Siapkan

Sorotan terbaru dari Tag # Siapkan

OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset Nasional
Nasional
Sabtu, 05 September 2026 | 11:31 WIB

OJK Siapkan Era Baru Kripto: SID Investor, Stablecoin hingga Tokenisasi Aset

Jakarta, katakabar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mendorong aset kripto terintegrasi lebih dalam dengan sistem keuangan Indonesia. Arah kebijakan ini mencakup penguatan status penyedia layanan aset kripto, penerapan Single Investor Identification (SID), pengaturan stablecoin, hingga pengembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA). Arah tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, dalam Coinfest Asia 2026 yang berlangsung di Bali pada 20–21 Agustus 2026. “Hari ini, di forum Coinfest Asia, saya ingin menyatakan bahwa ekonomi on-chain Indonesia akan segera hadir,” ujar Adi. Langkah tersebut menjadi sinyal pengembangan industri aset digital nasional mulai bergerak dari sekadar aktivitas perdagangan kripto menuju integrasi yang lebih luas dengan infrastruktur keuangan. CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai arah tersebut dapat menjadi momentum penting bagi industri kripto Indonesia untuk memasuki tahap perkembangan yang lebih matang. “Integrasi aset kripto dengan sistem keuangan bukan hanya tentang memperluas penggunaan teknologi blockchain. Yang lebih penting adalah membangun fondasi industri yang memiliki tata kelola, transparansi, perlindungan konsumen, dan infrastruktur yang semakin setara dengan sektor jasa keuangan lainnya,” ujar Yudho. Industri Kripto Masuk Fase Baru Perkembangan regulasi tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan jumlah konsumen aset kripto di Indonesia. Data OJK menunjukkan jumlah konsumen aset kripto mencapai 22,69 juta pada Juni 2026, meningkat dari 22,40 juta pada Mei. Nilai transaksi kripto pada periode yang sama mencapai Rp28,58 triliun, naik 24,2 persen dibandingkan Rp23,01 triliun pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut berlangsung seiring semakin luasnya minat masyarakat terhadap aset digital, termasuk Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. Infrastruktur pasar aset kripto Indonesia juga terus berkembang dengan keberadaan 26 pedagang aset keuangan digital berizin, dua bursa, dua lembaga kliring, dan dua kustodian. Salah satu agenda yang tengah disiapkan OJK adalah memperkuat posisi penyedia layanan aset kripto sebagai bagian dari industri jasa keuangan, sejalan dengan perkembangan regulasi melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Menurut Adi, perubahan tersebut bukan hanya sebatas perubahan nomenklatur, melainkan mencerminkan peningkatan standar industri. “Ini bukan sekadar perubahan label, tetapi benar-benar menunjukkan peningkatan kelas industri,” ucapnya. Yudho melihat penguatan status tersebut dapat meningkatkan kepercayaan terhadap industri sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan standar operasionalnya. “Ketika aset digital semakin terhubung dengan sistem keuangan nasional, ekspektasi terhadap pelaku industri juga akan semakin tinggi. Governance, manajemen risiko, keamanan aset, hingga transparansi harus ikut berkembang. Bagi industri, ini merupakan tantangan sekaligus peluang untuk membangun kepercayaan dalam jangka panjang,” terang Yudho. Investor Kripto Bakal Punya SID OJK juga berencana menerapkan Single Investor Identification bagi investor aset kripto. Mekanisme serupa selama ini digunakan di pasar modal untuk memberikan nomor identitas tunggal kepada investor. Menurut OJK, penerapan SID dapat membuat infrastruktur pasar aset digital semakin selaras dengan pasar modal sekaligus memperkuat transparansi aktivitas investor. “Hal ini akan menyelaraskan ekosistem kripto dengan pasar modal, meningkatkan kredibilitas serta mendorong transparansi dan efisiensi secara bersamaan,” imbuh Adi. Yudho menilai SID dapat menjadi salah satu fondasi penting jika Indonesia ingin membangun ekosistem aset digital yang lebih terintegrasi. “Identitas investor yang terintegrasi berpotensi membuat ekosistem lebih transparan sekaligus mempermudah pengembangan produk dan layanan keuangan digital di masa depan. Hal yang perlu dijaga adalah implementasinya tetap efisien, aman, dan tidak menciptakan hambatan yang berlebihan bagi masyarakat untuk mengakses layanan,” jelasnya. Stablecoin Mulai Masuk Agenda Regulasi Selain infrastruktur investor, stablecoin menjadi salah satu sektor yang mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari regulator. OJK berencana menempatkan stablecoin sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran. Pengaturannya akan tetap dikoordinasikan dengan Bank Indonesia sesuai kewenangan masing-masing lembaga. “Stablecoin diposisikan sebagai instrumen transaksi, bukan sebagai alat pembayaran,” tutur Adi. Pembahasan mengenai stablecoin menjadi semakin relevan seiring peningkatan penggunaannya secara global. Berdasarkan data yang dipaparkan OJK, suplai stablecoin dunia meningkat dari sekitar US$200 miliar pada awal 2025 menjadi sekitar US$317 miliar–US$320 miliar pada awal 2026. Sejumlah model bisnis stablecoin di Indonesia juga telah melewati proses regulatory sandbox OJK dan bersiap memasuki tahap pengembangan berikutnya. Menurut Yudho, kejelasan regulasi menjadi faktor penting agar inovasi stablecoin dapat berkembang tanpa menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha maupun pengguna. “Stablecoin memiliki banyak potensi penggunaan, terutama untuk efisiensi transaksi dan penyelesaian berbasis blockchain. Tetapi, karena bersinggungan langsung dengan sistem keuangan dan pembayaran, batas kewenangan serta aturan mainnya harus jelas. Kepastian regulasi justru akan memberikan ruang yang lebih sehat bagi inovasi,” ujarnya. Tokenisasi Emas, SBN hingga Properti Agenda lain yang berpotensi membuka babak baru industri aset digital Indonesia adalah tokenisasi aset dunia nyata. OJK tengah menyusun kerangka regulasi yang lebih luas untuk pengembangan real-world assets. Sejumlah model tokenisasi yang telah dikembangkan melalui regulatory sandbox antara lain mencakup emas, Surat Berharga Negara (SBN), hingga hak ekonomi atas properti. “Kami sedang menyusun regulasi OJK yang komprehensif untuk memastikan skalabilitas dan keamanannya,” jelas Adi. Secara global, perkembangan RWA juga berlangsung cepat. Data yang dipaparkan OJK menunjukkan nilai pasar RWA meningkat sekitar 256,7 persen dari kuartal pertama 2025 hingga kuartal pertama 2026, dengan nilai mendekati US$33,5 miliar pada pertengahan 2026. Yudho melihat tokenisasi berpotensi menjadi salah satu titik pertemuan terbesar antara teknologi blockchain dan sistem keuangan tradisional. “RWA bisa menjadi salah satu use case blockchain yang paling relevan bagi sektor keuangan karena teknologi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi digunakan untuk merepresentasikan aset dan hak ekonomi yang nyata. Jika regulasi, kustodian, likuiditas, dan perlindungan investor dibangun dengan baik, tokenisasi dapat membuka akses investasi yang lebih luas sekaligus menciptakan model pembiayaan baru,” ulas Yudho. Dari Trading Menuju Ekonomi On-Chain Berbagai agenda tersebut menunjukkan arah kebijakan aset digital Indonesia mulai berkembang melampaui aktivitas jual beli kripto. Identitas investor, standardisasi penyedia layanan, stablecoin, dan tokenisasi menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan berbasis teknologi yang lebih terintegrasi. OJK juga mengaitkan perkembangan aset digital dengan agenda ekonomi nasional, termasuk transformasi digital, pendalaman pasar keuangan, serta perluasan akses investasi dan pembiayaan. “Kami berkomitmen penuh menjadikan Indonesia sebagai pusat kripto Asia, pusat inovasi, investasi, dan transaksi kripto di kawasan ini,” sebut Adi. Menurut Yudho, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat perkembangan aset digital di kawasan apabila inovasi dan regulasi dapat bergerak secara seimbang. “Fase berikutnya dari industri aset digital tidak hanya akan berbicara tentang harga aset atau volume perdagangan. Kita akan semakin banyak melihat blockchain masuk ke infrastruktur investasi, tokenisasi aset, settlement, hingga berbagai layanan keuangan lainnya. Indonesia punya basis pengguna yang besar dan ekosistem yang terus berkembang. Jika regulasi mampu memberikan kepastian sekaligus ruang inovasi, peluang Indonesia untuk menjadi salah satu pusat ekonomi on-chain di Asia semakin terbuka,” tandas CEO FLOQ.

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, dan NS Trade Siapkan Program Permodalan bagi 200 Trader Berpengalaman Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, dan NS Trade Siapkan Program Permodalan bagi 200 Trader Berpengalaman

Jakarta, katakabar.com - Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, resmi menjalin kerja sama strategis dengan NS Trade untuk menyelenggarakan program pencarian dan permodalan bagi 200 trader berpengalaman di Indonesia. Program ini ditujukan kepada trader yang telah memiliki pengalaman nyata di pasar keuangan, memahami manajemen risiko, serta mampu menunjukkan strategi dan performa trading yang konsisten. Peserta yang lolos seluruh tahapan seleksi berkesempatan memperoleh dukungan modal untuk mengembangkan aktivitas trading secara lebih terukur dan profesional. Dr. Dhiraj Kelly Sawlani menjelaskan bahwa program tersebut hadir sebagai respons terhadap banyaknya trader potensial yang memiliki kemampuan, tetapi masih menghadapi keterbatasan modal. Fokus pada Disiplin dan Manajemen Risiko Dalam program ini, penekanan utama diberikan pada aspek kedisiplinan dan pengelolaan risiko, bukan sekadar mencari profit dalam waktu singkat. Kolaborasi ini bertujuan melatih trader agar mampu menjaga modal dalam jangka panjang. “Kami tidak sekadar mencari trader yang mampu menghasilkan profit besar dalam waktu singkat. Kami mencari trader berpengalaman yang disiplin, konsisten, memahami risiko, dan mampu menjaga modal dalam berbagai kondisi pasar,” ujar Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA. Melalui kolaborasi ini, Dr. Dhiraj Kelly Sawlani akan memberikan perspektif strategis dalam aspek manajemen risiko, perlindungan modal, dan pengembangan ekosistem trader. Sementara itu, NS Trade akan berperan dalam proses identifikasi, seleksi, evaluasi, serta pendampingan terhadap calon trader yang mengikuti program. Tahapan Evaluasi dan Seleksi Ketat Proses seleksi direncanakan mencakup beberapa tahapan, antara lain: verifikasi identitas dan pengalaman trading, evaluasi rekam jejak atau histori transaksi, penilaian strategi dan sistem trading, pengujian disiplin serta konsistensi, evaluasi manajemen risiko dan batas penurunan modal, serta masa pemantauan sebelum pemberian atau peningkatan alokasi modal. NS Trade menegaskan indikator utama dalam seleksi bukan hanya tingkat keuntungan, tetapi juga kemampuan trader dalam mengendalikan risiko, membatasi kerugian, dan menjaga stabilitas performa. “Trader yang kami cari adalah mereka yang memiliki sistem jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara trader berpengalaman dan akses terhadap modal yang dikelola dengan tata kelola risiko yang baik,” kata perwakilan NS Trade. Membangun Ekosistem Trading Profesional Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem trading Indonesia yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang. Selain memperoleh kesempatan permodalan, trader terpilih akan mendapatkan evaluasi performa dan pendampingan dalam penerapan manajemen risiko. Program akan dibuka secara bertahap hingga mencapai target 200 trader terpilih. Informasi mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, skema kerja sama, dan jadwal pendaftaran akan diumumkan melalui kanal resmi Dr. Dhiraj Kelly Sawlani dan NS Trade. Program ini bukan merupakan penawaran investasi, penghimpunan dana masyarakat, ataupun jaminan keuntungan. Seluruh aktivitas trading memiliki risiko kerugian. Peserta wajib memahami ketentuan program dan memenuhi persyaratan yang berlaku sebelum mendapatkan alokasi modal. Tentang Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, merupakan praktisi dan strategic consultant yang aktif mengembangkan edukasi mengenai manajemen risiko, pengelolaan modal, bisnis, dan investasi. Ia mengusung pendekatan yang menempatkan perlindungan modal, kedisiplinan, serta keberlanjutan sebagai fondasi utama dalam aktivitas trading. Tentang NS Trade NS Trade merupakan komunitas dan ekosistem edukasi trading yang berfokus pada pengembangan kemampuan trader melalui pembelajaran, evaluasi strategi, pendampingan, dan penerapan manajemen risiko. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program ini, Anda dapat menghubungi Admin NS Trade melalui WhatsApp di +62 895-3066-5888 atau mengunjungi Instagram resmi di https://instagram.com/dhirajkelly.

ITSEC Asia Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia Amankan dan Pimpin Era AI Tekno
Tekno
Senin, 17 Agustus 2026 | 09:38 WIB

ITSEC Asia Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia Amankan dan Pimpin Era AI

Jakarta, katakabar.com - PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR), perusahaan cybersecurity dengan pengalaman 16 tahun, resmi luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di kantor pusat ITSEC Asia, Jakarta. Academy ini hadir untuk memperkuat talenta cybersecurity dan AI Indonesia melalui pembelajaran berbasis praktik, pengalaman dunia nyata dan teknologi yang dirancang untuk kebutuhan profesional dan organisasi. Peluncuran ini dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan institusi nasional, yakni Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Edwin Hidayat, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia; Tiar Nabilla Karbala, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital; serta Marsekal Pertama TNI I Ketut S. Wahyu Wijaya, M.A., Komandan Satuan Siber TNI AU, yang mewakili Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., Kepala Staf Angkatan Udara. Acara ini juga dihadiri oleh para pemimpin industri, profesional teknologi, mitra dan rekan-rekan media. Percepatan digitalisasi dan adopsi artificial intelligence (AI) membuat kebutuhan terhadap talenta yang mampu mengembangkan sekaligus mengamankan teknologi semakin besar. Organisasi membutuhkan profesional yang dapat menghadapi ancaman siber, menguji ketahanan sistem, membangun solusi berbasis AI serta memahami aspek keamanan dan tata kelola teknologi. Kondisi tersebut menempatkan pengembangan talenta cybersecurity dan AI sebagai bagian dari kesiapan Indonesia menghadapi ekonomi digital. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan talenta digital dan AI untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi. “Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini kita baru memiliki sekitar 3 juta. Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri dan institusi pendidikan untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi digital. Inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya tersebut dengan memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI,” kata Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Kurun 16 tahun, ITSEC Asia telah membangun pengalaman dalam membantu organisasi menghadapi berbagai tantangan cybersecurity. Melalui ITSEC Cyber & AI Academy, pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi pembelajaran yang dirancang untuk membantu profesional mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. "Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah berada di garis depan cybersecurity. Sekarang kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan talenta yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya yang menjaga masa depan digital Indonesia," ujar Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia. "Tantangan cybersecurity dan AI terus berkembang. Karena itu, kita membutuhkan lebih banyak profesional yang mampu memahami teknologi secara praktis, mengamankannya dan menggunakannya secara bertanggung jawab. ITSEC Cyber & AI Academy merupakan bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi pada penguatan kapabilitas digital Indonesia," jelsnya. Dengan filosofi "We don't just train defenders. We create them.", Academy menggunakan pendekatan practitioner-led yang menempatkan pengalaman praktis sebagai bagian utama dari proses pembelajaran. Peserta dapat mengikuti perjalanan pengembangan kompetensi yang mencakup asesmen, pembelajaran, praktik dan evaluasi. “Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk data. Namun, data baru menjadi kekuatan strategis ketika kita memiliki kemampuan untuk melindunginya dan menggunakannya dengan tepat. AI dapat membantu kita menyelesaikan berbagai persoalan yang relevan bagi Indonesia, tetapi hal tersebut membutuhkan talenta yang memahami teknologi sekaligus data yang menjadi dasarnya,” ujar Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Defend & Attack. Build & Govern. ITSEC Cyber & AI Academy memiliki dua fokus utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi di era digital. Cybersecurity Academy: Defend & Attack membangun kemampuan untuk memahami, menguji, mempertahankan dan merespons ancaman siber. Pendekatan ini memberikan peserta perspektif defensif dan ofensif agar mereka memahami bagaimana sistem dilindungi sekaligus bagaimana kerentanan dapat ditemukan dan diuji. AI Academy: Build & Govern berfokus pada kemampuan membangun, menerapkan dan mengelola teknologi AI dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan tata kelola. Pendekatan ini menjawab kebutuhan organisasi yang semakin banyak menggunakan AI dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan. Yulius C. Rusli, President Director ITSEC Cyber & AI Academy, mengatakan bahwa pendekatan Academy dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi profesional di lapangan. "Kami membangun Academy dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan." "Ekosistem teknologi seperti AKSI, CAKRA, SAKTI, PERISAI dan JAGA memungkinkan kami membangun perjalanan pembelajaran yang lebih terukur, mulai dari mengidentifikasi kompetensi hingga menguji kemampuan dalam skenario yang realistis." Didukung Ekosistem Teknologi dari Asesmen hingga Simulasi Untuk mendukung perjalanan pembelajaran tersebut, ITSEC Cyber & AI Academy menghadirkan ekosistem teknologi yang mencakup asesmen, pembelajaran, pengembangan kompetensi, simulasi dan cyber awareness. AKSI (Asesmen Kompetensi Sistematis dan Integratif) digunakan untuk mengidentifikasi kompetensi kandidat, termasuk kemampuan teknis, aptitude dan soft skills. CAKRA (Capaian Akademik Kompetensi Siber Resiliensi Akselerasi) mendukung pengelolaan pembelajaran dan kompetensi dalam satu lingkungan pembelajaran. Untuk pembelajaran berbasis AI, SAKTI (Sistem AI untuk Kompetensi, Teknologi, dan Inovasi) menyediakan jalur pembelajaran adaptif untuk AI, cybersecurity, intelligence, data dan programming, termasuk evaluasi yang dipersonalisasi serta fitur proctoring dan anti-cheating. Sementara, PERISAI (Platform Emulasi Realistik untuk Intelijen Siber dan Ancaman Infrastruktur) menyediakan cyber range berbasis AI untuk mensimulasikan skenario cybersecurity, AI security dan intelligence. JAGA (Jaringan Awareness dan Governance untuk Aset Nasional) mendukung kebutuhan cyber awareness organisasi melalui simulasi phishing berbasis AI, pelatihan interaktif dan analitik kinerja. Ekosistem tersebut memungkinkan Academy menghubungkan proses asesmen, pembelajaran, praktik, simulasi dan evaluasi dalam satu perjalanan pengembangan kompetensi. Membangun Pipeline Talenta Indonesia Peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy menjadi bagian dari perluasan kontribusi ITSEC Asia terhadap ekosistem digital Indonesia. Pengembangan talenta cybersecurity dan AI membutuhkan kolaborasi antara industri, pemerintah, institusi pendidikan dan komunitas teknologi agar kemampuan profesional dapat terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Dengan membawa pengalaman 16 tahun di bidang cybersecurity ke dalam pendidikan dan pengembangan kompetensi, ITSEC Asia ingin membantu memperkuat pipeline talenta yang dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi ancaman siber sekaligus memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab. ITSEC CyberTalent: Mendukung Talenta Muda Indonesia Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui ITSEC CyberTalent, sebuah inisiatif yang mendukung talenta muda Indonesia dengan potensi di bidang cybersecurity melalui akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan pengalaman industri. Pada peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy, ITSEC Asia memberikan dukungan kepada Ibrahim Al Abrar, pelajar asal Boyolali, Jawa Tengah, yang menerima Letter of Appreciation dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu sistem publik NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP). Dukungan yang diberikan meliputi perangkat pendukung untuk menunjang pembelajaran cybersecurity, sesi pelatihan privat bersama para ahli cybersecurity ITSEC Asia serta kesempatan menjalani program magang di ITSEC Asia setelah memenuhi persyaratan yang berlaku. "Selama 16 tahun kami melihat bahwa talenta hebat dapat lahir dari mana saja. Tantangan terbesar sering kali bukan kemampuan, melainkan akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan kesempatan. Melalui ITSEC CyberTalent, kami ingin membantu talenta muda Indonesia terus berkembang sehingga mereka dapat berkontribusi bagi keamanan digital Indonesia di masa depan," ujar Patrick Dannacher. Melalui kehadiran ITSEC Cyber & AI Academy dan inisiatif ITSEC CyberTalent, ITSEC Asia memperkuat komitmennya untuk mendukung pengembangan talenta cybersecurity dan AI Indonesia, baik melalui pendidikan yang terstruktur maupun dukungan langsung kepada individu yang menunjukkan potensi luar biasa di bidang tersebut. ITSEC Cyber & AI Academy akan terus mengembangkan program pembelajaran, memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi serta menghadirkan berbagai inisiatif pengembangan talenta untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia cybersecurity dan AI di Indonesia.

Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding PTPN Siapkan 10 Ribu Hektar Lahan Singkong di Lampung Nasional
Nasional
Rabu, 01 Juli 2026 | 13:15 WIB

Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding PTPN Siapkan 10 Ribu Hektar Lahan Singkong di Lampung

Bandar Lampung, katakabar.com - PTPN I Regional 7, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membuka peluang kerja sama bagi investor untuk pengembangan budidaya singkong di Provinsi Lampung. Sebanyak lebih dari 10 ribu hektar lahan tersedia di Unit Kerja Kebun Kedaton, Bergen, Way Berulu, Way Lima, Tulungbuyut, dan Bungamayang guna mendukung implementasi Program Mandiri Energi nasional melalui pengembangan energi baru terbarukan berbasis etanol dari singkong. Peluang investasi tersebut disampaikan Business Support Head PTPN I Regional 7, Iskandar Dewantara, dalam rapat percepatan hilirisasi industri singkong yang berlangsung di Bandar Lampung, di pekan keempat Mei 2026. Iskandar menegaskan bahwa PTPN I Regional 7 sebagai unit operasional PTPN I di bawah Holding Perkebunan Nusantara siap mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. “Kami siap melaksanakan kebijakan Bapak Presiden sebagaimana diamanatkan kepada Holding (PTPN Holding) dan HO (Head Office PTPN I) untuk mengeksekusi di lapangan. Kami punya lahan yang bisa dimanfaatkan untuk program ini seluas kurang lebih 10 ribu hektare di enam Kebun (unit kerja). Semuanya ada di Lampung,” kata Iskandar di hadapan puluhan calon investor yang hadir di Kantor Regional 7 Bandar Lampung. Rapat yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Lampung tersebut dihadiri Kepala Dinas DKPTPH Provinsi Lampung DR Elvira Umihani, S.P., M.T., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung sekaligus Ketua National Cassava Center (NCC) Kuswanta, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Sementara itu, pemaparan terkait kesiapan PTPN dalam program tersebut disampaikan Ketua Tim Percepatan Hilirisasi Komoditas Ubi Kayu Holding Perkebunan Nusantara, Erwin Sialagan. Elvira Umihani menjelaskan Provinsi Lampung saat ini merupakan sentra utama produksi singkong nasional dengan kontribusi sekitar 62 persen terhadap produksi nasional. Menurutnya, terdapat 72 pabrik tapioka di Lampung yang sebagian besar bahan bakunya dipasok dari petani rakyat. “Ada 72 pabrik tapioka di Lampung. Bahan bakunya dipasok dari singkong rakyat. Ada lebih 314 ribu keluarga yang mengandalkan ekonominya dari budi daya singkong di sini. Produksinya sekitar 15 juta ton per tahun. Sedangkan produktivitasnya saat ini rata-rata 7,5 ton per hektare,” bebernya. Meski produksi singkong Lampung tergolong tinggi, Elvira menegaskan bahwa pengembangan industri etanol membutuhkan kepastian pasokan bahan baku dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan mandat kepada Holding Perkebunan Nusantara untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut. “PTPN dinilai memiliki potensi dan sumber daya yang kuat untuk memegang mandat ini. Dan pada rapat kali ini, sengaja kita undang seluruh pihak, terutama calon investor untuk membahas strategi dan teknis dalam pelaksanaannya. Pada hari ini, pihak PTPN akan memaparkan segala sesuatunya untuk kemudian bapak ibu para pelaku usaha segera mengambil langkah positif,” terangnya. Sementara, Erwin Sialagan menuturkan pemerintah menargetkan implementasi bahan bakar campuran E-20 pada tahun 2028, yakni bensin dengan kandungan etanol sebesar 20 persen yang berasal dari bahan baku terbarukan, terutama singkong. “Angka delapan juta kilo liter etanol itu diperkirakan dapat dihasilkan dari ubi kayu atau biasa disebut singkong dari lahan seluas 104 ribu hektare. Dan itu harus dicapai sampai 2029. Nah, untuk tahap awal ini, tahun 2026 harus terealisasi 10 ribu hektare. Selanjutnya akan dipercepat hingga mencapai angka tersebut. Dengan demikian, pasokan bahan baku untuk industri etanol tidak akan terputus,” imbuhnya. Lebih lanjut, Erwin memaparkan potensi lahan yang dimiliki PTPN I Regional 7 yang dapat segera dimanfaatkan investor. Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, Holding Perkebunan Nusantara menyediakan lahan, sementara aspek budidaya, pembiayaan, teknologi, hingga pemilihan varietas menjadi tanggung jawab mitra usaha. “Model kerja samanya adalah KSU, kerja sama usaha. Kami hanya menyediakan lahan. Secara teknis budi daya dan pembiayaan, termasuk varietas yang akan ditanam, semua terserah investor. Dan regulasi terkait hasil panennya dimanfaatkan untuk program ketahanan energi, itu domain para pihak terkait. Yang pasti, kami sediakan lahan ini untuk program kemandirian energi nasional,” sebutnya. Usai pemaparan program, potensi lahan, serta model kerja sama yang ditawarkan, para investor menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi diskusi. Program pengembangan etanol berbasis singkong dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami menyambut baik program ini. Untuk diketahui, baru beberapa bulan ini harga singkong kami bagus, bahkan sampai Rp2.000 per kilo. Dengan program ini (ketahanan energi), mudah-mudahan harga nggak turun lagi sehingga petani singkong bisa ikut sejahtera,” ulas Jamsari, salah satu pengurus kelompok tani yang hadir pada acara tersebut. Melalui inisiatif ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong hilirisasi komoditas pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekosistem industri etanol berbasis singkong yang berkelanjutan.

PalmCo Siapkan Proyek Percontohan Kedelai Dukung Target Swasembada Pangan Nasional
Nasional
Minggu, 07 Juni 2026 | 08:09 WIB

PalmCo Siapkan Proyek Percontohan Kedelai Dukung Target Swasembada Pangan

Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo siapkan proyek percontohan pengembangan kedelai di sejumlah wilayah potensial sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional. Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa saat mengunjungi sentra produksi kedelai di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, di pertenghan Mei 2026 lalu. Kunjungan berlangsung di tengah panen raya kedelai nasional yang turut dihadiri Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal, Agus Subiyanto, dan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto. Di hamparan lahan kedelai yang mulai dipanen petani tersebut, Jatmiko, mengatakan perusahaan mulai memetakan peluang pengembangan kedelai secara lebih serius. Menurut dia, kedelai memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat sehari-hari. “Kedelai bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi bagian dari stabilitas pangan masyarakat karena menjadi bahan baku utama tahu dan tempe. Karena itu kami mulai melihat peluang pengembangannya secara jangka panjang,” ujar Jatmiko. Ia menilai langkah diversifikasi ke sektor pangan juga sejalan dengan agenda pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tingginya ketergantungan impor kedelai. Kebutuhan kedelai nasional saat ini diperkirakan mencapai 2,6 juta hingga 2,7 juta ton per tahun. Tetapi, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut sehingga sebagian besar pasokan masih berasal dari impor. Dalam beberapa tahun terakhir, luas panen kedelai nasional juga terus menyusut akibat peralihan lahan dan rendahnya minat petani. Pemerintah kini mulai mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, hingga kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan TNI. Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah yang dinilai potensial dalam pengembangan kedelai nasional. Berdasarkan hasil peninjauan PalmCo, pola tanam petani di Desa Ngudikan tergolong produktif dengan kombinasi satu musim padi, satu musim kedelai, dan dua musim bawang merah dalam setahun. Dukungan irigasi, kondisi lahan yang relatif datar, serta kelembagaan petani yang kuat membuat produktivitas kedelai di wilayah tersebut mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare. Bahkan, melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik, hasil panen disebut berpotensi meningkat hingga 3,5 ton per hektar. Menurut Jatmiko, pengalaman budidaya di Nganjuk menjadi referensi penting bagi PalmCo sebelum menjalankan proyek percontohan di wilayah perkebunan perusahaan. Saat ini perusahaan mulai melakukan kajian kesesuaian areal untuk memastikan lahan yang akan digunakan memenuhi aspek agronomis, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, topografi, hingga faktor iklim. “Kami ingin memastikan pengembangannya berjalan optimal dan berkelanjutan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipetakan terlebih dahulu,” jelasnya. Tahap awal proyek akan dilakukan di sejumlah areal terpilih sebelum diperluas secara bertahap. Beberapa wilayah di Sumatera seperti Langkat, Deli Serdang, Pasaman, dan Banyuasin mulai masuk dalam pemetaan awal karena dinilai memiliki karakter agroklimat yang sesuai untuk pengembangan kedelai. PalmCo berharap pengembangan kedelai tidak hanya berkontribusi memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan melalui pola kemitraan dan kolaborasi bersama petani.

Holding PTPN Lewat PTPN I Regional 2 Siapkan Restorasi 14.000 Hektar Pascabencana Pasirlangu Nasional
Nasional
Senin, 23 Februari 2026 | 19:34 WIB

Holding PTPN Lewat PTPN I Regional 2 Siapkan Restorasi 14.000 Hektar Pascabencana Pasirlangu

Bandung Barat, katakabar.com - Duka mendalam selimuti lereng perbukitan Cisarua setelah hujan deras picu pergerakan tanah di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Sabtu (24/1) dini hari lalu. Tragedi tanah longsor yang berdampak pada 113 jiwa tersebut menjadi pengingat akan kerentanan ekosistem di wilayah Jawa Barat. Merespons bencana itu, Holding Perkebunan Nusantara melalui entitasnya, PTPN I Regional 2, bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Selain menyalurkan bantuan darurat kepada para penyintas, perusahaan juga menyiapkan langkah strategis berupa restorasi lahan seluas 14.000 hektar sebagai upaya mitigasi jangka panjang guna mencegah bencana serupa di masa mendatang. Manajemen memandang pemulihan kondisi sosial masyarakat dan keselamatan ekologi merupakan prioritas utama yang melampaui batas operasional perusahaan. Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, turun langsung ke lokasi pengungsian, Senin (26/1) untuk memastikan distribusi logistik berupa bahan pangan, susu, selimut, serta kebutuhan harian menjangkau masyarakat terdampak. "Kami hadir tidak hanya untuk berbagi beban di masa sulit, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki harapan untuk bangkit. Namun, kepedulian kemanusiaan harus beriringan dengan perbaikan ekosistem," ujar Desmanto dalam keterangannya. Menurut Desmanto, bencana ini menjadi momentum evaluasi terhadap tata kelola lahan di wilayah dengan topografi ekstrem. PTPN I Regional 2 kini bersinergi dengan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Danantara untuk menginisiasi langkah preventif yang lebih komprehensif. "Fokus kami kini diarahkan pada mitigasi jangka panjang melalui rencana restorasi lahan seluas 14.000 hektar di wilayah Jawa Barat," jelasnya. Dalam program tersebut, lahan yang saat ini didominasi tanaman sayuran semusim akan dikonversi secara bertahap menjadi area perkebunan permanen. PTPN I akan menanam komoditas teh, kopi, serta pohon kayu tahunan dengan struktur perakaran kuat guna memperkuat daya cengkeram tanah di lereng curam dan berfungsi sebagai penyangga alami stabilitas lahan. "Restorasi ini adalah investasi keselamatan. Dengan perakaran tanaman tahunan yang dalam, kita membangun pertahanan alami demi keselamatan generasi mendatang," ucapnya. Strategi pemulihan ekosistem tersebut dirancang secara inklusif dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari solusi. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 2 berkomitmen memberdayakan warga sekitar sebagai tenaga kerja aktif dalam program reboisasi dan pengelolaan kebun berkelanjutan. Melalui kolaborasi penghijauan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, diharapkan tercipta keseimbangan baru antara keselamatan lingkungan dan keberlanjutan usaha perkebunan nasional di Jawa Barat. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan pengelolaan lingkungan berbasis prinsip keberlanjutan (sustainability).

PMII Inhu Siapkan Aksi Nasional, Soroti Dugaan Kelalaian ESDM–BUMN di Balik Kebocoran Gas Riau
Riau
Selasa, 27 Januari 2026 | 16:00 WIB

PMII Inhu Siapkan Aksi Nasional, Soroti Dugaan Kelalaian ESDM–BUMN di Balik Kebocoran Gas

Indragiri Hulu, katakabar.com - Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada pejabat ESDM dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pasca insiden kebocoran gas di wilayah Sumatra menuai respons kritis dari kalangan mahasiswa. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Indragiri Hulu menilai, langkah pemerintah tidak boleh berhenti pada sanksi administratif semata. Menurut mereka, insiden kebocoran gas merupakan persoalan serius yang menyangkut keselamatan rakyat, kerusakan lingkungan, serta lemahnya tata kelola sektor migas secara struktural. Ketua PC PMII Indragiri Hulu, Fadilah Irsandi, menegaskan negara harus hadir secara nyata dan bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan. “Ancaman sanksi harus dibarengi tindakan konkret. Negara wajib memastikan penegakan hukum berjalan, pemulihan lingkungan dilakukan, dan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan maksimal,” ujar Fadilah, Selasa (27/1). Ia menilai, berulangnya insiden kebocoran gas menunjukkan adanya persoalan sistemik dalam pengawasan dan pengelolaan infrastruktur migas, baik di tingkat kementerian maupun BUMN terkait, termasuk PT TGI. Sebagai bentuk kontrol sosial dan tanggung jawab moral mahasiswa, PC PMII Indragiri Hulu menyatakan akan gelar aksi besar untuk mengawal komitmen negara dalam menuntaskan kasus tersebut secara adil, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. Sementara, Koordinator Lapangan Aksi, Yusra Lubis, menyampaikan bahwa gerakan yang akan dilakukan tidak sekadar bersifat simbolik, melainkan bertujuan menekan pemerintah agar mengambil langkah nyata. “Aksi ini adalah bentuk pengawalan agar negara benar-benar hadir dan bertanggung jawab, bukan sekadar mengeluarkan pernyataan politik atau ancaman sanksi tanpa kejelasan tindak lanjut,” tegas Yusra. PC PMII Indragiri Hulu juga mendesak pemerintah pusat untuk membuka hasil investigasi secara terbuka kepada publik, menindak tegas pihak-pihak yang terbukti lalai, serta memastikan perbaikan sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kementerian ESDM maupun BUMN terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai mekanisme sanksi, serta langkah lanjutan pasca kejadian kebocoran gas tersebut.

Kementerian PU Siapkan Rencana Detail Penanganan Permanen Jalan Tarutung Sibolga via Batu Lubang Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 18 Januari 2026 | 15:04 WIB

Kementerian PU Siapkan Rencana Detail Penanganan Permanen Jalan Tarutung Sibolga via Batu Lubang

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyiapkan rencana penanganan permanen pada infrastruktur jalan segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang di Provinsi Sumatera Utara. Penyusunan rencana itu dilakukan untuk mengembalikan konektivitas jalan yang longsor akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. Berdasarkan hasil identifikasi teknis di lapangan, bencana tanah longsor pada segmen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang itu terjadi di beberapa titik di Desa Simaninggir. Material lereng di lokasi longsor ini terus bergerak, sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk pembangunan jalan darurat. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga nadi perekonomian dan sosial masyarakat saat bencana. “Menjaga konektivitas infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat perannya yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Dody. Meski saat ini segmen Simpang Rampa-Sibolga via Batu Lubang sudah terhubung, jalur tersebut belum dapat dilalui kendaraan umum demi alasan keselamatan. Kementerian PU masih terus mengoptimalkan perbaikan jalan darurat di lokasi tersebut untuk meningkatkan aspek keselamatan. Saat ini, akses dari Tarutung ke Kota Sibolga dapat ditempuh melalui Jalan Nasional Ruas Bts. Kota Tarutung–Sp. Rampa–Poriaha–Sibolga. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Hardy Siahaan, mengatakan saat ini masih terus dilakukan penanganan jalan darurat pada lokasi longsoran Desa Simaninggir. Sedang, untuk penanganan permanen, Kementerian PU sedang melaksanakan survei detail dan membuat perencanaan. Ada dua opsi utama yang sedang dipertimbangkan untuk penanganan permanen, yakni relokasi trase dengan memindahkan jalur ke area yang lebih aman dari potensi longsoran, atau mempertahankan trase awal namun dengan rekayasa teknis berupa pemotongan dan penyesuaian kemiringan tebing, serta pembangunan jembatan untuk meningkatkan aspek keamanan. "Kami terus memantau kondisi infrastruktur di wilayah terdampak bencana serta melakukan langkah-langkah cepat dan tepat guna menjaga konektivitas antarwilayah tetap terjaga, salah satunya akses dari dan menuju Sibolga," jelas Hardy. Paralel dengan rencana penanganan permanen Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang, Kementerian PU melalui BBPJN Sumut terus melakukan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan lainnya yang terdampak bencana. Hingga 14 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, Kementerian PU mencatat progres signifikan di 12 kabupaten dan kota terdampak. Tim dari Kementerian PU telah berhasil melakukan pembersihan dan perbaikan 263 titik longsoran tebing. Selain itu juga telah tuntas melakukan penanganan sementara 65 titik jalan amblas, penanganan sementara 19 titik jalan putus, dan melakukan penanganan sementara seluruh jembatan rusak. Genangan banjir juga telah surut di sejumlah lokasi. Selain itu, Kementerian PU juga berhasil menghubungkan kembali konektivitas koridor jalan Tarutung–Sipirok sepanjang 68 km. Jalur ini masih terus disempurnakan melalui perbaikan detour demi keselamatan pengguna jalan. Koridor Sibolga–Batangtoru juga telah fungsional setelah pemasangan dua unit Jembatan Bailey di Sungai Garoga. Memasuki awal tahun 2026, Kementerian PU mulai melaksanakan survei dan perencanaan detail yang akan dilanjutkan dengan penanganan permanen di sejumlah jalan utama yang terdampak bencana di Sumatera Utara, yaitu ruas jalan Tarutung-Sibolga, Tarutung–Sipirok – Padang Sidempuan, Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan, Batangtoru–Singkuang, serta Batas Aceh–Barus–Sibolga. Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan ASTA CITA dari Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Biaya Tak Terduga Saat Menyiapkan Mahar Pernikahan Default
Default
Minggu, 11 Januari 2026 | 09:57 WIB

Biaya Tak Terduga Saat Menyiapkan Mahar Pernikahan

Meski prosesnya lebih mudah, setiap pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah. Pinjaman tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing dan direncanakan dengan matang. Jika ingin mempelajari opsi pinjaman yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

Cerita Sukses Angkutan Sepanjang Nataru 2025-2026: KAI Services Siapkan 40 Gudang Logistik Nasional
Nasional
Minggu, 04 Januari 2026 | 21:39 WIB

Cerita Sukses Angkutan Sepanjang Nataru 2025-2026: KAI Services Siapkan 40 Gudang Logistik

Jakarta, katakabar.com - Masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 resmi berakhir, Minggu (4/1). Selama periode tersebut, KAI Services mencatat keberhasilan pastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan penumpang kereta api melalui kesiapan layanan logistik optimal. Di antara upaya yang dilakukan menyiapkan 40 gudang logistik yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan operasional selama masa libur panjang. Sepanjang masa Nataru yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Services juga menugaskan sebanyak 610 pegawai logistik untuk memastikan seluruh kebutuhan penumpang terpenuhi dengan baik. Kesiapan ini menjadi bagian dari komitmen KAI Services dalam mendukung pelayanan induk usaha, PT KAI (Persero), khususnya di momen dengan tingkat mobilitas penumpang yang tinggi. Untuk mendukung kelancaran distribusi logistik ke berbagai stasiun, unit logistik KAI Services menyiapkan 41 unit mobil box. Selain itu, guna menjaga kualitas dan kesegaran makanan hingga tiba di stasiun tujuan, KAI Services juga mengoperasikan 11 unit cold storage yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Tidak hanya fokus pada kebutuhan makanan dan minuman, KAI Services juga memastikan kenyamanan perjalanan penumpang melalui layanan selimut kereta api. Unit logistik KAI Services menyiapkan fasilitas laundry di 11 lokasi guna menjamin kebersihan dan ketersediaan selimut selama masa angkutan Nataru. Proses pencucian dilakukan secara higienis, modern, dan terkontrol sesuai standar pelayanan yang berlaku. Keberhasilan layanan ini turut dirasakan langsung penumpang. Salah seorang penumpang, Novi Sari, mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan KAI Services selama melakukan perjalanan liburan Nataru. “Kemarin liburan ke Yogyakarta naik kereta, dan selama perjalanan saya merasakan kenyamanan yang luar biasa. Mulai dari pesan makanan di Kuliner Kereta sampai pelayanan selimutnya, semuanya sangat baik dan dilayani dengan ramah oleh prama dan prami,” cerita Novi. Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menyampaikan keberhasilan angkutan Nataru 2025-2026 tidak lepas dari kesiapan seluruh lini pelayanan KAI Services yang bekerja secara terpadu. “Sebagai central of services PT KAI (Persero), KAI Services all out dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Mulai dari keamanan, kebersihan, hingga pemenuhan kebutuhan logistik seperti makanan dan selimut, seluruhnya kami siapkan secara maksimal agar penumpang dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman selama masa Nataru,” ucap Nyoman.