Dominasi Anak Usaha Pertamina dan Eksistensi Perusahaan Lokal di Riau Opini
Opini
Selasa, 28 Juli 2026 | 07:37 WIB

Dominasi Anak Usaha Pertamina dan Eksistensi Perusahaan Lokal di Riau

Oleh: Agus Salim katakabar.com - Awalnya dengan adanya pergantian operator atau alih kelola  ladang minyak di Riau khususnya yang berada di Duri, Minas dan Bekasap dari  PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI) kepada PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang nota bene anak kandung dari PT Pertamina (Persero) resmi terjadi pada 9 Agustus 2021, menandai berakhirnya masa kelola Chevron selama 97 tahun. Proses transisi ini mencakup alih status pekerja, penyesuaian sistem operasional, serta keberlanjutan program pengeboran sumur migas Momentum ini bagi penguusaha lokal ini seakan menjadi sebuah harapan baru akan bangkitnya eksistensi penguasa lokal untuk bisa berpartisipasi, dan berkembang bersama. Tetapi, sayangnya itu sebuah ironi dan hanya menjadi sebuah angan angan yang jauh dari kenyataan. Karena sebagian besar pekerjaan diberikan kepada anak cucu perusahaan Pertamina, dan sebagian lagi diberikan kepada perusahaan luar daerah, yang keberadaan mereka tidak ada menjadi nilai tambah bagi pengusaha lokal daerah. Hal ini lantaran tidak adanya aturan yang mengikat untuk membangun pola kemitraan dengan Pengusaha lokal, tentunya ini sangat merugikan dan juga semakin membuat pengusaha lokal menjadi terpuruk. Di sini kami sebagai yang mewakili suara hati pengusaha lokal berharap kepada pemerintah khususnya kepada Presiden RI, H Prabowo Subianto atau melalui kementerian terkait khususnya kementerian ESDM untuk bisa meninjau ulang pola kontrak kerja yang berlaku di Pertamina dan khususnya di PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR), terutama untuk pemberdayaan, dan kemitraan dengan pengusaha, serta tenaga kerja lokal yang menggantungkan hidupnya menjadi support pekerjaan yang ada di daerah operasional PT. PHR. Sebagai sesama anak bangsa, kita mendukung adanya warcana Presiden RI, H Prabowo Subianto untuk merampingkan perusahaan-perusahaan plat merah nota bene anak cucu Pertamina. Sebab, dengan adanya wacana Presiden RI tersebut bisa menjadi angin segar bagi perusahaan perusahan lokal untuk menjadi bagian mitra bisnis PHR ke depan.

Upaya Perusahaan Tambang Bangun Prestasi Atlet Indonesia, Ini Faktanya Olahraga
Olahraga
Minggu, 26 Juli 2026 | 16:05 WIB

Upaya Perusahaan Tambang Bangun Prestasi Atlet Indonesia, Ini Faktanya

Jakarta, katakabar.com - Sembilan medali emas, lima perak, dan enam perunggu yang diraih atletik Indonesia di SEA Games Thailand 2025 menjadi bukti prestasi olahraga dibangun melalui proses panjang yang jarang terlihat di podium. Di balik setiap pencapaian, terdapat latihan yang konsisten, pembinaan yang berkelanjutan, serta dukungan dari berbagai pihak yang bersama-sama menciptakan ruang bagi atlet muda untuk berkembang. Keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Dibutuhkan ekosistem yang mampu menjaga kesinambungan pembinaan, mulai dari pencarian bibit atlet, pengembangan kemampuan, hingga pendampingan agar para atlet dapat terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu kolaborasi yang mendukung upaya tersebut dijalankan oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID sejak 2023. Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, talenta muda dari berbagai daerah mendapatkan kesempatan untuk berlatih bersama pelatih nasional, mengikuti berbagai kompetisi, serta terus mengembangkan potensinya. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 4.000 atlet melalui 13 kejuaraan daerah. Pembinaan juga diberikan kepada atlet dan pelatih secara langsung serta didukung melalui penyelenggaraan berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional yang menjadi wadah pengembangan prestasi. Pelatih lari PB PASI, Fitri Haryadi, menilai keberlanjutan pembinaan menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan prestasi atletik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, dukungan terhadap program pembinaan dan fasilitas latihan semakin baik dan telah membantu menciptakan lingkungan kondusif yang memungkinkan atlet berkembang secara optimal. “Dukungan MIND ID menjadi salah satu peran penting untuk kemajuan atletik Indonesia. Salah satu contohnya adalah keberadaan pusat pelatihan Pelatnas di Pangalengan, Jawa Barat,” ujar Fitri saat dihubungi, Minggu (19/7) lalu. Kata Fitri, dampak dari pembinaan tersebut mulai terlihat dari meningkatnya prestasi atlet Indonesia di berbagai ajang internasional. Pada SEA Games Thailand 2025, cabang atletik berhasil menjadi salah satu penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Indonesia dengan torehan sembilan medali emas. “Prestasi tersebut menunjukkan  pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan atlet-atlet yang kompetitif di level internasional,” jelasnya. Lebih jauh, hasil pembinaan juga mulai terlihat pada proses regenerasi atlet nasional. Seusai Kejuaraan Nasional Atletik Kelompok Umur U16 hingga U20 2026, tiga atlet Indonesia berhasil lolos kualifikasi Kejuaraan Dunia U20 di Oregon, Amerika Serikat, yang akan berlangsung pada Agustus 2026. Bagi PB PASI, capaian tersebut menjadi indikator penting bahwa pembinaan tidak hanya menghasilkan prestasi jangka pendek, tetapi juga menyiapkan generasi atlet berikutnya yang mampu menjaga daya saing Indonesia di panggung internasional. “Ini menunjukkan pembinaan atlet tidak hanya fokus pada atlet senior, tetapi juga memastikan munculnya generasi baru atlet Indonesia yang siap bersaing di level dunia,” terang Fitri. Ia berharap kolaborasi berbagai pihak dalam pembinaan olahraga nasional dapat terus berlanjut sehingga para atlet Indonesia memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai ajang internasional, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade Los Angeles 2028. Sejalan dengan komitmennya dalam pembangunan genersi emas Indonesia, dukungan pada program pembinaan olahraga merupakan bagian kontribusi nyata investasi sosial jangka panjang. Dari lintasan lari hingga panggung dunia, perjalanan para atlet mencetak prestasi tersebut menjadi bukti Generasi Emas Indonesia dapat berkembang melalui kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang diberikan secara berkelanjutan.

Mengapa e Signature Jadi Kunci Efisiensi Operasional di Berbagai Perusahaan Tekno
Tekno
Minggu, 26 Juli 2026 | 11:11 WIB

Mengapa e Signature Jadi Kunci Efisiensi Operasional di Berbagai Perusahaan

Jakarta, katakabar.com - e Signature membantu perusahaan percepat proses administrasi dengan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik dan tanda tangan manual. Selain memangkas waktu penyelesaian dokumen dari hitungan hari menjadi menit, penggunaan tanda tangan elektronik juga meningkatkan efisiensi operasional sehingga perusahaan dapat bekerja lebih cepat, hemat biaya, dan lebih kompetitif di era digital. Penyelesaian dokumen fisik seringkali menyita waktu staf administrasi. Proses tanda tangan manual membuat kerja tim jadi lebih lambat. Dokumen menumpuk hanya karena menunggu satu tanda tangan direktur. Situasi ini membuat proses administrasi terasa lebih lambat dari seharusnya. Keterlambatan semacam ini dapat memengaruhi efisiensi operasional dan berpotensi menambah biaya administrasi perusahaan. Data industri menunjukkan penggunaan tanda tangan elektronik di Indonesia melonjak hingga 250 persen di awal 2026. Proses yang sebelumnya dapat memakan waktu berhari hari hingga berminggu minggu kini berpotensi diselesaikan jauh lebih cepat melalui tanda tangan elektronik. Perusahaan yang mengadopsi proses digital juga memiliki peluang untuk meningkatkan efisiensi dibandingkan proses manual. Lantaran itu, e Signature jadi kunci utama efisiensi operasional yang dicari banyak perusahaan. Di sinilah e signature tersertifikasi dari ezSign berperan penting. Artikel ini akan mengulas bagaimana teknologi ini mengubah cara kerja perusahaan. Banyak pemimpin bisnis mulai menyadari pentingnya beralih ke sistem digital ini. Ongkos Tersembunyi dari Proses Tanda Tangan Manual di Kantor Biaya dari proses manual sering tidak disadari karena tersebar di banyak pos anggaran. Mulai dari kertas, tinta, ongkos kirim, hingga jam kerja staf yang tersita. Data ini menunjukkan e Signature jadi kunci penghematan waktu yang nyata bagi bisnis. Tanpa disadari, pos-pos kecil ini menumpuk jadi beban operasional yang cukup besar. Berapa Banyak Jam Kerja yang Hilang Setiap Bulan Setiap tahap proses manual menyimpan potensi pemborosan waktu tersendiri. Berikut beberapa titik yang paling sering menyita waktu staf: • Menunggu dokumen dicetak, diantar, dan ditandatangani secara bergiliran • Melacak berkas yang tertunda karena penanda tangan sedang di luar kota • Menyusun ulang data secara manual saat terjadi kesalahan pencatatan Akumulasi waktu ini, jika dihitung setahun, jumlahnya bisa cukup besar. Padahal jam kerja itu bisa dialihkan untuk pekerjaan yang lebih strategis. e Signature Jadi Kunci Percepatan Alur Kerja dan Persetujuan Jarak Jauh Pada sistem konvensional, proses pengesahan dokumen sering memerlukan penanganan secara manual sehingga dapat memperlambat proses bisnis. Dengan sistem digital, persetujuan dapat dilakukan secara elektronik dari berbagai lokasi. Implementasi Tanda Tangan Digital membantu mempercepat proses approval lintas divisi. Persetujuan Lintas Divisi Tanpa Menunggu Kehadiran Fisik Manajer dapat menyetujui kontrak secara elektronik meski berada di luar kota. Fleksibilitas ini membantu mendukung efisiensi pengelolaan waktu, sementara proses administrasi dapat berjalan lebih lancar. Produktivitas Karyawan Ikut Meningkat Signifikan Karyawan tidak perlu lagi mondar-mandir mengantarkan tumpukan dokumen ke ruangan lain. Waktu yang tersisa bisa dipakai untuk pekerjaan yang lebih strategis. Menghitung Penghematan Biaya dari Sistem Nirkertas Penggunaan dokumen fisik memerlukan biaya untuk pencetakan, pengiriman, dan penyimpanan arsip. Dengan beralih ke dokumen digital, perusahaan berpotensi mengurangi sebagian biaya tersebut sehingga anggaran dapat dialokasikan untuk kebutuhan bisnis lainnya. Simulasi Biaya Cetak, Pengiriman, dan Penyimpanan Dokumen Fisik Perbandingan antara pengelolaan dokumen manual dan tanda tangan elektronik menunjukkan perbedaan dari sisi waktu, biaya, dan kemudahan akses. Proses manual umumnya melibatkan pencetakan, pengiriman, dan penandatanganan fisik, sedangkan dengan ezSign dokumen dapat diproses secara digital sehingga membantu mempercepat penyelesaiannya. Dari sisi biaya, dokumen fisik memerlukan pengeluaran untuk kertas, tinta, pencetakan, penyimpanan arsip, dan pengiriman. Penggunaan ezSign dapat membantu mengurangi sebagian biaya tersebut karena dokumen dikelola secara digital. Selain itu, dokumen juga dapat diakses secara elektronik sesuai hak akses yang diberikan. Dalam jangka panjang, digitalisasi dokumen berpotensi meningkatkan efisiensi operasional dan membantu perusahaan mengoptimalkan pengelolaan biaya administrasi. ezSign Mendukung Adaptasi Perusahaan di Berbagai Skala Bisnis Penerapan transformasi digital dapat disesuaikan dengan proses bisnis yang sudah berjalan. Platform ezSign dirancang ramah pengguna sehingga karyawan bisa terbiasa memakainya. Seluruh dokumen tersimpan di sistem cloud yang terenkripsi. Bagi perusahaan yang baru mulai, migrasi ke Tanda Tangan Digital bisa dilakukan bertahap. Integrasi Sistem yang Tidak Merepotkan Tim IT Transformasi ke sistem digital tidak harus melibatkan proyek IT yang rumit. Platform ezSign bisa langsung dipakai tanpa instalasi server tambahan di kantor. Tim ezSign turut mendampingi proses adaptasi sejak awal implementasi. Dukungan ini membuat perusahaan lebih percaya diri saat beralih dari cara manual. Pada akhirnya, efisiensi operasional tidak hanya berkaitan dengan kecepatan proses, tetapi juga pengelolaan dokumen yang lebih efektif. ezSign hadir sebagai solusi tanda tangan elektronik yang membantu mendukung kebutuhan digitalisasi dokumen perusahaan. Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Seputar e Signature untuk Bisnis Berikut jawaban singkat tentang alasan e Signature jadi kunci efisiensi operasional perusahaan. 1. Apakah tanda tangan elektronik ezSign bisa dipakai lintas divisi dan cabang? Ya, ezSign dapat digunakan untuk proses persetujuan dokumen lintas divisi dan cabang secara elektronik. 2. Berapa lama proses tanda tangan online biasanya selesai? Umumnya hanya membutuhkan waktu beberapa menit, lebih cepat dari cara manual. 3. Apakah dokumen yang disimpan di ezSign aman dari kebocoran? ezSign menerapkan standar keamanan dalam pengelolaan dokumen digital, termasuk penggunaan enkripsi untuk membantu melindungi data dari akses yang tidak berwenang.

Jadi Provider WhatsApp API Termurah, Api.co.id Sukses Akuisisi 100 Perusahaan Kurang Sebulan Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:05 WIB

Jadi Provider WhatsApp API Termurah, Api.co.id Sukses Akuisisi 100 Perusahaan Kurang Sebulan

Jakarta, katakabar.com - Api.co.id membuat gebrakan baru dengan menyediakan official whatsapp api termurah dan mendapatkan lebih dari 100 perusahaan pengguna kurang dari 1 bulan Lanskap komunikasi digital untuk bisnis di Indonesia tengah mengalami pergeseran revolusioner. Di tengah menjamurnya kebutuhan akan efisiensi operasional dan interaksi pelanggan yang real-time, salah satu platform penyedia infrastruktur teknologi lokal, api.co.id, mencatatkan prestasi memukau. Dalam waktu kurang dari satu bulan sejak peluncuran resminya, platform ini berhasil mengakuisisi lebih dari 100 perusahaan dari berbagai sektor industri. Fenomena ini dipicu oleh satu penawaran disruptif yang mengguncang pasar: penyediaan integrasi whatsapp api resmi dengan biaya paling terjangkau di Indonesia, tanpa mengorbankan stabilitas dan performa infrastruktur backend sedikit pun. Keberhasilan api.co.id mengamankan kepercayaan ratusan klien korporasi dalam waktu singkat membuktikan bahwa model bisnis konvensional yang diterapkan oleh Business Solution Provider (BSP) existing sudah saatnya ditantang. Banyak perusahaan mulai dari startup digital, platform e-commerce, penyedia logistik, hingga lembaga keuangan ritel menghadapi kendala finansial yang sama: tingginya biaya berlangganan bulanan dan adanya biaya tersembunyi (markup) per pesan yang dibebankan oleh vendor komunikasi lama. Kehadiran platform ini membawa angin segar melalui transparansi penuh, performa berlatensi rendah, dan skema harga yang memihak pada pertumbuhan bisnis dari skala zero-to-one hingga enterprise.

Konsultan Manajemen Bisnis: Transformasi Operasional Efba Consulting Mitigasi Risiko Perusahaan di 2026 Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 12 Mei 2026 | 10:51 WIB

Konsultan Manajemen Bisnis: Transformasi Operasional Efba Consulting Mitigasi Risiko Perusahaan di 2026

Jakarta, katakabar.com - Memasuki pertengahan tahun 2026, kompleksitas pasar global menuntut perusahaan untuk memiliki ketangkasan operasional yang luar biasa. Dinamika ekonomi saat ini sangat dipengaruhi disrupsi teknologi dan perubahan regulasi yang terjadi secara simultan. Lantaran itu, PT. Efba Consulting meluncurkan program transformasi operasional terpadu bagi perusahaan skala besar maupun menengah. Apalagi kehadiran seorang konsultan manajemen bisnis yang kompeten kini menjadi faktor krusial untuk menavigasi risiko inefisiensi yang sering tersembunyi. Efba Consulting menekankan menjalankan bisnis tanpa strategi yang terukur merupakan risiko finansial yang sangat besar. Faktanya, banyak korporasi terjebak dalam pola kerja lama yang tidak lagi relevan dengan kecepatan pasar saat ini. Di sini, Efba Consulting hadir untuk memberikan solusi berbasis data yang mampu meningkatkan daya tahan perusahaan terhadap gejolak pasar. Melalui pendekatan yang sistematis, proses transformasi ini dirancang untuk menciptakan stabilitas jangka panjang yang kokoh. Volatilitas Ekonomi dan Perubahan Perilaku Digital Volatilitas ekonomi global pada tahun 2026 telah mengubah peta persaingan industri secara drastis. Selanjutnya, perubahan perilaku konsumen digital memaksa setiap lini bisnis untuk beradaptasi dengan sistem pelayanan yang lebih personal dan cepat. Hal ini menciptakan tantangan baru dalam standarisasi industri yang menuntut efisiensi tanpa mengorbankan kualitas produk. Oleh karena itu, kebutuhan akan jasa konsultan manajemen bisnis mengalami peningkatan signifikan di sektor manufaktur dan jasa. Efba Consulting mengamati kegagalan beradaptasi dengan standar global sering kali berujung pada hilangnya pangsa pasar. Di sisi lain, integrasi sistem yang tidak sempurna sering kali menyebabkan tumpang tindih fungsi dalam struktur organisasi. Layanan bisnis konsultan manajemen hadir sebagai solusi objektif untuk merapikan birokrasi internal yang menghambat inovasi. Dengan menyelaraskan visi manajemen dengan eksekusi di lapangan, korporasi dapat bergerak lebih lincah menghadapi tantangan zaman. Optimalkan Margin Laba Secara Sehat Bersama Konsultan Manajemen Bisnis Banyak korporasi besar mengalami kebocoran operasional yang tidak disadari akibat kurangnya audit berkala terhadap sistem manajemen mereka. Faktanya, kebocoran ini dapat mencapai angka 20 hingga 30 persen dari total potensi margin laba perusahaan. Di sinilah peran konsultasi manajemen menjadi sangat vital dalam melakukan diagnosis mendalam terhadap setiap alur kerja. Lebih lanjut lagi, tim ahli di Efba Consulting mengidentifikasi setiap titik yang menyebabkan pemborosan sumber daya manusia maupun material. Melalui analisis yang tajam, jasa konsultasi manajemen membantu manajemen dalam merumuskan strategi penghematan biaya tanpa menurunkan produktivitas. Dengan demikian, perusahaan dapat mengalokasikan anggaran mereka untuk pengembangan produk atau ekspansi pasar yang lebih strategis. Fokus utama dari diagnosis ini adalah memastikan setiap divisi memiliki indikator kinerja utama yang sinkron. Selanjutnya, sistem manajemen yang sehat akan menciptakan budaya kerja yang lebih transparan dan bertanggung jawab di semua level. Solusi Digital Marketing Bersama PT Efba Digital Mulia Strategi manajemen yang hebat mutlak memerlukan dukungan infrastruktur teknologi informasi yang sangat tangguh di era digital 2026. Memang, sistem operasional yang masih bersifat manual merupakan hambatan utama bagi kecepatan gerak perusahaan. PT. Efba Digital Mulia menyediakan fondasi digital berupa sistem ERP dan Website yang terintegrasi penuh. Anda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai solusi teknologi tersebut melalui situs resmi mereka di: https://efba.co.id/. Teknologi ini memungkinkan staff operator manajemen untuk memantau data performa perusahaan secara waktu nyata. Akibatnya, pengambilan keputusan strategis oleh jajaran direksi dapat dilakukan dengan lebih akurat dan berbasis fakta lapangan. Selain itu, otomasi proses administrasi akan mengurangi risiko kesalahan manusia yang dapat merugikan finansial perusahaan. Sinergi antara strategi manajemen dan teknologi digital merupakan kunci utama bagi skalabilitas korporasi modern saat ini. Legalitas dan Kepatuhan di Bawah Arahan Muhammad Ibnu Rusydi Kesehatan sebuah bisnis tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi juga dari tingkat kepatuhan hukum dan legalitasnya. Bahkan, pengabaian terhadap aspek audit pajak dan regulasi hukum sering kali menjadi penyebab utama kejatuhan perusahaan besar secara mendadak. Di bawah arahan strategis Muhammad Ibnu Rusydi, PT. Efba Consulting memastikan bahwa seluruh layanan mereka mematuhi regulasi yang berlaku. Informasi detail mengenai layanan kepatuhan ini tersedia di: https://efbaconsulting.id/. Pihak Perusahaan memberikan pendampingan penuh dalam proses audit pajak dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sesuai hukum. Layanan konsultan bisnis dan manajemen ini memberikan rasa aman bagi para investor dan pemangku kepentingan lainnya. Selanjutnya, transparansi hukum akan meningkatkan nilai valuasi perusahaan di mata publik maupun calon mitra strategis global. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis yang dicapai adalah pertumbuhan yang sah secara hukum dan berkelanjutan dalam jangka panjang. "Di era AI dan otomatisasi masa depan 2026, peran seorang konsultan manajemen bisnis adalah menjembatani antara efisiensi mesin dengan kebijakan manusia. Teknologi hanyalah alat, tetapi strategi manajemen yang solid tetaplah nakhoda utama yang menentukan arah perusahaan," kata Muhammad Ibnu Rusydi, Pakar Strategi Efba Group. Urgensi Kolaborasi Strategis di Tahun 2026 Menghadapi tahun 2026 memerlukan kolaborasi yang harmonis antara strategi manajemen, infrastruktur teknologi, dan kepatuhan hukum yang ketat. Faktanya, menjalankan korporasi secara terisolasi tanpa bantuan pakar profesional hanya akan memperbesar risiko kegagalan sistemik.

OneCore CRM Bantu Perusahaan Kelola Leads dan Optimalkan Konversi Dorong Bisnis Berkelanjutan Ekonomi
Ekonomi
Senin, 27 April 2026 | 10:43 WIB

OneCore CRM Bantu Perusahaan Kelola Leads dan Optimalkan Konversi Dorong Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, katakabar.com - OneCore CRM hadir platform Customer Relationship Management (CRM dirancang untuk bantu perusahaan tidak hanya kelola leads, tetapi mengoptimalkan konversi, dan dorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Palagi di tengah transformasi digital fungsi penjualan (sales) di Indonesia terus mengalami percepatan, seiring meningkatnya penggunaan kanal digital dalam akuisisi pelanggan. Masalahnya, dibalik tingginya jumlah leads yang dihasilkan, banyak perusahaan masih menghadapi tantangan mendasar: rendahnya tingkat konversi menjadi transaksi. Fenomena yang umum terjadi saat ini meningkatnya biaya akuisisi pelanggan (customer acquisition cost), tanpa diiringi sistem pengelolaan leads yang terstruktur. Dampaknya, banyak potensi penjualan yang tidak termaksimalkan bahkan tanpa disadari perusahaan terus mengalami “kebocoran” biaya pemasaran atau yang sering disebut sebagai “stop bleeding money” moment dalam proses sales mereka. “Banyak perusahaan terlalu fokus pada bagaimana mendapatkan leads jumlah besar, tetapi belum memiliki sistem yang memastikan setiap leads dikelola dengan baik hingga closing. Di sinilah peran CRM menjadi sangat krusial sebagai penggerak pertumbuhan,” ujar Mochtar Auning, Executive Director OneCore CRM. Masalah Klasik: Leads Banyak dan Closing Rendah Di lapangan, sejumlah tantangan yang sering dihadapi perusahaan antara lain: - Distribusi leads yang tidak merata, manual dan lambat ke tim sales - Aktivitas follow-up yang tidak tercatat atau terstruktur - Minimnya visibilitas terhadap performa individu maupun tim - Kesulitan manajemen dalam mengidentifikasi bottleneck di pipeline Tidak cuma itu, banyak perusahaan yang sebenarnya sudah menggunakan CRM, tetapi masih mengandalkan berbagai tools yang terpisah-pisah untuk menjalankan proses penjualan. Kondisi ini membuat alur kerja menjadi tidak efisien, data tersebar di berbagai sistem, serta menghambat koordinasi antar tim seperti digital marketing, telemarketing, hingga customer retention. Di mana imbasnya, bukan hanya konversi yang rendah, tetapi juga biaya yang terus terbuang tanpa kontrol yang jelas membuat perusahaan sulit benar-benar menghentikan kebocoran biaya (stop bleeding money) dalam proses akuisisi dan penjualan mereka. CRM sebagai Enabler Pertumbuhan Bisnis Sebagai solusi, OneCore CRM tawarkan pendekatan end-to-end dalam pengelolaan proses penjualan, mulai dari akuisisi hingga closing dengan sistem yang terintegrasi dan terukur. Berbeda dengan CRM konvensional, OneCore CRM telah mengintegrasikan berbagai fungsi penting dalam satu platform, mulai dari divisi digital marketing, VoIP, telemarketing, hingga retensi pelanggan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur call analytics serta kemampuan monitoring interaksi secara langsung, seperti mendengar percakapan, whisper (memberikan arahan tanpa terdengar oleh nasabah), hingga join call antara supervisor, agent, dan nasabah. Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya meningkatkan performa sales, tetapi juga mampu secara sistematis menghentikan kebocoran biaya (stop bleeding money) dan mengubah setiap leads menjadi peluang yang terukur. Fitur utama yang ditawarkan meliputi: - Dashboard real-time untuk monitoring performa sales - Sistem manajemen leads yang smart dan terstruktur - Tracking aktivitas follow-up secara otomatis - Pipeline analytics untuk mengidentifikasi hambatan penjualan Dengan sistem yang terpusat dan terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan akuntabilitas tim, mempercepat siklus penjualan, serta mengoptimalkan setiap peluang yang masuk. “Kami memposisikan OneCore CRM bukan sekadar tools, tetapi sebagai enabler pertumbuhan bisnis. Dengan sistem yang tepat, perusahaan bisa mengubah proses sales yang sebelumnya manual dan tidak terukur menjadi mesin pertumbuhan yang scalable dan berbasis data,” jelas Mochtar. Relevan untuk Berbagai Industri Seiring meningkatnya kompetisi di berbagai sektor mulai dari keuangan, properti, retail, hingga startup digital kebutuhan akan sistem CRM yang adaptif menjadi semakin penting. OneCore CRM dirancang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap industri, sekaligus membantu perusahaan beralih ke pendekatan data-driven decision making dalam strategi penjualan. Kehadiran OneCore CRM menjadi bagian dari gelombang transformasi digital yang lebih luas di Indonesia, khususnya dalam fungsi sales dan marketing yang selama ini masih banyak bergantung pada proses manual. Dengan ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi terhadap kecepatan dan kualitas layanan, perusahaan dituntut untuk memiliki sistem yang mampu merespons kebutuhan pasar secara lebih agile, terukur, dan terintegrasi.

Indikator Penting Menilai Kinerja Perusahaan Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Indikator Penting Menilai Kinerja Perusahaan

Jakarta, katakabar.com - Menanamkan modal di sebuah perusahaan memerlukan ketelitian yang melampaui sekadar melihat pergerakan grafik harga di layar monitor. Investor yang bijak memahami bahwa harga saham dalam jangka panjang akan cenderung mengikuti kinerja fundamental dari bisnis yang mendasarinya. Tanpa pemahaman mengenai indikator kinerja, seorang investor hanya melakukan spekulasi tanpa dasar yang kuat. Lantaran itu, kemampuan untuk membedah laporan keuangan dan mengevaluasi efisiensi operasional perusahaan menjadi keahlian wajib agar modal yang diinvestasikan dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global. Cara Nilai Kesehatan Perusahaan Sebelum Beli Saham Langkah pertama menilai kesehatan perusahaan adalah dengan memperhatikan rasio profitabilitas dan tingkat utang yang dikelola oleh manajemen. Perusahaan yang sehat umumnya menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang konsisten serta memiliki rasio ekuitas yang stabil, yang menandakan perusahaan tersebut mampu membiayai operasionalnya tanpa ketergantungan berlebih pada pinjaman eksternal. Selain itu, arus kas operasional yang positif merupakan indikator krusial bahwa bisnis tersebut benar-benar menghasilkan uang tunai secara nyata, bukan sekadar keuntungan di atas kertas. Selain angka-angka finansial, evaluasi terhadap posisi perusahaan di industri juga sangat penting untuk diperhatikan. Investor perlu melihat apakah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing serta bagaimana kualitas manajemen dalam menghadapi tantangan pasar. Dengan menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif, Anda dapat meminimalisir risiko terjebak pada perusahaan yang secara fundamental sedang mengalami penurunan. Untuk mendapatkan panduan lebih komprehensif mengenai teknik analisis dan proyeksi pasar terbaru, Anda dapat mempelajari ulasannya di Market Analysis KVB. Setelah menemukan perusahaan dengan kinerja yang solid, aspek berikutnya yang krusial bagi seorang investor adalah kemudahan dalam melakukan eksekusi transaksi di pasar. Di sinilah peran Liquidity Provider atau LP menjadi sangat signifikan dalam ekosistem finansial. LP adalah institusi besar yang menyediakan ketersediaan volume beli dan jual secara terus-menerus, sehingga setiap permintaan transaksi dari investor dapat terpenuhi secara instan tanpa harus menunggu waktu yang lama. Dukungan LP yang kuat memastikan bahwa harga yang didapatkan oleh investor tetap transparan dan sesuai dengan nilai pasar yang berlaku saat itu. Kehadiran likuiditas yang melimpah juga membantu menjaga spread tetap tipis, yang secara langsung menguntungkan investor dengan menekan biaya transaksi. Dengan demikian, ketersediaan LP yang andal merupakan jembatan yang memungkinkan strategi investasi berdasarkan analisis fundamental dapat diimplementasikan dengan presisi tinggi di pasar global. Memilih mitra trading yang menyediakan infrastruktur kelas dunia adalah kunci untuk memaksimalkan potensi dari analisis kinerja perusahaan yang telah Anda lakukan. KVB Futures hadir untuk memberikan akses ke pasar keuangan global dengan dukungan teknologi eksekusi yang cepat dan transparan. Kami berkomitmen untuk mendampingi perjalanan investasi Anda dengan menyediakan platform yang stabil dan andal bagi para profesional. Seluruh fitur layanan yang kami sediakan dirancang untuk mempermudah Anda dalam mengelola portofolio secara efisien dan aman. Anda dapat mengeksplorasi berbagai instrumen serta keunggulan layanan kontrak berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera memulai langkah strategis Anda dan memanfaatkan peluang di pasar keuangan global, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Perusahaan Mulai Evaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 16 April 2026 | 10:23 WIB

Perusahaan Mulai Evaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Jakarta, katakabar.com - Perusahaan di Indonesia mulai evaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring meningkatnya kompleksitas transformasi digital. Dalam sebuah wawancara program televisi bisnis nasional pada Maret 2026, perwakilan Sangfor Technologies Indonesia menjelaskan bahwa perluasan penggunaan cloud, AI, dan sistem kerja hybrid membuat attack surface semakin luas, sehingga risiko serangan seperti phishing dan ransomware ikut meningkat. Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi melalui Zero Trust, monitoring keamanan 24/7, serta evaluasi platform virtualisasi yang digunakan. Dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keamanan, banyak organisasi juga mulai mempertimbangkan kembali penggunaan teknologi seperti hypervisor dan alternatif VMware agar sistem lebih fleksibel, aman, dan mampu mendukung keberlangsungan bisnis di era digital. Di tengah percepatan transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh sektor bisnis dan layanan publik, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan dan institusi untuk mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur dan keamanan IT mereka agar tetap resilien dan terlindungi dari berbagai potensi serangan. Hal ini dibahas dalam sebuah program bernama Profit di sebuah wawancara program televisi bisnis nasional Rabu (25/3) bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Pada wawancara tersebut disampaikan bahwa transformasi digital yang kini berkembang menuju adopsi AI turut memperluas infrastruktur digital perusahaan, sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber. “Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya, kerentanan semakin banyak, attack surface semakin luas, dan itu berbanding lurus dengan risiko,” jelasnya. Perluasan infrastruktur ini membuat sistem perusahaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari on-premise hingga cloud. Selain itu, pola kerja hybrid juga membuat akses terhadap sistem menjadi lebih fleksibel, tetapi di sisi lain meningkatkan potensi celah keamanan. Kurun beberapa tahun terakhir, ancaman yang paling sering terjadi masih didominasi oleh phishing dan ransomware. Phishing memanfaatkan kelemahan pada sisi manusia, terutama rendahnya awareness terhadap keamanan, sementara ransomware dapat langsung mengganggu operasional bisnis dengan mengunci sistem dan data perusahaan. Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, serangan siber dapat berujung pada risiko hukum apabila terjadi kebocoran data pelanggan. Kondisi ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence, dan sistem kerja hybrid. Infrastruktur IT menjadi semakin luas dan dinamis, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh. Perusahaan mulai mempertimbangkan pendekatan modern seperti Zero Trust, pengelolaan akses berbasis identitas, serta monitoring sistem secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di berbagai lingkungan. Tetapi, teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan terjadi bukan karena kurangnya sistem, tetapi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan optimal. “Banyak perusahaan sudah cukup matang dari sisi teknologi, tetapi dari sisi sumber daya manusia dan proses masih perlu diperkuat. Celah sering muncul dari kurangnya awareness dan kesalahan konfigurasi,” ulasnya. Lantaran itu, strategi keamanan yang efektif perlu dibangun dari kombinasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Disisi lain, masih banyak organisasi yang melihat keamanan siber sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi strategis. Padahal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dikeluarkan. Seiring meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT, termasuk dalam penggunaan virtualisasi server dan berbagai platform pengelolaan sistem, perusahaan juga mulai mengevaluasi kembali strategi teknologi yang mereka gunakan. Efisiensi, fleksibilitas, serta keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur ke depan. Nah pada konteks ini, pendekatan yang terintegrasi menjadi semakin penting, baik dalam pengelolaan sistem, keamanan data, maupun keberlangsungan operasional bisnis. Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT dan keamanan siber, Sangfor Technologies Indonesia menghadirkan berbagai pendekatan yang membantu perusahaan mengelola sistem virtualisasi, meningkatkan keamanan, serta memastikan operasional tetap berjalan di tengah perubahan lanskap digital. Transformasi digital diperkirakan akan terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan AI, cloud, dan sistem kerja yang semakin fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan setiap langkah transformasi juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang dan berkelanjutan. Pada akhirnya, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi aset digital, menjaga operasional, dan memastikan keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.

Menaker RI Imbau WFH, Bagaimana Cara Jaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Perusahaan? Nasional
Nasional
Sabtu, 04 April 2026 | 14:00 WIB

Menaker RI Imbau WFH, Bagaimana Cara Jaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Perusahaan?

Jakarta, katakabar.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Yassierli mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melaksanakan kerja dari rumah (work from home/WFH) selama satu hari dalam satu minggu. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pola kerja yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan. “Para pimpinan perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD diimbau untuk menerapkan Work From Home (WFH) bagi pekerja/buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu sesuai kondisi perusahaan, dengan pengaturan jam kerja yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan,” ujar Menaker pada konferensi pers di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu lalu. Menaker juga menegaskan pelaksanaan WFH tetap harus menjamin hak pekerja. Upah/gaji dan hak lainnya dibayarkan sesuai ketentuan serta tidak mengurangi cuti tahunan. Di sisi lain, ucapnya, pekerja tetap berkewajiban menjalankan tugasnya, sementara perusahaan perlu memastikan produktivitas dan kualitas layanan tetap terjaga. Jaga Produktivitas dan Kualitas Layanan Jadi Tantangan Dalam skema kerja WFH, produktivitas menjadi lebih sulit diukur. Ketika karyawan bekerja dari rumah, perusahaan tidak memiliki visibilitas langsung terhadap aktivitas kerja sehari-hari. Meeting tetap berlangsung dan laporan tetap dibuat, namun hal tersebut belum tentu mencerminkan hasil kerja yang sebenarnya. Dalam beberapa kasus, aktivitas terlihat tinggi, tetapi progres pekerjaan tidak selalu sebanding. Tantangan serupa juga terjadi pada kualitas layanan. Tim yang berinteraksi dengan pelanggan, seperti sales dan customer service, tetap menjalankan tugasnya melalui panggilan telepon maupun meeting online. Tetapi, tanpa sistem yang memadai, perusahaan tidak memiliki gambaran yang utuh mengenai isi dan kualitas percakapan tersebut. Hal ini menyulitkan perusahaan untuk memastikan apakah komunikasi berjalan efektif atau terdapat peluang yang terlewat. Pada praktiknya, komunikasi menjadi faktor kunci yang memengaruhi produktivitas dan kualitas layanan. Meskipun sebagian besar koordinasi internal dan interaksi dengan pelanggan kini dilakukan melalui platform digital, tidak semua percakapan terdokumentasi dengan baik atau dapat dianalisis lebih lanjut. Akibatnya, perusahaan berpotensi kehilangan informasi penting yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja tim. MiiTel: AI untuk Visualisasikan dan Monitoring Komunikasi Bisnis Untuk menjawab tantangan ini, perusahaan dapat mengadopsi solusi berbasis AI seperti MiiTel yang memungkinkan perusahaan memahami apa dan bagaimana komunikasi dilakukan, baik melalui telepon maupun meeting. Melalui fitur seperti auto recording, transkripsi voice-to-text, AI summary, hingga analisis percakapan, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas terhadap aktivitas komunikasi yang terjadi. Hal ini membantu menjaga produktivitas tetap stabil sekaligus memastikan kualitas layanan tetap konsisten, meskipun karyawan bekerja dari rumah. Selain itu, melalui solusi MiiTel Call Center, perusahaan juga dapat melakukan monitoring aktivitas dan performa agen secara real-time. Aktivitas panggilan dapat dipantau, dianalisis, dan dievaluasi tanpa harus menunggu laporan manual. Dengan visibilitas ini, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi kendala di lapangan, menjaga standar layanan, serta melakukan pelatihan secara lebih tepat sasaran. Pada akhirnya, kebijakan WFH satu hari dalam seminggu bukan hanya soal perubahan lokasi kerja, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan beradaptasi mengelola kinerja dan layanan. Tanpa sistem yang tepat, WFH berisiko menurunkan efektivitas kerja. Namun, dengan pendekatan berbasis data, WFH justru dapat menjadi momentum untuk meningkatkan cara kerja menjadi lebih terukur dan efisien. Ingin berkonsultasi tentang kebutuhan bisnis Anda dengan MiiTel? Klik di sini untuk demo gratis!

PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan Sawit
Sawit
Senin, 30 Maret 2026 | 09:30 WIB

PalmCo Pamuncak Perusahaan Teraktif Pendamping PSR Kemitraan

Muara Bungo, katakabar.com - Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) sudah mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui jalur kemitraan yang melibatkan perusahaan perkebunan sebagai pendamping kelompok tani (Poktan). “Perusahaan perkebunan membantu mengumpulkan kelengkapan dokumen persyaratan PSR antara lain legalitas kelembagaan dan legalitas lahan. Tidak hanya itu, melakukan pendampingan saat verifikasi dan keterjaminan pembangunan kebun,” kata Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dwi Nuswantara ketika workshop PSR dan Pekan Benih kelapa Sawit di Februari 2026, dilansir pekan keempat Maret 2026. BPDP telah menjalankan program PSR sejak 2017 dengan fokus pembiayaan replanting kebun rakyat. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun, setara target peremajaan 100.000 hektare. Data BPDP menunjukkan, dari tahun 2023 hingga tahun 2026 telah disalurkan dana PSR jalur kemitraan di 10 Provinsi dengan luasan 16.243 hektare. Dari luasan tersebut, menurut data BPDP, terdapat tiga perusahaan yang aktif melakukan pendampingan dalam PSR jalur Kemitraan, yakni: - PTPN (PalmCo) seluas 6.672 hektare - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk seluas 4.426 hektare - Asian Agri seluas 3.204 hektare.