Selaku petani yang diundang sebagai peserta ya kita bersyukur. Kita sangat apresiasi karena petani sudah sangat dilibatkan," jelasnya. Saya berharap, sebut Setiyono, lewat gelaran tersebut Gapki semakin gencar mencari pasar internasional. Dampak nanti pasti terdongkrak kesejahteraan petani. "Petani semakin sejahtera, jika harga hasil pengolahan kelapa sawit semakin tinggi," tuturnya.

Di 'Pulau Dewata' Puluhan Wartawan Sawit Deklarasikan AWSI Nasional
Nasional
Jumat, 03 November 2023 | 15:23 WIB

Di 'Pulau Dewata' Puluhan Wartawan Sawit Deklarasikan AWSI

Nusa Dua, katakabar.com - Di 'Pulau Dewata' nama lain dari Bali, puluhan wartawan dari berbagai media di tanah air deklarasi Aliansi Wartawan Sawit Indonesia (AWSI) di sela pelaksanaan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2024 Price Outlook ke 19 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua Bali, pada Jumat (3/11). Selain para wartawan, deklarasi itu dihadiri Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung, Ketua Umum DPP Samade, Tolen Ketaren, Ketua Umum DPP Aspek Pir, Setiyono, Ketua Aspek-Pir Riau, Sutoyo, Wakil Ketua Umum GAPKI, Satrija B. Wibawa, Bidang Komunikasi GAPKI, Fenny Sofyan dan Guru Besar IPB, Prof. Sudarsono Sudomo. Ketua Umum Pengurus Pusat AWSI, Abdul Aziz di dampingi Sekjen AWSI, Josep Lopiwudhi mengatakan, AWSI hadir untuk menjadi wadah para wartawan yang sedang dan ingin fokus menulis tentang seluk beluk sawit, baik yang ada di ibukota negara, maupun di daerah. Sebagai wadah, AWSI bakal menjadi ruang bagi para wartawan untuk meng-update maupun meng-upgrade ilmu soal sawit tadi. "Sawit telah menjadi icon negara. Dengan luasan kebun yang telah mencapai 16,38 juta hektar, perkebunan ini telah menjadi pemasok devisa negara terbesar, mencapai lebih dari Rp500 triliun. Sekitar 24 juta keluarga telah menggantungkan perekonomiannya di sektor ini," jelas Aziz yang saat ini menjadi Kepala Biro Gatra Media Group Sumbagteng itu, selesai deklarasi. Lantaran telah menjadi icon negara, sawit ini kata Aziz harus dijaga, khususnya dari sisi pemberitaan. Apalagi, telah menjadi tumpuan, bukan tidak banyak orang yang tidak senang dengan sawit. Baik di dalam negeri, maupun luar negeri. "AWSI bakal menempatkan diri pada porsinya, menjadi jembatan untuk menghadirkan berita-berita yang akurat dan edukatif tentang sawit. Kami selalu berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab," bebernya. Gulat, Setiyono dan Tolen mengaku senang dengan kehadiran AWSI ini. Menurut mereka, AWSI adalah organisasi sepesifik, sawit. "AWSI ini menjadi harapan kami petani sawit untuk menjadi bagian terpenting dari isu yang selalu muncul di media," ujar Gulat. Selama ini, kata Gulat, isu tentang sawit itu lebih sering terdisain negatif. "Saya berharap, bapak-bapak dari perusahaan, BPDPKS khususnya, menjadikan AWSI sebagai mitra strategis. Jangan kita melihat dari sisi yang berbeda, tapi satu titik, yakni menjaga sawit indonesia menjadi lebih baik," tegasnya. Bagi Prof. Sudarsono, kehadiran AWSI ini menjadi sesuatu yang bagus dan penting. Kapasitas wartawan macam-macam. "Dengan hadirnya AWSI, mereka bisa saling bertukar informasi, pikiran hingga kapasitas mereka bisa lebih merata dan meningkat. "Dengan begitu, saat menangkap fenomena sawit, mereka akan bisa mengekspresikannya menjadi lebih baik," sebut Prof. Sudarsono.