Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026 Default
Default
Minggu, 29 Maret 2026 | 20:05 WIB

Pengguna KA dari Stasiun Garut Meningkat Saat Angkutan Lebaran 2026

Garut, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 2 Bandung mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah pengguna jasa kereta api dari Stasiun Garut selama periode Angkutan Lebaran 2026. Kenaikan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu untuk perjalanan mudik maupun balik. Stasiun Garut sebagai salah satu stasiun penting di wilayah selatan Jawa Barat terus menunjukkan peran strategisnya dalam melayani mobilitas masyarakat. Terlebih pada momen Angkutan Lebaran, volume penumpang mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Berdasarkan data yang dihimpun, pada periode hari biasa rata-rata harian penumpang yang naik kereta api jarak jauh (KA JJ) dan KA Lokal (Commuter Line) mencapai 1.337 pelanggan per hari. Dengan rincian rata-rata jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Garut sebanyak 590 pelanggan dan KA Lokal Commuter Line, mencapai 747 pelanggan. Pada periode Angkutan Lebaran 2026 data sampai dengan Jumat (27/3), terjadi peningkatan yang cukup signifikan sebesar 48 persen dari hari biasanya di Stasiun Garut. Rata-rata jumlah penumpang KA Jarak Jauh dan KA Lokal Commuter Line mencapai 1.976 pelanggan per hari. Jumlah penumpang KA Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Garut meningkat menjadi 704 pelanggan, sedangkan KA Lokal Commuter Line melonjak menjadi 1.272 pelanggan. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan peningkatan ini merupakan indikasi kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan kereta api, khususnya di wilayah Garut dan sekitarnya. “Peningkatan jumlah pelanggan dari Stasiun Garut selama Angkutan Lebaran ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian. Selain faktor kenyamanan dan ketepatan waktu, kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan agar pelanggan merasa aman dan terlayani dengan baik,” ujar Kuswardojo. Kuswardojo menambahkan Stasiun Garut saat ini melayani berbagai perjalanan kereta api, baik jarak jauh maupun lokal, yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memilih jadwal perjalanan. Dari Stasiun Garut, pelanggan dapat menikmati layanan 2 KA Jarak Jauh yaitu KA Cikuray dan KA Papandayan, yang menghubungkan Garut dengan berbagai kota tujuan. Selain itu, tersedia pula 2 layanan KA Lokal Commuter Line yang melayani mobilitas harian masyarakat di wilayah Daop 2 Bandung. KAI Daop 2 Bandung terus berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan, terutama di masa Angkutan Lebaran yang identik dengan lonjakan penumpang. Berbagai upaya dilakukan mulai dari optimalisasi sarana dan prasarana hingga penambahan petugas pelayanan di stasiun, termasuk adanya posko Komunitas Pencinta Kereta Api dari Garut Railfans. Dengan adanya peningkatan ini, KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran dan kenyamanan bersama selama perjalanan menggunakan kereta api.

Libur Lebaran 2026, Pengguna LRT Jabodebek Meningkat 33 Persen Dibanding 2025 Nasional
Nasional
Jumat, 27 Maret 2026 | 15:10 WIB

Libur Lebaran 2026, Pengguna LRT Jabodebek Meningkat 33 Persen Dibanding 2025

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat peningkatan 33 persen pengguna selama libur Lebaran 2026, dengan 294.659 pengguna, berkat integrasi moda transportasi dan layanan yang optimal. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan jumlah pengguna LRT Jabodebek selama periode libur Lebaran tanggal 18 hingga 24 Maret 2026. Di periode tersebut tercatat sebanyak 294.659 pengguna LRT Jabodebek. Jumlah ini meningkat sekitar 33 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025 yang tercatat sebanyak 221.040 pengguna LRT Jabodebek. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan peningkatan ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat memilih moda transportasi LRT Jabodebek, khususnya pada periode libur Lebaran 2026. “Peningkatan jumlah pengguna yang signifikan menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin dipercaya dan mulai menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya pada momen dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran,” ujarnya. Data ini menunjukkan LRT Jabodebek tidak lagi diposisikan sebagai moda alternatif, tetapi mulai menjadi pilihan utama masyarakat. Dari sisi operasional, selama periode libur Lebaran 18 hingga 24 Maret 2026 KAI mengoperasikan 270 perjalanan setiap hari. Khusus pada H1 dan H2 Lebaran atau 21 dan 22 Maret, jumlah perjalanan ditingkatkan menjadi 430 perjalanan per hari dengan tarif Rp1. Meningkatnya minat masyarakat tidak terlepas dari berbagai kemudahan yang ditawarkan LRT Jabodebek, antara lain: * Terintegrasi dengan berbagai moda transportasi seperti KRL, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT, TransJakarta, hingga akses ke terminal bus; * Terhubung dengan pusat aktivitas masyarakat seperti kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, dan destinasi rekreasi; * Memberikan kepastian waktu perjalanan tanpa terpengaruh kemacetan. “Berbagai keunggulan ini menjadikan LRT Jabodebek sebagai solusi mobilitas yang efisien, khususnya pergerakan masyarakat pada saat Lebaran 2026,” jelasnya. Melalui konektivitas antarmoda yang luas, pengguna dapat dengan mudah berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya hingga mencapai tujuan akhir, baik untuk bersilaturahmi, berwisata, maupun beraktivitas di pusat kota. Dengan layanan yang semakin optimal, KAI berharap LRT Jabodebek terus menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan yang cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Arus Balik Lebaran 2026, Volume Kendaraan Meningkat  di JTTS Nasional
Nasional
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:28 WIB

Arus Balik Lebaran 2026, Volume Kendaraan Meningkat di JTTS

Sumatera, katakabar.com - PT Hutama Karya (Persero) terus memantau perkembangan trafik kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) seiring berlangsungnya arus balik Lebaran 2026. Di periode Aha (22/3) trafik kendaraan pada sejumlah ruas utama terpantau masih mengalami peningkatan, khususnya pada koridor penghubung antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan. Peningkatan ini diperkirakan dipengaruhi oleh pergerakan masyarakat yang masih berlangsung pada masa libur Lebaran, termasuk perjalanan kembali dan perjalanan menuju sejumlah destinasi wisata di berbagai wilayah. Secara kumulatif, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi tercatat mencapai 247.862 kendaraan, atau meningkat 122,88 Persen dibandingkan trafik normal. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen Hutama Karya untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Ini Rekap Trafik Harian Ruas Tol Beroperasi (Periode 22 Maret 2026): • Kendaraan yang melintasi Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka) tercatat sebanyak 23.801 kendaraan atau meningkat 67,39% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih (Palindra & Indraprabu) tercatat sebanyak 33.190 kendaraan atau meningkat 110,26% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Betung – Tempino – Jambi (Bayung Lencir – Tempino – Sp. Ness) tercatat sebanyak 7.634 kendaraan atau turun 3,67% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Bengkulu – Taba Penanjung (Bengtaba) tercatat sebanyak 4.853 kendaraan atau meningkat 118,60% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) tercatat sebanyak 22.607 kendaraan atau meningkat 46,94% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar tercatat sebanyak 17.740 kendaraan atau meningkat 178,89% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Indrapura – Kisaran tercatat sebanyak 25.468 kendaraan atau meningkat 148,32% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh PT Hutama Marga Waskita (HMW) tercatat sebanyak 64.283 kendaraan atau meningkat 197,88% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Binjai – Langsa (Binjai – Pangkalan Brandan) tercatat sebanyak 23.912 kendaraan atau meningkat 148,64% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (Seulimeum – Baitussalam) tercatat sebanyak 14.461 kendaraan atau meningkat 251,00% dibandingkan trafik normal. • Kendaraan yang melintasi Tol Padang – Sicincin tercatat sebanyak 9.913 kendaraan atau meningkat 164,91% dibandingkan trafik normal. *Rekap Trafik Ruas Tol Fungsional Periode Arus Balik Lebaran 2026 (Periode 22 Maret 2026):* Sedang, untuk ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Arus Balik Lebaran 2026 pada 22 Maret 2026, tercatat: • Tol Sigli – Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Seulimeum – Padang Tiji), yang telah dibuka secara fungsional sejak 7 Desember 2025, mencatat trafik sebanyak 6.219 kendaraan. • Tol Palembang – Betung (Kramasan – Pangkalan Balai), yang telah dibuka secara fungsional sejak 13 Maret 2026, mencatat trafik sebanyak 5.928 kendaraan. Hutama Karya mengimbau seluruh pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, terutama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada periode arus balik Lebaran. Pengguna jalan diharapkan mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima, serta beristirahat di rest area terdekat apabila merasa lelah atau mengantuk. Hutama Karya berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran dan keselamatan trafik di Jalan Tol Trans Sumatera melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait sebagai wujud #MelayaniSepenuhHati. Masyarakat juga dapat memantau informasi terkini seputar kondisi trafik dan layanan jalan tol melalui akun resmi @hutamakaryatollroad, aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan informasi operasional dan pembaruan kondisi lalu lintas secara real-time, serta website resmi Hutama Karya pada menu khusus Info Mudik Lebaran 2026 di https://www.hutamakarya.com/info-mudik-lebaran-2026.

JTT Catat Kenaikan Lalin di GT Ciperna, Mobilitas Kendaraan di Tol Palimanan-Kanci Meningkat Lingkungan
Lingkungan
Senin, 23 Maret 2026 | 17:08 WIB

JTT Catat Kenaikan Lalin di GT Ciperna, Mobilitas Kendaraan di Tol Palimanan-Kanci Meningkat

Cirebon, katakabar.com - Seiring dengan meningkatnya mobilitas kendaraan menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menjelang periode libur Idulfitri 1447Hijriah Tahun 2026, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas di Ruas Jalan Tol Palimanan–Kanci (Palikanci). Menurut data lalu lintas kendaraan yang melewati Gerbang Tol Ciperna Barat dan Gerbang Tol Ciperna Timur, tercatat adanya peningkatan volume kendaraan dibandingkan dengan kondisi lalu lintas normal. Senior Manager Representative Office 2 Ruas Jalan Tol PT Jasamarga Transjawa Tol, M. Faried Sulistamtama, mengatakan peningkatan mobilitas kendaraan mulai terlihat pada akses masuk dan keluar melalui Gerbang Tol Ciperna Barat dan Gerbang Tol Ciperna Timur. “Pada Kamis(19/3) hingga Jumat (20/3) lalu, volume kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Ciperna Barat tercatat sebanyak 11.189 kendaraan, meningkat 13,44 persen dibandingkan lalu lintas normal yang mencapai 9.863 kendaraan. Sementara itu, volume kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Ciperna Timur tercatat sebanyak 4.513 kendaraan atau meningkat 12,43 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 4.014 kendaraan,” cerita Faried. Faried menambahkan peningkatan volume kendaraan tersebut juga sejalan dengan mulai dimanfaatkannya Rest Area fungsional pada Ruas Jalan Tol Palimanan–Kanci yang berlokasi di Kantor Representative Office 2 PT JTT dan berada di sekitar akses Gerbang Tol Ciperna Barat dan Ciperna Timur. "Kehadiran rest area fungsional ini diharapkan dapat memberikan alternatif tempat istirahat bagi pengguna jalan yang melintas di wilayah Cirebon dan sekitarnya," jelasnya. Sementara, Vice President Corporate Secretary dan Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menuturkan JTT terus memastikan kesiapan layanan operasional di sepanjang Ruas Tol Palimanan–Kanci guna mengantisipasi peningkatan mobilitas kendaraan menjelang periode libur panjang. “Kami memastikan kesiapan operasional baik dari sisi layanan transaksi di gerbang tol, layanan lalu lintas, hingga fasilitas pendukung seperti rest area guna menjaga kenyamanan perjalanan pengguna jalan,” beber Ria. Kata Ria, JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Selain itu, ucapnya, pengguna jalan juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas rest area secara bijak serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. Sebagai informasi, pengguna jalan dapat memantau kondisi lalu lintas di jalan tol Jasa Marga Group melalui One Call Center 24 jam di nomor 133 serta melalui aplikasi Travoy yang tersedia di iOS dan Android.

Arus Mudik Lebaran, Pengiriman Hewan Peliharaan Via KAI Logistik Meningkat Serba Serbi
Serba Serbi
Rabu, 18 Maret 2026 | 07:12 WIB

Arus Mudik Lebaran, Pengiriman Hewan Peliharaan Via KAI Logistik Meningkat

Jakarta, katakabar.com - Memasuki periode puncak arus mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat adanya peningkatan pengiriman hewan peliharaan melalui layanan ritel KALOG Express. Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang turut membawa atau mengirimkan hewan kesayangan ke kampung halaman selama momentum Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri. Menurut Ayi, seiring semakin dekatnya periode Idul Fitri, KAI Logistik mencatat rerata pengiriman di minggu ketiga Ramadan mencapai sekitar 523 hewan peliharaan per hari, atau meningkat sekitar 7 persen dibandingkan rerata harian pada hari biasa, serta tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan pada momen awal Ramadan. "Kondisi ini menunjukkan masyarakat mulai mempersiapkan perjalanan mudik sekaligus memastikan hewan peliharaan mereka dapat tetap bersama keluarga di kampung halaman atau tiba lebih dulu di kota tujuan," jelas Ayi. Dari sisi rute pengiriman, sejumlah kota menjadi tujuan favorit pengiriman hewan peliharaan, di antaranya Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, dan Jakarta. Sedang, pengiriman banyak berasal dari beberapa kota di Jawa Timur seperti Tulungagung, Blitar, dan Jombang yang menjadi titik keberangkatan utama pengiriman hewan peliharaan melalui layanan KAI Logistik. Jika dibandingkan dengan periode angkutan Lebaran tahun sebelumnya, tren pengiriman tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada periode Lebaran tahun lalu (21 Maret-11 April 2025), KAI Logistik mengangkut sebanyak 5.492 hewan peliharaan dengan rerata sekitar 250 hewan per hari. Sementara pada periode Ramadan tahun ini saja, rerata pengiriman telah mencapai lebih dari 500 hewan per hari, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan rerata pengiriman pada periode Lebaran sebelumnya. “Tren peningkatan pengiriman hewan peliharaan menjelang Idul Fitri tahun ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KALOG Express. Kami memastikan setiap pengiriman dilakukan dengan standar penanganan khusus untuk menjaga keamanan dan kenyamanan hewan selama perjalanan,” ucap Ayi. Ia menambahkan KAI Logistik menerapkan prinsip animal welfare melalui pemeriksaan kondisi fisik awal, verifikasi kandang sesuai standar, penempatan di area bersirkulasi udara baik, serta pelabelan khusus “Live Animal” agar proses penanganan dilakukan lebih hati-hati oleh petugas. Selain itu, pemilik dianjurkan mempersiapkan hewan peliharaan sebelum perjalanan, seperti memberi makan sekitar 2 hingga 4 jam sebelum keberangkatan serta menyediakan wadah makan dan minum anti-tumpah di dalam kandang. Selama perjalanan, petugas memastikan posisi kandang tidak tertumpuk barang dan sirkulasi udara tetap terjaga. Adapun hewan yang dapat dikirimkan meliputi hewan domestik, seperti kucing, anjing, kelinci, burung, hamster, dan ikan hias, dengan estimasi waktu pengiriman sekitar satu hari mengikuti jadwal perjalanan kereta api serta biaya berkisar Rp100.000 hingga Rp250.000 tergantung ukuran hewan dan kandang. Secara kapasitas, KAI Logistik menyediakan sekitar 400 ton kapasitas angkutan pulang pergi untuk mendukung kebutuhan logistik selama periode angkutan Lebaran. Perusahaan optimis kapasitas tersebut masih mampu mengakomodasi peningkatan dan potensi lonjakan permintaan pengiriman barang. “Seluruh pengiriman akan libur beroperasi ke tujuan tertentu mulai 18 Maret, dan layanan KALOG Express akan kembali beroperasi secara normal pada 25 Maret 2026,” beber Ayi. “Melalui keunggulan moda transportasi kereta api yang memiliki jadwal pasti dan relatif minim hambatan lalu lintas, KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya, khususnya pada momentum peningkatan pengiriman seperti periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” tandas Ayi.

Mengapa Permintaan Emas Meningkat Jelang Hari Raya Nasional
Nasional
Minggu, 15 Maret 2026 | 07:09 WIB

Mengapa Permintaan Emas Meningkat Jelang Hari Raya

Jakarta, katakabar.com - Setiap menjelang hari raya, khususnya Idul Fitri, permintaan emas cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Fenomena ini bukan hal baru karena emas telah lama menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain digunakan sebagai perhiasan, emas juga sering dijadikan sebagai bentuk investasi jangka panjang. Banyak masyarakat memanfaatkan momentum hari raya untuk membeli emas, baik sebagai hadiah maupun sebagai bentuk penyimpanan nilai. Bagi trader dan investor, meningkatnya permintaan emas menjelang hari raya juga menjadi indikator menarik karena dapat memengaruhi pergerakan harga emas di pasar global. Di Indonesia dan beberapa negara Asia, membeli emas menjelang hari raya sudah menjadi tradisi yang berlangsung lama. Perhiasan emas sering digunakan sebagai pelengkap penampilan saat berkumpul bersama keluarga. Selain itu, emas juga sering dijadikan sebagai hadiah untuk keluarga atau kerabat saat momen spesial seperti Idul Fitri. Permintaan yang meningkat dalam periode ini membuat toko emas dan pasar perhiasan biasanya mengalami lonjakan penjualan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Emas Simbol Investasi dan Keamanan Nilai Selain faktor budaya, meningkatnya permintaan emas juga dipengaruhi oleh perannya sebagai aset safe haven. Banyak orang membeli emas untuk menjaga nilai kekayaan mereka dari inflasi atau ketidakpastian ekonomi. Emas dikenal memiliki nilai yang relatif stabil dalam jangka panjang. Ketika kondisi ekonomi global tidak menentu, investor sering beralih ke emas sebagai bentuk perlindungan aset. Hal inilah yang membuat permintaan emas sering meningkat pada periode tertentu, termasuk menjelang hari raya ketika aktivitas ekonomi masyarakat meningkat. Faktor Ekonomi Dorong Permintaan Emas Selain faktor tradisi dan investasi, ada beberapa faktor ekonomi yang turut memengaruhi peningkatan permintaan emas menjelang hari raya. Salah satunya adalah meningkatnya daya beli masyarakat karena adanya tunjangan hari raya (THR). Dengan tambahan pendapatan tersebut, banyak orang memanfaatkannya untuk membeli perhiasan emas. Selain itu, momen hari raya sering dimanfaatkan oleh pedagang emas untuk menawarkan berbagai promo atau koleksi perhiasan baru yang menarik minat konsumen. Permintaan yang meningkat ini dapat berdampak pada pergerakan harga emas di pasar, baik di pasar lokal maupun global. Tips Membeli Perhiasan Emas Jelang Idul Fitri Bagi masyarakat yang ingin membeli emas menjelang hari raya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pembelian menjadi lebih aman dan menguntungkan. Pertama, pastikan membeli emas dari toko atau lembaga yang terpercaya agar kualitas emas terjamin. Kedua, perhatikan kadar emas yang dibeli. Perhiasan emas biasanya memiliki kadar yang berbeda, sehingga penting untuk mengetahui nilai emas yang sebenarnya. Ketiga, bandingkan harga emas di beberapa tempat sebelum membeli agar mendapatkan harga terbaik. Untuk mendapatkan panduan lebih lengkap mengenai cara memilih emas yang tepat, Anda dapat membaca artikel Tips membeli perhiasan emas menjelang Idul Fitri Peluang Trading dari Pergerakan Harga Emas Meningkatnya permintaan emas juga dapat menciptakan peluang bagi trader di pasar keuangan. Harga emas sering mengalami pergerakan yang dipengaruhi oleh permintaan global, kondisi ekonomi, serta kebijakan moneter. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga emas, trader dapat memanfaatkan volatilitas pasar untuk mencari peluang trading. Melalui broker trading kvb futures, trader dapat mengakses berbagai instrumen trading seperti forex, emas, indeks saham, dan komoditas dalam satu platform trading yang terintegrasi. Bagi Anda yang tertarik memulai trading dan ingin memanfaatkan peluang dari pergerakan harga emas, Anda dapat membuka akun melalui halaman daftar akun trading.

Dukung Mobilitas di Kampung Halaman, Pengiriman Sepeda Motor Meningkat Jelang Mudik Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 12 Maret 2026 | 13:01 WIB

Dukung Mobilitas di Kampung Halaman, Pengiriman Sepeda Motor Meningkat Jelang Mudik

Jakarta, katakabar.com - Menjelang periode puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi di pekan ketiga Ramadhan, KAI Logistik mengimbau masyarakat untuk memperhatikan sejumlah prosedur khususnya aspek keamanan dalam proses pengiriman sepeda motor. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kendaraan yang dikirim tetap dalam kondisi aman sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat saat tiba di kampung halaman atau kota tujuan. Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik, mengungkapkan pengiriman sepeda motor kini menjadi salah satu solusi yang semakin diminati masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan mudik. "Dengan mengirimkan kendaraan lebih dulu, pemudik dapat melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi yang lebih aman dan nyaman seperti kereta api, tanpa harus menempuh perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor yang berisiko menimbulkan kelelahan. Selain itu, keberadaan sepeda motor di kota tujuan juga tetap mendukung mobilitas masyarakat selama berada di kampung halaman," kata Dwi. Memasuki pekan kedua Ramadhan, ulas Dwi, tren pengiriman sepeda motor melalui layanan KAI Logistik menunjukkan peningkatan. Tercatat sebanyak 2.300 unit sepeda motor telah didistribusikan, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan pekan pertama Ramadhan yang mencapai 2.217 unit sepeda motor. "Perseroan memprediksi jumlah tersebut masih akan terus meningkat seiring mendekatnya masa puncak arus mudik pada pekan ketiga Ramadhan," jelasnya. Menurut Dwi, tingginya minat masyarakat terhadap layanan ini juga tercermin pada periode mudik tahun lalu, di mana lebih dari 6.600 unit sepeda motor berhasil didistribusikan oleh KAI Logistik baik pada masa arus mudik maupun arus balik dengan tujuan favorit di kota besar Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Solo dan diikuti kota lainnya seperti Surabaya, Jakarta dan Bandung. ”Seiring meningkatnya pengiriman sepeda motor, KAI Logistik juga mengingatkan pelanggan untuk memastikan kendaraan yang akan dikirim telah dipersiapkan dengan baik. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan adalah mengosongkan tangki bahan bakar untuk meminimalkan potensi risiko selama proses pengiriman. Selain itu, pelanggan juga disarankan untuk melepas berbagai aksesori tambahan pada sepeda motor yang berpotensi rusak selama proses distribusi serta melakukan packing tambahan,” beber Dwi. Pelanggan diimbau untuk melakukan pengecekan kondisi sepeda motor sebelum proses pengiriman dan mencatat kondisi kendaraan sebagai bagian dari prosedur serah terima. Tidak hanya itu, pemanfaatan perlindungan asuransi dengan premi yang sangat terjangkau 0,12 persen juga menjadi langkah penting guna memberikan jaminan keamanan tambahan selama proses distribusi berlangsung. ”Untuk memastikan kenyamanan dan kemudahan, KAI Logistik juga mendorong pelanggan untuk melakukan pengiriman sepeda motornya melalui aplikasi KAI Logistik TRAX yang akan langsung datang menjemput sepeda motor di rumah untuk selanjutnya dikirimkan hingga alamat tujuan. Melalui aplikasi ini, pemudik dapat dengan mudah mengelola pengiriman mulai dari pick up, pembayaran digital hingga real time tracking,” sebut Dwi. KAI Logistik mengimbau masyarakat untuk merencanakan pengiriman sepeda motor lebih awal agar dapat menghindari dan mengantisipasi kepadatan menjelang puncak arus mudik. Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus tetap memiliki kendaraan pribadi yang dapat digunakan untuk beraktivitas di kampung halaman. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode mudik, pengiriman sepeda motor menjadi salah satu alternatif yang tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga membantu meningkatkan keselamatan perjalanan dengan mengurangi risiko kelelahan akibat perjalanan jarak juh menggunakan sepeda motor.

Mobilitas Ramadhan Meningkat, Pengguna LRT Jabodebek Tembus 126 Ribu Penumpang per Hari Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 12 Maret 2026 | 10:19 WIB

Mobilitas Ramadhan Meningkat, Pengguna LRT Jabodebek Tembus 126 Ribu Penumpang per Hari

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat peningkatan jumlah pengguna selama Ramadhan 2026, dengan puncak 126.848 pengguna pada 9 Maret 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek di bulan Ramadan 2026. Jumlah pengguna bahkan melampaui rekor tertinggi yang sebelumnya tercatat pada Januari 2026 yakni 123.276 pengguna LRT Jabodebek. Pada 4 Maret 2026, jumlah pengguna tercatat sebanyak 123.319 orang, sedikit lebih tinggi dibanding rekor Januari. Peningkatan kemudian terjadi pada 6 Maret 2026 dengan 126.626 pengguna, atau naik sekitar 2,72 persen dibanding capaian tertinggi sebelumnya. Tren mobilitas masyarakat terus meningkat pada 9 Maret 2026 dengan 126.848 pengguna yang menjadi angka tertinggi pada periode tersebut atau naik sekitar 2,9 persen dibanding rekor Januari 2026. Sementara, pada 10 Maret 2026, LRT Jabodebek melayani 125.901 pengguna, tetap berada di atas capaian rekor tertinggi pada Januari. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan peningkatan jumlah pengguna tersebut menunjukkan bahwa transportasi publik semakin menjadi pilihan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, termasuk selama bulan Ramadhan. “Mobilitas masyarakat pada bulan Ramadan tetap tinggi, baik untuk aktivitas bekerja maupun kegiatan sosial seperti berbuka puasa bersama. LRT Jabodebek hadir sebagai alternatif transportasi yang efisien di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan,” ujarnya. Menurut Radhitya, tren peningkatan jumlah pengguna ini juga mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek yang mengedepankan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan perjalanan. KAI memastikan operasional LRT Jabodebek tetap berjalan optimal selama Ramadan melalui pengawasan operasional, kesiapan sarana dan prasarana, serta peningkatan pelayanan di stasiun maupun di dalam kereta. “Kami berkomitmen menjaga kualitas layanan agar masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman, terutama pada periode Ramadan hingga menjelang Angkutan Lebaran,” sebut Radhitya. KAI Divre III Palembang Bekali Frontliner Pemahaman P3K Jelang Angkutan Lebaran 2026 Palembang, katakabar.com - Menjelang penyelenggaraan Angkutan Lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang terus memperkuat kesiapan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya melalui kegiatan pembekalan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) tentang materi Bantuan Dasar Hidup (BDH) bagi para petugas frontliner yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan perjalanan kereta api. Kegiatan ini buah kolaborasi antara KAI Divre III Palembang dengan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang yang menghadirkan pemateri dr. Aswir Vembrinaldi. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar petugas dalam menangani kondisi medis darurat yang mungkin terjadi di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan frontliner memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kepada pelanggan berjalan dengan aman, nyaman, dan responsif. “Frontliner merupakan garda terdepan perusahaan yang bertanggung jawab menyapa pelanggan, melayani kebutuhan, serta menangani keluhan secara langsung. Oleh karena itu, mereka juga perlu memiliki pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama agar dapat bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat terhadap pelanggan,” kata Aida. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari berbagai unsur petugas operasional dan pelayanan, antara lain Kondektur, Masinis, Polsuska, Prama/Prami, petugas Security, Teknisi Kereta Api, petugas stasiun, hingga petugas kebersihan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pelanggan. Dalam sesi materi, dr. Aswir Vembrinaldi, menyampaikan berbagai pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama pada kondisi gawat darurat. Ia menjelaskan pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang dilakukan sebelum bantuan medis profesional tiba, dengan tujuan menyelamatkan nyawa atau mencegah kondisi korban menjadi lebih buruk. “Dalam kondisi darurat, hal terpenting adalah tetap tenang dan sigap. Penanganan awal dilakukan melalui penilaian cepat mulai dari pengamanan lokasi kejadian, pengecekan respons korban menggunakan metode AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive), hingga pemeriksaan airway, breathing, dan circulation,” jelas dr. Aswir. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai penanganan luka, pendarahan, patah tulang, tersedak, serta teknik evakuasi korban secara aman. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta sesi diskusi dan tanya jawab yang bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan diri para petugas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. Aida menambahkan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat. “Pelatihan P3K ini penting agar petugas kami memiliki kesiapan dalam memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kejadian darurat di perjalanan, di area stasiun, maupun di dalam kereta api. Dengan pembekalan ini diharapkan para petugas mampu menangani cedera ringan hingga kondisi medis yang lebih serius seperti pingsan, serangan jantung, atau luka akibat kecelakaan,” jelasnya. Sebagai bentuk dukungan layanan kesehatan bagi pelanggan, KAI Divre III Palembang juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dilengkapi tenaga medis dan fasilitas dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang membutuhkan. Pos kesehatan tersebut berada di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, dan Lubuk Linggau. “Kehadiran pos kesehatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman, nyaman dan selamat bagi pelanggan selama menggunakan layanan kereta api, terutama pada masa Angkutan Lebaran dimana volume perjalanan masyarakat akan meningkat,” tandas Aida.

Awal 2026, Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat Capai 5,2 Juta Pengguna Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 04 Maret 2026 | 15:07 WIB

Awal 2026, Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meningkat Capai 5,2 Juta Pengguna

Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang di awal 2026, dengan total 5,2 juta penumpang dan rata-rata 88 ribu penumpang per hari. LRT Jabodebek mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang terus bertumbuh. Sepanjang periode 1 Januari hingga 28 Februari 2026, layanan ini telah melayani 5,2 juta penumpang atau rata-rata 88 ribu penumpang per hari. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian tahun 2025 yang berada di angka 78,9 ribu penumpang per hari, mencerminkan tren peningkatan penggunaan transportasi publik di kawasan Jabodebek. Pada Februari 2026 saja, jumlah pengguna tercatat sebanyak 2.530.000 penumpang. Aktivitas perjalanan pada hari kerja mendominasi dengan rata-rata 116.714 penumpang per hari, sementara akhir pekan mencapai 42.916 penumpang per hari. Pola ini menunjukkan LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari mobilitas rutin masyarakat, khususnya untuk aktivitas kerja dan perjalanan harian. Sejak mulai beroperasi pada 28 Agustus 2023 hingga 28 Februari 2026, LRT Jabodebek telah melayani total 64,3 juta penumpang. Secara tahunan, pertumbuhan terlihat konsisten, dari 4,6 juta penumpang pada 2023 menjadi 21,1 juta pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 28,8 juta penumpang pada 2025. Perkembangan ini mempertegas kontribusi LRT Jabodebek dalam mendukung pergerakan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis. Dari sisi pemanfaatan layanan, rata-rata okupansi harian pada awal 2026 mencapai 32 persen, dengan okupansi hari kerja sebesar 36 persen. Angka tersebut menunjukkan tingkat keterisian yang semakin optimal, terutama pada periode mobilitas tinggi. Pergerakan penumpang terbesar tercatat di sejumlah stasiun seperti Dukuh Atas, Harjamukti, Kuningan, Cikoko, dan Pancoran. Konektivitas dengan moda lain seperti KRL, MRT, TransJakarta, Biskita, serta layanan penghubung kawasan turut memperkuat kemudahan perjalanan secara terintegrasi. Kemudahan akses juga didukung oleh sistem pembayaran non-tunai yang semakin beragam. Selain kartu uang elektronik perbankan dan Kartu Multi Trip (KMT), transaksi digital melalui LinkAja, QRIS, dan Access by KAI terus menunjukkan peningkatan. Hal ini sejalan dengan pengembangan layanan berbasis teknologi yang memudahkan proses transaksi secara cepat dan praktis. Dari aspek pelayanan, LRT Jabodebek menerapkan skema tarif dinamis (dynamic pricing) untuk memberikan fleksibilitas bagi pengguna pada jam sibuk maupun di luar jam sibuk. Peningkatan fasilitas terus dilakukan melalui optimalisasi gate, lift, dan eskalator, penyediaan signage yang informatif, penguatan integrasi antarmoda, serta peningkatan kebersihan dan kenyamanan area stasiun. Pelakhar Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Bramantya Candrika, menyampaikan pertumbuhan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek. “Peningkatan jumlah pengguna pada awal 2026 menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Kami akan terus menjaga keandalan operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat integrasi dengan moda lain agar masyarakat mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien,” ujar Bram. Ke depan, kata Bram, LRT Jabodebek akan terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun pengalaman pelanggan, guna mendukung mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin dinamis dan berkelanjutan.