Kepulauan Meranti, katakabar.com - Di era digital yang semakin maju, penyebaran informasi palsu atau hoaks melalui media sosial atau Medsos kian mengkhawatirkan.

Konten menyesatkan dengan mudah tersebar di Facebook, X (Twitter), Instagram, YouTube, TikTok, hingga grup WhatsApp, dan sering kali menimbulkan keresahan, kebingungan, bahkan perpecahan di tengah masyarakat.

Melihat fenomena ini, Amri Sukarles, Mandataris Ketua PC PMII Kepulauan Meranti, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menerima serta menyebarkan informasi.

“Hoaks tidak hanya menyesatkan, tetapi dapat merusak tatanan sosial dan menciptakan perpecahan. Masyarakat harus benar-benar cermat dalam menyaring informasi yang diterima,” tegas Amri.

Ia menekankan upaya menangkal hoaks bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, namun juga menjadi kewajiban seluruh masyarakat, terutama generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.

Langkah-langkah Menangkal Hoaks

PMII Kepulauan Meranti turut membagikan empat langkah utama yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran informasi palsu, yakni:

1. Periksa sumber berita
Masyarakat diminta meneliti asal berita serta siapa penulis atau pembuat informasinya.
Sumber resmi dan terverifikasi jauh lebih dapat dipercaya dibandingkan blog tidak resmi atau akun anonim. Situs dengan domain mencurigakan juga perlu dihindari.

2. Verifikasi fakta
Informasi perlu dibandingkan dengan sumber kredibel lainnya. Jika hanya ada satu sumber, maka informasi tersebut belum tentu benar.
Amri juga mengingatkan agar masyarakat memeriksa keaslian foto atau video yang beredar. Banyak gambar yang bisa diedit atau diambil dari peristiwa lama untuk menyesatkan publik.

3. Bedakan fakta dan opini
Fakta memiliki bukti dan data, sementara opini adalah pendapat subjektif. Banyak hoax dibuat dengan mencampurkan keduanya sehingga tampak seperti kebenaran.

4. Tahan diri untuk tidak langsung menyebarkan
Prinsip “saring sebelum sharing” perlu diterapkan. Menahan diri untuk tidak membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya adalah langkah penting untuk mencegah hoax menyebar lebih luas.

Amri menegaskan penanganan hoaks harus menjadi gerakan bersama. “Kami di PMII Kepulauan Meranti akan terus mendorong literasi digital di masyarakat. Kami ingin ruang digital kita bersih dari informasi menyesatkan yang dapat merugikan banyak pihak,” jelasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kecermatan masyarakat, diharapkan penyebaran hoax dapat ditekan sehingga ruang digital tetap sehat, aman, dan produktif.