Bengkalis, katakabar.com - Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita di pasar tradisional Simpang Padang di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau melonjak dari sebelumnya Rp15.700 kini Rp21.000 hingga Rp23.000 per Liter.

Harga eceran MinyakKita melonjak sudah berlangsung hampir dua pekan terakhir, yakni dari pertengahan April hingga awal Mei 2026 ini. Melonjaknya HET minyak goreng berbasis kelapa sawit tersebut mulai berdampak kepada masyarakat, terutama para ibu rumah tangga (IRT) dan pedagang gorengan kaki lima, dan pinggir jalan yang mengais rezeki di kawasan perkotaan Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau, merupakan daerah sentra kelapa sawit.

Salah seorang pemilik toko barang-barang harian kebutuhan pokok masyarakat, di kawasan perkotaan Duri, Rustam 53 tahun, kepada katakabar.com, Sabtu (2/5) kemarin, mengatakan MinyakKita dijual di toko Rp23.000 per liter awal Mei 2026 ini.

"Kalau pekan keempat April 2026 lalu, MinyakKita dijual masih kisaran Rp21.000 per liter. Tetapi modalnya naik terus sehingga MinyakKita dijual Rp23.000 per liter," ujarnya.

Selain itu, tambahnya, harga minyak goreng curah juga naik. Kalau sebelumnya harga eceran kisaran Rp20.000 ribu per liter saat ini harganya naik Rp21.000 hingga Rp22.000 per liter.

Sumber katakakabar.com lainnya awal Mei 2026 ini menyebutkan saat ini harga eceran minyak goreng kemasan berbagai merk toko-toko penjual barang harian di kawasan pasar tradisional  Simpang Padang Duri, Kecamatan Mandau tidak ada lagi menjual di bawah Rp20.000 per liter.
Bisa jadi melonjak harga disebabkan berbagai faktor, seperti naiknya harga plastik, dan mulai langkanya pasokan barang-barang menjelang hari raya Idul adha 1447 hijriah tahun 2026 masehi.

Masyarakat, khusus para IRT dan pedagang gorengan kaki lima dan pinggir jalan kepada pemerintah dan dinas terkait agar mencari solusi melonjaknya harga minyak gereng merk MinyaKita secepat normal kembali ke HET yang telah ditetapkan pemerintah.