Pemkab Muba

Sorotan terbaru dari Tag # Pemkab Muba

Pemkab Muba Teken MoU Kembangkan Energi Terbarukan dari Tongkol Sawit Sawit
Sawit
Senin, 08 September 2025 | 11:22 WIB

Pemkab Muba Teken MoU Kembangkan Energi Terbarukan dari Tongkol Sawit

Musi Banyuasin, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Musi Banyuasin atau Muba serius kembangkan energi terbarukan berbasis limbah sawit. Ini dibuktikan kolaborasi bersama Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Provinsi Sumatera Selatan untuk garap limbah sawit jadi bernilai. Kolaborasi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU digelar di Ruang Audiensi Bupati Muba, di pekan pertama September 2025 lalu. Bupati Muba, H M Toha Tohet SH, dan Ketua Umum Kadin Sumsel, H Affandi Udji, yang tandatangani MoU. Menurut Bupati Muba, Toha, kerja sama ini langkah strategis memanfaatkan limbah kelapa sawit agar memiliki nilai tambah. “Harapannya, potensi yang ada di Muba bisa digali lebih maksimal. Limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai bisa diolah menjadi produk berharga dan bernilai ekonomi,” ujar Toha, dilansir dari laman kroniktotabuan.com, Senin (8/9) siang. Pemkab Muba membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, kata Toha, termasuk Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD, guna mendorong terciptanya peluang usaha baru di daerah. “Kami sambut baik kerja sama ini dengan tangan terbuka. Semoga dapat saling menguntungkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyak potensi di Muba yang bisa kita garap bersama,” harapnya. Ketua Kadin Sumatera Selatan, H Affandi Udji mengutarakan, MoU ini sebagai momentum bersejarah bagi Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Muba. “Kita ukir sejarah. Untuk kali pertama di Sumatera Selatan, Muba berinisiatif membangun pabrik energi terbarukan berbasis tongkol sawit. Dari sisi investasi, kami siap. Jaminan pasokan bahan baku menjadi kunci penting, dan di sinilah peran BUMD akan sangat strategis,” ucapnya. Kerja sama ini bukan hanya soal pengolahan limbah, kupas Affandi, melainkan berdampak luas terhadap perekonomian daerah. “Kerja sama ini bakal meningkatkan APBD, memperkuat dunia usaha, dan mendorong UMKM. Selain itu, kita berharap dalam tiga tahun ke depan produksi dari pabrik ini sudah dapat diekspor,” terangnya. Ia menegaskan, keberadaan investasi energi terbarukan di Muba diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat, dan dunia usaha di Sumatera Selatan. Di kegiatan hadir mendampingi, yakni Asisten I Setda Muba, Ardiansyah SE MM, PhD CMA, Kepala DPMPTS Muba, Riki Junaidi SSTP MSi, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba, Daud Amri SH diwakili Kabid Komunikasi Publik, Kartiko Buwono SE MM, dan Direktur PT Petro Muba, Khadafi SE.

Patut Ditiru, Cara Pemkab Musi Banyuasin Bina Calon Pekebun Sawit Baru Sawit
Sawit
Jumat, 28 Juli 2023 | 19:45 WIB

Patut Ditiru, Cara Pemkab Musi Banyuasin Bina Calon Pekebun Sawit Baru

Sekayu, katakabar.com - Cara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) Provins Sumatera Selatan memberi perhatian khusus, dan melakukan pembianaan kepada calon pekebun dan kebun kelapa sawit baru patut ditiru. Perhatian dan pembinaan kepada calon pekebun dan kebun kelapa sawit baru dilakukan lewat pendanaan dan regulasi. "Kita siapkan dana untuk untuk calon pekebun. Dana digunakan untuk pembukaan lahan, bantuan bibit bersertifikasi, pendampingan, pengurusan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan untuk Budidaya (STDB), hingga jaminan pasar di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) dengan harga resmi yang ditetapkan pemerintah," kata Pj Bupati Muba, Apriyadi Mahmud dilansir dari laman elaeis.co, pada Jumat (28/7). Bantuan dana pembukaan lahan ujar Pj Bupati Muba, kebijakan Pemkab Muba untuk menghindari kebiasaan pekebun membuka lahan dengan cara membakar. "Perbup sedang disusun terus menyusul Perda Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) segera disahkan. Isi rancangan Perbup nanti diusulkan penghapusan retribusi bagi petani kategori miskin. Ini sekaligus menjawab kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar. Apalagi pemerintah melarang, solusinya harus yang baik, terangnya. Kepala Dinas Perkebunan Muba, Akhmad Toyibir menuturkan, mengenai permasalahan ini. Ada beberapa penyebab pembakaran masih dilakukan pekebun hingga saat ini. Salah satunya pekebun tidak melakukan koordinasi tentang rencana membuka lahan perkebunan dengan dinas terkait. "Masyarakat tidak mau melapor pembukaan lahan kebun, sebab merasa menanam di lahan sendiri, dan memakai uang sendiri," katanya rada kesal. Tidak hanya itu sambung Akhmad, ada pula pembakaran yang disebabkan ketidaktahuan mereka tentang tata kelola kebun yang baik. Jika berkoordinasi, pekebun bakal dibimbing dan dibantu mengenai pembukaan lahan, pemilihan jenis bibit hingga pendampingan selama musim tanam hingga panen. "Kita selalu tekankan ini kepada pekebun. Alhamdulillah, kini beberapa pekebun mulai sadar," ucapnya. Ditegaskannya, kami bakal mendampingi penerbitan STDB salah satu modal bagi pekebun saat menjual hasil panen maupun mengembangkan usaha. STDB memuat semua informasi mulai lokasi dan luas kebun, status lahan, jenis bibit, tahun tanam yang dibutuhkan pabrik atau perusahaan dalam penelusuran sumber bahan baku yang mereka peroleh. "Pekebun dijamin mendapatkan harga jual sesuai penetapan harga dinas. STDB dapat menjadi salah satu bukti administrasi legal untuk mendorong peningkatan mutu tanaman karena mencantumkan posisi lahan pekebun, kualitas benih hingga hasil panen," bebernya. Disbun tambahnya, siap fasilitasi dan menjembatani perjanjian antara pekebun dengan perusahaan lewat kerja sama kemitraan.