Laut

Sorotan terbaru dari Tag # Laut

Intensifkan Rantai Ketahanan Pangan: Dari Laut hingga Meja Makan Nasional
Nasional
Senin, 27 Juli 2026 | 15:10 WIB

Intensifkan Rantai Ketahanan Pangan: Dari Laut hingga Meja Makan

Jakarta, katakabar.com - Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan makanan di pasar atau harga yang terjangkau di tingkat konsumen. Soalnya, di balik setiap bahan pangan yang tersaji di meja makan masyarakat, terdapat rantai panjang yang dimulai dari proses produksi, distribusi, hingga berbagai kebijakan pemerintah untuk memastikan pasokan tetap terjaga.  Pada konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, rantai tersebut bahkan dimulai dari laut, tempat jutaan nelayan menggantungkan hidup sekaligus menjadi penyedia salah satu sumber protein utama masyarakat. Lantaran itu, memperkuat ketahanan pangan tidak cukup dilakukan melalui intervensi harga di hilir. Penguatan sektor produksi, khususnya di wilayah pesisir, juga menjadi bagian penting agar pasokan pangan tetap terjaga, daya beli masyarakat terlindungi, dan kesejahteraan pelaku usaha pangan ikut meningkat. Laut sebagai Titik Awal Ketahanan Pangan Pentingnya sektor perikanan dalam mendukung ketahanan pangan tercermin dari tren konsumsi ikan nasional yang terus meningkat. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan konsumsi ikan masyarakat naik dari 54,56 kilogram per kapita per tahun pada 2020 menjadi 58,91 kilogram per kapita per tahun pada 2024.  Peningkatan ini menunjukkan ikan semakin menjadi sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia. Di sisi lain, peningkatan konsumsi juga menuntut ketersediaan pasokan yang berkelanjutan. Artinya, produktivitas nelayan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan menjaga ketahanan pangan nasional. Sebagai upaya memperkuat sektor hulu, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama yang tersebar di berbagai wilayah pesisir Indonesia.  Program ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es, gudang beku (cold storage), bengkel kapal, sentra kuliner, hingga kios perbekalan nelayan untuk meningkatkan efisiensi aktivitas melaut dan menjaga kualitas hasil tangkapan. Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Tahap I dan II, Trian Yunanda, mengatakan seluruh pembangunan fisik tahap pertama telah rampung. "Pekerjaan konstruksi KNMP Tahap I pada 65 lokasi telah selesai sepenuhnya 100 persen per akhir April 2026. Kami pastikan seluruh fasilitas dapat segera berfungsi secara optimal. Selanjutnya Satgas akan memastikan kesiapan operasionalisasi KNMP dapat berjalan efektif,” kata Trian di suatu perbincangan. Penguatan sektor nelayan juga dilakukan melalui rencana penyaluran 1.582 unit kapal ikan yang akan diberikan secara bertahap melalui koperasi nelayan. Presiden RI, H Prabowo Subianto, menegaskan peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. "Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap kampung nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka,” jelas Presiden RI pada Peringatan Hari Buruh, 1 Mei 2026 lalu.  Berbagai upaya tersebut juga diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan nelayan. Salah satu indikator yang digunakan pemerintah adalah Nilai Tukar Nelayan (NTN).  Data Badan Pusat Statistik menunjukkan NTN sempat meningkat dari 116,23 pada Januari menjadi 122,28 pada April 2026 sebelum berada di level 118,39 pada Mei 2026. Nilai di atas 100 menunjukkan bahwa secara umum daya beli nelayan masih berada pada kondisi yang relatif baik karena pendapatan yang diterima lebih tinggi dibandingkan pengeluaran yang harus dikeluarkan. Menjaga Pasokan dan Stabilitas Harga Produksi yang meningkat perlu diikuti distribusi yang baik agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga ketahanan pangan tidak berhenti pada peningkatan produksi. Hasil tangkapan nelayan maupun komoditas pangan lainnya tetap harus dapat diakses masyarakat dengan harga yang wajar. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi pangan pada Maret 2026 menurun menjadi 1,58 persen dibandingkan Februari yang mencapai 2,50 persen. Sementara inflasi umum secara bulanan tercatat sebesar 0,41 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa inflasi Maret masih didorong oleh komponen harga bergejolak yang didominasi komoditas pangan strategis seperti daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi. "Inflasi Maret tahun 2026 sebesar 0,41 persen. Ini terutamanya didorong oleh inflasi komponen harga bergejolak. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,58 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,27 persen," timpalnya. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih berada dalam koridor yang terkendali melalui berbagai instrumen stabilisasi pangan. Memastikan Pangan Tetap Terjangkau Untuk menjaga keterjangkauan harga pangan, pemerintah menjalankan berbagai program stabilisasi, mulai dari penyaluran bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga Gerakan Pangan Murah (GPM). Pada periode Juli–September 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP), masing-masing sebanyak 10 kilogram beras setiap bulan.  Penyaluran tersebut menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 tahun 2026 sebagai basis data terbaru agar bantuan semakin tepat sasaran. Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menegaskan penyaluran bantuan pangan mengacu pada pembaruan data terbaru yang telah dirilis Badan Pusat Statistik. "DTSEN yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pangan tersebut akan merujuk pada rilis terbaru BPS (DTSEN versi 3),” ucapnya, Senin (13/7). Sepanjang Januari hingga 11 Juli 2026, pemerintah juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak 5.884 kali di 38 provinsi dan 440 kabupaten/kota. Di saat yang sama, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 457 ribu ton atau 55,22 persen dari target tahun 2026 sebesar 828 ribu ton. Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen stabilisasi pangan untuk menjaga pasokan, keterjangkauan harga, sekaligus daya beli masyarakat. "Pemerintah hadir melalui berbagai instrumen, mulai dari Gerakan Pangan Murah, SPHP beras, hingga bantuan pangan, untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan daya beli terjaga,” imbuhnya Rantai Ketahanan Pangan yang Saling Terhubung Ketahanan pangan dibangun melalui rantai yang saling terhubung, mulai dari nelayan yang memperoleh dukungan untuk meningkatkan produktivitas, sistem distribusi yang semakin baik, hingga berbagai kebijakan yang menjaga agar bahan pangan tetap terjangkau oleh masyarakat. Ketika rantai tersebut berjalan dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari laut, tetapi juga oleh jutaan keluarga Indonesia yang setiap hari mengandalkan ketersediaan pangan di meja makan.  Di situlah ketahanan pangan menjadi lebih dari sekadar target pembangunan, melainkan fondasi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Nelayan Kepulauan Meranti Hilang di Laut Rangsang Pesisir Ditemukan Selamat Riau
Riau
Senin, 22 Desember 2025 | 18:00 WIB

Nelayan Kepulauan Meranti Hilang di Laut Rangsang Pesisir Ditemukan Selamat

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Basarnas dan warga Tenggayun Raya beserta warga Tanah Merah berhasil temukan seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Tenggayun Raya, wilayah Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/12). Nelayan tersebut diketahui bernama Iskandar, warga Dusun Tunas Muda, Desa Kedaburapat. Korban ditemukan kondisi selamat meski mengalami kelelahan dan lemah di tengah laut. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Khardafi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ardath, S.IP, menjelaskan peristiwa bermula saat korban bekerja melaut bersama seorang rekannya bernama Pak Amang. Menurut laporan, korban bekerja di laut sejak pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Setelah selesai bekerja, korban beristirahat di kapal. Tetapi, saat rekannya terbangun sekitar pukul 05.30 WIB, korban sudah tidak berada di atas kapal. Pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya korban ditemukan oleh adik iparnya, Ari, dalam kondisi terapung di tengah laut. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kedaburapat untuk mendapatkan perawatan medis. “Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan. Berkat respons cepat tim di lapangan, korban dapat segera dievakuasi dan ditangani secara medis,” jelas Ardath. BPBD Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum melaut. Imbauan ini disampaikan mengingat kondisi cuaca akhir tahun yang dinilai cukup ekstrem, dengan potensi air pasang tinggi dan angin kencang. Sedang, Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti, M. Khardafi, menegaskan agar masyarakat yang beraktivitas di laut, termasuk nelayan dan pekerja kempang, senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG. “Berdasarkan analisis BMKG, saat ini hingga beberapa bulan ke depan kita akan menghadapi dinamika cuaca ekstrem, air pasang tinggi, dan angin kencang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. Ia meminta masyarakat tidak ragu menghubungi BPBD Kepulauan Meranti apabila menghadapi kendala atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. “Kami siap 24 jam setiap hari melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) yang telah dibentuk untuk mengantisipasi kejadian bencana, baik di laut maupun di darat,” tambah Khardafi.

PTPP Tanam Ribuan Bibit Terumbu Karang di Banyuwangi, Wujud Nyata Lestarikan Ekosistem Laut Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 17 Agustus 2025 | 10:53 WIB

PTPP Tanam Ribuan Bibit Terumbu Karang di Banyuwangi, Wujud Nyata Lestarikan Ekosistem Laut

Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk atau PTPP, perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan melalui aksi penanaman 2.500 bibit terumbu karang di Grand Watu Dodol, Pantai Bangsring, Banyuwangi, Jawa Timur. Program konservasi ini dilakukan bersama tujuh perusahaan BUMN lainnya, yakni PT Adhi Karya, PT Hutama Karya, PERURI, PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, BNI, dan Brantas Abipraya, dengan dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, BP3 Banyuwangi, Forkopimda Kecamatan Wongsorejo, serta kelompok masyarakat pesisir setempat. Bibit karang jenis Acropora Tenuis dan Montipora yang ditanam diharapkan dapat memulihkan keanekaragaman hayati laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Keberlanjutan bisnis hanya bisa berjalan apabila seiring dengan keberlanjutan lingkungan. Melalui program konservasi ini, kami berupaya mengembalikan fungsi ekosistem laut yang rusak sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi nelayan dan masyarakat sekitar,” ujar Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Sabtu siang. Kata Joko, program ini sejalan dengan komitmen PTPP dalam mendukung Sustainable Development Goals atau SDGs, khususnya Quality Education, No Poverty, dan Partnership for the Goals.

Dukung Kelestarian Ekosistem Laut,  Bank Raya Tanam Ribuan Pohon Bakau Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 17 Juni 2025 | 17:00 WIB

Dukung Kelestarian Ekosistem Laut, Bank Raya Tanam Ribuan Pohon Bakau

“Bank Raya terus berkomitmen dalam jangka panjang untuk melakukan upaya pengurangan emisi serta dampak buruk lain bagi lingkungan yang sejalan dengan prinsip green banking. Kami juga terus berkomitmen untuk semakin mengukuhkan langkah kami menjadi bank digital utama yang memberikan solusi keuangan digital dengan akses terluas bagi masyarakat Indonesia serta kami juga berkomitmen untuk terus mendorong percepatan penetrasi perbankan digital dengan mengedukasi masyarakat, agar mereka dapat mengelola keuangan secara optimal dan digitalize,” tandasnya.

Dermaga Apung: Solusi Cerdas Atasi Pasang Surut Laut Indonesia, Ini Faktanya! Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 14 Mei 2025 | 17:04 WIB

Dermaga Apung: Solusi Cerdas Atasi Pasang Surut Laut Indonesia, Ini Faktanya!

Malang, katakabar.com - Dermaga apung jadi solusi cerdas untuk mengatasi perubahan pasang surut air laut yang kerap menyulitkan kapal saat sandar. Teknologi ini menawarkan fleksibilitas tinggi dan akses yang aman sepanjang waktu. Pernahkah Anda merasa kesulitan saat kapal hendak bersandar di dermaga karena air laut sedang surut drastis? Atau sebaliknya, khawatir dermaga terendam saat pasang tinggi? Masalah klasik ini sering dihadapi di banyak wilayah perairan Indonesia. Tapi, tahukah Anda kini ada solusi inovatif yang semakin populer untuk mengatasi tantangan ini? Jawabannya terletak pada teknologi dermaga apung. Di tengah dinamika perairan nusantara yang unik, kebutuhan akan infrastruktur yang adaptif menjadi krusial. Dermaga apung hadir sebagai jawaban cerdas, menawarkan fleksibilitas yang tidak dimiliki dermaga konvensional. Berbeda dengan dermaga beton yang statis, dermaga apung mampu bergerak naik turun mengikuti perubahan level air. Fenomena ini memastikan aksesibilitas yang konstan dan aman bagi kapal maupun pengguna, kapan pun waktunya. Kubus Apung Hildan, sebagai salah satu penyedia terkemuka di Indonesia, melihat potensi besar teknologi ini untuk mendukung berbagai sektor maritim tanah air. Keunggulan dermaga apung, khususnya yang ditawarkan oleh Kubus Apung Hildan, tidak hanya sebatas kemampuannya mengikuti pasang surut. Ada beberapa alasan kuat mengapa teknologi ini semakin diminati: 1. Adaptasi Luar Biasa Seperti rakit penyelamat yang selalu mengambang tak peduli ombak, dermaga apung secara otomatis menyesuaikan ketinggiannya. Ini berarti tidak ada lagi cerita kapal sulit merapat atau penumpang kesulitan naik turun karena perbedaan tinggi dermaga dan permukaan air. Efisiensi operasional pun meningkat drastis.

Resmikan Porti Group, H Asmar: Dukung Transportasi Laut di Kepulauan Meranti Riau
Riau
Kamis, 12 Desember 2024 | 13:59 WIB

Resmikan Porti Group, H Asmar: Dukung Transportasi Laut di Kepulauan Meranti

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pelaksana Tugas atau Plt Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H Asmar resmikan Porti Group di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kamis (12/12). Sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, kepala instansi terkait seperti Imigrasi, Bea Cukai, KSOP, KKP, Basarnas, dan Pelindo Selatpanjang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, serta pimpinan dan jajaran Porti Group hadir di acara.

Sertifikasi IMDG Code: Standar Wajib Pengangkutan Barang Berbahaya di Laut Nasional
Nasional
Sabtu, 28 September 2024 | 19:10 WIB

Sertifikasi IMDG Code: Standar Wajib Pengangkutan Barang Berbahaya di Laut

Jakarta, katakabar.com - Artikel ini bahas mengapa IMDG Code jadi standar wajib pengangkutan barang berbahaya di laut. Sertifikasi IMDG Code memastikan barang berbahaya ditangani dengan aman dan sesuai dengan regulasi internasional. Penekanan diberikan pada dasar hukum yang mengatur sertifikasi ini di Indonesia, sehingga memastikan kepatuhan operasional dengan peraturan yang berlaku.

Proyek CaRMPAC diluncurkan Perangi Polusi Plastik Laut di Kota-kota ASEAN Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 12 September 2024 | 10:50 WIB

Proyek CaRMPAC diluncurkan Perangi Polusi Plastik Laut di Kota-kota ASEAN

Laos, katakabar.com - Program peningkatan kapasitas untuk kurangi polusi plastik laut terkait daur ulang di Kota-kota ASEAN atau Proyek CaRMPAC diluncurkan secara resmi, Jumat (16/8) lalu, di Vientiane, Republik Demokratik Rakyat Laos. Inisiatif regional yang signifikan ini dirancang untuk mengatasi masalah mendesak polusi plastik laut melalui strategi peningkatan kapasitas dan implementasi yang terarah.

Satpolairud Polres Kepulauan Meranti Bersihkan Sampah Laut dan Pantai Riau
Riau
Sabtu, 08 Juni 2024 | 13:34 WIB

Satpolairud Polres Kepulauan Meranti Bersihkan Sampah Laut dan Pantai

Sempena World Ocean Day Satpolairud Polres Kepulauan Meranti Bersihkan Sampah Laut dan Pantai Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satuan Kepolisian Perairan dan Udara Polres Kepulauan Meranti gelar kegiatan sapu bersih sampah di laut dan pantai bersama masyarakat setempat, dan buruh kapal sempena memperingati World Ocean Day 2024, di pesisir pelabuhan Pelindo, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Sabtu (8/7). Kegiatan dipimpin Kasat Polairud, Iptu Imbang Perdana, Kanit Patroli Sat Polairud, Iptu Abdul Roni, Ps Kaurmintu Sat Polairud, Aipda Yurnaldi, Ps Kasubnit Binmas Air, Bripka Alan Kwipomo, 4 Orang Pers Sat Polairud, Direktorat Polairud Polda Riau, KP- 1007, Direktorat Polairud Polda Riau, KP- 1001, serta 15 warga pesisir. Kasat Polairud, Iptu Imbang Perdana menyatakan, kegiatan bakti sosial sapu bersih sampah di pantai sebagai upaya memperingati Wolrd Ocean Day 2024 untuk meningkatkan kualitas pelayanan terutama kepada masyarakat pesisir. "Polairud berperan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat yang tinggal di pesisir pantai untuk menjaga kebersihan di laut dan pesisirnya," ujar Iptu Imbang. Kelestarian Ekosistem laut sangat penting, kata Kasat Polairud, bagi kehidupan sehingga harus dijaga keasrian dan kebersihannya. "Total sampah yang dikumpulkan lebih kurang sepuluh kantong plastik. Sampah plastik yang dikumpulkan diangkut dan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA," jelasnya.