Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran, Pastikan Arus Logistik dan Penumpang Lancar Sumut
Sumut
Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:09 WIB

Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran, Pastikan Arus Logistik dan Penumpang Lancar

Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan operasional di seluruh terminal yang dikelolanya menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat selama periode Angkutan selama masa mudik dan arus balik. VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan, menyampaikan perusahaan telah siapkan berbagai langkah operasional guna memastikan seluruh layanan di pelabuhan dapat berjalan optimal selama periode tersebut. “Kami pastikan seluruh layanan kepelabuhanan tetap beroperasi penuh selama masa Angkutan Lebaran 2026. Operasional terminal kami siagakan selama 24 jam untuk mendukung kelancaran arus barang dan mobilitas penumpang, khususnya dalam mendistribusikan komoditas strategis yang dibutuhkan masyarakat menjelang dan setelah Hari Raya Idul fitri,” ujar Farid. Menurutnya, Pelindo Multi Terminal melakukan berbagai langkah persiapan untuk memastikan kelancaran operasional selama periode Lebaran, meliputi pengecekan fasilitas dan peralatan, kesiapan petugas, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Pengaturan arus (traffic flow), penyediaan buffer area, dan pengelolaan aktivitas kendaraan juga dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan di area pelabuhan. Selain itu, kata Farid, perusahaan memastikan kesiapan layanan di terminal penumpang serta mendukung operasional Posko Angkutan Lebaran yang dikoordinasikan oleh Kementerian Perhubungan sebagai pusat informasi dan pengawasan selama masa mudik dan arus balik. Seluruh layanan terminal nonpetikemas, mulai dari curah kering, curah cair, general cargo, hingga terminal kendaraan, tetap dioperasikan secara optimal guna menjaga kelancaran distribusi logistik nasional. “Sebagai bagian dari ekosistem logistik nasional, Pelindo Multi Terminal berkomitmen menjaga kelancaran rantai pasok, khususnya pada momen meningkatnya aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi, dengan memastikan seluruh layanan kepelabuhanan berjalan aman, lancar, dan efisien, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa selama periode Angkutan Lebaran 2026,” sebut Farid.

Program Mudik Gratis BUMN 2026, Pelindo Multi Terminal Dukung Mudik Aman dan Selamat Sumut
Sumut
Selasa, 17 Maret 2026 | 15:30 WIB

Program Mudik Gratis BUMN 2026, Pelindo Multi Terminal Dukung Mudik Aman dan Selamat

Medan, katakabar.com - Sambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali menggelar Program Mudik Gratis Bersama Pelindo Group tahun 2026 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program bertajuk 'Mudik Aman Berbagi Harapan' ini menjadi wujud kepedulian BUMN bersama Danantara Indonesia dan Pelindo dalam membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan selamat menuju kampung halaman. Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, turut berperan dalam pelaksanaan program mudik gratis di wilayah Sumatera dengan total sekitar 160 pemudik untuk perjalanan pulang dan pergi dari Medan menuju sejumlah kota tujuan. Melalui program ini, Pelindo Multi Terminal berharap dapat membantu masyarakat merasakan kebahagiaan merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan perjalanan yang aman dan tertib. Pendaftaran program Mudik Gratis BUMN 2026 telah dibuka secara daring sejak 24 Februari 2026 dengan berbagai rute perjalanan. Untuk keberangkatan dari Medan, Pelindo Multi Terminal menyediakan tiga rute utama dengan moda transportasi bus, yaitu Medan – Banda Aceh – Medan sebanyak 1 bus, Medan – Pekanbaru – Medan sebanyak 2 bus, serta Medan – Padang – Medan sebanyak 2 bus. Kegiatan flag off keberangkatan dilakukan serentak dari Gedung Pelindo, Jalan Krakatau Ujung, Medan pada 16 Maret 2026, sedangkan arus balik menuju Medan dijadwalkan pada 27 Maret 2026. Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menjelaskan program mudik gratis BUMN ini menargetkan lebih dari 100.000 pemudik di seluruh Indonesia, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah untuk menciptakan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan zero accident. “Program ini tidak hanya membantu masyarakat kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga, tetapi juga bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas serta meningkatkan keselamatan perjalanan selama periode mudik. Kami berharap para pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat dan sehat, serta dapat menyampaikan salam hangat kami kepada keluarga di kampung halaman,” jelas Edi di acara Flag Off program mudik gratis di Medan, Senin (16/3) kemarin. Ia menambahkan seluruh kendaraan yang digunakan dalam program ini telah dipersiapkan dengan baik untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan. Selain itu, para pengemudi dan kru bus telah menjalani tes urin guna memastikan mereka dalam kondisi prima sebelum mengemudi serta Balai K3 Medan juga membekali para kru dengan tas kesehatan sebagai perlengkapan pertolongan pertama selama perjalanan. “Kami memastikan kendaraan kondisi siap jalan, para pengemudi dalam kondisi fit, dan perjalanan berlangsung dengan tertib. Kami juga mengimbau para penumpang untuk menjaga ketertiban selama perjalanan agar mudik tahun ini benar-benar menjadi mudik yang aman dan selamat,” seru Edi. Untuk memberikan kenyamanan selama perjalanan, Pelindo Multi Terminal tidak hanya menyediakan fasilitas transportasi gratis, tetapi juga menyiapkan paket takjil bagi para pemudik sebagai bekal berbuka puasa di perjalanan. Dalam program ini, Pelindo Group tidak hanya memfasilitasi keberangkatan pemudik menuju kampung halaman, namun juga menyediakan transportasi arus balik untuk kepulangan kembali ke kota Medan. Salah seorang peserta mudik gratis tujuan Padang, Muhibban, mengaku sangat terbantu dengan adanya program mudik gratis ini. Ia menuturkan program ini memudahkannya untuk pulang ke kampung halaman dan merayakan Idulfitri bersama keluarga. “Saya sangat bersyukur bisa ikut program mudik gratis ini. Sangat membantu karena biaya transportasi sekarang cukup mahal. Dengan adanya program ini saya bisa pulang ke Padang untuk merayakan Lebaran bersama keluarga,” ceritanya. Sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan, Pelindo Multi Terminal berharap program Mudik Gratis 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera. Melalui program ini, diharapkan para pemudik dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman, sekaligus merasakan perjalanan mudik yang aman, selamat, dan nyaman bersama Pelindo.

Pelindo Multi Terminal Perkuat Penerapan Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas Sumut
Sumut
Minggu, 15 Maret 2026 | 15:02 WIB

Pelindo Multi Terminal Perkuat Penerapan Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas

Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat komitmen terhadap keselamatan kerja dan keamanan operasional melalui kegiatan Reinforcing Safety Culture yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (11/3) lalu. Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Ary Henryanto, menegaskan penguatan budaya keselamatan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan untuk memastikan operasional terminal berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan. Ia menekankan keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab fungsi tertentu, tetapi harus menjadi budaya yang dijalankan oleh seluruh insan perusahaan di setiap lini operasional. “Kita ingin memastikan setiap terminal di lingkungan Pelindo Multi Terminal menerapkan standar keselamatan yang jelas dan terukur. Safety patrol, pengawasan area terbatas, serta kepatuhan terhadap rambu dan prosedur keselamatan harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar formalitas,” kata Ary. Melalui program Reinforcing Safety Culture ini, perusahaan juga akan melakukan self-assessment terhadap tingkat kematangan (maturity level) penerapan keselamatan di setiap terminal. Penilaian tersebut dilakukan menggunakan sistem checklist yang mencakup berbagai aspek, mulai dari akses masuk terminal, fasilitas keselamatan, rambu dan marka, hingga pengawasan aktivitas di lapangan. Melalui kegiatan ini, Pelindo Multi Terminal berharap dapat meningkatkan disiplin keselamatan, memperkuat sterilisasi area operasional terminal, serta memastikan setiap fasilitas pendukung keselamatan tersedia dan berfungsi dengan baik. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman sekaligus mendukung kelancaran operasional terminal nonpetikemas di seluruh wilayah kerja perusahaan.

Raih Anugerah BUMN 2026, Pelindo Multi Terminal: Penguatan Talenta Dukung Transformasi Nasional
Nasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:10 WIB

Raih Anugerah BUMN 2026, Pelindo Multi Terminal: Penguatan Talenta Dukung Transformasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, meraih penghargaan Anugerah BUMN 2026 untuk kategori Pengembangan Talenta dan SDM Unggul Perusahaan Terbaik yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (10/3). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri logistik dan kepelabuhanan yang terus berkembang. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan terhadap berbagai inisiatif strategis yang dijalankan Pelindo Multi Terminal dalam mengembangkan talenta internal perusahaan, mulai dari program peningkatan kompetensi, penguatan kepemimpinan, hingga penerapan budaya pembelajaran berkelanjutan yang mendukung transformasi perusahaan. SVP Sekretaris Perusahaan Pelindo Multi Terminal, Finan Syaifullah, menyampaikan penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mendorong kinerja dan keberlanjutan perusahaan. “Penghargaan ini merupakan apresiasi yang sangat berarti bagi Pelindo Multi Terminal. Bagi kami, pengembangan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang menjadi kunci dalam menghadapi dinamika industri kepelabuhanan dan logistik yang semakin kompetitif. Perusahaan terus mendorong terciptanya talenta-talenta unggul yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perusahaan,” ujar Finan. Ia menambahkan Pelindo Multi Terminal secara konsisten menjalankan berbagai program pengembangan talenta yang terstruktur, mulai dari program pelatihan teknis dan manajerial, penguatan leadership, hingga program pembelajaran yang mendorong peningkatan kapabilitas karyawan di seluruh lini organisasi. “Ke depan, Pelindo Multi Terminal akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang mendorong pengembangan potensi karyawan secara optimal. Kami percaya bahwa SDM yang unggul akan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan kinerja perusahaan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi bagi kemajuan sektor logistik nasional,” jelas Finan. Anugerah BUMN 2026 digelar oleh BUMN Track bersama BTA Academy usung tema “BUMN Menuju Indonesia Emas: Tata Kelola Kuat, Nilai Ekonomi Berkelanjutan”, sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan BUMN dan para CEO yang berkiprah bagi pertumbuhan bisnis berkelanjutan serta berkomitmen kuat dalam menjalankan transformasi perusahaan. CEO BUMN Track, SH Sutarto mengatakan, ajang Anugerah BUMN yang telah dihelat selama 15 tahun menjadi platform apresiasi nasional sekaligus instrument kebijakan untuk mendorong penguatan tata kelola, optimalisasi aset negara, sinergi BUMN, serta penciptaan nilai ekonomi. “Melalui ajang ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN yang telah kinerja unggul dan kepemimpinan yang visioner,” terang SH Sutarto.

Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan Lantaran Arus Logistik Meningkat Jelang Lebaran Nasional
Nasional
Jumat, 06 Maret 2026 | 20:09 WIB

Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan Lantaran Arus Logistik Meningkat Jelang Lebaran

Surabaya, katakabar.com - Arus logistik nasional menunjukkan tren peningkatan menjelang Lebaran 2026. Pelaku usaha logistik mulai menerapkan strategi khusus untuk memastikan arus logistik tetap lancar. Peningkatan arus logistik jelang lebaran di antaranya terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah-DIY, Teguh Arif Handoko, menyebutkan volume kargo naik sekitar 130 persen. Di Pelabuhan Tanjung Emas, kenaikan kargo membuat rotasi kontainer yang biasanya rata-rata sekitar 2.800 unit per hari meningkat menjadi 3.000 unit per hari. Selain momentum Lebaran, ALFI Jateng menyoroti tren pertumbuhan aktivitas logistik juga didongkrak banyaknya investasi industri di Jawa Tengah, seperti di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mendorong peningkatan throughput di Pelabuhan Tanjung Emas. "Tahun 2023 sekitar 700.000 TEUs, 2024 naik 800.000 TEUs, dan 2025 sudah tembus 1 juta TEUs. Ini signifikan, walaupun perusahaan di kawasan industri KIK dan KITB baru sekitar 20 persen yang sudah produksi dan operasi," ucap Teguh saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3) lalu. Strategi Khusus Kepadatan arus logistik jelang Lebaran mendorong ALFI Jawa Timur (Jatim) menyiapkan strategi khusus. Salah satunya, pengalihan storage ekspor untuk menampung sementara impor di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ketua ALFI Jatim, Sebastian Wibisono, saat dihubungi, Selasa (3/3), mengatakan menjelang Lebaran lonjakan arus logistik memang tidak bisa dihindari. Dia memprediksi volume arus logistik Lebaran bakal meningkat 80 persen. Apalagi Surabaya selama ini kerap menjadi jalur transit ke wilayah Timur. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak diperkirakan Kembali normal setelah April. "Kebetulan Nataru, Imlek dan Idulfitri waktunya bersamaan, sehingga load-nya memang tinggi. Pas Imlek banyak impor turun ke sini, terus didistribusikan ke wilayah seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," papar Wibi, sapaan akrabnya. Untuk mengantisipasi penumpukan, ALFI Jatim menerapkan strategi pengalihan lokasi. Gudang yang biasanya digunakan untuk ekspor bakal dimanfaatkan sementara untuk menampung barang impor. Semua itu dilakukan setelah koordinasi dan izin Bea Cukai agar arus logistik tetap lancar. "Setiap tahun selalu ada migrasi antarterminal, terutama untuk kontainer ekspor-impor. Di sini ada dua terminal utama, Terminal Teluk Lamong dan Terminal Petikemas Surabaya," ujarnya. Wibi menerangkan lonjakan arus logistik tahun lalu mencapai 103 persen. Tetapi, masih bisa diantisipasi dengan memindahkan kontainer ke storage domestik maupun depo yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti. Ia menilai pelabuhan-pelabuhan seperti Tanjung Mas dan Tanjung Perak perlu peningkatan infrastruktur seperti diperluas lahannya agar penyandaran kapal bisa lebih banyak. Hal serupa juga menjadi perhatian ALFI Jateng. Teguh menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh, termasuk fasilitas akses jalan dan depo kontainer agar operasional logistik di Pelabuhan Tanjung Emas lebih lancar. ALFI Jateng menyoroti peran pemerintah provinsi dalam mendukung investasi tidak hanya dari sisi penanaman modal, tetapi juga memastikan manajemen rantai pasok yang perlu diperhatikan. Langkah ini semata-mata menciptakan alur bongkar muat yang terkontrol, mengurangi antrean kontainer dan barang keluar masuk pelabuhan tanpa hambatan. "Jangan hanya memberikan suatu kemudahan investasi tanpa memikirkan manajemen supply chain. Jangan sampai investor bingung saat mengirim barang setelah produksi selesai," tandasnya. Antisipasi Mengantisipasi peningkatan arus logistik jelang lebaran 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas mengaku telah melakukan persiapan di sejumlah terminal yang dikelola. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan dengan sistem operasi terminal yang digunakan saat ini pihaknya dapat merencanakan pelayanan bongkar muat kapal peti kemas sejak jauh-jauh hari. Terminal dapat memprediksi tingkat kepadatan tambatan di dermaga (berth occupancy ratio) juga tingkat kepadatan lapangan penumpukan peti kemas (yard occupancy ratio). "Kami melakukan antisipasi sejak awal, terutama untuk lapangan penumpukan agar lebih optimal dalam menampung peti kemas, karena kurang lebih selama 16 hari peti kemas ini akan berada di dalam terminal dengan adanya pembatasan angkutan barang," cerita Widyaswendra. Pengelola terminal bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan lokasi overbrengen (pindah lokasi penumpukan) sebagai cara untuk mengurai kepadatan di dalam area terminal. Langkah ini dilakukan agar kegiatan bongkar muat di dalam terminal peti kemas dapat berjalan dengan lancar. Selama libur lebaran, operasional terminal peti kemas disebut tetap berlangsung penuh selama 24 jam dalam 7 hari. Kegiatan pelayanan tetap berlangsung sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang dilakukan. "Kami menghimbau kepada para pengguna jasa untuk memanfaatkan layanan terminal booking system untuk meminimalkan kepadatan dan terjadinya kemacetan di jalan raya saat akan melakukan pengiriman maupun pengambilan peti kemas sebelum libur dan setelah libur lebaran," serunya. Peningkatan Perdagangan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, menilai peningkatan aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi sinyal membaiknya perputaran ekonomi. Volume bongkar muat tercatat naik seiring meningkatnya konsumsi masyarakat saat Imlek dan berlanjut menjelang Lebaran. Menurutnya, volume bongkar muat tersebut diperkirakan naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa. Bahkan nanti sekitar 10 hari sebelum Lebaran, lonjakan aktivitas bongkar muat bisa menyentuh kisaran 25 persen. "Sejak Desember sudah terlihat ada peningkatan aktivitas bongkar muat di sana. Ini akan terus meningkat mendekati lebaran dengan kenaikan sekitar 25 persen dibanding hari biasa," tutur Frans. Kata Frans, komoditas yang mendominasi peningkatan arus barang adalah kebutuhan konsumsi musiman, mulai dari bahan pangan produk fesyen dan perlengkapan lebaran idulfitri lainnya. Dampaknya cukup positif untuk UMKM maupun ritel karena perputaran uang berlangsung lebih cepat. Sejauh ini, Frans belum mendapat laporan dari anggota Apindo Jateng soal adanya antrean karena penumpukan aktivitas bongkar muat. Dia menilai operasional pelabuhan relatif lancar, sebab Pelindo Terminal Petikemas memiliki pengalaman saat menangani peningkatan arus barang tersebut. Frans memprediksi pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga Lebaran mendatang menunjukkan tren positif. Konsumsi domestik menjadi penopang utama yang mendorong laju perputaran ekonomi. Bahkan dia memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi mendekati 5,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa yang berkisar 5,1 hingga 5,2 persen.

Pelindo Multi Terminal Perluas Dampak Ekonomi Lokal lewat Program UMKM Kedelai Nasional
Nasional
Rabu, 04 Maret 2026 | 17:10 WIB

Pelindo Multi Terminal Perluas Dampak Ekonomi Lokal lewat Program UMKM Kedelai

Surabaya, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bidang operasional terminal nonpetikemas, terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar Terminal Teluk Lamong melalui program pembinaan UMKM pengolahan kedelai. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan bersama FKS Group ini sebelumnya telah mendampingi kelompok masyarakat di wilayah Tambak Sarioso, Tambak Osowilangon, Romokalisari, dan Karangkiring. Melalui pelatihan pembuatan tempe dan produk turunan kedelai, penguatan manajemen usaha, hingga dukungan pemasaran, kelompok binaan berhasil mengembangkan usaha rumahan yang menambah pendapatan keluarga. SVP Sekretaris Perusahaan Pelindo Multi Terminal, Finan Syaifullah, menyampaikan program ini dirancang berbasis keberlanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami ingin UMKM binaan tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga berkembang dan naik kelas. Karena itu, pendampingan dilakukan secara terstruktur, termasuk penguatan kualitas produk dan akses pasar,” ujarnya. Keberhasilan tahap pertama mendorong Pelindo Multi Terminal dan FKS Group melanjutkan Program Kolaborasi UMKM Pengolahan Kedelai Tahap II pada tahun ini. Program lanjutan telah dimulai dengan rangkaian sosialisasi di Surabaya dan Gresik yang diikuti sekitar 200 peserta yang dilaksanakan pada Februari lalu, mencakup pelaku usaha dan calon binaan baru. "Pada tahap kedua ini, kami memperkuat model pembinaan dengan menyiapkan UMKM binaan yang sukses sebagai tenaga pelatih (trainer) bagi peserta baru. Pendekatan ini diharapkan menciptakan efek berganda (multiplier effect) serta memperluas dampak ekonomi di sekitar wilayah operasional," terang Finan. Selain sosialisasi, kegiatan juga meliputi kunjungan lapangan dan pendampingan intensif untuk memastikan peningkatan kualitas produksi, inovasi produk turunan seperti tempe, susu kedelai, tempe mendoan, dan keripik tempe, serta penguatan tata kelola usaha. Finan menegaskan inovasi sosial menjadi inti program TJSL perusahaan. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Pelindo Multi Terminal membawa manfaat sosial yang inklusif. Program ini menunjukkan bagaimana pendekatan ekonomi sirkular mampu memperkuat pendapatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelas Finan. Ditegaskan Finan, program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip Envireomental, Social, and Governance (ESG) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Desi, salah satu pelaku UMKM kedelai yang telah berhasil menambahkan kunci keberhasilan mereka tidak hanya terletak pada semangat, tetapi juga pada dukungan dari Pelindo Multi Terminal dan FKS berupa pendampingan intensif. "Proses trial and error yang dibimbing oleh tenaga ahli serta konsultasi secara rutin dengan pendamping sangat membantu, terutama saat mereka menghadapi keterbatasan dalam berinovasi," cerita Desi. Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, Pelindo Multi Terminal berharap semakin banyak UMKM tempe di Teluk Lamong yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan.

Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah Wisata
Wisata
Rabu, 25 Februari 2026 | 13:00 WIB

Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SMPT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatat tren pertumbuhan positif kunjungan kapal pesiar di tiga branch/cabang pelabuhan yang dikelolanya sepanjang tahun 2025. Sepanjang 2025, Pelindo Multi Terminal melayani 49 kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang), Lembar (Lombok Barat), dan Parepare (Sulawesi Selatan). Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 47 kunjungan kapal pesiar. Dari total kunjungan tersebut, Branch Tanjung Emas mencatat 24 kapal pesiar, Branch Lembar sebanyak 24 kapal pesiar, dan Branch Parepare melayani 1 kapal pesiar selama tahun 2025. Kapal-kapal pesiar tersebut membawa total 119.377 wisatawan mancanagera, meningkat dari 114.304 wisawatan pada 2024, atau tumbuh sekitar 4,4 persen (yoy). “Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dalam melayani kapal pesiar, mulai dari dermaga dan terminal penumpang, pengaturan arus wisatawan, hingga aspek keselamatan dan kemanan. Peningkatan kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo Multi Terminal semakin diminati sebagai destinasi singgah,” ujar VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan. Menurutnya, perusahaan juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas pariwisata setempat, pelaku industri perjalanan wisata, serta UMKM lokal dalam penyambutan wisatawan mancanegara melalui atraksi budaya, promosi destinasi wisata, dan penyediaan ruang bagi produk-produk lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. "Dari Pelabuhan Tanjung Emas, wisatawan kapal pesiar kerap mengunjungi berbagai destinasi wisata antara lain Candi Borobudur, Candi Gedong Songo, wisata sejarah di Ambarawa, serta city tour mengelilingi Kota Semarang," jelasnya. Sedang, dari Pelabuhan Lembar, wisatawan umumnya mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Lombok seperti Senggigi, Tiga Gili, Museum di Kota Mataram, Sekotong, hingga Mandalika. Dari Pelabuhan Parepare, wisatawan kapal pesiar menikmati wisata kota dan budaya Sulawesi Selatan. “Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan sehingga harapannya tren kunjungan kapal pesiar tahun 2026 bisa terus bertumbuh positif. Kami juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah stakeholders sehingga kunjungan kapal pesiar ini dapat mendorong pertumbuhan pariwisata dan pergerakan roda ekonomi daerah,” tambah Farid.

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026 Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 12 Februari 2026 | 13:13 WIB

Pacu Arus Peti Kemas, Pelindo Optimis Ekspor Indonesia Menguat di 2026

Surabaya, katakabar.com - Operator terminal layanan jasa kepelabuhanan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) menatap tahun 2026 dengan dengan penuh optimis. Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) ini memasang target arus peti kemas sebanyak 13,77 juta TEUs di seluruh terminalnya pada 2026. Target tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya, sekaligus melonjak hingga 10 persen jika dibandingkan realisasi 2024 yang berada di angka 12,48 juta TEUs. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan optimisme tersebut didorong oleh solidnya kinerja ekonomi nasional serta meningkatnya aktivitas industri di berbagai wilayah. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang mencapai 5,11 persen menjadi salah satu indikator utama. “Kami optimistis melihat geliat industri di berbagai daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional menjadi bahan bakar utama bagi kami untuk mencapai target ini,” ujar Widyaswendra di Surabaya, Selasa (10/02) lalu. Sejumlah terminal diproyeksi bakal menjadi motor pertumbuhan arus peti kemas. Di Sulawesi, Terminal Peti Kemas Kendari terdorong oleh meningkatnya ekspor nikel. Di Kalimantan Utara, Terminal Peti Kemas Tarakan bersiap menangkap potensi logistik gas alam cair (LNG). Sementara di kawasan timur Indonesia, Terminal Peti Kemas Merauke mencatat kenaikan arus barang seiring masifnya dukungan logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Untuk Pulau Jawa, Terminal Peti Kemas Semarang diprediksi semakin sibuk sejalan dengan berkembangnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Kawasan Industri Kendal (KIK), yang mendorong aktivitas ekspor-impor sektor manufaktur. Di sisi lain, PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas luar negeri tahun 2025 sebanyak 4,40 Juta TEUs atau meningkat 10,28 persen dibandingkan periode tahun 2024. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas impor sebanyak 2,12 Juta TEUs, peti kemas ekspor 2,25 Juta TEUs dan peti kemas transhipment 30 ribu TEUs. “Untuk mendukung pencapaian target tahun 2026, sejumlah terminal peti kemas yang kami kelola akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan peti kemas bagi para pengguna jasa perusahaan,” seru Widyaswendra. Penggerak Rantai Logistik Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, memperkirakan ekspor Indonesia akan tumbuh sekitar 7 persen pada 2026. Salah satu pemicu utama adalah semakin banyaknya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) yang dijalin dengan negara mitra. “FTA membuka akses pasar lebih luas dan menurunkan hambatan tarif, sehingga produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif,” jelas Benny. Dengan kata lain, kebijakan ini tidak hanya mendorong volume ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global. Sementara, sektor logistik diprediksi akan tumbuh melampaui laju pertumbuhan ekonomi. Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Trismawan Sanjaya, memperkirakan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh antara 10–11,6 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 1.700 triliun. Lonjakan ini, menurut Trismawan, sebagian besar didorong oleh ledakan transaksi perdagangan digital dan e-commerce. Proyek ketahanan pangan dan inisiatif pemerintah lainnya juga diperkirakan mendorong permintaan layanan logistik. “Beberapa faktor domestik turut memperkuat pertumbuhan logistik, termasuk pesatnya transaksi e-commerce melalui media sosial, proyek hilirisasi industri, serta program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih,” terang Trismawan. Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) Solo, Lukman Hakim, menilai ekspor Indonesia pada 2026 masih berpeluang tumbuh, terutama dari sektor manufaktur. “Selama ini ekspor kita ditopang manufaktur seperti sepatu dan tekstil, meski tekstil tidak sekuat dulu. Dengan melemahnya nilai tukar, produk kita justru menjadi lebih kompetitif di pasar global,” ucapnya. Menurut Lukman, tantangan tarif dan biaya masuk di sejumlah negara memang masih ada, namun tidak berlaku untuk semua produk. Ia menilai peluang ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Afrika masih sangat terbuka, asalkan pemerintah mampu melakukan pemetaan pasar dengan tepat. “Pemetaan pasar menjadi kunci untuk menentukan arah tujuan ekspor,” tuturnya. Selain itu, dukungan terhadap pelaku usaha juga dinilai penting, mulai dari kemudahan perizinan, kebijakan perpajakan, hingga akses pembiayaan. Dari sisi logistik, keberadaan pelabuhan yang mampu disandari kapal berukuran besar akan membuat arus peti kemas lebih efisien tanpa harus transit di negara lain. Dengan penguatan infrastruktur, modernisasi alat, serta dukungan terhadap arus ekspor nasional, PT Pelindo Terminal Petikemas tidak sekedar mengelola bongkar muat.

Pelindo Dukung Kelancaran Distribusi Bantuan Kemanusiaan Aceh-Sumut Nasional
Nasional
Jumat, 23 Januari 2026 | 16:30 WIB

Pelindo Dukung Kelancaran Distribusi Bantuan Kemanusiaan Aceh-Sumut

Medan, katakabar.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menegaskan komitmen mendukung kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan melalui layanan kepelabuhanan yang andal, aman, dan berorientasi pada kepentingan publik. Sepanjang periode 30 November 2025 hingga 11 Januari 2026, Pelindo Regional 1 mencatat pelayanan terhadap 127 kunjungan kapal yang mengangkut logistik bantuan kemanusiaan untuk wilayah Aceh dan Sumatera Utara melalui tiga cabang pelabuhan yang dikelola PT Pelindo Multi Terminal, Subholding Pelindo yang bergerak di bidang operator terminal nonpetikemas. Ketiga cabang pelabuhan tersebut yakni Lhokseumawe, Malahayati, dan Sibolga. Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, menyampaikan Pelindo berkomitmen penuh mendukung upaya kemanusiaan melalui penyediaan fasilitas pelabuhan dan layanan operasional untuk distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak bencana. “Kami memastikan seluruh layanan kepelabuhanan berjalan optimal agar distribusi bantuan kemanusiaan dapat tiba tepat waktu di daerah terdampak. Ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Pelindo dalam mendukung pemulihan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Jonedi. Total volume muatan bantuan kemanusiaan yang dilayani mencapai 95.734 ton/m³/unit, terdiri atas berbagai kebutuhan penting seperti sembako, jembatan, alat berat, tangki air, mobil RO (Reverse Osmosis), hingga genset. Sebagai bentuk dukungan terhadap misi kemanusiaan, perusahaan juga memberikan relaksasi biaya layanan kepelabuhanan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanganan bencana. Dari total 127 kunjungan kapal, Pelabuhan Lhokseumawe melayani 90 kunjungan kapal dengan volume muatan sekitar 82.040 ton/m³/unit, sementara Pelabuhan Malahayati melayani 26 kapal dengan volume 13.694 ton/m³/unit. Adapun Pelabuhan Sibolga melayani 11 kapal yang mengangkut berbagai jenis logistik strategis. Kapal-kapal tersebut mengangkut bantuan dari berbagai pihak seperti: pemerintah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Palang Merah Indonesia (PMI), Badan SAR Nasional (Basarnas), Polri, TNI, Badan Keamanan Laut (Bakamla), PLN, dan sejumlah pihak lainnya. Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Ary Henryanto, menimpali Pelindo Multi Terminal sebagai operator pelabuhan memastikan kelancaran layanan operasional selama proses bongkar muat bantuan logistik yang berlangsung di pelabuhan. “Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas, peralatan, serta sumber daya manusia di pelabuhan-pelabuhan tersebut agar distribusi bantuan dapat berlangsung lancar dan tanpa hambatan," jelas Ary. Pelindo Regional 1 bersama Pelindo Multi Terminal terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), operator kapal serta seluruh pemangku kepentingan terkait di lingkungan pelabuhan guna menjaga aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran arus logistik selama periode penanganan bencana.

Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif Pelabuhan Bima-Badas Sepanjang 2025 Nusantara
Nusantara
Selasa, 20 Januari 2026 | 16:06 WIB

Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif Pelabuhan Bima-Badas Sepanjang 2025

Bima, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatatkan kinerja positif pada operasional Pelabuhan Bima dan Pelabuhan Badas sepanjang periode tahun 2025. Capaian ini menunjukkan peran strategis Pelindo Multi Terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional, khususnya di kawasan Nusa Tenggara. Sepanjang 2025, total trafik barang nonpetikemas di Pelabuhan Bima dan Badas tercatat mencapai 1.087.771 ton, tumbuh 9,49 persen dibandingkan capaian tahun 2024. Secara rinci, di Pelabuhan Bima, trafik barang nonpetikemas tercatat sebesar 463.587 ton, dan capaian trafik arus penumpang sebanyak 127.692 orang. Sementara di Pelabuhan Badas, trafik barang nonpetikemas mencapai 624.184 ton, dan trafik penumpang mencapai 2.518 orang sepanjang tahun 2025. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Bima Badas, Rio Dwi Santoso menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat dengan para pemangku kepentingan, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan layanan operasional yang terus dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan operasional melalui transformasi pelabuhan secara berkelanjutan, digitalisasi proses bisnis, serta penguatan kolaborasi dengan mitra usaha. Kinerja positif di Bima dan Badas menjadi bukti nyata kontribusi Pelindo Multi Terminal dalam mendukung sistem logistik nasional yang andal,” ujarnya. Ke depan, terangnya, Pelindo Multi Terminal akan terus melangkah maju dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang sama untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat konektivitas maritim nasional.