Tips Mengatur Pengeluaran Kebiasaan Minum Kopi Tanpa Harus Berhenti Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Tips Mengatur Pengeluaran Kebiasaan Minum Kopi Tanpa Harus Berhenti

Jakarta, katakabar.com - Bagi sebagian orang, kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Secangkir kopi dapat menemani pagi sebelum mulai bekerja, menjadi teman saat mengerjakan tugas, atau sekadar dinikmati ketika menghabiskan waktu bersama teman.

Tips Memilih Alat Berat untuk Konstruksi, Pertambangan dan Perkebunan Sawit Lifestyle
Lifestyle
Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Tips Memilih Alat Berat untuk Konstruksi, Pertambangan dan Perkebunan Sawit

Jakarta, katakabar.cam - Memilih alat berat merupakan keputusan penting karena setiap proyek mempunyai target produksi, jenis material, kondisi lapangan, dan tingkat kesulitan yang berbeda. Kesalahan dalam pemilihan alat dapat meningkatkan biaya operasional, konsumsi bahan bakar, kerusakan alat, bahkan risiko kecelakaan kerja. Sebaliknya, alat berat yang sesuai dapat mempercepat pekerjaan, menjaga performa, dan meningkatkan efisiensi kerja. Sebelum membeli alat berat atau menyewa alat, perusahaan perlu memahami jenis alat berat dan fungsinya, kapasitas alat, kondisi medan, serta dukungan layanan purna jual. Panduan berikut dapat digunakan untuk menentukan alat berat yang dibutuhkan pada sektor konstruksi, pertambangan, dan perkebunan sawit. Jenis Alat Berat dan Fungsinya Setiap jenis alat berat memiliki fungsi yang berbeda. Alat berat seperti excavator, bulldozer, loader, dump truck, motor grader, dan roller harus dipilih sesuai dengan kebutuhan proyek.

Dokumen Pinjaman Bank: Tips Siapkan Berkas Agar Pengajuan Anda Mudah Lolos Ekonomi
Ekonomi
Senin, 28 September 2026 | 18:09 WIB

Dokumen Pinjaman Bank: Tips Siapkan Berkas Agar Pengajuan Anda Mudah Lolos

Jakarta, katakabar.com - Mengajukan pinjaman membutuhkan persiapan, terutama jika prosesnya dilakukan secara digital. Selain menentukan jumlah dana yang dibutuhkan, calon debitur perlu memastikan identitas, dokumen, hingga informasi keuangan sudah siap sebelum memulai pengajuan.

Tantangan dan Tips Menabung Emas Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 24 September 2026 | 12:10 WIB

Tantangan dan Tips Menabung Emas

Jakarta, katakabar.com - Menabung emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengelola dana dan mencapai tujuan keuangan. Namun, seperti pilihan investasi lainnya, emas juga memiliki karakteristik dan risiko yang perlu dipahami sebelum mulai bertransaksi. Bagi kamu yang tertarik mencoba investasi emas online melalui neobank, memahami tantangannya sejak awal dapat membantu membuat keputusan yang lebih terencana. Dengan mengetahui cara kerja emas, memperhatikan harga, dan menyesuaikan pembelian dengan kondisi keuangan, prosesnya dapat dilakukan secara lebih bijak. Apa Saja Tantangan dalam Menabung Emas? Setiap pilihan investasi memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga dengan emas. Beberapa hal berikut perlu diperhatikan ketika ingin mulai menabung emas. 1. Harga Emas Bisa Naik dan Turun Harga emas tidak selalu bergerak naik. Nilainya dapat mengalami kenaikan maupun penurunan karena dipengaruhi berbagai kondisi pasar. Karena itu, jangan menganggap emas sebagai aset yang nilainya selalu meningkat. Sebelum membeli, pahami bahwa nilai emas dapat berfluktuasi dan hasil investasi tidak dapat dipastikan. 2. Perlu Memahami Selisih Harga Beli dan Jual Saat membeli emas, harga yang dibayarkan dapat berbeda dengan harga yang diterima ketika menjualnya. Selisih tersebut perlu diperhatikan sebelum melakukan transaksi. Jika kamu ingin menabung emas secara rutin, biasakan mengecek harga beli dan harga jual sebelum melakukan transaksi. Dengan begitu, kamu dapat memahami biaya dan kondisi transaksi yang dilakukan. 3. Menentukan Nominal yang Sesuai Menabung emas tidak harus dimulai dengan nominal besar. Namun, jumlah dana yang digunakan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Daripada menetapkan nominal yang terlalu besar dan mengganggu kebutuhan utama, kamu dapat menentukan jumlah yang realistis. Setelah itu, lakukan pembelian secara berkala jika memang sesuai dengan tujuan dan kondisi keuangan. 4. Menentukan Tujuan Keuangan Tujuan keuangan dapat membantu menentukan bagaimana kamu menggunakan dana untuk investasi. Misalnya, kamu ingin menyiapkan dana untuk kebutuhan tertentu dalam beberapa tahun mendatang. Sebelum memilih emas, pertimbangkan jangka waktu, kebutuhan likuiditas, profil risiko, serta karakteristik emas sebagai investasi. Tidak ada satu instrumen yang cocok untuk semua tujuan. Karena itu, pastikan pilihan investasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. 5. Konsisten dengan Rencana Salah satu tantangan dalam menabung emas adalah menjaga konsistensi. Ketika kondisi keuangan berubah, rencana pembelian juga mungkin perlu disesuaikan. Kamu tidak perlu memaksakan pembelian jika dana yang tersedia sedang dibutuhkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Evaluasi anggaran secara berkala dan sesuaikan nominal investasi dengan kemampuan keuangan. Tips Menabung Emas agar Lebih Terencana Setelah memahami tantangannya, kamu bisa mulai membuat strategi sederhana. 1. Tentukan Tujuan Investasi Tentukan terlebih dahulu untuk apa emas tersebut dibeli. Tujuan yang jelas dapat membantu menentukan nominal dan jangka waktu investasi. 2. Gunakan Dana yang Tidak Mengganggu Kebutuhan Utama Pastikan dana untuk investasi berasal dari uang yang memang dialokasikan untuk tujuan tersebut. Kebutuhan pokok, kewajiban pembayaran, dan dana untuk kebutuhan mendesak tetap perlu menjadi pertimbangan. 3. Pantau Harga Sebelum Bertransaksi Perhatikan harga beli dan jual emas sebelum melakukan transaksi. Jangan mengambil keputusan hanya karena melihat harga sedang naik atau turun dalam jangka pendek. 4. Pahami Biaya dan Ketentuan Sebelum melakukan transaksi, periksa biaya, mekanisme pembelian dan penjualan, penyimpanan, serta ketentuan lain yang berlaku pada layanan emas yang digunakan. Investasi Emas Online neobank melalui Fitur Emas Salah satu pilihan yang tersedia adalah Emas di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce. Emas menyediakan fitur jual-beli emas digital melalui mitra Lakuemas dan Treasury. Pembelian emas dapat dilakukan mulai dari Rp10.000 melalui aplikasi. Kamu dapat melakukan transaksi secara digital tanpa perlu menyimpan emas fisik sendiri di rumah. Sebelum melakukan transaksi, perhatikan harga beli dan harga jual, biaya yang mungkin berlaku, serta syarat dan ketentuan layanan. Pastikan juga dana yang digunakan untuk membeli emas sudah disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tujuan investasimu. Dengan memahami karakteristik emas dan membuat rencana yang realistis, tantangan dalam menabung emas dapat dikelola dengan lebih baik. Jangan lupa, pilih nominal dan frekuensi transaksi yang sesuai dengan kemampuan serta tujuan keuanganmu. Investasi emas mengandung risiko. Harga emas dapat mengalami kenaikan maupun penurunan sehingga nilai investasi tidak dijamin. Pastikan kamu membaca informasi produk dan memahami seluruh syarat serta ketentuan sebelum melakukan transaksi. Jika ingin mulai investasi emas unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Emas di website resmi Bank Neo Commerce.  PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Tips Pilih Lokasi Usaha Kecil Biar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan Ekonomi
Ekonomi
Minggu, 20 September 2026 | 10:33 WIB

Tips Pilih Lokasi Usaha Kecil Biar Lebih Mudah Menjangkau Pelanggan

Jakarta, katakabar.com - Memilih lokasi menjadi salah satu keputusan penting ketika memulai usaha kecil. Lokasi yang tepat dapat membantu pelanggan menemukan bisnis dengan lebih mudah dan membuat aktivitas operasional sehari-hari menjadi lebih praktis. Tetapi, lokasi yang strategis tidak selalu berarti harus berada di kawasan paling ramai atau memiliki biaya sewa paling tinggi. Kamu perlu melihat karakter calon pelanggan, jenis usaha, akses menuju lokasi, sampai biaya yang harus dikeluarkan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memilih lokasi usaha kecil. 1. Kenali Target Pelanggan Sebelum mencari lokasi, tentukan terlebih dahulu siapa calon pelangganmu. Misalnya, usaha makanan yang menyasar pekerja kantoran akan memiliki kebutuhan lokasi yang berbeda dengan usaha perlengkapan sekolah atau toko kebutuhan rumah tangga. Coba perhatikan kebiasaan calon pelanggan, termasuk area yang sering mereka datangi, waktu mereka beraktivitas, dan bagaimana mereka biasanya melakukan pembelian. Dengan memahami target pelanggan, kamu bisa mempersempit pilihan lokasi berdasarkan kebutuhan bisnis. 2. Perhatikan Akses dan Visibilitas Lokasi yang mudah ditemukan dapat membantu pelanggan datang ke tempat usaha. Perhatikan akses kendaraan, ketersediaan tempat parkir, kondisi jalan, serta apakah lokasi mudah terlihat dari area sekitarnya. Kalau usaha berada di dalam pusat perbelanjaan atau area pertokoan, perhatikan juga posisi toko dan arus orang yang melewati lokasi tersebut. Untuk usaha yang menerima pesanan secara online, akses untuk kurir juga perlu diperhatikan. Lokasi yang mudah dijangkau dapat membantu proses pengambilan dan pengantaran pesanan berjalan lebih praktis. 3. Cek Kompetitor di Sekitar Lokasi Adanya kompetitor di sekitar lokasi tidak selalu berarti kamu harus mencari tempat lain. Justru, keberadaan bisnis sejenis bisa menunjukkan bahwa area tersebut memiliki calon pelanggan untuk produk atau layanan yang kamu tawarkan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana bisnis kamu dapat memiliki pembeda. Kamu bisa melihat harga, produk, pelayanan, jam operasional, hingga cara kompetitor menarik pelanggan. Lakukan observasi langsung sebelum memutuskan. Jangan hanya melihat lokasi dari informasi di internet. 4. Hitung Biaya Lokasi dengan Kemampuan Usaha Lokasi yang ramai memang menarik, tetapi biaya sewanya juga perlu diperhitungkan. Hitung seluruh biaya yang berkaitan dengan lokasi, seperti sewa, listrik, air, renovasi, keamanan, dan kebutuhan operasional lainnya. Bandingkan biaya tersebut dengan perkiraan omzet dan margin usaha. Jangan sampai biaya lokasi terlalu besar sehingga mengurangi dana yang seharusnya digunakan untuk stok, pemasaran, atau kebutuhan operasional lainnya. 5. Perhatikan Metode Pembayaran yang Digunakan Pelanggan Selain lokasi fisik, pertimbangkan juga bagaimana pelanggan akan melakukan pembayaran. Saat ini, pembayaran menggunakan QRIS dapat menjadi salah satu pilihan untuk menerima transaksi secara digital. Dengan QRIS, pelanggan dapat membayar menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi pemilik usaha, menyediakan pembayaran digital dapat menjadi bagian dari upaya memberikan pilihan pembayaran yang praktis kepada pelanggan. QRIS neobank untuk Mendukung Transaksi Usaha Setelah menemukan lokasi yang sesuai, kamu juga bisa menyiapkan kebutuhan transaksi usaha. Salah satunya dengan menggunakan QRIS neobank untuk menerima pembayaran dari pelanggan. Melalui layanan QRIS, pelaku usaha dapat menerima pembayaran digital dari pelanggan yang menggunakan layanan pembayaran yang mendukung QRIS. Kalau kamu sedang mencari informasi tentang buat QRIS neobank, pastikan mengikuti proses pendaftaran dan persyaratan yang ditentukan pada layanan QRIS yang tersedia. Informasi mengenai daftar QRIS neobank, biaya, serta ketentuan transaksi perlu diperiksa sebelum mendaftarkan usaha. Melalui layanan neobank merchant di Neo Bisnis, pelaku usaha dapat menerima pembayaran menggunakan satu kode QR sesuai standar QRIS. Neo Bisnis menyediakan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha, di antaranya: - Pencatatan kas masuk dan kas keluar secara otomatis - Bunga tabungan kompetitif* - Gratis transfer antarbank hingga 90 kali per bulan - Pembuatan QRIS merchant yang praktis dan mudah - Pencairan dana hasil transaksi QRIS hingga 3 kali sehari, termasuk saat akhir pekan dan hari libur nasional untuk transaksi yang diproses sebelum pukul 14.00 WIB Fitur-fitur tersebut dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi harian dengan lebih praktis sekaligus memantau arus kas bisnis. Sebelum membuka rekening, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce.   *Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Lima Tips Membangun Hubungan dengan Calon Klien di Online Meeting Pertama Serba Serbi
Serba Serbi
Kamis, 17 September 2026 | 12:07 WIB

Lima Tips Membangun Hubungan dengan Calon Klien di Online Meeting Pertama

Jakarta, katakabar.com - First meeting atau pertemuan pertama dengan calon klien menjadi momen penting membangun hubungan bisnis. Kesan yang terbentuk pada pertemuan pertama dapat memengaruhi bagaimana calon klien melihat bisnis Anda dan mempertimbangkan kerja sama selanjutnya. Tetapi, melakukan meeting pertama dengan calon klien secara online memiliki tantangan tersendiri. Dibandingkan dengan pertemuan face-to-face, komunikasi secara online membuat Anda lebih sulit melihat bahasa tubuh, reaksi, dan nuansa percakapan secara langsung. Lantaran itu, penting bagi para sales untuk dapat melakukan pendekatan yang smooth dan tetap profesional dengan calon klien. Berikut beberapa trik yang dapat Anda lakukan untuk melakukan pendekatan dengan calon klien saat online meeting pertama: 1. Kenalkan Diri Anda, Baru Produk Anda Alih-alih langsung memperkenalkan produk atau layanan Anda, mulailah meeting online dengan perkenalan diri Anda terlebih dahulu. Anda dapat menyebutkan nama, posisi Anda di perusahaan, pengalaman karier, hingga hobi Anda. Momen ini bisa menjadi kesempatan untuk menemukan kesamaan dengan calon klien Anda. Jangan sia-siakan kesempatan tersebut dan cobalah membangun komunikasi dengan melakukan small talk.  Melalui upaya ini, Anda dapat memahami bagaimana jenis percakapan yang disukai calon klien, membangun kepercayaan, dan mencapai komunikasi bisnis yang efektif. 2. Cegahlah Terciptanya Momen Hening yang Canggung Dalam percakapan secara langsung, momen diam terkadang diperlukan untuk memberikan waktu berpikir. Namun, hal ini dapat berbeda ketika momen diam terjadi dalam percakapan secara online karena dapat menciptakan suasana yang canggung. Oleh karena itu, cobalah untuk menjadi aktif dan proaktif dalam online meeting. Jadilah peka dan perhatikan reaksi calon klien selama percakapan. Anda sesekali dapat bertanya, misalnya: “Apakah ada yang ingin Anda tanyakan dari penjelasan Saya sejauh ini?” “Adakah detail yang ingin Anda ketahui lebih lanjut?” Memastikan komunikasi berjalan secara dua arah akan mencegah terciptanya momen hening dalam percakapan Anda. 3. Berikan Respons dalam Setiap Percakapan Saat mengikuti online meeting, kita terkadang terlalu fokus mendengarkan penjelasan sehingga lupa memberikan respons. Kondisi ini dapat membuat lawan bicara bertanya-tanya apakah penjelasannya sudah dipahami dengan baik. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus menunjukkan bahwa Anda benar-benar menyimak, biasakan untuk memberikan tanggapan kecil seperti “oh ya, betul”, “setuju”, “luar biasa!”, atau “Saya mengerti”. Reaksi ini akan membuat calon klien Anda merasa benar-benar didengarkan dan dihargai. 4. Lakukan Follow-up setelah Meeting Saat selesai melakukan meeting, ucapkanlah terima kasih sekaligus follow-up melalui e-mail. Hal ini bermanfaat untuk memberikan kesan yang baik pada calon klien Anda. Dengan memberikan ringkasan detail komunikasi dan negosiasi bisnis yang dilakukan, Anda juga dapat lebih mudah melanjutkan pembahasan pada tahap berikutnya. 5. Analisis dan Pelajari Online Meeting yang Berhasil Pada tim sales, tidak jarang ada anggota yang berhasil menjalankan online meeting pertama dengan calon klien, sementara anggota lainnya masih menghadapi kesulitan. Kondisi ini merupakan hal yang wajar. Namun, bagaimana jika tim dapat mengetahui apa yang membuat sebuah online meeting berjalan dengan baik dan menjadikannya pembelajaran bersama? Untuk mengetahuinya, Anda perlu melihat kembali bagaimana percakapan dalam online meeting berlangsung. Mulai dari seberapa banyak sales berbicara, kapan terjadi momen hening, hingga topik atau kata kunci apa yang paling sering muncul. Dengan begitu, tim dapat menemukan pola dari meeting yang berhasil dan menerapkannya pada percakapan berikutnya. MiiTel Meetings dapat membantu tim melakukan analisis tersebut. Dengan fitur analisis online meeting, MiiTel Meetings dapat memberikan insight dari berbagai aspek percakapan, seperti talk ratio, silences, overlaps, kata kunci yang sering disebutkan, hingga tingkat sentimen positif dan negatif dalam percakapan antara tim sales dan calon klien. Dengan dukungan analisis tersebut, tim sales tidak hanya mengandalkan pengalaman atau asumsi, tetapi dapat mempelajari percakapan berdasarkan data dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa online meeting. MiiTel Meetings mendukung berbagai platform online meeting seperti Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams. Tertarik mengetahui lebih lanjut? Konsultasikan kebutuhan tim Anda secara gratis bersama tim MiiTel di sini.

Tips Membagi Waktu Untuk Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 16 September 2026 | 07:31 WIB

Tips Membagi Waktu Untuk Punya Pekerjaan Sampingan Berjualan

Jakarta, katakabar.com - Punya pekerjaan sampingan berjualan bisa menjadi cara untuk tambah pemasukan sekaligus mengembangkan usaha. Tetapi, menjalankan bisnis di luar pekerjaan utama membutuhkan pengaturan waktu yang baik. Ketika pesanan mulai bertambah, aktivitas seperti membalas chat pelanggan, menyiapkan barang, mengatur stok, hingga mencatat transaksi bisa ikut menyita waktu. Kalau tidak diatur, pekerjaan sampingan justru bisa mengganggu pekerjaan utama dan waktu istirahat. Supaya keduanya tetap berjalan, berikut beberapa tips membagi waktu yang bisa kamu coba. 1. Tentukan Waktu Khusus untuk Mengurus Usaha Mulai dengan menentukan waktu khusus untuk mengurus pekerjaan sampingan. Misalnya, kamu bisa menggunakan waktu setelah pulang kerja untuk membalas pesan pelanggan dan memproses pesanan. Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih panjang seperti membuat konten, mengecek stok, atau menyiapkan barang bisa dilakukan pada akhir pekan. Dengan pembagian seperti ini, kamu tidak perlu terus-menerus memikirkan pekerjaan sampingan sepanjang hari. 2. Buat Daftar Pekerjaan Berdasarkan Prioritas Ketika mengurus bisnis sendirian, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Namun, semuanya tidak harus diselesaikan dalam waktu yang sama. Buat daftar pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingannya. Misalnya: - Memproses pesanan yang masuk - Membalas pertanyaan pelanggan - Menyiapkan dan mengemas barang - Mengecek stok - Mencatat transaksi - Membuat konten promosi Pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pesanan pelanggan bisa menjadi prioritas. Sementara pekerjaan lainnya dapat dijadwalkan sesuai waktu yang tersedia. 3. Manfaatkan Waktu Luang dengan Efisien Tidak semua aktivitas bisnis membutuhkan waktu berjam-jam. Beberapa pekerjaan bisa dilakukan di sela-sela waktu yang tersedia. Misalnya, kamu bisa membalas pesan pelanggan pada waktu yang sudah ditentukan atau membuat beberapa konten sekaligus untuk digunakan selama beberapa hari. Mengelompokkan pekerjaan yang serupa juga bisa membantu menghemat waktu. Dengan begitu, kamu tidak perlu berulang kali berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. 4. Tetapkan Batas antara Pekerjaan dan Bisnis Memiliki pekerjaan sampingan bukan berarti seluruh waktu di luar kantor harus digunakan untuk berjualan. Tetapkan batas yang jelas antara pekerjaan utama, bisnis, dan waktu pribadi. Ketika jam kerja selesai, kamu bisa beralih ke bisnis sesuai jadwal yang sudah dibuat. Setelah pekerjaan sampingan selesai, beri waktu untuk beristirahat. Pembagian ini penting agar kamu tetap bisa menjalankan bisnis tanpa mengorbankan kebutuhan istirahat. 5. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha Selain membagi waktu, pisahkan juga keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Ketika pemasukan dari penjualan bercampur dengan uang pribadi, kamu akan lebih sulit mengetahui berapa omzet, pengeluaran, dan dana yang sebenarnya tersedia untuk bisnis. Menggunakan rekening usaha khusus dapat membantu transaksi bisnis menjadi lebih mudah dipantau. Pemasukan dari pelanggan dan pengeluaran untuk kebutuhan usaha bisa dicatat secara terpisah dari transaksi pribadi. 6. Evaluasi Rutinitas Secara Berkala Rutinitas bisnis bisa berubah ketika jumlah pelanggan dan pesanan bertambah. Jadwal yang awalnya terasa cukup mungkin menjadi kurang efektif ketika usaha mulai berkembang. Karena itu, luangkan waktu untuk mengevaluasi aktivitas usaha. Perhatikan pekerjaan apa yang paling banyak menyita waktu dan cari cara untuk membuat prosesnya lebih efisien. Kamu juga tidak harus mengerjakan semuanya sendiri. Ketika bisnis sudah semakin berkembang, beberapa pekerjaan bisa mulai didelegasikan atau menggunakan bantuan layanan tertentu sesuai kebutuhan. Kelola Keuangan Usaha dengan Neo Bisnis Setelah waktu untuk pekerjaan utama dan bisnis mulai tertata, jangan lupa memperhatikan pengelolaan keuangan usaha. Salah satunya dengan memiliki rekening yang digunakan khusus untuk transaksi bisnis. Buat kamu yang ingin buka rekening atas nama usaha, Neo Bisnis di aplikasi neobank dari Bank Neo Commerce dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan perbankan usaha secara digital. Melalui layanan neobank merchant di Neo Bisnis, pelaku usaha dapat menerima pembayaran menggunakan satu kode QR sesuai standar QRIS. Neo Bisnis menyediakan layanan yang dirancang untuk mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha, di antaranya: - Pencatatan kas masuk dan kas keluar secara otomatis - Bunga tabungan kompetitif* - Gratis transfer antarbank hingga 90 kali per bulan - Pembuatan QRIS merchant yang praktis dan mudah - Pencairan dana hasil transaksi QRIS hingga 3 kali sehari, termasuk saat akhir pekan dan hari libur nasional untuk transaksi yang diproses sebelum pukul 14.00 WIB Fitur-fitur tersebut dapat membantu pelaku usaha mengelola transaksi harian dengan lebih praktis sekaligus memantau arus kas bisnis. Sebelum membuka rekening, pastikan kamu memahami fitur produk, manfaat, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku. Jika ingin mulai menggunakan Neo Bisnis, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Neo Bisnis di website resmi Bank Neo Commerce.   *Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Tabungan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,75% per tahun PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Ingin Tingkatkan Closing Rate dengan Telemarketing Software, Ini Tujuh Tipsnya Teknologi
Teknologi
Minggu, 06 September 2026 | 20:13 WIB

Ingin Tingkatkan Closing Rate dengan Telemarketing Software, Ini Tujuh Tipsnya

Jakarta, katakabar.com - Keberhasilan closing telemarketing tidakhanya bergantung pada seberapa banyak panggilan yang dilakukan agen. Kualitas percakapan, kemampuan memahami kebutuhan prospek, konsistensi follow-up, hingga performa agen juga menjadi beberapa aspek yang perlu dipantau untuk memahami apa yang mendorong terjadinya penjualan. Di sinilah telemarketing software dapat membantu tim telemarketing bekerja lebih terukur. Dengan fitur seperti analisis percakapan, transkripsi otomatis, dan integrasi CRM, perusahaan dapat mengubah data panggilan menjadi insight untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan mengoptimalkan proses sales.  Berikut 7 strategi praktis yang dapat Anda terapkan untuk memaksimalkan performa telemarketing perusahaan Anda. 1. Pahami Profil Prospek Sebelum Memulai Panggilan Salah satu kesalahan terbesar dalam aktivitas telemarketing adalah melakukan pemanggilan (cold calling) tanpa persiapan data yang matang. Sebelum menghubungi calon pelanggan, agen harus memahami profil dasar, kebutuhan, dan kendala (pain points) yang mungkin dihadapi oleh prospek. Gunakan data histori interaksi yang tersimpan dalam sistem CRM untuk mempersonalisasi percakapan. Ketika agen menyampaikan penawaran yang relevan dengan kebutuhan spesifik prospek, tingkat kepercayaan (trust) akan meningkat pesat, yang pada akhirnya memperbesar peluang terjadinya closing. 2. Optimalkan Talk-to-Listen Ratio Meningkatkan Closing Rate  Banyak agen telemarketing yang terlalu berfokus untuk menjelaskan keunggulan produk tanpa memberikan ruang bagi prospek untuk berbicara. Padahal, penjualan yang sukses berawal dari pemahaman mendalam atas kebutuhan pelanggan. Agen harus mengajukan pertanyaan terbuka (open-ended questions) yang memancing prospek untuk mengutarakan kendala mereka. Dengan mendengarkan secara aktif, agen dapat menyusun solusi yang tepat dan tidak terkesan memaksakan penjualan (hard selling). 3. Analisis Percakapan Telemarketing dengan Telemarketing Software Intonasi suara, kecepatan berbicara, serta pilihan kata memiliki dampak psikologis yang sangat besar dalam komunikasi jarak jauh. Berbicara terlalu cepat dapat membuat prospek merasa terburu-buru, sementara nada suara yang monoton dapat mengurangi ketertarikan. Teknologi modern kini memungkinkan evaluasi gaya bicara secara presisi. Dengan memanfaatkan telemarketing software yang sudah menggunakan AI seperti MiiTel Phone, supervisor dan agen dapat menganalisis talk-to-listen ratio, kecepatan bicara (words per minute), hingga overlapping percakapan melalui visualisasi data intuitif. Fitur analisis suara ini membantu agen menyadari dan memperbaiki kebiasaan bicara mereka agar lebih persuasif dan penuh empati. 4. Tingkatkan Kemampuan Telemarketing dengan Objection Handling  Penolakan atau keberatan dari prospek adalah hal yang wajar dalam telemarketing. Agen yang handal harus dibekali dengan skrip dan kerangka kerja penanganan keberatan yang terstruktur. Melalui pendokumentasian percakapan yang rapi, tim manajemen dapat mengidentifikasi pola penolakan yang sering muncul dan menyusun respon terbaik. Pemanfaatan fitur transkrip otomatis dari MiiTel Phone memudahkan supervisor mendeteksi kata kunci khusus (keyword search) dalam ribuan rekaman panggilan. Hal ini memungkinkan pencarian best practices dari agen berkinerja tinggi untuk dijadikan bahan pelatihan bagi agen lainnya. 5. Integrasikan Telemarketing Software dengan CRM  Pekerjaan administratif, seperti mencatat hasil panggilan secara manual, sering kali menyita waktu produktif agen telemarketing. Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk menghubungi lebih banyak prospek justru terbuang untuk tugas repetitif. Otomasi menjadi jawaban atas ketidakefisienan ini. Dengan mengintegrasikan sistem telepon dan CRM, seluruh rekaman, transkrip teks, dan ringkasan panggilan dapat tersimpan secara otomatis. Hal ini menjaga konsistensi data, memastikan follow-up tepat waktu, dan memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan setiap prospek dalam sales funnel. 6. Berikan Pendampingan dan Evaluasi Berbasis Data Pendampingan (coaching) yang efektif membutuhkan bukti objektif, bukan sekadar asumsi. Supervisor sering kali mengalami kesulitan dalam memberikan masukan karena tidak memiliki waktu untuk mendengarkan seluruh rekaman panggilan satu per satu. Dengan dukungan sistem berbasis AI, evaluasi kinerja dapat dilakukan dalam hitungan menit. Supervisor dapat melihat dashboard performa agen, membaca transkrip teks percakapan penting, dan memberikan masukan yang spesifik pada bagian panggilan yang membutuhkan perbaikan. Pendekatan evaluasi berbasis data ini mempercepat proses onboarding agen baru dan meningkatkan kualitas komunikasi seluruh tim. 7. Lakukan Follow-Up Konsisten untuk Meningkatkan Closing Rate  Tidak semua prospek siap mengambil keputusan pada kontak pertama. Itu sebabnya, follow-up yang konsisten menjadi bagian penting dalam proses penjualan.  Prospek potensial dapat terlewat ketika follow-up tidak dilakukan secara konsisten atau tepat waktu. Tetapkan jadwal follow-up yang jelas dan manfaatkan pengingat otomatis dalam sistem operasional Anda. Ketika interaksi lanjutan dilakukan dengan pemahaman mendalam atas hasil diskusi sebelumnya, prospek akan merasa dihargai, sehingga memperbesar probabilitas keputusan pembelian. Metrik Apa yang Perlu Dianalisis dalam Telemarketing? Untuk mengevaluasi performa telemarketing secara menyeluruh, perusahaan tidak cukup hanya melihat jumlah panggilan atau closing rate. Analisis dapat mencakup metrik komunikasi seperti Talk-to-Listen Ratio, speaking speed, dan overlap, kemudian dikaitkan dengan metrik hasil seperti conversion rate dan closing rate. Dengan begitu, supervisor dapat melihat bukan hanya berapa banyak panggilan yang menghasilkan penjualan, tetapi juga bagaimana percakapan tersebut berlangsung. Meningkatkan closing rate tim telemarketing membutuhkan kombinasi antara keterampilan komunikasi agen, proses kerja yang efisien, dan ketersediaan data yang akurat. Dengan menerapkan strategi seperti riset prospek, menjaga rasio mendengarkan, evaluasi gaya bicara, serta penanganan keberatan secara terstruktur, kinerja penjualan dapat ditingkatkan secara signifikan. Implementasi teknologi seperti telemarketing software berbasis AI memegang peranan krusial sebagai enabler. Kehadiran inovasi seperti MiiTel Phone yang dapat membantu bisnis memangkas tugas administratif melalui fitur transkrip otomatis, analisis suara, dan integrasi CRM. MiiTel Phone juga membantu bisnis mengoptimalkan proses coaching, serta memberikan wawasan mendalam untuk mendorong efisiensi operasional secara berkelanjutan. Siap Meningkatkan Efisiensi dan Closing Rate Tim Telemarketing Anda? Pelajari bagaimana MiiTel Phone dapat membantu perusahaan Anda menganalisis setiap percakapan telemarketing secara otomatis dan meningkatkan produktivitas tim secara nyata. Konsultasikan kebutuhan dan tantangan tim telemarketing Anda dengan tim MiiTel di sini.