Saham AS

Sorotan terbaru dari Tag # Saham AS

Trading Token Saham AS Makin Menarik, Bittime Siapkan Reward hingga Rp10 Juta Internasional
Internasional
10 jam yang lalu

Trading Token Saham AS Makin Menarik, Bittime Siapkan Reward hingga Rp10 Juta

Jakarta, katakabar.com - Bittime mencatat kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106 persen dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking. Sejalan dengan penguatan ekosistem tokenisasi aset yang didorong OJK, Bittime menghadirkan Campaign Trading Token Saham AS dengan reward Tokenized SPACEX ($SPCXX) hingga Rp10 juta untuk mendorong adopsi investasi aset global. Pengembangan tokenisasi aset di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) melalui regulasi yang adaptif serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dalam Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder IAKD pada 2 Juli 2026 lalu, OJK menyebut tokenisasi aset menjadi salah satu inovasi yang berpotensi mendorong pengembangan sektor keuangan. Regulator juga tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031 sebagai arah pengembangan industri yang inovatif, aman, dan berkelanjutan. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan penguatan ekosistem tersebut menjadi momentum positif bagi industri aset digital, termasuk semakin terbukanya akses masyarakat Indonesia terhadap instrumen investasi global melalui teknologi tokenisasi. "Penguatan ekosistem IAKD menjadi momentum positif bagi industri aset digital. Kami melihat semakin banyak masyarakat yang ingin mengakses peluang investasi global dengan cara yang lebih mudah dan fleksibel," ujar Ryan. Bittime Hadirkan Campaign Trading Token Saham AS Seiring berkembangnya ekosistem tokenisasi aset, minat pengguna terhadap Tokenized US Stocks di Bittime juga terus meningkat. Dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking untuk Tokenized US Stocks, Bittime mencatat kepemilikan aset tersebut meningkat hingga 106 persen. Sebanyak 96 persen dana baru terkonsentrasi pada tokenized NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Sementara itu, hampir 50 persen kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime langsung ditempatkan ke flexible staking yang menawarkan reward hingga 7 persen, menunjukkan investor tidak hanya mencari eksposur ke saham global, tetapi juga peluang memperoleh imbal hasil dari aset digital. Melihat tingginya antusiasme tersebut, Bittime kembali menghadirkan Campaign Trading Token Saham AS yang berlangsung pada 6 hingga 19 Juli 2026. Berdasarkan perilaku pengguna pada campaign sebelumnya, Tokenized SPACEX ($SPCXX) dipilih sebagai reward utama karena menjadi token saham yang paling diminati pengguna. Melalui campaign ini, pengguna Bittime yang telah menyelesaikan verifikasi akun (KYC) dan melakukan registrasi berkesempatan memperoleh reward Tokenized SPACEX ($SPCXX) dengan total hadiah hingga Rp10 juta. Reward diberikan berdasarkan akumulasi volume trading seluruh Tokenized US Stocks selama periode campaign. Pengguna dapat mengikuti lima tier transaksi, mulai dari volume trading Rp5 juta hingga Rp2 miliar, dengan reward mulai dari Rp100 ribu hingga Rp10 juta dalam bentuk Tokenized SPACEX ($SPCXX), sesuai tier yang dicapai dan selama kuota masih tersedia. Ryan mengatakan campaign tersebut merupakan bagian dari komitmen Bittime untuk memperluas adopsi Tokenized US Stocks di Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna yang ingin berinvestasi pada perusahaan-perusahaan global. "Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih menarik melalui Tokenized US Stocks. Selain memberikan akses yang lebih mudah ke saham-saham global, pengguna juga dapat memperoleh reward melalui campaign yang kami hadirkan," kata Ryan. Data OJK menunjukkan jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia kini telah mencapai 22,4 juta. Menurut Ryan, perkembangan tersebut menunjukkan besarnya potensi pertumbuhan industri aset digital yang didukung oleh regulasi yang semakin adaptif, inovasi produk, serta meningkatnya literasi masyarakat terhadap investasi digital.

Ada Dua Saham AS Dinilai Punya Potensi Monster di Era AI dan Krisis Energi Internasional
Internasional
Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:10 WIB

Ada Dua Saham AS Dinilai Punya Potensi Monster di Era AI dan Krisis Energi

Jakarta, katakabar.com -  Ketidakpastian global masih menjadi tantangan utama bagi pasar keuangan sepanjang 2026. Mulai dari konflik geopolitik, tingginya suku bunga, hingga ketegangan energi dunia membuat banyak investor semakin berhati-hati menentukan strategi investasi jangka panjang. Tetapi di tengah situasi tersebut, sejumlah analis menilai masih ada saham-saham Amerika Serikat yang memiliki potensi besar untuk bertahan bahkan tumbuh dalam dekade mendatang. Dua saham yang kini banyak menjadi perhatian investor global adalah Cameco dan Alphabet. Keduanya dianggap berada di sektor strategis yang diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Cameco menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari meningkatnya kebutuhan energi nuklir global. Perusahaan asal Kanada ini merupakan produsen uranium terbesar kedua di dunia dan memiliki peran penting dalam rantai pasok energi nuklir internasional. Meningkatnya tensi geopolitik serta kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global membuat banyak negara mulai kembali melirik energi nuklir sebagai alternatif jangka panjang. Saat ini terdapat puluhan reaktor nuklir baru yang sedang dibangun di berbagai negara, dan semuanya membutuhkan uranium sebagai bahan bakar utama. Cameco dinilai berada di posisi yang sangat strategis karena memiliki sejumlah tambang uranium kelas dunia, termasuk Cigar Lake dan McArthur River/Key Lake yang dikenal sebagai salah satu tambang uranium berkualitas tertinggi di dunia. Tidak hanya fokus pada penambangan, Cameco juga memiliki eksposur di hampir seluruh rantai industri nuklir, mulai dari pemurnian uranium hingga produksi bahan bakar reaktor. Bahkan perusahaan ini juga memiliki kepemilikan di Westinghouse, salah satu pengembang teknologi reaktor nuklir modern. Kinerja keuangan Cameco pun menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan perusahaan naik sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$845 juta. Sementara laba per saham melonjak hingga 88 persen. Margin keuntungan perusahaan juga terus meningkat di tengah permintaan uranium yang semakin kuat. Selain sektor energi, perhatian investor global saat ini juga tertuju pada sektor artificial intelligence (AI). Dalam konteks ini, Alphabet menjadi salah satu perusahaan yang dianggap memiliki potensi terbesar dalam memanfaatkan pertumbuhan AI global. Sebagai induk perusahaan Google dan YouTube, Alphabet memiliki ekosistem digital yang sangat besar dengan miliaran pengguna di seluruh dunia. Tetapi yang paling menarik perhatian pasar adalah perkembangan teknologi AI milik mereka, yakni Gemini. Gemini disebut-sebut sebagai salah satu large language model (LLM) paling kompetitif saat ini dan diperkirakan mampu menjadi pesaing utama teknologi AI lain seperti ChatGPT. Pangsa pasar Gemini di sektor enterprise AI bahkan dilaporkan meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir. Keunggulan Alphabet tidak hanya berada di sisi software AI, tetapi juga infrastruktur hardware. Perusahaan ini mengembangkan Tensor Processing Unit (TPU) yang menjadi salah satu pesaing serius GPU milik Nvidia dalam kebutuhan komputasi AI. Selain itu, Alphabet memiliki kekuatan finansial yang sangat besar untuk terus memperluas infrastruktur data center dan layanan cloud mereka. Hal ini membuat perusahaan dinilai mampu bersaing dalam jangka panjang di tengah perang teknologi AI global. Kinerja keuangan Alphabet juga memperlihatkan pertumbuhan yang impresif. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan perusahaan naik 22% menjadi hampir US$110 miliar. Sementara laba per saham meningkat sekitar 82 persen dibanding tahun sebelumnya. Margin keuntungan perusahaan juga terus membaik meskipun belanja infrastruktur AI meningkat tajam. Melihat perkembangan tersebut, banyak investor mulai fokus mencari perusahaan yang memiliki posisi strategis pada tren besar masa depan, terutama AI dan energi bersih. Kedua sektor ini diperkirakan akan menjadi penggerak utama ekonomi global dalam jangka panjang. Tetapi analis tetap mengingatkan bahwa pasar saham global masih sangat dipengaruhi kondisi geopolitik, kebijakan suku bunga, serta potensi perlambatan ekonomi dunia. Karena itu, investor tetap perlu melakukan diversifikasi portofolio dan mengelola risiko dengan baik. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di Nanovest. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Dengan semakin berkembangnya teknologi AI dan meningkatnya kebutuhan energi dunia, investor global kini mulai melihat peluang baru pada perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental kuat dan posisi strategis di industri masa depan. Di tengah pasar yang penuh volatilitas, saham-saham dengan eksposur terhadap tren jangka panjang dinilai memiliki peluang besar untuk terus bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang.