Perkuat Sinergi di Forum Komunikasi 2026 PHR Pacu Budaya Keselamatan dan Profesionalisme Kontraktor
Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatera pertegas komitmen dalam menjaga keselamatan dan keandalan operasional dengan menggelar Forum Komunikasi Kontraktor PHR 2026 di SKA Co Ex, Pekanbaru, Rabu (23/7) lalu. Kegiatan ini jadi wadah strategis bagi PHR dan mitra kerja kontraktor untuk menyelaraskan visi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, profesional, dan kolaboratif. Angkat tema "Kontraktor Pertamina Hulu Rokan Regional 1 yang Berbudaya K3, Profesional, Andal dan Kolaboratif", forum ini dihadiri ratusan pimpinan perusahaan kontraktor mulai dari wilayah operasi Zona 1, Zona Rokan dan Zona 4 yang menjadi mitra-mitra strategis dalam mendukung kelancaran operasional migas di Regional 1 Sumatera. Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menekankan keselamatan kerja bukan sekadar prosedur, melainkan fondasi utama bagi produktivitas yang berkelanjutan. “Kontribusi Regional 1 sangat signifikan, yakni mencapai 33 persen dari total produksi Subholding Upstream. Secara khusus, Blok Rokan menyumbang 29 persen terhadap produksi nasional. Angka ini menegaskan betapa pentingnya peran kita semua bagi ketahanan energi di Indonesia,” ujarnya. Menurut Arifin, forum ini diselenggarakan sebagai wujud komitmen bersama untuk terus memperkuat Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan (compliance), serta mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) secara menyeluruh dan konsisten di seluruh rantai kerja, baik pada kontraktor maupun subkontraktor. “Dengan tema ini, saya ingin menegaskan kembali, bahwa aspek keselamatan, kepatuhan, integritas, dan tata kelola yang baik bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan fondasi utama untuk mencapai keunggulan operasional dan keberlanjutan bisnis,” terangnya. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi sarana komunikasi dan koordinasi, memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya K3 yang unggul, peningkatan kompetensi pekerja dan mitra kerja di seluruh tingkatan, memperkuat sinergi yang positif dan konstruktif antara pemangku kepentingan dan pelaku usaha, berbagi praktek-praktek terbaik (best practices), serta mendorong pemanfaatan teknologi terkini (seperti Artificial Intelligence) dan digitalisasi untuk mendukung kinerja operasional yang semakin andal (excellence). “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemangku kepentingan, jajaran manajemen, seluruh Perwira dan pekerja PHR, manajemen dan pimpinan mitra kerja, serta para pekerja lapangan yang hingga hari ini terus memberikan kontribusi nyata, dedikasi terbaik, dan energi positif dalam mendukung keberlangsungan operasi perusahaan yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, yaitu mewujudkan kemandirian energi Indonesia,” ucap Arifin. Selain penyampaian arahan strategis, acara ini juga diisi dengan coaching clinic terkait implementasi Contractor Safety Management System (CSMS), Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), serta aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, menimpali kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis kami untuk memfasilitasi mitra kerja dalam menunjang pengadaan barang dan jasa guna mendukung operasional energi nasional. “Saat ini, di Zona Rokan, kami mengelola hingga 43.000 mitra kerja. Mereka adalah garda terdepan yang mendukung kelancaran operasi di Rokan. Mengingat industri migas memiliki profil risiko yang sangat tinggi, kami memikul tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh pelaksanaan operasional berjalan dengan aman dan selamat. Oleh karena itu, budaya keselamatan kerja harus terus diinternalisasi dan dijalankan secara berkelanjutan. Dukungan dan komitmen dari para mitra kerja sangat berarti dan mutlak dibutuhkan dalam aspek ini,” ulasnya. Andre menilai performa selama semester pertama ini sudah sangat baik, integritas dan keselamatan kerja tetap menjadi fondasi utama agar produktivitas dapat tercapai secara maksimal. “Mari kita bersama-sama terus meningkatkan standar keselamatan dan kepatuhan dalam setiap langkah operasional kita,” serunya. Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kinerja unggul, PHR memberikan penghargaan kepada para kontraktor yang telah menunjukkan dedikasi tinggi. Penghargaan ini wujud pengakuan perusahaan terhadap mitra kerja yang konsisten menjaga standar operasional terbaik di Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4. Selain itu, PHR juga memberikan penghargaan Stop Work Authority (SWA) Terbaik bagi unit kerja yang menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga keselamatan kerja. Pada triwulan pertama yakni, terbaik 1 oleh Tim Drilling Well & Intervention (DWI) Zona Rokan, kedua Field Adera Zona 4, dan Field Jambi Merang Zona 1. Kemudian pada triwulan kedua yakni terbaik 1 oleh Tim Drilling Well & Intervention (DWI) Zona Rokan, kedua Field Adera Zona 4, dan Field Jambi Merang Zona 1. Pada agenda strategis ini juga dilakukan Penandatanganan Komitmen HSSE & SMAP oleh PHR dan mitra kerja. Forum Komunikasi Kontraktor PHR 2026 ini diharapkan menjadi momentum transformasi bagi seluruh mitra kerja PHR Regional 1 Sumatera untuk terus tumbuh menjadi perusahaan yang tidak hanya profesional dan andal, tetapi juga menjunjung tinggi integritas serta keselamatan kerja sebagai budaya kerja yang utama. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Sukses Taklukkan Pengeboran Penuh Tantangan, Sumur PHR Menggala South-21 Alirkan 2.035 BOPD
Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil mencatatkan kinerja positif melalui pengeboran sumur infill Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Hasil pengujian awal, sumur tersebut menunjukkan potensi produksi sebesar 2.035 barel minyak per hari (BOPD) dengan water cut 0 persen, mengindikasikan kualitas produksi minyak yang sangat baik. Keberhasilan ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam upaya PHR mempertahankan dan meningkatkan produksi minyak nasional melalui pengembangan lapangan-lapangan produktif di WK Rokan. Sumur Menggala South-21 merupakan sumur infill berarah tipe J yang menargetkan reservoir Formasi Menggala pada kedalaman sekitar 4.146 kaki. Selama pelaksanaan pengeboran, tim menghadapi sejumlah tantangan teknis, antara lain long open hole section, potensi sloughing shale, loss circulation, fault crossing, hingga risiko differential sticking pada interval produksi. Tetapi melalui perencanaan matang, penerapan praktik pengeboran yang tepat, serta kolaborasi lintas fungsi, pekerjaan dapat diselesaikan secara aman dan andal. General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan Sumur Menggala South-21 cerminan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan produksi migas yang optimal melalui operasi yang unggul, selamat, dan efisien. “Keberhasilan Sumur Menggala South-21 menunjukkan bahwa pengembangan lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki potensi yang sangat baik. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu mengeksekusi program pengeboran secara selamat, efisien, dan berkualitas sehingga memberikan tambahan potensi produksi yang signifikan bagi perusahaan dan negara," ucapanya. Pengeboran Sumur Menggala South-21, ujar Wijanarko, dimulai pada Juni 2026 dan berhasil diselesaikan pada 19 Juli 2026. Selain menghasilkan potensi produksi yang tinggi, pelaksanaan proyek ini juga mencatatkan kinerja operasi yang baik dengan penyelesaian pekerjaan 9 persen lebih cepat dibandingkan rencana serta menghasilkan efisiensi biaya 44 persen yang signifikan. 'Operasi pengeboran menggunakan Rig GW-337 berkapasitas 550 HP Electric Rig juga berlangsung tanpa insiden keselamatan kerja," jelasnya. Keberhasilan tersebut, terangnya, memperkuat optimisme terhadap potensi pengembangan lanjutan di area Menggala dan sekitarnya. PHR akan terus melakukan evaluasi subsurface dan optimasi pengembangan lapangan guna memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap ketahanan energi nasional. "PHR berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan eksplorasi, pengeboran, dan pengembangan lapangan secara prudent, berbasis teknologi dan data, serta mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasi, dan keberlanjutan guna mendukung target peningkatan produksi migas nasional dan ketahanan energi Indonesia," tandasnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
PHR Diganjar Apresiasi Oleh Pemkab Rohil Berkat Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat
Rokan Hilir, katakabar.com - Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia industri menjadi salah satu kunci jawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Semangat kolaborasi multipihak tersebut membuahkan hasil melalui apresiasi yang diberikan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas kontribusinya dalam program pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Rokan Hilir punya karakteristik wilayah dan desa yang beragam. Upaya menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan tidak dapat dilakukan sendiri. Lantaran itu, kerja sama yang erat dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah strategis untuk memastikan program-program pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Lewat berbagai program Community Involvement and Development (CID), PHR hadir dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir. Program-program tersebut meliputi Program Pemberdayaan Perikanan Riau, Vokasi Migas, Desa Energi Berdikari, Program Kampung Iklim (PROKLIM), Program AKAR Rimba, serta berbagai program pengembangan UMKM yang tersebar di sejumlah wilayah. Berbagai inisiatif tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, pengembangan ekonomi berbasis potensi wilayah, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat sehingga mampu tumbuh menjadi lebih mandiri. Pada 2025 total sebanyak 29 desa di 7 kecamatan telah di intervensi PHR dengan penerima manfaat langsung sebesar 456 orang. Capaian outcome dari seluruh program menghasilkan pendapatan Kelompok hampir sebesar Rp. 550.000.000,- per tahun dengan profit hingga Rp. 299.000.000,- Dampak positif dari program-program tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pembangunan daerah, PHR menerima Penghargaan Mitra Pembangunan Daerah yang diserahkan langsung oleh Bupati Rokan Hilir, Bistamam, pada 19 Juli 2025. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rokan Hilir menyampaikan pembangunan daerah akan memberikan hasil yang lebih besar apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama dan saling mendukung. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, masyarakat, dan komunitas lokal agar program-program pengembangan masyarakat dapat direplikasi di wilayah lainnya. “Kami berharap dapat terus melakukan berbagai kegiatan bersama-sama, hadir bersama masyarakat, dan mampu menciptakan perubahan yang nyata. Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tetapi juga harapan agar kolaborasi seperti ini terus tumbuh demi kesejahteraan masyarakat Rokan Hilir,” ucap Bistamam. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus menghadirkan inovasi sosial yang berkelanjutan. Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, menimpali penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menjadi cerminan keberhasilan kolaborasi multipihak dalam menghadirkan pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan nyata masyarakat dan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan. “Apresiasi ini menjadi semangat bagi kami untuk terus berinovasi melalui program-program pengembangan masyarakat. Kami meyakini bahwa kolaborasi multipihak dalam pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” jelas Iwan. Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang terus diperkuat, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, PHR, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat terus menghadirkan manfaat nyata dan mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Merajut Impian Lepas Badai Berlalu: Cerita Pengrajin Tenun Srikandi Serumpun Bangkit Bersama PHR
Pekanbaru, katakabar.com - Kendati sudah enam tahun berlalu, tetapi perempuan paruh baya, Salma Betty 50 tahun masih ingat jelas bagaimana pandemi Covid 19 menghentikan denyut aktivitas para pengrajin tenun di Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru. Selain wabah tidak kasat mata, ujian banjir menerjang wilayah Rumbai setahun kemudian seolah mengubur impian para pengrajin tenun yang menggantungkan asa pada selembar kain. Alat tenun, benang, serta pelbagai perlengkapan produksi lainnya tak mampu diselamatkan. Seluruhnya rusak dan lapuk diterjang genangan air, seakan menghapus jejak perjuangan yang telah mereka bangun sejak awal. Sepenggal cerita masa lalu itu tidak membuat semangat para ibu-ibu pengrajin tenun ini luntur. Kini kelompok penenun Srikandi Serumpun Limbungan Gemilang kembali bangkit dan produktif. Tak sekedar melestarikan budaya, tetapi juga siap mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Menyatu dengan semangat pelestarian budaya dan mendorong ekonomi masyarakat, Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir melalui dukungan program pengembangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan Crafting. PHR mengajak kembali para penenun yang sempat vakum, menyelamatkan sebagian alat tenun yang masih dapat digunakan, serta menyediakan berbagai kebutuhan produksi. “Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi kami untuk kembali berkarya dan menghidupkan potensi lokal yang sempat nyaris tenggelam,” cerita Salma Betty, sekaligus penggerak kelompok tenun. Kelompok yang sempat vakum ini kini terus berkembang dengan 15 anggota aktif. Dukungan yang diberikan mencakup perbaikan fasilitas produksi, penyediaan kebutuhan benang serta pendampingan intensif untuk memastikan keberlanjutan usaha. Komitmen untuk menghidupkan kembali tradisi menenun diwujudkan melalui pelatihan yang berlangsung secara berkelanjutan. Sejak Juni 2026, Kelompok Tenun Srikandi Limbungan mengikuti pelatihan dua kali setiap pekan. Hingga kini, tujuh sesi telah terlaksana, dengan target total 10 kali pertemuan. Antusiasme seluruh anggota yang konsisten hadir di setiap pelatihan menjadi cerminan semangat mereka dalam mengasah keterampilan. “Menenun menjadi ruang bagi kami para ibu untuk terus berkarya dan lebih produktif. Setiap kain yang nantinya akan menghasilkan membawa harapan besar, karena selain menjadi kebanggaan, juga membuka peluang untuk meningkatkan perekonomian kami,” kata Salma Betty. PHR hadir sebagai langkah strategis dalam menyelamatkan potensi budaya lokal. Pendekatan ini terbukti efektif, pengrajin tenun Srikandi Serumpun saling menguatkan dan termotivasi untuk terus berkembang. Kini mereka telah menetapkan standar produksi, di mana setiap mesin tenun ditargetkan mampu menghasilkan 15 kain berkualitas yang tetap mencerminkan identitas budaya Melayu. “Kebangkitan aktivitas tenun di Limbungan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian warisan budaya di tengah arus modern,” ucap Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. PHR mendukung penguatan identitas budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang. Dengan kolaborasi yang terjalin, alat tenun yang sebelumnya sempat terdiam kini kembali beroperasi, menciptakan ruang produktif bagi para ibu serta menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya mampu bertahan dan berkembang di tangan masyarakat lokal. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Inovasi Digital Antarkan PHR Raih Apresiasi di IOC Forum dan Hackathon Hulu Migas 2026
Jakarta, katakabar.com - Empat inovasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih apresiasi di ajang Integrated Operation Centre (IOC) Forum dan Hackathon Artificial Intelligence/Machine Learning (AI/ML) Hulu Migas 2026, yang digelar SKK Migas. Pencapaian ini menegaskan peran PHR sebagai salah satu pionir transformasi digital di industri hulu migas Indonesia, sekaligus menunjukkan bagaimana penerapan AI mampu menghadirkan dampak nyata terhadap efisiensi operasi, produktivitas, serta ketahanan energi nasional. Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Surya Widiantoro, menjelaskan tujuan dilaksanakan kompetisi bertujuan untuk membenahi serta memunculkan ide-ide cemerlang dari insan profesional dan perguruan tinggi. “Industri hulu migas menjadi backbone terhadap jalannya ekonomi di Indonesia. Oil and gas menjadi penopang,” ulasnya. Kompetisi inovatif, ujatnya, semakin penting mengingat kondisi global yang tidak dapat diprediksi. Empat inovasi tersebut mencakup berbagai aspek operasi hulu migas, mulai dari optimalisasi operasi rig, peningkatan keberhasilan stimulasi kimia, pengamanan aset melalui pemantauan citra satelit, hingga optimalisasi operasi fishing. Secara keseluruhan, inovasi-inovasi tersebut berhasil memberikan dampak signifikan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi biaya operasional, pengurangan emisi karbon, serta penciptaan nilai ekonomi hingga triliunan rupiah. Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, mengatakan pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan dalam sebuah kompetisi, melainkan bukti nyata bahwa Zona Rokan telah berkembang menjadi laboratorium inovasi bagi industri hulu migas nasional. "Kalau kita bicara Digital Innovation, Blok Rokan menjadi center of excellence-nya subholding upstream. Apa yang kita punya menjadi benchmark dan anchor baik di zona maupun regional,” terangnya. Lebih dari sekadar capaian teknologi, keberhasilan ini juga mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas fungsi di lingkungan PHR. Tim pengembang berasal dari berbagai disiplin, mulai dari subsurface, operasi produksi, engineering, hingga teknologi informasi, yang bersama-sama merancang solusi untuk menjawab tantangan operasional di lapangan. Pendekatan kolaboratif tersebut menghasilkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat kualitas pengambilan keputusan di lapangan melalui pemanfaatan data dan AI. Dorong Transformasi Operasi Hulu Migas Keempat inovasi ini dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan operasi hulu migas melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Masing-masing solusi dirancang untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, memperkuat keandalan operasi, serta menciptakan nilai tambah yang terukur bagi perusahaan. Lebih dari sekadar pencapaian dalam kompetisi, inovasi-inovasi tersebut diharapkan dapat direplikasi dan diperluas penerapannya di berbagai wilayah kerja migas di Indonesia. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor hulu. Berikut informasi terkait empat inovasi tersebut: i-RSS: AI Meningkatkan Efisiensi Operasi Rig Tim C.O.R meraih Juara 1 kategori surface KKKS – Implementation dengan mengembangkan AI-Driven Integrated Rig Support Services (i-RSS), sebuah platform berbasis AI yang mengintegrasikan berbagai layanan pendukung operasi pengeboran dan workover. Sistem ini membantu pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat dalam mengelola ribuan sumur aktif di Wilayah Kerja Rokan. Implementasi i-RSS berhasil menurunkan Rig Non-Productive Time (NPT) hingga 71% serta mengurangi kehilangan produksi minyak sebesar 76%. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan konsep digital oilfield berbasis AI yang mendukung operasi pengeboran menjadi lebih efisien, andal, dan produktif. AI-Chemist 2.0: Meningkatkan Presisi Stimulasi Kimia Tim AI-Chemist 2.0 meraih Juara 1 kategori subsurface - KKKS Implementation dengan mengembangkan solusi berbasis machine learning untuk meningkatkan efektivitas program stimulasi kimia di Lapangan Duri Heavy Oil. Melalui integrasi tiga model machine learning, sistem mampu merekomendasikan formulasi dan kandidat sumur dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Penerapan teknologi ini meningkatkan tingkat keberhasilan stimulasi kimia dari 55% menjadi 86%, sekaligus mendorong peningkatan produksi minyak (oil gain) yang signifikan. LandGuard AI: Melindungi Aset melalui Peringatan Dini Tim LandGuard meraih juara I kategori surface – KKKS Proof of Concept dengan menghadirkan sistem pemantauan berbasis AI yang memanfaatkan citra satelit resolusi tinggi untuk mendeteksi aktivitas perambahan lahan secara otomatis. Sistem ini memberikan peringatan dini sehingga potensi gangguan terhadap fasilitas operasi dapat diidentifikasi dan ditangani lebih cepat. Melalui implementasi LandGuard AI, PHR berhasil menyelamatkan potensi produksi minyak sebesar 4.634 MBO. Inovasi ini tidak hanya memperkuat perlindungan aset perusahaan, tetapi juga menjaga keberlangsungan operasi migas secara lebih aman dan berkelanjutan. JORUN AI: Optimalisasi Operasi Fishing Berbasis Data Tim F.O.C.U.S mendapat Juara 3 kategori subsurface – KKKS Implementation dengan mengembangkan JORUN AI (Journey of Optimal Recovery and Unlocking New Potential), sebuah AI-powered decision support platform untuk pekerjaan fishing. Sistem ini memanfaatkan analisis data historis dan berbagai parameter operasi guna membantu menentukan strategi penanganan yang paling efektif. JORUN AI dikembangkan untuk mengatasi tingginya ketidakpastian pada pekerjaan fishing yang selama ini masih bergantung pada pengalaman individu dan proses manual. Implementasi JORUN AI menghasilkan penghematan biaya operasional, meningkatkan produktivitas hingga 31%, serta menurunkan emisi karbon sekitar 937 ribu ton CO₂. Sejak diimplementasikan di PT Pertamina Hulu Rokan Zona Rokan pada periode Maret–Desember 2025, JORUN AI berhasil mendukung pelaksanaan 244 pekerjaan fishing tanpa kegagalan (Zero Failed Jobs) dan menjadi fondasi penerapan AI-powered decision support untuk berbagai operasi Drilling & Well Intervention (DWI) lainnya. Ke depan, PHR akan terus memperluas implementasi teknologi AI ke berbagai layanan operasi hulu migas lainnya, seperti wireline, electric submersible pump (ESP), coiled tubing, fracturing, hingga manajemen logistik. Perluasan implementasi ini diharapkan semakin memperkuat posisi PHR sebagai penggerak transformasi digital industri hulu migas Indonesia sekaligus mendukung pencapaian target produksi migas nasional melalui operasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
PHR Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan Rokan Lewat Khitanan Massal
Pekanbaru, katakabar.com - Kantor Nuri, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, jadi saksi bisu anak-anak saat mengikuti khitanan massal. Senyum mengambang sesekali tegang saat menunggu giliran. Puluhan anak-anak ini sedang bersiap menghadapi salah satu fase penting dalam hidup mereka, yakni khitanan. Melalui semangat berbagi, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial usung tema “Bersama Kita Wujudkan Senyum Sehat Generasi Masa Depan”. Kegiatan khitanan massal yang digelar di wilayah sekitar daerah operasi menjadi wujud nyata PHR hadir merawat kehidupan sosial di tengah operasi menjaga ketahanan energi nasional. Di Wilayah Minas, total 40 anak dari berbagai desa di Kecamatan Minas berkumpul dengan antusiasme tinggi. Kehadiran mereka membawa kehangatan tersendiri bagi para pekerja PHR yang menginisiasi kegiatan ini. Selain itu di Minas, rona bahagia anak-anak juga terasa Wilayah Duri. Sebanyak 20 anak mendapatkan giliran untuk dikhitan. Mereka terdiri dari 12 anak yang berasal dari sekitar kawasan Gabus - Wonosobo dan Harapan Baru, serta 8 anak lainnya yang bermukim di sekitar area Kulin TS-1. Sedang, di Wilayah Libo, nuansa keceriaan dikemas lewat kegiatan bertajuk "Khitan Ceria 2026: Berani dan Penuh Senyum Menuju Generasi Sehat dan Berakhlak". Aksi kolaboratif ini menyasar 25 anak. Sebanyak 11 anak telah dikhitan pada 28 Juni lalu, dan 14 anak menyusul Minggu, 5 Juli 2026. Kesuksesan agenda di Libo ini terwujud berkat sinergi dan dukungan penuh dari Badan Dakwah Islam (BDI) PHR, Masjid AlMujahidin Libo, Energi Kebaikan Rokan (EKR) serta Klinik AHT. Pjs. GM Zona Rokan, Pramudya Agus Harlianto, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud kepedulian yang tulus dari pekerja PHR kepada masyarakat yang selama ini berdampingan langsung dengan wilayah operasi perusahaan. “Kami sangat mengharapkan doa dari masyarakat agar operasi Rokan berjalan lancar, safe (aman), dan sehat. Kesuksesan kami adalah kesuksesan bersama,” kata Pramudya hangat. Langkah nyata PHR menuai apresiasi pemerintah setempat. Camat Minas, Nurfa Octolita, mengatakan rasa terima kasihnya karena aksi kepedulian ini menyentuh langsung kebutuhan dasar warganya. “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PHR. Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus berlanjut dan mencakup bidang yang lebih luas lagi di masa depan,” tutur Nurfa. Rasa syukur para orang tua dan anak-anak semakin lengkap. Pasalnya, setiap anak yang telah selesai dikhitan tidak hanya mendapatkan layanan medis yang higienis dan profesional. Sebagai bentuk kasih sayang dan dukungan moral dari para pekerja PHR, masing-masing anak juga pulang dengan semringah sembari membawa sembako, perlengkapan sekolah baru serta uang saku. Melalui langkah kecil yang penuh makna, PHR dan masyarakat di Blok Rokan membuktikan bahwa sinergi yang kuat mampu mengalirkan energi kebaikan yang berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Melongok Progres Remediasi TTM, PHR dan Komisi III DPRD Riau Perkuat Sinergi Pemulihan Lingkungan
Pekanbaru, katakabar.com - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan peninjauan lapangan mengenai progres pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) di area operasi WK Rokan, Selasa (1/7). Kunjungan tersebut sebagai langkah sinergi strategis untuk memastikan pengerjaan proyek lingkungan ini memenuhi baku mutu ekologis sekaligus menjadi katalisator bagi pengembangan potensi ekonomi daerah di wilayah operasional. Bagi DPRD 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau, pengawasan langsung di lokasi ini menunjukkan fungsi legislatif guna memastikan proyek strategis memberikan multiplier effect yang nyata bagi Provinsi Riau. Dengan memastikan pemulihan lahan berjalan optimal, DPRD mendukung lahan tersebut kembali menjadi aset produktif bagi kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan ekonomi berkelanjutan di daerah. Ketua Komisi III DPRD Riau, H. Edi Basri, menyampaikan DPRD Riau berkomitmen mengawal keberhasilan program pemulihan lingkungan ini. Kami melihat kesungguhan PHR dalam menjalankan roadmap pemulihan hingga 2030. "Sinergi ini akan kami perkuat agar setiap kendala di lapangan teratasi secara kolaboratif, sehingga target pemulihan lahan mencapai sasaran lingkungan sekaligus membawa nilai tambah keekonomian yang signifikan bagi masyarakat Riau," ujar Edi. VP Remediation & Asset Retirement PHR, Ovulandra Wisnu Widyastho, menegaskan nilai strategis kolaborasi ini. “Kunjungan ini memperkuat transparansi kami kepada mitra kerja di DPRD Riau. Penanganan TTM merupakan mandat negara melalui SKK Migas untuk menuntaskan tanggung jawab pemulihan lingkungan di Wilayah Kerja Rokan,” ulasnya lewat keterangan resmi. Ovu menambahkan, hingga saat ini 20 lokasi telah selesai dipulihkan, sementara 43 lokasi lainnya berjalan aktif. “Kami terus memastikan seluruh proses ini berjalan selaras dengan standar lingkungan yang tinggi, guna menjaga operasional migas tetap menjadi penggerak ekonomi utama di Provinsi Riau”, tegasnya. Hingga saat ini, PHR telah mengajukan 100 dokumen Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Seluruh tahapan pengerjaan di lapangan dilakukan dengan pengawasan ketat, baik dari sisi teknis maupun prosedur pengadaan yang mengacu pada Pedoman Tata Kerja (PTK) 007 SKK Migas. PHR dan DPRD Riau sepakat untuk terus mengedepankan koordinasi intensif guna memastikan keberlanjutan program, keterlibatan potensi ekonomi lokal, serta kepatuhan penuh terhadap prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Program Semarak Riau PHR Dorong Pemuda Adat Suku Bonai Perkuat Kapasitas Peternakan
Rokan Hulu, katakabar.com - Beternak sapi bukan sekadar aktivitas sehari-hari bagi Kafrizal, Ketua Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai di Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, tetapi ternak sapi aset berharga sekaligus harapan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat adat di kampungnya. Tetapi, harapan tersebut selama ini dihadapkan pada berbagai tantangan. Kelompok peternak masih mengandalkan pakan alami berupa pelepah sawit dan rumput gajah yang diberikan secara langsung tanpa pengolahan maupun perhitungan kebutuhan nutrisi yang tepat. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ternak dan membuat peternak kesulitan memastikan kebutuhan nutrisi sapi terpenuhi secara optimal. Selain itu, keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan ternak juga menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya beserta kelompok. Sebagian besar anggota kelompok belum memahami jenis obat-obatan, vitamin, maupun suplemen yang dibutuhkan sapi pada setiap fase pertumbuhan. Ketika ternak mengalami penurunan kondisi fisik atau menunjukkan gejala sakit, para peternak sering kali merasa bingung menentukan langkah penanganan yang tepat. "Kami sering merasa khawatir ketika melihat sapi tidak berkembang sesuai harapan. Saat ada yang sakit atau nafsu makannya menurun, kami juga bingung harus melakukan apa," cerita Kafrizal. Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui Program Sejahterakan Masyarakat Kampung Riau (Semarak Riau) memfasilitasi pelatihan perawatan sapi bagi Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak dalam memahami komposisi pakan yang tepat, pengelolaan kesehatan ternak, serta pengembangan usaha peternakan yang lebih berkelanjutan. Selain pelatihan, kelompok juga menerima dukungan sarana dan prasarana berupa tiga ekor anakan sapi betina jenis Bali, mesin pencacah pakan, paket pakan ternak, nutrisi fermentasi pakan, obat-obatan, suplemen, alat penunjang pembuatan pakan, serta plang nama kelompok. Berbekal pengetahuan dan fasilitas yang diterima melalui Program Semarak Riau, anggota Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai mulai mempersiapkan langkah-langkah perbaikan dalam pengelolaan usaha peternakan mereka. Melalui pelatihan yang diberikan, anggota kelompok memperoleh pemahaman baru mengenai penyusunan pakan yang lebih seimbang, pengolahan bahan pakan, serta pentingnya menjaga kesehatan ternak secara terencana. Mesin pencacah pakan yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengolah rumput gajah dan bahan pakan lainnya sehingga lebih mudah dikonsumsi ternak. Selain itu, bantuan obat-obatan, suplemen, dan nutrisi fermentasi pakan menjadi sarana pendukung yang akan digunakan kelompok untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan sapi ke depannya. Pengetahuan dan sarana yang diperoleh tersebut diharapkan dapat membantu anggota kelompok menerapkan praktik peternakan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dengan bekal tersebut, kelompok optimistis dapat meningkatkan kualitas pemeliharaan ternak secara bertahap, sehingga mendukung pertumbuhan sapi yang lebih optimal dan memperkuat keberlanjutan usaha peternakan yang mereka jalankan. Bagi Kafrizal dan anggota kelompok lainnya, program ini menjadi awal dari harapan baru untuk mengembangkan usaha peternakan yang lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat adat di Desa Bonai. "Dulu, kami sering dihampiri rasa bingung dan khawatir kalau sapi kami tidak berkembang. Kini, secercah harapan mulai tumbuh. Rasanya bangga memiliki pengetahuan dan peralatan yang dapat membantu kami merawat ternak dengan lebih baik kedepannya," ujar Kafrizal. Sedang, Manager Community Involvement & Development PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri. "Melalui Program Semarak Riau, kami berupaya mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui transfer pengetahuan, penguatan kelembagaan kelompok, serta penyediaan sarana pendukung yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi Kelompok Barisan Pemuda Adat Suku Bonai untuk mengembangkan usaha peternakan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," imbuh Iwan. Program Semarak Riau merupakan salah satu wujud komitmen PHR dalam mendukung pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui berbagai program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan manfaat bagi masyarakat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Mulai Pengerjaan Jalan Lintas Pinang Kubu Sepanjang 15 Kilometer, Ini Asa PHR
Rokan Hilir, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) secara resmi mulai proyek perbaikan Jalan Lintas Pinang Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Langkah strategis ini dilakukan sebagai wujud nyata komitmen perusahaan mendukung kelancaran operasional hulu migas sekaligus menjawab aspirasi masyarakat setempat yang mendambakan akses jalan yang bagus. Proyek perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 15 kilometer ini dilaksanakan dengan skema tahun jamak (multi years). Selain perbaikan, PHR juga melakukan pembersihan pada sisi kanan-kiri badan jalan, yang mana banyak ditumbuhi semak belukar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terhalangnya pandangan pengendara, sehingga aspek keselamatan lebih terjaga. Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengatakan perbaikan jalan ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Selain untuk kelancaran operasional, perbaikan jalan tersebut juga mempermudah akses warga, sehingga memiliki dampak berganda. "PHR memahami bahwa akses jalan yang memadai adalah nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Perbaikan ini tidak hanya mendukung operasional PHR, tetapi yang lebih utama adalah untuk memberikan kemudahan bagi warga sekitar dalam beraktivitas sehari-hari. Kami berharap sinergi ini memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir," kata Eviyanti. Keputusan PHR untuk melakukan perbaikan ini disambut hangat oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat yang selama ini menantikan perbaikan akses jalan tersebut. Camat Kubu, Dr. Syafrizal, menyampaikan apresiasi mendalam mewakili masyarakat Kubu, Kubu Babussalam. "Pada prinsipnya, kami sangat berterima kasih atas respon cepat dan nyata dari PHR terhadap aspirasi masyarakat kami. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh kelancaran proyek ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mari kita jaga dan manfaatkan pembangunan ini dengan tertib, agar pelaksanaannya berjalan aman dan lancar hingga tuntas," jelasnya. Senada dengan hal tersebut, Camat Kubu Babussalam, Ahmad Marzan S.STP, aminkan Camat Kubu. Ia menyatakan dukungannya. "Kami bersama warga siap mendukung penuh pekerjaan ini. Kami juga membuka pintu komunikasi seluas-luasnya, jika ada informasi atau kendala di lapangan, silakan sampaikan kepada kami agar dapat dikoordinasikan dengan baik bersama PHR," ucapnya. Melalui sinergi antara PHR, pemerintah daerah, dan masyarakat, perbaikan jalan lintas ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antardaerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Rokan Hilir secara berkelanjutan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Literasi Digital Media 2026, PHR Dorong Wartawan Lebih Adaptif dan Profesional di Tengah Arus Disrupsi Teknologi
Duri, katakabar.com - Pertamina Hulu Rokan (PHR) dorong wartawan lebih adaptif, dan profesional lewat kegiatan Literasi Digital Media 2026, di Hang Nadim Conference Room, Widuri Club PHR, Jumat (19/6). Kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi jurnalis di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas. Apalagi kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama kawal kedaulatan energi nasional. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyadari pentingnya hal itu, makanya kegiatan dilaksanakan bersama rekan-rekan jurnalis di Wilayah Operasional North. Di mana agenda ini padukan esensi kebugaran fisik, penguatan pemahaman hukum pers, hingga strategi adaptasi teknologi digital guna melahirkan jurnalisme yang profesional. Kegiatan berlangsung semarak diawali dengan jalan santai bersama manajemen PHR dan puluhan wartawan. Selain mempromosikan gaya hidup sehat, momen ini menjadi ruang diskusi santai tanpa sekat untuk mempererat keakraban yang selama ini telah terjalin baik demi mendukung penyebaran informasi positif terkait ketahanan energi di Blok Rokan. Acara tersebut mengangkat materi terkait aspek hukum pers (Legal Awareness) dan adaptasi teknologi (Tech Adaptation). Di sesi hukum, wartawan diajak membedah kode etik jurnalisme, serta langkah mitigasi risiko peliputan agar terhindar dari sengketa hukum maupun jeratan Undang Undang ITE yang dibawakan Mario Abdillah Khair selaku Ahli Pers Dewan Pers. Sementara pada sesi teknologi, para peserta dilatih untuk mengoptimalkan media sosial secara etis guna melakukan riset tren, distribusi informasi, hingga memproduksi konten berita interaktif yang berdaya jangkau luas oleh Eko Faizin dari AJI Pekanbaru. Pjs. Manager Corporate Communication PHR, Yulia Rintawati, mengatakan hubungan baik dengan media bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan pilar penting yang ikut menjaga denyut nadi industri migas tanah air. "Rekan-rekan media adalah garda terdepan sekaligus mitra strategis PHR dalam menyebarkan edukasi mengenai perjuangan ketahanan energi nasional. Tetapi, kami juga memahami tantangan jurnalisme hari ini semakin berat dengan adanya kecerdasan buatan, media sosial, dan dinamika hukum. Itu sebabnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian PHR untuk tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga ikut berkontribusi meningkatkan kompetensi,” ujar Yulia. Melalui sinergi yang terus disegarkan ini, PHR berharap pers dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus edukasi publik secara profesional. Kemitraan yang kokoh ini menjadi bukti untuk mewujudkan ketahanan energi nasional dibutuhkan kerja sama yang harmonis antara industri hulu migas dan dunia jurnalisme. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.