OKi

Sorotan terbaru dari Tag # OKi

Tambah Ilmu Olah Limbah Sawit, Diskop UKM Kutim ke OKI dan Muara Enim Tekno
Tekno
Senin, 27 November 2023 | 21:27 WIB

Tambah Ilmu Olah Limbah Sawit, Diskop UKM Kutim ke OKI dan Muara Enim

Sangatta, katakabar.com - Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, Darsafani MSi, pimpin kunjungan tim studi tiru ke dua daerah di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Di Muara Enim, kunjungan yang diikuti Ketua Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kaltim, Asbudi MM dan sejumlah pelaku UMKM Kutim disambut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Muara Enim, H Husin Aswadi MM. Kunjungan Kutim di daerah ini untuk pelajari teknik pengolahan limbah sawit, khususnya janjang kosong atau jangkos sawit menjadi pupuk cair dan padat, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang. Bergeser ke OKI, rombongan tim studi tiru Kutim sambangi Desa Suka Sari, Kecamatan Mesuji Raya. Di desa ini, mereka mempelajari cara pengelolaan limbah khususnya pelepah sawit menjadi pakan ternak. Kepala dan Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI, Dedy Kurniawan MSi dan H. Sudirman MM, sambut baik kunjungan tersebut. Kata Dedy, keberadaan kebun kelapa sawit di OKI sangat mensupport para peternak. "Esensinya limbah-limbah pertanian seperti sawit ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak memberikan peningkatan produksi ternak yang ada di sekitar kita,” ujarnya lewat keterangan resmi Pemkab Kutim, dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (27/11). Kadis Koperasi UKM Kutim, Darsafani mengapresiasi sambutan baik dari pemerintah setempat dan bisa melihat proses pengelolaan limbah pelepah sawit jadi pakan ternak. “Ilmu kita tambah dan kita bisa berproduksi dengan pembelajaran yang didapat di sini, nanti diterapkan di Kutai Timur," ucapnya. Ketua FPKS Kaltim, Asbudi mengharapkan, dengan kunjungan studi tiru ini bisa mendapatkan manfaat dan bisa kerja sama pemanfaatan limbah sawit, baik untuk pakan ternak maupun untuk pemanfaatan pupuk kompos. “Kita di Kutai Timur nanti mudah-mudahan bisa mengaplikasikan apa yang menjadi hasil studi tiru. Insya Allah Kadis Koperasi UKM Kutai Timur mensupport pengembangan usaha ternak yang ada di Kutai Timur,” harapnya.

Panen Lebih Cepat, Hasil Meningkat dan Petani Sejahtera di OKI Nasional
Nasional
Jumat, 20 Oktober 2023 | 19:50 WIB

Panen Lebih Cepat, Hasil Meningkat dan Petani Sejahtera di OKI

OKI, katakabar.com - Kelapa sawit petani hasil program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) panen lebih cepat, produksi meningkat dan petani sejahtera Ogan Komering Ilir. Itu bisa dilihat saat Bupati Ogan Komering Ilir, H Iskandar bersama Regional Head PT Sampoerna Agro panen perdana kelapa sawit program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) di kebun plasma KUD CSM Sampoerna Agro di Mesuji, Ogan Komering Ilir, pada Kamis (19/10). "Kelapa sawit program PSR tahun tanam 2020 atau baru 3 tahun dan hasilnya bisa meningkat hingga 75 persen dibanding new planting (tanam baru)," ujar Head Region PT. Sampoerna Agro, Eldi Nuzan, dilansir dari laman globalplanet, pada Jumat (20/10). Penggunaan bibit unggul, ulas Eldi berpengaruh kepada kualitas kelapa sawit. Begitu best manajemen practice, pemeliharaan dan pengelolaan serta pendampingan yang diberikan kepada petani plasma sehingga hasil panen bisa meningkat, Bupati OKI, H Iskandar optimistis program PSR bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kelapa sawit di Ogan Komering Ilir. "Sangat jelas terlihat kualitasnya hasil panen sawit dari kebun plasma ini. Program PSR jadi langkah strategis untuk memperkuat perekonomian para petani sawit,” ujarnya. Kata Iskandar, wujud nyata membangun OKI dari Desa memang tidak kasat mata berupa proyek-proyek pembangunan mercusuar tapi hasilnya dirasakan masyarakat. "Kami sepuluh tahun pimpin daerah ini memang tidak membangun proyek-proyek besar tapi yang hadir komitmen untuk mensejahterakan masyarakat," terang Iskandar, seraya mengatakan salah satunya melalui program Peremajaan Sawit Rakyat. Energi hijau, ulas Iskandar, seperti kelapa sawit kini jadi penyumbang devisa negara dan pendapatan daerah. "OKI memang bukan penghasil migas namun kita memiliki potensi besar sumber energi terbarukan, seperti kelapa sawit ini," bebernya. Saya meyakini, sebut Iskandar, program PSR seluas 36 ribu hektar di Ogan Komering Ilir bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. "Muara setiap program dan kebijakan pemerintah adalah kesejahteraan masyarakat. Jadi, mudah-mudahan peninggalan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat," tandasnya.

PSR di OKI, Target Seluas 8 Ribu Hektar Sudah Verifikasi 4 Ribu Hektar Sisanya Proses Nasional
Nasional
Jumat, 22 September 2023 | 14:48 WIB

PSR di OKI, Target Seluas 8 Ribu Hektar Sudah Verifikasi 4 Ribu Hektar Sisanya Proses

Kayuagung, katakabar.com - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan terus bergerak meremajakan kebun kelapa sawit yang sudah tidak produktif. Pada 2023 ini, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di OKI ditargetkan seluas 8.000 hektar. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI setakat ini verifikasi lahan mau direplanting seluas 4.000 hektar sudah kelar. Separuhnya lagi tahap proses verifikasi sudah dimulai, pada Selasa (19/9) lalu. Kebun kelapa sawit itu baik yang sudah verifikasi mau pum tahap verifikasi milik Kelompok Tani (Poktan) dan Koperasi Unit Desa (KUD) lainnya. "Kebun sawit milik petani swadaya umumnya sudah waktunya dan layak untuk direplanting," ujar Kepala Bidang Penyuluhan Pengolahan dan Pemasaran Disbunnak Kabupaten OKI, M Zulkarnain SP, dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (22/9). Soal verifikasi luasan lahan kebun kelapa sawit sudah layak direplanting, kata Zulkarnain, gelombang pertama sudah kelar beberapa bulan lalu, dan saat ini sedang proses verifikasi gelombang kedua. "Seluruh Kelompok Tani (Poktan) dan KUD mesti memenuhi semua persyaratan PSR, biar nanti disetujui Dirjenbun Kementan RI," ulasnya. Menurutnya, seluas 4.000 hektar masih verifikasi gelombang kedua bukan harga mati. Bisa saja diloloskan lebih luas lagi kalau memang memenuhi persyaratan. Saat verifikasi tahap pertama, kebun sawit yang memenuhi persyaratan untuk peremajaan tersebar di Kecamatan Pedamaran Timur, Mesuji, dan Mesuji Makmur. "Program PSR itu dari usulan Kelompok Tani (Poktan) dan KUD. Bila memenuhi persyaratan dilaksanakan peremajaan biayanya dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kalau tidak memenuhi persyaratan tidak bisa ikut PSR," tegasnya. Untuk verifikasi tahap kedua ini masih berproses, mudah-mudahan banyak yang memenuhi persyaratan. Apalagi kebun sawit rakyat di Kabupaten OKI sudah banyak umurnya di atas 25 tahun, sehingga layak diremajakan. Itu sebabnya, verifikasi cepat beres agar Rekomendasi Teknis (Rekomtek) bisa keluar bulan September 2023 ini. "Kalau sudah keluar Rekomtek, otomatis pelaksanaan peremajaannya bisa dilakukan tahun depan," bebenya. Ditambahkannya, program PSR di OKI sudah dilaksanakan dari tahun 2017 silam, dan terus berjalan setiap tahun hingga sekarang. "PSR bertujuan meningkatkan produktivitas kelapa sawit dan kesejahteraan para petani, makanya program ini terus didorong di OKI," tandasnya.

Konsultasi Publik Kaji Amdal Dulu Baru Dirikan Pabrik Kelapa Sawit Nasional
Nasional
Minggu, 17 September 2023 | 18:58 WIB

Konsultasi Publik Kaji Amdal Dulu Baru Dirikan Pabrik Kelapa Sawit

Kayuagung, katakabar.com - PT Selatan Jaya Permai (SJP) berencana membangun perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kecamatan Sungai Menang dan Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Tapi sebelum niatnya dilaksanakan, perusahaan melakukan konsultasi publik dan sosialisasi mengenai studi Analisis Dampak Lingkungan Hidup (Amdal) lebi dulu di Kantor Camat Sungai Menang. Rapat dipimpin oleh Camat Sungai Menang, Syawal Harahap MSi yang pimpin rapat, dihadiri berbagai pihak termasuk perwakilan dari PT SJP, PT Alam Indo Lestari (AIL), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kepala desa dari beberapa desa terkait. Rangkaian acara konsultasi publik mencakup pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa, sambutan dari Camat Sungai Menang, penyampaian program pendirian PKS oleh PT SJP, penyampaian materi Amdal konsultasi publik oleh PT AIL, diskusi dan tanya jawab. "Kegiatan ini bagian dari proses studi Amdal yang berkaitan dengan rencana pendirian PKS di wilayah empat Desa, meliputi Desa Gajah Mati, Desa Sungai Ceper, Desa Sungai Pasir, dan Desa Sungai Somor," kata Syawal awali sambutannya. Meski pabrik direncanakan di Desa Gajah Mati sebutnya, empat desa diundang lantaran kegiatan perkebunan kelapa sawit PT SJP bakal melibatkan empat desa tersebut. "Para kepala desa dari empat desa nyatakan dukungan rencana pembangunan PKS oleh PT SJP. Tapi, mereka meminta beberapa hal, seperti prioritas penerimaan tenaga kerja dari desa-desa terkait, pembangunan infrastruktur jalan, harga standar nasional untuk hasil pertanian masyarakat, dan manajemen limbah cair dari pabrik agar tidak mencemari lingkungan sungai," jelasnya. PT AIL mitra PT SJP memberikan komitmen untuk mendukung permintaan masyarakat, seperti prioritas penggunaan tenaga kerja dari keempat desa, perbaikan infrastruktur jalan, serta manajemen limbah cair yang bertanggung jawab. "Konsultasi publik ini bagian dari upaya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses pengembangan proyek, serta untuk memastikan dampak lingkungan dari proyek ini dikelola dengan baik guna kepentingan bersama," imbuhnya.

Mantap! 25 Pekebun Sawit Dilatih Jadi Pemimpin dan Mahir Komunikasi Nasional
Nasional
Kamis, 20 Juli 2023 | 21:22 WIB

Mantap! 25 Pekebun Sawit Dilatih Jadi Pemimpin dan Mahir Komunikasi

Palembang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia gelar Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi kepada 25 orang pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Para peserta diwakili lima orang dari Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan, lima orang dari Desa Kemang Indah Kecamatan Mesuji Raya, lima orang dari Desa Balian Makmur Kecamatan Mesuji Raya, dan sepuluh orang dari Desa Cipta Sari Kecamatan Mesuji Raya. Sesuai Rekomendasi Teknis (Rekomtek, pelatihan ini mestinya diikuti 26 pekebun. Tapi seorang pekebun kelapa sawit bernama Irma Nurkholis dari Desa Cipta Sari Kecamatan Mesuji Raya tidak hadir disebabkan meninggal sebelum kegiatan dilaksanakan. Itu sebabanya, total keseluruhan yang mengikuti pelatihan hanya 25 orang pekebun kelapa sawit. Pelatihan ini angkatan pertama pada periode kedua tahun 2023 di Sumatera Selatan. Kegiatan ini digelae selama lima hari ini dari 17 hingga 21 Juli 2023 nanti. Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Agus Darwa menuturkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang kepemimpinan, meningkatkan keterampilan peserta tentang memimpin dan memecahkan masalah, meningkatkan kemampuan peserta tentang kemampuan membangun teamwork, dan meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan memotivasi. "Tahun ini, Sumatera Selatan dapat alokasi 1.200 pekebun kelapa sawit untuk dilatih dengan berbagai keterampilan. Sebanyak 25 orang pekebun kelapa sawit yang terpilih yang ikut pelatihan mesti bersyukur apalagi pelatihan ini gratis," jelasnya. Pelatihan kali ini mengenai kepemimpinan dan komunikasi. Ini sangat penting agar tak terjadi kesalahan cara bicara tentang sawit yang bisa berakibat fatal, ujarnya.