Pengeluaran

Sorotan terbaru dari Tag # Pengeluaran

Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran Penggunaan Harian Lifestyle
Lifestyle
Kamis, 16 Juli 2026 | 12:09 WIB

Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran Penggunaan Harian

Jakarta, katakabar.com - Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu faktor yang semakin diperhatikan masyarakat dalam memilih sepeda motor, terutama untuk mendukung mobilitas harian di kawasan perkotaan. Menjawab kebutuhan tersebut, Yamaha menghadirkan Grand Filano Hybrid yang mengusung mesin Blue Core Hybrid 125 cc dengan sejumlah teknologi untuk meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Berdasarkan hasil pengujian World Motorcycle Test Cycle (WMTC), Yamaha Grand Filano Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar mencapai 60,2 kilometer per liter. Angka tersebut menjadi salah satu keunggulan skutik premium tersebut dalam mendukung penggunaan sehari-hari. Mesin Blue Core Hybrid pada Grand Filano dilengkapi teknologi Electric Power Assist Start yang memberikan tambahan tenaga pada beberapa detik pertama saat akselerasi. Sistem ini membantu meringankan kerja mesin ketika motor mulai berjalan sehingga akselerasi terasa lebih halus sekaligus tetap efisien. Efisiensi bahan bakar juga didukung oleh fitur Stop & Start System (SSS) yang secara otomatis mematikan mesin ketika motor berhenti selama beberapa detik, misalnya saat lampu lalu lintas menyala merah. Mesin akan kembali aktif saat pengendara memutar tuas gas sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan, terutama pada kondisi lalu lintas perkotaan yang padat. Selain itu, sistem Fuel Injection membantu mengatur suplai bahan bakar secara lebih presisi. Teknologi Blue Core yang diterapkan Yamaha juga dirancang untuk mengurangi gesekan di dalam mesin sehingga performa tetap optimal dengan konsumsi BBM yang efisien. Meski demikian, konsumsi bahan bakar aktual dapat berbeda pada setiap pengguna, bergantung pada gaya berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, hingga perawatan mesin. Dari sisi desain, Grand Filano memiliki bobot sekitar 100 kilogram yang turut mendukung efisiensi karena mesin tidak bekerja terlalu berat dalam penggunaan harian. Motor ini juga dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 4,4 liter yang memungkinkan pengendara menempuh jarak lebih jauh dalam sekali pengisian. Tak hanya mengedepankan efisiensi, Grand Filano juga dilengkapi berbagai fitur penunjang kenyamanan, seperti Smart Front Refuel yang memungkinkan pengisian bahan bakar tanpa membuka jok, bagasi berkapasitas 27 liter, Smart Key System (keyless), panel instrumen digital dengan TFT Sub Display, serta konektivitas Y-Connect yang memungkinkan pengguna memantau informasi kendaraan melalui telepon pintar. Yamaha sendiri telah menghadirkan beberapa model skutik berteknologi hybrid di Indonesia, yakni Grand Filano Hybrid, Fazzio Hybrid, dan Gear Ultima Hybrid. Ketiga model tersebut mengusung teknologi Blue Core Hybrid yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar tanpa mengurangi kenyamanan berkendara. Dengan kombinasi teknologi hybrid, fitur efisiensi, dan kelengkapan fitur modern, Grand Filano Hybrid menjadi salah satu pilihan di segmen skutik premium bagi konsumen yang mengutamakan konsumsi bahan bakar hemat untuk menunjang mobilitas harian.

Kebiasaan Belanja Bikin Pengeluaran Membengkak Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:03 WIB

Kebiasaan Belanja Bikin Pengeluaran Membengkak

Jakarta, katakabar.com - Belanja bulanan sering terasa aman karena sudah masuk agenda rutin. Ada daftar kebutuhan, ada anggaran, lalu selesai. Kenyataannya, banyak pengeluaran membengkak justru lahir dari momen ini. Bukan karena satu pembelian besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang terus berulang dan jarang disadari. Saat harga kebutuhan naik dan pemasukan tidak selalu ikut menyesuaikan, kebiasaan belanja bulanan perlu dilihat dengan lebih jujur. Bagaimana caranya? 1. Terlalu percaya pada daftar belanja Membuat daftar belanja adalah kebiasaan baik. Masalahnya muncul saat daftar itu tidak pernah dievaluasi. Banyak item masuk daftar karena sudah ada sejak bulan sebelumnya, bukan karena masih benar benar dibutuhkan. Contohnya produk rumah tangga yang masih tersisa tapi tetap dibeli lagi karena merasa lebih aman stok penuh. Akibatnya, uang keluar lebih cepat sementara barang menumpuk di rumah. Daftar belanja seharusnya dinamis dan disesuaikan dengan kondisi nyata, bukan sekadar formalitas sebelum ke supermarket. 2. Efek psikologis promo dan diskon Promo sering terlihat seperti peluang menghemat. Padahal, tidak semua diskon berarti pengeluaran jadi lebih efisien. Banyak orang membeli barang yang sebenarnya tidak masuk kebutuhan bulanan hanya karena label potongan harga. Dalam jangka pendek terasa menyenangkan. Dalam jangka panjang, total belanja justru naik. Uang yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain habis untuk barang yang jarang terpakai. Menghadapi promo perlu logika sederhana. Tanya pada diri sendiri apakah barang ini akan dibeli jika tidak sedang diskon. 3. Belanja sekalian agar tidak bolak balik Alasan ini terdengar masuk akal. Sekalian belanja banyak supaya tidak repot keluar rumah lagi. Sayangnya, strategi ini sering membuka pintu pengeluaran tambahan. Saat troli sudah penuh, batas antara kebutuhan dan keinginan jadi kabur. Barang camilan ekstra, minuman tambahan, atau produk impulsif sering ikut masuk tanpa perencanaan. Belanja lebih sering dengan skala kecil justru bisa membantu menjaga kontrol, karena keputusan dibuat lebih sadar dan sesuai kebutuhan saat itu. 4. Tidak membagi anggaran berdasarkan kategori Belanja bulanan sering digabung jadi satu angka besar. Padahal, tanpa pembagian kategori, sulit melihat bagian mana yang paling banyak menyedot dana. Pengeluaran dapur, kebutuhan anak, kebersihan rumah, dan kebutuhan pribadi seharusnya punya batas masing masing. Dengan pembagian ini, kamu bisa langsung tahu area mana yang perlu disesuaikan saat total belanja mulai naik. Kejelasan kategori membuat keputusan lebih tenang dan terukur. 5. Mengabaikan pengeluaran kecil yang konsisten Satu item tambahan seharga belasan ribu terasa sepele. Namun jika itu terjadi setiap minggu, dampaknya terasa di akhir bulan. Pengeluaran kecil yang konsisten sering luput dari perhatian karena tidak terasa berat di awal. Kebiasaan ini paling sering muncul di belanja bulanan karena banyak item kecil terlihat tidak signifikan. Padahal, akumulasinya cukup besar untuk mengganggu keseimbangan keuangan rumah tangga. Saat Kebutuhan Mendesak Datang di Luar Rencana Meski sudah lebih rapi mengatur belanja, ada kondisi tertentu yang datang tiba tiba. Peralatan rumah rusak, biaya pendidikan tambahan, atau kebutuhan keluarga yang tidak bisa ditunda. Situasi seperti ini sering membuat anggaran yang sudah disusun rapi bergeser dari rencana awal. Dalam kondisi seperti ini, pinjaman cepat cair bisa dipertimbangkan sebagai opsi. Terutama ketika dana cadangan belum cukup, sementara kebutuhan harus segera ditangani. Kuncinya tetap sama, digunakan secara bijak dengan perhitungan yang matang. Salah satu opsi pinjaman cepat cair yang tersedia saat ini adalah pinjaman di neobank dari Bank Neo Commerce. Sebagai pinjaman cepat cair, proses pencairan dilakukan mengikuti alur persetujuan dan ketentuan yang berlaku. Neo Pinjam, layanan pinjaman online di neobank dengan beberapa kelebihan utama, antara lain: - Limit pinjaman hingga Rp100.000.000 - Pilihan tenor hingga 24 bulan - Bunga mulai dari 0,06% per hari sesuai hasil evaluasi kredit Selain itu, pinjaman online cepat cair ini juga bebas biaya admin saat pencairan sesuai ketentuan yang berlaku pada saat pengajuan. Meski prosesnya lebih mudah, setiap pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah. Pinjaman tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing dan direncanakan dengan matang. Jika ingin mempelajari opsi pinjaman yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.