Negeri
Sorotan terbaru dari Tag # Negeri
Belajar dari Indonesia: Ketika Negeri Mengubah Cara Pandang Hidup
Oleh: Gunjan Prasad Jakarta, katakabar.com - Di antara konsekuensi tak terduga ketika membangun kehidupan di negara lain adalah tanpa disadari kita berubah menjadi seorang antropolog. Selama hampir dua belas tahun Indonesia menjadi rumah bagi keluarga kami, saya merasa cukup hanya dengan mengamati. Baru ketika diminta menulis refleksi ini saya mulai mencari kata-kata untuk menjelaskan apa yang selama ini saya rasakan. Saya bertanya kepada teman-teman Indonesia, mencarinya di Google, bahkan bertanya kepada ChatGPT apakah bahasa Indonesia memiliki istilah untuk menggambarkan berbagai nilai yang diam-diam saya kagumi selama tinggal di sini. Sebagian memang memiliki padanan kata. Sebagian lainnya, seperti martabat yang tenang dalam cara masyarakat Indonesia menjalani hidup, terasa sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Tulisan ini lahir dari berbagai pengalaman yang paling dekat dengan kehidupan saya di Indonesia: rumah, keluarga, lingkungan sekitar, sekolah anak-anak, spiritualitas, makanan, hingga kebudayaan. Pelajaran pertama yang saya dapatkan dari Indonesia datang jauh sebelum saya mengetahui bahwa nilai itu memiliki sebuah nama. Pelajaran itu saya temukan di rumah. Apabila salah satu anggota staf rumah tangga kami menyelesaikan pekerjaannya lebih dahulu, ia akan membantu rekan lainnya tanpa diminta. Ketika ada yang sedang sakit, pekerjaan berpindah tangan begitu saja, hampir tanpa terlihat. Tidak pernah terdengar pertanyaan, "Itu tugas siapa?" Mereka hanya melihat apa yang perlu dilakukan, lalu mengerjakannya bersama. Rumah kami terasa berjalan bukan sebagai tempat kerja dengan pembagian tugas yang kaku, melainkan sebagai sebuah komunitas kecil. Awalnya saya mengira kami hanya beruntung memiliki orang-orang yang luar biasa. Baru bertahun-tahun kemudian saya menyadari bahwa yang saya saksikan sebenarnya adalah salah satu naluri budaya paling mendasar di Indonesia. Gotong royong. Dalam bahasa Inggris istilah ini sering diterjemahkan sebagai mutual cooperation. Terjemahan itu terasa terlalu kaku. Gotong royong bukan sekadar bekerja sama karena seseorang meminta bantuan. Nilai itu lahir dari keyakinan bahwa kesejahteraan saya dan kesejahteraan Anda saling berkaitan. Begitu saya mulai memahami maknanya, saya melihat gotong royong hadir hampir di mana-mana. Saya menemukannya kembali di sekolah internasional tempat anak-anak kami belajar. Seperti banyak keluarga ekspatriat lainnya, kami datang dengan harapan yang tidak jauh berbeda. Kami ingin anak-anak berprestasi, menemukan bakat mereka, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri. Sekolah tentu mendorong mereka untuk meraih prestasi. Namun pada saat yang sama, sekolah juga mengajarkan sesuatu yang lebih penting, yaitu bahwa keberhasilan tidak boleh diraih dengan mengorbankan orang lain. Di ruang kelas, lapangan olahraga, kegiatan seni, maupun proyek pelayanan masyarakat, anak-anak terus menerima pesan yang sama. Jika kita memiliki kesempatan untuk berhasil, maka kita juga memiliki tanggung jawab membantu orang lain berkembang bersama kita. Prestasi memang penting, tetapi memberikan ruang bagi orang lain untuk berhasil sama pentingnya. Ada lagi satu kata yang menurut saya hampir mustahil diterjemahkan dengan tepat, yaitu ramah. Bahasa Inggris biasanya menerjemahkannya sebagai friendliness. Namun bagi saya, ramah lebih merupakan cara menyambut seseorang. Sebuah kemampuan sederhana untuk membuat orang lain merasa diterima bahkan sebelum mereka melakukan apa pun. Saya menemukannya di tempat-tempat yang paling biasa. Saat mewawancarai narasumber ketika masih menjadi jurnalis lepas, berbincang dengan pengemudi Grab, bermain bridge, duduk di salon langganan, berbelanja di pasar tradisional, hingga dalam percakapan-percakapan kecil yang diawali dengan bahasa Indonesia saya yang masih terbata-bata. Lebih sering daripada yang saya bayangkan, kesalahan saya dalam berbahasa tidak disambut dengan koreksi, melainkan dengan senyum dan kegembiraan yang tulus. Sebagai seorang ekspatriat, saya tidak pernah merasa harus "membuktikan diri" agar diterima. Keramahan di Indonesia bukan sekadar membuat orang merasa disambut, melainkan membuat mereka hampir tidak pernah merasa sebagai orang asing. Kemudian saya mengenal makna ikhlas. Selama tinggal di Indonesia, kami berkesempatan bekerja bersama banyak orang Indonesia yang luar biasa. Etos kerja mereka sangat tinggi, loyalitasnya tidak pernah diragukan, standar kerjanya sangat baik, dan semangat belajar mereka selalu menginspirasi. Tetapi, yang paling membekas justru bukan semua itu. Yang paling saya ingat adalah betapa kecilnya keinginan mereka untuk mencari pengakuan atas apa yang telah mereka lakukan. Kini saya memahami bahwa mungkin itulah makna ikhlas: melakukan sesuatu sepenuh hati tanpa terus-menerus berharap dipuji atau diakui. Bersamaan dengan itu saya juga belajar mengenai harga diri. Di balik kesopanan masyarakat Indonesia tersimpan rasa hormat terhadap diri sendiri yang sangat kuat. Ketika kepercayaan rusak atau rasa hormat hilang, jarang sekali saya melihat kemarahan yang meledak-ledak. Yang lebih sering terjadi justru seseorang memilih menjaga jarak dengan tenang. Ada hal-hal yang tidak dapat diperbaiki hanya melalui penjelasan atau negosiasi. Indonesia juga memiliki satu kata yang sangat saya sukai: adem. Kata ini bukan hanya berarti sejuk. Adem adalah perasaan ketika segala sesuatu terasa tenang dan berada pada tempatnya. Itulah yang selalu saya rasakan setiap kali duduk bermain bridge di Jakarta. Indonesia melahirkan banyak pemain bridge terbaik yang pernah saya temui. Kemampuan teknis mereka luar biasa dan mereka selalu mengikuti perkembangan strategi terbaru. Namun yang paling mengesankan bukanlah kecerdasannya, melainkan ketenangannya. Mereka tidak pernah merasa perlu memamerkan kemampuan. Di Indonesia, rasa percaya diri dan kerendahan hati ternyata dapat berjalan berdampingan. Saya juga mengira selama ini telah memahami arti sabar. Ternyata Indonesia mengajarkan makna yang jauh lebih dalam. Sabar bukan sekadar kemampuan menunggu, tetapi keyakinan bahwa proses tidak harus selalu dipercepat. Saat membesarkan dua putra kami hingga beranjak dewasa, saya sering mengingat pelajaran tersebut. Ada hal-hal dalam hidup yang memang tidak bisa dipaksa. Kita hanya bisa merawatnya dengan penuh kasih dan percaya bahwa semuanya akan berkembang pada waktunya sendiri. Dan mungkin sabar selalu berjalan berdampingan dengan sahabatnya yang paling setia: syukur. Sabar mengajarkan kita untuk percaya pada sesuatu yang masih berproses. Syukur mengingatkan kita untuk menghargai apa yang telah kita miliki hari ini. Setiap kali kami memulai perjalanan, sopir kami selalu mengucapkan doa singkat. Ketika kami tiba di tujuan, doa lain kembali dipanjatkan. Tidak ada seremoni. Tidak ada penonton. Hanya ungkapan syukur yang sederhana. Lama-kelamaan saya menyadari bahwa rasa syukur tidak harus menunggu peristiwa besar dalam hidup. Tiba di tujuan dengan selamat pun sudah cukup menjadi alasan untuk bersyukur. Pelajaran sederhana itu kini menjadi salah satu yang paling saya hargai. Ada satu bagian yang sengaja tidak saya ceritakan di sini. Hubungan saya dengan makanan Indonesia rasanya layak mendapat tulisan tersendiri. Cukuplah saya katakan bahwa isi dapur kami pun perlahan berubah. Ketumbar dan jintan kini berbagi tempat dengan kemiri, terasi, daun jeruk, dan kecap manis. Berbagai resep yang dahulu saya coba karena rasa penasaran kini justru menjadi hidangan favorit keluarga, bahkan lebih sering diminta dibanding makanan yang kami nikmati sejak kecil. Tanpa saya sadari, perubahan isi dapur itu ternyata sedang menceritakan kisah yang jauh lebih besar. Baru ketika menulis refleksi ini saya menyadari betapa dalam Indonesia telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga kami. Kami kini sedikit lebih lambat menghakimi orang lain, sedikit lebih cepat merangkul mereka, sedikit lebih sabar, dan jauh lebih mudah bersyukur. Mungkin memang begitulah hidup di negara lain dalam waktu yang cukup lama. Suatu hari kita menyadari bahwa negeri itu tidak lagi sekadar tempat tinggal sementara. Ia telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita, dan perlahan ikut membentuk siapa diri kita sebenarnya. Catatan: Gunjan Prasad adalah penulis asal India yang telah tinggal di Indonesia selama hampir 12 tahun. Melalui pengalaman hidup bersama keluarganya di Indonesia, ia banyak menulis tentang budaya, masyarakat, pendidikan, serta pengalaman lintas budaya yang memperkaya hubungan antara Indonesia dan India.
PC PMII Sukses Taja Pelatihan Kepemimpinan OSIS Tingkat SMP Negeri dan Swasta se Kota Pekanbaru
Pekanbaru, katakabar.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Pekanbaru sukses gelar kegiatan Pelatihan Kepemimpinan OSIS Tingkat SMP Negeri dan Swasta se Kota Pekanbaru Tahun 2026. Kegiatan ini usung tema “Menciptakan Karakter Kepemimpinan OSIS yang Aktif, Kreatif, Inovatif, Berdaya, Berbudaya, serta Menumbuhkan Semangat Nasionalisme Menuju Generasi Emas 2045", berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme peserta dari berbagai sekolah di Kota Pekanbaru. Pelatihan tersebut menjadi wadah pembinaan karakter dan penguatan kapasitas kepemimpinan bagi para pelajar SMP sebagai generasi penerus bangsa. Ratusan peserta tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari materi kepemimpinan, organisasi, public speaking, hingga penguatan nilai kebangsaan dan nasionalisme. Wali Kota Pekanbaru diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dr. Hj. Masriah, yang buka kegiatan secara resmi. Ia mengapresiasi langkah PC PMII Kota Pekanbaru yang telah menghadirkan ruang pembinaan positif bagi generasi muda. “Pelajar hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Maka pembinaan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan dan nasionalisme harus ditanamkan sejak dini agar generasi emas 2045 benar-benar lahir dari anak-anak muda yang berkualitas,” ujarnya. Sementara, Ketua Cabang PMII Kota Pekanbaru yang diwakili Sekretaris Cabang, Gusti Pardamean Nasution, menegaskan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut hadir membangun kesadaran dan kualitas generasi muda. “Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang keberanian mengambil tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, serta keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kemajuan bangsa. PMII hadir bukan hanya sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga sebagai ruang pengabdian untuk menciptakan generasi muda yang berintegritas, progresif dan memiliki semangat nasionalisme,” tegasnya Ia mengatakan pelajar harus mulai dibiasakan berpikir aktif, kreatif, dan inovatif di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Di kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana kegiatan, Aji Pangestu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut. “Kegiatan ini lahir dari semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap masa depan pelajar di Kota Pekanbaru. Kami berharap pelatihan ini mampu melahirkan kader-kader OSIS yang tidak hanya aktif di sekolah, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, keberanian menyampaikan gagasan, serta mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing,” ucapnya. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, interaktif, dan mendapat respon positif dari para peserta maupun pendamping sekolah. PC PMII Kota Pekanbaru berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun karakter kepemimpinan pelajar yang kuat, visioner, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Dari RPN untuk Negeri, Peneliti PTPN Raih Penghargaan Pemulia Muda
Bogor, katakabar.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan riset di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Ernayunita, M.Sc., peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), berhasil meraih Young Breeder Award 2025 pada ajang Indonesian Breeder Award ke 3. Young Breeder Award penghargaan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) bekerja sama dengan IPB University dan PT East West Seed Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada pemulia muda berprestasi yang dinilai mampu menghadirkan inovasi varietas unggul dengan dampak nyata terhadap ketahanan pangan, kesejahteraan petani, serta penguatan ekosistem riset pertanian nasional. Prosesi penganugerahan dilaksanakan pada Rabu (19/11) lalu di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, dalam rangkaian Seminar Nasional PERIPI 2025 usung tema “Breeding is Giving”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., bersama Managing Director PT East West Seed Indonesia Dr. Ir. Glenn Pardede, M.M., M.B.A. Seminar Nasional PERIPI 2025 dihadiri oleh para pemulia tanaman, peneliti, akademisi, mahasiswa, serta praktisi di bidang pertanian dan pemuliaan tanaman. Kegiatan ini mencakup sesi pleno dengan pembicara internasional, di antaranya Prof. Bunyamin Tar'an, Ph.D. dari University of Saskatchewan, Kanada, serta Katalin Pakozdi, Global Head of Breeding East-West Seed. Selain itu, seminar juga menghadirkan diskusi paralel yang membahas pengembangan teknik pemuliaan modern di era pertanian 5.0. Ajang Indonesian Breeder Award yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pemulia tanaman Indonesia guna mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional. Pencapaian Ernayunita menegaskan peran PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung inovasi genetika tanaman berbasis riset dan sains. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda pemulia Indonesia untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan sektor perkebunan nasional secara berkelanjutan.
Bunda PAUD Kepulauan Meranti Terima Penghargaan Perintis Daerah Terpencil
Pekanbaru, katakabar.com - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini disimgkat PAUD, sekaligus Ketua PD Himpaudi Kabupaten Kepulauan Meranti, Hj Ismiatun SE, terima Apresiasi Penghargaan tingkat Provinsi Riau tahun 2025. Istri Bupati Kepulauan Meranti ini dianugerahi sebagai Bunda PAUD kabupaten dan kota Perintis PAUD Daerah Terpencil, acara yang digelar di Aula Balai Serindit, Kantor Gubernur Riau, Jumat (26/9). Acara tersebut dihadiri Bunda PAUD se Kabupaten dan Kota se Provinsi Riau. Ketua Bunda PAUD Provinsi Riau, Hj Henny Sasmita Wahid, menyampaikan apresiasinya kepada penerima penghargaan. “Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja baik Bunda PAUD sekalian,” ujarnya. Henny berharap penghargaan tingkat provinsi ini dapat menjadi motivasi bagi Bunda PAUD di kabupaten dan kota untuk melangkah lebih jauh hingga tingkat nasional. “Mari kita berkomitmen, memperkokoh semangat, dan tunjukkan peran serta untuk menciptakan PAUD berkualitas di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau ini. Kita adalah penggerak sekaligus motivator, bukan sekadar simbol, melainkan gerakan moral yang lahir dari hati seorang ibu dalam mendidik anak hingga ke masa depannya,” ucapnya. Ia mendorong agar Bunda PAUD kabupaten dan kota melakukan kerja sama melalui Memorandum of Understanding atau MoU dengan berbagai pihak, sehingga ke depan program PAUD semakin mendapat dukungan penuh dari stakeholder terkait. Sementara, Hj Ismiatun SE menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti kerja keras, kekompakan, dan semangat kita bersama. Terima kasih untuk seluruh Bunda PAUD se Kabupaten Kepulauan Meranti atas dukungan yang luar biasa,” jelasnya.
Komitmen Sosial dan Lingkungan, Wujud Bakti MIND ID bagi Negeri
pembibitan satu juta bibit tanaman, menanam 42 ribu pohon mangrove, serta menyediakan akses air bersih dan sanitasi layak bagi 177 rumah tangga. "Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah operasional," imbuhnya. Department Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan menyampaikan, perseroan berupaya memastikan untuk memberi dampak yang maksimal dalam setiap program tanggung jawab sosialnya. "Dengan menggandeng komunitas masyarakat sekitar daerah operasional, PT Timah memastikan program tanggung jawab sosial sesuai dengan kebutuhan dari masyarakat dan dijalankan secara berkelanjutan," tuturnya. Dicontohkan Anggie, Program Mobil Sehat Timah yang telah menjangkau puluhan ribu masyarakat pelosok, menjadi fasilitas yang ditunggu oleh masyarakat. Bahkan, beberapa titik pemberian bantuan kesehatan menjadi sebuah tempat berkumpul masyarakat dan pusat ekonomi kecil, di mana masyarakat mampu menumbuhkan usaha kuliner serta kerajinan tangan daerah.
Kasmarni: Satukan Langkah Wujudkan Negeri Bermasa dan Unggul di Indonesia
Bengkalis, katakabar.com - Bupati Bengkalis Kasmarni menyerukan sekaligus mohon dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk bersama-sama, bersatu padu, bersinergi, dan satukan langkah mewujudkan negeri Bermarwah, Maju dan Sejahtera (Bermasa), serta Unggul di Indonesia. Seruan itu disampaikan saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026, dan Forum Konsultasi Publik Rencana Awal RPJMD Kabupaten Bengkalis 2025-2029, di Balai Kerapatan Adat Wisma Sri Mahkota Bengkalis, Senin (10/3). Bupati Bengkalis, Kasmarni mengatakan, forum Musrenbang RKPD dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Bengkalis tahun 2025-2029 memiliki peran strategis sebagai upaya satukan asta cita yang menjadi arah pembangunan nasional ke dalam agenda pembangunan daerah.
Dari Indragiri Hulu untuk Negeri, PT TPP Ikut Tanam Jagung Serentak
Indragiri Hulu, katakabar.com - PT Tunggal Perkasa Plantations, anak usaha PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk di Indragiri Hulu, Riau ikut berpartisasi wujudkan program pemerintah, yakni penanaman jagung secara serentak, Selasa (21/1). Anak usaha Astra Agro itu bekerja sama dengan Polri, Kementerian Pertanian, TNI, Masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna mendukung program ketahanan pangan. Pasalnya, program tersebut adalah mendukung program astacita Presiden RI Prabowo Subianto dalam menggapai target swasembada pangan. Administratur TPP Hubbal, K Sembiring menyatakan, program ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memajukan wilayah sekitar. "Kami siap bekerjasama dengan Polri, TNI, dan dinas terkait. Bahkan, kami akan melibatkan siswa SMK Pertanian untuk ikut sertadalam program ini,” ujarnya. Dia berharap program ini bisa berjalan dengan mulus, dan produksi jagung dapat berkontribusi secara maksimal. Dengan begitu, misi mewujudkan ketahanan pangan yang bekerjasama dengan kepolisian Polres Indragiri Hulu dapat tercapai. Wakapolres Indragiri Hulu, Kompol Manapar Situmeang ucapkan apresiasi atas kontribusi PT TPP dan seluruh pihak yang terlibat.
Tim Koalisi Bersama Membangun Negeri Datangi Bawaslu Rokan Hulu
Rokan Hulu, katakabar.com - Tim Kualisi Bersama Membangun Negeri diwakili kuasa hukum, Ramses Huta Gaol, SH, MH melakukan kunjungan ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rokan Hulu. Kunjungan ini bertujuan untuk berkonsultasi, dan melaporkan tindakan yang diduga sebagai kampanye hitam, serta ujaran kebencian yang dilakukan oknum dari salah satu tim pemenang calon lain, Selasa (8/10)
Pelantikan Pujakesuma, H Asmar: Mari Bersama Kita Jaga Negeri Ini
Meranti, katakabar.com - Keberadaan organisasi Pujakesuma khazanah yang patut disyukuri, lantaran dapat menjadi salah satu pilar penopang pembangunan daerah. "Pujakesuma khazanah yang patut di syukuri. Untuk itu, diharapkan senantiasa menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan persatuan yang kuat agar jadi salah satu pilar dalam pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini dan di masa datang," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar saat hadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Putera Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Kabupaten Kepulauan Meranti, di Aula Gedung Afifa, jalan Banglas Selatpanjang, Rabu kemarin. Plt Bupati Asmar turut menyampaikan pesan Kepada seluruh pengurus, seru Asmar, turut menjaga keamanan di tahun politik. "Ini tahun politik mari bersama kita menjaga keamanan negeri ini," imbaunya lagi. Ketua DPD Pujakesuma Kabupaten Kepulauan Meranti yang baru dilantik, Moch Yasir memohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar bekerja sama dengan jajaran kepengurusan untuk bersama-sama membantu program pemerintah. "Pujakesuma hadir sebagai ajang silaturahmi, sekaligus mewarnai kehidupan masyarakat dan membantu program yang dilaksanakan pemerintah," jelasnya Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setiawan, Asisten Pemerintahan, Staf Ahli Bupati, sejumlah Kepala OPD, Ketua Ormas, OKP, dan tokoh masyarakat di lingkungan Kabupaten Kepulauan Meranti, turut hadir.
Polsek Rimba Melintang Penanaman Pohon Serentak, 'Lestari Negeri Dari Dini'
Rimba Melintang, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Rimba Melintang Polres Kabupaten Rokan Hilir gelar giat penanaman pohon serentak, temanya 'Lestari Negeri Penghijauan Sejak Dini' sempena memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 tahun 2023 di wilayah hukum Kecamatan Rimba Melintang, pada Rabu (23/8) sekitar pukul 08.50 WIB. Digiat penanaman pohon serentak yang berlokasi di lahan Polsek Rimba Melintang Jalan Al Munawarroh Kelurah Rimba Melintang Kecamatan Rimba Melintang, dihadiri Camat Rimba Melintang, H. Sukirman S.Ag.M.Pd, Kapolsek Rimba Melintang, IPDA Bonni Ferdy Sagala, S.H.,M.H, Danramil 05 Rimba Melintang Kapten Arh. Iswandi, Kasium Polsek Rimba Melintang, AIPDA M.A. Ranto Sinaga, Kanit Propam Polsek Rimba Melintang, AIPDA Joan Kurniawan, Kanit Samapta Polsek Rimba Melintang, AIPDA T Barus. Selain itu turut pula para Bhabinkamtibmas Polsek Rimba Melintang, Penghulu Lenggadai Hilir, Sairin, Kepala BPP Kecamatan Rimba Melintang, Purwadi, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Rokan Hilir, Kafi Sutikno, Angota BPP Kecamatam Rimba Melintang, dan Anggota KTNA "Penanaman ini dilakukan untuk penghijauan di Kecamatan Rimba Melintang dengan menanam pohon Mangga, Mahoni, Ketapang, Matoa dan Kelapa totalnya 25 pohon," kata Kapolsek Rimba Melintang, IPDA Bonni Ferdy Sagala, S.H.,M.H, kepada katakabar.com lewat siaran persnya, pada Rabu (23/8) siang. Kegiatan penanaman pohon serentak sempena memperingati hari Kemerdekaan RI ke 78 tahun 2023, temanya 'Lestari Negeri Penghijauan Sejak Dini' di Kecamatan Rimba Melintang berakhir pukul 10.00 situasi aman terkendali, sebutnya.