tanah
Sorotan terbaru dari Tag # tanah
Di Luar Nalar! GEAR ULTIMA Taklukkan Tanah Celebes Dari Selatan Hingga Utara Sejauh 2740 Kilometer
Jakarta, katakabar.com - Setelah sukses membuktikan ketangguhannya dengan perjalanan dari Jakarta ke Bali pada tahun lalu, Yamaha Indonesia kini kembali sukses membuktikan kemampuan skutik hebatnya, yakni GEAR ULTIMA melalui aktivitas GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition 2026. Selama kurang lebih 20 hari perjalanan, 4 unit warna terbaru GEAR ULTIMA berhasil menyelesaikan perjalanan 2740 kilometer dengan melintasi 4 provinsi, 7 kota, dan 23 kabupaten serta beberapa pegunungan, bukit, lembah, hingga pantai dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, hingga Sulawesi Utara. Perjalanan yang terbagi ke dalam tiga etape ini dirancang secara khusus untuk menunjukkan kemampuan GEAR ULTIMA dalam menghadapi beragam karakter jalan khas Pulau Sulawesi, mulai dari jalur pegunungan yang didominasi tanjakan curam dan jalan berbatu pada etape Makassar - Palu, jalur pesisir timur dengan bentangan pantai dan trek antar kota pada etape Palu - Gorontalo, hingga kombinasi jalur pegunungan, perkotaan, jalur ekstrem, serta destinasi wisata alam pada etape Gorontalo - Manado. Seluruh rute tersebut pun berhasil dituntaskan dengan sempurna sehingga berhasil membuktikan predikat GEAR ULTIMA sebagai Motor Kuat Mantap. "GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition merupakan bentuk pembuktian dari berbagai keunggulan GEAR ULTIMA yang sesungguhnya karena selama kurang lebih 20 hari perjalanan, motor ini kami ajak menghadapi beragam karakter medan di Tanah Celebes mulai dari mengelilingi lereng gunung, jalur pesisir, jalan berbatuan, hingga tikungan tajam dan kini telah terbukti kalau seluruh tantangan tersebut berhasil dituntaskan dengan sangat mudah tanpa drama sehingga semakin mempertegas bahwa GEAR ULTIMA memang layak menyandang predikat sebagai Motor Kuat Mantap yang cocok untuk masyarakat Indonesia khususnya keluarga muda yang aktif bermobilitas," ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Ditempa Medan Ekstrem - Mantap Kuatnya Predikat Mantap Kuat dibuktikan sejak etape pertama hingga garis finish karena terdapat berbagai destinasi yang dipilih menjadi arena pembuktian kemampuan GEAR ULTIMA, mulai dari tanjakan mengelilingi gunung yang berbatu di Lembang Rano menuju Lembah Ollon, tikungan tajam menuju Lolai Negeri di Atas Awan, tanjakan curam Bukit Salena, jalur tidak rata di kawasan Kebun Durian Alindau, jalan berlumpur menuju Desa Bambuan, hingga rute ekstrem menuju Air Terjun Hulia Ilohuwa yang mengharuskan peserta melintasi jalan berbatu dan menyeberangi aliran sungai. Seluruh tantangan tersebut bukan jadi halangan berkat performa mesin Blue Core Hybrid 125 cc, rangka yang kokoh, handling yang ringan, serta dimensi bodi yang proporsional membuat tetap lincah di berbagai kondisi jalan. Dibebani Tanpa Ragu - Mantap Praktisnya Ketangguhan GEAR ULTIMA tidak hanya diuji saat menaklukkan medan ekstrem, tetapi juga melalui berbagai tantangan membawa muatan berat di setiap etape. Di Kabupaten Sidrap yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, GEAR ULTIMA berhasil mengangkut gabah seberat 100-200 kilogram menggunakan handle belakang multiguna yang kokoh. Tantangan kemudian berlanjut di Desa Alindau, Sulawesi Tengah, dengan membawa durian seberat 100 kilogram, hingga etape terakhir di Pasar Tomohon saat GEAR ULTIMA mengangkut ikan tuna berbobot 60 kilogram. Selama ekspedisi berlangsung, seluruh perlengkapan touring juga tersimpan dengan rapi berkat hadirnya bagasi luas dan handle belakang multiguna. Diuji Hingga Tetes Terakhir - Mantap Iritnya Selain tangguh, GEAR ULTIMA juga berhasil membuktikan efisiensi konsumsi bahan bakarnya sepanjang perjalanan, salah satunya seperti pada etape Gorontalo - Manado yang mana GEAR ULTIMA mampu menempuh perjalanan sejauh 311 kilometer dengan hanya satu kali pengisian penuh bahan bakar atau konsumsi bahan bakar terbaiknya tembus 1 liter berbanding 60,98 kilometer untuk kondisi rute yang beragam mulai dari tanjakan curam menuju Kotamobagu, hingga rute ekstrem menuju Air Terjun Hulia Ilohuwa. Sedangkan secara keseluruhan etape dengan metode full to full, skutik ini mampu mencatat rata-rata konsumsi bahan bakar mencapai 57.63 km/liter.* Kehadiran 4 warna terbaru GEAR ULTIMA yang digunakan sepanjang perjalanan juga mencuri perhatian masyarakat Sulawesi karena tampil lebih segar secara visual dan semakin melengkapi pembuktian bahwa GEAR ULTIMA mampu memadukan ketangguhan, kepraktisan, efisiensi, sekaligus gaya dalam satu paket skutik multiguna. ”Ekspedisi ini benar-benar bukan perjalanan seperti biasanya karena ternyata skutik 125 cc Yamaha seperti GEAR ULTIMA bisa sekuat ini menuntaskan perjalanan dari Makassar sampai ke Manado tanpa ada drama sedikitpun, mulai dari fitur praktisnya yang sangat mempermudah kita bawa peralatan touring, mesin Blue Core Hybrid 125 cc yang responsif berasa banget waktu lewatin tanjakan curam dan berpengaruh banget ke konsumsi bahan bakarnya yang ternyata dengan kondisi jalan kaya gitu masih bisa tempuh 311 kilometer dari tangki penuh sampai bensin habis, dan motor ini juga tergolong nyaman setelah saya riding lebih dari 550 kilometer dari Gorontalo ke Manado,” ujar Ariyanto, peserta GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition. GEAR ULTIMA Yamaha GEAR ULTIMA hadir sebagai skutik multifungsi yang siap mendukung berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia berkat mesin Blue Core Hybrid 125cc yang bertenaga sekaligus efisien. Selain itu, GEAR ULTIMA juga dibekali berbagai fitur praktis seperti handle belakang multiguna, gantungan ganda (double hook), bagasi luas 18,6 liter, serta tangki bahan bakar berkapasitas 5,1 liter. Dari sisi teknologi, skutik ini turut dilengkapi Digital Speedometer, Stop & Start System, dan Smart Key System**. Saat ini GEAR ULTIMA tersedia dalam tiga varian, yaitu varian Hybrid dengan warna Putih dan Hitam, varian Hybrid Solid berwarna Solid Orange dan Solid Blue, serta varian Hybrid Smart dengan pilihan warna Magma Black dan Matte Blue. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Yamaha GEAR ULTIMA dapat diakses melalui https://www.yamaha-motor.co.id/product/gear-ultima/ *Hasil bervariasi bergantung pada bobot, gaya, berkendara, dan kondisi perjalanan**Hanya tersedia pada varian Hybrid Smart
BP Tapera Perkuat Sinergi Percepatan Sertifikasi Tanah Perluas Akses Pembiayaan Rumah MBR
Jakarta, katakabar.com - Sebagai tindak lanjut, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan memfinalisasi data calon penerima manfaat, menyelesaikan substansi Surat Edaran Bersama (SEB), serta membentuk tim teknis guna memastikan pelaksanaan penyerahan sertifikat pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai rencana. BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan dan mewujudkan kepemilikan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selaras dengan itu, BP Tapera menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan sertifikasi tanah sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Komitmen tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Direksi BRI, Wali Kota Bandung, Komisioner BP Tapera, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait. Pada rapat tersebut, dibahas langkah strategis mempercepat sertifikasi tanah lintas sektor sebagai upaya memberikan kepastian hukum kepada masyarakat sekaligus memperkuat akses terhadap pembiayaan perumahan. Pemerintah juga mempersiapkan pelaksanaan penyerahan sertifikat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang direncanakan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Komisioner BP Tapera menyampaikan percepatan sertifikasi tanah merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang lebih kuat. Dengan kepastian status kepemilikan tanah, masyarakat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk mengakses berbagai program pembiayaan rumah yang disiapkan pemerintah. "Sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan. Kepastian hukum atas tanah akan memperkuat ekosistem pembiayaan sehingga semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang dapat memiliki rumah layak huni," ujar Komisioner BP Tapera. BP Tapera menyambut baik langkah pemerintah yang memprioritaskan percepatan sertifikasi tanah bagi penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Berdasarkan hasil verifikasi, masih terdapat sekitar 1,1 juta rumah penerima BSPS yang belum memiliki sertifikat. "Pemerintah menargetkan percepatan penerbitan sertifikat sebagai bagian dari agenda nasional penyerahan sertifikat kepada masyarakat," bebernya. Dalam rapat juga disepakati penyusunan Surat Edaran Bersama (SEB) antara Kementerian PKP, Kementerian ATR/BPN, dan Badan Pusat Statistik (BPS). SEB tersebut akan menjadi pedoman pelaksanaan percepatan sertifikasi tanah lintas sektor, termasuk penyediaan dan pemutakhiran data, verifikasi penerima manfaat, serta pendampingan pelaksanaan sertifikasi di lapangan. BP Tapera mendukung pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan penerima manfaat agar seluruh program perumahan dapat berjalan lebih tepat sasaran. Integrasi data antarlembaga dinilai penting untuk memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria dapat memperoleh manfaat secara optimal. Selain membahas percepatan sertifikasi tanah, rapat juga membahas penguatan ekosistem perumahan melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan UMKM yang bergerak di bidang perumahan, serta pemanfaatan konsep Smart City dalam mendukung pembangunan kawasan hunian yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Menteri PKP menegaskan percepatan sertifikasi tanah harus dilaksanakan secara terpadu melalui kolaborasi seluruh kementerian dan lembaga terkait. "Kita harus membangun ekosistem perumahan secara menyeluruh. Sertifikasi tanah harus dipercepat agar masyarakat memiliki kepastian hukum, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan perumahan. Seluruh kementerian dan lembaga harus bekerja secara terpadu agar program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya. Di kegiatan yang sama, Wali Kota Bandung turut menyampaikan perkembangan penyelesaian persoalan pertanahan sebagai bagian dari rencana pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) di Kota Bandung. Menteri PKP menilai penyelesaian aspek pertanahan menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan. Sebagai tindak lanjut, seluruh kementerian dan lembaga terkait akan memfinalisasi data calon penerima manfaat, menyelesaikan substansi Surat Edaran Bersama, serta membentuk tim teknis guna memastikan pelaksanaan penyerahan sertifikat pada 10 Agustus 2026 di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai rencana. BP Tapera menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung target pemerintah memperluas akses pembiayaan perumahan dan mewujudkan kepemilikan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
WSD 2025: LindungiHutan Ajak Publik Pulihkan Tanah Lewat Aksi Penanaman Pohon
Semarang, katakabar.com - Setiap tahun pada 5 Desember, dunia memperingati World Soil Day, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya tanah sebagai penopang kehidupan. Tanah fondasi dari 95 persen pangan dunia, rumah bagi seperempat keanekaragaman hayati, sekaligus penyerap karbon alami yang dapat membantu menahan laju perubahan iklim. Tetapi, kondisi tanah di berbagai wilayah Indonesia kini berada dalam titik kritis akibat erosi, abrasi pesisir, deforestasi, hingga pencemaran. Menanggapi tantangan tersebut, LindungiHutan, platform crowdfunding dan kolaborasi penghijauan berbasis teknologi, mendorong keterlibatan publik dan korporasi untuk berkontribusi pada upaya pemulihan kesehatan tanah melalui program penanaman pohon dan restorasi ekosistem. Melalui ribuan kampanye yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan, LindungiHutan telah memberdayakan masyarakat lokal untuk menanam dan merawat berbagai jenis pohon yang terbukti membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mencegah erosi. “Tanah yang sehat adalah syarat utama bagi keberlanjutan pangan, air, dan kehidupan. Pemulihan tanah tidak bisa dilakukan tanpa tindakan kolektif. Melalui penanaman pohon, terutama mangrove di wilayah pesisir, kami melihat dampak nyata, termasuk abrasi berkurang, tanah kembali stabil, dan mata pencaharian warga membaik,” ujar Ben, CEO LindungiHutan. Isu kerusakan tanah memang bukan sekadar ancaman ekologis, namun juga sosial. FAO memperkirakan dunia kehilangan hingga 24 miliar ton tanah subur setiap tahun, sementara setengah dari lahan pertanian global mengalami degradasi. Di Indonesia, kawasan pesisir menjadi titik paling rentan akibat abrasi dan intrusi air laut. Akar mangrove berperan penting menahan sedimen, sehingga menjadi salah satu solusi restorasi tanah yang paling efektif. Melalui kemitraan dengan komunitas, relawan, dan perusahaan, LindungiHutan menyediakan layanan penanaman pohon, penilaian dampak lingkungan, monitoring berbasis foto, serta pendampingan jangka panjang kepada petani bibit dan warga setempat. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pohon yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi memberikan manfaat ekologis yang terukur, mulai dari peningkatan kualitas tanah hingga penyerapan karbon. Peringatan World Soil Day (WSD) 2025 menjadi ajakan terbuka bagi publik untuk kembali melihat tanah sebagai aset vital yang harus dijaga. Pemulihan tanah adalah investasi jangka panjang, dan setiap pohon yang ditanam hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi yang akan datang. Melalui kolaborasi dengan LindungiHutan, siapa pun dapat mengambil bagian dalam upaya memulihkan tanah Indonesia dari akar hingga kanopi.
Bangunan Rumah Terancam Roboh, 4 KK di Gajah Sakti H2C
Mandau, katakabar.com - Bangunan rumah yang dihuni bertahun lamanya terancam roboh akibat longsor. Total 4 Kepala Keluarga atau KK di Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau harap-harap cemas atau H2C. Peristiwa bangunan rumah warga tersebut terancam roboh persisnya berada di kawasan Jalan Jawa, Gang Susila, RT 02, RW 04, Kelurahan Gajah Sakti, Kecamatan Mandau. Kondisi tanah bangunan semakin rawan longsor disebabkan intensitas hujan tinggi yang terjadi beberapa bulan belakangan ini di daerah Duri sekitarnya membikin para penghuni rumah semakin was-was, terutama saat terlelap tidur di malam hari. Seorang warga rumahnya terancam roboh, Sri mengaku resah siang dan malam, apalagi saat hujan menjadi momok menakutkan. "Kami terus dihantui saat hujan turun, sebab kondisi tanah di bagian belakang rumah terus turun. Tinggal sedikit lagi, semuanya kekhawatiran hati bakal jadi kenyataan. Nyawa kami jadi taruhannya. Tolong perhatikan nasib kami," harapnya. Pemuka masyarakat setempat, Siboroto aminkan Sri. Saya dan keluarga khawatir dengan kondisi rumah tetangganya tersebut. Jika hujan, ia bersama warga terus waspada akan longsor susulan yang dapat terjadi kapan saja.
Pengacara H Masrul: BPN Pekanbaru Mesti Tanggung Jawab Dugaan Terbit Sertifikat di Tanah Sengketa
Pekanbaru, katakabar.com - Kuasa Hukuk H Masrul, Tumpal Hamonangan Lumban Tobing, S.H., M.H, Jumat (28/3) menjelaskan, putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan atas Perkara Nomor 136/B/2024/PT.TUN.MDN yang telah berkekuatan hukum tetap pada 27 Desember 2024 lalu, sesuai dengan penetapan Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru Nomor 13/Pen.BHT/G/2024/PTUN.PBR, di mana Putusan Pengadilan Tinggi atau PT sudah berkekuatan hukum tetap (BHT). Menurut Tumpal, kliennya sudah memberikan kuasa untuk pengajuan permohonan eksekusi atas putusan BHT ini kepada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru di bulan Mei, dan telah dikeluarkan Penetapan Eksekusi atas Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan dengan Nomor 13/Pen.Eks/G/PTUN.PBR yang mana di dalam penetapan tersebut berisi, yakni: - Mengabulkan Permohonan Eksekusi dari Pemohon Eksekusi - Menyatakan Keputusan Tata Usaha Negara berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 327/Kelurahan Tangkerang Tengah, pada 8 November 2007, Surat Ukur Nomor 05173/2007 tanggal 7 November 2007 dan Surat Ukur no. 184/2013 pada 22 November 2013 luas 9.826 M2 atas nama PT Hanjaya Mandala Sampoerna yang disengketakan tidak mempunyai kekuatan hukum terhitung dari 27 Desember 2024. - Memerintahkan Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru menyampaikan penetapan ini kepada para pihak dan atasan Tergugat dengan surat tercatat dan/atau melalui domisili elektronik paling lambat 3 hari sejak dikeluarkannya penetapan ini. - Membebankan biaya yang timbul dalam penetapan ini pada Biaya Pelaksanaan Putusan. "Dengan demikian, seluruh proses hukum yang dilakukan klien kami sudah selesai, tapi ada proses Peninjauan Kembali yang dilakukan oleh Pihak Tergugat (BPN), di mana Pihak Tergugat BPN tidak menggunakan Upaya Hukum Kasasi dengan alasan waktu yang mepet di akhir tahun 2024 dan mengajukan Peninjauan Kembali pada 12 Februari 2025," bebernya. Kata Tumpal, pihak tergugat tidak memperhatikan terkait dengan adanya perubahan atas Undang Undang 5 tahun 1986 berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 24/PUU-XXII/2024, dimana putusan MK ini sangat jelas merubah pasal 132 ayat 1 menjadi“ terhadap Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dapat diajukan permohonan Peninjauan Kembali kepada Mahkamah Agung, kecuali oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara”. "Ini sangat jelas dan kami menduga pihak Tergugat masih melakukan perlawanan dan upaya hukum PK dengan alasan mempunyai novum (alat bukti baru) berupa Putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru, dimana klien kami sama sekali tidak ikut terlibat dan atau masuk didalam materi perkara," jelasnya.
Kampanye No Palm Oil Berdampak Pada Polusi Tanah dan Air di Dunia
katakabar.com - Bila Uni Eropa memutuskan mendukung gerakan (kampanye) No Palm Oil atau Palm Oil Free maka polusi tanah dan air dunia bakal meningkat secara signifikan. Kurun dua dekade atau dua puluh tahun terakhir, kampanye anti-minyak sawit atau No Palm Oil yang dimotori jejaring NGO sangat intensif terjadi di berbagai negara. Berbagai isu sosial, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan dituduhkan agar citra minyak sawit terpuruk di pasar dunia. Bukan sekadar kampanye negatif terhadap minyak sawit, tapi kampanye untuk tidak menggunakan minyak sawit. Penggunaan label Palm Oil Free pada kemasan berbagai produk berbasis sawit yang dihasilkan industri pangan, industri kosmetik, bahkan industri pakan ternak cara sistematis yang digunakan NGO untuk menghentikan penggunaan minyak sawit (PASPI, 2015; Kumar et.al., 2015). PASPI Monitor (2021) dalam jurnal berjudul Gerakan No Palm Oil Picu Polusi Tanah/Air Dunia Semakin Besar mengatakan, kampanye penghentian konsumsi minyak sawit juga menular pada rencana kebijakan Uni Eropa yang mengaitkan isu deforestasi dengan konsumsi minyak sawit di kawasan negara tersebut. Komisi Uni Eropa dalam kebijakan RED II/ILUC (Renewable Energy Directive II/Indirect Land Used Change) memiliki rencana untuk menerapkan kebijakan phase-out minyak sawit dari kebijakan renewable energy (RED-EU) paling lambat pada tahun 2030 (European Commission, 2019). Jika masyarakat Uni Eropa atau masyarakat dunia benar-benar memutuskan untuk mendukung kampanye/gerakan No Palm Oil atau Palm Oil Free, maka polusi tanah dan air dunia bakal meningkat secara signifikan (PASPI, 2021).
Kelapa Sawit Bagian dari Konservasi Tanah dan Air
katakabar.com - Perkebunan kelapa sawit secara alamiah punya kemampuan sebagai tanaman konservasi tanah dan air (Harahap, 2007). Dua mekanisme alamiah konservasi tanah dan air dari perkebunan kelapa sawit adalah mekanisme struktur pelepah daun dan canopy cover, serta mekanisme sistem perakaran tanaman kelapa sawit. Kedua kemampuan alamiah tersebut ditambah dengan tata kelola atau GAP konservasi tanah dan air yang baik (man-made), menjadikan perkebunan sawit sebagai bagian yang penting dari sistem konservasi tanah dan air pada suatu wilayah (PASPI, 2021 dalam laporan berjudul Perkebunan Kelapa Sawit sebagai Bagian Integral dari Konservasi Tanah dan Air Wilayah). Berikut penjelasan secara rinci terkait mekanisme alamiah konservasi tanah dan air dari perkebunan kelapa sawit tersebut yang dikutip dari jurnal PASPI (2021). Pertama, mekanisme struktur pelepah daun pohon kelapa sawit yang berlapis-lapis mampu menaungi lahan (land cover) mendekati 100 persen sejak kelapa sawit berumur muda.
Demi Kepentingan Rakyat, Komisi II DPR RI Siap Kawal Penyelesaian Sengkarut Tanah
Jakarta, katakabar.com - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau DPR RI siap kawal penyelesaian sengkarut tanah untuk kepentingan rakyat. Komitmen untuk terus mengawal isu pertanahan dan tata ruang yang difokuskan kepada konflik yang lebih berorientasi pada kepentingan publik. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima mengutarakan, Komisi II bakal kawal persoalan bidang pertahanan dan tata ruang agar menjadi lebih public oriented. “Lebih rakyat oriented, lebih pada keinginan kita pada cinta tanah air. Ini benar-benar wujud dari masyarakat yang memiliki tanahnya dan airnya yang dikuasai rakyat dan negara," kata Aria Bima lewat keterangan pers, dilansir dari laman EMG, Senin (6/1). Ia mendorong partisipasi aktif dari masyarakat untuk penyelesaian sengketa-sengketa tanah, seperti konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan sawit, yang masih marak terjadi di berbagai daerah. Komisi II pun, sebutnya, telah sepakat untuk membentuk clearing house untuk dapat memitigasi persoalan sengketa mana yang bisa diurai.
Program Indigo Telkom dan Ideanation Bersama Wujudkan Inovasi di Tanah Papua
Papua, katakabar.com - Ideanation, sebuah platform inovasi yang mendukung para inovator dan startup Indonesia, menyelenggarakan Grebek Startup Papua yang merupakan bagian dari program Ideanation Innovation Challenge 2024. Berkolaborasi dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program Indigo, acara ini bertujuan untuk mendukung perkembangan startup Indonesia, khususnya green startups. Ada dua sesi utama di dalam acara ini, yakni talkshow dan live pitching. Acara dimulai dengan sesi talkshow inspiratif bertajuk “Startup 101: How to Start Your Own Business”, dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Achmad Kadhafi (Head of Program Ideanation) dan Ani Monim (Business Community Lead Indigo Telkom).
Camat Mandau dan Ketua Komisi IV Tinjau Goro Jalan Wonosobo di Talang Mandi
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi bersama Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Septian Nugraha, hadiri undangan RW dan RT Kelurahan Talang Mandi, pada Minggu (10/9). Di Talang Mandi, Camat Mandau dan Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis melihat kegiatan gotong royong sekaligus silaturrahmi bersama masyarakat. Keduanya pertama tinjau gotong royong perbaikan Jalan Wonosobo rusak berat, dan kedua tinjau tanah yang bakal dijadikan lokasi pembangunan gedung serba guna. Camat Mandau, Riki Rihardi ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat sekitar tetap kompak dan semangat bergotong royong. "Kedatangan kami selain meninjau kegiatan gotong royong bersama sekaligus menjalin tali silaturahmi dengan seluruh masyarakat Kelurahan Talang Mandi," ujarnya. Kami berharap seluruh masyarakat Kelurahan Talang Mandi selalu menjalin kebersamaan. "Kegiata gotong royong hendaknya menjadi jembatan guna meningkatkan kekompakan agar selalu terjaga ke depannya," jelasnya.