Sentra Sawit

Sorotan terbaru dari Tag # Sentra Sawit

Simak! Ini Pemicu Harga TBS Kelapa Sawit Melonjak Tinggi Sawit
Sawit
Minggu, 05 April 2026 | 21:11 WIB

Simak! Ini Pemicu Harga TBS Kelapa Sawit Melonjak Tinggi

Pekanbaru, katakabar.com - Saat ini, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah Indonesia tengah mengalami lonjakan signifikan, bahkan tembus kisaran Rp4.000 per kilogram. Banyak indikator dinilai menjadi penyebab meroketnya harga sawit nasional ini, salah satunya yakni pengaruh cuaca ekstrim dan ketegangan politik global. Pengamat Ekonomi Universitas Riau (Unri), Dahlan Tampubolon, mengatakan faktor cuaca yang enggak menentu bikin produksi di beberapa sentra kelapa sawit enggak sebanyak biasanya. Begitu barang di pasar tidak sebanyak permintaan, otomatis hukum ekonomi jalan yakni harga melambung tinggi. "Jadi, meskibaru libur Idulfitri, kalau buah di pohon masih malu-malu keluar, ya harganya makin pedas di timbangan," ujarnya dilanwir dari laman elaeis.co, Minggu (5/4) sore. Dahlan yang tengah sumringah dengan kehadiran putri kecilnya tersebut, menuturkan kalau dikaitkan dengan minyak mentah dunia, poin patennya adalah kelapa sawit merupakan bahan baku utama Biodiesel (B35/B40). Begitu Selat Hormuz diblokade dan harga minyak mentah (crude oil) dunia melonjak gara-gara perang atau ketegangan geopolitik, pasar dunia langsung pusing. Mereka kemudian mulai cari alternatif energi yang lebih murah. Di situlah sawit (CPO) jadi primadona. Harga minyak bumi naik, permintaan biofuel naik, ujung-ujungnya harga TBS di kebun orang tu la yang ikut terkerek naik. "Dikaitkan dengan efek substitusi minyak nabati di pasar dunia. Kelapa sawit bersaing dengan minyak kedelai dari Amerika atau minyak bunga matahari dari Ukraina. Karena kondisi global lagi kacau, pasokan minyak nabati lain itu tersendat atau harganya selangit. Alhasil, pabrik-pabrik di India dan China balik lagi mengejar sawit, karena stoknya paling siap. Jadi, kenaikan harga di Sumbar atau Riau itu sebenarnya efek dari rebutan orang luar negeri sama hasil bumi kita ini," bebernya. Tidak sampai situ, urusan kapal di laut juga dinilai ikut mempengaruhi harga timbangan RAM di pinggir jalan. Karena Selat Hormuz disumbat, rute kapal tanker dunia jadi mutar jauh dan asuransi pengiriman naik berkali-kali lipat. Biaya angkut CPO keluar negeri jadi mahal. Tetapi, lantaran permintaan dunia lagi haus-hausnya dengan minyak nabati, para pembeli global tetap berani bayar mahal. Ini yang bikin harga patokan CPO di bursa Malaysia dan Rotterdam tetap perkasa di papan atas. Data menunjukkan stok minyak sawit di negara importir utama seperti China sedang tidak banyak. Mau gak mau kondisi ini membuat China harus restocking atau isi gudang lagi buat kebutuhan industri mereka pasca-lebaran. "Begitu mereka masuk ke pasar serentak, ya harganya langsung terbakar. Makanya, harga Rp4.000 itu bukan angka gaib, itu angka hasil rebutan pembeli besar yang takut nggak kebagian barang," terangnya. "Pemerintah kita juga lagi main cantik. Kalau kebijakan Domestic Market Obligasi (DMO) diperketat untuk amankan stok minyak goreng dalam negeri, ekspor jadi agak tertahan. Tapi kalau harga dunia sudah terlalu tinggi dibanding harga lokal, tekanan untuk ekspor makin kuat. Selisih harga inilah yang seringkali bikin harga TBS di tingkat petani ikut menyesuaikan secara agresif karena pabrik kelapa sawit (PKS) berebut amankan pasokan buah untuk diolah," sebutnya. Kendati demikian, kondisi harga yang tinggi itu juga dinilai cukup beresiko. Harga sawit sangat bergantung dengan berita perang dan kebijakan ekspor-impor negara besar. Begitu Selat Hormuz dibuka lagi atau ketegangan dunia mereda, harga minyak mentah dunia bisa anjlok. Kalau itu terjadi, daya tarik sawit sebagai bahan bakar alternatif bakal turun, dan harga TBS bisa terjun juga dalam sekejap. "Harga tinggi sekarang ini sebagian besar dipicu oleh rasa takut (fear) pasar dunia akan kekurangan pasokan energi dan pangan. Kalau rasa takut ini hilang, pasar bakal melakukan koreksi harga. Jadi untuk orang itu yang punya kebun, jangan langsung foya-foya beli barang mewah dulu. Gunakan momen Rp4.000 ini buat pupuk kebun yang bagus atau tabungan, karena nggak tau kita kapan angin pasar berubah arah," terangnya. Intinya kupas Dahlan, kenaikan ini adalah perpaduan berkah dari kacaunya geopolitik dunia dan tipisnya stok nabati global. Selama Selat Hormuz masih tegang dan minyak bumi masih mahal, sawit bakal tetap jadi emas hijau yang diburu. Meski begitu, tamba Dahlan, pasar komoditas tidak abadi di puncak. Petani dan pengusaha kelapa sawit harus siap siaga dengan kondisi yang ada.

Daerah Sentra Sawit di Babel Kebut Penyelesaian RAD KSB Sawit
Sawit
Minggu, 08 Desember 2024 | 15:18 WIB

Daerah Sentra Sawit di Babel Kebut Penyelesaian RAD KSB

Pangkal Pinang, katakabar.com - Kabupaten sentra kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (babel) terus kebut penyelesaian dokumen Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan atau RAD KSB. Para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, asosiasi sawit, CSO, pelaku usaha, hingg pekebun sawit yang susun RAD KSB. RAD KSB mencantumkan, yakni penguatan data, penguatan koordinasi, dan infrastruktur,.peningkatan kapasitas dan kapabilitas pekebun, pengelolaan dan pemantauan lingkungan, tata kelola dan penanganan sengketa; dan dukungan percepatan pelaksanaan sertifikasi ISPO dan akses pasar produk kelapa sawit.

Pemkab Sekadau Buka Akses Jalan Warga Tiga Dusun Sentra Sawit di Desa Mondi Sumringah Sawit
Sawit
Sabtu, 09 November 2024 | 08:00 WIB

Pemkab Sekadau Buka Akses Jalan Warga Tiga Dusun Sentra Sawit di Desa Mondi Sumringah

Sekadau, katakabar.com - Cukup lama terisolir, kini masyarakat di kawasan tiga dusun sentra sawit di Desa Mondi sumringah. Lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau telah membuka akses jalan ke tiga dusun tersebut Kepala Desa Mondi, Walon Thomas sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sekadau dengan dibukanya badan jalan menuju tiga dusun di wilayah desa tahun 2024 ini. Pembukaan badan jalan yang menghubungkan tiga dusun, yakni Dusun Landas, Dusun Gedet, dan Sengiang Gurung digenjot agar infrastruktur antar dusun bisa terbuka.

PT GBS Kerja Sama Telkomsel Berikan Internet 4G Buat Warga Desa Sentra Sawit di Pali Tekno
Tekno
Kamis, 11 Januari 2024 | 20:25 WIB

PT GBS Kerja Sama Telkomsel Berikan Internet 4G Buat Warga Desa Sentra Sawit di Pali

Pali, katakabar.com - PT Golden Blossom Sumatra (GBS) perusahaan yang bergerak di sektor kelapa sawit mengawali awal tahun 2024 ini membuat terobosan kolaborasi dengan Telkomsel memberikan jaringan internet 4G kepada warga sentra sawit. Kerja sama itu diwujudkan dalam bentuk soft lounching layanan Infrastucture as A Services (IAAS) PT Telkomsel Seluler dengan PT Golden Blossom Sumatra di Desa Prambatan, Pali, Sumatera Selatan, Rabu kemarin. CEO PT GBS, Noly Hendry menjelaskan, layanan connectivity Telkomsel dihadirkan disebabkan sinyal di kebun GBS masih sangat terbatas. "Hadirnya perusahaan telekomunikasi tanah air ini memberikan sinyal ke wilayahnya berharap bisa menjadi pendorong peningkatan productivity," ujar Noly lewat siaran persnya, dilansir dari laman jpnn.com, pada Kamis (11/1). Layanan ini, kata Noly, dapat memberikan manfaat kepada karyawan, keluarga yang tinggal di dalam kebun sawit. "Kami berharap sinyal ini bisa bermanfaat buat masyarakat sekitar yang juga sebagian dari mereka juga bekerja di kebun kami," tegasnya. Peningkatan kerja sama itu, sambung Noly, terus ditingkatkan sebagai Strategic Partnership untuk produk lain. Tujuannya meningkatkan kinerja perusahaan di masa yang akan datang. VP A2M Telkomsel, Samuel Pasaribu mengapresiasi kerja sama yang dilakukan PT GBS ini. Menurutnya, Telkomsel menghadirkan layanan di sini berupa connectivity atau sinyal. "Jadi, dengan teknologi 4G bisa digunakan baik untuk voice maupun data untuk menikmati berbagai macam aplikasi yang ada sekarang," ucap Samuel. Selain itu, tutur Samuel, Telkomsel memberikan fasilitas bernama CUG atau Closed User Group. Nantinya seluruh karyawan yang terdaftar di dalam CUG bisa melakukan telepon satu sama lain secara gratis. "Sebenarnya harapan kami selanjutnya kami bisa mengembangkan kerja sama yang lebih luas dengan PT GBS menjadi solusi-solusi lain yang lebih bersifat digital," sebutnya.

Jalan ke Dua Desa Sentra Sawit Diperbaiki, Camat Pinggir: Mari Bersama Rawat Jalan Riau
Riau
Rabu, 27 Desember 2023 | 18:50 WIB

Jalan ke Dua Desa Sentra Sawit Diperbaiki, Camat Pinggir: Mari Bersama Rawat Jalan

Pinggir, katakabar.com - Camat Pinggir, Zamarico Dakanahay ajak masyarakat bersama-sama merawat jalan penghubung sepanjang 5 kilometer ke dua desa sentra sawit, Buluh Apo dan Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. "Mari sama-sama kita rawat, sebab ruas jalan penghubung ini tanggung jawab bersama," ujar Camat Pinggir. Kepada Pemerintah Desa Pinggir dan perangkatnya serta masyarakat, kata Zamarico, sudah ikut berpartisipasi sehingga pelaksanaan perbaikan berjalan dengan baik. Diketahui, Camat Pinggir, Zamarico Dakanahay tinjau pengerjaan jalan penghubung dua desa sentra sawit itu, pada Jumat (9/6) lalu. Camat Pinggir saat itu didampingi Ketua Ketua BPD beserta anggota, Kadus Desa Pinggir dan LKMD, fokus mengamati sejumlah kekurangan pada badan jalan penghubung dua desa sentra sawit. Mantan Lurah Air Jamban, Kecamatan Mandau ini merasa bersyukur dengan dikerjakannya jalan penghubung. Apalagi jalan penghubung sudah lama didambakan masyarakat dilakukan perbaikan. Selain jalan penghubung dua desa sentra sawit, jalan tersebut akses masyarakat dua desa ke kantor pelayan pemerintah di Kantor Kecamatan Pinggir yang berada di Jalan Bathin Muajolelo. Kegiatan ini tak lepas dari kerja sama dan kekompakan masyarakat yang turut membantu perbaikan jalan penghubung. Di mana biaya perbaikan dari dana swadaya dibantu dana swakelola dari Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis.

Jelang Pemilu 2024, Polsek Mandau Cooling System di Perkampungan Sentra Sawit Serba Serbi
Serba Serbi
Minggu, 17 Desember 2023 | 19:46 WIB

Jelang Pemilu 2024, Polsek Mandau Cooling System di Perkampungan Sentra Sawit

Mandau, katakabar.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Mandau melakukan giat cooling system di kawasan Jalan Tegas Ujung, RT 03 RW 12 Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Ahad (17/12) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kecamatan Mandau, Kompol Hairul Hidayat diwakili Kanit Binmas Polsek Mandau, Iptu Indra Varenal yang pimpin giat bersama, Panit Opsnal Reskrim, Ipda Alfan Nisfu Romadhoni, Bhabinkamtibmas Desa Petani dan Desa Buluh Manis Kecamatan Bathin Solapan, Bripka Agus Rizal, dan Bhabinkamtibmas Kel. Pematang Pudu Kecamatan Mandau, Bripka Edi Yulianto. "Tujuan cooling system untuk menciptakan situasi aman dan kondusif jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024," ujar Kapolsek Mandau, Kompol Hairul Hidayat kepada wartawan lewat siaran persnya Ahad sore. Di kegiatan, kata Kompol Hairul, pesan yang disampaikan kepada masyarakat, yakniagar tidak mudah terprovokasi dengan berita hoaks atau bohong. Diketahui, masyarakat yang berada di kawasan Jalan Tegar Ujung RT 03 RW 12 Kelurahan Pematang Pudu, dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan areal konsensi PT PHR. Posisi pemukiman masyarakat di sebelah barat Duri kota. Di mana jaraknya dari perkantoran pelayanan pemerintah sekitar 20 kilometer berkisar 35 menit perjalanan kenderaan bermotor.

Kabupaten Sentra Kelapa Sawit Belum Tersentuh Program PSR di Jambi Sawit
Sawit
Rabu, 08 November 2023 | 22:39 WIB

Kabupaten Sentra Kelapa Sawit Belum Tersentuh Program PSR di Jambi

Jambi, katakabar.com - Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi satu-satunya daerah sentra kelapa sawit di Provinsi Jambi tidak tersentuh program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replating hingga kini. Itu diketahui dari Kadis Perkebunan dan Peternakan Tanjungjabung Timur, Agus Sadikin saat ungkapkan hal itu saat dikonfirmasi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Rabu (8/11). "Kami tidak ada untuk program PSR, dari awal memang tidak ada," tegas Agus. Ditanya sebabnya, Agus mengarahkan kepada Kabid Perkebunan Hardani. Dia pun mengaminkan Agus. Menurut Hardani, sejauh program PSR berjalan, belum ada pengajuan dari kelembagaan tani. Tapi Hardani menjelaskan, Dinas ada rencana untuk menggenjot Program Strategis Nasional (PSN) itu di Kabupaten Tanjungjabung Timur ke depan. "Kalau sosialisasi program PSR ada. Dari situ, kita melihat ada permohonan kelompok tani untuk bantuan bibit. Ke depan kami coba untuk mengajukan program (PSR)," jelasnya. Dari keterangan Hardani, di tahun-tahun sebelumnya pihak dari Disbun Provinsi Jambi sudah turun melakukan pendataan lahan kelapa sawit di sana. Hasilnya saat itu, sebut Hardani, terdapat sekitar 1.000 hektar total luas kebun swadaya yang sudah tidak produktif, sehingga perlu dilakukan replanting.