Lanjut

Sorotan terbaru dari Tag # Lanjut

Emas Diproyeksi Lanjut Menguat Berpeluang Sentuh Level $5.250 Didongkrak Sentimen Safe Haven Internasional
Internasional
Selasa, 24 Februari 2026 | 16:12 WIB

Emas Diproyeksi Lanjut Menguat Berpeluang Sentuh Level $5.250 Didongkrak Sentimen Safe Haven

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia diperkirakan masih mempertahankan kecenderungan positif pada perdagangan, Selasa (24/2), setelah mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut dan kembali melampaui level penting $5.200 per troy ounce. Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai kombinasi faktor global dan sinyal teknikal yang kuat menjadi pendorong utama yang menjaga momentum kenaikan logam mulia. "Pada sesi perdagangan Asia, harga emas bahkan sempat bergerak naik hingga mendekati level $5.230, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah kondisi ekonomi dan politik global yang belum stabil," ujarnya. Menurut Andy Nugraha, pelemahan mata uang Dolar AS menjadi salah satu katalis utama yang memperkuat posisi emas. Tekanan terhadap dolar dipicu oleh ketidakpastian baru terkait arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat, terutama setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa tarif perdagangan besar yang sebelumnya diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Meskipun pemerintah kemudian mengumumkan kebijakan tarif baru, langkah tersebut justru meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas perdagangan global, sehingga mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset yang dianggap lebih aman. Selain isu perdagangan, perkembangan geopolitik internasional juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan harga emas. Rencana dialog lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran terkait isu nuklir menjadi perhatian pasar. Situasi geopolitik yang masih penuh ketidakpastian cenderung meningkatkan preferensi investor terhadap emas, yang secara historis dianggap sebagai instrumen perlindungan nilai di tengah potensi konflik dan ketegangan global. Namun demikian, setiap sinyal positif dari proses diplomasi berpotensi membatasi penguatan emas dalam jangka pendek karena dapat mengurangi kekhawatiran pasar. Faktor lain yang turut memperkuat harga emas adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat serta melemahnya indeks dolar. Penurunan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun membuat emas menjadi lebih kompetitif dibandingkan instrumen berbasis bunga. Pada kondisi seperti ini, investor cenderung meningkatkan eksposur terhadap emas karena biaya peluang untuk memegang aset non-yielding menjadi lebih rendah. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi harga emas untuk mempertahankan tren kenaikan yang telah terbentuk dalam beberapa hari terakhir. Pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, khususnya data Indeks Harga Produsen (PPI), yang dapat memberikan gambaran mengenai arah inflasi dan kebijakan suku bunga. Kebijakan moneter yang lebih longgar berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Pejabat Federal Reserve, termasuk Christopher Waller, sebelumnya menyampaikan bahwa bank sentral masih membuka kemungkinan untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan menurunkannya jika kondisi ekonomi mendukung. Sikap yang cenderung fleksibel ini memberikan sentimen positif bagi emas, karena suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia. Dari perspektif teknikal, Andy Nugraha, menjelaskan struktur grafik saat ini memperlihatkan tren naik yang semakin solid. Pola candlestick yang terbentuk menunjukkan dominasi tekanan beli yang konsisten, sementara indikator Moving Average mengonfirmasi bahwa harga bergerak dalam jalur bullish. Hal ini mengindikasikan bahwa minat beli masih kuat dan potensi kenaikan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek. Dupoin Futures memproyeksikan jika momentum bullish tetap terjaga, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance di kisaran $5.250 per troy ounce. Level ini menjadi target terdekat yang dapat dicapai apabila kondisi pasar tetap mendukung, terutama jika dolar AS masih berada dalam tekanan dan ketidakpastian global belum mereda. Sebaliknya, apabila terjadi tekanan jual atau aksi ambil untung, maka harga emas berpotensi mengalami koreksi menuju level support terdekat di sekitar $5.127 per troy ounce. Area tersebut diperkirakan akan menjadi zona penting yang dapat menahan penurunan lebih lanjut. Secara keseluruhan, prospek harga emas dalam jangka pendek masih menunjukkan kecenderungan positif. Kombinasi antara pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi, ketidakpastian perdagangan global, serta dukungan sinyal teknikal yang kuat menjadi faktor utama yang menopang tren kenaikan. Andy Nugraha menegaskan selama harga emas mampu bertahan di atas level support kunci, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka. Lantaran itu, investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan moneter, serta dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

Mediasi Kasus Penganiayaan Kandas di Kepulauan Meranti, Korban Minta Proses Hukum Dilanjutkan Hukrim
Hukrim
Kamis, 04 Desember 2025 | 16:37 WIB

Mediasi Kasus Penganiayaan Kandas di Kepulauan Meranti, Korban Minta Proses Hukum Dilanjutkan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Upaya mediasi kasus dugaan penganiayaan terhadap Nuri 40 tahun yang digelar di Polres Kepulauan Meranti tidak mencapai kata sepakat. Setelah mediasi dinyatakan gagal, pihak kepolisian memastikan proses hukum tetap berlanjut sesuai ketentuan perundang-undangan. Mediasi tersebut dilaksanakan penyidik Polres Kepulauan Meranti, Senin lalu, atau sekitar satu bulan setelah korban melaporkan dugaan penganiayaan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 11.00 WIB. Setelah membuat laporan, korban juga telah menjalani visum di Puskesmas setempat. Perkara tersebut kemudian dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal dan ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kepulauan Meranti. Mediasi Hadirkan Kedua Pihak dan Aparat Desa Pada forum mediasi, Nuri hadir bersama suaminya, A 44 tahun, serta pendamping hukum, Ramlan CPLA, Ketua Lembaga Bantuan Hukum CCI Provinsi Riau. Sementara terlapor berinisial S 27 tahun datang didampingi suami, ibu, dan sejumlah anggota keluarganya. Mediasi juga dihadiri Kepala Desa Centai, M. Latief, S.Sos., dan Kanit PPA Polres Kepulauan Meranti, Aipda Desi. Penyidik membuka pertemuan dengan menjelaskan bahwa mediasi dilaksanakan sebagai upaya penyelesaian perkara secara kekeluargaan. “Kami mempertemukan kedua belah pihak terkait laporan dugaan penganiayaan. Jika ada titik temu, tentu akan lebih baik. Tetapi, keputusan sepenuhnya berada pada para pihak,” ujar penyidik. Aipda Desi menegaskan peluang perdamaian masih terbuka selama ada kesepakatan dari korban. “Jika ada iktikad baik dari kedua belah pihak, silakan dibicarakan. Namun kami serahkan sepenuhnya kepada korban,” jelasnya. Permintaan Maaf Dinilai Tidak Tulus Di mediasi tersebut, terlapor S menyampaikan permintaan maaf. Tetapi, sejumlah pernyataan yang disampaikannya justru memicu ketegangan suasana. “Permintaan maaf sudah dua kali kami sampaikan di kantor desa, tetapi tidak ada jalan tengah. Apa kami harus sampai sujud meminta maaf? Permasalahan ini tentu ada penyebabnya,” ujar S. Pernyataan itu ditanggapi keras pihak pelapor, terlebih setelah keluarga terlapor menyampaikan pernyataan, “Kalau tidak ada api, tidak mungkin ada asap.” Sementara, Kuasa hukum korban, Ramlan CPLA, menyampaikan keberatan karena penjelasannya beberapa kali disela oleh pihak keluarga terlapor. “Jika penyampaian kami terus dipotong, kami siap meninggalkan ruangan,” tegas Ramlan. Ia menegaskan keputusan menerima atau menolak perdamaian sepenuhnya merupakan hak korban sebagai pihak yang dirugikan. “Pemerintah desa sudah berupaya memediasi. Namun soal damai atau tidak, itu hak klien kami,” ucapnya. Kepala Desa Centai, M. Latief, membenarkan sebelumnya pihak desa telah memfasilitasi dua kali mediasi antara kedua belah pihak. “Memang belum tercapai kesepakatan. Kami hanya dapat mengimbau agar semua pihak lebih berhati-hati dalam bertindak,” tuturnya. Dengan suara bergetar, Nuri, menyatakan secara pribadi ia memaafkan terlapor, namun menolak penyelesaian damai dan meminta proses hukum tetap berjalan. “Saya memaafkan sebagai sesama manusia, tapi secara hukum saya ingin kasus ini diproses. Selama hampir satu bulan tidak ada itikad baik datang atau menghubungi saya. Saya merasa dipermalukan dan disakiti,” terangnya. Ketegangan kembali muncul setelah terlapor menyampaikan pernyataan tambahan yang dinilai memprovokasi. Penyidik pun menegur terlapor dan menegaskan bahwa permintaan maaf harus disampaikan dengan sikap tulus. Mediasi Resmi Dinyatakan Gagal Di akhir pertemuan, korban secara tegas menyatakan menolak perdamaian. “Hati saya sudah terlanjur sakit. Peristiwa ini terjadi di rumah saya dan melibatkan pengeroyokan. Saya ingin keadilan melalui jalur hukum,” ulas Nuri. Penyidik Polres Kepulauan Meranti akhirnya menyatakan mediasi tidak berhasil dan memastikan perkara tersebut akan dilanjutkan ke tahap proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Pertemuan pun ditutup, dan seluruh pihak membubarkan diri.

PSR Dilanjutkan 2024, H Mian: Jangan Lagi Buka Lahan di Kawasan Hutan Nasional
Nasional
Jumat, 08 Desember 2023 | 21:49 WIB

PSR Dilanjutkan 2024, H Mian: Jangan Lagi Buka Lahan di Kawasan Hutan

Bengkulu, katakabar.com - Bupati Bengkulu Utara, H Mian pastikan program replanting atau Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dilanjutkan tahun depan. Program replanting lanjutan untuk tahun depan, rencananya seluas 1.500 hektar perkebunan kelapa sawit warga di Bengkulu Utara. "Pada 2024 nanti, seluas 1.500 hektar bakal diteruskan program replanting. Program ini semuanya bakal kebagian," ujar Bupati Bengkulu Utara, H Mian saat acara Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Gembung Raya, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (8/12). PSR tahun depan, kata H Mian, khusus ditujukan bagi masyarakat atau petani kelapa sawit dari golongan tidak mampu. "Kalu kebunnya sudah luas dan menghasilkan, tidak usah ikut mendaftar. Ini jatahnya untuk masyarakat yang kurang mampu," jelasnya. Pelaksanaannya, ulas H Mian, peserta program replanting dapat bantuan dana sebesar Rp30 juta per hektar, dengan harapan mampu merubah hasil produksi yang sebelumnya tidak produktif menjadi lebih produktif. "Kita prioritaskan yang tidak mampu biar ekonomi terangkat. Apalagi tujuan dari program replanting ini untuk mengangkat perekonomian masyarakat atau petani yang semula hasil produksinya tidak produktif menjadi lebih produktif," terangnya. Sisi lain, ulas H Mian, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, tengah mengusulkan pelepasan lahan sekitar 36.000 hektar ke pusat. Lahan ini berada dalam kawasan Alas Bangun, Linmas Jaya, hingga wilayah Kilo Meter. "Masih kita usulkan. Masyarakat mohon bersabar menunggu proses," ucap Bupati Bengkulu Utara, H Mian, kemarin. Lantaran itu, pinta H Mian, jangan lagi masyarakat membuka lahan dalam kawasan hutan, sebab dapat merugikan lingkungan dan keseimbangan ekosistem kawasan dan hutan lindung. "Proses pelepasan masih diusahakan. Jadi, jangan dulu membuka lahan kebun sawit. Ini salahi aturan. Kecuali nanti kalau usaha sudah clear untuk pelepasan. Itu baru bisa dibuka," tegasnya.

Korupsi Bikin PSR Stop, Kini Program Lanjut di Pinang Raya Sawit
Sawit
Kamis, 09 November 2023 | 14:45 WIB

Korupsi Bikin PSR Stop, Kini Program Lanjut di Pinang Raya

Bengkulu, katakabar.com - Kasus korupsi bikin program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terhenti tahun lalu, tapi kini program sudah berlanjut di Kabupaten Bengkulu Utara. Kasus korupsi dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melibatkan tiga pengurus Kelompok Tani Rindang Jaya dan Kepala Desa Tanjung Muara di Kecamatan Pinang Raya. Pengadilan Negeri Bengkulu telah vonis keempat terdakwa masing-masing selama empat tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider lima bulan penjara serta masing-masing membayar uang pengganti atas kerugian negara. Taķ mau larut dengan persoalan korupsi tadi, lembaran baru dibuka. Camat Pinang Raya, M Irfan lantas umumkan program replanting kelapa sawit di daerahnya dilanjutkan. Menurutnya, tak ada perbedaan pelaksanaan program PSR yang direncanakan bakap dimulai di tahun 2024 nanti. "Tahapannya mulai dari proses pengajuan permohonan programPSR melalui kelompok tani. Usulan itu, kemudian diverifikasi hingga dieksekusi oleh pihak yang telah diberikan wewenang oleh pemerintah," jelasnya kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pasa Kamis (9/11). Ditegaskannya, PSR hanya ditujukan untuk kebun kelapa sawit yang tidak produktif. Artinya, kebun kelapa sawit ditanami kembali dengan kelapa sawit bukan tanaman karet atau komoditas lainnya diganti menjadi kelapa sawit. Sejauh ini, lanjutnya, sudah banyak Kelompok Tani (Poktan) dari desa-desa di wilayah kerjanya sudah mengajukan program replanting di tahun 2024. "Hampir dari setiap desa ada yang mengusulkan PSR. Semoga semua dapat berjalan lancar sesuai target dan tujuan pemerintah daerah yang ingin mendorong kesejahteraan masyarakat atau petani kelapa sawit melalui program replanting, ini," harapnya. Selain sawit, tambahnya, pada tahun 2024 mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara bakal menjalankan program ekstensifikasi atau penanaman baru khusus komoditas karet. "Pemerintah Daerah (Pemda) tidak hanya fokus untuk mengembangkan sawit saja, tapi komoditas perkebunan lainnya," terangnya. Untuk Teknis pelaksanaan program ekstensifikasi, imbuhnya, mirip dengan program replanting. Ada bedanya, pada program ekstensifikasi ini petani karet hanya mendapatkan bibit dan pupuk gratis selama 2 tahun.