Bengkulu, katakabar.com - Bupati Bengkulu Utara, H Mian pastikan program replanting atau Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dilanjutkan tahun depan.
Program replanting lanjutan untuk tahun depan, rencananya seluas 1.500 hektar perkebunan kelapa sawit warga di Bengkulu Utara.
"Pada 2024 nanti, seluas 1.500 hektar bakal diteruskan program replanting. Program ini semuanya bakal kebagian," ujar Bupati Bengkulu Utara, H Mian saat acara Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Gembung Raya, kemarin, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (8/12).
PSR tahun depan, kata H Mian, khusus ditujukan bagi masyarakat atau petani kelapa sawit dari golongan tidak mampu.
"Kalu kebunnya sudah luas dan menghasilkan, tidak usah ikut mendaftar. Ini jatahnya untuk masyarakat yang kurang mampu," jelasnya.
Pelaksanaannya, ulas H Mian, peserta program replanting dapat bantuan dana sebesar Rp30 juta per hektar, dengan harapan mampu merubah hasil produksi yang sebelumnya tidak produktif menjadi lebih produktif.
"Kita prioritaskan yang tidak mampu biar ekonomi terangkat. Apalagi tujuan dari program replanting ini untuk mengangkat perekonomian masyarakat atau petani yang semula hasil produksinya tidak produktif menjadi lebih produktif," terangnya.
Sisi lain, ulas H Mian, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, tengah mengusulkan pelepasan lahan sekitar 36.000 hektar ke pusat. Lahan ini berada dalam kawasan Alas Bangun, Linmas Jaya, hingga wilayah Kilo Meter.
"Masih kita usulkan. Masyarakat mohon bersabar menunggu proses," ucap Bupati Bengkulu Utara, H Mian, kemarin.
Lantaran itu, pinta H Mian, jangan lagi masyarakat membuka lahan dalam kawasan hutan, sebab dapat merugikan lingkungan dan keseimbangan ekosistem kawasan dan hutan lindung.
"Proses pelepasan masih diusahakan. Jadi, jangan dulu membuka lahan kebun sawit. Ini salahi aturan. Kecuali nanti kalau usaha sudah clear untuk pelepasan. Itu baru bisa dibuka," tegasnya.
PSR Dilanjutkan 2024, H Mian Jangan Lagi Buka Lahan di Kawasan Hutan
Diskusi pembaca untuk berita ini