Putra Asal 'Tanah Jantan' Sukses di 'Ranah Minang', drg. Azmil Hadi Seru Generasi Muda Bangun Daerah Riau
Riau
Rabu, 25 Maret 2026 | 09:17 WIB

Putra Asal 'Tanah Jantan' Sukses di 'Ranah Minang', drg. Azmil Hadi Seru Generasi Muda Bangun Daerah

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kiprah membanggakan ditorehkan putra asli Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti (Tanah Jantan), Riau. Adalah drg. Azmil Hadi, Sp.Ort, berhasil meniti karier sebagai dokter gigi spesialis ortodonti di Kota Padang, Sumatera Barat (Ranah Minang). Kesuksesan tersebut tak membuatnya lupa akan kampung halaman, bahkan ia mengajak generasi muda untuk berperan aktif membangun daerah. Azmil Hadi, yang akrab disapa Aad, saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Direktur Keuangan, Administrasi, dan Sumber Daya Manusia di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Baiturrahmah, Padang. Selain itu, ia juga aktif sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah. Perjalanan pendidikan Azmil dimulai dari daerah asalnya. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 104 Selatpanjang, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Selatpanjang, hingga menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Selatpanjang. “Sebagai anak asli Selatpanjang, perjalanan karier saya tidak lepas dari dukungan orang tua dan keluarga. Saya berpesan kepada generasi muda Kepulauan Meranti untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat meraih cita-cita,” ujar Azmil saat ditemui di Selatpanjang, Selasa (24/3) malam. Menurutnya, kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan komitmen terhadap pendidikan. Meski telah berkarier di luar daerah, Azmil mengaku memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan kampung halaman. Ia menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dan berbagi ilmu, khususnya di bidang kesehatan, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Meranti. “Saya melihat perkembangan Kepulauan Meranti, khususnya Selatpanjang, sudah semakin maju. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua. Saya siap mengabdikan diri dan berbagi ilmu untuk kemajuan daerah,” jelasnya. Ia juga mengajak para perantau asal Meranti yang telah sukses di berbagai daerah untuk tidak melupakan asal-usulnya dan ikut berkontribusi bagi pembangunan daerah. “Kami berharap putra-putri daerah yang telah berhasil di luar bisa kembali memberikan kontribusi nyata, baik di bidang kesehatan, teknologi, maupun pembangunan sumber daya manusia, agar Meranti semakin maju dan sejahtera,” sebutnya.

Silahturahmi Bersama Kapolda Riau: Pemkab Kepulauan Meranti Kolaborasi Sukseskan Program Polri Riau
Riau
Kamis, 26 Februari 2026 | 22:27 WIB

Silahturahmi Bersama Kapolda Riau: Pemkab Kepulauan Meranti Kolaborasi Sukseskan Program Polri

Pekanbaru, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar gelar silaturahmi dengan Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan, pertemuan itu guna perkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dan Polda Riau, khususnya sinergikan berbagai program pembangunan yang akan dilaksanakan di negeri Sagu, bertempat di Gedung Polda Riau, Pekanbaru, Kamis (26/2). Turut hadir bersama H Asmar, Sekretaris Daerah, Sudandri SH, Asisten II Sekdakab Kepulauan Meranti, Irmansyah M.Si, serta Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti. Saat kunjungan Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, langsung disambut hangat Kapolda Riau, Irjen Pol Hery Heriyawan di ruang kerjanya, seraya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan Bupati dan rombongan. Lalu, Kapolda Riau dan Bupati membahas berbagai program strategis yang akan dilaksanakan di Kepulauan Meranti. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membahas dukungan pemerintah daerah Kepulauan Meranti terhadap program-program strategis Polda Riau 2026. Di antaranya, pembangunan jembatan merah putih presisi di Kepulauan Meranti yang digagas oleh Polri dan Polda Riau untuk mempermudah akses dan mobilitas bagi masyarakat khususnya anak sekolah agar dapat melintas dengan aman yang berada di Kecamatan Tebing Tinggi dan Pulau Merbau. Kapolda Riau meminta kepada Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar untuk membuat Desa Tematik sebagai potensi lokal daerah mulai dari pertanian, perikanan hingga perkebunan. "Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan, keamanan dan ketahanan pangan mulai dari tingkat desa," jelas Kapolda Riau. Untuk mensukseskan program ini Kapolda menyarankan Pemkab Kepulauan Meranti untuk melakukan study banding kedaerah jawa yang telah lebih dulu dan sukses melaksanakannya. Dan yang cukup menarik saat pertemuan hangat tersebut, Kapolda Riau memberikan peluang besar kepada anak-anak Kepulauan Meranti untuk menjadi anggota Polri. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 50 orang. Kapolda Riau pun meminta kepada Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, untuk merekomkan dan memfasilitasi 50 orang putra-putri terbaik Kepulahan Meranti untuk mengikuti seleksi anggota Polri agar setelah lulus nanti dapat bertugas dikampung halamannya. Selain itu, Kapolda Riau mendorong Pemkab Kepulauan Meranti untuk mensukseskan program Green Policing dengan membuat Perda setiap keluarga menanam 5 pohon. Menariknya dari program ini bagi para siswa atau pelajar yang sudah berusia 17 tahun yang menanam pohon mininal 15 batang diberikan reward pembuatan SIM gratis dengan syarat menguploadnya di Medsos. Setelah mendengarkan pemaparan berbagai program strategis Polda Riau tersebut, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, mengatakan pertemuan ini momentum untuk semakin memperkuat komunikasi, serta koordinasi yang telah terbangun baik selama ini antara Polda Riau dan Pemkab. Meranti. Ia menegaskan dirinya dan jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) siap mendukung penuh program-program kepolisian, apalagi yang menyangkut peningkatan pelayanan publik, penguatan kamtibmas, dalam upaya percepatan pembangunan di Kepulauan Meranti. Ia lantas menekankan pentingnya sinergi yang solid antara Polda Riau dan Pemkab. Kepulauan Meranti ini seraya berharap tercipta kolaborasi yang semakin erat mensukseskan program Kabupaten dan Polda Riau dalam mewujudkan Visi dan Misi Kepulauan Meranti menuju Meranti Unggul, Agamis dan Sejahtera.

Bupati Kepulauan Meranti Sambut Kunjungan Sektum BNPP RI dan Deputi Kemenparekraf di 'Tanah Jantan' Nasional
Nasional
Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:06 WIB

Bupati Kepulauan Meranti Sambut Kunjungan Sektum BNPP RI dan Deputi Kemenparekraf di 'Tanah Jantan'

Selatpanjang, katakabar.com - 'Tanah Jantan' nama lain dari Kepulauan Meranti kedatangan tamu istimewa, Sabtu (21/2). Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, yang sambut kedatangan Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruji Rahman, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, dan Deputi Bidang Produksi Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Drs. Visensius Jemadu, M.B.A, di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang. Penyambutan berlangsung khidmat, dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, instansi vertikal, serta organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kepulauan Meranti. Di agenda resmi itu, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar kenakan Baju Melayu lengkap sesuai ketentuan protokoler, sementara peserta lainnya menyesuaikan dengan aturan yang berlaku. Ia menyatakan kunjungan pejabat pusat tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan kawasan perbatasan. "Komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar," ujar H Asmar. Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan NKRI. Dukungan BNPP sangat penting guna memperkuat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, terang H Asmar, kehadiran Deputi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata daerah. Kepulauan Meranti dengan kekayaan budaya dan tradisi maritim dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan berbasis kearifan lokal dan event daerah. "Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam pengelolaan kawasan perbatasan, serta peningkatan daya saing pariwisata nasional melalui optimalisasi potensi daerah," sebutnya.

Di 'Tanah Jantan' Resnarkoba Polres Bengkalis Cokok Mediator Kasus Sabu Hukrim
Hukrim
Kamis, 29 Januari 2026 | 16:00 WIB

Di 'Tanah Jantan' Resnarkoba Polres Bengkalis Cokok Mediator Kasus Sabu

Bengkalis, katakabar.com - Perburuan Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan (Satresnarkoba) Polres Bengkalis ke 'Tanah Jantan' nama lain dari Kepulauan Meranti, Riau, tidak sia-sia dengan dicokoknya seorang pelaku bernama MO alias Ayang yang berperan sebagai mediator (penghubung) antara AIN dan BRO (dalam lidik ) terkait transaksi narkotika jenis sabu. Cerita Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleg Siregar, kepada wartawan melalui siaran persnya, Selasa lalu, tim opsnal cokok Ayang dasarnya LP/A/3/I/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/POLRES BENGKALIS/POLDA RIAU pada 13 Januari 2026. Tersangka AIN menerangkan MO alias Ayang mengenalkan dan jadi penghubung komunikasi AIN dengan BRO (dalam lidik) di mana BRO (dalam lidik) menyerahkan narkotika jenis sabu kepada AIN sebanyak BK 379,87 gram. "Dari hasil interogasi saat penangkapan kepada AIN yang bersangkutan tidak menganal BRO (dalam lidik) dan yang mengenali BRO (dalam lidik) hanya MO alias Ayang," ujar mantan Kapres Indragiri Hulu ini. Tetapi, ulas AKBP Fahrian, setelah 14 hari tim melakukan pengejaran dan pencarian, pada Selasa (27/1) sekitar pukul 15.00 WIB tim melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap MO aliae Ayang di suatu bengkel di kawasa Jalan Sungai Juling, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan menemukan barang bukti berupa satu unit handphone merk Oppo A3X warna biru di kamarnya. "Kepada tim pelaku mengakui jadi penghubung komunikasi antara AIN dan BRO (dalam lidik) untuk transaksi narkotika jenis sabu, dan juga mengakui mengenali BRO (dalam lidik)," jelasnya. Lalu, terang AKBP Fahrian, tersangka dan barang bukti dibawa kekantor Mapolres Bengkalis untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Hasil tes urine MO alias Ayang Negatif Menthampetamin. " Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (1) huruf A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2023 KUHP sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," sebutnya.

Wakapolres Pastikan Kamtibmas Aman, Turnamen Bola Voli Cup 2026 Resmi di Tutup di 'Tanah Jantan' Olahraga
Olahraga
Selasa, 20 Januari 2026 | 22:46 WIB

Wakapolres Pastikan Kamtibmas Aman, Turnamen Bola Voli Cup 2026 Resmi di Tutup di 'Tanah Jantan'

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Turnamen Bola Voli Torpedo Cup 2026 yang digelar di Jalan Nusa Indah, Kampung Badu, Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, resmi ditutup Selasa (20/1) sore. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan hingga partai final, berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa gangguan Kamtibmas yang menonjol. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Wakapolres, Kompol Detis Mayer Silitonga hadiri kegiatan penutupan dan pertandingan final turnamen tersebut. Penutupan secara resmi dilakukan Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Sekretaris Daerah, Sudanri. Turnamen ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan penonton memadati arena pertandingan, sementara para atlet bola voli dari berbagai tim menunjukkan semangat dan sportivitas sepanjang kompetisi. Wakapolres Meranti, Kompol Detis Mayer Silitonga, menyampaikan kegiatan olahraga ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus meningkatkan prestasi atlet bola voli di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Polres Kepulauan Meranti berkomitmen menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, baik pada saat pembukaan maupun penutupan Turnamen Bola Voli Torpedo Cup 2026, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” ujar Wakapolres. Ia menambahkan, kehadiran unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta instansi terkait memberikan dampak positif terhadap kelancaran dan keamanan kegiatan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan event olahraga. “Selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang menonjol. Situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif berkat kerja sama panitia, aparat keamanan, serta kesadaran para peserta dan penonton,” jelasnya. Wakapolres berharap Turnamen Bola Voli Torpedo Cup dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai wadah pembinaan atlet, pencarian bibit unggul, serta penguatan nilai sportivitas dan kebersamaan di tengah masyarakat. Sementara , Sekda Kepulauan Meranti Sudanri, mewakili Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menekankan olahraga memiliki filosofi persahabatan, persaudaraan, dan sportivitas, bukan semata-mata soal menang atau kalah. “Turnamen ini menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi antara pemain, pecinta olahraga, serta masyarakat. Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada panitia, aparat keamanan, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan Turnamen Bola Voli Torpedo Cup 2026,” ucapnya. Di kegiatan sama, Ketua KNPI Provinsi Riau, Fuad Santoso, menilai Turnamen Bola Voli Torpedo Cup kegiatan positif yang mendukung pembinaan olahraga sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar masyarakat dan atlet dari berbagai daerah. “Tingginya antusiasme masyarakat dan atlet menunjukkan bahwa olahraga masih menjadi sarana hiburan, persatuan, dan penyaluran bakat yang efektif di 'Tanah Jantan' nama lain dari Kabupaten Kepulauan Meranti,” ungkap Fuad. Berikut hasil pertandingan final Torpedo Cup 2026, yakni: Kategori Putra - Juara I: Tim Buffet Sahabat - Juara II: Tim Jaguar - Juara III: Tim MSV - Juara IV: Tim Porontina Kategori Putri - Juara I: Tim Putri Jaguar - Juara II: Tim MSV - Juara III: Tim Setia Pati - Juara IV: Tim VYTA Turnamen ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat melalui olahraga.

Menjaga Marwah Melayu di Tengah Globalisasi, Adat Jadi Benteng Etika Sosial dan Politik di Tanah Jantan Opini
Opini
Minggu, 04 Januari 2026 | 18:17 WIB

Menjaga Marwah Melayu di Tengah Globalisasi, Adat Jadi Benteng Etika Sosial dan Politik di Tanah Jantan

Oleh: Humas LAMR Kepulauan Meranti, Ucok Alexander Kepulauan Meranti, katakabar.com - Di tengah derasnya arus globalisasi yang kerap menggerus identitas budaya lokal, masyarakat Melayu di 'Tanah Jantan' sebutan lain dari Kabupaten Kepulauan Meranti tetap menjadikan adat istiadat sebagai benteng utama menjaga marwah dan jati diri. Bagi masyarakat setempat, adat bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pedoman hidup yang mengatur etika sosial, tata pergaulan, hingga nilai-nilai politik. Falsafah hidup Melayu yang berbunyi “Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah” masih dipegang kuat hingga kini. Prinsip tersebut menempatkan adat pada kedudukan tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi fondasi moral dalam setiap aspek kehidupan. Tokoh-tokoh adat menilai, ketika adat mulai diabaikan, sendi-sendi kehidupan masyarakat akan rapuh. Politik kehilangan etika, hubungan sosial menjadi renggang, dan generasi muda berpotensi tercerabut dari akar budayanya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Melayu Kepulauan Meranti dikenal menjunjung tinggi nilai sopan santun, musyawarah, dan kebersamaan. Hal ini tercermin dalam pepatah Melayu, “Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” yang menggambarkan semangat solidaritas dan gotong royong. Nilai-nilai adat tersebut juga menjadi rujukan dalam etika kepemimpinan. Dalam budaya Melayu, seorang pemimpin tidak dinilai dari jabatan semata, melainkan dari budi pekerti dan moralitasnya. Pepatah “Tinggi tampuk kerana sirih, tinggi adat kerana budi” menegaskan jabatan adalah amanah, sementara akhlak menjadi dasar kehormatan kepemimpinan. Selain itu, adat Melayu berperan sebagai filter terhadap pengaruh luar. Globalisasi dipandang sebagai keniscayaan, tetapi adat berfungsi sebagai penuntun agar modernisasi tidak mengikis nilai-nilai kemanusiaan. Masyarakat Melayu meyakini menjaga adat bukan berarti menolak kemajuan, melainkan memastikan pembangunan tetap berkeadilan dan memuliakan manusia. Dengan berlandaskan adat, pembangunan dan politik diharapkan tidak semata mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Prinsip adat diyakini mampu mencegah praktik politik yang hanya menguntungkan kelompok tertentu. Ungkapan Melayu yang sangat dikenal, “Biar mati anak, jangan mati adat,” kembali mengingatkan pentingnya menjaga warisan leluhur. Hilangnya adat dianggap sama dengan hilangnya jati diri, yang pada akhirnya membuat masyarakat kehilangan arah dalam menghadapi perubahan zaman. Tantangan ke depan adalah menanamkan kembali nilai-nilai adat kepada generasi muda Meranti. Pendidikan tidak hanya dituntut mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakar kuat pada kecerdasan budaya. Dengan demikian, adat istiadat tetap tegak, etika sosial tetap hidup, dan marwah Melayu terus terjaga di tengah gelombang globalisasi.

Polres Kepulauan Meranti Siap Amankan Nataru 2025-2026 dan Antisipasi Bencana di Tanah Jantan Hukrim
Hukrim
Sabtu, 20 Desember 2025 | 11:39 WIB

Polres Kepulauan Meranti Siap Amankan Nataru 2025-2026 dan Antisipasi Bencana di Tanah Jantan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi bersama Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning Tahun 2025 di Mako Polres Kepulauan Meranti Jumat (19/12) sore. Perayaan Natal dan Tahun Baru salah satu agenda nasional yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Di mana Momentum Nataru dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, berkumpul dan berlibur bersama keluarga, sehingga berdampak pada meningkatnya mobilitas, dan aktivitas masyarakat di berbagai daerah. "Sejalan dengan peningkatan mobilitas tersebut, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru tahun 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat sebesar 7,97 persen atau 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar saat pimpin Apel gelar pasukan. Di sisi lain, ujar H Asmar, berdasarkan informasi BMKG, terdapat 3 sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi picu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut beriringan dengan prediksi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan potensi terjadinya peristiwa bencana alam. "Sebagai wujud kesiapsiagaan tersebut, Polri dengan didukung stakeholder terkait menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2025” bakal berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan yang terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, dan 55.289 personel dari instansi terkait lainnya," jelasnya. Orang Nomor Satu di Kepulauan Meranti ini menyampaikan untuk mendukung pelaksanaan operasi, telah dipersiapkan 2.903 Posko, yang terdiri dari 1.807 Pos Pam, 763 Pos Yan, dan 333 Pos Terpadu yang tersebar di seluruh wilayah guna melakukan pelayanan pada 44.436 objek, antara lain gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, tempat wisata maupun lokasi perayaan Tahun Baru. "Pos-pos tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan secara optimal bagi masyarakat," ucapnya. Seluruh pelaksanaan tugas di lapangan, tuturnya, harus disertai dengan strategi komunikasi publik yang tepat. Pastikan masyarakat dapat mengetahui setiap informasi terkait layanan kepolisian, pesan-pesan kamtibmas, ketentuan dalam surat keputusan bersama, informasi cuaca hingga penerapan pengaturan rekayasa. Sebelum mengakhiri amanat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Bapanas, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Mitra Kamtibmas, serta seluruh pihak terkait yang turut berpartisipasi dalam mendukung Operasi Lilin 2025, tambahnya. Sementara, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, mengatakan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) agenda nasional tahunan yang secara konsisten menimbulkan peningkatan signifikan terhadap mobilitas dan aktivitas masyarakat. "Momentum ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melaksanakan ibadah, mudik, wisata, serta kegiatan sosial lainnya, sehingga berimplikasi langsung pada meningkatnya kepadatan arus lalu lintas, aktivitas di pusat keramaian, serta kebutuhan akan jaminan keamanan dan keselamatan publik," sebutnya. Ditegaskannya, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru tahun 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, mengalami peningkatan sebesar 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan adanya eskalasi kebutuhan pelayanan publik, khususnya di bidang pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta mitigasi potensi gangguan kamtibmas di berbagai wilayah. Di sisi lain, terang Kapolres Kepulauan Meranti, kondisi lingkungan dan faktor alam turut menjadi perhatian serius. Informasi dari BMKG menunjukkan adanya tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi picu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut bertepatan dengan puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung pada periode November 2025 hingga Februari 2026. "Situasi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan transportasi darat, laut, dan udara, serta kecelakaan lalu lintas akibat cuaca ekstrem, Sebagai langkah antisipatif dan bentuk kesiapsiagaan nasional, Polri dengan dukungan penuh dari TNI dan instansi terkait," beber AKBP Aldi. Kapolres Kepulauan Meranti berpesan, dalam melaksanakan Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2025” selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini bertujuan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru.