PMII Riau

Sorotan terbaru dari Tag # PMII Riau

PMII Riau Kecam Aksi Brutal Oknum Polisi di Polresta Pekanbaru, Desak Kapolda Riau Tangkap Pelaku Hukrim
Hukrim
11 jam yang lalu

PMII Riau Kecam Aksi Brutal Oknum Polisi di Polresta Pekanbaru, Desak Kapolda Riau Tangkap Pelaku

Pekabaru, katakabar.com - Tindakan kekerasan terhadap dua kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau di lingkungan Polresta Pekanbaru memantik kecaman keras. Sekretaris PMII Riau, Supriadi, menilai peristiwa tersebut tindakan yang mencoreng marwah institusi kepolisian, dan bertentangan dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia. Peristiwa bermula ketika dua kader berinisial P dan S datang ke Polresta Pekanbaru untuk mengantarkan surat. Tetapi, keduanya justru dicegat di pos penjagaan oleh sejumlah oknum polisi. "Korban kemudian diduga hendak dibawa secara paksa menuju area toilet. Saat korban berinisial P menolak, kepalanya dihempaskan ke lantai berkali-kali," ujarnya. Tindakan itu, kata Supriadi, sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum, Tindakan tersebut memang betul tidak manusiawi tanpa ada rasa kasihan sedikit pun seolah bukan seperti perlakuan manusia Sekretaris PMII Riau mengecam keras dugaan tindakan tersebut dan mendesak Kapolda Riau segera mengambil langkah tegas. "Peristiwa ini bukan hanya persoalan pelanggaran disiplin, tetapi tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum di dalam institusinya sendiri. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan represif oknum aparat," tegasnya. PMII Riau menegaskan kantor kepolisian semestinya menjadi tempat masyarakat mencari perlindungan yang aman dan keadilan, bukan ruang yang menghadirkan rasa takut yang mengerikan. "Setiap warga negara yang datang untuk menyampaikan aspirasi atau mengantarkan surat harus diperlakukan secara manusiawi dan sesuai prosedur hukum," jelasnya. Menurutnya, surat harus di balas dengan surat, bukan dengan dengkul, bukan dengan otot-otot yang kekar, bukan juga dengan kaki yang memakai sepatu yang tebal, kita harus ingat sepatu itu saja dari hasil keringat rakyat. Untuk itu, imbuhnya, PMII Riau juga mendesak Kapolda Riau untuk segera mengusut tuntas kasus ini, memeriksa seluruh anggota yang diduga terlibat, mengamankan rekaman CCTV di lokasi kejadian, serta memberikan sanksi pidana maupun etik kepolisian "Kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sedang dipertaruhkan. Jangan sampai hukum tampak tajam kepada rakyat, tetapi tumpul ketika dugaan pelanggaran dilakukan oleh aparat sendiri," terang Sekretaris PMII Riau. PMII Riau menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas dan meminta seluruh elemen masyarakat sipil ikut mengawasi penanganan perkara tersebut agar berjalan transparan, profesional, dan bebas dari intervensi.

PMII Riau Nilai Penanganan Narkoba Arah Positif di Panipahan, Tekankan Konsistensi Langkah Riau
Riau
Selasa, 14 April 2026 | 21:51 WIB

PMII Riau Nilai Penanganan Narkoba Arah Positif di Panipahan, Tekankan Konsistensi Langkah

Pekanbaru, katakabar.com - Situasi yang terjadi di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, jadi perhatian serius berbagai pihak. Eskalasi persoalan narkoba sempat picu gejolak di tengah masyarakat menunjukkan bahwa penanganan isu ini membutuhkan langkah cepat, tepat, dan menyeluruh. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau mengapresiasi respons cepat yang dilakukan Polda Riau merespons kondisi tersebut. Kehadiran langsung aparat di tengah masyarakat, serta upaya penindakan yang dilakukan dinilai sebagai langkah awal penting meredam situasi. Ketua PKC PMII Riau, Sahabat Ghulam Zaky, menyampaikan langkah cepat tersebut perlu diapresiasi, terutama karena tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mulai menyentuh aspek edukasi kepada masyarakat. “Respons cepat yang dilakukan patut kita hargai. Ini menunjukkan negara hadir. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana langkah ini dijaga konsistensinya agar benar-benar menyelesaikan persoalan dari hulu ke hilir,” ujarnya. Menurutnya, pendekatan yang menggabungkan penindakan, dan edukasi arah yang tepat, mengingat persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan pelaku, tetapi juga menyangkut kesadaran dan kondisi sosial masyarakat. “Penindakan itu penting, tapi tidak cukup. Harus diiringi dengan upaya membangun kesadaran, terutama di kalangan generasi muda, agar persoalan ini tidak terus berulang,” tegas Ghulam. Tetapi, PMII Riau mengingatkan agar seluruh langkah yang dilakukan tidak bersifat sementara atau hanya respons situasional. Konsistensi dan pengawasan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam memastikan efektivitas penanganan. “Kita berharap ini bukan hanya gerak cepat di awal, tetapi menjadi langkah yang berkesinambungan. Penegakan hukum harus tegas dan merata, sementara edukasi harus dilakukan secara masif,” jelasnya. PMII juga menyoroti dinamika yang sempat terjadi di Panipahan sebagai bentuk keresahan masyarakat yang perlu dipahami. Tetapi, PMII menegaskan bahwa penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan secara bijak dan tidak mengarah pada tindakan yang merugikan. “Kami memahami kegelisahan masyarakat, tetapi tindakan yang berujung anarkis bukan solusi. Harus ada kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi,” ucapnya. Masih Ghulam, PMII Riau turut mengapresiasi langkah evaluasi internal yang dilakukan oleh pimpinan kepolisian sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalitas institusi. “Langkah evaluasi internal ini penting sebagai bentuk keseriusan. Kepercayaan publik hanya akan tumbuh jika ada ketegasan, baik ke luar maupun ke dalam,” tuturnya. Sebagai organisasi kader, PMII menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendekatan penanganan narkoba yang tidak hanya represif, tetapi juga humanis dan berorientasi pada pencegahan. PMII Riau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba melalui cara-cara yang konstruktif. “Ini adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci agar ruang peredaran narkoba bisa ditekan secara nyata,” sebutnya.

Nakhoda Baru PMII Riau: Ghulam Zaky dan Utari Nelviandi Pimpin PKC dan Kopri 2025–2027 Riau
Riau
Kamis, 02 Oktober 2025 | 08:33 WIB

Nakhoda Baru PMII Riau: Ghulam Zaky dan Utari Nelviandi Pimpin PKC dan Kopri 2025–2027

Pekanbaru, katakabar.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Riau resmi memasuki babak kepemimpinan baru. Melalui Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) IV yang digelar dini hari pukul 02.30 WIB, forum menetapkan Sahabat Ghulam Zaky sebagai Ketua PKC PMII Riau dan Sahabat Utari Nelviandi sebagai Ketua Kopri PKC PMII Riau untuk masa khidmat 2025–2027. Sidang pleno penetapan dipimpin oleh perwakilan Pengurus Besar PMII, Sahabat Teguh Pati Ajidarma, yang memberikan legitimasi penuh atas hasil forum tertinggi di tingkat Koordinator Cabang tersebut. Ketua PMII Riau terpilih, Ghulam Zaky menegaskan tekadnya menjadikan PKC PMII Riau sebagai ruang kaderisasi yang adaptif dengan perkembangan zaman. “PKC PMII Riau harus menjadi ruang kaderisasi yang modern, responsif, dan solutif. Bersama seluruh elemen, kita akan menjadikan organisasi ini sebagai motor pergerakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara, Utari Nelviandi menekankan pentingnya peran Kopri memperkuat gerakan perempuan di tubuh PMII maupun di ruang publik. “Kopri PKC PMII Riau akan kami dorong menjadi wadah pemberdayaan yang progresif, adaptif, dan berkontribusi aktif dalam membangun peradaban yang berkeadilan,” tegasnya.