Pasar Global
Sorotan terbaru dari Tag # Pasar Global
Nanovest Ekspansi ke Pasar Global, Sepakati Kerja Sama Strategis Dengan Fasset
Jakarta, katakabar.com - Nanovest kerja sama strategis dengan global crypto exchange Fasset, perusahaan aset digital berbasis di Uni Emirat Arab. Kerja sama ini langkah strategis untuk memperluas bisnis ke pasar Dubai sekaligus membangun konektivitas transaksi aset digital lintas negara. Melalui langkah ini, Nanovest dan Fasset menyatukan kekuatan untuk menghadirkan infrastruktur yang memungkinkan pengguna mengakses, memindahkan, dan berinvestasi dalam aset digital secara lebih global, cepat, dan efisien. Kolaborasi ini berfokus pada tiga hal utama, yakni integrasi infrastruktur untuk mendukung transaksi lintas negara, distribusi dan pertukaran aset digital di kedua platform, serta pengembangan produk berbasis tokenisasi ke depannya. Dengan mengintegrasikan sistemnya ke dalam infrastruktur Fasset, Nanovest akan memanfaatkan jaringan dan teknologi global Fasset untuk mempermudah aliran dana internasional dan meningkatkan akses pengguna terhadap peluang investasi di berbagai pasar. Raafi Hossain, Co-Founder & CEO Fasset, mengatakan kami sangat antusias untuk bermitra dengan Nanovest seiring dengan ekspansi di Asia Tenggara. "Dengan menggabungkan kekuatan lokal Nanovest dan infrastruktur global Fasset, kami dapat menghadirkan penyelesaian lintas batas yang lebih cepat dan memperluas akses ke aset yang di tokenisasi bagi pengguna di berbagai pasar," ujar Raafi. Di saat yang sama, kerja sama ini juga membuka peluang distribusi aset digital secara lebih luas. Aset yang tersedia di Nanovest berpotensi menjangkau pengguna global melalui platform Fasset, sementara proyek tokenisasi global dari Fasset juga dapat diakses oleh pengguna Nanovest di Indonesia. Ke depan, kedua perusahaan akan terus mengeksplorasi pengembangan aset berbasis tokenisasi untuk menghadirkan lebih banyak instrumen investasi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar global. Billy Surya Jaya, Direktur Utama Nanovest, menambahkan kerja sama strategis ini langkah nyata Nanovest percepat ekspansi global. "Melalui kehadiran di pasar UAE hingga global dan kolaborasi dengan Fasset, kami ingin menghadirkan akses investasi yang lebih luas, didukung oleh teknologi yang lebih kuat, serta pengalaman yang lebih seamless bagi pengguna, baik di Indonesia maupun di pasar internasional," jelasnya. Nanovest platform crypto exchange asal Indonesia yang beroperasi sesuai dengan regulasi OJK dan berfokus pada penyediaan akses investasi yang aman, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat. Sementara, Fasset platform aset digital dan teknologi blockchain berskala internasional yang menyediakan infrastruktur dan solusi keuangan digital untuk mendukung akses global terhadap aset digital.
Pasar Global Mixed: Inflasi, AI dan Geopolitik Tekan Wall Street
Jakarta, katakabar.com - Pasar keuangan global menunjukkan tanda-tanda kehilangan arah seiring investor dihadapkan pada kombinasi tiga risiko besar sekaligus, yakni inflasi membandel, disrupsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), dan eskalasi konflik geopolitik. Itu mulai berdampak, di mana Wall Street menutup pekan perdagangan dengan kinerja beragam, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar dalam menyikapi prospek ekonomi global. Indeks Dow Jones Industrial Average masih mampu mencatatkan kenaikan tipis sepanjang Februari, memperpanjang tren positif hingga sembilan bulan berturut-turut. Tetapi, tekanan signifikan terlihat pada Nasdaq Composite, sementara S&P 500 juga mengalami koreksi moderat. Perbedaan kinerja ini indikasikan rotasi risiko yang semakin jelas, terutama keluarnya dana dari saham teknologi dan pertumbuhan menuju sektor yang dianggap lebih defensif. Dari sisi makro ekonomi, lonjakan indeks harga produsen (PPI) Januari baik headline maupun inti perkuat kekhawatiran tekanan inflasi di level hulu belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini persempit ruang bagi Federal Reserve untuk segera melonggarkan kebijakan moneter. Narasi suku bunga “higher for longer” kembali menguat, menekan valuasi saham berisiko dan meningkatkan volatilitas di pasar obligasi serta ekuitas. Tekanan tidak hanya datang dari faktor makro, tetapi juga dari disrupsi struktural sektor teknologi. Pernyataan Jack Dorsey terkait pemangkasan besar tenaga kerja di Block Inc. akibat peningkatan efisiensi berbasis AI menjadi sinyal bahwa adopsi teknologi kini membawa dampak ganda. Di satu sisi, AI menjanjikan produktivitas dan margin yang lebih tinggi, namun di sisi lain meningkatkan risiko terhadap model bisnis lama dan stabilitas pasar tenaga kerja. Kekhawatiran investor juga merambah sektor kredit swasta, yang selama ini menjadi alternatif pembiayaan di tengah pengetatan perbankan. Sensitivitas pasar terhadap potensi perlambatan ekonomi meningkat, mendorong pergeseran aset menuju instrumen yang dianggap lebih aman. Sementara, episentrum volatilitas global bergeser ke Timur Tengah. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran picu respons militer balasan dan meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas. Pasar energi bereaksi cepat, dengan harga minyak Brent melonjak mendekati level tertinggi tujuh bulan. Kekhawatiran utama tertuju pada potensi gangguan di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Meski OPEC+ mengisyaratkan peningkatan produksi, keputusan akhir tetap sangat bergantung pada stabilitas kawasan. Pada konteks pasar yang berada di rezim volatilitas tinggi, investor dituntut lebih disiplin dalam mengelola risiko dan melakukan diversifikasi aset. Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini dapat dipantau melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memungkinkan investor Indonesia untuk mengakses saham AS dan aset kripto dalam satu aplikasi yang aman dan terpercaya, dengan perlindungan aset dari risiko cybercrime melalui Asuransi Sinarmas. Nanovest juga telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjadikannya salah satu opsi bagi investor yang ingin memantau dinamika pasar global di tengah ketidakpastian yang meningkat.
Prospek Emas Masih Positif Meski Dihadapkan Volatilitas Pasar Global
Jalarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas global kembali menunjukkan dinamika yang cukup signifikan dalam perdagangan terakhir, seiring pengaruh kuat dari faktor teknikal dan sentimen fundamental internasional. Di sesi perdagangan Amerika Utara hari Rabu, logam mulia ini sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam. Harga emas tercatat melemah lebih dari 1 persen setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam tiga hari di area USD 5.091. Koreksi tersebut terjadi di tengah penguatan Dolar AS yang moderat serta kondisi pasar global yang masih diliputi ketidakpastian, sehingga mendorong XAU/USD bergerak turun dan bertahan di kisaran USD 4.901. Meski mengalami penurunan dalam jangka pendek, tekanan tersebut dinilai belum mengubah arah tren utama emas. Berdasarkan kajian teknikal yang dilakukan oleh analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam jalur bullish. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan sinyal dari indikator Moving Average, menunjukkan bahwa kecenderungan tren naik pada XAU/USD tetap terjaga. Koreksi harga yang terjadi lebih dipandang sebagai bagian dari fluktuasi jangka pendek yang wajar di tengah volatilitas pasar, bukan sebagai indikasi perubahan tren secara menyeluruh. Andy Nugraha menjelaskan selama harga emas mampu bertahan di atas level support penting, potensi penguatan lanjutan masih cukup terbuka. Untuk perdagangan hari ini, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa apabila sentimen bullish kembali menguat dan minat beli meningkat, maka harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance di sekitar USD 5.142. Level tersebut dinilai sebagai titik teknikal krusial yang berpotensi menguji kekuatan pasar. Namun demikian, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga gagal mempertahankan momentum kenaikan, maka koreksi lanjutan dapat membawa emas turun mendekati area support terdekat di kisaran USD 4.899, yang berperan penting dalam menjaga struktur tren naik jangka pendek. Dari sisi fundamental, pergerakan emas juga masih sangat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Pada sesi perdagangan Asia hari Kamis, harga emas tercatat kembali menguat hingga mendekati USD 5.005. Penguatan ini mencerminkan upaya pemulihan setelah periode volatilitas yang cukup tinggi sebelumnya. Sentimen kehati-hatian investor kembali meningkat seiring berkembangnya isu geopolitik, khususnya setelah laporan mengenai militer Amerika Serikat yang menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Laut Arab. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi konflik antara AS dan Iran, meskipun kedua pihak telah mengonfirmasi rencana pertemuan diplomatik di Oman. Selain faktor geopolitik, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Perubahan kepemimpinan di Federal Reserve serta ekspektasi kebijakan yang cenderung lebih hawkish dinilai dapat membatasi ruang kenaikan harga emas ke depan. Sedang, berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed pada pertemuan Juni berada di sekitar 46 perse . Di sisi lain, penguatan Dolar AS turut menjadi faktor penekan bagi emas, tercermin dari kenaikan Indeks Dolar AS (DXY) ke level 97,67. Lalu, rilis data ekonomi Amerika Serikat memberikan gambaran yang beragam. Laporan ADP menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta berada di bawah ekspektasi, mengindikasikan perlambatan tertentu di pasar tenaga kerja. Tetapi, data PMI Jasa AS justru mencatatkan angka yang lebih kuat, menandakan aktivitas sektor jasa yang masih ekspansif. Kombinasi data tersebut memperkuat pandangan bahwa volatilitas harga emas masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. Dengan mempertimbangkan keseluruhan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas masih memiliki peluang bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat. Investor dan trader disarankan untuk tetap mencermati perkembangan geopolitik global, rilis data ekonomi AS, serta pergerakan Dolar AS sebagai acuan utama dalam menentukan strategi perdagangan emas ke depan.
Kenapa Trader Perlu Perhatikan Hari Libur Pasar Global
Jakarta, katakabar.com - Banyak trader fokus pada analisis teknikal dan berita ekonomi, tetapi sering satu faktor penting yang bisa memengaruhi pergerakan harga secara signifikan, yakni hari libur pasar global. Padahal, ketika bursa utama dunia tutup atau aktivitas trading menurun karena libur nasional, likuiditas pasar bisa berubah drastis. Hari libur bukan hanya soal “pasar tutup”, tetapi juga dapat memicu kondisi market yang lebih sepi, spread melebar, hingga pergerakan harga yang tidak biasa. Itu sebabnya, trader modern perlu memahami kalender libur global sebagai bagian dari strategi trading yang lebih disiplin dan terukur. Dampak Hari Libur Pada Volatilitas dan Likuiditas Ketika pasar seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Jepang sedang libur, volume transaksi biasanya menurun karena institusi besar tidak aktif. Kondisi ini membuat pasar lebih tipis, sehingga pergerakan harga bisa menjadi tidak stabil atau bahkan lebih sulit diprediksi. Dalam situasi likuiditas rendah, trader juga sering menghadapi spread yang lebih besar dan eksekusi order yang kurang optimal. Ini penting terutama bagi trader yang aktif di forex, emas, indeks, atau komoditas global yang sangat dipengaruhi oleh jam operasional bursa besar. Hari Libur Pasar Bisa Jadi Risiko Trading Bagi trader jangka pendek, hari libur pasar dapat meningkatkan risiko karena volatilitas bisa muncul secara tiba-tiba meskipun volume rendah. Banyak trader pemula mengira pasar akan “tenang” saat libur, padahal justru bisa terjadi lonjakan harga akibat order besar yang masuk di market tipis. Selain itu, jadwal libur juga memengaruhi proses settlement, jadwal trading produk tertentu, hingga perubahan jam operasional platform broker. Tanpa persiapan, trader bisa mengalami kesalahan strategi atau salah timing dalam entry dan exit. Kalender Hari Libur Trading Global 2026: Panduan Para Trader Agar lebih siap menghadapi kondisi pasar sepanjang tahun, trader sebaiknya selalu memantau kalender libur bursa utama dunia. Panduan lengkap mengenai hari libur trading global tahun 2026 dapat dibaca melalui artikel berikut ini Dengan mengetahui jadwal libur sejak awal, trader dapat mengatur strategi, menghindari jam berisiko, dan menyesuaikan manajemen posisi dengan lebih aman. Broker Trading KVB Indonesia Trading Lebih Terukur Dalam menghadapi pasar global yang dinamis, termasuk perubahan likuiditas saat hari libur, trader membutuhkan broker yang transparan dan menyediakan akses informasi yang jelas. Broker Trading KVB Indonesia mendukung trader dengan platform stabil, eksekusi yang kompetitif, serta insight pasar yang membantu pengambilan keputusan lebih disiplin. Bagi Anda yang ingin mulai trading dengan strategi yang lebih terukur dan siap menghadapi kondisi pasar global, pendaftaran akun dapat dilakukan melalui link ini Dengan memahami kalender libur pasar dan memilih broker yang tepat, trader dapat mengurangi risiko yang tidak perlu dan meningkatkan peluang trading yang lebih konsisten sepanjang tahun.
Siap Masuk Pasar Global, Ratusan Petani Mitra Holding PTPN Sudah Bersertifikasi RSPO
depan, komitmen kami untuk tumbuh dan berkembang bersama petani mitra akan semakin dikuatkan, tidak hanya untuk sertifikasi, tetapi intensifikasi, peningkatan kapasitas, dan penguatan kelembagaan," jelasnya. Masih Jatmiko menjelaskan, sertifikasi tersebut akan membuka kesempatan besar pagi petani untuk tidak hanya membuktikan diri sebagai petani yang fokus pada sustainability, tetapi menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan. Hal itu disebabkan sawit petani bersertifikasi RSPO akan memperoleh insentif dari sisi harga jual. "Dan akhirnya, tujuan besar kami untuk meningkatkan kesejahteraan bapak ibu petani mitra bisa tercapai," terangnya. Sertifikasi RSPO tersebut diserahkan PTPN IV PalmCo diwakili Kepala Divisi PSR dan Plasma PTPN IV PalmCo, Abdul Muthalib, kepada para petani mitra yang diwakili pengurus KUD Makarti Jaya di Kantor KUD Makarti Jaya, Tapung, Rokan Hulu, Riau, awal pekan ini. Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, mengatakan sertifikasi tersebut diperoleh usai melalui proses panjang sejak Oktober 2024 dengan melibatkan peran aktif 300 petani anggota koperasi yang mengelola perkebunan seluas 731 hektare, hingga memenuhi standar global untuk praktik kelapa sawit berkelanjutan. “Sejak tahun lalu, rekan-rekan petani KUD Makarti Jaya mendapat bimbingan langsung dari tim kita di PTPN IV Regional III. Tahapannya memang panjang dan menyita waktu serta energi, tapi alhamdulillah semuanya dapat dilalui satu per satu,” papar Gusmar.
UMK Binaan MIND ID Berdaya Saing Tinggi, Omzet Naik hingga Tembus Pasar Global
Jakarta, katakabar.com - Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, terus pertegas perannya sebagai strategic active holding yang menciptakan nilai tambah dari sektor pertambangan, sekaligus mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat di daerah. Melalui program pembinaan Usaha Mikro dan Kecil atau UMK naik kelas, Grup MIND ID dorong pelaku usaha lokal agar mampu meningkatkan kualitas, memperluas pasar, hingga menembus panggung global. Program pembinaan ini dirancang secara menyeluruh, mulai dari pelatihan, pendampingan manajemen, penyediaan fasilitas produksi, hingga pembukaan akses pasar domestik dan internasional. Dampaknya tidak sekadar meningkatkan omzet, tetapi melahirkan UMK yang mandiri, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan daerah. Dukungan ini seklagus menjawab Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya agenda pemberdayaan UMKM untuk mendorong pemerataan ekonomi nasional. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan upaya Grup MIND ID tidak berhenti pada peningkatan kapasitas usaha masyarakat daerah. "Grup MIND ID justru berusaha menghadirkan nilai tambah yang lebih tinggi, dengan mendorong agar usaha masyarakat di daerah memiliki daya saing tinggi dan menjadi kebanggaan daerah ketika produk mereka menembus pasar global,” ujar Pria. Salah satu contoh nyata hadir melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), yang berhasil mengembangkan budidaya kepiting cangkang lunak “Bang Naga” di Desa Sukaramei, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Berawal dari usaha tangkapan nelayan, usaha masyarakat ini kini bertransformasi menjadi budidaya modern berkat dukungan fasilitas cold storage, alat budidaya, dan kincir angin dari INALUM sejak 2019.
Target Pasar Golobal, RSPO dan Apkasindo MoU Gesa Pertumbuhan Inklusif Pekebun Sawit
“Itu akan semakin mengukuhkan keunggulan kompetitif Indonesia,” ujarnya dilansir dari laman kaltimpost.id, Rabu (10/9). Menurutnya, investasi pada pekebun adalah kunci bagi pertumbuhan yang dibutuhkan untuk mencapai target nasional 8 persen. Saat ini dunia membutuhkan sawit keberlanjutan, kemampuan telusur, dan kesetaraan. Itu sebagai aturan baru dalam perdagangan dunia internasional. "Tanpa tindakan inklusif, Indonesia berisiko kehilangan miliaran dolar setiap tahunnya,” jelasnya.
BRI Finance Optimalkan Captive Market di Tengah Gejolak Pasar Global
Jakarta, katakabar.com - Ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang, inflasi tinggi, dan tekanan geopolitik menuntut pelaku industri pembiayaan untuk semakin cermat dalam menyusun strategi bisnis. Di tengah tantangan ini, fokus pada captive market menjadi langkah strategis yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan sekaligus mengendalikan risiko pembiayaan. Dengan pendekatan yang lebih terarah dan berbasis ekosistem, perusahaan pembiayaan dapat memperkuat kualitas portofolio sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar. Sebagai anak usaha dari BRI Group, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) memaksimalkan sinergi dalam ekosistem induk usahanya untuk memperluas penyaluran pembiayaan multiguna secara lebih efektif dan efisien. Didukung infrastruktur digital, integrasi data, serta jaringan yang luas hingga ke pelosok, strategi captive market memungkinkan BRI Finance menjangkau segmen yang tepat sasaran, mulai dari pegawai BRI hingga pelaku UMKM. Pendekatan ini mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi BRI Finance sebagai mitra pembiayaan yang adaptif dan relevan dalam berbagai kondisi ekonomi.
Arches Raih Pendanaan 3 Juta Dolar AS Demokratisasi Keahlian di Pasar Global
katakabar.com - Arches, platform expert knowledge-sharing terkemuka, telah mendapatkan 3 juta dolar AS dalam putaran pendanaan yang dipimpin KUSABI, dengan partisipasi dari Visional Inc., SMBC Venture Capital, dan angel investor dari perusahaan investasi terkemuka. Ini membawa total pendanaan perusahaan menjadi 5 juta dolar AS. Jembatani Kesenjangan Pengetahuan Arches dengan cepat memantapkan dirinya sebagai jembatan tepercaya antara pembuat keputusan global dan keahlian mendetail yang dibutuhkan untuk menavigasi pasar dinamis di Asia. Layanan unggulan perusahaan " Pencocokan Ahli (Expert Matching)" telah menghubungkan lebih dari 300 klien di 20+ negara dengan jaringan lebih dari 100,000 ahli terverifikasi. Tapi Arches tidak berhenti di situ saja. Bank Pengetahuan Ahli Perubahan Paradigma Putaran pendanaan baru ini percepat pengembangan "Bank Pengetahuan Ahli (Expert Knowledge Bank)", platform revolusioner yang mengubah wawancara ahli menjadi database yang dapat dicari dari wawasan yang dapat diambil tindakan. Klien mendapatkan akses ke ahli dengan imbalan berkontribusi pada pengetahuan yang terus berkembang ini, mendemokratisasikan akses ke informasi khusus yang sebelumnya hanya menjadi domain eksklusif beberapa orang terpilih. "Bank Pengetahuan Ahli lebih dari sekadar database; ini adalah masa depan berbagi pengetahuan," kata Hiroki Kato, CEO dan Co-founder Arches. "Kami sedang membangun platform di mana siapa pun, di mana pun, dapat memanfaatkan kebijaksanaan kolektif dari pikiran-pikiran cemerlang Asia," terangnya. Visi Ekspansi Global Visi Arches melampaui Asia. Perusahaan berencana untuk memperluas jaringan ahlinya ke Eropa dan Amerika Serikat, memperkuat posisinya sebagai platform berbagi pengetahuan yang benar-benar global. Selain itu, Arches akan berinvestasi dalam strategi pemasaran baru untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk korporasi dan lembaga keuangan yang mencari keunggulan kompetitif di dunia yang semakin kompleks. Kepercayaan Investor Investor antusias dengan potensi Arches untuk mendefinisikan kembali lanskap industry berbagi pengetahuan. Yuki Watanabe, Partner Perwakilan di KUSABI, mencatat, Arches tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar, mereka menciptakan kategori baru. 'Kami bersemangat untuk menjadi bagian dari perjalanan mereka saat mereka berkembang secara global," ucap Yuki. Dengan putaran pendanaan terbaru ini, Arches siap membuka era baru berbagi pengetahuan, di mana keahlian bukanlah hak istimewa tetapi sumber daya yang kuat yang dapat diakses oleh semua. Dengan konsep one-stop solution, Arches menawarkan wawancara ahli, penelitian, konsultasi, dan penempatan bakat. Arches siap untuk menjadi tujuan utama bagi organisasi yang ingin memanfaatkan kekuatan pengetahuan untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi. Kontak: Arches Corporation [email protected] 028 2200 3260
Pasar Global Jadi Target, Terra Drone Kerja Sama Luncurkan Pengembangan UTM Buat AAM
San Diego, katakabar.com - Kerja sama ini perdana di dunia beberapa pemimpin UTM bertujuan untuk memungkinkan AAM Mengudara di seluruh dunia Terra Drone Corporation, penyedia teknologi drone dan Advanced Air Mobility (AAM) terkemuka yang berbasis di Jepang, umumkan peluncuran pengembangan bersama dengan perusahaan-perusahaan Grupnya, Unifly NV ("Unifly") dan Aloft Technologies Inc. (Aloft) fokus pada UAS Traffic Management (UTM) (1) untuk AAM dengan pasar global. Terra Drone telah membuat langkah bisnis UTM pionirnya melalui investasi strategis di Unifly, penyedia teknologi UTM terkemuka yang berbasis di Belgia, dan Aloft, yang memiliki pangsa pasar UTM teratas di Amerika Serikat. Kerja sama ini menandai pengembangan UTM bersama pertama di dunia (2) untuk pengembangan AAM oleh beberapa perusahaan dengan catatan panjang dalam implementasi dan operasi UTM. Ketiga perusahaan tersebut mengumumkan kerja sama ini di expo sistem tanpa awak dan robotika yang terkenal, XPONENTIAL 2024, di San Diego. Terra Drone, Unifly, dan Aloft memulai pengembangan UTM bersama ini untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh kemajuan global yang cepat dalam pesawat lepas landas dan mendarat vertikal listrik atau electric vertical take-off and landing aircrafts (eVTOLs), yang siap mengubah revolusi transportasi. Menurut penelitian oleh Morgan Stanley, pasar Urban Air Mobility (UAM) diperkirakan akan tumbuh menjadi $1 triliun pada tahun 2040 dan $9 triliun pada tahun 2050 (3). Sedang, eVTOL telah menarik imajinasi publik di seluruh dunia melalui uji penerbangan dan pameran prototipe. Ketiga perusahaan tersebut punya posisi unik untuk kolaborasi UTM bersama berkat pengalaman mereka selama satu dekade dalam pengembangan UTM sejak awal industri drone modern. Terra Drone adalah penyedia solusi drone terbesar kedua di dunia (4). Unifly memiliki catatan terbaik di dunia dalam implementasi UTM di tingkat nasional di negara-negara seperti Kanada dan Jerman. Aloft memiliki pangsa pasar UTM di Amerika Serikat sebesar lebih dari 84 persen (5), dianggap sebagai pasar terbesar di dunia untuk drone dan eVTOL. Perusahaan-perusahaan tersebut dengan bangga mengumumkan inisiatif untuk meningkatkan platform UTM mereka yang sudah ada, dalam antisipasi lonjakan mendatang dalam kegiatan pesawat eVTOL dan drone. Visi bersama untuk platform UTM adalah untuk memungkinkan operasi penerbangan yang aman dan efisien untuk eVTOL dan drone dalam waktu yang dapat diprediksi. Platform-platform ini dirancang dengan penekanan yang kuat pada otomatisasi, saat ini memiliki fungsionalitas perencanaan lanjutan dan kemampuan analisis NOTAM (6) yang canggih, yang menegaskan komitmen kami untuk mendukung AAM. Mengakui kebutuhan yang berkembang dari industri AAM, mereka berdedikasi untuk memperluas platform mereka dengan menggabungkan fungsi tambahan yang vital untuk sektor ini. Peningkatan ini, dirancang dengan otomatisasi sebagai intinya, tidak hanya akan menyederhanakan efisiensi operasional tapi membuka jalan bagi integrasi teknologi UTM yang semakin otomatis dan canggih mereka ke dalam kerangka desain dan operasional AAM. Melalui upaya ini, mereka bertujuan untuk menetapkan standar baru dalam UTM dan untuk memfasilitasi integrasi yang mulus dari eVTOL dan drone ke dalam ruang udara nasional, memperkuat potensi untuk industri AAM. Demi mewujudkan visi ini, Terra Drone, Unifly, dan Aloft secara aktif mencari kolaborasi dengan berbagai mitra. Ini termasuk produsen eVTOL, operator eVTOL, operator vertiport, otoritas penerbangan, penyedia layanan navigasi udara atau air navigation service providers (ANSPs), perencana perkotaan untuk mengintegrasikan AAM ke dalam infrastruktur kota, dan lembaga pendidikan untuk penelitian dan pengembangan. Melalui inisiatif terobosan ini, ketiga perusahaan bertujuan untuk membangun infrastruktur UTM global yang memulai industri AAM di seluruh dunia. Dengan menjalin kemitraan strategis di sektor-sektor yang beragam ini, mereka berusaha menciptakan ekosistem yang padu yang tidak hanya mendukung pertumbuhan AAM tetapi juga menangani tantangan-tantangan lebih luas dalam mobilitas perkotaan, keberlanjutan, dan keselamatan lalu lintas udara. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengembangan UTM untuk AAM, silakan kunjungi situs web: https://terra-drone.net/global/utmforaam/ Untuk Catatan: 1. UAS Traffic Management (UTM): Berfungsi sebagai platform untuk operasi yang aman dan efisien dari beberapa pesawat tanpa awak yang terbang di ruang udara yang sama. 2. Menurut penelitian Terra Drone. 3. Penelitian oleh Morgan Stanley dalam laporan berjudul "eVTOL/Urban Air Mobility TAM Update: A Slow Take-Off, But Sky's the Limit" [Tautan:https://advisor.morganstanley.com/the-busot-group/documents/field/b/bu/busot-group/Electric%20Vehicles.pdf] 4. Menurut "Peringkat Penyedia Layanan Drone 2023" oleh Drone Industry Insights [Tautan: https://droneii.com/top-drone-service-companies-in-2023] 5. Dihitung berdasarkan laporan kemampuan izin dan pemberitahuan ketinggian rendah FAA (LAANC) dan data pengguna Aloft. Lihat "Aloft Launches New Fleet & UTM Capabilities, Surpassing 84% of LAANC Airspace Authorizations In September" [Tautan: https://www.aloft.ai/blog/aloft-launches-new-fleet-utm-capabilities-surpassing-84-of-laanc-airspace-authorizations-in-september/] 6. NOTAM: Pemberitahuan yang didistribusikan melalui telekomunikasi yang berisi informasi tentang pembentukan, kondisi, atau perubahan dalam fasilitas, layanan, prosedur, atau bahaya penerbangan apa pun, pengetahuan tepat waktu tentang yang mana sangat penting bagi personel yang terkait dengan operasi penerbangan. Lampiran 11 ICAO, "Layanan Lalu Lintas Udara" [Tautan: https://www.pilot18.com/wp-content/uploads/2017/10/Pilot18.com-ICAO-Annex-11-Air-Traffic-Services.pdf] 7. Vertiport: Area yang didedikasikan untuk kedatangan, keberangkatan, dan gerakan darat pesawat lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) Tentang Unifly Unifly adalah perusahaan teknologi penerbangan terkemuka yang berdedikasi untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi penerbangan otonom dengan teknologi mutakhir. Platform Unifly bertindak sebagai jembatan penting dalam ekosistem UAS, memungkinkan integrasi yang aman dan terjamin dari pesawat generasi berikutnya ke dalam ruang udara. Dengan mendigitalisasi dan mengotomatisasi manajemen lalu lintas dan integrasi yang mulus dengan drone dan Urban Air Mobility (UAM), Unifly menanggapi pertumbuhan lalu lintas udara yang eksponensial yang diharapkan dalam beberapa dekade mendatang. Perusahaan ini memiliki catatan yang terbukti dalam menerapkan lebih dari sepuluh implementasi UTM komersial, yang menjadikannya sebagai pemimpin dunia dalam industri ini. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web di Unifly.aero atau hubungi kami di [email protected]. Tentang Aloft Aloft Technologies, Inc., didirikan pada tahun 2015, berada di garis depan manajemen armada drone dan ruang udara. Mendorong lebih dari dua pertiga dari semua izin ruang udara drone di Amerika Serikat, Aloft adalah nomor 1 Pemasok Layanan Sistem UAS atau UAS Service Supplier (USS) LAANC yang disetujui oleh FAA. Platform ruang udara dinamis paten Aloft menjadi bagian integral dari Aloft UTM yang hingga saat ini telah mendorong lebih dari 1 juta izin ruang udara. Basis pengguna Aloft yang beragam meliputi sektor rekreasi, komersial, pemerintah, penegakan hukum, dan mobilitas udara lanjutan. Air Aware adalah edisi terbaru dari platform UTM Aloft yang juga mencakup Air Control untuk manajemen armada, tim, dan ruang udara lanjutan, dan Geo untuk keamanan publik dan lembaga lain yang terverifikasi untuk mempublikasikan informasi keamanan dan kepatuhan langsung ke peta ruang udara Aloft. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi https://www.aloft.ai/ Kontak: Nilam Purnama Email: [email protected] Website: www.terra-drone.co.id Telepon: 0812 6559 4857