Etika Jadi Kunci di Era AI, Legislator Senayan Ingatkan Masyarakat Jangan Asal Sebar Informasi Politik
Politik
6 jam yang lalu

Etika Jadi Kunci di Era AI, Legislator Senayan Ingatkan Masyarakat Jangan Asal Sebar Informasi

Jakarta, katakabar.com - Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) semakin memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat. Di tengah kemudahan dan peningkatan produktivitas yang ditawarkan teknologi tersebut, masyarakat juga dihadapkan pada risiko penyalahgunaan apabila AI digunakan tanpa memperhatikan etika dan tanggung jawab. Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat mengibaratkan teknologi sebagai pisau bermata dua. Menurutnya, teknologi dapat memberikan manfaat apabila dimanfaatkan secara tepat, tetapi berpotensi menimbulkan dampak negatif ketika disalahgunakan. Demikian kata Syahrul saat menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Publik yang digelar Bakti Komdigi bersama Komisi I DPR RI angkat tema “Etika Digital di Era AI: Cerdas Berteknologi, Bijak Berinformasi”, di penghujung Agustus 2026 lalu. Dijelaskan Syahrul, teknologi digital saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Berbagai aktivitas, mulai dari komunikasi, pendidikan, pekerjaan hingga memperoleh informasi, semakin banyak dilakukan melalui platform digital. Itu sebabnya, kemajuan teknologi dinilai perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai etika, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis. “Teknologi itu ibarat pisau bermata dua. Pisau bisa digunakan untuk membantu pekerjaan dan memberikan manfaat, tetapi kalau digunakan dengan cara yang salah, bisa mencelakai. Begitu juga teknologi, termasuk AI. Semua tergantung bagaimana manusia menggunakannya,” ujar Syahrul. AI Buka Peluang, tetapi Juga Mengandung Risiko AI memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Teknologi tersebut dapat membantu mengolah informasi, meningkatkan produktivitas, mendukung proses pendidikan, hingga mempermudah berbagai pekerjaan. Tetapi, ucap Syahrul, kemudahan dalam memproduksi dan menyebarkan konten juga membuka ruang bagi penyalahgunaan. AI dapat dimanfaatkan untuk membuat informasi palsu, memanipulasi konten, menghasilkan materi yang menyesatkan, hingga menciptakan konten yang berpotensi merugikan pihak lain. Ia menilai kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan kecerdasan moral. “Jangan sampai kita hanya menjadi pintar menggunakan teknologi, tetapi tidak pintar dalam mempertimbangkan dampaknya. Kita harus memiliki etika. Apa yang kita buat, apa yang kita sebarkan, harus dipikirkan apakah memberikan manfaat atau justru merugikan orang lain,” ulasnya. DPR RI Ingatkan Masyarakat Tak Asal Sebar Informasi Syahrul juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai atau menyebarkan setiap informasi yang ditemukan di ruang digital. Perkembangan AI membuat produksi konten menjadi semakin mudah. Kondisi tersebut juga memungkinkan munculnya konten yang terlihat meyakinkan, tetapi belum tentu sesuai dengan fakta. Lantaran itu, masyarakat didorong membangun kebiasaan melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi kepada orang lain. “Di era digital ini, jari kita bisa lebih cepat daripada pikiran kita. Begitu informasi kita sebarkan, dampaknya bisa ke mana-mana. Karena itu, sebelum membagikan sesuatu, pastikan dulu kebenarannya dan pikirkan dampaknya,” pesannya. Ia menegaskan, ruang digital merupakan ruang publik yang perlu dijaga bersama. Kebebasan berekspresi, menurutnya, tetap harus disertai tanggung jawab serta memperhatikan aturan dan kepentingan orang lain. Syahrul berharap literasi digital tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga membentuk karakter pengguna teknologi yang kritis, bertanggung jawab dan beretika. “Tujuan akhirnya adalah bagaimana teknologi benar-benar menjadi alat untuk mencerdaskan masyarakat, bukan sebaliknya membuat masyarakat mudah dipengaruhi, mudah terprovokasi dan mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tegasnya. Pakar Dorong Penggunaan AI yang Bertanggung Jawab Pakar Ade Rahmatullah, S.Fil.I., M.M., mengatakan kehadiran AI telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh, memproduksi dan menyebarkan informasi. Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan kemampuan baru agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami konsekuensi dari setiap aktivitas yang dilakukan di ruang digital. Kemudahan menghasilkan konten dengan bantuan AI, kata Ade, harus diikuti tanggung jawab untuk memastikan konten yang dibuat tidak melanggar etika, merugikan orang lain maupun menyebarkan informasi yang menyesatkan. Sementara, akademisi Wamdi, S.Pd., M.H., menilai pendidikan mengenai etika digital perlu diperkuat sejak dini, khususnya kepada generasi muda yang menjadi salah satu kelompok aktif dalam penggunaan teknologi dan media sosial. Disebutkan Wamdi, kemampuan literasi digital harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam hoaks, manipulasi digital, penipuan maupun berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi AI. Dorong Ruang Digital yang Sehat Forum Diskusi Publik tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus berbagai tantangan yang menyertainya. Melalui tema “Etika Digital di Era AI: Cerdas Berteknologi, Bijak Berinformasi”, Bakti Komdigi bersama Komisi I DPR RI mendorong masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi sekaligus memperkuat kesadaran mengenai etika dan tanggung jawab dalam berinformasi. Dengan literasi digital yang kuat dan kemampuan berpikir kritis, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan AI secara bijak serta turut menjaga ruang digital agar tetap sehat, aman dan memberikan manfaat bagi publik.

ENSIA 2026: Saat Inovasi Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 13 September 2026 | 16:04 WIB

ENSIA 2026: Saat Inovasi Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan dan Ketangguhan Masyarakat

Denpasar, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) kembali gelar Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 sebagai ajang apresiasi bagi dunia usaha dan masyarakat yang menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial berdampak nyata. Usung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”, ENSIA 2026 hadir untuk mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya memperkuat daya saing bisnis, tetapi juga meningkatkan ketangguhan sosial dan lingkungan di tengah berbagai tantangan global. ENSIA 2026 diselenggarakan di Bali dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh Jumhur Hidayat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Rahmat Pambudi, dan Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster. Pada kegiatan tersebut, Moh Jumhur Hidayat mengapresiasi PT Sucofindo (Persero) yang secara konsisten menghadirkan ENSIA sebagai wadah yang mendorong lahirnya inovasi lingkungan dan sosial dari dunia usaha maupun masyarakat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya inovasi dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, Moh Jumhur Hidayat juga menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan inovasi yang berlandaskan empat prinsip utama, yaitu Green Jobs, Social Preparation and Social Integration, Penerapan Budaya Zero Accident, dan Tobat Ekologis. “ENSIA sangat relevan dengan kebutuhan saat ini dan sejalan dengan PROPER dan Gerakan Tobat Ekologis yang diusung Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan dunia usaha, ENSIA dapat mendorong kontribusi nyata terhadap pemulihan lingkungan, pengelolaan sampah, rehabilitasi daerah aliran sungai, penanaman pohon, transisi energi bersih, serta pengembangan ekonomi hijau yang menjadi bagian penting dari agenda pembangunan berkelanjutan nasional,” ujarnya. Gerakan Tobat Ekologis merupakan gerakan yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong perubahan cara pandang dan perilaku seluruh pemangku kepentingan terhadap lingkungan melalui kolaborasi dan aksi nyata yang berkelanjutan. Moh. Jumhur Hidayat menegaskan inovasi lingkungan dan sosial yang dikembangkan dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia. ENSIA menjadi salah satu bukti bahwa komitmen keberlanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Sandry Pasambuna, menegaskan ajang ini bukan sekedar seremoni penghargaan, tetapi juga ruang kolaborasi dan wadah berbagi praktik terbaik (best practice) bagi pelaku usaha dalam mengembangkan inovasi keberlanjutan. “ENSIA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan komitmen dan capaian inovasinya kepada para pemangku kepentingan. Selain memperoleh pengakuan atas inovasi yang dijalankan, peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik terbaik dan memperluas jejaring serta memperkuat reputasi perusahaan dalam aspek keberlanjutan. Bagi perusahaan yang mengikuti PROPER, apresiasi ENSIA dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam mendukung aspek penghargaan nasional pada penilaian PROPER Hijau dan Emas,” tuturnya. Sandry Pasambuna menambahkan, tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” dipilih sebagai respons terhadap berbagai dinamika global, mulai dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasok hingga ancaman bencana ekologis akibat perubahan iklim. Melalui tema tersebut, PT Sucofindo (Persero) mendorong pelaku usaha dapat terus mengembangkan inovasi yang mampu mengoptimalkan efisiensi sumber daya, mengurangi dampak lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. “Ke depan, kami berharap ENSIA terus berkembang sebagai platform inovasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak. Kami ingin merangkul lebih banyak perusahaan, komunitas, dan local hero yang terlibat serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan dan sosial secara nyata. Yang terpenting, inovasi yang dihadirkan pada ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, melainkan dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi mengungkapkan antusiasme peserta dari dunia usaha terhadap ENSIA terus meningkat setiap tahunnya. “ENSIA 2026 mencatat partisipasi 253 perusahaan dengan 954 paper dan 48 local hero, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 178 perusahaan dengan 690 paper. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya komitmen dunia usaha dalam menghadirkan inovasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sosial, dan bisnis,” jelasnya. Pada penyelenggaraan tahun ini, ENSIA memperbaharui topik inovasi khusus, yang semula berfokus pada konservasi daerah aliran sungai menjadi transisi energi bersih. Perubahan ini mencerminkan urgensi ketahanan energi, efisiensi sumber daya, dan pengurangan emisi sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim serta dinamika global yang terus berkembang. Melalui fokus tersebut, ENSIA mendorong dunia usaha untuk menghadirkan inovasi yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan keberlanjutan nasional.

Gap Literasi Keuangan Masih 24 Poin, Dhiraj Kelly Dorong Masyarakat Pahami Risiko Sebelum Berinvestasi Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 09 September 2026 | 15:05 WIB

Gap Literasi Keuangan Masih 24 Poin, Dhiraj Kelly Dorong Masyarakat Pahami Risiko Sebelum Berinvestasi

Jakarta, katakabar.com - Kemudahan membuka akun investasi, membeli aset keuangan, dan mengakses platform trading belum sepenuhnya diikuti kemampuan masyarakat memahami risiko yang harus ditanggung. Kondisi tersebut membuat edukasi mengenai biaya, potensi kerugian, profil risiko, dan pengelolaan modal semakin mendesak. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 menunjukkan indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,61 persen. Sedang, indeks literasi keuangan masih berada di angka 69,57 persen. Selisih 24,04 poin persentase tersebut menunjukkan bahwa tingginya penggunaan produk dan layanan keuangan belum sepenuhnya diimbangi tingkat pemahaman yang setara. Masyarakat dapat memiliki akses terhadap suatu produk, tetapi belum tentu memahami cara kerjanya, struktur biaya, tingkat risiko, maupun kesesuaiannya dengan kondisi keuangan pribadi. Kesenjangan itu dapat memengaruhi kualitas keputusan finansial. Tanpa pemahaman yang memadai, seseorang berisiko memilih produk yang tidak sesuai, menggunakan dana kebutuhan untuk investasi berisiko tinggi, mengambil posisi trading berlebihan, atau mengikuti promosi keuntungan tanpa mempertimbangkan kemungkinan kerugian. “Masalah yang dihadapi masyarakat saat ini bukan lagi sekadar sulit memperoleh akses. Produk keuangan sudah tersedia melalui telepon genggam, tetapi akses yang mudah perlu diikuti kemampuan menilai risiko dan mengambil keputusan secara rasional,” ujar Dr. Dhiraj Kelly. Membantu Masyarakat Mengajukan Pertanyaan Tepat Sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami tujuan keuangan, jangka waktu, kemampuan menanggung kerugian, dan karakteristik produk yang akan digunakan. Keputusan investasi tidak seharusnya hanya didasarkan pada potensi keuntungan atau rekomendasi figur tertentu. Beberapa pertanyaan mendasar yang perlu dijawab antara lain: Apakah produk tersebut dipahami dengan baik?Apa risiko terburuk yang mungkin terjadi?Berapa besar kerugian yang masih sanggup ditanggung?Apakah dana yang digunakan merupakan dana dingin?Berapa biaya transaksi dan biaya lainnya?Apakah keputusan dibuat berdasarkan analisis atau tekanan emosional?Bagaimana rencana jika hasilnya tidak sesuai harapan? Menurut Dhiraj, kemampuan mengajukan pertanyaan tersebut dapat membantu masyarakat menghindari keputusan impulsif. Edukasi keuangan harus membentuk proses berpikir, bukan sekadar memberikan daftar instrumen atau prediksi pergerakan harga. “Setiap orang memiliki tujuan, kondisi modal, dan toleransi risiko yang berbeda. Karena itu, sebuah strategi yang berhasil bagi seseorang belum tentu tepat untuk orang lain,” ucapnya. Risiko Perlu Dibahas Sejelas Peluang Keuntungan Informasi mengenai investasi dan trading di media sosial sering kali lebih menarik ketika menampilkan keuntungan. Masyarakat juga membutuhkan penjelasan yang seimbang mengenai kerugian, volatilitas, drawdown, leverage, biaya transaksi, dan tekanan psikologis ketika menghadapi perubahan pasar. Untuk memperluas akses terhadap pembahasan tersebut, kanal YouTube Dr. Dhiraj Kelly menghadirkan konten mengenai investasi, trading, pengelolaan portofolio, manajemen risiko, psikologi keuangan, serta strategi membangun pendapatan secara berkelanjutan. Materinya diarahkan untuk membantu audiens memahami alasan di balik suatu keputusan finansial. Pembahasan tidak hanya mencakup peluang, tetapi juga skenario kerugian, batas risiko, kesalahan yang perlu dihindari, dan langkah evaluasi setelah keputusan diambil. Topik yang dibahas meliputi pengenalan profil risiko, money management, pengendalian drawdown, perbedaan investasi dan spekulasi, psikologi ketika menghadapi keuntungan maupun kerugian, serta evaluasi terhadap keputusan finansial yang tidak berjalan sesuai rencana. Pengalaman Kegagalan Menjadi Bahan Pembelajaran Selain membahas konsep, kanal tersebut juga mengangkat pengalaman nyata dalam menjalankan bisnis, berinvestasi, dan menghadapi kerugian. Pendekatan ini dipilih agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih seimbang mengenai konsekuensi dari setiap keputusan. Menurut Dhiraj, keterbukaan membahas kegagalan diperlukan karena edukasi finansial akan terasa tidak lengkap apabila hanya menampilkan keberhasilan. Dari kasus nyata, audiens dapat mempelajari penyebab kesalahan, dampak keputusan, proses evaluasi, dan cara membangun kembali disiplin finansial. Konten dikemas dalam bentuk analisis, studi kasus, wawancara dengan praktisi, dan pembahasan perkembangan pasar. Kanal tersebut ditujukan bagi investor pemula, trader, pengusaha, profesional, serta masyarakat umum yang ingin memperbaiki kualitas keputusan keuangannya. Untuk menjaga konsistensi edukasi, kanal Dr. Dhiraj Kelly menargetkan publikasi 8–10 video berdurasi panjang setiap bulan. Namun, jumlah tayangan dan pelanggan bukan satu-satunya ukuran. Dampak konten juga dinilai dari kemampuannya membantu audiens memahami risiko sebelum mengambil keputusan. Menempatkan Perlindungan Modal sebagai Prioritas Pengembangan kanal ini menjadi bagian dari semangat Riskwise Community, yaitu “Manage Risk. Protect Capital. Trade Smarter.” Prinsip tersebut menempatkan pengelolaan risiko dan perlindungan modal sebagai fondasi sebelum mengejar pertumbuhan keuntungan. Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menempatkan dana hanya karena melihat potensi imbal hasil. Keputusan perlu disesuaikan dengan tujuan, kondisi keuangan, kebutuhan likuiditas, serta kemampuan menghadapi kerugian. Seluruh konten yang dipublikasikan bersifat edukatif dan bukan rekomendasi personal untuk membeli atau menjual instrumen tertentu. Investasi dan trading tetap memiliki risiko, sedangkan setiap keputusan menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Masyarakat Jalan Gajah Mada Geger!  Pemuda Ditemukan Tewas Dalam Sumur Hukrim
Hukrim
Jumat, 04 September 2026 | 11:43 WIB

Masyarakat Jalan Gajah Mada Geger!  Pemuda Ditemukan Tewas Dalam Sumur

Mandau, katakabar.com - Masyarakat di kawasan Jalan Gajah Mada Gang Mangga RT 03 RT 04 Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis geger. Seorang pemuda bernama Yedo M. R. Simanjuntak 26 tahun ditemukan meregang nyawa di dalam sumur, Kamis (3/9) sekitar pukul 22.00 WIB tadi malam. Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran persnya, Jumat (4/9) siang, mengatakan korban tinggal bersama saksi I (Ayah Kandung) dan saksi II (Ibu Kandung) di rumah bulatan Jalan Gajah Mada Gang Mangga RT 03 RW 04 Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. "Korban merasa kurang enak badan dan pusing sekitar pukul 21.30 WIB. Di mana korban meminta kepada saksi II untuk memijat korban," ujar Betty. Setelah saksi II memijat korban, kata Kasi Humas Polsek Mandau, korban selanjutnya masuk kedalam kamar mandi yang berada di bagian belakang rumah. Ketika di kamar mandi, saksi I dan saksi II mendengar suara benda jatuh kedalam sumur. Saat itu saksi I dan saksi II berpikir suara tersebut berasal dari suara ember yang jatuh kedalam sumur. "Merasa korban tidak kunjung keluar dari kamar mandi, sekira pukul 22.15 Wib, saksi I memeriksa kamar mandi, di mana pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup. Lalu, saksi I membuka dan melihat kedalam kamar mandi, saksi I tidak melihat keberadaan korban. Saksi I memeriksa keluar rumah namun tidak menemukan keberadaan korban," jelasnya Tidak sampai di situ, sambung Betty, saksi I dan saksi II kembali memeriksa kekamar mandi, hanya melihat rokok korban di bibir sumur. Merasa curiga, saksi I pergi ke rumah saksi III yang berada tepat disamping rumah saksi I dengan maksud dan tujuan meminjam tangga karena merasa curiga korban jatuh kedalam sumur dan ingin memastikan kedalam sumur tersebut. :Bersama saksi III dan saksi IV, korban kembali memeriksa kamar mandi, dan melihat kedalam sumur korban berada di dalam sumur tersebut," terangnya. Setelah mendapat informasi, ucap Betty, Bhabinkamtibmas Kelurahan Talang Mandi bersama Lurah langsung menuju ke lokasi kejadian, dan menghubungi Damkar Kecamatan Mandau. - Sekira pukul 23.20 Wib, Damkar Kecamatan Mandau sampai di TKP dan melakukan evakuasi terhadap jenazah korban sekitar pukul 23.20 WIB. Jenazah korban berhasil dievakuasi dan langsung di bawa ke Klinik Santa Maria Sebanga. Tiba di Klinik Santa Maria Sebanga, korban telah dinyatakan meninggal dunia, dan sekitar pukul 23.40 WIB Piket Polsek Mandau dipimpin Langsung Kanit Reskrim Polsek Mandau, Iptu Muhammad Rizqi Indra, S.Tr.K sampai di TKP dan melakukan olah TKP. Tidak hanya itu, bersama memeriksa ke Klinik Santa Maria, dan pihak keluarga korban (saksi I) meminta agar jenazah korban tidak di bawa ke RSUD Kecamatan Mandau tetapi langsung dibawah ke rumah Duka. "Pihak Keluarga (ayah kandung) menerima dengan iklas kematian korban serta menolak dilakukan autopsi," bebernya. Ditambahkan Betty, saat ini jenazah korban telah berada di rumah duka untuk selanjutnya akan dilakukan proses pemakaman oleh keluarga korban. Selama kegiatan berlangsung, situasi dalam keadaan aman.

Hari Danau Sedunia: Rayakan Danau Toba, Tempat Alam, Warisan dan Masyarakat Bersatu Wisata
Wisata
Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:01 WIB

Hari Danau Sedunia: Rayakan Danau Toba, Tempat Alam, Warisan dan Masyarakat Bersatu

Medan, katakabar.com - Setiap 27 Agustus, dunia memperingati Hari Danau Sedunia (World Lake Day). Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan peringatan ini melalui resolusi yang diprakarsai oleh Indonesia. Perayaan global pertama Hari Danau Sedunia berlangsung pada 2025. Hari Danau Sedunia meningkatkan kesadaran akan pentingnya danau di seluruh dunia. Peringatan ini juga mendorong upaya untuk melindungi, menjaga, dan memulihkan ekosistem danau. Danau menyediakan sumber air tawar dan mendukung keanekaragaman hayati. Danau juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat, mata pencaharian, serta budaya yang berkembang di sekitarnya. Hari Danau Sedunia: Rayakan Danau di Dunia Danau salah satu ekosistem air tawar yang paling penting di dunia. Danau menyediakan air bagi masyarakat serta menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa. Bagi banyak masyarakat, danau juga memiliki nilai budaya yang mendalam. Danau dapat membentuk tradisi, mata pencaharian, dan cara hidup masyarakat di sekitarnya. Nilainya jauh melampaui keindahan alamnya. Hari Danau Sedunia mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ekosistem berharga ini. Peringatan ini juga mendorong kesadaran dan tindakan nyata untuk menjaga kelestarian danau bagi generasi mendatang. Peran Indonesia dalam Hari Danau Sedunia Indonesia turut memimpin inisiatif untuk menetapkan Hari Danau Sedunia melalui diplomasi air di tingkat internasional. Inisiatif ini mendapat momentum dalam World Water Forum ke-10 di Bali. Forum tersebut mempertemukan berbagai negara dan organisasi untuk membahas tantangan air yang dihadapi dunia. PBB kemudian mengadopsi resolusi untuk menetapkan Hari Danau Sedunia. Pencapaian ini mencerminkan komitmen Indonesia terhadap pengelolaan air yang berkelanjutan serta perlindungan sumber daya air tawar. Indonesia memiliki banyak danau dengan nilai alam dan budaya yang unik. Di antaranya, Danau Toba menjadi salah satu lanskap paling istimewa di Indonesia. Danau Toba: Keajaiban Alam Indonesia Terletak di Sumatera Utara, Danau Toba merupakan salah satu keajaiban alam Indonesia yang paling dikenal. Danau ini memiliki panjang sekitar 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Danau Toba merupakan danau vulkanik terbesar di dunia sekaligus danau terbesar di Asia Tenggara. Sejarah Danau Toba bermula sekitar 74.000 tahun lalu. Letusan gunung berapi besar membentuk kaldera luas yang kemudian menjadi Danau Toba. Saat ini, danau tersebut dikelilingi pegunungan, hutan, desa, dan masyarakat setempat. Keindahan alamnya hanyalah sebagian dari cerita Danau Toba. Danau Toba juga memiliki hubungan erat dengan budaya dan sejarah masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Lebih dari Sekadar Danau: Kisah Samosir Di tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir. Pulau ini memiliki hubungan sejarah dan budaya yang kuat dengan kawasan Danau Toba. Samosir memiliki desa-desa tradisional, situs leluhur, dan berbagai peninggalan bersejarah. Lanskapnya mencerminkan hubungan yang erat antara manusia dan alam. Kehidupan masyarakat di pulau ini juga tidak dapat dipisahkan dari danau. Danau Toba menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus identitas kawasan tersebut. Bagi wisatawan, Samosir menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah. Pulau ini menjadi kesempatan untuk mengenal sejarah, tradisi, dan kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar Danau Toba. Menikmati Danau Toba dari Samosir Bagi mereka yang ingin menikmati Danau Toba lebih dari sekadar pemandangan, Pulau Samosir menawarkan kesempatan untuk lebih dekat dengan danau, alam, dan warisan budayanya. Berlokasi di Tuktuk Siadong, Marianna Resort & Convention Tuktuk – Samosir, Marclan Collection berada di tepi Danau Toba dan menjadi salah satu tempat untuk menjelajahi keindahan Pulau Samosir. Resor ini memadukan pemandangan Danau Toba, kekayaan budaya setempat, dan keramahan modern. Para tamu dapat menikmati suasana alam sekaligus menjelajahi berbagai situs budaya dan sejarah di sekitar Samosir. Marianna juga menawarkan berbagai aktivitas seperti olahraga air, bersepeda, dan kegiatan luar ruangan yang memungkinkan tamu menikmati Danau Toba dari berbagai sisi. Dengan Danau Toba sebagai bagian utama dari pengalaman, menginap di Samosir dapat menjadi lebih dari sekadar kunjungan ke destinasi yang indah. Pengalaman ini juga menjadi kesempatan untuk memahami hubungan antara danau, alam, dan masyarakat yang menjadikan kawasan ini sebagai rumah mereka. Warisan Budaya Batak Terus Hidup Danau Toba memiliki hubungan yang erat dengan warisan budaya masyarakat Batak, salah satu masyarakat adat di kawasan ini. Rumah tradisional dan desa-desa adat dapat ditemukan di berbagai wilayah di sekitar danau. Musik, upacara adat, kerajinan, serta cerita lokal juga terus menjadi bagian penting dari budaya Batak. Tradisi-tradisi ini menghubungkan generasi masa kini dengan sejarah kawasan. Tradisi tersebut juga menunjukkan betapa eratnya hubungan antara budaya dan alam di sekitar Danau Toba. Karena itu, melindungi Danau Toba berarti menjaga lebih dari sekadar perairannya. Hal ini juga berarti mendukung budaya, sejarah, dan masyarakat yang telah tumbuh bersama danau tersebut. Melihat Lebih dari Sekadar Lanskap Hari Danau Sedunia menjadi kesempatan untuk melihat danau bukan hanya sebagai destinasi wisata. Danau merupakan ekosistem hidup sekaligus lanskap budaya. Danau Toba menjadi contoh nyata dari hubungan tersebut. Perairannya yang luas, sejarah vulkaniknya, lingkungan alamnya, dan warisan budaya Batak berpadu menciptakan sebuah kawasan yang istimewa. Saat memperingati Hari Danau Sedunia, Danau Toba mengingatkan kita bahwa menjaga danau merupakan tanggung jawab bersama. Menjaga danau berarti menjaga lingkungan dan masyarakat yang bergantung padanya. Hal ini juga berarti melestarikan cerita, tradisi, dan lanskap yang membuat setiap danau memiliki keunikan tersendiri. Ketika kita melindungi sebuah danau, kita tidak hanya melindungi air. Kita juga menjaga bagian hidup dari warisan kita untuk generasi mendatang.

Polsek Mandau Bagikan Masker ke Masyarakat Cegah Dampak Kabut Asap Hukrim
Hukrim
Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Polsek Mandau Bagikan Masker ke Masyarakat Cegah Dampak Kabut Asap

Mandau, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Mandau gelar kegiatan pembagian masker kepada masyarakat cegah dampak kabut asap di wilayah hukum Polsek Mandau, di Jalan Hang Tuah, persisnya kawasan Simpang Pokok Jengkol Kelurahan Batang Serosa, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Selasa (25/8) sekitar pukul 16.45 WIB sore. "Kegiatan pembagian masker kepada seluruh masyarakat terdampak kabut asap oleh personel Polsek Mandau di wilayah hukum Polsek Mandau, Polres Bengkalis," ujar Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek, melalui Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan lewat siaran pers, Selasa malam. Menurut Betty, dengan dilakukannya pembagian masker diharapkan dapat mencegah gangguan pernapasan (ISPA) dampak dari kabut asap kepada masyarakat. "Kepedulian pihak kepolisian kepada masyarakat diharapkan dapat terjalin hubungan silaturahmi yang harmonis antara pihak kepolisian dengan masyarakat," ucapnya. Selama berlangsung pembagian masker Oleh Polsek Mandau kepada seluruh masyarakat, kegiatan berlangsung, situasi dalam keadaan aman dan terkendali.

Dyan D Ajak Masyarakat Lebih Melek Perda Lewat Kuis Interaktif Saat Sosialisasi Perda Koperasi dan UMKM Politik
Politik
Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:44 WIB

Dyan D Ajak Masyarakat Lebih Melek Perda Lewat Kuis Interaktif Saat Sosialisasi Perda Koperasi dan UMKM

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Dyan Desmanengsih, S.Sos., M.IP, gelar kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kepulauan Meranti Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pemberdayaan, Pengembangan, dan Perlindungan Koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan berlangsung penuh antusias tersebut didampingi suamimya Sahala Marulitua Hutajulu dihadiri tokoh masyarakat, Ketua RT, pelaku UMKM, serta warga setempat. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan doa bersama dan sambutan Ketua RT, Erizam, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayah tersebut sebagai lokasi penyebarluasan perda. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai hak, kewajiban, serta dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha. Dalam sambutannya, Dyan Desmanengsih menegaskan lahirnya Perda Nomor 10 Tahun 2024 merupakan bentuk komitmen DPRD bersama Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi koperasi dan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah. "UMKM bukan hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, perda ini hadir agar pelaku usaha mendapatkan perlindungan, pembinaan, hingga akses pengembangan usaha yang lebih baik," ujar Dyan. Suasana sosialisasi berlangsung lebih hidup karena Dyan memilih pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya menyampaikan materi secara satu arah, ia mengajak peserta mengikuti kuis interaktif seputar isi Perda Nomor 10 Tahun 2024. Pertanyaan-pertanyaan sederhana diberikan kepada peserta mengenai tujuan perda, kewajiban pemerintah, hingga hak pelaku UMKM. Metode tersebut berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat. Warga tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab setiap pertanyaan, bahkan saling berdiskusi mengenai isi perda. Pendekatan edukatif ini dinilai efektif untuk membangun pemahaman masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya sadar hukum. "Saya senang belajar sekaligus berbagi melalui metode kuis. Dengan cara seperti ini masyarakat lebih mudah mengingat isi perda, lebih aktif berdiskusi, dan diharapkan semakin melek terhadap regulasi yang dibuat untuk kepentingan mereka sendiri," ucap Dyan. Di kegiatan tersebut, Pemateri, Fakhru, menjelaskan berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2024, pemerintah daerah tidak hanya berperan sebagai pembuat regulasi, tetapi juga memiliki kewajiban melakukan pembinaan, pendampingan, membantu pemasaran produk, membuka akses pembiayaan, hingga meningkatkan daya saing koperasi dan UMKM. Ia juga memaparkan bahwa tujuan perda sebagaimana diatur dalam Pasal 2 adalah memberdayakan, mengembangkan, dan melindungi UMKM, mengurangi kemiskinan, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada sesi dialog, berbagai pertanyaan disampaikan masyarakat. Salah satunya mengenai apakah pemerintah hanya membuat aturan atau juga berkewajiban membantu pelaku usaha. Menanggapi hal tersebut, Dyan menegaskan perda ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk hadir secara nyata melalui berbagai program pemberdayaan. Pembahasan juga menyoroti pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas usaha. Dyan mengingatkan bahwa masih banyak pelaku usaha yang telah menjalankan usahanya selama bertahun-tahun tetapi belum memiliki NIB, sehingga mengalami kendala ketika mengajukan pembiayaan ke lembaga perbankan. Selain legalitas, Dyan juga mengajak pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada modal, tetapi juga meningkatkan kualitas produk, kemasan, pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital dan marketplace sebagai sarana memperluas pasar. "Persaingan usaha saat ini semakin berkembang. Produk lokal harus mampu bersaing melalui kualitas, kemasan yang baik, serta pemasaran digital. Pemerintah telah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi pelatihan, pendampingan, kemitraan, hingga akses pembiayaan sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 10 Tahun 2024," jelasnya. Dyan yang juga pelaku usaha di bidang hijab, kosmetik, dan skincare mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan program-program pemerintah yang berpihak kepada UMKM. Ia mengingatkan masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pengaduan apabila pelayanan pemerintah dalam pelaksanaan perda belum berjalan secara optimal. Menutup kegiatan, Dyan berharap penyebarluasan perda tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi sarana meningkatkan literasi hukum masyarakat. Menurutnya, keberhasilan implementasi Perda Nomor 10 Tahun 2024 membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat agar koperasi serta UMKM di Kabupaten Kepulauan Meranti semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.

Mangrove Dirusak di Rohil, Kapolda Riau Geram: Ini Benteng Masyarakat Pesisir Tempat Satwa Berkembang Biak Hukrim
Hukrim
Jumat, 24 Juli 2026 | 20:02 WIB

Mangrove Dirusak di Rohil, Kapolda Riau Geram: Ini Benteng Masyarakat Pesisir Tempat Satwa Berkembang Biak

Rokan Hilir, katakabar.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, geram saat melihat kerusakan hutan mangrove di Kabupaten Rokan Hilir diduga sengaja dirusak demi kepentingan pribadi. Jenderal bintang dua ini mendatangi langsung lokasi perusakan mangrove yang berada di Dusun Batang Kopau Sungai Siakap Kecil dan Dusun Indah Lestari Kepenghuluan Pasir Limau Kapas Kecamatan Pasir Limau Kapas. Di lokasi itu setidaknya seluas 115,2 hektare kawasan mangrove rusak digarap menggunakan alat berat. Dengan nada geram ia menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan lingkungan di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau. Melihat kondisi mangrove yang rusak, Irjen Herry mengaku prihatin sekaligus geram. Menurutnya, mangrove bukan sekadar pepohonan di kawasan pesisir, melainkan ekosistem penting yang menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai satwa. “Ini adalah ekosistem yang menjadi habitat berbagai jenis hewan. Di sinilah mereka berkembang biak, mencari makan, berlindung, dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Merusak mangrove berarti merusak kehidupan,” tegas Herry Jumat (24/7). Ia menambahkan, mangrove juga berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi masyarakat pesisir dari ancaman abrasi, gelombang pasang, hingga dampak perubahan iklim. “Jangan hanya melihat luas lahan yang dirusak. Yang rusak adalah benteng masyarakat pesisir. Mangrove melindungi garis pantai, menyerap karbon, dan menjaga keseimbangan alam. Kerusakan ini dampaknya sangat besar,” terangnya. Kapolda menegaskan seluruh unsur di Provinsi Riau memiliki komitmen yang sama untuk memberantas kejahatan lingkungan, mulai dari Polda Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kejaksaan Tinggi, hingga pemerintah daerah. “Siapa pun yang terbukti merusak hutan, mangrove, melakukan illegal logging, pembakaran hutan dan lahan, maupun kejahatan lingkungan lainnya akan kami proses secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi,” tegasnya. Selain penegakan hukum, Polda Riau juga terus kedepankan konsep Green Policing yang menggabungkan langkah pencegahan, penindakan, dan pemulihan lingkungan. Sempena memperingati Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli mendatang, Polda Riau bersama para pemangku kepentingan juga akan menggelar aksi penanaman mangrove di sejumlah kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya restorasi ekosistem. “Green Policing bukan hanya menangkap pelaku, tetapi juga memastikan alam kembali pulih. Restorasi harus dilakukan bersama-sama agar masyarakat memahami bahwa mencintai alam sama dengan mencintai diri sendiri dan masa depan generasi yang akan datang,” sebutnya.

PHR Diganjar Apresiasi Oleh Pemkab Rohil Berkat Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat Riau
Riau
Kamis, 23 Juli 2026 | 15:05 WIB

PHR Diganjar Apresiasi Oleh Pemkab Rohil Berkat Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat

Rokan Hilir, katakabar.com - Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia industri menjadi salah satu kunci jawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Semangat kolaborasi multipihak tersebut membuahkan hasil melalui apresiasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas kontribusinya dalam program pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Rokan Hilir punya karakteristik wilayah dan desa yang beragam. Upaya menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan sendiri. Lantaran itu, kerja sama yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah strategis untuk memastikan program-program pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Lewat berbagai program Community Involvement and Development (CID), PHR hadir dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir. Program-program tersebut meliputi Program Pemberdayaan Perikanan Riau, Vokasi Migas, Desa Energi Berdikari, Program Kampung Iklim (PROKLIM), Program AKAR Rimba, serta berbagai program pengembangan UMKM yang tersebar di sejumlah wilayah. Berbagai inisiatif tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, pengembangan ekonomi berbasis potensi wilayah, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat sehingga mampu tumbuh menjadi lebih mandiri. Pada 2025 total sebanyak 29 desa di 7 kecamatan telah di intervensi PHR dengan penerima manfaat langsung sebesar 456 orang. Capaian outcome dari seluruh program menghasilkan pendapatan Kelompok hampir sebesar Rp. 550.000.000,- per tahun dengan profit hingga Rp. 299.000.000,- Dampak positif dari program-program tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pembangunan daerah, PHR menerima Penghargaan Mitra Pembangunan Daerah yang diserahkan langsung oleh Bupati Rokan Hilir, Bistamam, pada 19 Juli 2025. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rokan Hilir menyampaikan pembangunan daerah akan memberikan hasil yang lebih besar apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama dan saling mendukung. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan komunitas lokal agar program-program pengembangan masyarakat dapat direplikasi di wilayah lainnya. “Kami berharap dapat terus melakukan berbagai kegiatan bersama-sama, hadir bersama masyarakat, dan mampu menciptakan perubahan yang nyata. Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tetapi juga harapan agar kolaborasi seperti ini terus tumbuh demi kesejahteraan masyarakat Rokan Hilir,” ucap Bistamam. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus menghadirkan inovasi sosial yang berkelanjutan. Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, menimpali penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menjadi cerminan keberhasilan kolaborasi multipihak dalam menghadirkan pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan nyata masyarakat dan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan. “Apresiasi ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi melalui program-program pengembangan masyarakat. Kami meyakini bahwa kolaborasi multipihak dalam pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” jelas Iwan. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang terus diperkuat, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, PHR, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat terus menghadirkan manfaat nyata dan mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Senin, 20 Juli 2026 | 19:55 WIB

Hadir Layani Masyarakat, Satlantas Polres Inhil Kawal Pelajar Pulang Sekolah Biar Aman dan Tertib

Indragiri Hilir, katakabar.com - Satuan Lalu Lintas Polres Indragiri Hilir (Inhil) gelar giat pengaturan lalu lintas saat jam-jam sibuk, dan padat  arus lalu lintas, terutama pada jam kepulangan anak (pelajar) sekolah, Senin (20/7) siang. Kegiatan tersebut berlangsung persis di depan SMP Negeri 1 Tembilahan, yang terletak di Jalan Prof. M. Yamin, Kecamatan Tembilahan, dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelajar, serta pengguna jalan lainnya, sekaligus sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat. Pengaturan lalu lintas dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Indragiri Hilir, AKP Ricky Marzuki, S.H.,  yang pimpin pengaturan lalu lintas, bersama personel Satlantas. Kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat pada jam sibuk menjadi bentuk nyata komitmen Polri memberikan pelayanan prima sekaligus menciptakan kelancaran arus kendaraan di sekitar kawasan sekolah. Selain membantu para siswa menyeberang jalan dengan aman, personel Satlantas juga mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kepadatan maupun potensi gangguan lalu lintas. Langkah ini dilakukan guna memastikan para pelajar dapat kembali ke rumah dengan selamat, sementara aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Kasatlantas Polres Indragiri Hilir, AKP Ricky Marzuki, S.H., mengatakan kegiatan pengaturan lalu lintas di kawasan sekolah merupakan agenda rutin yang bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. "Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan kami agar para pelajar merasa aman saat pulang sekolah, sekaligus menciptakan arus lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar," ujarnya. Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Indragiri Hilir  juga berupaya meminimalisir terjadinya kesemrawutan, pelanggaran lalu lintas, hingga risiko kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat meningkat. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi orang tua maupun pengguna jalan. Upaya humanis yang dilakukan Satlantas Polres Indragiri Hilir ni menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat. Selain menjalankan fungsi penegakan hukum, Polri juga hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung warga. Dengan terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Sitkamseltibcarlantas) yang kondusif, Polres Indragiri Hilir berharap kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat. Kehadiran polisi di lingkungan sekolah pun diharapkan dapat terus memberikan rasa aman bagi para pelajar ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.