Banyak Proyek Tetap Jalan Saat Ramadhan, Tapi Kontraktor Justru Berebut Material Ini Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:45 WIB

Banyak Proyek Tetap Jalan Saat Ramadhan, Tapi Kontraktor Justru Berebut Material Ini

Jakarta, katakabar.com - Bagi banyak orang, bulan Ramadhan identik dengan ritme aktivitas yang sedikit melambat. Jam kerja berubah, sebagian perusahaan menyesuaikan operasional, dan banyak kegiatan bisnis berjalan lebih santai dibandingkan bulan-bulan biasa. Tetapi kondisi tersebut tidak sepenuhnya berlaku di sektor konstruksi dan pembangunan fasilitas industri. Di berbagai kawasan industri, proyek pembangunan gudang, workshop, hingga fasilitas produksi tetap berjalan meskipun berada di tengah bulan puasa. Bahkan pada beberapa proyek, pekerjaan justru dipercepat sebelum memasuki masa libur panjang Hari Raya. Situasi ini membuat para kontraktor harus berpikir lebih strategis. Dengan waktu kerja yang lebih singkat, mereka tidak hanya dituntut menyelesaikan proyek tepat waktu, tetapi juga harus memastikan proses pembangunan tetap efisien. Salah satu keputusan penting yang sering menentukan kelancaran proyek adalah pemilihan material konstruksi. Tidak sedikit kontraktor yang mengakui selama periode ini ada beberapa jenis material baja yang permintaannya meningkat tajam. Dalam beberapa kasus, material tersebut bahkan menjadi “rebutan” karena banyak proyek yang membutuhkan pada waktu yang hampir bersamaan. Berbeda dengan proyek rumah tinggal yang sering kali bisa ditunda, pembangunan fasilitas industri biasanya memiliki jadwal yang lebih ketat. Banyak proyek sudah direncanakan jauh sebelum tahun berjalan dan memiliki timeline yang harus dipatuhi. Pembangunan gudang distribusi, workshop produksi, maupun renovasi fasilitas pabrik sering kali menjadi bagian dari rencana ekspansi perusahaan. Ketika proyek sudah masuk tahap pelaksanaan, menunda pekerjaan bukanlah pilihan yang mudah. Selain itu, banyak perusahaan justru ingin memastikan fasilitas operasional mereka siap digunakan setelah masa libur Lebaran. Lantaran itu, beberapa proyek bahkan dikebut agar tahap struktur utama dapat selesai sebelum aktivitas bisnis kembali normal. Di sinilah tantangan mulai muncul. Waktu kerja menjadi lebih pendek, tenaga kerja di lapangan harus menyesuaikan ritme kerja, sementara target penyelesaian proyek tetap sama. Efisiensi Pengerjaan Menjadi Prioritas Dalam kondisi seperti ini, kontraktor biasanya mulai mengevaluasi kembali metode konstruksi yang digunakan. Material yang membutuhkan proses instalasi rumit atau terlalu banyak pekerjaan tambahan di lapangan sering kali dihindari. Sebaliknya, material yang praktis, presisi, dan mudah dipasang menjadi pilihan utama. Pendekatan ini memungkinkan pekerjaan konstruksi dilakukan lebih cepat tanpa mengurangi kualitas struktur bangunan. Material berbasis baja menjadi salah satu solusi yang paling sering digunakan dalam situasi tersebut. Selain dikenal memiliki kekuatan tinggi, material baja juga relatif fleksibel untuk berbagai kebutuhan konstruksi. Di banyak proyek industri, material seperti hollow galvanis, besi CNP, pipa baja, hingga berbagai jenis plat logam menjadi komponen yang sangat penting dalam pembangunan struktur tambahan maupun fasilitas pendukung. Material baja memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya populer di berbagai proyek konstruksi. Kekuatan struktur yang tinggi memungkinkan material ini digunakan dalam berbagai kebutuhan bangunan, mulai dari struktur ringan hingga komponen fabrikasi industri. Tidak hanya itu, baja juga dikenal memiliki fleksibilitas yang cukup baik dalam proses fabrikasi. Banyak komponen dapat dipotong, dilas, atau dirakit sesuai kebutuhan proyek tanpa memerlukan proses yang terlalu kompleks. Keunggulan lain yang sering menjadi pertimbangan kontraktor adalah kecepatan instalasi. Beberapa jenis material baja memiliki ukuran yang presisi sehingga proses pemasangan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan material konvensional. Dalam proyek yang memiliki jadwal ketat seperti selama bulan Ramadhan, kecepatan pengerjaan sering kali menjadi faktor yang sangat menentukan. Di berbagai proyek pembangunan industri, beberapa jenis material baja hampir selalu digunakan. Hollow galvanis misalnya, menjadi salah satu material yang sangat populer untuk berbagai kebutuhan konstruksi ringan hingga menengah. Material ini sering digunakan sebagai rangka kanopi, struktur pagar, partisi bangunan, hingga rangka tambahan pada gudang atau workshop. Lapisan galvanis pada permukaan baja membantu melindungi material dari korosi sehingga lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang lembap atau terpapar cuaca. Selain hollow galvanis, besi CNP juga menjadi material yang sering digunakan dalam berbagai proyek konstruksi. Profilnya yang kuat namun relatif ringan membuat material ini cocok digunakan sebagai rangka atap atau struktur tambahan pada bangunan industri. Pipa baja juga memiliki peran penting dalam berbagai kebutuhan konstruksi. Material ini sering digunakan untuk struktur pagar, railing, hingga berbagai instalasi di area produksi. Sementara, plat galvanis banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan fabrikasi seperti pelindung mesin, panel industri, hingga penutup struktur bangunan. Ketika banyak proyek berjalan dalam waktu yang hampir bersamaan, permintaan terhadap material-material tersebut biasanya meningkat cukup signifikan. Persiapan Proyek Jelang Lebaran Selain faktor waktu kerja yang lebih terbatas, banyak kontraktor juga mempertimbangkan periode libur panjang Lebaran ketika merencanakan proyek mereka. Beberapa tahap pembangunan sering diupayakan selesai sebelum aktivitas proyek berhenti sementara. Misalnya, pekerjaan struktur utama bangunan biasanya diprioritaskan agar dapat diselesaikan sebelum libur. Dengan begitu, ketika proyek kembali berjalan setelah Lebaran, pekerjaan dapat langsung dilanjutkan ke tahap berikutnya tanpa harus mengulang proses dari awal. Pendekatan ini membuat kebutuhan material konstruksi sering meningkat menjelang periode libur panjang. Kontraktor yang sudah berpengalaman biasanya tidak menunggu hingga proyek dimulai untuk memesan material. Mereka cenderung mengamankan stok lebih awal agar pekerjaan di lapangan tidak terganggu. Ketika banyak proyek berjalan secara bersamaan, ketersediaan material di pasaran sering menjadi perhatian penting. Jika pasokan tidak stabil, keterlambatan pengiriman dapat berdampak langsung pada jadwal pembangunan. Karena itu, kontraktor biasanya memilih bekerja sama dengan distributor material yang memiliki stok lengkap dan mampu menyediakan berbagai kebutuhan konstruksi secara konsisten. Distributor dengan jaringan pasokan yang baik dapat membantu memastikan bahwa proyek tetap berjalan lancar meskipun permintaan material sedang meningkat. Peran Distributor Proyek Konstruksi Dalam banyak proyek pembangunan industri, distributor material sering menjadi mitra penting bagi kontraktor. Tidak hanya menyediakan produk, distributor juga membantu memastikan bahwa material yang digunakan memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan proyek. Distributor yang memiliki variasi produk lengkap biasanya lebih disukai karena kontraktor dapat memenuhi berbagai kebutuhan material di satu tempat. Material seperti hollow galvanis, besi CNP, pipa baja, hingga berbagai jenis plat logam menjadi bagian dari produk yang banyak digunakan dalam berbagai proyek konstruksi industri. Dengan ketersediaan material yang memadai, kontraktor dapat lebih fokus pada pelaksanaan proyek tanpa harus khawatir mengenai pasokan material di lapangan. Bulan Ramadhan memang membawa perubahan dalam ritme kerja di banyak sektor industri. Namun bagi dunia konstruksi, proyek pembangunan tidak selalu dapat berhenti hanya karena perubahan jadwal kerja. Pembangunan gudang, workshop, dan fasilitas produksi tetap berjalan karena memiliki target penyelesaian yang harus dipenuhi. Dalam kondisi waktu kerja yang lebih terbatas, kontraktor harus mencari cara agar proses pembangunan tetap efisien. Pemilihan material konstruksi yang tepat menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan. Material baja seperti hollow galvanis, besi CNP, pipa baja, dan plat galvanis banyak digunakan karena mampu mempercepat proses pembangunan tanpa mengurangi kekuatan struktur bangunan.

Kementerian PU Siapkan Rencana Detail Penanganan Permanen Jalan Tarutung Sibolga via Batu Lubang Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 18 Januari 2026 | 15:04 WIB

Kementerian PU Siapkan Rencana Detail Penanganan Permanen Jalan Tarutung Sibolga via Batu Lubang

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan rencana penanganan permanen pada infrastruktur jalan segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang di Provinsi Sumatera Utara. Penyusunan rencana itu dilakukan untuk mengembalikan konektivitas jalan yang longsor akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. Berdasarkan hasil identifikasi teknis di lapangan, bencana tanah longsor pada segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang itu terjadi di beberapa titik di Desa Simaninggir. Material lereng di lokasi longsor ini terus bergerak, sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk pembangunan jalan darurat. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga nadi perekonomian dan sosial masyarakat saat bencana. “Menjaga konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat perannya yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Dody. Meski saat ini segmen Simpang Rampa-Sibolga via Batu Lubang sudah terhubung, jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan umum demi alasan keselamatan. Kementerian PU masih terus mengoptimalkan perbaikan jalan darurat di lokasi tersebut untuk meningkatkan aspek keselamatan. Saat ini, akses dari Tarutung ke Kota Sibolga dapat ditempuh melalui Jalan Nasional Ruas Bts. Kota Tarutung–Sp. Rampa–Poriaha–Sibolga. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Hardy Siahaan, mengatakan saat ini masih terus dilakukan penanganan jalan darurat pada lokasi longsoran Desa Simaninggir. Sedang, untuk penanganan permanen, Kementerian PU sedang melaksanakan survei detail dan membuat perencanaan. Ada dua opsi utama yang sedang dipertimbangkan untuk penanganan permanen, yakni relokasi trase dengan memindahkan jalur ke area yang lebih aman dari potensi longsoran, atau mempertahankan trase awal namun dengan rekayasa teknis berupa pemotongan dan penyesuaian kemiringan tebing, serta pembangunan jembatan untuk meningkatkan aspek keamanan. "Kami terus memantau kondisi infrastruktur di wilayah terdampak bencana serta melakukan langkah-langkah cepat dan tepat guna menjaga konektivitas antarwilayah tetap terjaga, salah satunya akses dari dan menuju Sibolga," jelas Hardy. Paralel dengan rencana penanganan permanen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang, Kementerian PU melalui BBPJN Sumut terus melakukan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan lainnya yang terdampak bencana. Hingga 14 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, Kementerian PU mencatat progres signifikan di 12 kabupaten dan kota terdampak. Tim dari Kementerian PU telah berhasil melakukan pembersihan dan perbaikan 263 titik longsoran tebing. Selain itu juga telah tuntas melakukan penanganan sementara 65 titik jalan amblas, penanganan sementara 19 titik jalan putus, dan melakukan penanganan sementara seluruh jembatan rusak. Genangan banjir juga telah surut di sejumlah lokasi. Selain itu, Kementerian PU juga berhasil menghubungkan kembali konektivitas koridor jalan Tarutung–Sipirok sepanjang 68 km. Jalur ini masih terus disempurnakan melalui perbaikan detour demi keselamatan pengguna jalan. Koridor Sibolga–Batangtoru juga telah fungsional setelah pemasangan dua unit Jembatan Bailey di Sungai Garoga. Memasuki awal tahun 2026, Kementerian PU mulai melaksanakan survei dan perencanaan detail yang akan dilanjutkan dengan penanganan permanen di sejumlah jalan utama yang terdampak bencana di Sumatera Utara, yaitu ruas jalan Tarutung-Sibolga, Tarutung–Sipirok – Padang Sidempuan, Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan, Batangtoru–Singkuang, serta Batas Aceh–Barus–Sibolga. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan ASTA CITA dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Menteri PU Instruksikan Penanganan Jalan Terdampak Bencana di Aceh Tamiang 24 jam Nasional
Nasional
Sabtu, 27 Desember 2025 | 17:37 WIB

Menteri PU Instruksikan Penanganan Jalan Terdampak Bencana di Aceh Tamiang 24 jam

Aceh Tamiang, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan percepatan penanganan infrastruktur jalan yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Fokus utama saat ini tertuju pada pembersihan material lumpur dan sedimentasi yang menutupi satu ruas jalan nasional dan dua ruas jalan daerah. Menteri PU, Dody Hanggodo, saat meninjau langsung lokasi penanganan bencana di Aceh Tamiang, Rabu (24/12) lalu, menekankan urgensi pemulihan akses jalan, terutama di kawasan perkotaan yang menjadi nadi lalu lintas masyarakat. Guna mengejar target pemulihan, Dody menginstruksikan jajarannya untuk menerapkan sistem kerja nonstop dengan pembagian waktu yang efektif agar tidak menghambat aktivitas warga. “Saya minta kita bekerja 24 jam untuk mengejar waktu. Pagi sampai sore mengumpulkan lumpur dari lorong-lorong kanan dan kiri, kemudian malam hingga subuh fokus membersihkan area tengah kota, ada shift kerjanya," tegas Dody di lokasi peninjauan. Prioritas penanganan saat ini dilakukan pada Ruas Jalan Nasional Kota Kuala Simpang hingga Batas Provinsi Sumatera Utara. Meskipun terdampak endapan lumpur yang cukup tebal, Kementerian PU memastikan seluruh jembatan nasional di wilayah Aceh Tamiang dalam kondisi aman dan dapat dilalui kendaraan. Ditargetkan, pembersihan jalan nasional ini dapat rampung dalam waktu singkat, yakni 3 hingga 4 hari ke depan. "Dari batas masuk Kota Tamiang sampai jembatan masih banyak lumpur, saya minta dipercepat. Memang kendalanya di lapangan lalu lintas dari pagi sampai sore sangat kuat, sehingga pekerjaan menjadi lebih sulit, tetapi manfaatkan juga waktu malam," tutur Dody. Hingga saat ini, Kementerian PU telah melakukan penanganan darurat sepanjang kurang lebih 30 kilometer pada jalan nasional tersebut. Tim di lapangan masih berfokus membersihkan sedimentasi di bahu jalan, termasuk tumpukan material sisa pembersihan rumah warga yang berada di sisi jalan. Demi mendukung percepatan tersebut, Kementerian PU telah mengerahkan kekuatan penuh berupa 22 unit alat berat dan 10 unit dump truck di wilayah Aceh Tamiang. Secara rinci, 12 alat berat dan 10 dump truck beroperasi di titik penanganan tertentu, sementara 21 unit alat berat disiagakan khusus di kawasan Kota Kuala Simpang. Meski demikian, Menteri Dody menilai jumlah tersebut masih perlu ditambah untuk memaksimalkan pekerjaan di pusat kota. “Di kota ini alat berat masih kurang, jadi akan kita tambahkan lagi. Saya sudah meminta Kepala Balai Jalan dan Kepala Balai Sumber Daya Air di Medan untuk mencari penyedia jasa alat berat yang bisa kita sewa,” sebutnya. Melalui langkah percepatan dan kerja 24 jam ini, Kementerian PU optimistis fungsi jalan nasional di Aceh Tamiang akan pulih optimal dalam beberapa hari ke depan. Hal ini diharapkan dapat segera menormalkan kembali distribusi logistik serta aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya di kawasan pasar dan pertokoan yang juga menjadi prioritas pembersihan. Program kerja ini bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Pemkab Kepulauan Meranti Tegaskan Penamaan Jalan Harus Sesuai Regulasi Riau
Riau
Senin, 29 September 2025 | 09:07 WIB

Pemkab Kepulauan Meranti Tegaskan Penamaan Jalan Harus Sesuai Regulasi

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepulauan Meranti menegaskan usulan perubahan nama Jalan Parit Gantung di Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, menjadi Jalan AKBP H Asmar tidak dapat dilaksanakan. Keputusan diambil setelah pertimbangkan aturan pemerintah mengenai penamaan rupabumi. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Kepulauan Meranti, Muhlisin, menyampaikan Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar sangat menghargai inisiatif masyarakat Desa Kedabu Rapat yang ingin memberikan penghargaan dengan menamai jalan menggunakan nama beliau. Tapi sesuai ketentuan, penamaan jalan dengan nama pejabat yang masih aktif tidak dimungkinkan. “Bupati Kepulauan Meranti berterima kasih atas penghormatan dan perhatian masyarakat. Namun sebagai pemimpin daerah, beliau menegaskan bahwa aturan harus dijunjung tinggi, sehingga nama jalan tersebut diminta untuk dikembalikan sebagaimana semula atau diganti dengan nama lain sesuai kesepakatan masyarakat,” jelas Muhlisin, Minggu (28/9). Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Kepulauan Meranti, Edi Susanto, S.STP., M.Si aminkan Muhlisin . Ia menegaskan usulan perubahan nama jalan itu bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi, khususnya Pasal 3 huruf g. "Aturan tersebut menegaskan larangan penggunaan nama orang yang masih hidup, dan hanya memperbolehkan nama orang yang sudah meninggal dunia paling singkat 5 (lima) tahun,” terang Edi.

Kementerian PU Rampungkan Rehabilitasi 14 Infrastruktur Jalan Terdampak Banjir Bali Nasional
Nasional
Selasa, 23 September 2025 | 19:45 WIB

Kementerian PU Rampungkan Rehabilitasi 14 Infrastruktur Jalan Terdampak Banjir Bali

Badung, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum atau PU pastikan 14 dari 15 infrastruktur jalan yang rusak disebabkan bencana banjir di Provinsi Bali pada 10 September 2025 lalu, kini telah selesai diperbaiki dan berfungsi normal kembali. Kabar baik ini menjadi penanda pulihnya konektivitas vital di Pulau Dewata pascabencana. Penegasan ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, saat melakukan peninjauan di Underpass Simpang Dewa Ruci, Badung, Sabtu (20/9) lalu. Menurutnya, penanganan cepat selama masa tanggap darurat berhasil memulihkan hampir seluruh titik yang terdampak. "Dari 15 titik selama tanggap darurat kemarin hampir semuanya sudah kita selesaikan, kecuali Jembatan TLB Muntur di Gianyar masih ada proses sedikit. Mudah-mudahan dalam waktu 2 minggu bisa selesai secara total," ujar Dody, melalui siaran pers diterima katakabar.com, Minggu (21/9) sore. Adapun kelima belas infrastruktur yang ditangani meliputi Underpass Simpang Dewa Ruci, Jalan Kargo Km 4+800 dan Km 5+100, Jembatan TLB Muntur, Jalan Mengwitani - Bts. Kota Denpasar Km 11+550, dan Jalan A. Yani (Tabanan) Km 16+825. Selain itu, penanganan juga dilakukan di ruas jalan Br. Bunut Puhun - Bantas Km 30+300, Sidan – Bts. Kota Klungkung Km 32+800, Bts. Kota Negara - Pekutatan Km 78+400, Jalan Sudirman - Gajahmada (Negara) Km 90+980, Cekik - Bts. Kota Negara Km 101+350, Pekutatan – Antosari Km 41+600, Kosamba – Angentelu Km 54+300 dan Km 53+100, Jalan A. Yani – Jalan Udayana (Negara) Km 96+800, serta Jalan Mengwitani - Bts. Kota Tabanan (15+300). Dalam proses penanganan dampak banjir, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional atau BBPJN Jawa Timur - Bali bekerja sama dengan TNI-Polri. Tim gabungan mengoperasikan 8 unit pompa eksisting secara bergilir dan mengerahkan 2 unit pompa mobile untuk mempercepat penyurutan genangan air.

Ulah Cangkang Sawit Berserakan di Jalan Wali Kota Dumai Tegur Tiga Perusahaan Sawit
Sawit
Kamis, 04 September 2025 | 17:35 WIB

Ulah Cangkang Sawit Berserakan di Jalan Wali Kota Dumai Tegur Tiga Perusahaan

Dumai, katakabar.com - Ulah cangkang kelapa sawit berserakan di Jalan Wali Kota Dumai, H Paisal tegur tiga perusahaan. Berawal dari banyaknya laporan masyarakat soal cangkang sawit berserakan di bilangam Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan Putri Tujuh, Wali Kota Dumai H. Paisal, melaksanakan inspeksi mendadak atau Sidak. Ketika Sidak, Ia tak sendiriam tapi didampingi Dandim 0320 Dumai, Letkol Arh Hermansyah Tarigan, Plt Kadishub, Said Effendi, SE, Kepala Satpol PP Dumai, Yuda Pratama Putra, S.STP, dan Kepala DLH Dumai, Hj. Dameria, dilakukan di tiga perusahaan pengepul cangkang sawit yang beroperasi di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Dumai, di penghujung Agustus 2025 lalu. Di mana tiga perusahaan cangkang yang disidak, yakni PT Jatim Propertindo Jaya, PT New Energy Developmen Dumai dan PT Komodo. Saat Sidak, Wali Kota Dumai bertemu langsung dengan masing-masing pengelola cangkang sembari mengingatkan agar tidak ada lagi cangkang berserakan di sepanjang jalan. Menurut Wali Kota Dumai, cangkang sawit yang berserakan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, dan merusak keindahan kota. "Saya minta kepada pengusaha angkutan cangkang agar memberi alas di bak mobilnya, dan menutup lobang yang ada agar cangkang tidak berceceran di sepanjang jalan," tegasnya, dilansir dari lamam website resmi Pemko Dumai, Kamis (4/9) sore. Di salah satu perusahaan cangkang, H Paisal, periksa salah satu truk pengangkut cangkang yang dinilai melebihi kapasitas bak. Melihat itu, H Paisal meminta sopir untuk membuka terpal mobil dan mendapati muatan cangkang melebihi kapasitas. Ia meminta sopir untuk merapikan muatan, dan menutup bak mobil truk dengan terpal agar cangkang tidak berserakan di jalan. Kepada Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, H Paisal meminta, agar menindak tegas perusahaan yang memuat cangkang melebihi tonase. "Nanti tolong ditindak tegas, perusahaan yang mengangkut cangkang melebihi tonase," terangnya. Masih Wali Kota Dumai, semua perusahaan cangkang sudah disurati. Mulai September 2022 kita tidak mau lagi melihat cangkang berserakan di jalan. "Setelah disurati, bila ada angkutan cangkang yang melebihi tonase membuat cangkang berserakan di jalan, mobil truk kita tahan, dan meminta mereka membongkar kelebihan muatannya lalu meratakan cangkang sesuai ketinggian bak," ucapnya.

KAI Daop 8 dan Railfans Edukasi Pengguna Jalan di Perlintasan Sebidang Default
Default
Minggu, 10 Agustus 2025 | 18:10 WIB

KAI Daop 8 dan Railfans Edukasi Pengguna Jalan di Perlintasan Sebidang

Surabaya, katakabar.com - Guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya gelar kegiatan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api yang melibatkan komunitas pecinta kereta api (Railfans) Java Train. Kegiatan ini digelar di salah satu titik perlintasan rawan kecelakaan di Jalur Perlintasan Langsung atau JPL Nomor 78, Jalan Kolonel Sugiono, Kota Malang, Sabtu (9/8) kemarin. Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif menjelaskan, sinergi antara operator kereta api dan komunitas sangat penting untuk menciptakan budaya keselamatan bersama. "Kami bersama Komunitas Java Train kembali menyelenggarakan sosialisasi keselamatan yang bertujuan untuk mengedukasi pengguna jalan agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang, tidak menerobos, serta mematuhi rambu-rambu yang ada," ujarnya. Sementara, Ketua Umum Divisi Pusat Java Train Indonesia, Panca Agung mengutarakan, keselamatan tanggung jawab bersama. Kami sebagai komunitas railfans yang selama ini dekat dengan dunia perkeretaapian turut berkontribusi dalam menyebarkan pesan-pesan keselamatan kepada masyarakat luas. Di kegiatan ini, kata Panca, tim dari KAI Daop 8 Surabaya bersama para pengurus maupun anggota dari komunitas railfans turut serta melakukan kampanye simpatik kepada pengguna jalan agar dapat tertib ketika akan melintasi perlintasan sebidang, membagikan pamflet himbauan keselamatan, serta memberikan edukasi langsung di lapangan mengenai tata cara melintasi perlintasan sebidang yang aman.

KAI Imbau Pengguna Jalan Tingkatkan Kewaspadaan di Perlintasan Sebidang Keselamatan Jadi Prioritas Nasional
Nasional
Minggu, 22 Juni 2025 | 10:00 WIB

KAI Imbau Pengguna Jalan Tingkatkan Kewaspadaan di Perlintasan Sebidang Keselamatan Jadi Prioritas

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan menjaga keselamatan perjalanan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, dan kepatuhan saat melintasi perlintasan sebidang. Edukasi ini dilakukan seiring dengan intensitas mobilitas harian masyarakat yang tinggi, dan sebagai bentuk kolaborasi menciptakan ekosistem transportasi yang aman dan tertib. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba menuturkan, perlintasan sebidang salah satu titik koordinasi penting antara moda kereta api dan pengguna jalan, sehingga kedisiplinan sangat dibutuhkan untuk menciptakan perjalanan yang aman bagi semua. “Keselamatan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau agar para pengguna jalan senantiasa berhenti sejenak sebelum melintas, memperhatikan kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas,” ujar Anne. Kata Anne, karakteristik kereta api memiliki jalur khusus, dan kecepatan tinggi membuat kereta tidak dapat berhenti secara tiba-tiba. Itu sebabnya, sinergi antara KAI dan pengguna jalan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan. Sebagai wujud nyata peningkatan keselamatan, KAI secara konsisten melakukan penataan perlintasan sebidang. Pada tahun 2023, KAI telah menutup 123 perlintasan, meningkat menjadi 308 perlintasan pada tahun 2024, dan sepanjang Januari hingga 31 Mei 2025, telah dilakukan penutupan terhadap 156 perlintasan yang tidak memenuhi ketentuan. “Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018. Penutupan dilakukan untuk perlintasan tanpa Nomor JPL, tidak berpintu, tidak dijaga, atau yang memiliki lebar di bawah dua meter,” jelasnya. Selain itu, ucap Anne, KAI aktif mendorong solusi jangka panjang berupa pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover dan underpass, melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah. “Pemisahan jalur ini upaya bersama untuk memperkuat keselamatan transportasi secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ucap Anne. KAI turut mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi ketentuan yang berlaku, seperti yang diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Lihat Infrastruktur Jalan dan Pelabuhan di Tiga Kecamatan, Ini Kata H Asmar Riau
Riau
Kamis, 29 Mei 2025 | 17:00 WIB

Lihat Infrastruktur Jalan dan Pelabuhan di Tiga Kecamatan, Ini Kata H Asmar

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H. Asmar tinjau sejumlah infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan di wilayah Kecamatan Pulau Merbau, Merbau, dan Tasik Putri Puyu, Kamis (29/5). Di kunjungan tersebut, Bupati Kepulauan Meranti didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan atau Prokopim. Peninjauan dilakukan di lima titik, meliputi Jembatan Kuala Merbau (Kecamatan Pulau Merbau), Pelabuhan Bandul (Kecamatan Tasik Putri Puyu), Pelabuhan Belitung, Jembatan Suak Nipah, dan Pelabuhan Kuala Asam di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau. Menurut H. Asmar, sejumlah jembatan, dan pelabuhan yang masih berbahan dasar kayu segera direnovasi demi keselamatan, dan kelancaran aktivitas masyarakat. Ia meminta masyarakat untuk melapor langsung jika menemukan fasilitas yang rusak. “Kalau ada jembatan atau pelabuhan dari kayu, jangan diributkan. Laporkan saja ke saya. Insya Allah, saya akan segera bangun jembatannya. Tapi untuk pelabuhan baru, mohon bersabar karena saat ini anggaran daerah sedang dikurangi,” ujar Bupati. Soal kondisi jalan di Pulau Merbau yang sempat menjadi sorotan publik, Bupati Kepulauan Meranti menjelaskan, perbaikan telah direncanakan, dan sudah diinstruksikan kepada Dinas PUPR. Ia meminta masyarakat bersabar menunggu proses penganggaran. Kepala Dinas Perhubungan, Agusyanto Bakar, S.Sos., M.Si, menimpali, hasil tinjauan segera ditindaklanjuti sesuai ketersediaan anggaran yang telah direalokasi. Tapi, ia menegaskan penanganannya bersifat rehabilitasi sesuai arahan Bupati. “Semua kami tindaklanjuti, terutama infrastruktur yang bersifat fungsional bagi masyarakat. Tapi, kalau membutuhkan anggaran besar, harus menunggu lebih dulu,” jelas Agusyanto. Kepala Dinas PUPR, Fajar Triasmoko, M.T., aminkan Agusyanto. Pihaknya segera menindaklanjuti hasil peninjauan lapangan bersama Bupati. “Kami menjalankan fungsi sesuai arahan Bapak Bupati dan dalam waktu dekat akan mulai melaksanakan perbaikan jembatan dan pelabuhan yang ditinjau hari ini,” tutur Fajar.