PTPN IV Palmco Puji 32 Pemanen Terbaik Lewat Program Journey Of Excellence Bersama Keluarga
Yogyakarta, katakabar.com - Suasana hangat dan penuh kebanggaan selimuti ballroom sebuah hotel di Yogyakarta Kamis, akhir Januari 2026 lalu, saat Holding Perkebunan Nusantara lewat PTPN IV PalmCo memberikan penghargaan kepada 32 pemanen terbaik dalam program bertajuk Journey of Excellence. Para pemanen hadir bersama keluarga mereka, menandai pendekatan humanis perusahaan dalam mengapresiasi pekerja lapangan. Total 32 pemanen dari berbagai wilayah operasional PTPN IV, mulai dari Langsa (Aceh) hingga Sulawesi, diterbangkan khusus ke Yogyakarta untuk mengikuti rangkaian kegiatan apresiasi dan penguatan kompetensi. Mereka tidak datang sendiri, melainkan didampingi oleh istri dan anak-anak sebagai bagian dari desain program yang menempatkan keluarga sebagai elemen penting dalam keberhasilan kinerja. Acara tersebut dihadiri jajaran Direksi dan Komisaris PTPN IV PalmCo. Selain seremoni penghargaan, para peserta mengikuti sesi peningkatan kompetensi yang difasilitasi bersama PT LPP Agro Nusantara, serta berbagai kegiatan kebersamaan keluarga. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan peran strategis pemanen dalam rantai produksi perkebunan sawit perusahaan yang berada di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. “Rekan-rekan pemanen adalah garda terdepan yang memegang kendali atas nadi perusahaan ini. Kami ingin memastikan semangat dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas,” ujar Jatmiko di hadapan peserta dan keluarga. Ia menambahkan perusahaan menargetkan para penerima penghargaan menjadi role model di unit masing-masing, menularkan disiplin, kepatuhan terhadap standar operasional, serta etos kerja tinggi guna mendukung pencapaian target operasional 2026. Kompetisi Berlapis dari Seluruh Regional Direktur SDM dan TI PTPN IV PalmCo, Suhendri, menjelaskan bahwa 32 pemanen yang diundang ke Yogyakarta merupakan hasil seleksi berlapis dari seluruh kebun di lingkungan PTPN IV sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara. Penilaian mencakup aspek produktivitas, kedisiplinan, kepatuhan terhadap SOP, serta sikap kerja. “Mereka adalah representasi terbaik dari tiap wilayah. Ini pertama kalinya pemanen terbaik dari bentangan operasional seluas ini dipertemukan dalam satu forum,” ucap Suhendri. Di sela acara, Warham Tanjung, pemanen dari Kebun Sei Garo, Regional III, Riau, mengaku tidak menyangka dapat berdiri di panggung menerima penghargaan di hadapan keluarga. “Bagi kami, kebun itu sumber kehidupan. Sudah seperti milik sendiri. Jadi memang harus dijaga dengan sepenuh hati,” tuturnya. Pemanen dari Regional V Kalimantan, Bohari Rahman, menyebut pengalaman tersebut sebagai motivasi baru. “Saya ingin semangat ini menular ke teman-teman di kebun,” ceritanya. Sementara, Harwoko dari Kebun Tanjung Lebar, Regional IV Jambi, tampak beberapa kali menggenggam tangan anaknya selama acara berlangsung. “Ini kebanggaan luar biasa bagi keluarga kami,” katanya. Investasi Jangka Panjang pada SDM Pelibatan keluarga menjadi ciri khas program Journey of Excellence. Pada sesi makan siang bersama, sejumlah Direksi dan Komisaris tampak berbincang santai dengan istri dan anak para pemanen, menciptakan suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Manajemen Holding Perkebunan Nusantara menilai dukungan keluarga berperan besar dalam menjaga konsistensi kinerja pekerja lapangan. Oleh karena itu, skema penghargaan dirancang tidak hanya menyentuh aspek profesional, tetapi juga emosional. Bagi PTPN IV PalmCo, program ini diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang dalam penguatan budaya kerja. Para pemanen diharapkan membawa standar baru ketika kembali ke kebun masing-masing, yang dapat direplikasi di unit lain. Menutup acara, Jatmiko kembali menegaskan komitmen Holding Perkebunan Nusantara menjadikan penghargaan bagi pemanen terbaik sebagai agenda berkelanjutan. “Ini bukan akhir, melainkan awal dari tradisi yang ingin kami bangun,” ujarnya. Dari Yogyakarta, pesan tersebut jelas: di balik angka produksi sawit, ada kerja nyata para pemanen yang kini memperoleh ruang apresiasi yang lebih luas dari Holding Perkebunan Nusantara.
Komitmen Hijau, PTPN IV Regional VII Tanam 2.200 Pohon di Hari Menanam Pohon Indonesia
Lampung, katakabar.com - PTPN IV Regional VII, entitas usaha di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), gelar gerakan penanaman pohon serentak sempena memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui program “PalmCo Green Movement Tanam 10.000 Pohon: Menanam Hari Ini, Menumbuhkan Masa Depan”, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan peningkatan kualitas ekosistem di wilayah operasional. Penanaman pohon dilakukan secara serentak di seluruh unit kebun dan pabrik Regional VII, melibatkan ratusan insan perkebunan, jajaran manajemen, hingga perwakilan masyarakat. Kegiatan ini menciptakan kolaborasi yang kuat sebagai dukungan terhadap agenda keberlanjutan perusahaan. Pada gelaran tahun ini, PTPN IV Regional VII menanam 2.200 pohon yang terdiri atas tanaman buah produktif dan tanaman kayu bernilai ekologis tinggi. Jenis yang ditanam meliputi durian, mangga, alpukat, rambutan, nangkadak, matoa, jambu mente, jambu jamaica, jambu madu, kedondong, mahoni, dan jenis tanaman lainnya. Pemilihan tanaman tersebut mempertimbangkan daya adaptasi, manfaat ekologis, serta potensi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang. Inisiatif ini merupakan langkah penting perusahaan untuk meningkatkan tutupan hijau, menekan potensi erosi tanah, serta menjaga kualitas udara di kawasan perkebunan. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional VII, M. Syafi'i Ritonga, menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. “Gerakan penanaman pohon ini adalah bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian alam dan memperbaiki kualitas lingkungan di sekitar wilayah operasional. TJSL bukan lagi sekadar kewajiban, tetapi komitmen moral perusahaan untuk berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah bisnis perusahaan selalu beriringan dengan keberlanjutan,” ujar Syafi'i Ritonga. Ia menambahkan kegiatan penanaman pohon akan terus dipantau secara berkelanjutan agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Region Head PTPN IV Regional VII, Denny Ramadhan, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan. “Menanam bukan hanya aktivitas simbolis, tetapi investasi jangka panjang bagi bumi dan generasi yang akan datang. Melalui PalmCo Green Movement, kami ingin memastikan bahwa seluruh aktivitas bisnis perusahaan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Menanam hari ini berarti menumbuhkan masa depan,” ujar Denny. Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh karyawan sebagai bukti bahwa nilai-nilai keberlanjutan telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan. Selain insan perkebunan, kegiatan ini turut melibatkan masyarakat sekitar sebagai upaya memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan lingkungan sosial. Partisipasi publik diharapkan mendorong kesadaran kolektif mengenai pentingnya penghijauan dan pelestarian alam. Gerakan ini juga selaras dengan kampanye perusahaan #TumbuhJuaraBangunNegeri, yang menekankan kontribusi berimbang terhadap pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan terselenggaranya PalmCo Green Movement di Regional VII, PTPN IV berharap kegiatan penanaman pohon ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan diperluas cakupannya. Perusahaan mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari industri, masyarakat, dan pemerintah, untuk bersama menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata.
Perkuat Kebangkitan Kopi Ijen, PTPN IV PalmCo dan PTPN I Replanting 1.300 Ha di Bondowoso
Bondowoso, katakabar.com - Upaya kebangkitan kopi Arabika dari lereng Ijen, Bondowoso, mulai menunjukkan hasil. Kurun tiga tahun terakhir, dua subholding PTPN III (Persero), yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo bersama PTPN I melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) di Java Coffee Estate (JCE), berhasil melakukan peremajaan atau replanting tanaman kopi seluas lebih dari 1.300 hektare. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi kopi Arabika Indonesia di pasar global. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyebut replanting bukan semata mengganti tanaman tua, melainkan investasi masa depan bagi industri kopi nasional. “Kami tidak hanya menanam pohon kopi, tapi menanam masa depan,” ujarnya, Jumat (14/11) lalu. Cerita Jarmiko, program replanting di JCE dimulai pada 2022 dan dilakukan bertahap. Seluas 383 hektare kebun diperbarui pada tahun pertama, disusul 251 hektare pada 2023, 407 hektare di 2024, dan ditargetkan 293 hektare pada 2025. Total kebun yang dikelola JCE sendiri mencapai 3.530 hektare. "Bibit Arabika yang digunakan varietas unggul adaptif terhadap iklim pegunungan Ijen serta menghasilkan cita rasa khas. Penerapan praktik agronomi juga mengedepankan konservasi tanah dan air, dua unsur vital di kawasan lereng vulkanik yang rentan erosi. Replanting ini adalah investasi hijau. Kami ingin kebun tetap produktif tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan,” jelasnya. Produktivitas Terjaga, Ekspor Menguat Menariknya, proses peremajaan besar-besaran ini tidak menurunkan kinerja produksi. Sepanjang 2025, produksi kopi ceri JCE tercatat mencapai 5.534 ton, naik dibanding 4.987 ton pada tahun sebelumnya. Sementara volume green bean atau biji kopi siap ekspor meningkat dari 825 ton menjadi 893 ton. Produktivitas lahan pun stabil di kisaran 2.530 kilogram kopi ceri per hektare dan 409 kilogram green bean per hektare. Hingga Oktober 2025, JCE membukukan laba bersih sekitar Rp14 miliar. Kinerja positif itu menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. “Pasar dunia kini menuntut transparansi dan tanggung jawab. Mereka ingin tahu dari mana kopi berasal dan bagaimana ia ditanam. Kami menjawab tuntutan itu melalui praktik yang bertanggung jawab dari hulu ke hilir,” ucap Jatmiko. Dari Lereng Ijen ke Pasar Dunia Kopi Arabika Ijen dikenal memiliki karakter cita rasa yang khas, body ringan hingga sedang, aroma bunga, serta keasaman seimbang. Kombinasi itu menjadikan kopi JCE mulai menembus pasar ekspor di Asia Timur, Eropa, dan Amerika Utara. “Kopi Ijen punya keunggulan yang tak banyak dimiliki daerah lain. Dunia perlu tahu kopi terbaik juga tumbuh di Bondowoso, bukan hanya di Amerika Latin,” ujar Jatmiko menambahkan. Sinergi BUMN dan Masyarakat Kolaborasi antara PTPN IV dan PTPN I melalui skema KSO terbukti efektif dalam mempercepat pemulihan produktivitas kebun. Kedua BUMN berbagi peran dalam pengelolaan aset, manajemen, dan peningkatan mutu produksi. Tetapi, bagi Jatmiko, keberlanjutan sejati tidak hanya diukur dari tonase panen atau laba perusahaan. “Kami ingin masyarakat tumbuh bersama kami. Dari pekerja kebun, petani mitra, hingga generasi muda di sekitar Ijen, semua harus merasa punya masa depan dari kopi ini,” tuturnya.
Holding PTPN Dorong Transformasi Digital, PTPN IV Gelar ToT E-Budget
Pontianak, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo), Subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), gelar Training of Trainer (ToT) Aplikasi E-Budget bagi 33 karyawan Regional V, berlangsung selama lima hari, mulai Senin (29/9) hingga Jumat (3/10) lalu, di Aula Utama Kantor Region Office Regional V. Pelatihan menghadirkan Tim Implementasi Aplikasi E-Budget dari PT SISI serta Advisor E-Budgeting Regional IV, Iswan Haganta Sinulingga, sebagai fasilitator. Materi yang diberikan mencakup pemahaman konsep E-Budget, praktik penginputan data, teknik analisis, hingga pelaporan anggaran. Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan PTPN IV Regional V, Herry Wahyudi, mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan baik dan penuh tanggung jawab. “Peserta wajib melakukan knowledge sharing dan mengimplementasikan ilmu yang didapat kepada karyawan di unit kerja masing-masing,” ujarnya. Kata Herry, ToT ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar siap mendukung transformasi digital perusahaan. “Kami berharap para peserta tidak hanya menguasai aplikasi, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang mendorong penerapan budaya kerja berbasis teknologi di lingkungan PTPN IV Regional V,” jelasnya. Sementara, SEVP Business Support PTPN IV Regional V, Donny Amril, menegaskan perkembangan teknologi menuntut perusahaan terus beradaptasi dan berinovasi, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Kehadiran Aplikasi E-Budget disebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam proses perencanaan serta penganggaran. “Pada kesempatan yang baik ini, kita akan mencetak trainer-trainer andal yang nantinya menjadi ujung tombak sosialisasi dan implementasi aplikasi E-Budget di seluruh unit kerja Regional V. Peran Bapak dan Ibu sebagai calon trainer sangatlah krusial. Anda tidak hanya dituntut menguasai aplikasi ini secara teknis, tetapi juga mampu mentransfer pengetahuan tersebut secara efektif kepada pengguna akhir,” tegas Donny Amril. Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat membangun pemahaman yang komprehensif mengenai filosofi, fitur, dan alur kerja E-Budget, membekali peserta dengan kemampuan penyampaian materi (delivery skill) yang baik, serta menciptakan standar pemahaman yang seragam di seluruh Regional V.
PTPN IV Regional V Bersama Polres Landak Panen Perdana Jagung Tumpang Sari
Ngabang, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo, Regional V Ngabang, bersama Kepolisian Resor (Polres) Landak, melaksanakan panen perdana jagung tumpang sari di lahan seluas 20 hektar, pasnya di Afdeling 4, Kebun Ngabang. Jagung yang mulai ditanam sejak 2 Mei 2025 lalu oleh jajaran Polres Landak ini, kini mulai dipanen sekitar satu hektar. Hal ini sebagai bukti nyata kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Landak. Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., menyampaikan, kegiatan demplot jagung ini langkah konkret dukung program pemerintah perkuat ketahanan pangan. “Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polres Landak dalam membantu masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian. Semoga hasil panen ini dapat memberi manfaat, menjadi contoh, sekaligus memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan pertanian di wilayahnya,” ujarnya. Kata AKBP Devi, panen perdana ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Asta Cita pemerintah, yang salah satunya menekankan peningkatan produktivitas pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Sementara, Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, melalui Manajer Kebun Ngabang, Janri Ginting sampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama Polres Landak. “Kerja sama ini membuktikan perkebunan sawit juga dapat dikembangkan dengan sistem tumpang sari yang memberi manfaat lebih luas. Kami berharap program seperti ini dapat berkelanjutan dan menjadi model kolaborasi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ucap Janri.
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Komitmen Sosial Melalui PTPN IV PalmCo
Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo, terus pertegas peran sosialnya di tengah masyarakat. Sepanjang Semester I 2025, perusahaan telah menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) senilai Rp16,78 miliar yang disebar ke ratusan titik di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Aceh, Jawa hingga Sulawesi. Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, keagamaan, hingga penanggulangan bencana. Mulai dari pembangunan dan renovasi masjid, musholla, gereja, ruang kelas, hingga penyediaan air bersih, serta program pencegahan stunting dan masih banyak objek bantuan lainnya. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa mengatakan, pihaknya berkomitmen menjadikan program sosial perusahaan sebagai bukti nyata untuk membangun Indonesia dari desa-desa. "Kami ingin memastikan kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Tidak hanya lewat kontribusi ekonomi, tapi melalui penguatan sisi sosial, pendidikan, dan spiritual," ujarnya di Jakarta, di akhir pekan pekan kedua Juli 2025. Kata Jatmiko, seluruh kegiatan TJSL dilakukan secara terukur dengan prinsip legacy sosial dan keterlibatan aktif dari masyarakat serta pendekatan yang partisipatif dan akuntabel. "Program-program bantuan ini adalah kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat sekitar, yang pada prinsipnya kebutuhan yang paling mendesak itulah yang kami dahulukan," ucapnya, lewat rilis resmi diterima katakabar.com, Rabu siang. Meski menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah, PTPN IV PalmCo mengklaim keseluruhan program dirancang dengan asas manfaat jangka panjang. Jatmiko menyebut, nilai Rp16 miliar itu bukanlah angka akhir. “Kami menargetkan hingga akhir tahun 2025, nilai realisasi bisa mencapai lebih dari Rp30 miliar. Yang lebih penting dari jumlahnya adalah dampak yang ditimbulkan,” tegasnya.
Dinilai Berkontribusi Tingkatkan Produksi Sawit PTPN IV Regional V Diganjar Penghargaan
Kalimantan Barat, katakabar.com - PT Perusahaan Nusantara IV Regional V diganjar penghargaan oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Provinsi Kalimantan Barat, lantaran dinilai telah berkontribusi positif meningkatkan produktivitas kelapa sawit petani lewat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Ketua Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat, YS Marjitan yang serahkan penghargaan diterima oleh Region Head PTPN IV Regional V, Khayamuddin Panjaitan. Menurut Ketua Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat, YS Marjitan lewat keteranganya, pada Rabu lalu, dilansir dari laman ANTARA, pada Ahad (18/2), penghargaan diserahkan kepada PTPN IV Regional V di kegiatan 'Pengukuhan Aspekpir Kabupaten Landak dan Sanggau serta Awarding Komitmen Mewujudkan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat dan Kemitraan Berkelanjutan Bagi Kesejahteraan Bersama Menuju Indonesia Emas 2045' yang digelar di salah satu hotel di Pontianak. "Keberadaan PTPN IV Regional V tidak dinafikan menjadi nafas baru penguatan petani kelapa sawit, terutama di Kalimantan Barat. Penghargaan ini bentuk dukungan kami atas komtimen PTPN IV untuk terus memperkuat petani sawit. Kemitraan ini mudah-mudahan terus berjalan dengan baik di masa mendatang," ujar Marjitan. Terima kasih kepada berbagai pihak, ucap Marjitan, atas kontribusi positifnya dalam memperkuat para petani rakyat, tak terkecuali PTPN IV. "Keberadaan PTPN baginya telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit sejak lama," jelasnya. Cerita Marjitan, perkebunan kelapa sawit masyarakat di Kalimantan Barat sudah memasuki umur generasi kedua, terutama di Landak dan Sanggau. Makanya perlu sinergi seluruh pihak untuk memperkuat petani kelap sawit rakyat di masa datang. Di momen iru, Aspekpir Provinsi Kalimantan Barat melakukan pengukuhan pengurus Aspekpir Landak dan Aspekpir Sanggau. "Pelantikan Aspekpir memperkokoh keberadaan Aspekpir di Provinsi Kalimantan Barat," tutur Marjitan Keberadaan Aspekpir Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau jadi strategis, terang Marjitan, terutama menjadi mitra perusahaan yang saat ini sudah bertransformasi menjadi entitas usaha baru yang dikelola oleh PTPN IV. "Kondisi kebun di Landak dan Sanggau sudah memasuki kebun generasi kedua. Di mana saat ini digalakkan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) membutuhkan dukungan seluruh pihak," bebernya. Jadi, harap Marjitan, dengan menempatkan kelembagaan petani sebagai subjek pembangunan dalam menjalin kemitraan usaha bagi terwujudnya industri sawit berkelanjutan bersumber kesejahteraan bersama. Region Head PTPN IV Regional V, Khayamuddin Panjaitan yang menerima penghargaan mengapresiasi penghargaan yang diberikan Aspekpir. Harapannya, Aspekpir terus menjadi mitra pembangunan yang strategis bagi PTPN IV khususnya Regional V. "Kita harapkan Aspekpir yang ada saat ini di Kalbar dan Indonesia akan terus berjaya dan sukses ke depan," kata Khayamuddin. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah turut bangga atas kehadiran PTPN IV yang kini menjadi perusahaan dengan luasan kelapa sawit terbesar di dunia. "Hal ini menjadi kebanggan kita bersama yang mesti kita jaga ke depan," timpalnya.
Mahasiswa Agroekoteknologi Unimal Dapat Ilmu Pemeliharaan Kelapa Sawit
Sumatera Utara, katakabar.com - Total enam mahasiswa Prodi Agroekoteknologi Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Malikussaleh melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) di PTPN IV Regional 1 Kebun Rambutan, Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan PKL tersebut diikuti Hafiz Benar Silangit, Mahdin Tanjung, Dedi Syahputra, Fuadi Ajmi, Ayu Devi Syaqila, dan Nur Khaliza. Mereka mengambil konsentrasi Agronomi dan Ilmu Hama Penyakit Tanaman dibimbing Septiarini Zuliati MSi dan Novita Pramahsari Putri MSc. Ketua kelompok, Hafiz Benar Silangit menyatakan, PKL ini kegiatan yang sangat bermanfaat, dapat menambah wawasan sekaligus menambah pengalaman baru bagi mahasiswa, terutama dalam dunia perkebunan dengan komoditi kelapa sawit. "Kegiatan PKL ini dilaksanakan sebulan lamanya, dari 15 hingga 15 Februari 2024," ujar Hafiz lewat rilis, pada Kamis lalu, dilansir dari laman UnimalNews, pada Jumat (16/2). Asisten Kebun Afdeling III, Usnan berharap para mahasiswa dapat mengikuti kegiatan PKL dengan baik dan mendapatkan pembelajaran yang mereka butuhkan serta dapat membangun hubungan dengan masyarakat sekitar. “Para mahasiswa dapat mengambil ilmu sebanyak-banyaknya selama sebulan ini, dari proses pemeliharaan pra panen hingga pasca panen komoditi kelapa sawit di perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Rambutan," harapnya.
Olah Limbah Sawit Jadi Biomethane, Dua Perusahaan Dalam dan Luar Negeri MoU
Medan, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) teken Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan Malaysia reNIKOLA Holdings Sdn Bhd. MoU bertujuan untuk mengembangkan pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG) di Sumatera Utara. Biomethane atau biogas termurnikan diolah dari limbah cair hasil pengolahan kelapa sawit menjadi palm oil mill effluent/POME. reNIKOLA berkomitmen mendukung PTPN IV membangun, memiliki, dan mengoperasikan empat unit pabrik CBG masing-masing di kawasan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) Tinjowan, PMKS Pulu Raja, PMKS Dolok Sinumbah, dan PMKS Pabatu. Untuk prosesnya, setiap pabrik CBG menggunakan limbah POME milik PTPN IV sebagai bahan baku untuk menghasilkan biomethane. Direktur PTPN IV, Sucipto Prayitno menuturkan, insiatif kerja sama pemanfaatan limbah ini selaras dengan roadmap pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang dicanangkan PTPN Group dalam Business As Usual (BAU) kegiatan perkebunan. MoU ini ujar Sucipto, untuk mendukung program pemerintah terhadap upaya menurunkan emisi GRK 29 persen dari (kemampuan sendiri) atau 41 persen (dengan bantuan internasional) pada 2030 sesuai NDC (Nationally Determined Contribution). "PTPN IV mereduksi emisi methane dari limbah cair kelapa sawit dengan memanfaatkannya menjadi energi baru terbarukan sebesar 377.523 tCO2 sampai dengan tahun 2030," ulasnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (2/9). Sucipto menjabarkan, Biomethane dihasilkan dari pengolahan biologis limbah organik melalui proses pencernaan anaerobik. "Biomethane ini mengurangi efek rumah kaca yang ditimbulkan oleh produksi metana dan menjadi solusi energi ramah lingkungan dan berkelanjutan serta berfungsi sebagai alternatif energi rendah karbon,” jelasnya. Biomethane sambungnya, dikompresi ke dalam skid Modul Transportasi Gas (GTM), kemudian diangkut dalam bentuk CBG untuk dijual kepada pelanggan korporasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Di sana, produk itu akan dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar gas bumi yang berasal dari fosil. Lewat cara ini, PTPN IV berupaya memfasilitasi PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA) untuk mengembangkan Sei Mangkei Special Economic Zone (SEZ) sebagai Kawasan Industri Hijau pertama di Indonesia. Pabrik CBG akan berkontribusi mengurangi emisi karbon, mempromosikan praktik berkelanjutan dan menjadi diversifikasi sumber energi Indonesia. “Selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perkebunan, PTPN IV berusaha menetapkan standar industri agar dapat meminimalkan dampak bisnis terhadap lingkungan melalui penerapan teknologi inovatif pada setiap aktivitas bisnis demi mendorong tujuan dekarbonisasi Indonesia,” bebernya. Managing Director reNIKOLA, Boumhidi Adel menimpali, kemitraan dengan PTPN IV proyek pertama reNIKOLA di luar negeri. reNIKOLA sendiri perusahaan penghasil energi terbarukan murni asal Malaysia yang berkantor pusat di Kuala Lumpur. reNIKOLA memiliki dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya skala besar di Semenanjung Malaysia dengan total kapasitas pembangkit sebesar 178 MWp. Tidak hanya solar, perusahaan tersebut memiliki beberapa pembangkit listrik tenaga biogas dan mini-hidro. ”PTPN IV adalah perusahaan pertanian milik negara yang berfokus pada produksi minyak sawit dan memainkan peran penting dalam dekarbonisasi industri minyak sawit di Indonesia,” terang Boumhidi. Saat ini, reNIKOLA mempunyai tujuan untuk mengembangkan 30 proyek CBG di Indonesia dengan total investasi hingga USD150 juta selama lima tahun ke depan. Lewat proyek CBG, reNIKOLA membantu upaya pengurangan dampak perubahan iklim sehingga bisa berkontribusi mewujudkan target Indonesia untuk mencapai 29 persen energi terbarukan pada 2030 mendatang. “Bagi kami, ekspansi ke Indonesia ini merupakan tonggak penting lainnya untuk memperluas portofolio energi terbarukan kami karena kami berusaha untuk menjadi salah satu pemain terkemuka di industri energi terbarukan di kawasan ini,” tandasnya.