Hadapi Tantangan Kelapa Sawit Ke depan, Dirut BPDKS: Hilirisasi Jadi Kunci Sawit
Sawit
Jumat, 14 Juni 2024 | 10:15 WIB

Hadapi Tantangan Kelapa Sawit Ke depan, Dirut BPDKS: Hilirisasi Jadi Kunci

Bekasi, katakabar.com – Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman menekankan, menghadapi tantangan kelapa sawit ke depan hilirisasi menjadi kuncinya. Dijabarkan Eddy, berbagai tantangan masih dihadapi sektor perkebunan kelapa sawit, meliputi produktivitas masih rendah, kampanye hitam, masalah perkebunan yang berada dalam kawasan hutan, isu legalitas dan perizinan, gangguan usaha dan konflik, serta hambatan akses pasar di beberapa negara tujuan ekspor. Untuk menghadapi tantangan tersebut, kata Eddy saat didaulat jadi narasumber acara Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek Kelapa Sawit CWE, di gedung Auditorium Poltek Kelapa Sawit CWE, pada Kamis (13/6) kemarin, penting hilirisasi atau peningkatan nilai tambah produk kelapa sawit. Hilirisasi ini mencakup berbagai sektor, seperti oleo food complex, oleo chemical, bio energy complex, bio solar (plan), dan sisanya untuk ekspor. Cerita Eddy, luas perkebunan kelapa sawit saat ini mencapai 16,38 juta hektar, dengan 8,68 juta hektar dikelola perkebunan besar swasta, 6,72 juta hektar dikelola oleh petani sawit plasma dan swadaya, serta 980 hektar dikelola oleh perusahaan negara. "Untuk memenuhi tuntutan keberlanjutan dan mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan sosial, pemerintah telah menerbitkan kebijakan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sesuai regulasi Perpres Nomor 44 tahun 2020. Kebijakan ISPO ini mencakup tujuh prinsip keberlanjutan," tuturnya, dilansir dari laman resmi BPDPKS, pada Jumat (14/6). Pemerintah, lanjut Eddy, mendorong kebijakan Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR, dan mendorong petani yang sudah melakukan PSR mampu memenuhi sertifikasi ISPO. “Dana hibah untuk PSR mencapai Rp30 juta per hektar, dengan maksimal pengajuan untuk 4 hektar untuk saat ini,” terangnya. Tidak cuma itu, sebut Eddy, untuk pengembangan sumber daya manusia, BPDPKS telah menerapkan program pendidikan vokasi dan strata satu (S1), dengan 6.255 siswa siswi penerima beasiswa, di mana sekitar 3.025 siswa siswi telah lulus. "BPDPKS mendukung program penelitian dan pengembangan sektor sawit bekerja sama dengan lembaga penelitian dan pendidikan tinggi di Indonesia," imbuhnya. Kuliah umum ini, bebernya, menjadi ajang penting untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai peran strategis mereka dalam mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit. "Jadi, komitmen BPDPKS dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengembangan untuk kemajuan sektor sawit di Indonesia," tegasnya. Diketahui, untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai sektor perkebunan kelapa sawit, Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek Kelapa Sawit CWE) gelar kuliah umum bertajuk “Peran Generasi Muda Sawit dalam Mendukung Sawit Berkelanjutan”.

Harga TBS Sawit Naik Rp3,99 Per Kilogram di Sumbar Sepekan Kedepan Sawit
Sawit
Jumat, 29 Desember 2023 | 22:09 WIB

Harga TBS Sawit Naik Rp3,99 Per Kilogram di Sumbar Sepekan Kedepan

Sumbar, katakabar.com - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Barat telah tetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk sepekan ke depan. Dari penetapan harga tersebut dinyatakan TBS kelapa sawir di 'ranah minang' nama lain dari Provinsi Sumatera Barat terjadi kenaikan sehingga dibeli Rp2.503,28 per kilogram. Bila harga TBS kelapa sawit itu dibandingkan dengan periode sebelumnya, kenaikan sebesar Rp3,99 per kilogram lantaran harga periode sebelumnya kisaran Rp2.499,29 per kilogram. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Sumatera Barat, Jufri Nur menjelaskan, kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) kerek naik harga TBS kelapa sawit pekan ini. Di mana harga CPO yang menjadi patokan sebesar Rp10.971,49 per kilogram pekan ini naik dari harga sebelumnya kisaran Rp10.933,79 per kilogram. Nah, kata Jufri, untuk harga untuk harga inti sawit Rp5.362,47 per kilogram, harga cangkang Rp12,58 per kilogram dan indeks k sebesar 91,62 persen. "Musibah bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di di Provinsi Sumatera Barat belum berdampak pada perkebunan kelapa sawit. Soalnya, lokasi terjadinya bencana jauh dari sentra perkebunan kelapa sawit," imbuhnya. Ini daftatlr harga kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat untuk sepekan ke depan, yakni umur 3 tahun Rp1.879,70 per kilogram, umur 4 tahun Rp2.112,80 per kilogram, umur 5 tahun Rp2.238,43 per kilogram, umur 6 tahun Rp2.262,94 per kilogram, umur 7 tahun Rp2.278,95 per kilogram Lalu, umur 8 tahun Rp2.467,78 per kilogram, umur 9 tahun Rp2.500,31 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp2.503,28 per kilogram, umur 21 tahun Rp2.426,49 per kilogram, umur 22 tahun Rp2.417,95 per kilogram, umur 23 tahun Rp2.385,34 per kilogram, dan umur 24 tahun Rp2.262,75 per kilogram.