Simak! Ini Pemicu Harga TBS Kelapa Sawit Melonjak Tinggi Sawit
Sawit
Minggu, 05 April 2026 | 21:11 WIB

Simak! Ini Pemicu Harga TBS Kelapa Sawit Melonjak Tinggi

Pekanbaru, katakabar.com - Saat ini, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah daerah Indonesia tengah mengalami lonjakan signifikan, bahkan tembus kisaran Rp4.000 per kilogram. Banyak indikator dinilai menjadi penyebab meroketnya harga sawit nasional ini, salah satunya yakni pengaruh cuaca ekstrim dan ketegangan politik global. Pengamat Ekonomi Universitas Riau (Unri), Dahlan Tampubolon, mengatakan faktor cuaca yang enggak menentu bikin produksi di beberapa sentra kelapa sawit enggak sebanyak biasanya. Begitu barang di pasar tidak sebanyak permintaan, otomatis hukum ekonomi jalan yakni harga melambung tinggi. "Jadi, meskibaru libur Idulfitri, kalau buah di pohon masih malu-malu keluar, ya harganya makin pedas di timbangan," ujarnya dilanwir dari laman elaeis.co, Minggu (5/4) sore. Dahlan yang tengah sumringah dengan kehadiran putri kecilnya tersebut, menuturkan kalau dikaitkan dengan minyak mentah dunia, poin patennya adalah kelapa sawit merupakan bahan baku utama Biodiesel (B35/B40). Begitu Selat Hormuz diblokade dan harga minyak mentah (crude oil) dunia melonjak gara-gara perang atau ketegangan geopolitik, pasar dunia langsung pusing. Mereka kemudian mulai cari alternatif energi yang lebih murah. Di situlah sawit (CPO) jadi primadona. Harga minyak bumi naik, permintaan biofuel naik, ujung-ujungnya harga TBS di kebun orang tu la yang ikut terkerek naik. "Dikaitkan dengan efek substitusi minyak nabati di pasar dunia. Kelapa sawit bersaing dengan minyak kedelai dari Amerika atau minyak bunga matahari dari Ukraina. Karena kondisi global lagi kacau, pasokan minyak nabati lain itu tersendat atau harganya selangit. Alhasil, pabrik-pabrik di India dan China balik lagi mengejar sawit, karena stoknya paling siap. Jadi, kenaikan harga di Sumbar atau Riau itu sebenarnya efek dari rebutan orang luar negeri sama hasil bumi kita ini," bebernya. Tidak sampai situ, urusan kapal di laut juga dinilai ikut mempengaruhi harga timbangan RAM di pinggir jalan. Karena Selat Hormuz disumbat, rute kapal tanker dunia jadi mutar jauh dan asuransi pengiriman naik berkali-kali lipat. Biaya angkut CPO keluar negeri jadi mahal. Tetapi, lantaran permintaan dunia lagi haus-hausnya dengan minyak nabati, para pembeli global tetap berani bayar mahal. Ini yang bikin harga patokan CPO di bursa Malaysia dan Rotterdam tetap perkasa di papan atas. Data menunjukkan stok minyak sawit di negara importir utama seperti China sedang tidak banyak. Mau gak mau kondisi ini membuat China harus restocking atau isi gudang lagi buat kebutuhan industri mereka pasca-lebaran. "Begitu mereka masuk ke pasar serentak, ya harganya langsung terbakar. Makanya, harga Rp4.000 itu bukan angka gaib, itu angka hasil rebutan pembeli besar yang takut nggak kebagian barang," terangnya. "Pemerintah kita juga lagi main cantik. Kalau kebijakan Domestic Market Obligasi (DMO) diperketat untuk amankan stok minyak goreng dalam negeri, ekspor jadi agak tertahan. Tapi kalau harga dunia sudah terlalu tinggi dibanding harga lokal, tekanan untuk ekspor makin kuat. Selisih harga inilah yang seringkali bikin harga TBS di tingkat petani ikut menyesuaikan secara agresif karena pabrik kelapa sawit (PKS) berebut amankan pasokan buah untuk diolah," sebutnya. Kendati demikian, kondisi harga yang tinggi itu juga dinilai cukup beresiko. Harga sawit sangat bergantung dengan berita perang dan kebijakan ekspor-impor negara besar. Begitu Selat Hormuz dibuka lagi atau ketegangan dunia mereda, harga minyak mentah dunia bisa anjlok. Kalau itu terjadi, daya tarik sawit sebagai bahan bakar alternatif bakal turun, dan harga TBS bisa terjun juga dalam sekejap. "Harga tinggi sekarang ini sebagian besar dipicu oleh rasa takut (fear) pasar dunia akan kekurangan pasokan energi dan pangan. Kalau rasa takut ini hilang, pasar bakal melakukan koreksi harga. Jadi untuk orang itu yang punya kebun, jangan langsung foya-foya beli barang mewah dulu. Gunakan momen Rp4.000 ini buat pupuk kebun yang bagus atau tabungan, karena nggak tau kita kapan angin pasar berubah arah," terangnya. Intinya kupas Dahlan, kenaikan ini adalah perpaduan berkah dari kacaunya geopolitik dunia dan tipisnya stok nabati global. Selama Selat Hormuz masih tegang dan minyak bumi masih mahal, sawit bakal tetap jadi emas hijau yang diburu. Meski begitu, tamba Dahlan, pasar komoditas tidak abadi di puncak. Petani dan pengusaha kelapa sawit harus siap siaga dengan kondisi yang ada.

Turun Rp70,86 per Kg, Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Dibanderol Rp3.627 per Kg di Riau Sawit
Sawit
Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:30 WIB

Turun Rp70,86 per Kg, Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Dibanderol Rp3.627 per Kg di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit swadaya turun Rp70,86 per kilogram, sehingga harga 'emas hijau' nama lain dari kelapa sawit swadaya dibanderol Rp3.627 per kilogram sepekan ke depan ini. Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau yang merilis harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Riau periode 22 hingga 28 Oktober 2025 nanti. Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Dr Defris Hatmaja, menyampaikan penurunan harga tertinggi di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp70,86 per kilogram setara 1,92 persen dari harga sepekan sebelumnya. "Jadi harga pembelian TBS petani turun menjadi Rp3.627,64 per kilogram dengan harga cangkang sebesar Rp26,10 per kilogram," ujar Dr Defris Hatmaja, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (22/10). Di periode ini, ucap Defris, indeks K yang dipakai adalah indeks K untuk 1 bulan kedepan yaitu 92,62 persen, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp331,51 per kilogram dari minggu lalu dan harga penjualan kernel minggu ini naik sebesar Rp10,88 per kilogram dari pekan lalu. Menurut Defris, ada beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan Kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila harga cpo atau kernel terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. "Harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini yaitu sebesar Rp14.582,67/Kg dan harga Kernel KPBN sebesar Rp13.305,00 per kilogram," jelasnya. Penurunan harga periode ini disebabkan faktor turunnya harga cpo. Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. "Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," imbuhnya. Ini Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Prov Riau Nomor 38 Periode 22 hingga 28 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.811,35 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.133,96 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.361,85 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.490,90 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.569,67 per kilogram.

Harga TBS Beda di Sejumlah PKS di Bengkulu, Kok Bisa! Sawit
Sawit
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 18:02 WIB

Harga TBS Beda di Sejumlah PKS di Bengkulu, Kok Bisa!

Bengkulu, katakabar.com - Tim Satuan Tugas (Satgas) monitoring penetapan harga Provinsi Bengkulu temukan sejumlah perbedaan harga kelapa sawit di sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Tim menemukan saat melakukan pemantauan harga di beberapa PKS yang tersebar di provinsi tersebut. Pada tahap awal, pemantauan tersebut dilakukan di tiga kabupaten, yakni kabupaten Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur. Di mana PKS yang menjadi sasaran di kegiatan tersebut, yakni PT Agri Andalas, PT AIP, PT BSL di Air Teras, dan PT PN VII di Seluma. Lalu di Bengkulu Selatan, pemantauan dilakukan di PKS milik PT SBS di Pino Raya dan PT BSL, dan di Kabupaten Kaur, dua PKS yang disambangi adalah milik PT APLS dan PT BCS. "Kita temukan adanya ketidaksesuaian harga TBS yang diberlakukan oleh sejumlah PKS dibandingkan dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Harga yang ditetapkan hanya Rp 3.020 per kilogram berbeda dengan harga penetapan periode ini Rp 3.360 per kilogram," ujar Sekretaris Apkasindo Bengkulu, Jhon Simamora dilansir dari laman Elaeis Media Group (EMG), Sabtu (18/10). Menurutnya, tidak ada satu pun pabrik yang terapkan harga yang sama. Bahkan ada pabrik yang membeli dengan harga jauh di bawah ketetapan pemerintah. Ini sangat merugikan petani, belum lagi pemberlakukan pemotongan harga di tingkat pengepul, RAM. Sehingga harga yang diterima petani bisa turun hingga di bawah Rp 3.000 per kilogram. "Kondisi ini sangat merugikan petani sawit di Bengkulu, yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil panen mereka," jelasnya. Lantaran itu, Satgas monitoring mendesak Gubernur Bengkulu untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap PKS yang membeli TBS di bawah harga ketetapan. Soalnya toleransi terhadap praktik ini hanya akan semakin memperburuk ekosistem industri sawit di daerah. “Kami minta tidak ada toleransi bagi PKS yang membeli di bawah harga pemerintah. Harus ada sanksi tegas," tegasnya. Ia menambahkan penetapan harga oleh pemerintah bertujuan menciptakan keseimbangan pasar dan mencegah persaingan tidak sehat antar PKS. Jika tidak diatur, persaingan harga dapat menyebabkan penurunan kualitas buah sawit yang dikirim petani ke pabrik, sebab mutu buah seringkali diabaikan demi harga jual.

Cangkang Dibeli Rp23,06 per Kg dan TBS Sawit Mitra Swadaya Dihargai Rp3.698,50 per Kg di Riau Sawit
Sawit
Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:00 WIB

Cangkang Dibeli Rp23,06 per Kg dan TBS Sawit Mitra Swadaya Dihargai Rp3.698,50 per Kg di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau, Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dibeli Rp3.698,50 per kilogram periode 15 hingga 21 Oktober 2025 nanti. Sementara, Crude Palm Oil (CPO) dibanderal sebesar Rp14.825,25 per kilogram, Cangkang sebesar RP23,06 per kilogram untuk sebulan ke depan, dan harga kernel turun dibeli Rp322,88 per kilogram. Dinas Perkebunan(Disbun) Provinsi Riau bersama tim penetapan yang melakukan penetapan harga dari hasil rapat penetapan harga, Selasa (14/10) kemarin. Menurut hasil penetapan harga TBS kelapa sawit itu, kelompok umur 9 tahun naik sebesar Rp42,30 per kilogram setara 1,16 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, harga pembelian TBS petani menjadi Rp3.698,50 per kilogram dan berlaku untuk satu sepekan ke depan. Sedang harga cangkang, itu tadi ditetapkan sebesar Rp23,06 per kilogram dan berlaku sebulan ke depan. Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja, SP, M.Si, menjelaskan kenaikan harga TBS periode ini lebih banyak dipengaruhi naiknya harga crude palm oil (CPO). “Kita tahu bersama, harga TBS kelapa sawit mitra swadaya mengalami kenaikan. Kenaikan periode ini disebabkan faktor naiknya harga CPO,” kata Defris Hatmaja, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (15/10. Proses penetapan harga TBS kelapa sawit ini, ucap Defris, pihaknya bersama tim selalu melakukan perbaikan tata kelola agar hasil yang ditetapkan sesuai regulasi, dan berkeadilan bagi petani maupun perusahaan mitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini upaya serius dari seluruh pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Komitmen ini diharapkan berdampak positif pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Di periode ini, lanjutnya, indeks K yang digunakan sebesar 92,83 persen, dengan harga penjualan CPO naik Rp290,75 per kilogram dari pekan lalu, sedang harga kernel turun Rp322,88 per kilogram. Untuk perusahaan yang tidak melakukan penjualan, digunakan harga rata-rata tim sesuai ketentuan Permentan Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8. "Harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini tercatat Rp14.825,25 per kilogram sedang Kernel KPBN sebesar Rp13.353,00 per kilogram," tuturnya. Ini Daftar Harga TBS Kemitraan Swadaya Riau Periode 15 hingga 21 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun: Rp2.864,16 per kilogram, umur 4 tahun: Rp3.194,08 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.427,46 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.559,43 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.639,75 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.683,77 per kilogram. Berikutnya, umur 9 tahun Rp3.698,50 per kilogram, umur 10–20 tahun Rp3.660,30 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.598,96 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.528,23 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.447,79 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.386,85 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.336,89 per kilogram.

CPO dan TBS Sawit Mitra Plasama Kompak Naik Pekan Ini di Riau, Ini Harganya per Kilogram Sawit
Sawit
Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:28 WIB

CPO dan TBS Sawit Mitra Plasama Kompak Naik Pekan Ini di Riau, Ini Harganya per Kilogram

Pekanbaru, katakabar.com - Minyak mentah sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma kompak naik periode 15 hingga 21 Oktober 2025 nanti. Itu diketahui dari hasil rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim. Di mana hasil penetapan harga periode 15 hingga 21 Oktober 2025 telah menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati tim. Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, menyatakan untuk kenaikan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp28,03 per kilogram setara mencapai 0,76 persen dari harga periode lalu. Jadi, harga pembelian TBS petani untuk periode sepekan ke depan naik jadi Rp3.714,14 per kilogram. “Untuk harga cangkang berlaku untuk satu bulan sebesar Rp17,38 per kilogram ke depan. Di periode ini indeks K yang dipakai indeks K untuk 1 bulan ke depan yakni 92,75 persen, harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp176,45 dan kernel minggu ini turun sebesar Rp181,03 dari periode lalu,” jelasnya, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (15/10). Kata Defris, ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8 harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, tetapi bila terkena validasi 2 digunakan harga rata-rata KPBN. Jadi, harga rata-rata CPO KPBN periodeini adalah Rp14.825,25 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp13.353,00. “Kita ketahui bersama harga TBS yang ditetapkan tim untuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga pekan ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO,” terangnya. Di penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun selalu melakukan perbaikan tata Kelola agar penetapan harga ini sesuai regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. Ini Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma ProvinsiRiau Nomor 37 Periode 15 hingga 21 Oktober 2O25, yakni: umur 3 tahun Rp2.866,48 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.245,99 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.439,14 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.588,40 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.666,12 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.709,38 per kilogram.

Harga CPO Berulah Bikin Harga TBS Sawit Mitra Plasma Umur 9 Tahun Tertekan Periode Ini Sawit
Sawit
Rabu, 08 Oktober 2025 | 12:49 WIB

Harga CPO Berulah Bikin Harga TBS Sawit Mitra Plasma Umur 9 Tahun Tertekan Periode Ini

Pekanbaru, katakabar.com - Harga Crude Palm Oil atau minyak sawit mentah berulah bikin harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma umur tanam 9 tahun tertekan Rp9,81 per kilogram periode 8 hingga 14 Oktober 2025. Itu diketahui setelah Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma. Hasil penetapan harga kelapa sawit tersebut menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati tim. Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja, untuk penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp9,81 per kilogram setara 0,27 persen dari harga periode lalu. Jadi, harga pembelian TBS petani untuk periode sepekan ke depan turun menjadi Rp3.686,11 per kilogram, dan berlaku untuk periode sepekan ke depan. “Untuk harga cangkang sebesar Rp17,38 per kilogram berlaku sebulan ke depan. Di periode ini indeks K yang dipakai indeks K untuk 1 bulan ke depan 92,75 persen, di mana harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp6,88 dan kernel pekan ini turun sebesar Rp178,32 dari pekan lalu,” ulasnya, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (8/10). Kata Defris, ada beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan kernel yang digunakan harga rata-rata tim, tetapi bila terkena validasi 2 digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini sebesar Rp14.675,00 dan harga kernel KPBN periode ini sebesarRp14.041,00. “Kita ketahui bersama harga TBS yang ditetapkan tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnyanya harga CPO dan kernel,” jelasnya. Kata Defris, penetapan harga TBS Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga inisesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini upaya serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini akhirnya bakal berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Harga TBS Mitra Swadaya Riau Turun Periode 8 hingga 14 Oktober 2025, Ini Penyebabnya Sawit
Sawit
Rabu, 08 Oktober 2025 | 12:12 WIB

Harga TBS Mitra Swadaya Riau Turun Periode 8 hingga 14 Oktober 2025, Ini Penyebabnya

Pekanbaru, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau turun periode 8 hingga 14 Oktober 2025. Penurunan tertinggi harga TBS tersebut terjadi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp1,26 per kilogram setara 0,03 persen dibandingkan periode sebelumnya. Menurut Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga setelah menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk pekebun mitra swadaya periode 8 hingga 14 Oktober 2025. Penetapan harga tersebut melalui rapat resmi yang dipimpin Kabid Pengolahan dan Pemasaran, Defris Hatmaja, Selasa (7/10) kemarin. Di penetapan minggu ke 36 tahun 2025 ini, harga TBS mengalami penurunan tipis. Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp1,26/Kg atau 0,03 persen dibandingkan minggu sebelumnya. "Jadi, harga pembelian TBS untuk umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.656,20 per kilogram, dan berlaku untuk sepekan ke depan," ujar Defris, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (8/10). Di periode ini, kata Defris, indeks K yang digunakan tetap sebesar 92,83 persen. Harga penjualan CPO tercatat turun sebesar Rp33,06 per kilogram menjadi Rp14.630,25 per kilogram. Sedang, harga kernel justru naik Rp108,56 per kilogram menjadi Rp14.170,00 per kilogram. Jadi, harga cangkang sawit ditetapkan Rp23,06 per kilogram, dan berlaku untuk sebulan bulan ke depan. Menurut Defris, Dinas Perkebunan (Disbun) Riau mencatat beberapa perusahaan tidak melakukan penjualan CPO dan kernel. Berdasarkan Permentan Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8, maka harga yang digunakan harga rata-rata tim. Kalau terkena validasi 2, ulas Defris, digunakan harga rata-rata KPBN. Pada periode ini, harga rata-rata CPO KPBN sebesar Rp14.675,00 per kilogram, dan harga kernel Rp14.041,00 per kilogram. “Penurunan harga TBS pekan ini lebih disebabkan turunnya harga CPO di pasar. Harga TBS Mitra Swadaya Riau periode ini turun tipis Rp1,26 per kilogram untuk kelompok umur 9 tahun ,” jelasnya. Ini Harga TBS Mitra Swadaya Provinsi Riau Periode 8 hingga 14 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.833,83 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.158,70 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.387,91 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.517,86 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.597,39 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.640,72 per kilogram. Terus umur 9 tahun Rp3.656,20 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp3.619,19 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.559,27 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.489,96 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.411,15 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.351,40 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.302,47 per kilogram.

Harga CPO dan PK Menukik Berimbas ke TBS Mitra Plasma Jambi Periode 5 Hingga 11 September 2025 Sawit
Sawit
Jumat, 05 September 2025 | 16:45 WIB

Harga CPO dan PK Menukik Berimbas ke TBS Mitra Plasma Jambi Periode 5 Hingga 11 September 2025

Jambi, katakabar.com - Lantaram harga jual minyak sawit mentah atau crude palm oil atai CPO dan inti sawit atau palm kernel atau PK menukik berdampak pada herga tandan buah segar atau TBS produksi para petani kelapa sawit mitra plasma Provinsi Jambi pada periode 5 hingga 11 September 2025. Di mana, harga pembelian TBS mitra plasma mengalam penurunan di berbagai pabrik kelapa sawit atau PKS untuk periode yang sama seperti penetapan dari pihak Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Strategis atau PPHPS Dinas Perkebunan atau Disbun Provinsi Jambi. Dari berbagai informasi yang dirangkum katakabar.com Jumat (5/9) harga TBS dari usia tanam 10-0 tahun yang kategori premium turun tipis sebanyak Rp14,49 menjadi Rp3.624,93 per kilogram. Tapi harga TBS sejauh ini tetap kuat, dan mayoritas berada di kisaran Rp3.000 per kilogram, terkecuali harga TBS dari usia tanam 3 tahun yang masih berkutat di level 2.800 per kilogram. Sedang, harga penjualan CPO tercatat turun sebanyak Rp42,04 per kilogram, harga penjualan PK melorot lumayan dalam kisaran Rp115,29, sehingga membuatnya menjauh dari upaya menembus level harga Rp13.500 per kilogram.

Biar Harga Tidak Rusak, Petani Jangan  Panen Buah Sawit Mentah! Sawit
Sawit
Kamis, 16 Januari 2025 | 22:25 WIB

Biar Harga Tidak Rusak, Petani Jangan Panen Buah Sawit Mentah!

Arga Makmur, katakab - Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Provinsi Bengkulu sempat sentuh Rp3000 per kilogram, tapi belakangan ini di tingkat pabrik terus turun. Selain dipengaruhi kondisi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil CPO) di pasar global, rupanya penurunan harga TBS disebabkan ulah sebagian petani sawit setempat. Harga TBS di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) di BU saat ini berkisar Rp2.610 hingga Rp 2.900 per kilogram. Penurunan harga terjadi setiap hari sejak pergantian tahun, besarnya mulai dari Rp20 hingga Rp50 per kilogram. Kalau dibandingkan dengan harga resmi yang ditetapkan Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, harga TBS sawit di lapangan terpaut cukup jauh. Soalnya, untuk periode Januari 2025 ini harga penetapan untuk TBS sawit produksi petani bermitra di Bengkulu mencapai Rp3.769 per kilogram.

Ondeh! Harga Sawit di 'Ranah Minang' Turun Minggu Ini Sawit
Sawit
Rabu, 28 Agustus 2024 | 17:32 WIB

Ondeh! Harga Sawit di 'Ranah Minang' Turun Minggu Ini

Padang, katakabar.com - Periode ini harga kelapa sawit di Sumatera Barat (Sumbar) turun. Dari hasil penetapan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat harga Tandan Segar Buah (TBS) kelapa sawit dibandrol Rp3.065,63 per kilogram. Bila dibandingkan dengan periode lalu, harga Minggu ini turun sebesar Rp87.39 per kilogram, sebab periode lalu masih dibandrol Rp3.152,02 per kilogram.