Tana Paser

Sorotan terbaru dari Tag # Tana Paser

Berkat PSR Produksi Sawit Terdongkrak Tiga Kali Lipat di Tana Paser Sawit
Sawit
Kamis, 14 November 2024 | 18:54 WIB

Berkat PSR Produksi Sawit Terdongkrak Tiga Kali Lipat di Tana Paser

Tana Paser, katakabar.com - Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR sukses ungkit produksi kelapa sawit tiga kali lipat di Kabupaten Tana Paser. Itu diketahui dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, mencatat peningkatan hasil perkebunan kelapa sawit dari Oktober 2024 lalu. Kepala Disbunak Kabupaten Paser, Djoko Bawono mengatakan, hasil panen sawit petani saat ini sudah mencapai 6 hingga 10 ton per kavling. Sedang, normalnya hanya mencapai 2 hinggab 3 ton per kavling.

Di Paser Seluas 254 Hektar Kebun Kelapa Sawit Sudah Siap Direplanting Sawit
Sawit
Minggu, 15 Oktober 2023 | 12:19 WIB

Di Paser Seluas 254 Hektar Kebun Kelapa Sawit Sudah Siap Direplanting

Tana Paser, katakabar.com - Seluas 254 hektar kebun kelapa sawit pekebun swadaya sudah siap direplanting lewat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dibiayai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser, Djoko Bawono, menjelaskan, replanting kelapa sawit dimulai setelah dilakukan penandatanganan kerja sama oleh tiga pihak, yakni masing-masing lembaga pekebun, perbankan, dan BPDPKS. Ditjenbun Kementan RI, kata Djoko dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (15/10) telah mengeluarkan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) yang menyatakan 254 hektar lahan bakal diremajakan atau ditanam ulang. Lahan itu, ujarnya, milik masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Bhineka Tunggal Ika. Di mana totalnya 100 pekebun tergabung dalam lembaga. Selain KUD Bhineka Tunggal Ika, jelas Djoko, ada 15 lembaga pekebun kelapa sawit lainnya dari seluruh Indonesia sudah dapat Rekomtek ikut PSR. "Bantuan peremajaan sawit dari BPDPKS kepada para pekebun sawit, termasuk di Paser, sangat membantu masyarakat," tuturnya. Menurutnya, kontribusi sektor perkebunan kelapa sawit sangat signifikan menggerakkan roda ekonomi daerah. Rinciannya, perkebunan kelapa sawit menyumbang 8 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paser. Industri pengolahan Crude Palm Oil (CPO) menyumbang 5 persen PDRB. Sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan, menyumbang 11 persen untuk PDRB. "PDRB adalah salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi daerah," bebernya. Dari tahun 2020, ucap Djoko, Disbunak Paser mencatat total kebun kelapa sawit di Paser yang sudah diremajakan seluas 7.435 hektar. "Disbunak Paser terus fasilitasi para pekebun untuk melengkapi persyaratan agar bisa mendapatkan kucuran dana PSR dari BPDPKS. Di mana, kami hitung masih ada sembilan lembaga pekebun sudah mengajukan usulan tapi belum dapat Rekomtek program PSR," tandasnya.

Biar Mandiri, Petani Sawit Belajar Pemetaan Pakai GPS dan Drone di Tana Paser Nasional
Nasional
Kamis, 17 Agustus 2023 | 20:00 WIB

Biar Mandiri, Petani Sawit Belajar Pemetaan Pakai GPS dan Drone di Tana Paser

Tana Paser, katakabar.com - Total 55 peserta dari kelompok tani kelapa sawit mandiri di Kabupaten Paser belajar pemetaan dengan Global Positioning System (GPS)dan Drone atau pesawat tanpa awak. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan bekerja sama dengan IPB Training PT Global Scholarship Services Indonesia yang menggelar Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit kepada petani kelapa sawit di Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur. Di kegiatan pelatihan Pemetaan Lokasi perkebunan kelapa sawit rakyat itu peserta dibagi dua angkatan. Tim Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) serta Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian IPB University ikut berpartisipasi di pelatihan petani selama empat hari. Para petani diajari menggunakan GPS/Geotagg dari telefon genggam untuk membuat persil kebun, menentukan titik koordinat lokasi pohon sawit, dan menyusun peta lahan kebun menggunakan perangkat lunak open access semisal Quantum GIS. Selain itu, para petani dilatih cara mengoperasikan GPS dan drone untuk memetakan kebun sawit dari udara. Tapi, lebih dulu dikenalkan bagaimana menghidupkan dan mematikan, dan teknik menerbangkan drone agar tetap stabil. Lepas itu, tim instruktur dari IPB Training mengajarkan penggunaan fitur kamera dan video pada drone, dan melakukan tracking tanaman menggunakan aplikasi pada ponsel pintar. Pelatihan bertujuan agar petani atau kelompok tani dan perangkat desa paham konsep dasar pemetaan lokasi dan mampu menggambar petak kebun kelapa sawit secara mandiri dengan dukungan kelompok dan perangkat desa. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono Msi berharap para petani mampu mengukur sendiri kebun masing-masing setelah mengikuti pelatihan ini. "Peserta mesti menularkan ilmu bagaimana melakukan tracking lahan, pengolahan data, dan penyajian peta, kepada petani lain di sekitarnya," kata Djoko dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (17/8). Salah seorang peserta, Dedik Hermawan mengaku sangat beruntung bisa mengikuti pelatihan ini. "Saya dapat pengalaman dan ilmu baru. Kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan para petani sawit," ujarnya. Diiketahui, beberapa program pemerintah terkait perkebunan sawit, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) mensyaratkan keterangan luasan area dengan jumlah tajuk pohon kelapa sawit dalam formulir Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). Lantaran itu pelatihan seperti ini salah satu kolaborasi atau upaya bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan, untuk meningkatkan kapasitas petani dan kualitas produk perkebunan secara mandiri dan berkesinambungan ke depan.