Riau
Sabtu, 26 Agustus 2023 | 10:52 WIB
Selat Panjang, katakabar.com - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKLH) Kabupaten Kepulauan Meranti masuk sekolah, sosialisasi Gerakan Pengurangan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (GPS 3R) bagi sekolah se Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Jumat (25/8).
Kegiatan ini kali ke dua dilakukan DPKLH Kabupaten Kepulauan Meranti edukasi siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Jalan Siak Selat Panjang.
Kepala Sekolah SMPN 3, Hastuti diteruskan guru bidang study PKN, Surya Ningsih SH mengatakan, program ini masuk dalam kurikulum merdeka. Makanya melibatkan siswa siswi kelas 7 dan 8 untuk mendidik anak-anak sejak dini, bagaimana agar terbiasa atasi masalah sampah.
Kegiatan edukasi kali ini temanya, "Gaya Hidup Berkelanjutan" dengan topik "Sampahku karyaku". Tujuannya agar siswa-siswi berpartisipasi menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, ujarnya.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pingkungan Hidup Kabupaten Kepualuan Meranti, Saipul Bakhri ST lewat Kepala Bidang lingkungan Hidup, Dewi menjelaskan, edukasi tentang sampah ini sangat baik dilakukan sejak dini khusus kepada pelajar.
Kata Dewi, penghasil sampah plastik dari sekolah, seperti jajan-jajanan anak-anak, dan umumnya pembungkus jajanan anak-anak tersebut terbuat dari plastik.
"Untuk itu, melalui edukasi ini mari ciptakan siswa-siswa sadar sampah. Kita lakukan edukasi, dan terapkan Geraman Pengurangan Sampah Ruduce, Reuse, dan Recycle (GPS 3R) di sekolah-sekolah," imbau Dewi.
Poin utama sosialisasi ini diharapkan edukasi membiasakan para siswa bawa bekal dari rumah. Cara ini dinilai pas lantaran secara otomatis sampah plastik berkurang.
"Kalau anak-anak sudah kenyang jajan berkurang otomatis bungkus jajanan dari plastik berkurang," ulasnya.
Menurut Dewi, untuk mengarahkan mereka tidak mengambil jajan yang berlebihan disebabkan jajanan atau makanan tidak dihabiskan menghasilkan gas metana. Di mana gas metana ini bisa menyebabkan pemanasan global, seperti efek rumah kaca
Lantaran itu pilah-pilah sampah perlu dukungan dari pihak sekolah dengan menyediakan tong sampah dua jenis agar sampah sampai terpisah antara organik anorganik
"Menyediakan bank sampah mesti disesuaikan dengan skalanya," jelasnya
Giat ini sambung Dewi, program sekolah. Edukasi sampah di SMPN 3 ini sekolah yang gelar, kita yang bimbing. Begitu pun MTs Negeri kali pertama diberikan edukasi.
Saat sosialisasi di MTS Negeri, guru dan siswa berkunjung ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA). Saat di TPA anak-anak merasakan aroma sampah dan dapat penerangan dan penjelasan dari DPKLH Kepulauan Meranti tentang sampah, serta dilanjutkan penanam bibit pohon pinang di lokasi.