Sorot

Sorotan terbaru dari Tag # Sorot

Pasar Derivatif Indonesia Berkembang, Bittime Sorot Futures Bagian dari Evolusi Strategi Trading Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 12 September 2026 | 09:13 WIB

Pasar Derivatif Indonesia Berkembang, Bittime Sorot Futures Bagian dari Evolusi Strategi Trading

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset keuangan digital Indonesia terus berkembang, dengan jumlah akun konsumen Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) mencapai 22,93 juta pada Juli 2026, naik 1,03% secara bulanan dari Juni 2026. Data tersebut tercatat dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agustus 2026. Melihat perkembangan tersebut, Bittime menilai pasar aset digital Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih matang, termasuk dengan berkembangnya perdagangan derivatif. Semakin beragamnya instrumen membuka lebih banyak pilihan strategi trading bagi investor, sekaligus menuntut pemahaman yang lebih baik mengenai karakteristik dan risiko setiap instrumen. Pada Juli 2026, nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp20,52 triliun, sementara nilai transaksi derivatif Aset Keuangan Digital (AKD) mencapai Rp3,41 triliun. Meski nilai transaksi mengalami penurunan secara bulanan, OJK mencatat kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk aset kripto, tetap terjaga dan menunjukkan perkembangan positif. Bagi Bittime, semakin beragamnya instrumen di pasar menunjukkan bahwa kebutuhan investor juga berkembang. Salah satunya adalah futures, yang memiliki karakteristik berbeda dari perdagangan spot dan dapat digunakan untuk berbagai strategi berdasarkan pergerakan harga. Namun, karakteristik tersebut juga membuat futures memiliki risiko yang perlu dipahami, terutama terkait leverage, volatilitas, dan manajemen risiko. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengakses perdagangan futures sebagai salah satu pilihan instrumen dalam ekosistem aset digital. Layanan ini menjadi bagian dari upaya Bittime untuk mengikuti perkembangan kebutuhan pasar sekaligus memberikan akses terhadap instrumen derivatif dalam ekosistem yang berada dalam kerangka regulasi yang berlaku. CFX sebelumnya menyebut peluncuran layanan futures Bittime pada tanggal 15 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya pendalaman pasar dan perluasan use case industri aset digital di Indonesia. “Pasar derivatif Indonesia terus berkembang dan memberikan pilihan baru bagi investor dalam menghadapi dinamika pasar. Namun, semakin beragam instrumennya, semakin penting pula pemahaman mengenai bagaimana instrumen tersebut bekerja dan risiko yang menyertainya. Futures bukan hanya tentang mengejar peluang dari pergerakan harga, tetapi juga tentang bagaimana mengelola posisi dan risiko dengan disiplin,” ucap Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime. Berbeda dengan perdagangan spot, futures dapat melibatkan leverage yang memperbesar potensi keuntungan sekaligus kerugian. Karena itu, pemahaman mengenai mekanisme kontrak, pergerakan harga, leverage, dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum investor menggunakan instrumen tersebut. Perkembangan futures juga sejalan dengan upaya regulator untuk membangun ekosistem aset keuangan digital yang lebih matang. Dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Agustus 2026, OJK menyatakan akan terus memperkuat regulatory sandbox, perizinan, pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto yang inovatif, terpercaya, inklusif, dan berkelanjutan. Selain itu, OJK menekankan inovasi perlu berkembang melampaui tahap eksperimentasi dengan didukung tata kelola yang baik, manajemen risiko yang memadai, serta perlindungan konsumen. Bittime melihat sinergi antara inovasi, regulasi, dan edukasi sebagai fondasi penting bagi perkembangan pasar derivatif Indonesia. Semakin beragam instrumen yang tersedia, semakin penting pula bagi pengguna untuk memahami karakteristik dan risiko sebelum menentukan strategi trading.  “Kami melihat perkembangan futures sebagai bagian penting dari evolusi pasar aset digital Indonesia. Melalui Bittime Futures, kami ingin memberikan akses yang lebih luas terhadap instrumen aset digital sekaligus turut mendorong terbentuknya pasar yang semakin matang dan bertanggung jawab,” jelas Ryan.  Ke depan, Bittime akan terus mendukung perkembangan pasar aset digital Indonesia melalui inovasi, edukasi, dan pengembangan layanan yang mengedepankan tata kelola serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Seiring berkembangnya pasar derivatif, Bittime mendorong investor untuk tidak hanya melihat futures dari sisi peluang, tetapi juga memahami strategi dan risiko sebagai bagian dari aktivitas trading.

AS Blokade Selat Hormuz, Bittime Soroti Dampaknya Pada USDT/IDR Internasional
Internasional
Jumat, 17 April 2026 | 16:03 WIB

AS Blokade Selat Hormuz, Bittime Soroti Dampaknya Pada USDT/IDR

Jakarta, katakabar.com - Kondisi geopolitik dunia saat ini sedang berada dalam tensi tinggi, menyusul langkah Amerika Serikat (AS) yang memblokir jalur pelayaran Iran di Selat Hormuz. Bersamaan dengan ini, platform berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) seperti Bittime, mencatatkan volume perdagangan $USDT/IDR yang terpantau naik hingga 45 persen. Dikutip dari CNBC International, kebijakan blokade yang dimulai sejak awal pekan ini telah memicu gangguan besar pada pasokan energi global, terutama bagi negara importir minyak raksasa seperti India dan China. Kegagalan negosiasi damai ini mengakibatkan rute vital yang memasok 20% minyak dunia menjadi lumpuh, memicu kekhawatiran akan inflasi global dan melemahnya ekonomi di berbagai negara. Di tengah ketidakpastian tersebut, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan optimis dalam wawancara nya dengan Fox Business. Ia menyampaikan bahwa konflik Amerika-Iran ini "hampir berakhir" seiring dengan adanya upaya negosiasi baru, meskipun blokade militer masih terus berlangsung untuk menekan Teheran agar mencapai kesepakatan permanen. Di tengah gejolak kondisi ekonomi global saat ini, banyak investor Investor yang semakin berhati-hati dan mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil. Salah satu aset diversifikasi yang kini dipandang sebagai alternatif lindung nilai adalah Tether ($USDT). Di mana, $USDT yang memiliki likuiditas harga 1:1 dengan dolar Amerika Serikat (USD), sehingga pergerakannya cenderung lebih stabil. Selain itu, aset kripto $USDT bersifat fraksional, sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Apalagi, saat ini investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke USDT secara langsung melalui platform crypto exchange yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bittime. Selaras dengan ini, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan mencatatkan volume perdagangan $USDT/IDR yang terpantau naik hingga 45% pada platformnya. Lebih lanjut, Bittime turut menghadirkan Bittime Mining Points 2.0 yang memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan total prize pool hingga $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA). Ini dipandang sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, di tengah kondisi tekanan nilai Rupiah. Diketahui, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Tulisan 'Bengkalis Bermasa 2 Periode' Hiasi Pawai Taaruf MTQ ke 49 Kecamatan Mandau Riau
Riau
Senin, 29 Juli 2024 | 11:39 WIB

Tulisan 'Bengkalis Bermasa 2 Periode' Hiasi Pawai Taaruf MTQ ke 49 Kecamatan Mandau

Mandau, katakabar.com - Pawai taaruf sempena pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ ke 49, dan Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1446 hijiriah tahun 2024 masehi Kecamatan Mandau, Kecamatan Mandau berlangsung meriah, pada Ahad (28/7) pagi. Salah satu yang menarik perhatian adalah tulisan besar bertuliskan 'Bengkalis Bermasa 2 Periode, dan 2 Periode Lanjutkan' yang dibawa oleh sejumlah kelompok peserta. Keunikan tulisan tersebut semakin lengkap dengan adanya gambar Bupati Bengkalis yang turut menghiasi spanduk tersebut.