Optimalisasi

Sorotan terbaru dari Tag # Optimalisasi

Optimalisasi Efisiensi Logistik dan Industri: Peran Vital Sistem Pintu Industri dan Docking Modern Nasional
Nasional
Rabu, 09 September 2026 | 14:07 WIB

Optimalisasi Efisiensi Logistik dan Industri: Peran Vital Sistem Pintu Industri dan Docking Modern

Jakarta, katakabar.com - Di era otomasi industri dan pesatnya pertumbuhan sektor logistik, efisiensi operasional di area pergudangan serta fasilitas manufaktur menjadi faktor penentu daya saing perusahaan. Hambatan teknis seperti kebocoran suhu pada ruang cold storage, tingginya durasi loading-unloading, hingga risiko kontaminasi debu dan partikel asing sering kali memicu kerugian finansial yang tak terduga. Untuk mengatasi tantangan tersebut, integrasi sistem pintu industri otomatis dan teknologi loading bay canggih kini bukan lagi sekadar pelengkap bangunan, melainkan investasi strategis yang krusial bagi keberlanjutan rantai pasok (supply chain). Solusi Pintu Industri dan Sistem Otomasisasi Berstandar Internasional Memilih spesifikasi pintu otomatis industri yang tepat memerlukan kalkulasi rekayasa teknis yang matang, menyesuaikan dengan karakteristik lalu lintas barang, perbedaan suhu ruang, hingga standar keamanan kerja. Beberapa segmen solusi utama yang menjadi perhatian industri antara lain: High Speed Doors & Rapid Roll-Up Doors: Dirancang khusus untuk area dengan frekuensi lalu lintas tinggi. Kecepatan buka-tutup yang tinggi meminimalkan pertukaran udara, menjaga konsistensi suhu internal, dan mencegah masuknya kontaminan dari luar. Sectional & Overhead Doors: Menawarkan perlindungan ekstra, insulasi termal, serta ketahanan dari aus (low wear). Panel muka ganda berlapisan galvanized menjadikannya kokoh untuk mengamankan akses utama fasilitas pergudangan. Pintu Khusus Cold Storage: Sistem pintu kedap udara (airtight) dan tahan terhadap perbedaan suhu (fire-rated) yang memastikan kesinambungan jaringan rantai dingin (cold chain) tanpa risiko pembentukan kondensasi atau fluktuasi temperatur. Loading Bay Technology (Dock Levellers & Shelters): Membantu menjembatani perbedaan ketinggian antara area muat dan armada truk secara presisi, mempercepat rantai distribusi barang, serta menjamin keselamatan staf operasional. Kemitraan B2B: Keunggulan Solusi Terpadu dari PT Sinar Gading Sakti Sebagai pionir dan spesialis terkemuka dalam penyediaan sistem pintu otomatis industri, docking system, serta access control, PT Sinar Gading Sakti hadir sebagai mitra terpercaya bagi sektor komersial, manufaktur, farmasi, hingga logistik di Indonesia. Sebagai distributor dari  Hörmann, Infraca, dan Uniflow, PT Sinar Gading Sakti menyediakan layanan komprehensif berstandar internasional yang mencakup konsultasi teknis, pengadaan produk, instalasi presisi, hingga layanan purnajual (after-sales service). Tingkatkan Standar Fasilitas Industri Anda Hari Ini Efisiensi energi, keamanan operasional, dan perlindungan aset produk adalah kunci utama kesuksesan manajemen fasilitas modern. Mengintegrasikan teknologi pintu otomatis dan docking terpercaya bersama mitra berpengalaman akan memberikan kepastian nilai investasi jangka panjang bagi bisnis Anda. Jajaki berbagai katalog produk unggulan serta konsultasikan kebutuhan proyek industri Anda melalui website resmi PT Sinar Gading Sakti.

Pakar Dorong Optimalisasi Satgas Migas Bisa Percepat Penyelesaian Permasalahan Daerah Nasional
Nasional
Selasa, 01 September 2026 | 19:27 WIB

Pakar Dorong Optimalisasi Satgas Migas Bisa Percepat Penyelesaian Permasalahan Daerah

Pekanbaru, katakabar.com - Keberadaan Satuan Tugas (Satgas) Dukungan Operasional Kegiatan Migas Provinsi Riau dinilai dapat mempercepat penyelesaian persoalan daerah yang berpotensi menghambat aktivitas industri hulu minyak dan gas bumi. Pakar ekonomi Prof. Hamid Paddu menyambut baik langkah penguatan koordinasi antara PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya. Menurut Hamid, persoalan yang muncul di sekitar kegiatan operasional migas tidak seluruhnya dapat diselesaikan oleh perusahaan. Sejumlah persoalan, terutama menyangkut pertanahan dan ketenagakerjaan, memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi di daerah sehingga membutuhkan koordinasi lintas instansi. “Berbagai aktivitas yang berkaitan dengan daerah tentu perlu koordinasi, karena persoalan tanah, persoalan ketenagakerjaan, dan sebagainya terkait di lokal,” kata Hamid. Meski demikian, ia menekankan koordinasi tersebut harus tetap berada dalam koridor kewenangan masing-masing lembaga. Jangan sampai keberadaan satgas justru menciptakan rantai birokrasi baru yang memperlambat penyelesaian persoalan. Hamid juga mengingatkan agar mekanisme koordinasi tidak dibarengi dengan munculnya biaya tambahan bagi perusahaan. “Tetapi sifatnya koordinasi dan tidak menimbulkan birokrasi tambahan dan tidak (boleh) menimbulkan biaya. Jika demikian, memang baik karena akan cepat menyelesaikan masalah kedaerahan yang mengganggu jalannya operasi Blok Rokan,” ujarnya. Guru Besar Universitas Hasanuddin tersebut menilai, efisiensi menjadi hal penting dalam setiap bentuk koordinasi. Jika koordinasi justru menghasilkan biaya yang tidak diperlukan, tujuan pembentukan mekanisme tersebut dikhawatirkan tidak tercapai. “Karena akan menjadi pola untuk memberikan cost atau biaya yang tidak perlu,” tegasnya. Di sisi lain, Hamid melihat optimalisasi Satgas tetap memiliki fungsi penting sebagai wadah koordinasi lintas instansi. Salah satunya dalam menangani persoalan pertanahan sekaligus memberikan perlindungan terhadap Barang Milik Negara (BMN) Hulu Migas. Koordinasi tersebut dapat dilakukan antara lain untuk memfasilitasi penyelesaian atau mediasi terhadap kasus perusakan, penyerobotan, maupun penguasaan tanpa hak atas aset BMN Hulu Migas. Hamid menilai keterlibatan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di tingkat daerah tetap dibutuhkan meski Blok Rokan merupakan bagian dari kepentingan nasional. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan prinsip desentralisasi, di mana pemerintah daerah maupun aparat hukum di daerah memiliki kewenangan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. “Jadi kalau koordinasi, untuk kebaikan kebijakan silakan, sah-sah saja. Dan buktikan bahwa koordinasi yang dilakukan profesional, benar-benar berada pada tugas kewenangan masing-masing lembaga, sehingga tidak perlu menimbulkan biaya,” jelasnya. Sebelumnya, PHR bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Polda Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 6 Agustus 2026 lalu. Forum tersebut melibatkan aparat penegak hukum, pemerintah, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi dalam menangani persoalan pertanahan yang berpotensi menghambat kegiatan operasional hulu migas, terutama yang berkaitan dengan aset BMN. Persoalan di lapangan selama beberapa tahun terakhir mencakup berbagai aktivitas ilegal di atas BMN Hulu Migas. Di antaranya perambahan liar, klaim tanah ulayat tanpa dasar hukum yang memadai, transaksi jual beli lahan secara ilegal, penerbitan dokumen pertanahan yang tumpang tindih, pembalakan liar, hingga gangguan akses di kawasan hutan. Aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap kegiatan operasional, mulai dari kerusakan infrastruktur dan gangguan jaringan listrik hingga hilangnya potensi produksi migas serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. Lantaran itu, langkah penanganan melalui koordinasi lintas instansi dan penegakan hukum dinilai diperlukan untuk mencegah gangguan yang lebih besar terhadap kegiatan operasional Blok Rokan.

Kejar Target ROA 7,6 Persen 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset Nasional
Nasional
Minggu, 19 April 2026 | 09:05 WIB

Kejar Target ROA 7,6 Persen 2029, PTPN Group Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset

Bogor, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan egaskan komitmen memperkuat struktur finansial, dan nilai ekonomi perseroan melalui program optimasi pemanfaatan aset tetap berupa tanah dan bangunan. Langkah ini diambil sebagai respon strategis terhadap target Return on Asset (ROA) yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029. Di acara Reviu Optimasi Aset Tetap Tanah, dan Bangunan yang digelar di Aula PT Riset Perkebunan Nusantara, Bogor pada tanggal 16 hingga 17 April 2026 lalu, Manajemen paparkan pencapaian ROA perseroan, yang hingga Desember 2025 (unaudited), realisasi ROA konsolidasi PTPN Group tercatat sebesar 3,27 persen. Capaian tersebut setara dengan 117,63 persen dari target tahun 2025 sebesar 2,78 persen. Meski telah melampaui target tahunan, PTPN Group tetap fokus pada penguatan tata kelola aset untuk mengejar target jangka panjang yang tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029. ROA yang ditetapkan perusahaan meningkat secara bertahap hingga mencapаi 7,6 persen рada tahun 2029. Hal ini menuntut penguatan strategi optimalisasi aset, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kinerja pada entitas Sub Holding dan Anak Perusahaan dengan ROA rendah atau negatif, agar aset yang dimiliki PTPN Group dapat memberikan kontribusi laba yang lebih optimal dan berkelanjutan sesuai target RJPP. Guna mengakselerasi pencapaian target tersebut, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyelenggarakan sesi khusus Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan jajaran Direksi, Region Head Sub Holding, serta Kepala Divisi terkait. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi dari aspek GRC (Governance, Risk and Compliance) terhadap langkah-langkah yang telah diambil, serta mengevaluasi aspek penting lainnya yang mencakup strategi, struktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi analisis, hingga alur proses pengelolaan. Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendi, menjelaskan optimalisasi aset salah satu inisiatif strategis untuk memastikan seluruh sumber daya perusahaan dikelola secara produktif dan akuntabel. Ia menekankan perlunya pergeseran paradigma dari metode konvensional menuju pendekatan yang lebih modern dan adaptif. Selain berfokus pada sisi finansial dan teknologi, Agung menginstruksikan penguatan pendekatan sosial kemasyarakatan yang humanis namun tetap strategis, guna menjawab kompleksitas permasalahan di setiap wilayah dengan solusi yang lebih relevan dan efektif. “Kita tidak bisa lagi menggunakan metode konvensional di tengah dinamika bisnis yang sangat cepat. Direksi ingin seluruh entitas di PTPN Group bergerak dalam satu sistem yang seragam, kredibel, dan akuntabel," ujarnya. Dengan sistem yang baik, tambah Direktur Aset, setiap aset tidak hanya sekadar tercatat dan teridentifikasi, tetapi harus dapat dimonitor perkembangannya serta dijaga nilainya secara berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Optimalisasi Prasarana Dorong Percepatan Waktu Tempuh Commuter Line Basoetta Nasional
Nasional
Jumat, 27 Juni 2025 | 22:22 WIB

Optimalisasi Prasarana Dorong Percepatan Waktu Tempuh Commuter Line Basoetta

Jakarta, katakabar.com - Kereta Api Indonesia atau KAI lanjutkan uji coba dukung perjalanan lebih cepat dan nyaman menuju bandara PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama anak usahanya KAI Commuter terus berupaya meningkatkan kualitas layanan Commuter Line Basoetta sebagai moda andalan konektivitas darat-udara menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sejalan dengan itu, KAI kembali melanjutkan rangkaian uji coba peningkatan kecepatan perjalanan sebagai bagian dari program percepatan waktu tempuh yang telah berlangsung secara bertahap, Kamis (26/6) kemarin. Direktur Pengelolaan Prasarana KAI, Heru Kuswanto menyatakan, sejumlah peningkatan teknis pada jalur telah dilakukan melalui kegiatan perawatan dan peningkatan infrastruktur secara menyeluruh. “Kami terus pastikan jalur berada dalam kondisi prima agar dapat menunjang kecepatan perjalanan tanpa mengorbankan aspek keselamatan,” ujar Heru. Menurutnya, pendekatan ini cara yang paling efektif dan berkelanjutan, mengingat jalur eksisting melintasi area padat penduduk dan memiliki tantangan tersendiri. Fokus peningkatan dilakukan melalui optimalisasi jalur yang ada, tanpa perlu perubahan trase secara besar-besaran. Sedang, Vice President Public Relations KAI, Anne Purba di tempat terpisah menjelaskan, peningkatan kecepatan perjalanan ini menjadi elemen penting memperkuat posisi Commuter Line Basoetta sebagai moda pilihan utama menuju bandara. Ia menekankan, waktu tempuh yang lebih cepat akan sangat membantu pelanggan, terutama mereka yang memiliki jadwal penerbangan dan membutuhkan perjalanan yang terukur, dan bebas hambatan. "Kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini terus tumbuh dari tahun ke tahun. Pada 2023, jumlah pelanggan Commuter Line Basoetta tercatat sebanyak 1.970.531 orang dan meningkat menjadi 2.242.536 pada 2024," kata Anne lewat siaran pers diterima katakabar.com, Kamis kemarin siang. Terus, ulas Anne, selama periode Januari hingga Mei 2025, layanan ini telah melayani 883.512 pelanggan. KAI optimistis percepatan waktu tempuh yang sedang diujicobakan akan mendorong pertumbuhan pengguna yang lebih besar di masa mendatang. Selain dari sisi kecepatan, KAI memperkuat kualitas layanan dan kemudahan akses bagi pelanggan. Tiket Commuter Line Basoetta dapat dipesan secara daring melalui aplikasi Access by KAI dan situs reservation.kci.id mulai H-7 sebelum keberangkatan, serta tersedia pemesanan langsung di stasiun.

Elnusa Petrofin Terus Dukung Ketahanan Energi dan Optimalisasi Hilirisasi Migas di Kalbar Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 29 April 2025 | 08:31 WIB

Elnusa Petrofin Terus Dukung Ketahanan Energi dan Optimalisasi Hilirisasi Migas di Kalbar

Pontianak, katakabar.com - Mengawali langkah strategis di tahun 2025, PT Elnusa Petrofin, anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), terus memperluas kontribusinya jaga ketahanan energi nasional. Melalui penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) Industri di tiga titik vital, yakni: Fuel Terminal (FT) Sintang, Jobber Sanggau, dan Integrated Terminal (IT) Pontianak. Elnusa Petrofin mendukung langsung operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikelola oleh PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Kapuas yang dimulai sejak awal tahun 2025 lalu. Inisiatif ini kelanjutan dari kesuksesan Elnusa Petrofin dalam proyek serupa di PLTD Tambak Lorok sejak tahun 2022 dan yang paling terbaru di PLTD Arun, Aceh pada tahun 2024 yang terbukti mampu menghadirkan solusi energi yang handal dan berkelanjutan. Penyaluran BBM Industri di Kalimantan Barat diperuntukkan bagi PLTD Sidomulyo, PLTD Sawai, PLTD Menyurai, dan PLTD Sei Wie, yang berperan krusial dalam menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan tersebut. Lebih dari sekadar mendukung operasional pembangkit, distribusi ini juga merepresentasikan peran aktif Elnusa Petrofin dalam mendukung agenda hilirisasi energi nasional. Dengan menjamin ketersediaan energi bagi sektor industri dan masyarakat di daerah, perusahaan berkontribusi langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kelancaran aktivitas usaha di Kalimantan Barat. Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan menegaskan, komitmen perusahaan terhadap ketahanan energi nasional dan hilirisasi energi pemerintah. “Ketahanan energi nasional tidak dapat dipisahkan dari upaya untuk memastikan energi terdistribusi secara merata ke seluruh penjuru negeri. Melalui proyek-proyek seperti yang kami jalankan di PLTD Arun dan PLTD Tambak Lorok sebelumnya, serta penyaluran BBM Industri di Kalimantan Barat ini, kami mendukung hilirisasi energi yang dapat memperkuat ekonomi lokal, memastikan ketahanan pasokan energi, dan mendukung daya saing sektor industri di daerah,” ujar Doni. Ia menambahkan, kami berkomitmen menyediakan pasokan energi yang andal, tetapi juga mendukung agenda hilirisasi pemerintah dengan memperhatikan keberlanjutan, efisiensi, dan pemerataan distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis kami di Kalimantan Barat ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan menjaga agar sektor industri terus bergerak maju, mendukung perekonomian lokal, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Teknologi Smart Office Wujudkan ROI Lebih Baik Melalui Optimalisasi Ruang Kantor Tekno
Tekno
Jumat, 04 April 2025 | 11:57 WIB

Teknologi Smart Office Wujudkan ROI Lebih Baik Melalui Optimalisasi Ruang Kantor

Jakarta, katakabar.com - Teknologi Smart Office wujudkan ROI yangblebih baik melalui optimalisasi ruang kantor. Dengan sistem yang terintegrasi dan ruang yang dirancang dengan baik, perusahaan dapat mencapai ROI yang lebih baik, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang. MLV Teknologi siap membantu perusahaan implementasikan solusi ini untuk memaksimalkan potensi kerja. Managing Director MLV Teknologi, Melvin Halpito dalam atikelnya berjudul 'Mewujudkan ROI yang Lebih Baik Melalui Optimalisasi Ruang Kantor dengan Teknologi Smart Office', dibahas tentang bagaimana penerapan teknologi smart office dapat meningkatkan Return on Investment (ROI) perusahaan melalui optimalisasi ruang kantor. Dengan memanfaatkan teknologi modern, perusahaan tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan menyenangkan bagi karyawan. Melvin Halpito mengisahkan, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh banyak perusahaan adalah pemanfaatan ruang kantor yang kurang optimal. Dengan penerapan teknologi smart office, ruang yang ada dapat diatur lebih efisien. Sistem pemantauan penggunaan ruang, misalnya, memungkinkan perusahaan untuk memahami seberapa sering ruang tertentu digunakan dan untuk tujuan apa. Melalui informasi ini, perusahaan dapat mengevaluasi dan menyesuaikan tata letak ruang untuk mendukung kolaborasi dan produktivitas yang lebih baik. Salah satu aspek penting dari teknologi smart office adalah kemungkinan untuk menghubungkan berbagai alat dan sistem dalam satu platform yang terintegrasi. Ini mencakup penggunaan peralatan AV canggih, sensor untuk penghematan energi, dan sistem manajemen ruang yang membantu karyawan bekerja lebih efisien tanpa kehilangan kenyamanan.

Optimalisasi Kontrol Polusi Air di Tempat Kerja Lewat Training PPPA Energy Academy Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 03 April 2025 | 20:52 WIB

Optimalisasi Kontrol Polusi Air di Tempat Kerja Lewat Training PPPA Energy Academy

Jakarta, katakabar.com - Sebagai bagian dari upaya mewujudkan tempat kerja yang ramah lingkungan, Energy Academy sukses gelar Training PPPA secara daring. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi para profesional mengendalikan pencemaran air yang dihasilkan dari kegiatan industri. Dengan pendekatan digital yang interaktif, Pelatihan PPPA mampu menjangkau peserta dari berbagai daerah tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Selama Diklat PPPA, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tapi praktik berbasis studi kasus yang relevan dengan kondisi lapangan. Pelatihan PPPA ini berpedoman pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PERMENLHK) Nomor P.5/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2018 yang mengatur standar dan sertifikasi kompetensi pengendalian pencemaran air. Dalam pelaksanaannya, Sertifikasi PPPA dilakukan sesuai ketentuan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga memiliki legalitas yang kuat. Peserta Training PPPA mendapatkan berbagai materi penting, termasuk identifikasi sumber pencemaran, pemilihan dan pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pemantauan kualitas air, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam pengelolaan air limbah. Semua ini diberikan secara terstruktur dan aplikatif oleh instruktur berpengalaman dari Energy Academy. Selama Diklat PPPA, peserta menunjukkan semangat tinggi dalam berdiskusi, menyampaikan pandangan, dan menyelesaikan tugas-tugas berbasis simulasi. Ini menjadi bukti bahwa kesadaran akan pentingnya pengelolaan air limbah di tempat kerja semakin meningkat. Melalui Sertifikasi PPPA, Energy Academy berhasil mencetak tenaga ahli yang siap menerapkan sistem pengendalian pencemaran air secara efektif di lingkungan industri. Langkah ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membantu perusahaan mematuhi regulasi yang berlaku.

BPDP Paparkan Optimalisasi Promosi Sawit Baik di Forum Rakernas Apkasindo Sawit
Sawit
Minggu, 23 Maret 2025 | 21:20 WIB

BPDP Paparkan Optimalisasi Promosi Sawit Baik di Forum Rakernas Apkasindo

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus melakukan upaya untuk meningkatkan citra nilai komoditas kelapa sawit melalui kerja sama dengan segenap pemangku kepentingan kelapa sawit. Ini ditegaskan Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana, sekaligus Pelaksana Tugas atau Plt. Direktur Kemitraan BPDP, Kabul Wijayanto di forum pleno I Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Akasindo) yang berlangsung selama dua hari, di Jakarta pada 18 hingga 19 Maret 2025 lalu. Kabul Wijayanto mengutarakan, program promosi sawit BPDP dituangkan dalam beragam bentuk kegiatan di dalam maupun di luar negeri. “Di dalam negeri kegiatannya antara lain melalui media coverage, promosi segmented target (dengan sasaran guru, siswa, mahasiswa, jurnalis, diplomat, dll), promosi media luar ruang, produksi materi promosi, dan dukungan pendanaan kegiatan yang diselenggarakan mitra,” jelas Kabul Wijayanto. “Di dalam negeri isu negatif terhadap sawit masih ada, maka kami mempromosikan kebaikan sawit sejak dini kepada para siswa agar mereka dapat mengetahui fakta objektif tentang kelapa sawit dan manfaatnya bagi sosial ekonomi masyarakat Indonesia,” ulas Kabul Wijayanto. Untuk promosi luar negeri, cerita Kabul, kegiatan dalam bentuk penguatan hubungan dengan negara-negara importir utama, partisipasi misi dagang untuk perluasan pasar ekspor sawit, litigasi dan advokasi atas diskriminasi terhadap sawit, kampanye positif dan media coverage pada media luar negeri, serta dukungan event sawit skala internasional. “BPDP turut memberikan dukungan pendanaan atas proses litigasi dalam sengketa Pemerintah RI dan Uni Eropa terkait regulasi RED II yang mendiskrimasi sawit (sengketa DS 593 WTO), dimana dalam sengketa ini, Pemerintah RI memenangkan gugatan yang ada,“ ucapnya.

Strategi Sukses Pemasaran, Optimalisasi Sistem MLM Berbasis Matrix Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 31 Januari 2025 | 21:40 WIB

Strategi Sukses Pemasaran, Optimalisasi Sistem MLM Berbasis Matrix

Jakarta, katakabar.com - Multi-Level Marketing (MLM) telah menjadi salah satu model bisnis yang populer dalam pemasaran jaringan, menawarkan peluang penghasilan bagi individu melalui penjualan produk dan rekrutmen anggota baru. Diantara varian MLM yang efektif adalah Sistem MLM Matrix, yang mengorganisir distributor dalam struktur matriks tertentu. Untuk mencapai kesuksesan dalam pemasaran jaringan berbasis matrix, diperlukan strategi yang tepat guna mengoptimalkan potensi sistem ini. Berikut beberapa strategi sukses yang dapat diterapkan: 1. Memahami Struktur dan Mekanisme Matrix Langkah pertama menuju optimalisasi sistem MLM berbasis matrix adalah memahami struktur dan mekanisme operasionalnya. Sistem ini biasanya mengatur distributor dalam bentuk matriks dengan batasan jumlah anggota yang dapat direkrut oleh setiap distributor, misalnya matrix 3x3 atau 5x5. Dengan memahami bagaimana komisi dihitung, bagaimana rekrutmen mempengaruhi struktur jaringan, dan bagaimana distribusi keuntungan bekerja, distributor dapat merencanakan langkah mereka dengan lebih efektif.