PT SAL Ukir Sejarah, Sekolahkan Suku Anak Dalam Sukses Jadi Perawat Sawit
Sawit
Kamis, 15 Februari 2024 | 18:26 WIB

PT SAL Ukir Sejarah, Sekolahkan Suku Anak Dalam Sukses Jadi Perawat

Sarolangun, katakabar.com - PT Sari Aditya Loka (PT SAL) beroperasi di wilayah binaan Suku Anak Dalam (SAD) ukir sejarah. Soalnya perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit ini berhasil angkat pendidikan Suku Anak Dalam (SAD) hingga jadi perawat. Adalah Kurnia SAD yang menjadi perawat pertama berkat beasiswa PT SAL. Prestasi ini tidak hanya mencerminkan tekad dan keberhasilan pribadi Kurnia, tapi menunjukkan komitmen tinggi PT SAL mendukung pendidikan masyarakat SAD. "Terima kasih saya tak cukup bila diungkapkan lewat kata-kata," kata Kurnia penuh haru, seraya menyatakan sangat bersyukur dan bangga karena telah dipercaya menerima Beasiswa program PT SAL. Cerita Kurnia, sebelum dirinya memutuskan untuk belajar di Poltekkes kesehatan Provinsi Jambi, banyak sekali pertimbangan dan perhitungan yang harus dilalui. "Saya sebelumnya mau masuk Polwan tapi harus ikut Bimbel lebih dulu, dan atas saran dari PT SAL saya pilih sekolah dulu jadi perawat," ulasnya. Plihan ini sangat sulit bagi saya, ujar Kurnia, mengingat kondisi keluarga dan kebutuhan finansial untuk lanjut bersekolah atau masuk Polwan. Makanya saya sangat berterima kasih bisa mendapatkan Program beasiswa ini, sekaligus membuktikan keputusannya bersekolah di Poltekkes Keperawatan Jambi tidaklah salah. "Beasiswa ini punya makna lebih besar dibanding soal uang semata," tuturnya. Menurutunya, orang tua bisa hidup dengan tenang tanpa harus khawatir soal biaya pendidikannya anugerah dan hadiah paling berharga yang pernah diterimanya. "Keberhasilan ini hendaknya menjadi motivasi bagi warga SAD untuk semakin terbuka dan melangkah maju," harapnya. Asisten CSR PT SAL, Slamet Riyadi sampaikan kegembiraannya saat acara pemasangan topi dan ucap janji di Bumi Pasundan Convention Center, di pekan pertama Feburuari 2024. Acara tersebut dihadiri total 231 mahasiswa dari Program Studi D III Keperawatan dan Sarjana Terapan Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Provinsi Jambi. “PT SAL berkomitmen tinggi di bidang pendidikan masyarakat SAD. Alhamdulilah, bukti nyata telah kita lihat bersama. Ini Mudah-mudahan menjadi semangat untuk anak-anak SAD lainya. Perusahaan siap support, dan menyongsong masa depan cerah bagi SAD,” ucap Slamet. Pada perjalanan pendidikannya, beber Slamet, Kurnia mendapatkan dukungan penuh dari PT SAL, yang telah lama berkomitmen bidang program pendidikan di wilayah binaannya. Dukungan ini tidak hanya mencakup bantuan finansial tapi pendampingan dan motivasi untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh siswa-siswi SAD. Ia berasal dari kelompok Temenggung Nangkus di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, memiliki kisah perjalanan pendidikan yang luar biasa. Aturan adat yang melarang perempuan SAD untuk sekolah jauh dari orang tua menjadi hambatan besar. Tapi, dengan dukungan kuat dari keluarganya, terutama ayahnya, Pak Nugrah, Kurnia berhasil melangkah melawan tradisi dan meraih kesuksesan. "Saya sangat senang dan bahagia, saya pengen anak saya bahagia dan maju, saya akan dukung terus , biar anak saya bisa jadi contoh dan bisa mengabdi di masyarakat khususnya di masyarakat SAD. Dia harus maju dari anak yang lain yang ada di Air panas, saya bangga,” terang Nugrah. Prestasi Kurnia mencapai puncak saat ia berhasil melanjutkan studinya ke Program D III Keperawatan di Poltekkes Kemenkes Provinsi Jambi. Ia tidak hanya merayakan keberhasilannya sebagai mahasiswa perawat, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi SAD dan bukti bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah nasib. Direktur Poltekkes Kemenkes Jambi, Dr. Rusmimpong menimpali, memberikan apresiasi atas kontribusi PT SAL mendukung pendidikan dan membuka pintu bagi masyarakat SAD untuk meraih mimpi mereka. "Kami sangat mengapresiasi komitmen tinggi PT SAL dalam mencetak sejarah dengan mendukung pendidikan masyarakat SAD untuk meraih masa depan yang lebih baik," ucap Dr. Rusmimpong. Keberhasilan Kurnia, sebut Rusmimpong, tidak hanya prestasi individu tapi hasil dari kolaborasi yang kuat antara sektor swasta, lembaga pendidikan, dan masyarakat lokal. "PT SAL tidak hanya memberikan harapan pada Kurnia, tapi membuka peluang baru bagi generasi SAD berikutnya," imbuhnya. Pencapaian luar biasa Kurnia ini, PT SAL membuktikan perusahaan swasta dapat memiliki dampak positif yang signifikan pada pembangunan sosial dan pendidikan masyarakat sekitarnya.