Lumpur

Sorotan terbaru dari Tag # Lumpur

Kementerian PU Lanjutkan Pembersihan Lumpur dan Siapkan Air Bersih Kesehatan
Kesehatan
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:15 WIB

Kementerian PU Lanjutkan Pembersihan Lumpur dan Siapkan Air Bersih

Aceh Tamiang, katakabar.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan penanganan pascabencana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang kini mulai beroperasi secara bertahap. Fokus utama penanganan meliputi pembersihan ruang layanan utama dari endapan sedimen lumpur serta pemulihan suplai air bersih dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Karang Baru. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan pemulihan infrastruktur dasar di fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas utama. Hal ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan di masa tanggap darurat. “Amanah Pak Presiden, dalam kondisi tanggap darurat ini seluruh rumah sakit dan puskesmas dapat difungsikan secara maksimal seiring berjalannya waktu,” ujar Dody. Untuk mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan seluas 41.644 meter persegi tersebut, Kementerian PU mengerahkan 137 orang pekerja yang didukung oleh kombinasi alat berat dan peralatan manual. Pembersihan material sisa banjir dilakukan menggunakan 2 unit ekskavator dan 9 unit dump truck. Guna menjangkau area yang sulit, tim di lapangan juga dibekali dengan peralatan manual berupa 40 unit cangkul, 50 unit angkong (artco), dan 30 unit sekop. Selain pembersihan fisik bangunan, Kementerian PU juga bekerja memulihkan jaringan air bersih pada SPAM IKK Karang Baru berkapasitas 100 liter per detik untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi rumah sakit. Penanganan yang dilakukan berupa pembersihan sedimen, persiapan fabrikasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Baja baru berkapasitas 2 x 50 liter/detik, serta perawatan (maintenance) IPA Beton existing agar tetap berfungsi darurat. Saat ini, pipa air dari SPAM mulai disambungkan ke rumah sakit sembari dilakukan perbaikan di jaringan perpipaan internal rumah sakit yang tersumbat sedimen. Ia menekankan pentingnya ketersediaan air bersih bagi operasional rumah sakit. “Air bersih harus segera tersuplai ke rumah sakit. Kita akan mempercepat penyambungan pipa dari IPA Karang Baru ke rumah sakit ini agar air dapat memenuhi kebutuhan dari setiap ruangan-ruangan yang sudah beroperasi,” tegas Dody. Sementara, Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Andika Putera, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Kementerian PU. Menurutnya, kondisi awal rumah sakit sangat memprihatinkan karena tertimbun lumpur di halaman dan seluruh ruangan tanpa terkecuali, yang juga menutup saluran drainase. “Alhamdulillah, kita dapat dibantu oleh Kementerian PU untuk membersihkan seluruh area rumah sakit dan mendapati perbedaan yang signifikan. Diharapkan sekitar seminggu ke depan dapat clear (bersih) semua,” kata dr. Andika. Kementerian PU berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah selama masa tanggap darurat dan pemulihan, sekaligus memastikan infrastruktur dasar penopang kehidupan masyarakat berfungsi kembali secara optimal.

Seluas Ratusan Hektar Kebun Sawit Rusak Diterjang Lumpur dan Kayu Gelondongan di Aceh Tamiang Sawit
Sawit
Jumat, 26 Desember 2025 | 19:00 WIB

Seluas Ratusan Hektar Kebun Sawit Rusak Diterjang Lumpur dan Kayu Gelondongan di Aceh Tamiang

Aceh, katakabar.com - Musibah bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh menimbulkan kerusakan parah, tak terkecuali kebun kelapa sawit milik masyarakat. Kalau ditaksir kerusakan kebun kelapa tidak hanya puluhan hektar, tetapi mencapai ratusan hektar kebun kelapa sawit yang tertimbun lumpur, dan tersapu kayu gelondongan. Muhammad Irwan yang merupakan Ketua Apkasindo Aceh Tamiang, Muhammad Irwan, dilansir dari laman elaeis.co, Jumat siang, menyampaikan dampak bencana ini sangat besar, dan dirasakan langsung oleh para petani. Menurutnya, banyak tanaman sawit yang mati total disebabkan tertimbun tanah dan material lainnya. “Benar, banyak tanaman mati semua disebabkan tertimbun tanah. Rata-rata masyarakat di Aceh Tamiang petani kebun, dan kebun kelapa sawit menjadi tempat bergantung hidup mereka selama ini,” kata pria menjabat Anggota DPR Kabupaten Aceh Tamiang lewat keterangan resmi, Jumat (26/12). Diinformasikannya, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah berada di Kecamatan Bandar Pusaka dan Kecamatan Sekerak. Selain itu, dampak bencana dirasakan di Kecamatan Rantau, Kecamatan Kejuruan Muda, dan Kecamatan Tenggulun. "Bencana ini menjadi pukulan berat bagi perekonomian masyarakat, mengingat hasil panen kelapa sawit sebagai sumber pendapatan utama bagi sebagian besar warga. Hilang kebun berarti hilang mata pencaharian yang selama ini menopang kebutuhan hidup sehari-hari," jelasnya. Ia berharap agar para petani kelapa sawit yang terdampak dapat segera bangkit. Kemudian mendapatkan perhatian dari pihak terkait, khususnya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). “Harapan kita, pihak BPDP dapat melihat langsung kondisi petani sawit yang sehari-harinya bergantung dari hasil panen. Semoga ada perhatian dan dukungan agar perekonomian petani sawit bisa bangkit kembali,” ucapnya.

Inovasi Mahasiswa ITS Modifikasi Aspal dari Limbah sawit dan Lumpur Sawit
Sawit
Sabtu, 02 Maret 2024 | 18:21 WIB

Inovasi Mahasiswa ITS Modifikasi Aspal dari Limbah sawit dan Lumpur

Jakarta, katakabar.com - Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) inisiasi gagas modifikasi pembuatan laston lapis aus guna menambah kekuatan dan kekesatan jalan aspal. Ketua tim Reswara 64 ITS yang inisiasi modifikasi ini, Bahrul Ilmi Mubarak menjabarkan, gagasan ini didasarkan adanya bahan penyusun aspal yang pada umumnya dapat menyumbangkan emisi yang cukup besar. “Jadi kami menginovasikan penggunaan limbah serat kelapa sawit dan lumpur panas Sidoarjo sebagai bahan tambahan penyusun lapisan aspal,” ujar pemuda asal Kabupaten Paser, Kalimantan Timur ini, dilansir dari laman sindonews.com, pada Sabtu (2/3). Menurut Bahrul, emisi yang dihasilkan jalan berbahan aspal bisa berasal dari beberapa tindakan atau kejadian pada fisik jalan aspal itu sendiri. Misalnya, saat permukaan jalan aspal terkena paparan radiasi matahari dapat meningkatkan lonjakan produksi gas karbon dioksida (CO2) sebanyak tiga kali lipat. “Proses pemeliharaan dan perkerasan pada jalan aspal turut menyumbang emisi yang cukup besar,” ulas mahasiswa angkatan 2021 ini. Inovasi modifikasi jalan aspal ini dilakukan dengan menambahkan sejumlah bahan yang dapat meningkatkan kualitas jalan dan mengurangi emisi yang dihasilkannya. Bahan pertama, yakni aerogel yang berasal dari sintesis silikon dioksida (SiO2) hasil ekstraksi lumpur panas Sidoarjo. Di mana Aerogel ini memiliki kemampuan dalam menyerap gas CO2. Bahan berikutnya, yaitu besi(III) oksida (Fe2O3) hasil ekstraksi lumpur panas sebagai modifikasi pigmen aspal. Senyawa ini dinilai dapat menurunkan suhu jalan aspal. Dan terakhir, penambahan split mastic dengan aditif serat kelapa sawit untuk meningkatkan nilai kekesatan jalan dan kemampuan jalan menyerap air. “Jadi hasil modifikasi pada lapis aus ini dapat turut berperan meningkatkan umur teknis aspal,” jelas Bahrul. Timnya bakal menjalin kerja sama dengan beberapa pihak untuk penerapan inovasi ini. Di antara dengan Lapindo Brantas Inc untuk penggunaan lumpur panas yang dibutuhkan. Selain itu, kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk proses penelitian lebih lanjut terkait modifikasi aspal turut dilakukan. Lalu, kerja sama dengan PT Sinar Mas Agro untuk pengelolaan limbah serat kelapa sawit. Tim Reswara 64 bimbingan dosen Cahya Buana ST MT ini menuangkan idenya tersebut ke dalam sebuah karya tulis bertajuk Inovasi Laston Lapis Aus Berbasis Split Mastic-Aerogel dengan Aditif Limbah Serat Kelapa Sawit Termodifikasi Pigmen Fe2O3 dari Limbah Lumpur Sidoarjo. Lewat gagasan inovasinya, tim Reswara 64 telah berhasil menyabet juara III pada ajang ADHI Innovation for Construction 2024 yang diselenggarakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, bulan Februari lalu. Tim yang beranggotakan Marchel Audy Pratama dan Em Syahdu Aflahis Salam El Wanda ini berharap inovasinya dapat diimplementasikan sebagai produk aspal dengan kualitas unggul bagi perusahaan konstruksi seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk. “Inovasi ini mudah-mudahan bisa dikembangkan lebih jauh lagi dengan riset mendalam dan peninjauan dari berbagai aspek fungsional,” ucap Bahrul. Diketahui, penyebab kecelakaan lalu lintas sering terjadi lantaran keadaan jalan yang licin dn tingkat kekesatan aspal jalan yang rendah.