Ketegangan AS vs Iran Memanas, Harga Emas Siap Meledak! Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 14 April 2026 | 16:11 WIB

Ketegangan AS vs Iran Memanas, Harga Emas Siap Meledak!

Jakarta, katakabar.com - Harga emas global memiliki potensi volatilitas yang tinggi, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Kegagalan kedua negara mencapai kesepakatan gencatan senjata menjadi pemicu utama meningkatnya kekhawatiran pasar, terutama terkait stabilitas kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat distribusi energi dunia. Meski akhir pekan lalu harga emas sempat mengalami pelemahan tipis, secara keseluruhan logam mulia tersebut masih mencatatkan kinerja positif sepekan belakangan ini. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Emas selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai, kembali menjadi pilihan utama ketika risiko geopolitik meningkat dan pasar keuangan berada dalam tekanan. Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat dilaporkan memulai langkah militer berupa blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah ini tidak hanya memperburuk hubungan diplomatik kedua negara, tetapi menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas Selat Hormuz. Jalur ini salah satu choke point energi terpenting di dunia, yang dilalui oleh sekitar sepertiga distribusi minyak global. Gangguan terhadap aktivitas di Selat Hormuz berpotensi menyebabkan lonjakan harga energi secara signifikan. Kenaikan harga minyak biasanya berdampak pada meningkatnya inflasi global, yang pada akhirnya mendorong investor untuk mencari perlindungan melalui aset seperti emas. Lantaran itu, ketidakpastian di kawasan ini menjadi katalis utama yang menopang harga emas dalam jangka pendek. Tetapi, tidak semua analis melihat potensi kenaikan emas terbuka lebar. Dari sisi teknikal, harga emas saat ini masih menghadapi tantangan besar untuk menembus area resistensi kunci di kisaran US$4.800 hingga US$4.850. Level ini tidak hanya menjadi batas psikologis bagi pelaku pasar, tetapi juga merupakan area teknikal yang selama ini menahan laju kenaikan harga. Selama harga emas belum mampu menembus zona tersebut secara meyakinkan, pergerakan cenderung akan berada dalam fase konsolidasi atau sideways. Rentang pergerakan yang diperkirakan berada di kisaran US$4.400 hingga US$5.000 menunjukkan pasar masih berada dalam kondisi wait and see, menunggu kepastian arah dari perkembangan geopolitik maupun kebijakan ekonomi global. Pada kondisi seperti ini, strategi investasi jangka pendek dinilai lebih relevan dibandingkan pendekatan buy and hold. Volatilitas yang tinggi membuka peluang bagi trader untuk memanfaatkan fluktuasi harga dalam jangka waktu singkat. Tetapi di sisi lain, risiko juga meningkat, sehingga diperlukan manajemen risiko yang lebih disiplin. Selain faktor geopolitik, arah pergerakan dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor penting yang memengaruhi harga emas. Penguatan dolar cenderung menekan harga emas, sebab membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Sebaliknya, pelemahan dolar dapat menjadi katalis tambahan bagi kenaikan harga emas. Di tengah dinamika pasar yang kompleks ini, akses terhadap informasi dan platform investasi yang andal menjadi semakin penting bagi para investor. Pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini dapat dengan mudah dipantau melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memberikan kemudahan bagi investor untuk mengakses berbagai instrumen investasi dalam satu aplikasi yang terintegrasi. Bagi masyarakat yang tertarik untuk mulai berinvestasi di saham Amerika Serikat, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Selain menyediakan akses ke pasar saham global, aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi berbagai aset kripto yang semakin populer di kalangan investor modern. Keamanan juga menjadi salah satu keunggulan utama yang ditawarkan. Nanovest memberikan perlindungan terhadap aset pengguna dari risiko kejahatan siber melalui dukungan Asuransi Sinarmas. Hal ini tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi investor pemula yang masih khawatir terhadap risiko keamanan dalam berinvestasi secara digital. Selain itu, Nanovest juga telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Legalitas ini menjadi indikator penting bahwa platform tersebut telah memenuhi standar regulasi yang berlaku di Indonesia, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para penggunanya. Bagi para investor yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, Nanovest juga menyediakan berbagai sumber edukasi dan pembaruan pasar melalui situs resminya di www.nanovest.io. Aplikasi ini juga telah tersedia secara luas dan dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store, sehingga memudahkan akses bagi pengguna di berbagai perangkat. Dengan berbagai faktor yang memengaruhi pasar saat ini, mulai dari ketegangan geopolitik hingga dinamika ekonomi global, investor diharapkan tetap waspada dan adaptif dalam mengambil keputusan. Emas tetap menjadi salah satu instrumen yang menarik, namun pergerakannya yang volatil menuntut strategi yang lebih fleksibel dan berbasis data. Ke depan, arah harga emas akan sangat ditentukan oleh perkembangan situasi di Timur Tengah serta kebijakan ekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat. Selama ketidakpastian masih tinggi, emas kemungkinan besar akan tetap menjadi primadona sebagai aset lindung nilai, meskipun pergerakannya tidak selalu linear dan cenderung dipenuhi fluktuasi tajam.

Telkom AI Center Dorong Kreator Siap Monetisasi dan Masuk Era Gig Economy Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 25 Februari 2026 | 17:47 WIB

Telkom AI Center Dorong Kreator Siap Monetisasi dan Masuk Era Gig Economy

Bandung, katakabar.com - Telkom AI Center membekali kreator dengan insight monetisasi, strategi positioning, serta pemanfaatan AI untuk bersaing di era gig economy. Sepanjang Februari 2026, Telkom AI Center of Excellence Bandung menghadirkan rangkaian kegiatan AI Connect: From Idea to Income. Program ini dirancang sebagai ruang belajar bagi content creator, talenta digital, dan pelaku industri kreatif untuk memahami bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan sebagai akselerator produktivitas sekaligus membuka peluang penghasilan berkelanjutan di era gig economy. Alih-alih berdiri sebagai sesi terpisah, rangkaian kegiatan ini menghadirkan pembelajaran yang saling terhubung, mulai dari pemahaman ekosistem gig economy, optimalisasi produksi konten berbasis AI, transformasi cara kerja kreatif, hingga strategi monetisasi dan kesiapan profesional. Bangun Fondasi Karier Kreatif di Era Gig Economy Perubahan lanskap kerja mendorong semakin banyak kreator beralih ke pola kerja berbasis proyek. Untuk menjawab kebutuhan ini, AI Connect Bandung menghadirkan Digital Talks: Gig Economy 101 for Creators – From Skill to Sustainable Income pada 7 Februari 2026. Sesi ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai ekosistem gig economy, alur kerja content creator, serta strategi mengelola penghasilan dan karier jangka panjang. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan AI sebagai partner kerja untuk ideasi konten, perencanaan workflow, hingga optimalisasi waktu produksi. Melalui diskusi interaktif bersama praktisi industri, peserta didorong membangun mindset adaptif dan kesiapan menghadapi dinamika industri kreatif digital. Tantangan umum kreator masa kini bukan kekurangan ide, melainkan menjaga konsistensi dan efisiensi produksi. Hal ini menjadi fokus workshop From Idea to Content: AI-Assisted Content Production yang diselenggarakan pada 8 Februari 2026. Workshop hands-on ini mengajak peserta mengeksplorasi bagaimana AI digital tools dapat diintegrasikan ke dalam alur produksi konten. Peserta belajar menerjemahkan ide menjadi konten siap pakai, membangun workflow yang efisien, serta meningkatkan kualitas dan relevansi konten dengan dukungan AI. Pendekatan aplikatif memastikan peserta tidak hanya memperoleh insight, tetapi juga membawa pulang workflow produksi berbasis AI yang dapat langsung diterapkan Perkembangan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengubah cara kerja kreator secara fundamental. Perspektif ini dibahas dalam Digital Talks: AI & the Creator Economy: How AI Reshapes Creative Work yang berlangsung pada 14 Februari 2026. Sesi ini membahas bagaimana predictive, generative, dan assistive AI dapat diintegrasikan ke dalam workflow kreatif sehari-hari. Konsep Mega-Tasker Era diperkenalkan untuk menggambarkan bagaimana individu kini mampu menjalankan berbagai peran sekaligus dengan dukungan AI. Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya critical thinking, validasi output AI, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Pemanfaatan AI untuk market research, pengembangan buyer persona, serta optimalisasi produksi dan distribusi konten juga menjadi bagian penting dalam diskusi. Dari Konten Jadi Penghasilan: Strategi Monetisasi dan Gig Readiness Sebagai penutup rangkaian Februari, sesi AI Connect: From Content to Income – AI for Monetization & Gig Readiness diselenggarakan pada 21 Februari 2026. Sesi ini membahas strategi mengubah karya konten menjadi sumber pendapatan melalui berbagai model monetisasi seperti freelance, platform digital, kolaborasi brand, dan jasa berbasis keterampilan. Peserta juga mempelajari strategi pricing, positioning, serta penyusunan value proposition untuk memperkuat identitas profesional. Pemanfaatan AI turut dibahas sebagai faktor penting dalam meningkatkan efisiensi produksi, menjaga konsistensi output, serta memperluas jangkauan distribusi konten. Program Lead Telkom AI Connect, Mizan Lazuardi, menegaskan pentingnya kesiapan talenta digital dalam menghadapi perubahan lanskap kerja. “Melalui program AI Connect, peserta didorong memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang penghasilan, dan memperkuat daya saing," ujarnya. Harapannya, ucap Mizan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga perspektif baru, kepercayaan diri, dan keberanian untuk beradaptasi, karena keberhasilan di era gig economy ditentukan oleh kesiapan untuk terus belajar dan berkembang. Melalui rangkaian kegiatan sepanjang Februari 2026 ini, Telkom AI Center menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan pendekatan yang komprehensif, dari ide hingga monetisasi, program AI Connect diharapkan mampu membantu kreator dan talenta digital Indonesia menjadikan AI sebagai akselerator kreativitas, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kawal Inpres Koperasi Merah Putih, ISMEI Wilayah II Siap Eksekusi Program Kemenkop di Sumbagteng Nasional
Nasional
Selasa, 24 Februari 2026 | 13:06 WIB

Kawal Inpres Koperasi Merah Putih, ISMEI Wilayah II Siap Eksekusi Program Kemenkop di Sumbagteng

Jakarta, katakabar.com – Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah II bergerak cepat kawal program strategis nasional dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Koordinator Wilayah II ISMEI, Farhan Abrar, menegaskan komitmen untuk memastikan program pusat benar-benar terealisasi di wilayah Sumatera bagian tengah. Penegasan itu disampaikan Farhan usai bertemu dengan Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, di Jakarta, Senin (23/2). Pertemuan tersebut membahas langkah taktis dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam keterangannya, Selasa (24/2), Farhan menekankan program kementerian tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan di pusat. “Instruksi dari Ibu Wamen sudah sangat jelas. Kami di Wilayah II siap pasang badan untuk eksekusi. Tugas kami sekarang memastikan program pusat ini benar-benar masuk ke daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Farhan. ISMEI Wilayah II sendiri meliputi wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi. Farhan menyebut, konsolidasi internal telah dilakukan guna memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu komando bersama pengurus pusat ISMEI. Sebagai langkah konkret, pemberdayaan koperasi desa akan diintegrasikan dalam agenda kemahasiswaan daerah, salah satunya melalui skema Soemitro Fest. Program ini akan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi di empat provinsi tersebut sebagai motor penggerak di lapangan. “Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton. Kami siap menjadi ujung tombak untuk membawa program ini masuk ke desa-desa. ISMEI Wilayah II memastikan koperasi desa menjadi tumpuan ekonomi warga, dan kami akan terus mengawal sampai berjalan optimal,” tegasnya. Sinergi antara mahasiswa dan pemerintah ini diharapkan mampu mempercepat pembentukan Koperasi Desa dan.Kelurahan Merah Putih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Sumatera bagian tengah. Peran aktif mahasiswa dinilai menjadi kunci dalam memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran di daerah.

Hadiri Rakornas 2026, H Asmar: Pemkab Kepulauan Meranti Siap Terapkan Program Prioritas Presiden Nasional
Nasional
Senin, 02 Februari 2026 | 19:08 WIB

Hadiri Rakornas 2026, H Asmar: Pemkab Kepulauan Meranti Siap Terapkan Program Prioritas Presiden

Bogor, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar hadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). H Asmar hadir bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzammil Baharudin, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, H Khalid Ali, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqhi, serta Kajari, Ricky Makado. Rakornas tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto, serta diikuti oleh seluruh kepala daerah senIndonesia. Dalam pidatonya di hadapan kepala daerah, H Prabowo Subianto singgung soal sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. "Karena itu saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita bebas aktif tapi non-align, nonblok. Kita tidak akan ikut pakta militer mana pun,” ujarnya. Kepala Negara meminta pemerintah pusat hingga daerah harus memahami perannya dalam menjalani tugas. “Kita berada di sini adalah karena rakyat kita. Kita berada di sini untuk melayani rakyat kita. Kita harus mengerti nasib bangsa ada di pundak kita semua. Saudara-saudara sekalian, sebagai pemerintahan, sebagai pimpinan rakyat,” jelasnya. Dia mengingatkan jajaran pemerintah pusat hingga daerah agar memahami peran sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan, keberadaan para pejabat publik semata-mata untuk kepentingan rakyat. "Kita berada di sini adalah karena rakyat kita. Kita berada di sini untuk melayani rakyat kita. Kita harus mengerti bahwa nasib bangsa ada di pundak kita semua, saudara-saudara sekalian, sebagai pemerintahan, sebagai pimpinan rakyat," ucapnya. Selesai kegiatan, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menyatakan, Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat keselarasan kebijakan nasional dengan kebutuhan riil daerah. “Rakornas ini sangat strategis bagi daerah. Arahan Presiden menegaskan bahwa sinergi pusat dan daerah bukan sekadar slogan, tetapi keharusan agar program prioritas nasional benar-benar berdampak sampai ke masyarakat,” kupas H Asmar. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti siap mendukung dan mengimplementasikan program-program prioritas Presiden RI, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan sumber daya manusia. “Kami di daerah, termasuk Kepulauan Meranti, membutuhkan kesinambungan kebijakan dan dukungan lintas sektor. Dengan komunikasi yang kuat antara pusat dan daerah, kami optimistis target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 dapat dicapai,” tegasnya. Ia menilai pesan Presiden RI terkait kemandirian bangsa dan kesiapsiagaan nasional relevan dengan semangat membangun daerah. “Semangat berdikari yang disampaikan Presiden sejalan dengan upaya kami mendorong daerah agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan prinsip kebersamaan dan gotong royong,” tukasnya. Pada Rakornas tahun ini, Kemendagri usung tema "Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045". Tema tersebut bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program-program prioritas Presiden melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Rakornas tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 4.487 peserta, yang terdiri dari pimpinan kementerian dan lembaga, gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia.

Polres Kepulauan Meranti Siap Amankan Nataru 2025-2026 dan Antisipasi Bencana di Tanah Jantan Hukrim
Hukrim
Sabtu, 20 Desember 2025 | 11:39 WIB

Polres Kepulauan Meranti Siap Amankan Nataru 2025-2026 dan Antisipasi Bencana di Tanah Jantan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi bersama Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning Tahun 2025 di Mako Polres Kepulauan Meranti Jumat (19/12) sore. Perayaan Natal dan Tahun Baru salah satu agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Di mana Momentum Nataru dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, berkumpul dan berlibur bersama keluarga, sehingga berdampak pada meningkatnya mobilitas, dan aktivitas masyarakat di berbagai daerah. "Sejalan dengan peningkatan mobilitas tersebut, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru tahun 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat sebesar 7,97 persen atau 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar saat pimpin Apel gelar pasukan. Di sisi lain, ujar H Asmar, berdasarkan informasi BMKG, terdapat 3 sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi picu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut beriringan dengan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan potensi terjadinya peristiwa bencana alam. "Sebagai wujud kesiapsiagaan tersebut, Polri dengan didukung stakeholder terkait menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2025” bakal berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, dan 55.289 personel dari instansi terkait lainnya," jelasnya. Orang Nomor Satu di Kepulauan Meranti ini menyampaikan untuk mendukung pelaksanaan operasi, telah dipersiapkan 2.903 Posko, yang terdiri dari 1.807 Pos Pam, 763 Pos Yan, dan 333 Pos Terpadu yang tersebar di seluruh wilayah guna melakukan pelayanan pada 44.436 objek, antara lain gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata maupun lokasi perayaan Tahun Baru. "Pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan secara optimal bagi masyarakat," ucapnya. Seluruh pelaksanaan tugas di lapangan, tuturnya, harus disertai dengan strategi komunikasi publik yang tepat. Pastikan masyarakat dapat mengetahui setiap informasi terkait layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, ketentuan dalam surat keputusan bersama, informasi cuaca hingga penerapan pengaturan rekayasa. Sebelum mengakhiri amanat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Bapanas, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Mitra Kamtibmas, serta seluruh pihak terkait yang turut berpartisipasi dalam mendukung Operasi Lilin 2025, tambahnya. Sementara, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, mengatakan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) agenda nasional tahunan yang secara konsisten menimbulkan peningkatan signifikan terhadap mobilitas dan aktivitas masyarakat. "Momentum ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melaksanakan ibadah, mudik, wisata, serta kegiatan sosial lainnya, sehingga berimplikasi langsung pada meningkatnya kepadatan arus lalu lintas, aktivitas di pusat keramaian, serta kebutuhan akan jaminan keamanan dan keselamatan publik," sebutnya. Ditegaskannya, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru tahun 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, mengalami peningkatan sebesar 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan adanya eskalasi kebutuhan pelayanan publik, khususnya di bidang pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta mitigasi potensi gangguan kamtibmas di berbagai wilayah. Di sisi lain, terang Kapolres Kepulauan Meranti, kondisi lingkungan dan faktor alam turut menjadi perhatian serius. Informasi dari BMKG menunjukkan adanya tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi picu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut bertepatan dengan puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026. "Situasi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan transportasi darat, laut, dan udara, serta kecelakaan lalu lintas akibat cuaca ekstrem, Sebagai langkah antisipatif dan bentuk kesiapsiagaan nasional, Polri dengan dukungan penuh dari TNI dan instansi terkait," beber AKBP Aldi. Kapolres Kepulauan Meranti berpesan, dalam melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2025” selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini bertujuan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru.

Polres Kepulauan Meranti Tegaskan Siap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi Riau
Riau
Rabu, 05 November 2025 | 20:00 WIB

Polres Kepulauan Meranti Tegaskan Siap Hadapi Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polres Kepulauan Meranti, Polda Riau, tegaskan siap hadapi potensi bencana alam di wilayahnya, terutama menghadapi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di penghujung tahun. Hal ini ditegaskan Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, saat kegiatan Apel Kesiapan Tanggap Darurat Cuaca Ekstrem serta Bencana Hidrometeorologi Provinsi Riau Tahun 2025 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (5/11). Kapolres hadir langsung di apel tersebut bersama unsur Forkopimda, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, Ketua DPRD Khalid Ali, serta perwakilan TNI, OPD, BPBD, perusahaan swasta, dan masyarakat peduli api. AKBP Aldi menegaskan Polres Kepulauan Meranti siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana akibat curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang pasang yang kerap terjadi di Kepulauan Meranti. "Polres Kepulauan Meranti berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat melalui langkah-langkah tanggap darurat, patroli wilayah rawan, serta koordinasi lintas instansi. Kesiapsiagaan ini bukan hanya simbol, tetapi bentuk tanggung jawab kami untuk hadir melindungi masyarakat," terangnya. Ia menambahkan, seluruh personel telah diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan di titik-titik rawan banjir serta wilayah pesisir yang berisiko terdampak naiknya permukaan air laut. Sedang, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana Ia menekankan apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesiapan nyata seluruh unsur dalam mengantisipasi dan menanggulangi dampak bencana di wilayah Kepulauan Meranti. Kegiatan apel yang diikuti oleh personel Polres Kepulauan Meranti, TNI, Satpol PP, BPBD, serta perwakilan perusahaan dan masyarakat peduli api ini berlangsung dengan khidmat.

Perusda Inhu Siap Bangkit Dari Keterpurukan Riau
Riau
Senin, 06 Oktober 2025 | 18:05 WIB

Perusda Inhu Siap Bangkit Dari Keterpurukan

Indragiri Hulu, katakabar.com - Perusaan Daerah (Perusda) Indragiri saat ini belum menunjukkan kontribusi yang maksimal membantu pemerintah daerah Indragiri Hulu (Inhu), mengejar pendapatan asli daerah (PAD) maupun pengembangan bisnis. Jadi, kehadirannya hanya membebani pemerintah padahal segudang potensi dapat digali. Kondisi tersebut karena lemahnya pejabat yang ditunjuk sehingga aktivitas ditubuh Perusda lemot bergerak untuk menggebrak semua liningsektor komoditas mulai dari hulu hingga hilir, alhasil potensi yang ada selama ini terbilang 'Zonk'. Yogi Susilo, Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) yang baru seumur jagung menjabat periode 2025-2029 dibikin terbelalak setelah mengetahui isi dalam Perusda tersebut, yakni 'Minus'. "Perusda ini sebelumnya hanya bisa memberikan hasil ke Pemda Indragiri Hulu kurang lebih Rp200 juta per tahun dari pengelolaan Plaza dan Wisma Embun Bunga. Angka itupun kalau tidak salah terjadi pada tahun 2023 - 2024," terang Fadly kepada katakabar.com, Senin (6/10). Direktur, kata Fadly kemudian bertekat melakukan perubahan supaya kondisi Perusda tersebut pulih dari keterpurukan dengan menyusun beberapa strategi. Di mana mengajak pihak-pihak berkolaborasi yang tentunya mengarah pada peningkatan PAD. Tetapi, ucapnya, lintas pemerintah pusat juga terkomunikasi baru-baru ini bentuk jawaban atas proposal yang sebelumnya dilayangkan. “Pihak BRIN menyambut baik tawaran kita, akhir komunikasi dengan Direktur,” sebutnya. Ia menerangkan, selain BRIN ada beberapa intansi yang dilakukan pendekatan diantaranya Kementerian SDM Energi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan bidang ekonomi kreatif.

MPA Siap Bantu Ungkap Pelaku Karhutla di Desa Tanjung Peranap Riau
Riau
Minggu, 31 Agustus 2025 | 19:07 WIB

MPA Siap Bantu Ungkap Pelaku Karhutla di Desa Tanjung Peranap

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Masyarakat Peduli Api atau MPA Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah pengungkapan terduga pelaku kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla yang terjadi di wilayah mereka. Pada pernyataannya, MPA Desa Tanjung Peranap diwakili RB menegaskan siap membantu memberikan informasi maupun dukungan lapangan guna mengusut tuntas pelaku pembakaran lahan. "Dukungan tersebut jadi wujud nyata sinergi masyarakat dengan aparat keamanan menjaga kelestarian lingkungan," ujar RB. Selain itu, kata RB, MPA mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi Barat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif. Mereka menekankan pentingnya kesadaran kolektif agar kejadian serupa seperti pembakaran hutan dan lahan tidak kembali terulang di Desa Tanjung Peranap maupun wilayah lain di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Investor Institusional Kini Pertimbangkan ESG, Apakah Indonesia Siap? Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 01 Agustus 2025 | 14:04 WIB

Investor Institusional Kini Pertimbangkan ESG, Apakah Indonesia Siap?

Semarang, katakabar.com - Sebuah laporan dari Morgan Stanley Institute for Sustainable Investing, survei terhadap lebih dari 900 investor institusional global (asset managers dan asset owners), menyebutkan 78 persen asset managers dan 80  persen asset owners memperkirakan bahwa aset yang dikelola secara berkelanjutan (sustainable assets) akan meningkat dalam dua tahun ke depan. Data tersebut menunjukkan investor institusional secara aktif mempertimbangkan prinsip ESG atau Environmental, Social, Governance dalam pengambilan keputusan investasi mereka. Hal ini mencerminkan pergeseran besar dalam dunia keuangan global. Modal kini tidak lagi netral, tetapi dituntut untuk berpihak pada keberlanjutan. Tapi, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Indonesia siap menyambut perubahan ini? Di tingkat regulasi, pemerintah Indonesia memang telah meluncurkan berbagai inisiatif, seperti Taksonomi Hijau OJK (2022) dan peta jalan pembiayaan berkelanjutan hingga 2030. Namun, di sisi lain, kesenjangan pengetahuan mengenai sustainable finance di kalangan masyarakat luas, terutama generasi muda dan profesional muda di sektor keuangan, masih menghambat transisi ini berjalan secara inklusif. Data survei tahun 2022 menunjukkan bahwa hanya sekitar 20–30% responden memahami istilah seperti green finance atau green banking, sementara hampir 19 persen investor Gen Z tidak mengetahui apa itu ESG. Padahal tren global menunjukkan ESG akan menjadi kompetensi dasar dalam lima tahun ke depan. Untuk menjawab kebutuhan ini, inisiatif edukatif dari masyarakat sipil mulai bermunculan. Salah satunya adalah peluncuran e-book bertajuk "Serba-Serbi Sustainable Finance: Urgensi, Regulasi, dan Green Taxonomy", yang bisa diakses secara gratis oleh publik melalui tautan https://lynk.id/lindungihutan/yB5O6AA. Disusun tim edukasi dari organisasi LindungiHutan, e-book ini menyajikan pemahaman yang komprehensif, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut, mengenai isu-isu kunci dalam keuangan berkelanjutan. Di dalamnya dibahas mengapa sustainable finance menjadi kebutuhan mendesak di tengah krisis iklim global, bagaimana regulasi nasional dan internasional berkembang untuk mengarahkan aliran dana ke sektor-sektor hijau, serta apa itu green taxonomy dan bagaimana peranannya dalam mengklasifikasikan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan. “Kami melihat ada celah antara kebijakan dan pemahaman publik. E-book ini kami susun untuk menjembatani itu, agar siapa pun, baik mahasiswa, pelaku bisnis, maupun masyarakat umum, bisa memahami peran keuangan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau,” ujar Alma, Product Manager LindungiHutan, lewat rilis resmi diterima katakabar.com Kamis siang.