Bittime Soroti Pengaruh Data Ekonomi AS Pada Pergerakan Harga Kripto
Jakarta, katakabar.com - Bittime soroti pengaruh data ekonomi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed terhadap pergerakan pasar kripto. Bittime juga mengingatkan pentingnya memahami karakteristik, leverage, dan risiko produk aset digital, terutama di tengah tingginya aktivitas perdagangan derivatif global. Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan ekonomi global menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor untuk memahami pergerakan pasar aset kripto. Berdasarkan data CoinMarketCap pada 11 September 2026 pagi, Bitcoin berada di kisaran US$76.695, melemah 1,88% dalam 24 jam terakhir dan 5,00% dalam sepekan. Sementara, Ethereum berada di sekitar US$2.452, terkoreksi 0,51% dalam 24 jam dan 2,16% dalam sepekan. Pergerakan tersebut berlangsung ketika investor masih mencermati berbagai perkembangan ekonomi global, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Mengapa Data Makro Diperhatikan Investor? Data seperti Consumer Price Index (CPI), Non-Farm Payrolls (NFP), dan keputusan Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap arah suku bunga. Ketika data ekonomi berbeda dari perkiraan pasar, investor dapat menyesuaikan kembali pandangan mereka terhadap kebijakan moneter. Perubahan ekspektasi tersebut kemudian dapat memengaruhi imbal hasil obligasi, nilai dolar AS, dan minat investor terhadap aset berisiko. Riset International Monetary Fund (IMF) pada 2023 yang berjudul “The Crypto Cycle and US Monetary Policy” menunjukkan bahwa pengetatan kebijakan moneter AS dapat memengaruhi pasar kripto melalui perubahan risk appetite investor. IMF juga menemukan bahwa meningkatnya keterkaitan pasar kripto dengan pasar saham terjadi seiring masuknya investor institusional ke pasar kripto. Dengan demikian, reaksi pasar terhadap suatu data tidak selalu bergantung pada apakah angkanya naik atau turun. Investor juga melihat bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya serta apa dampaknya terhadap kebijakan moneter ke depan. “Investor perlu memahami bahwa pasar tidak hanya bereaksi terhadap apakah suatu data ekonomi naik atau turun, tetapi juga bagaimana data tersebut dibandingkan dengan ekspektasi dan apa artinya terhadap kebijakan moneter ke depan. Karena itu, data makro juga menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi,” kata Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn. Pergerakan Pasar Kripto Investor dan trader global tidak hanya mencermati data makroekonomi Amerika Serikat, tetapi juga perkembangan aktivitas perdagangan aset kripto di pasar spot dan derivatif. Pasar derivatif merupakan salah satu bagian dari aktivitas perdagangan aset kripto global. Berdasarkan laporan CoinMarketCap berjudul August Exchange Monthly Report, 11 bursa yang dipantau mencatat total volume perdagangan spot dan derivatif sekitar US$4,23 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,3% dibandingkan Juli 2026. Dari total tersebut, perdagangan spot menyumbang sekitar 13,8%, sedangkan perdagangan derivatif mencapai sekitar 86,2%, atau setara dengan US$3,65 triliun. Laporan tersebut juga mencatat volume perdagangan derivatif sekitar 6,25 kali dari volume perdagangan spot pada Agustus 2026. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai komposisi aktivitas perdagangan aset kripto pada bursa yang dipantau CoinMarketCap selama periode tersebut. Data tersebut menggambarkan bahwa pasar derivatif memiliki aktivitas perdagangan yang besar sekaligus memiliki risiko yang perlu dipahami oleh pelaku pasar. Perubahan harga yang cepat dapat memengaruhi posisi futures, terutama pada transaksi yang menggunakan leverage. Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme produk dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum melakukan transaksi. “Setiap produk aset digital memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami cara kerja produk, termasuk penggunaan leverage dan pengelolaan posisi, sebelum melakukan transaksi. Pemahaman tersebut dapat membantu investor menyesuaikan penggunaan produk dengan kebutuhan dan tingkat pemahamannya,” sebut Ryan.
Dari Malaysia KM Hontery Bongkar Muatan di Pelabuhan I Selatpanjang, PD IWO Soroti Transparansi Dokumen Kepabeanan
Selatpanjang, katakabar.com - Aktivitas bongkar muatan KM Hontery, kapal di duga milik Abeng yang membawa sejumlah barang dari Malaysia, di Pelabuhan I Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi sorotan. Dari hasil pengamatan di lapangan, kapal tersebut diketahui membawa sejumlah barang berupa lilin berukuran besar, sedang dan kecil serta kertas sembahyang yang berasal dari Malaysia, Senin (14/9) Karena barang tersebut berasal dari luar negeri, aspek kepabeanan dan kesesuaian dokumen menjadi bagian penting yang perlu dipastikan dalam setiap proses pemasukan dan pembongkaran barang. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sendiri memiliki kewenangan dalam pengawasan barang yang masuk ke wilayah Indonesia, termasuk penelitian dokumen kepabeanan serta pemeriksaan terhadap barang sesuai ketentuan yang berlaku. Persoalan yang kini menjadi perhatian bukan semata-mata aktivitas bongkar muatnya, melainkan apakah seluruh barang yang diturunkan dari KM Hontery telah sesuai dengan dokumen kepabeanan yang dilaporkan. Mulai dari jenis barang, jumlah, asal barang hingga dokumen pendukungnya perlu dipastikan secara transparan oleh instansi berwenang. Ketua PD IWO Kabupaten Kepulauan Meranti, Rahmat Arifin, meminta aparat terkait, khususnya Bea Cukai, memberikan penjelasan secara terbuka mengenai aktivitas pembongkaran tersebut. Menurut Rahmat, pengawasan terhadap barang yang masuk dari luar negeri merupakan bagian penting dalam menjaga tertib administrasi sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan jalur perdagangan lintas batas. “Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan kegiatan tersebut merupakan pelanggaran. Tetapi ketika ada kapal yang membawa barang dari Malaysia dan kemudian melakukan pembongkaran di Selatpanjang, tentu publik berhak mengetahui apakah seluruh prosesnya sudah sesuai dengan ketentuan kepabeanan,” kata Rahmat Arifin. Ia menegaskan, pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya mengenai keberadaan kapal dan barang, tetapi juga menyangkut manifest, jumlah serta jenis barang yang tercantum dalam dokumen dengan barang yang benar-benar dibongkar di lapangan. “Kalau dokumennya lengkap dan barang yang dibongkar sesuai dengan manifest, tentu tidak ada persoalan. Justru kami meminta hal itu dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tegasnya. Rahmat juga meminta agar petugas terkait memastikan seluruh prosedur pengawasan berjalan sebagaimana mestinya. “Yang paling penting adalah transparansi. Apakah sudah dilakukan pemeriksaan dokumen, apakah ada pemeriksaan fisik terhadap muatan, berapa jumlah barang dalam manifest dan apakah seluruhnya sesuai dengan barang yang dibongkar. Ini yang perlu dijelaskan kepada publik,” jelasnya. PD IWO Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai organisasi wartawan, terangnya, memiliki kepentingan untuk memastikan informasi yang beredar kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai, keterbukaan dari instansi terkait justru dapat mencegah munculnya berbagai asumsi di tengah masyarakat. “Kami berharap Bea Cukai tidak melihat ini hanya sebagai persoalan pemberitaan. Ini bagian dari fungsi kontrol sosial. Kalau memang seluruh prosedurnya sudah benar, sampaikan secara terbuka. Kalau ada kekurangan administrasi atau persoalan lain, tentu menjadi kewenangan aparat untuk menindaklanjutinya,” imbuhnya. Rahmat juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang langsung memberikan label “penyelundupan” sebelum dilakukan pemeriksaan dan terdapat dasar hukum yang jelas. “Kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Tetapi transparansi juga wajib dikedepankan. Jangan sampai masyarakat hanya melihat proses bongkar barang, sementara tidak mengetahui apakah barang tersebut sudah sesuai dengan dokumen atau belum,” tambahnya. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Selatpanjang belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait status dokumen KM Hontery, manifest barang, jumlah dan jenis muatan serta mekanisme pengawasan selama proses pembongkaran. Media membuka ruang bagi Bea Cukai Selatpanjang, pemilik KM Hontery maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip pemberitaan yang berimbang.
Sanggabiz Berpartisipasi di CFBS, Dwi Andi Rohmatika Soroti Strategi Bangun Bisnis Berkelanjutan
Yogyakarta, katakabar.com - Sanggabiz kembali mengambil peran strategis dalam mendorong ekosistem inovasi nasional dengan berpartisipasi aktif di ajang ConnectX Founder & Builder Summit. Usung semangat "OneXperience - A year of Founders & Builders: Meet. Pitch. Connect. Grow", acara bergengsi yang mempertemukan ratusan inovator digital, investor, dan pelaku industri ini diselenggarakan pada Jumat, 31 Juli 2026, berlokasi di Garuda Spark Innovation Hub (Ganara Art), fX Sudirman Lt. 8, Jakarta. Sebagai salah satu Community Partner resmi, Sanggabiz tidak hanya hadir sekadar memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara, tetapi juga menghadirkan ruang pameran interaktif. Ruang ini dimanfaatkan sebagai pusat informasi dan diskusi bagi para pengunjung, founder, dan builder yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai solusi operasional bisnis yang modern. Sanggabiz mendemonstrasikan bagaimana mereka mengimplementasikan workflow operasional yang telah di-infused dengan kapabilitas AI-powered system serta penerapan RAPI Method, sebuah pendekatan yang memastikan setiap proses kerja berjalan efektif dan efisien. Sorotan utama sekaligus puncak dari partisipasi Sanggabiz dalam ajang ConnectX ini adalah sesi edukasi dan pitching eksekutif yang dibawakan secara langsung oleh DA, selaku Founder Sanggabiz. Angkat tema krusial di dunia bisnis, yakni "Building a Business That Clients Never Leave: Scaling Through Strategy, Relationships, and Execution", DA secara komprehensif membedah strategi esensial untuk membangun fondasi bisnis yang mampu menciptakan loyalitas klien dalam jangka panjang. Di hadapan para audiens yang didominasi oleh para pendiri bisnis rintisan dan profesional, DA membagikan pemahaman taktis dan praktis mengenai empat pilar utama dalam pertumbuhan bisnis: 1. Cara Memenangkan Klien Pertama (How to win your first client) DA menekankan memenangkan klien pertama bukanlah sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari artikulasi nilai (value proposition) yang jelas. Para founder harus mampu menunjukkan empati terhadap masalah klien dan menawarkan solusi yang konkret pada pertemuan pertama. 2. Strategi Mempertahankan Klien Bertahun-tahun (How to retain clients for years) Mendapatkan klien baru memang penting, tetapi mempertahankan klien lama jauh lebih krusial untuk stabilitas bisnis. "Klien tidak akan pergi jika mereka terus melihat pertumbuhan (growth) bersama kita. Retensi lahir dari komunikasi yang transparan, konsistensi dalam eksekusi, dan kemampuan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan mereka yang terus berubah," jelas DA 3. Dampak AI pada Industri Konsultasi (AI's impact on consulting) Sebagai pemimpin perusahaan yang mengedepankan integrasi teknologi, DA menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (AI) mendisrupsi dunia konsultasi. Ia memaparkan bahwa AI tidak menggantikan peran konsultan, melainkan memperkuat analisis data, mempercepat workflow, dan membebaskan para founder untuk fokus pada hal yang paling penting: membangun hubungan dan merumuskan strategi makro. 4. Kesalahan Terbesar Founder Setelah Mendapatkan Klien Pertama (The biggest mistakes founders make after landing their first customer) Banyak pendiri bisnis yang merasa cepat puas (complacent) setelah berhasil mendapatkan klien pertama. DA memperingatkan bahwa kesalahan terbesar adalah gagal menjaga standar kualitas (quality control) saat mencoba melakukan eskalasi (scaling up), serta melupakan pentingnya membangun SOP (Standar Operasional Prosedur) sejak dini. "Dunia bisnis dan industri layanan menuntut adaptasi yang sangat cepat. Teknologi seperti AI memberikan dampak yang masif pada cara kita beroperasi dan mengelola waktu. Namun, keberhasilan jangka panjang pada akhirnya tetap bergantung pada kombinasi eksekusi yang tepat, strategi yang matang, dan dedikasi kita dalam menjaga relasi personal yang kuat dengan klien," papar DA, saat menutup sesinya. Melalui kehadirannya di ConnectX Founder dan Builder Summit, Sanggabiz berharap dapat menjalin kolaborasi baru yang berkelanjutan. Perusahaan terus berkomitmen untuk memperluas jejaring strategis dan menginspirasi lebih banyak organisasi di Indonesia agar bertumbuh dengan fondasi bisnis yang inklusif, terstruktur, dan adaptif terhadap kemajuan teknologi di era digital.
Emas Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Soroti Support Harga Emas 4.237–4.204
Jakarta, katakabar.com - Harga emas atau XAUUSD diprediksi masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini. Analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit selaku analis Dupoin Futures melihat harga emas pada time frame Daily masih berpotensi mengalami pelemahan menuju area support 4.237 hingga 4.204. Proyeksi Dupoin Futures tersebut menunjukkan tekanan jual masih berpeluang berlanjut dalam jangka pendek, meskipun penurunan yang terjadi belum dapat langsung dikategorikan sebagai pembalikan tren utama. Menurut analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, pergerakan emas saat ini masih membentuk secondary trend setelah sebelumnya mengalami pergerakan yang cukup signifikan. Dengan kondisi tersebut, koreksi menuju area 4.237–4.204 masih dianggap sebagai pergerakan yang wajar dalam struktur pasar. Dupoin Futures menilai area support tersebut akan menjadi zona penting untuk menentukan arah XAUUSD selanjutnya. Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menjelaskan bahwa selama area support 4.237 hingga 4.204 masih mampu menahan tekanan jual, peluang harga emas untuk kembali bergerak mengikuti tren utamanya tetap terbuka. Artinya, pelemahan yang terjadi belum secara otomatis mengindikasikan bahwa tren utama emas telah berubah menjadi bearish. Sebaliknya, Dupoin Futures juga mengingatkan bahwa kegagalan harga mempertahankan area support tersebut dapat meningkatkan risiko pelemahan lanjutan. Apabila XAUUSD mampu menembus support 4.237–4.204 dan bertahan di bawah zona tersebut, tekanan bearish berpotensi semakin kuat. Kondisi ini menjadi skenario yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati pergerakan harga emas hari ini. Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, perbedaan antara koreksi dan pembalikan tren menjadi hal penting. Koreksi dapat terjadi ketika harga bergerak berlawanan dengan tren utama dalam periode tertentu, sementara tren reversal membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat. Karena itu, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures masih menempatkan area 4.237–4.204 sebagai level kunci untuk melihat apakah tekanan yang terjadi hanya bersifat sementara atau berpotensi berkembang menjadi tren penurunan yang lebih dalam. Selain faktor teknikal, Dupoin Futures turut mencermati sejumlah sentimen fundamental yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas. Salah satu faktor utama datang dari perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Strait of Hormuz. Eskalasi ketegangan tersebut kembali mendorong harga minyak naik lebih dari US$4 per barel dan meningkatkan perhatian pasar terhadap risiko inflasi yang berasal dari sektor energi. Kenaikan harga minyak menjadi perhatian bagi pasar emas karena perubahan harga energi dapat memengaruhi ekspektasi inflasi. Dupoin Futures melihat kondisi tersebut dapat memberikan dampak terhadap ekspektasi pasar mengenai arah kebijakan Federal Reserve atau The Fed. Jika kenaikan harga energi membuat inflasi diperkirakan bertahan lebih tinggi, ruang bagi The Fed untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter dapat semakin terbatas. Perubahan ekspektasi suku bunga tersebut kemudian dapat tercermin melalui pergerakan yield Treasury Amerika Serikat dan dolar AS. Dalam kondisi yield Treasury meningkat, harga emas cenderung menghadapi tekanan karena kenaikan imbal hasil obligasi dapat mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan bunga seperti emas. Karena itu, pergerakan yield menjadi salah satu indikator yang terus diperhatikan dalam analisis pasar emas Dupoin Futures. Di sisi lain, pelemahan yield Treasury dan dolar AS berpotensi memberikan dukungan bagi XAUUSD. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang lebih longgar dapat meningkatkan minat terhadap emas, terutama apabila disertai dengan pelemahan dolar AS. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang akan dicermati Dupoin Futures dalam melihat peluang pergerakan emas selanjutnya. Faktor geopolitik juga tetap menjadi perhatian dalam analisis Dupoin Futures. Ketegangan AS-Iran dan risiko yang berkaitan dengan Strait of Hormuz dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Dalam situasi ketidakpastian geopolitik, emas biasanya mendapatkan dukungan karena investor mencari aset yang dinilai lebih defensif untuk menghadapi peningkatan risiko pasar. Namun, terdapat dinamika lain yang perlu diperhatikan. Kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dapat memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan yield Treasury dan memberikan dukungan terhadap dolar AS apabila pasar kembali memperkirakan kebijakan The Fed akan bertahan lebih ketat. Lantatan itu, Dupoin Futures menilai pergerakan emas akan dipengaruhi oleh tarik-menarik antara permintaan safe haven dan tekanan dari faktor suku bunga. Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat, khususnya data tenaga kerja. Menurut analisis Dupoin Futures, perkembangan pasar tenaga kerja dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan The Fed. Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memperkuat ekspektasi pelonggaran suku bunga dan memberikan sentimen positif bagi emas. Sebaliknya, apabila data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang lebih kuat, pasar dapat kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut berpotensi menopang dolar AS dan yield Treasury sekaligus memberikan tekanan terhadap XAUUSD. Dengan berbagai faktor tersebut, Dupoin Futures melihat pergerakan emas hari ini masih berpotensi berlangsung volatil. Dari perspektif teknikal, Geraldo Kofit dari Dupoin Futures memproyeksikan XAUUSD masih dapat mengalami koreksi menuju support 4.237 hingga 4.204. Reaksi harga di area tersebut akan menjadi penentu penting bagi arah emas berikutnya. Jika support 4.237–4.204 mampu bertahan, Dupoin Futures menilai peluang terjadinya pemulihan harga masih terbuka dan emas berpotensi kembali mengikuti tren utamanya. Jika harga menembus area tersebut, risiko tekanan jual yang lebih besar perlu diwaspadai. Dengan demikian, berdasarkan analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures, area 4.237–4.204 menjadi level yang perlu mendapat perhatian utama dalam perdagangan XAUUSD hari ini. Selain perkembangan teknikal, pelaku pasar juga perlu mencermati pergerakan harga minyak, yield Treasury AS, dolar AS, perkembangan konflik AS-Iran, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menentukan apakah koreksi harga emas masih bersifat sementara atau berkembang menjadi tekanan bearish berikutnya.
Dubes India Soroti Penguatan Hubungan Strategis India-Indonesia Lewat BRICS dalam IIFA Discussion
Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menekankan pentingnya perkuat keterlibatan strategis India dan Indonesia melalui BRICS menjelang penyelenggaraan KTT BRICS ke 18. Hal itu disampaikan saat diskusi yang digelar di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, di penghujung Agustus 2026 lalu. Duta Besar Chakravorty menghadiri IIFA Discussion Series ke10 angkat tema “BRICS in a Fragmented World: How India and Indonesia Can Ensure Strategic Engagement and Foster Practical Cooperation” digelar oleh Indonesian Institute for Foreign Affairs (IIFA) di UIII. Diskusi tersebut menjadi forum pengantar menjelang KTT BRICS yang digelar di India tahun ini. Duta Besar Chakravorty menyoroti pentingnya diskusi tersebut di tengah persiapan India sebagai tuan rumah KTT BRICS ke 18, terutama ketika tatanan global menghadapi fragmentasi, dan ketidakpastian geopolitik yang semakin meningkat. Duta Besar Chakravorty juga menyampaikan apresiasinya kepada UIII yang telah menjadi tuan rumah diskusi tersebut. Ia menekankan pentingnya mempertemukan pembuat kebijakan, diplomat dan akademisi dari kedua negara untuk membahas bagaimana India dan Indonesia dapat bekerja sama dalam kerangka BRICS. Membahas Peran India dan Indonesia dalam BRICS Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah perwakilan penting dari India dan Indonesia, termasuk BRICS Sherpa India sekaligus Secretary (Economic Relations) Shri Sudhakar Dalela, Tri Tharyat dan Tri Purnajaya dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. Teguh Yudo Wicaksono dari UIII, serta Dr. Samir Saran, President of Observer Research Foundation (ORF) India. Forum membahas bagaimana India dan Indonesia dapat memanfaatkan posisi bersama mereka di BRICS untuk memperkuat keterlibatan strategis sekaligus mengembangkan berbagai bidang kerja sama yang bersifat praktis. Duta Besar Chakravorty menilai diskusi tersebut berlangsung pada momentum penting bagi BRICS, seiring dengan terus berkembangnya kelompok tersebut di tengah perubahan lanskap ekonomi dan geopolitik global. Bagi India dan Indonesia, BRICS menjadi platform tambahan untuk mendorong kepentingan bersama sekaligus memperkuat kerja sama yang lebih luas di antara negara-negara Global South. Diskusi juga mengeksplorasi sejumlah bidang yang memiliki potensi kuat untuk kerja sama India-Indonesia, termasuk kesehatan, mineral kritis, material tanah jarang, hilirisasi industri dan penguatan rantai pasok yang tangguh. Bidang-bidang tersebut mencerminkan kesamaan prioritas pembangunan kedua negara dan dapat membuka peluang untuk menerjemahkan keterlibatan strategis menjadi kerja sama yang lebih konkret. BRICS Platform Kerja Sama Global South Salah satu pesan utama yang muncul dalam diskusi adalah bahwa BRICS tidak semestinya dipahami semata-mata sebagai sebuah blok atau instrumen bagi negara-negara untuk memilih pihak di tengah persaingan geopolitik global. Sebaliknya, BRICS dapat menjadi ruang bagi negara-negara Global South untuk memiliki peran yang lebih besar dalam membentuk norma internasional serta menjawab berbagai tantangan pembangunan bersama. Diskusi tersebut juga menyoroti potensi India dan Indonesia untuk berkontribusi pada agenda BRICS yang lebih praktis dan inklusif, khususnya melalui kerja sama yang didasarkan pada prioritas pembangunan dan industrialisasi masing-masing negara. Dr. Philips Vermonte, Dekan Political Science UIII, merangkum agenda yang lebih luas bagi India dan Indonesia melalui tiga prioritas, yakni Diversifikasi Pilihan, Agenda Pembangunan dan Transformasi Digital. Bagi Duta Besar Chakravorty, diskusi di UIII menjadi kesempatan untuk membawa perspektif India dan Indonesia ke dalam percakapan yang lebih luas mengenai BRICS serta mengeksplorasi bagaimana kedua negara dapat membangun keterlibatan strategis yang lebih kuat di tengah dunia yang semakin terfragmentasi. IIFA Discussion Series ke 10 mempertemukan pembicara dan peserta dari kedua negara untuk membahas bagaimana BRICS dapat menjadi platform bagi kerja sama praktis, sekaligus memperkuat suara dan peran negara-negara berkembang dalam urusan global.
Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi dan Regulasi Jadi Kunci
Bali, katakabar.com - Industri aset digital mulai bergerak melampaui narasi spekulasi dan kenaikan harga semata. Munculnya produk seperti tokenized stocks, meningkatnya keterlibatan institusi, hingga kebutuhan akan edukasi dan pengelolaan risiko menjadi sejumlah indikator bahwa industri kripto memasuki fase yang semakin matang. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perubahan tersebut juga terlihat dari perkembangan industri dibandingkan masa-masa awal ketika aset kripto masih kerap dipandang dengan skeptis oleh masyarakat. Kini, semakin jelasnya kerangka regulasi dan perlindungan konsumen membuat proses adopsi aset digital menjadi lebih terbuka. “Dulu, aset kripto mungkin dianggap seperti scam. Saat ini, regulasinya sudah jauh lebih jelas dan perlindungan konsumen juga semakin diperkuat. Memang dulu lebih sulit, tetapi sekarang sudah jauh lebih mudah,” ujar Calvin dalam Tokocrypto Beach Horizon Topic Showcase, bagian dari perhelatan Coinfest 2026, di Bali pada Jumat (21/8) lalu. Diskusi bertajuk “Navigating the Future: Macroeconomics, Regulation, and the Path to Mainstream Crypto in Indonesia” tersebut turut menghadirkan Founder Malaka Project Ferry Irwandi dan Founder ASTRONACCI Gema Goeyardi dengan dimoderatori oleh Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Yudhono Rawis. Uli Agustina, Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut hadir dan tampak mengikuti rangkaian acara. Menurut Calvin, salah satu perubahan yang kini mulai terlihat adalah semakin luasnya penggunaan teknologi aset digital untuk membuka akses terhadap instrumen keuangan. Tokenized stocks, misalnya, memungkinkan pengguna memperoleh eksposur terhadap saham global melalui aset digital dengan nominal yang lebih fleksibel. “Banyak orang ingin berinvestasi di saham Amerika, tetapi sebelumnya harus membuka brokerage account di luar negeri dan melalui banyak layer. Dengan tokenized stocks, aksesnya menjadi lebih mudah,” jelas Calvin. Ia mengatakan, perkembangan produk seperti tokenized stocks mencerminkan potensi aset digital untuk menjembatani ekosistem keuangan tradisional dan teknologi Web3. Ke depan, menurutnya, akses yang semakin mudah perlu tetap berjalan beriringan dengan pemahaman pengguna terhadap instrumen yang digunakan. Membutuhkan Edukasi dan Investasi Jangka Panjang Calvin menilai pertumbuhan industri aset digital tidak hanya ditentukan oleh munculnya inovasi dan produk baru. Edukasi tetap menjadi faktor penting agar kemudahan akses tidak justru mendorong keputusan investasi yang hanya didasarkan pada euforia pasar. “Edukasi itu sangat penting. Tanpa edukasi, akhirnya orang hanya FOMO dan berinvestasi secara asal. Kami sangat mengedepankan edukasi sebelum mereka benar-benar berinvestasi, supaya mereka tahu apa yang mereka investasikan, bukan hanya mengejar cuan-nya,” ucap Calvin. Pandangan tersebut diperkuat oleh Gema Goeyardi, yang menilai kematangan industri juga perlu diikuti oleh perubahan perilaku investor. Ia mengatakan pertumbuhan pasar aset digital tidak seharusnya terus dikaitkan dengan budaya mencari keuntungan secara instan. “Budaya get-rich-quick itu harus di-cancel,” timpal Gema. Ia menilai semakin beragamnya instrumen di industri aset digital, termasuk perdagangan futures, perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap profil risiko dan pengelolaan portofolio. Menurut Gema, investor perlu menghindari keputusan yang semata-mata didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan dalam waktu singkat. Sementara, Ferry Irwandi melihat perkembangan aset digital sebagai bagian dari transformasi teknologi yang lebih besar. Menurutnya, industri kripto telah menunjukkan ketahanan melalui berbagai siklus dan kini perlu dilihat tidak hanya dari pergerakan harga asetnya. “Cryptocurrency selalu disebut sebagai masa depan. Artinya, kita memang seharusnya melihat ke masa depan,” imbuh Ferry. Ia juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang lebih baik kepada generasi yang tumbuh bersama teknologi digital. Menurut Ferry, industri yang berkembang pesat tetap membutuhkan edukasi agar partisipasi masyarakat dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan. Menuju Ekosistem Aset Digital 24/7 Pembahasan kemudian berlanjut pada sesi kedua bertajuk “The Mechanics of Market Dynamics: Tokenizing Real-World Assets, Base Infrastructure, and Algorithmic Liquidity”. Sesi ini menghadirkan Rohit Mulani, President Southeast Asia Alpaca; Nicholas Soong, BD Director Exchanges Circle; dan Dharmawan Tjokro, Head of Marketing Xenorize, dengan Bonifacio, Head of TKO Token, sebagai moderator. Rohit melihat tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) berpotensi mendorong pasar keuangan menuju sistem yang beroperasi lebih fleksibel dan 24/7. Menurutnya, semakin banyaknya modal yang dapat dipindahkan secara on-chain akan membuat penggunaan modal menjadi lebih efisien. “Kita bergerak menuju pasar 24/7, 365 hari. Jam bursa dan jam perbankan akan semakin tidak relevan, sementara modal dapat berpindah lebih mudah antara aset likuid dan aset produktif,” tukas Rohit. Nicholas Soong menyoroti potensi tokenized money market funds dalam meningkatkan efisiensi penggunaan modal. Menurutnya, aset yang digunakan sebagai collateral tidak lagi harus sekadar “diam” selama proses perdagangan, tetapi tetap dapat menghasilkan imbal hasil. “Ini membuat penggunaan modal jauh lebih efisien. Collateral dapat digunakan untuk trading sekaligus tetap menghasilkan yield karena aset dasarnya merupakan money market fund,” tutur Nicholas. Dari sisi pelaku pasar, Dharmawan menyebutkan, perkembangan tersebut juga akan meningkatkan akses investor ritel terhadap pasar modal sekaligus mendorong penggunaan teknologi seperti algorithmic trading. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan investor memahami risiko dan mekanisme aset yang diperdagangkan. Di sisi lain, para panelis menilai regulasi dan fragmentasi likuiditas masih menjadi tantangan utama dalam memperluas adopsi tokenized assets. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku industri aset digital, institusi keuangan tradisional, bursa, dan regulator agar inovasi dapat berkembang secara terukur sekaligus tetap memberikan perlindungan bagi pengguna. Ketersediaan dan Hal-hal Perlu Diketahui Aset tokenisasi ini mengacu pada saham referensi yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga saham acuan tersebut. Produk ini tidak memberikan hak sebagai pemegang saham, seperti hak suara maupun dividen, serta tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan, kecuali dinyatakan secara eksplisit dalam ketentuan produk. Tokenized stocks memang dapat diperdagangkan di luar jam operasional pasar saham, tetapi harga dan likuiditasnya dapat bervariasi, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup. Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian. Pengguna diimbau untuk memahami seluruh risiko serta syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan transaksi. Informasi yang disampaikan hanya bertujuan untuk memberikan edukasi dan bukan merupakan nasihat maupun rekomendasi investasi. Setiap keputusan untuk membeli, menjual, menyimpan, atau melakukan transaksi aset digital sepenuhnya menjadi pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing pengguna. Tokocrypto tidak mewajibkan, mengarahkan, merekomendasikan, maupun memengaruhi pengguna untuk melakukan transaksi aset digital tertentu.
Philippines 2026 Soroti Peluang Pertumbuhan Industri Peternakan dan Perunggasan Filipina
Manila, katakabar.com - Industri peternakan dan perunggasan Filipina tengah membuka peluang bisnis yang semakin menarik. Pertumbuhan kebutuhan protein, modernisasi produksi ternak, serta tuntutan untuk meningkatkan produktivitas mendorong kebutuhan baru akan teknologi, keahlian, dan investasi. Peluang tersebut akan menjadi fokus utama Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 yang berlangsung pada 26 hingga 28 Agustus 2026 di SMX Convention Center Manila. Selama tiga hari, pameran ini mempertemukan produsen, pelaku agribisnis, pembeli, penyedia teknologi, dan profesional industri untuk mencari solusi, berbagi pengetahuan, membangun jaringan, dan mengembangkan bisnis. Edisi 2026 hadir dengan area pameran gross seluas 8.000 m², lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Sebanyak 173 perusahaan peserta telah dikonfirmasi—67 perusahaan lokal dan 106 perusahaan internasional—yang mewakili 22 negara, serta paviliun internasional dari Jepang, Uni Eropa, dan Tiongkok. Pasar Tumbuh Buka Peluang Bisnis Baru Data resmi terbaru menunjukkan momentum positif sektor perunggasan Filipina. Menurut Philippine Statistics Authority (PSA), produksi unggas mencapai 3,21 juta metrik ton pada 2025, naik 9,1% dibandingkan 2024, sementara produksi ayam tumbuh 9,8%. Tren positif berlanjut pada kuartal pertama 2026, ketika produksi unggas meningkat 7,0% secara tahunan. Dari sisi nilai, produksi unggas tumbuh 7,1% dan nilai produksi peternakan meningkat 5,1% pada periode yang sama. “Filipina merupakan pasar yang patut diperhatikan oleh perusahaan peternakan internasional. Produksi unggas terus tumbuh, sementara produsen juga menghadapi tekanan untuk meningkatkan efisiensi, mengendalikan biaya, memperkuat kesehatan hewan dan biosekuriti, serta memodernisasi operasional. Kondisi ini menciptakan peluang nyata bagi perusahaan yang mampu menghadirkan teknologi dan solusi praktis yang tepat,” ujar Kevin Zhao, Senior Project Manager, VNU Asia Pacific. “Dengan 173 perusahaan peserta dari 22 negara, termasuk partisipasi internasional yang kuat dan paviliun dari Jepang, Uni Eropa, dan Tiongkok, Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines 2026 dirancang untuk mempertemukan inovasi global dengan kebutuhan nyata pasar Filipina. Bagi perusahaan internasional, pameran ini bukan hanya tempat memperkenalkan produk, tetapi juga kesempatan untuk memahami pasar, bertemu calon distributor dan mitra bisnis, serta membangun hubungan jangka panjang di Filipina,” ucapnya. Tantangan Industri Jadi Peluang bagi Teknologi dan Investasi Industri masih menghadapi kenaikan biaya pakan dan produksi, risiko penyakit hewan, tekanan perubahan iklim, persaingan produk impor, fluktuasi harga di tingkat peternak, serta perubahan kebutuhan konsumen. Kondisi ini mempercepat permintaan terhadap solusi yang mampu meningkatkan efisiensi pakan, kesehatan hewan, biosekuriti, otomatisasi, manajemen peternakan, dan kinerja pengolahan. Bagi pemasok internasional, peluang tersedia di seluruh rantai nilai: bahan baku dan aditif pakan; kesehatan hewan dan solusi veteriner; genetika, breeding dan hatchery; sistem kandang, pemberian pakan dan minum, serta kontrol iklim; otomatisasi dan produksi berbasis data; hingga teknologi pengolahan, penanganan, dan pengemasan telur serta unggas. Pasar ini juga membuka ruang untuk membangun jaringan distribusi, representasi lokal, kemitraan teknologi, dan hubungan jangka panjang dengan produsen serta perusahaan agribisnis Filipina. Teknologi Global Bertemu Agribisnis Filipina Berdasarkan profil peserta saat ini, tiga segmen terbesar adalah Feed Ingredients & Additives (38,3%), Farm Production (29,8%), dan Animal Health (27,2%). Di sektor kesehatan hewan, pakan, dan nutrisi, peserta mencakup DSM-Firmenich, Kemin, ADM, PhilNutri Corporation, Philchema Inc., Pure Bioscience, Elanco, Angel Yeast, Arm & Hammer Animal Nutrition, dan Zinpro Animal Nutrition. Untuk breeding dan hatchery terdapat Aviagen, Hubbard, Emka Hatchery, dan Tetra Poultry Genetics, sementara sektor teknologi pakan menghadirkan antara lain New Hope, Alltech, BMEG, CPF Philippines, UNAHCO, Vitarich Corporation, dan Kasetphand Phils. Corp. Pemilik peternakan dan integrator juga dapat mengeksplorasi teknologi produksi dari Big Dutchman, SKOV, LUBING, Salmet-Fienhage, dan Qingdao Retech Farming Technology. Untuk solusi processing dan handling, perusahaan yang hadir antara lain MOBA, Nabel, Sanovo, dan Ovotherm Asia Pacific. Teknologi + Pengetahuan + Koneksi Bisnis Selain sourcing produk dan teknologi, edisi 2026 menghadirkan Poultry Forum untuk berbagi pengetahuan dan perkembangan industri, dilengkapi kegiatan networking. Hosted Buyer Programme akan membantu mempertemukan qualified buyers dengan perusahaan peserta, membuka peluang untuk menemukan pemasok, pelanggan, distributor, dan mitra potensial. Pameran ini relevan bagi pemilik dan operator peternakan unggas, usaha broiler, layer dan breeder, integrator komersial, produsen ternak independen, peternak babi, sapi dan dairy, operator akuakultur, pemilik feed mill, produsen pakan, importir bahan baku pakan, nutritionist, formulator, dan grain trader. Bagi peserta pameran, platform ini membuka peluang untuk meluncurkan produk, meningkatkan penjualan, memperluas pasar, dan membangun kemitraan. Bagi pengunjung, ini adalah kesempatan untuk mencari dan membandingkan solusi, belajar, berinvestasi, memperluas jaringan, dan mengembangkan bisnis. Gerbang Menuju Pasar Filipina Philippine Poultry Show & ILDEX Philippines diposisikan sebagai platform pengembangan bisnis yang menghubungkan kebutuhan pasar Filipina dengan inovasi dan keahlian internasional. Bagi produsen Filipina, acara ini memberikan akses langsung ke teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Bagi perusahaan internasional, acara ini menjadi kesempatan untuk memahami kebutuhan pembeli, menemukan mitra lokal, dan menjajaki ekspansi jangka panjang di Filipina.
Harga Emas Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih menghadapi tekanan jual pada perdagangan hari ini. Meski sejumlah faktor fundamental masih memberikan dukungan terhadap logam mulia, sinyal teknikal menunjukkan bahwa harga berpeluang melanjutkan fase koreksi dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pergerakan emas pada grafik harian masih berpotensi melemah menuju area support berikutnya di 4.310 hingga 4.239. Proyeksi tersebut didukung oleh terbentuknya pola ABC correction, kemunculan candlestick Bearish Engulfing, serta indikator Stochastic yang masih bergerak turun. Pada time frame Daily, struktur pergerakan emas (XAUUSD) menunjukkan bahwa harga tengah memasuki fase korektif setelah sebelumnya mengalami penguatan. Pola ABC correction yang terbentuk menjadi salah satu indikasi bahwa tren kenaikan sebelumnya sedang mengalami penyesuaian. Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi bergerak lebih rendah secara bertahap untuk mencari area keseimbangan baru sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya. Geraldo Kofit menilai pola koreksi tersebut menjadi semakin relevan setelah munculnya Bearish Engulfing pada grafik harian. Pola candlestick ini mencerminkan meningkatnya tekanan jual karena seller mampu mengambil alih momentum perdagangan dan menekan harga lebih rendah dibandingkan sesi sebelumnya. Kemunculan pola tersebut menjadi sinyal buyer mulai kehilangan kekuatan setelah sebelumnya mampu mendorong harga emas naik. Dengan tekanan jual yang masih terlihat, area 4.310 menjadi support pertama yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Jika tekanan bearish masih berlanjut dan harga mampu menembus level tersebut, pelemahan berikutnya berpotensi mengarah ke 4.239. Kedua level tersebut menjadi area penting dalam menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam. Selain struktur harga, indikator Stochastic juga memperlihatkan momentum yang cenderung melemah. Pergerakan Stochastic yang terus mengarah ke bawah menunjukkan bahwa tekanan beli belum kembali mengambil alih pasar. Namun, apabila indikator tersebut nantinya memasuki zona oversold, peluang terjadinya technical rebound perlu tetap diwaspadai. Kondisi jenuh jual dapat memicu sebagian trader kembali melakukan pembelian, terutama jika harga membentuk pola rejection atau swing low di sekitar area support. Di tengah tekanan teknikal tersebut, kondisi fundamental emas (XAUUSD) sebenarnya masih menyimpan sejumlah katalis positif. Salah satunya berasal dari perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed). Berkurangnya peluang kenaikan suku bunga dapat menjadi faktor pendukung bagi emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbasis bunga. Ketika ekspektasi suku bunga tinggi mulai mereda, opportunity cost dalam memegang emas ikut berkurang. Dolar AS yang cenderung melemah juga menjadi faktor yang berpotensi mendukung harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, pelemahan mata uang tersebut dapat membuat logam mulia relatif lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan dan membatasi ruang penurunan harga. Tetapi, penguatan US Treasury Yield masih menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat membuat aset berbasis bunga menjadi lebih menarik bagi investor. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat terhadap emas dan menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat tekanan koreksi dalam jangka pendek. Selain faktor moneter, perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian utama. Ketidakpastian yang berkaitan dengan Selat Hormuz berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Jika risiko geopolitik kembali meningkat, investor kemungkinan akan mencari aset yang dinilai lebih defensif untuk menghadapi volatilitas pasar. Sentimen tersebut dapat menjadi penyangga bagi harga emas apabila tekanan jual semakin meningkat. Kondisi tersebut membuat prospek XAUUSD berada dalam situasi yang cukup berimbang. Di satu sisi, pelemahan dolar AS, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, dan meningkatnya risiko geopolitik dapat memberikan dukungan terhadap emas. Di sisi lain, kenaikan Treasury Yield, pola ABC correction, Bearish Engulfing, dan melemahnya Stochastic menunjukkan bahwa harga masih memiliki risiko turun dalam jangka pendek. Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat karena angka-angka tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Apabila data ekonomi menunjukkan pelemahan lebih lanjut, peluang pelonggaran kebijakan moneter dapat semakin meningkat dan memberikan katalis positif bagi emas. Sebaliknya, data yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali memperkuat dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap XAUUSD. Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) masih berpeluang melanjutkan koreksi menuju area 4.310 hingga 4.239. Terbentuknya ABC correction yang dikonfirmasi dengan Bearish Engulfing serta momentum Stochastic yang melemah menjadi dasar utama proyeksi tersebut. Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan respons harga di area support. Apabila terjadi rejection kuat dan terbentuk swing low, peluang rebound dapat kembali terbuka. Sebaliknya, jika support berhasil ditembus dengan momentum yang kuat, tekanan bearish berpotensi berlanjut. Dengan demikian, area 4.310–4.239 menjadi zona kunci yang perlu dicermati untuk menentukan arah pergerakan emas (XAUUSD) selanjutnya.
Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global Bagi Investor Domestik
karakteristik dan risiko setiap aset, agar keputusan dapat diambil secara lebih bijak sesuai profil masing-masing," demikian keterangan perusahaan.
Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan Harga Emas Selepas Reli Dua Bulan
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas tinggi. Analisis terbaru dari Dupoin Futures menunjukkan, peluang koreksi jangka pendek mulai terlihat setelah harga gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistance penting. Tetapi, prospek emas (XAUUSD) secara fundamental masih relatif positif karena permintaan terhadap aset safe haven tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, pelaku pasar perlu mencermati sinyal teknikal yang mulai menunjukkan pelemahan, sembari tetap memperhatikan perkembangan faktor fundamental yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga. Dalam kajian teknikal Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame H4 memperlihatkan indikasi bahwa momentum bullish mulai kehilangan tenaga. Salah satu sinyal yang menjadi perhatian adalah terjadinya false break pada area resistance 4.433. Harga sempat menembus level tersebut, tetapi tidak mampu bertahan dan akhirnya kembali bergerak di bawah resistance. Pola seperti ini sering diartikan sebagai indikasi bahwa tekanan beli mulai melemah dan pasar belum memiliki kekuatan yang cukup untuk melanjutkan reli dalam waktu dekat. Kata Geraldo Kofit, kegagalan harga mempertahankan posisi di atas resistance membuka peluang terbentuknya pola Double Top, yaitu salah satu pola pembalikan arah yang cukup sering digunakan dalam analisis teknikal. "Pola tersebut muncul ketika harga dua kali gagal melewati level puncak yang sama, sehingga mengindikasikan mulai berkurangnya dominasi buyer. Apabila pola ini terkonfirmasi melalui pergerakan harga berikutnya, maka peluang koreksi diperkirakan akan semakin besar," jelasnya. Selain pola harga, ujar Geraldo, indikator Stochastic juga memberikan sinyal yang mendukung skenario pelemahan. Dalam analisis Dupoin Futures, indikator tersebut menunjukkan potensi Bearish Divergence, yakni kondisi ketika harga masih berada di area tinggi tetapi momentum pada indikator justru mulai menurun. Perbedaan arah antara harga dan indikator tersebut umumnya menjadi tanda bahwa tren naik mulai kehilangan kekuatan sehingga risiko koreksi dalam jangka pendek meningkat. "Dengan mempertimbangkan beberapa sinyal teknikal tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) berpeluang bergerak turun menuju area support 4.359 hingga 4.313. Zona tersebut dipandang sebagai area penting yang berpotensi menjadi tempat munculnya kembali minat beli apabila tekanan jual mulai mereda. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan respons harga ketika memasuki area support tersebut sebelum menentukan strategi transaksi berikutnya," imbuhnya. Meskipun peluang koreksi mulai terbuka, Dupoin Futures menilai pelemahan yang berpotensi terjadi masih bersifat teknikal dan belum menjadi sinyal perubahan tren utama. Koreksi seperti ini bagian yang wajar setelah harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Selama tidak terjadi perubahan besar pada sentimen pasar maupun struktur teknikal jangka menengah, peluang tren bullish untuk kembali berlanjut masih tetap ada. Dari sisi fundamental, prospek harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari perkembangan ekonomi global. Salah satu sentimen positif datang dari data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar. Hasil tersebut mengurangi kekhawatiran Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter menjadi kabar baik bagi emas karena dapat mengurangi tekanan terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil. Selain faktor inflasi, kondisi geopolitik juga masih menjadi pendorong utama permintaan terhadap aset safe haven. Ketidakpastian yang berkaitan dengan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia, masih menjadi perhatian investor internasional. Risiko terhadap kelancaran distribusi energi global membuat sebagian pelaku pasar tetap memilih menempatkan dana pada instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas (XAUUSD). Dupoin Futures juga menyoroti bahwa harga emas (XAUUSD) masih berada di level tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Posisi tersebut menunjukkan bahwa tren jangka menengah masih memiliki fondasi yang cukup kuat meskipun dalam jangka pendek muncul peluang aksi ambil untung atau profit taking. Kondisi seperti ini lazim terjadi setelah harga mengalami reli yang cukup panjang dan mencapai area resistance penting. Ke depan, perhatian pasar diperkirakan masih akan tertuju pada perkembangan kebijakan The Fed, arah pergerakan dolar AS, serta dinamika geopolitik global. Ketiga faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama apakah koreksi yang terjadi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih dalam. Selain itu, perubahan pada imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga tetap menjadi indikator penting yang dapat memengaruhi minat investor terhadap emas. Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas (XAUUSD) masih didukung oleh fundamental yang relatif positif berkat meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga dan tetap tingginya permintaan terhadap aset safe haven. Tetapi, dari sisi teknikal, munculnya false break di area 4.433, potensi pola Double Top, serta sinyal Bearish Divergence pada indikator Stochastic menunjukkan bahwa ruang koreksi dalam jangka pendek semakin terbuka. Lantaran itu, Dupoin Futures memproyeksikan emas (XAUUSD) berpotensi menguji area support 4.359 hingga 4.313 sebelum pasar kembali menentukan arah tren berikutnya. Trader dan investor disarankan tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko serta mencermati konfirmasi pergerakan harga agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih terukur.