Perhatian
Sorotan terbaru dari Tag # Perhatian
Emas Pulih Setelah Koreksi, Target 4.822 Jadi Perhatian Pasar
Jakarta, katakabar.com - Harga emas dunia pada perdagangan Rabu (22/4) diprediksi kembali bergerak menguat setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya. Kondisi ini dinilai sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar, di mana fase koreksi terjadi sebelum harga melanjutkan tren utamanya. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, melihat bahwa pergerakan XAU/USD masih berada dalam tren naik yang cukup kuat, meskipun sempat mengalami penurunan jangka pendek. Secara teknikal, harga emas sebelumnya turun dan menyentuh area support di kisaran 4.666. Penurunan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari proses koreksi setelah harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dalam analisis pasar, kondisi seperti ini sering disebut sebagai secondary trend, yaitu fase penyesuaian sebelum tren utama kembali berlanjut. Menariknya, setelah menyentuh area tersebut, harga emas tidak melanjutkan penurunan lebih dalam, melainkan mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda, sementara minat beli kembali muncul. Pergerakan seperti ini sering kali menjadi sinyal awal bahwa pasar masih memiliki kecenderungan naik. Geraldo Kofit menjelaskan bahwa selama harga tidak menembus level support penting di area 4.607, maka tren bullish masih dapat dikatakan aman. Level tersebut menjadi batas penting yang harus dijaga untuk mempertahankan arah kenaikan. Selama harga tetap berada di atas area tersebut, peluang untuk melanjutkan tren naik masih terbuka lebar. Pada proyeksi jangka pendek, harga emas diperkirakan memiliki peluang untuk bergerak naik menuju resistance terdekat di level 4.822. Area ini menjadi target yang cukup penting karena akan menentukan apakah momentum kenaikan masih cukup kuat untuk berlanjut ke level yang lebih tinggi. Jika harga mampu menembus resistance tersebut, maka peluang kenaikan lanjutan akan semakin terbuka. Namun, jika gagal menembus, harga berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya. Dari sisi fundamental, penguatan harga emas juga didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian global yang masih tinggi, mulai dari kondisi geopolitik hingga kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, membuat investor tetap menjadikan emas sebagai pilihan untuk melindungi nilai aset. Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat turut memberikan pengaruh positif. Pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, bahkan membuka peluang untuk pelonggaran kebijakan dalam jangka menengah. Kondisi ini membuat emas semakin menarik bagi investor. Di sisi lain, pelemahan dolar AS juga menjadi faktor yang mendukung kenaikan harga emas. Dengan hubungan yang berlawanan arah antara dolar dan emas, penurunan nilai dolar cenderung memberikan ruang bagi harga emas untuk menguat. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turut memperkuat daya tarik emas. Ketika yield menurun, investor cenderung kembali melirik emas karena biaya peluang untuk memegang aset ini menjadi lebih rendah. Koreksi yang terjadi sebelumnya juga dinilai sebagai aksi ambil untung yang wajar setelah harga mengalami kenaikan signifikan. Selama tidak ada perubahan besar dalam kondisi fundamental, koreksi seperti ini biasanya tidak berlangsung lama dan justru menjadi bagian dari pergerakan tren yang sehat. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa tren utama harga emas masih tetap bullish. Dengan dukungan faktor teknikal dan fundamental yang sejalan, peluang kenaikan menuju level 4.822 masih terbuka, selama harga mampu bertahan di atas area support kunci. Pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati pergerakan harga dan perkembangan sentimen global. Dalam kondisi pasar yang dinamis, memahami level penting dan arah tren menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang lebih tepat.
Sebut Presiden Punya Perhatian Besar di Perkeretaapian, Seskab Usul KAI Perbarui Gambir
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah menegaskan perhatian besar Presiden terhadap penguatan perkeretaapian nasional sebagai tulang punggung transportasi publik, termasuk pengembangan stasiun sebagai simpul utama mobilitas di kawasan pusat kota. Perhatian tersebut tercermin dari pernyataan Sekretaris Kabinet kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melanjutkan pengembangan dan penataan Stasiun Gambir agar semakin selaras dengan dinamika mobilitas perkotaan Jakarta. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan penguatan perkeretaapian nasional menjadi salah satu fokus Presiden dalam memastikan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang melibatkan puluhan juta pergerakan nasional. “Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy. Menurutnya, momentum kebijakan dan perhatian Presiden terhadap perkeretaapian nasional saat ini menjadi kesempatan strategis untuk membawa pengembangan Stasiun Gambir ke tahap yang lebih maju, tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan yang representatif. “Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” lanjutnya kepada Dirut KAI. Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta. “Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” kata Bobby. Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagai hub transportasi terpadu yang menghubungkan Kereta Api Jarak Jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, serta layanan bus secara seamless. Penataan kawasan juga mencakup integrasi stasiun dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional. Penataan tata ruang luar gedung kawasan dirancang dengan menghadirkan elemen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop guna menciptakan lingkungan yang lebih teduh, humanis, dan nyaman di tengah kawasan pusat kota. Di masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Stasiun Gambir mencatat volume layanan yang tinggi. Hingga Selasa, 23 Desember 2025 pukul 16.00 WIB, Stasiun Gambir tercatat akan melayani 156.002 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh untuk keberangkatan dan 147.071 pelanggan untuk kedatangan. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung. Data tersebut menegaskan peran strategis Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas nasional sekaligus memperkuat urgensi pengembangan lanjutan kawasan stasiun sesuai dengan arahan pemerintah. “KAI akan melaksanakan arahan pemerintah tersebut secara bertahap dengan fokus pada penguatan fungsi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi utama yang terintegrasi dengan sistem mobilitas dan tata ruang perkotaan Jakarta,” sebutnya.
Ups, Soal Tenaga Kerja dan Pendataan Lahan Sawit Fokus Perhatian Polri
Jakarta, katakabar.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Desk Ketenagakerjaan Polri guna membereskan berbagai permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia. Launching Desk Ketenagakerjaan dirangkai dengan Pembukaan Lakatpuan penyidik dan penyidik pembantu tentang penyidikan Tindak Pidana Ketenagakerjaan Polri Tahun 2025. Di acara launching Desk Ketenagakerjaan tersebut, hadir Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli PhD, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuene SE, Wamen Ketenagakerjaan, Afriansyahnoor MSi, dan Penasehat Kapolri Bidnaker, Andi Gani Nena Wea MH. Kapolri mengatakan, Desk Ketenagakerjaan diharapkan dapat menjadi solusi atas sengketa antara perusahaan dan tenaga kerja melalui tahapan yang jelas, mulai dari pelaporan, mediasi, hingga penegakan hukum jika diperlukan. “Kehadiran Desk ketenagakerjaan Polri sebagai upaya untuk mewujudkan jalinan hubungan industrial yang lebih baik, yang saling melengkapi, serta menciptakan keseimbangan antara buruh dan perusahaan sebagai modal menyambut bonus demografi guna menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya, dilansir dari laman EMG, paparnya dalam rilis Humas Polri, Senin (27/1). Menurutnya, isu ketenagakerjaan di Indonesia tidak lepas dari tingkat penggangguran yang masih tinggi, diskriminasi, dan upah tidak layak. “Hal ini menjadi tantangan di bidang ketenagakerjaan yang harus diselesaikan bersama antara Polri dan Kementrian Ketenagakerjaan,” terangnya. Dalam membela hak tenaga kerja, jelasnya, Polri berperan melalui pengawalan dan pengamanan kegiatan penyampaian pendapat, pendampingan penyelesaian sengketa, pengawasan pekerja migran, dan penegakan hukum di bidang ketenagakerjaan. “Kolaborasi Polri dengan serikat pekerja adalah kunci utama guna menjamin perlindungan terhadap hak tenaga kerja,” sebutnya.
Warga Bilang Perusahaan Sawit Ini Kurang Perhatian ke Masyarakat
Siak, katakabar.com - PT Teguhkarsa Wanalestari (TKWL) perusahaan bergerak di sektor kelapa sawit, beroperasi di wilayah dua kecamatan. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dibangun di wilayah Kampung Buantan Besar Kecamatan Siak, dan perkebunan kelapa sawit sebagian besar di wilayah Kecamatan Bungaraya. PKS berdiri radiusnya hanya sekitar tiga kilometer dari kawasan padat pemukiman penduduk. Tapi, perusahaan kelapa sawit ini kurang memperhatikan aspek sosial masyarakat sekitar. Di akhir tahun 2023 lalu misalnya, PT TKWL cuma gelontorkan Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp1,5 juta untuk kegiatan keagamaan. Untuk mendapatkan anggaran mesti proses mesti melalui pengajuan proposal ke perusahaan lebih dulu. Manager PT TKWL diteruskan Hubungan Masyarakat (Humas) PKS, Ardani menjelaskan, di akhir tahun 2023 lalu pihaknya sudah mengeluarkan program CSR kepads dua gereja. “CSR ini sesuai proposal yang masuk, kita serahkan kepada panitia dari pengurus-pengurus gereja, untuk kegiatan akhir tahun masing-masing Rp1 juta dan Rp500 ribu,” ujar Ardani lima hari lalu, dilansir dari laman publiknews.com, pada Senin (8/1). Penghulu Jayapura, Nurhadi Budiono mengatakan, PT TKWL minim perhatian kepada masyarakt sekitar. Misalnya, perusahaan kurang peduli kepada warga terdampak musibah banjir. Padahal, Kampung Jayapura bersentuhan langsung dengan aroma diduga limbah perusahaan setiap hari. “PT TKWL minim perhatian kepada masyarakat sekitar. Saat banjir Desember 2023 lalu sumbangsih dari mereka tidak ada, kami hanya dapat aroma limbahnya saja setiap hari,” ucap Nurhadi Budiono, Senin. Penghulu Kampung Tuah Indrapura, Sodikin mengaminkan rekan sejawatnya. Selama musibah banjir melanda pihaknya belum pernah menerima bantuan untuk warganya. “Warga kami dua kali terkena dampak musibah banjir, belum ada kami terima bantuan dari PT TKWL. Katanya ada CSR, terus kemana larinya,” ulas Sodikin. Pihaknya, cerita Sodikin, sudah mengajukan permohonan bantuan bagi warganya yang terdampak banjir. Tapi, hingga kini belum ada kabar dari perusahaan. “Kami sudah mengajukan permohonan bantuan korban banjir ke PT TKWL, tapi hingga saat ini belum ada kabar,” tegas Sodikin lagi. Penghulu Buantan Lestari, Agus M Yasin mengaku selama ini sumbangsih PT TKWL hanya ala kadar saja, dan tidak tahu berapa ketentuan CSR yang disalurkan untuk masyarakat. “Ada mereka bantu untuk Kampung Buantan Lestari, tapi ala kadarnya. Berapa ketentuan CSR yang wajib diberikan ke masyarakat berada di ring satu operasional perusahaan?" tanya Agus M Yasin. Ditambahkannya, Kampung Buantan Lestari wilayahnya paling dekat dengan operasional perusahaan. Selain aroma limbah, kendaraan pengangkut TBS kelapa sawit melintas di kawasan kampung. “Kampung kami paling dekat dengan perusahaan. Aroma limbah setiap hari kami hirup, apalagi jalan di sini jadi akses masyarakat untuk menjual Tandan Buah Segar (TBS) Sawit ke mereka. Kalau jalan kami rusak, apa mereka mau perbaiki,” timpalnya.
Turun Naik Harga Kelapa Sawit di Riau Mesti Jadi Perhatian Serius
Pekanbaru, katakabar.com - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Provinsi Riau optimis pemerintah pusat dan daerah tidak tinggal diam mengenai pergerakan harga kelapa sawit yang sangat fluktuatif atau perubahan harga khusus yang disebabkanmekanisme pasar. Tapi, turun naik harga kelapa sawit di Riau mesti jadi perhatian serius dan penting. Meski pemerintah pusat telah menyusun kerangka proyeksi harga kelapa sawit pada 2023 ini. Masalahnya kondisi di lapangan bisa saja berubah. Artinya, proyeksi terhadap harga kelapa sawit tak 100 persen akurat. Beberapa faktor yang bisa memengaruhi turun naik harga sawit, yakni, permintaan pasar global, perubahan kondisi iklim, hingga kebijakan sektor perdagangan bisa pengaruhi pergerakan harga kelapa sawit di daerah. “Memang turun naik atau fluktuasi harga sawit disebabkan berbagai faktor, dan kami memahami kondisi itu,” ujar Kepala Kanwil DJP, Riau Ahmad Djamhari di Pekanbaru, dilansir dari laman website resmi Pemprov Riau, pada Minggu (22/7). Menurutnya, fluktuasi harga sawit sejauh ini tidak begitu signifikan berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah. Apalagi sejauh ini terus menunjukkan pertumbuhan positif. Tercatat, sepanjang semester pertama tahun 2023, kontribusi wajib pajak di sektor kelapa sawit di Riau mencapai 42,7 persen dari total penerimaan pajak Riau. Sedang dari sisi PPh, wajib pajak sawit memberi andil sebesar 40 persen dari total kontribusi. Sehingga sawit jadi sektor penyokong terbesar dalam pendapatan pajak di Provinsi Riau. Data ini cerita Ahmad, menunjukkan kelapa sawit jadi komoditas terpenting bagi Riau terutama sektor penerimaan pajak. “Kini, penerimaan pajak secara total mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,93 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya,” jelasnya. Kata Ahmad, di sektor kelapa sawit di Riau setidaknya mencakup dua hal di luar perkebunan, yakni perdagangan dan pengolahan. Sektor perdagangan kelapa sawit menjadi hal terpenting dalam menyumbang pajak daerah. Terlebih, Riau salah satu provinsi dengan produksi sawit terbesar. “Artinya fluktuasi harga tentu sangat berpengaruh,” bebernya. Kendati begitu, kita optimis pemerintah pusat dan daerah terus melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan penerimaan pajak di sektor ini, tujuannya demi menjaga stabilitas perekonomian daerah, tandasnya.