Biaya Hidup Naik, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 26 April 2026 | 21:29 WIB

Biaya Hidup Naik, Masyarakat Mulai Beralih ke Alternatif Pendanaan di Luar Pinjaman Bank

Jakarta, katakabar.com - Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen. Di tengah kondisi tersebut, pinjaman bank yang selama ini menjadi solusi utama mulai menghadapi tantangan. Selain proses yang relatif panjang, persyaratan yang ketat serta faktor penilaian kredit membuat tidak semua masyarakat dapat dengan mudah mengakses pembiayaan konvensional, khususnya untuk kebutuhan yang bersifat mendesak. Sejumlah pelaku industri melihat adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam mencari sumber likuiditas. Salah satu alternatif yang mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan aset pribadi sebagai jaminan untuk memperoleh dana tunai tanpa harus menjual aset tersebut secara permanen. Skema ini dinilai memberikan fleksibilitas lebih, terutama dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Aset seperti emas, jam tangan mewah, tas branded, hingga kendaraan dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup kuat dan relatif stabil, sehingga dapat digunakan sebagai instrumen likuiditas jangka pendek. Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyatakan tren ini menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap aset yang dimiliki. Menurutnya, aset tidak lagi hanya diposisikan sebagai barang konsumsi atau simbol gaya hidup, melainkan mulai dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi keuangan. “Di kondisi seperti sekarang, kami melihat semakin banyak masyarakat yang memilih untuk tidak menjual asetnya. Mereka mencari cara agar tetap bisa mendapatkan dana cepat, tetapi tanpa kehilangan kepemilikan,” ujar David lewat keterangan resmi. Ia menambahkan kebutuhan likuiditas yang cepat menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat untuk mempertimbangkan alternatif di luar pinjaman bank. Pada praktiknya, proses penilaian aset dinilai lebih sederhana dan dapat memberikan kepastian dalam waktu yang relatif singkat. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan berbasis gadai barang luxury, deGadai mencatat adanya peningkatan minat terhadap layanan gadai untuk aset bernilai tinggi. Aset seperti jam tangan premium dan tas branded disebut memiliki karakteristik likuiditas yang baik karena didukung oleh pasar sekunder yang aktif. Fenomena ini juga sejalan dengan tren global, di mana aset luxury mulai dipandang sebagai bagian dari portofolio alternatif. Dalam kondisi ekonomi yang bergejolak, aset dengan nilai intrinsik dan pasar yang jelas dinilai mampu memberikan fleksibilitas bagi pemiliknya dalam mengelola kebutuhan finansial. Tetapi, para pengamat mengingatkan bahwa penggunaan skema pembiayaan apa pun tetap perlu disertai dengan perencanaan yang matang. Kemampuan untuk memenuhi kewajiban pelunasan serta pemahaman terhadap skema pembiayaan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Dengan tekanan biaya hidup yang masih berlangsung, kebutuhan akan solusi pendanaan yang cepat dan fleksibel diperkirakan akan terus meningkat. Pada konteks ini, pemanfaatan aset sebagai sumber likuiditas menjadi salah satu opsi yang semakin relevan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Harga BBM Naik Tekan Biaya Operasional Mobil Mewah, Pemilik Cari Alternatif Likuiditas Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 25 April 2026 | 15:09 WIB

Harga BBM Naik Tekan Biaya Operasional Mobil Mewah, Pemilik Cari Alternatif Likuiditas

Jakarta, katakabar.com - Dalam situasi ekonomi yang dinamis, kemampuan untuk mengelola aset secara adaptif menjadi kunci. Kenaikan BBM bukan hanya soal biaya tambahan, tetapi menjadi pemicu perubahan strategi finansial di kalangan pemilik aset bernilai tinggi. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan tekanan signifikan terhadap biaya operasional kendaraan pribadi, khususnya pada segmen mobil mewah yang dikenal memiliki konsumsi bahan bakar relatif tinggi. Berbeda dengan kendaraan pada umumnya, mobil mewah seperti SUV berkapasitas mesin besar maupun mobil sport memiliki rasio konsumsi BBM yang berada di kisaran 1:4 hingga 1:8. Artinya, setiap kenaikan harga BBM sebesar Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter dapat berdampak langsung pada peningkatan pengeluaran bulanan hingga jutaan rupiah, terutama bagi pengguna aktif di wilayah perkotaan. Apalagi di saat sekarang yang kenaikan harga BBM mencapai hampir 70 persen dan secara rupiah sudah mencapai kenaikan di atas Rp5000 per liter. Sejumlah pemilik kendaraan premium mengaku mulai merasakan perubahan signifikan dalam struktur pengeluaran mereka. Jika sebelumnya biaya BBM tidak menjadi perhatian utama, kini komponen tersebut mulai mendominasi pengeluaran rutin. Fenomena ini mendorong perubahan pendekatan dalam pengelolaan aset. Mobil mewah yang selama ini diposisikan sebagai simbol status dan kenyamanan, kini mulai dipertimbangkan sebagai aset yang harus dioptimalkan secara finansial. Dalam kondisi tersebut, industri pembiayaan berbasis jaminan mencatat adanya peningkatan minat. Salah satu layanan yang mulai dilirik adalah gadai kendaraan premium, yang memungkinkan pemilik memperoleh dana tunai tanpa harus menjual asetnya. Platform seperti deGadai melihat adanya pergeseran perilaku ini. Melalui layanan gadai mobil mewah, pemilik kendaraan dapat memanfaatkan nilai aset mereka untuk mendapatkan likuiditas dalam waktu singkat. Menurut pelaku industri, opsi ini memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh skema penjualan langsung. Pemilik kendaraan tetap memiliki kesempatan untuk menebus kembali asetnya setelah kondisi keuangan membaik. Dalam situasi ekonomi yang dinamis, kemampuan untuk mengelola aset secara adaptif menjadi kunci. Kenaikan BBM bukan hanya soal biaya tambahan, tetapi juga menjadi pemicu perubahan strategi finansial di kalangan pemilik aset bernilai tinggi.

Apakah Emas Selalu Naik saat Krisis? Fakta Buat Investor Internasional
Internasional
Rabu, 22 April 2026 | 08:31 WIB

Apakah Emas Selalu Naik saat Krisis? Fakta Buat Investor

Jakarta, katakabar.com - Dalam sejarah keuangan dunia, emas sering kali dipandang sebagai aset pelindung nilai yang paling tepercaya saat kondisi ekonomi sedang tidak menentu. Pertanyaan mengenai apakah harga emas selalu naik saat krisis menjadi sangat relevan bagi para investor yang ingin mengamankan modal mereka dari volatilitas pasar saham atau depresiasi mata uang. Secara umum, emas memiliki korelasi negatif terhadap aset berisiko, yang berarti harganya cenderung bergerak berlawanan arah dengan pasar modal saat terjadi tekanan ekonomi. Tetapi,, investor perlu memahami pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh kekuatan nilai tukar dolar AS dan tingkat suku bunga riil, sehingga pemahaman yang mendalam mengenai dinamika pasar global tetap diperlukan agar tidak terjebak dalam ekspektasi yang keliru. Peran Emas Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Global Status emas sebagai safe haven atau aset aman berakar dari nilai intrinsiknya yang tidak dapat didegradasi oleh kebijakan moneter pemerintah mana pun. Di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik geopolitik atau krisis finansial sistemik, aliran modal besar biasanya berpindah dari aset berisiko ke emas untuk menghindari kerugian yang lebih dalam. Hal ini menciptakan lonjakan permintaan yang secara historis sering kali mendorong kenaikan harga emas dalam waktu yang relatif singkat. Investor menggunakan emas sebagai jangkar dalam portofolio mereka guna menyeimbangkan risiko saat kelas aset lainnya mengalami penurunan nilai secara tajam. Tetapi, emas tetap memiliki fluktuasi harganya sendiri yang perlu diperhatikan secara saksama. Peran emas sebagai pelindung nilai akan bekerja maksimal jika investor mampu membaca siklus pasar dan tidak hanya sekadar mengikuti kepanikan massa. Kedisiplinan dalam memantau data makroekonomi akan membantu dalam menentukan momen yang tepat untuk menambah atau mengurangi porsi emas dalam strategi investasi jangka panjang. Untuk mendapatkan perspektif lebih luas mengenai korelasi emas terhadap kondisi ekonomi terkini serta proyeksi harganya, Anda dapat meninjau analisis mendalam di Market Analysis KVB. Kecepatan mengeksekusi posisi pada instrumen emas sangat menentukan hasil akhir, terutama di saat volatilitas pasar sedang meningkat tajam. Di sinilah peran Liquidity Provider atau LP menjadi komponen yang tidak terpisahkan dalam ekosistem perdagangan emas global. LP adalah institusi finansial utama yang menjamin ketersediaan likuiditas dalam jumlah besar, memastikan bahwa setiap order beli atau jual dapat diproses secara instan pada harga yang paling kompetitif. Keberadaan LP yang kuat sangat membantu dalam menjaga spread tetap ketat, bahkan ketika pasar sedang berada di bawah tekanan krisis yang berat. Bagi para trader, dukungan likuiditas ini memberikan kepastian eksekusi yang transparan dan meminimalkan risiko slippage yang sering kali merugikan saat pergerakan harga sedang liar. Dengan dukungan infrastruktur dari LP yang kredibel, akses terhadap perdagangan emas menjadi lebih stabil dan efisien bagi seluruh partisipan pasar. Menghadapi tantangan pasar global yang dinamis membutuhkan dukungan dari mitra broker yang memiliki komitmen pada transparansi dan teknologi mutakhir. KVB Futures hadir untuk menyediakan akses ke pasar derivatif emas dengan sistem eksekusi yang andal, memungkinkan Anda untuk menjalankan strategi lindung nilai secara profesional dan efektif. Kami memahami keamanan dan kecepatan adalah kunci utama dalam mengelola aset safe haven di tengah ketidakpastian. Melalui layanan yang terstandarisasi secara internasional, KVB Futures berupaya memberikan pengalaman perdagangan yang aman bagi para investor dan trader profesional. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan instrumen yang kami tawarkan dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk mulai memperkuat portofolio Anda dengan aset strategis dan bergabung dalam ekosistem perdagangan yang transparan, silakan segera mendaftar melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures Internasional
Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 12:10 WIB

Harga Emas Masih Berpeluang Naik, Ini Proyeksi Terbaru Dupoin Futures

Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia pada perdagangan hari Senin (13/04) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, di tengah kombinasi sentimen teknikal yang relatif solid dan dukungan faktor fundamental global. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pergerakan XAU/USD pada timeframe H4 masih berada dalam tren naik, dengan peluang kenaikan yang tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas area penopang utama. Secara teknikal, pergerakan harga emas saat ini menunjukkan stabilitas setelah sebelumnya berhasil melewati salah satu level penting. Area yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance kini telah berubah menjadi support, yang menjadi indikasi bahwa kekuatan beli di pasar masih cukup dominan. Perubahan fungsi level ini umumnya mencerminkan adanya pergeseran sentimen pasar dari fase penahanan menjadi fase penopang, sehingga membuka peluang bagi harga untuk bergerak lebih tinggi. Selain itu, harga emas juga berpotensi mengisi kembali celah harga atau gap yang sempat terbentuk pada pembukaan pasar sebelumnya. Fenomena ini cukup umum terjadi dalam pergerakan harga, di mana pasar cenderung menutup gap sebelum melanjutkan tren utama. Jadi, pergerakan saat ini dinilai masih berada dalam jalur yang mendukung kelanjutan tren bullish. Dalam analisisnya, Geraldo Kofit menekankan pentingnya menjaga posisi harga agar tetap berada di atas dua level support utama. Selama harga tidak menembus dan ditutup di bawah area tersebut, maka tekanan jual dinilai belum cukup kuat untuk mengubah arah tren. Hal ini memberikan sinyal bahwa kecenderungan pergerakan masih mengarah ke atas, meskipun fluktuasi jangka pendek tetap mungkin terjadi. Untuk proyeksi jangka pendek, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi menguji resistance terdekat di kisaran 4.795. Jika momentum kenaikan mampu bertahan, maka peluang untuk melanjutkan penguatan hingga level 4.857 juga terbuka. Level-level ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam mengukur potensi pergerakan harga selanjutnya. Dari sisi fundamental, prospek kenaikan harga emas turut didukung oleh sejumlah faktor global. Salah satu yang paling berpengaruh adalah perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar mulai memperkirakan bahwa bank sentral AS akan mengambil pendekatan yang lebih dovish, baik melalui pelonggaran kebijakan maupun perlambatan kenaikan suku bunga. Ekspektasi tersebut berdampak pada pergerakan dolar AS yang cenderung melemah. Dalam kondisi dolar yang lebih lemah, harga emas biasanya mendapatkan dorongan karena menjadi lebih terjangkau bagi investor global. Hubungan negatif antara dolar dan emas ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang kenaikan harga logam mulia. Di samping itu, ketidakpastian ekonomi global juga masih menjadi faktor yang menjaga permintaan terhadap emas. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi, dinamika geopolitik, serta kondisi pasar keuangan yang belum sepenuhnya stabil mendorong investor untuk mencari instrumen yang lebih aman. Permintaan terhadap aset safe haven seperti emas pun cenderung meningkat, terutama menjelang rilis data ekonomi penting yang dapat memicu volatilitas pasar. Dalam situasi tersebut, emas sering kali menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai aset dari potensi risiko. Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat bahwa tren bullish pada harga emas masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area support yang telah terbentuk, arah pergerakan diperkirakan tetap mengarah ke atas. Tetapi, pelaku pasar tetap disarankan untuk memperhatikan dinamika global serta pergerakan harga secara cermat. Volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi, sehingga strategi yang disiplin dan berbasis pada level kunci menjadi penting dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis.

Permintaan Baja Diprediksi Naik Selepas Lebaran, Kontraktor Mulai Berburu Stok Material Nasional
Nasional
Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:10 WIB

Permintaan Baja Diprediksi Naik Selepas Lebaran, Kontraktor Mulai Berburu Stok Material

Jakarta, katakabar.com - Setiap tahun, periode selepas lebaran sering menjadi momentum meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor industri. Banyak proyek konstruksi yang sebelumnya berjalan lebih lambat selama bulan Ramadhan kembali bergerak dengan cepat setelah masa libur Lebaran berakhir. Situasi ini tidak hanya terlihat pada proyek pembangunan skala besar, tetapi juga pada berbagai proyek fasilitas industri seperti gudang logistik, workshop produksi, hingga renovasi area operasional pabrik. Ketika aktivitas bisnis mulai kembali normal, perusahaan biasanya ingin memastikan bahwa infrastruktur operasional mereka siap digunakan untuk mendukung peningkatan aktivitas produksi maupun distribusi. Tidak heran jika permintaan terhadap material konstruksi, terutama material berbasis baja, sering kali meningkat dalam periode ini. Banyak kontraktor bahkan mulai mengamankan stok material sebelum Lebaran agar proyek dapat langsung berjalan ketika aktivitas kerja kembali dimulai. Libur panjang Lebaran sering menjadi titik jeda bagi banyak proyek pembangunan. Aktivitas di lapangan biasanya dihentikan sementara karena sebagian besar tenaga kerja mengambil cuti untuk merayakan hari raya bersama keluarga. Setelah periode libur berakhir, aktivitas proyek sering kembali berjalan dengan intensitas yang lebih tinggi. Banyak perusahaan memanfaatkan momentum ini untuk memulai proyek baru atau melanjutkan pembangunan yang sempat tertunda. Di sektor industri, proyek yang sering dimulai setelah Lebaran antara lain pembangunan gudang penyimpanan, renovasi fasilitas produksi, serta pengembangan area distribusi. Infrastruktur tersebut menjadi sangat penting untuk mendukung aktivitas bisnis yang biasanya meningkat setelah masa libur. Ketika banyak proyek berjalan hampir bersamaan, kebutuhan material konstruksi pun meningkat secara signifikan. Dalam berbagai proyek konstruksi industri, material baja masih menjadi pilihan utama karena memiliki kekuatan struktur yang tinggi serta daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Material berbasis baja juga dikenal fleksibel untuk berbagai kebutuhan konstruksi. Banyak komponen dapat digunakan untuk berbagai fungsi, mulai dari struktur bangunan hingga kebutuhan fabrikasi industri. Karena alasan tersebut, berbagai jenis material baja hampir selalu menjadi bagian penting dari proyek pembangunan gudang, workshop, hingga fasilitas produksi. Beberapa material yang sering digunakan antara lain hollow galvanis, besi CNP, pipa baja, serta berbagai jenis plat logam. Material tersebut memiliki peran yang berbeda-beda dalam konstruksi bangunan, tetapi semuanya memiliki satu kesamaan: mampu mendukung proses pembangunan yang efisien dan kuat secara struktural. Strategi Kontraktor Amankan Material Lebih Awal Menghadapi potensi meningkatnya permintaan material setelah Lebaran, banyak kontraktor memilih untuk mengamankan kebutuhan material mereka lebih awal. Langkah ini biasanya dilakukan untuk menghindari beberapa risiko yang dapat menghambat jalannya proyek. Salah satu risiko yang sering terjadi adalah keterlambatan pasokan material. Ketika banyak proyek memesan material pada waktu yang hampir bersamaan, distributor sering harus menyesuaikan kapasitas pengiriman mereka. Selain itu, fluktuasi harga material juga menjadi pertimbangan bagi kontraktor. Dengan membeli material lebih awal, biaya proyek dapat direncanakan dengan lebih stabil. Strategi ini juga membantu memastikan bahwa proyek dapat langsung berjalan tanpa harus menunggu pengiriman material ketika pekerjaan di lapangan dimulai kembali. Salah satu jenis proyek yang sering mengalami peningkatan setelah Lebaran adalah pembangunan fasilitas logistik. Gudang penyimpanan, pusat distribusi, hingga area loading barang sering menjadi fokus pembangunan karena berkaitan langsung dengan aktivitas bisnis. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan sektor distribusi dan logistik membuat kebutuhan akan fasilitas penyimpanan semakin meningkat. Banyak perusahaan memperluas kapasitas gudang mereka untuk mengakomodasi peningkatan volume barang. Proyek-proyek tersebut biasanya membutuhkan berbagai jenis material baja untuk mendukung struktur bangunan serta fasilitas operasional di dalamnya. Pentingnya Distributor Material Stabil Ketika permintaan material meningkat, kontraktor biasanya lebih selektif dalam memilih distributor yang dapat menyediakan produk secara konsisten. Distributor dengan ketersediaan stok yang lengkap dapat membantu kontraktor menjaga kelancaran proyek mereka. Selain itu, kualitas material juga menjadi faktor yang sangat penting karena akan mempengaruhi daya tahan bangunan dalam jangka panjang. Dengan dukungan pasokan material yang stabil, kontraktor dapat memastikan bahwa proyek pembangunan berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti.

Pasangan IDR-USDT Dominasi, Presiden Direktur Bittime: Volume Perdagangan di Bittime Naik 21 Persen Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 19 Maret 2026 | 08:05 WIB

Pasangan IDR-USDT Dominasi, Presiden Direktur Bittime: Volume Perdagangan di Bittime Naik 21 Persen

Jakarta, katakabar.com - Di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) catatkan kenaikan volume perdagangan spot sebesar 21 persen dalam sepekan terakhir. Peningkatan ini terutama didorong oleh aktivitas perdagangan pada pair IDR/USDT, yang menyumbang sekitar 67 persen dari total transaksi di platform. Menariknya, hal ini menunjukkan peningkatan minat investor lokal terhadap aset kripto $USDT yang memiliki likuiditas yang cenderung lebih stabil di tengah gejolak fluktuasi pasar. Menurut Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya, tingginya aktivitas pada trading pair IDR/USDT ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia memanfaatkan stablecoin sebagai salah satu instrumen di tengah volatilitas pasar, sekaligus guna melindungi nilai portofolio mereka. “Kondisi global yang diwarnai ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi strategi investasi para pelaku pasar. Karena itu, kami terus memantau perkembangan pasar dan berupaya memberikan insight pasar lebih awal agar pengguna dapat merespons pergerakan pasar sesuai strategi investasi masing-masing,” jelas Ronny. Berdasarkan data volume trading Bittime, ucap Ronny, selama seminggu terakhir, aset-aset teratas seperti $USDT, $BTC, $XRP, dan $SOL menjadi pilihan yang cukup diminati sebagai aset diversifikasi di tengah volatilitas pasar. Melihat tren ini, di mana investor mulai membangun portofolio yang lebih beragam dengan mengombinasikan berbagai kelas aset, termasuk aset digital, Bittime menghadirkan pengalaman trading yang mudah. Dengan tampilan UX/UI yang intuitif, Bittime berharap dapat memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi. Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia. Tetapi, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Bittime Mining Points Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50 Persen Ekonomi
Ekonomi
Senin, 09 Maret 2026 | 14:08 WIB

Bittime Mining Points Berakhir, Volume Perdagangan Naik Lebih dari 50 Persen

Jakarta, katakabar.com - Kampanye Bittime Mining Points resmi berakhir Kamis (5/3), dengan total volume perdagangan di Bittime yang meningkat hingga lebih dari 50 persen sepanjang periode kampanye berlangsung. Capaian positif ini menandakan besarnya antusiasme trader terhadap aktivitas trading di tengah kondisi volatilitas pasar. Pada puncak aktivitasnya, momentum perdagangan harian bahkan sempat melonjak hingga melampaui 300 persen, didorong oleh tingginya minat pengguna dalam memanfaatkan program insentif berbasis aktivitas trading dan referal tersebut. Aktivitas perdagangan selama program berlangsung didominasi oleh $USDT, $BTC, $BNB, $USDC, dan $SOL yang merupakan aset-aset yang paling banyak diperdagangkan pada platform Bittime, sepanjang kampanye berlangsung. Hal ini membuktikan bahwa meskipun pengguna diberi insentif berupa hadiah, mereka tetap mempertahankan pendekatan investasi yang sangat strategis dan stabil. Pada praktik industri aset kripto global, istilah “mining” kini tidak lagi hanya merujuk pada proses teknis pemrosesan blockchain, tetapi juga berkembang sebagai mekanisme insentif berbasis partisipasi pengguna yang bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan aktivitas ekosistem. Selaras dengan ini, 88 persen dari total poin yang dihasilkan pada kampanye ini berasal dari aktivitas perdagangan langsung, sementara 12 perseb lainnya berasal dari aktivitas referal. Menunjukkan mayoritas partisipan memilih untuk mengoptimalkan peluang melalui strategi perdagangan mereka secara langsung. Lebih lanjut, PT Global Karya Wisesa (Palapa) yang bekerja sama dengan Bittime, telah mengalokasikan total hadiah sebesar 2.615.719 token Palapa ($PLPA) atau setara dengan $30.000. Total $PLPA yang diberikan akan dialokasikan sebagai reward utama dalam kampanye untuk para user yang berpartisipasi. Di mana, seluruh distribusi hadiah dihitung secara transparan berdasarkan rasio kontribusi poin dari masing-masing pengguna. Dan dengan mengecualikan akun Market Maker dan pengguna VIP guna menjaga keadilan bagi para pengguna ritel. Kerja sama yang strategis antara Bittime dan tim Palapa menjadi faktor utama terlaksananya kampanye ini. Hal ini ditujukan guna memperkuat sinergi ekosistem blockchain sekaligus memperluas partisipasi komunitas aset kripto di Indonesia. Sebagai tahapan akhir dari kampanye, seluruh partisipan dapat menukarkan poin Mining yang telah dikumpulkan menjadi reward dalam token $PLPA, melalui halaman kampanye Bittime Mining Points pada 9 Maret 2026. Melalui kampanye ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) Berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap dapat terus mendorong aktivitas perdagangan yang sehat serta memperkuat partisipasi pengguna dalam pengembangan industri aset kripto nasional. Tetapi, investasi aset kripto tetap memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, hingga perubahan regulasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk selalu melakukan riset mendalam dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya.

Harga TBS Sawit Naik Sentuh Angka Rp2.860 Per Kg di Aceh Jaya Sawit
Sawit
Minggu, 08 Maret 2026 | 20:23 WIB

Harga TBS Sawit Naik Sentuh Angka Rp2.860 Per Kg di Aceh Jaya

Aceh Jaya, katakabar.com - Harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit naik sentuh Rp2.860 per kilogram di Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (5/3) lalu. Harga Tandan Buah Segar (TBS) 'emas hijau nama lain dari kelapa sawit tersebut tertinggi naik Rp20 dibanding harga sebelumnya. "Saat ini, harga tertinggi buah sawit menyentuh angka Rp 2.860 per kilonya, dan harga terendah itu Rp2.830 per kilonya," sebut Lem Amin, salah seorang petani kelapa sawit di Aceh Jaya, dikutip dari laman serambinews.com, Minggu sore. Dijelaskan Amin, kenaikan harga beli TBS itu sendiri terjadi dua hari belakangan ini. Setelah sebelumnya mengalami penurunan harga beli hampir seminggu penuh. Stabilnya harga tender CPO global menjadi salah satu penyebab naiknya harga TBS sawit di Aceh Jaya. "Kondisi saat ini sudah sangat membantu, ketimbang beberapa hari lalu, harga beli TBS semakin turun,” ucapnya. Ia merincikan, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Juli Prima yang berada di Teunom membeli TBS dengan harga Rp2.830 per kg. Lalu, PKS Agro Sinergi Nusantara (ASN) yang juga berada di Teunom membeli TBS dengan harga Rp2.853 per kilonya, dan PT Syaukat membeli TBS di harga Rp2.860 per kilogram. "Dari perbedaan harga itu, ada juga perbedaan kualitas yang diterima, di PT ASN dan Juli Prima masih kategori kualitas sedang dengan potongan yang kecil," terangnya. Kenaikan harga kelapa sawit ini sendiri disambut baik sejumlah kalangan, terutama para petani kelapa sawit. Terlebih, saat ini masyarakat sedang menjalan ibadah puasa dan sebentar lagi meyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi

Harga Emas Masih Berpotensi Menguat, Tren Naik Bertahan di Atas $5.000 Internasional
Internasional
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:00 WIB

Harga Emas Masih Berpotensi Menguat, Tren Naik Bertahan di Atas $5.000

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan berlangsung dinamis dengan kecenderungan positif, meskipun tekanan jangka pendek belum sepenuhnya mereda. Logam mulia emas (XAU/USD) tercatat mengalami pembalikan arah ke zona negatif pada sesi perdagangan Selasa, seiring reaksi pasar terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat yang hasilnya berada di bawah ekspektasi. Data tersebut mendorong investor untuk mengurangi posisi jual terhadap dolar AS, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan harga emas. Tetapi, koreksi yang terjadi terbilang terbatas, karena harga emas masih mampu bertahan di atas level psikologis utama $5.000 per troy ounce, dengan posisi terakhir berada di sekitar $5.022 atau turun sekitar 0,72 persen. Berdasarkan kajian teknikal yang disampaikan analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, struktur pergerakan harga emas saat ini masih menunjukkan kondisi yang relatif sehat. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish pada XAU/USD justru tetap terjaga dan cenderung menguat. "Hal ini mencerminkan minat beli investor terhadap emas masih cukup solid, terutama setelah terjadinya koreksi tajam dalam beberapa waktu terakhir," ulasnya. Andy menilai tekanan turun yang muncul lebih bersifat sebagai fase konsolidasi atau koreksi teknikal dalam tren naik jangka menengah hingga panjang, bukan sebagai sinyal perubahan arah tren secara menyeluruh. Menurutnya, selama harga emas mampu bertahan di atas area support penting, peluang terjadinya penguatan lanjutan masih sangat terbuka. Jika dorongan bullish kembali mendominasi pasar dan didukung oleh sentimen global yang kondusif, maka XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance berikutnya di sekitar level 5.232. Di sisi lain, kata Andy, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan. Apabila harga emas gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali berada di bawah tekanan jual, maka penurunan berpotensi mengarah ke area support terdekat di kisaran 4.841, yang menjadi batas penting untuk menjaga kesinambungan tren naik. Dari sisi fundamental, ucapnya, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh stabilnya nilai tukar dolar AS serta meningkatnya selera risiko di pasar keuangan global. Pada sesi awal perdagangan Asia hari Rabu, harga emas tercatat melemah mendekati level $5.045, seiring pelaku pasar mencoba mengevaluasi apakah harga telah membentuk titik terendah setelah aksi jual besar-besaran yang terjadi sebelumnya. Indeks Dolar AS (DXY) yang bergerak relatif datar di area 96,78 turut menjadi faktor yang menahan laju penguatan emas dalam jangka pendek, mengingat hubungan terbalik antara dolar AS dan harga logam mulia. Meski demikian, faktor geopolitik masih memberikan dukungan signifikan terhadap harga emas. Ketegangan yang terus berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor cenderung tetap mempertahankan eksposur terhadap aset lindung nilai seperti emas. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali melontarkan ancaman terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran, serta dinamika diplomatik di kawasan Timur Tengah, menambah ketidakpastian global yang berpotensi membatasi ruang penurunan harga emas lebih dalam. Selain faktor geopolitik, perhatian pasar saat ini juga tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pelaku pasar cenderung mengambil sikap menunggu dan mengamati menjelang publikasi laporan ketenagakerjaan dan inflasi. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang tertunda diperkirakan menunjukkan penambahan tenaga kerja sekitar 70.000 pada Januari, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di level 4,4 persen. Di sisi lain, data inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada akhir pekan ini juga akan menjadi acuan penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai pergerakan harga emas masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish. Selama ketidakpastian geopolitik masih tinggi dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter tetap mendukung, harga emas berpeluang kembali melanjutkan tren penguatan. Tetapi, volatilitas jangka pendek diperkirakan masih akan mewarnai pergerakan pasar, sehingga investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi dan sentimen global secara cermat.

Harga Emas Berpeluang Naik, Investor Cermati Arah Kebijakan The Fed Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 07 Februari 2026 | 12:37 WIB

Harga Emas Berpeluang Naik, Investor Cermati Arah Kebijakan The Fed

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia (XAU/USD) pada perdagangan hari ini masih berlangsung dinamis dengan kecenderungan bergerak tidak stabil. Setelah sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di atas area US$5.500 per ounce, harga emas mengalami tekanan koreksi yang cukup dalam. Penurunan tersebut dipicu oleh kombinasi penguatan dolar Amerika Serikat serta melemahnya minat terhadap aset safe haven, seiring dengan rilis sejumlah data ekonomi AS dan perkembangan terbaru terkait kebijakan moneter Federal Reserve. Meski sempat tertekan, emas mulai menunjukkan upaya pemulihan terbatas yang mengindikasikan adanya ketertarikan beli dari pelaku pasar di level harga yang lebih rendah. Berdasarkan analisis yang disampaikan oleh Andy Nugraha dari Dupoin Futures, koreksi harga emas yang terjadi saat ini masih dapat dikategorikan sebagai fase penyesuaian yang wajar. Pada perspektif tren jangka menengah hingga panjang, arah pergerakan emas dinilai masih berada dalam struktur bullish. Tekanan jual yang muncul lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, setelah pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang berpotensi lebih ketat dalam waktu dekat. Selain itu, mencuatnya nama figur beraliran hawkish seperti Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed turut menambah tekanan sementara terhadap emas, karena memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar. Meski sentimen tersebut memberi dampak negatif dalam jangka pendek, Andy Nugraha menegaskan bahwa tekanan yang ada belum cukup kuat untuk membalikkan tren utama emas secara keseluruhan. Apabila kondisi pasar kembali kondusif dan minat risiko mulai membaik, harga emas berpeluang melanjutkan pergerakan naik. Sedang skenario positif, XAU/USD diproyeksikan dapat mengarah ke area 5.282 pada pekan depan. Level tersebut dipandang sebagai target teknikal penting, khususnya jika harga mampu bertahan di atas area support dinamis dan dorongan beli kembali menguat. Lantaran itu, Dupoin Futures mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mengantisipasi kemungkinan skenario negatif. Jika harga emas mengalami pembalikan arah yang lebih dalam dan menembus level kunci di sekitar 4.368, maka tekanan jual lanjutan berpotensi membawa harga turun menuju area 4.033 pada pekan mendatang. Skenario ini bisa terjadi apabila dolar AS melanjutkan penguatannya, didukung oleh data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis lebih solid dari perkiraan pasar. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, sehingga menekan pergerakan harga emas. Dari sisi fundamental, prospek emas untuk jangka menengah hingga panjang masih dinilai cukup menjanjikan. Salah satu faktor utama yang menopang outlook positif ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang tahun 2026. Penurunan suku bunga umumnya akan menekan imbal hasil riil dan mengurangi opportunity cost dalam memegang emas, sehingga membuat logam mulia ini kembali menarik bagi investor. Selain itu, permintaan emas sebagai aset lindung nilai masih relatif kuat, terutama dari investor institusional dan bank sentral global yang terus melakukan diversifikasi cadangan devisa mereka. Sejumlah bank besar dunia juga masih mempertahankan proyeksi positif terhadap harga emas dalam jangka tahunan, meskipun volatilitas jangka pendek cukup tinggi akibat dinamika kebijakan moneter. Hal ini menunjukkan secara fundamental, permintaan terhadap emas masih dianggap solid dan tidak mudah tergerus oleh sentimen sesaat. Ke depan, arah pergerakan harga emas diperkirakan akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi utama Amerika Serikat, seperti laporan ketenagakerjaan, inflasi, serta perkembangan CPI dan real yield. Data-data tersebut berpotensi menjadi pemicu pergerakan signifikan, terutama jika hasilnya menyimpang jauh dari ekspektasi pasar. Itu sebabnya, pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan fundamental dan teknikal secara berimbang sebagai dasar dalam menentukan strategi transaksi emas di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.