Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka Internasional
Internasional
Rabu, 29 April 2026 | 16:10 WIB

Harga Emas Tertekan, Risiko Turun ke 4.480 Masih Terbuka

Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan Selasa (28/4) kemarin diprediksi masih berada dalam tekanan, seiring belum adanya sinyal kuat yang menunjukkan kelanjutan tren kenaikan.  Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai kondisi pasar saat ini justru mengarah pada potensi pelemahan lanjutan, terutama setelah harga gagal menembus sejumlah level penting di area resistance. Dari sisi teknikal, katanya, harga emas pada timeframe harian terlihat kesulitan untuk melanjutkan kenaikan setelah tertahan di level 4.741 dan kembali gagal menembus resistance kuat di kisaran 4.832. Kegagalan ini menjadi indikasi bahwa dorongan beli mulai melemah dan pasar kehilangan momentum untuk bergerak lebih tinggi. "Di kondisi seperti ini, pergerakan harga cenderung beralih ke fase koreksi. Fase ini merupakan bagian normal dari siklus pasar, di mana harga mengalami penurunan sementara setelah sebelumnya mencatat kenaikan yang cukup signifikan. Koreksi tersebut dikenal sebagai secondary trend, yang biasanya terjadi sebelum pasar menentukan arah berikutnya," jelasnya. Dengan tekanan yang masih dominan, harga emas diperkirakan berpotensi turun menuju area support di sekitar 4.592. Level ini menjadi titik awal yang akan diuji oleh pasar dalam waktu dekat. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpeluang bergerak lebih dalam hingga ke kisaran 4.480. Tetapu, kupasnya, area support tersebut tetap menjadi level krusial. Jika harga mampu bertahan, tidak menutup kemungkinan terjadi pergerakan konsolidasi atau bahkan pantulan sementara sebelum arah selanjutnya terbentuk. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di area tersebut. "Dari sisi fundamental, tekanan terhadap emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Dalam kondisi dolar yang kuat, harga emas cenderung melemah karena menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Hal ini berdampak pada menurunnya permintaan global terhadap emas," terangnya. Selain itu, lanjutnya, kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve juga menjadi faktor utama yang menekan harga emas. Tingginya suku bunga membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga. "Kondisi ini diperkuat oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih berada di level tinggi. Ketika yield meningkat, investor cenderung memindahkan dana mereka ke aset yang memberikan keuntungan tetap, sehingga minat terhadap emas berkurang," ucapnya. Di sisi lain, imbuhnya, situasi pasar global yang relatif stabil juga ikut menekan harga emas. Dalam kondisi pasar yang cenderung positif atau risk-on, investor biasanya lebih memilih aset berisiko dengan potensi imbal hasil lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap aset safe haven seperti emas menjadi berkurang. Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance penting, tekanan penurunan diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan. Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan global yang dapat memengaruhi arah harga. Perubahan sentimen yang terjadi secara tiba-tiba, baik dari data ekonomi maupun faktor geopolitik, dapat memicu pergerakan yang cukup signifikan. Dengan kondisi pasar yang masih dinamis, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan fokus pada level-level penting sebagai acuan. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas harga emas saat ini.

Tim Was Ops Itwasda Polda Riau Cek Langsung Operasi Lilin 2025 di Tanah Jantan Riau
Riau
Senin, 29 Desember 2025 | 09:42 WIB

Tim Was Ops Itwasda Polda Riau Cek Langsung Operasi Lilin 2025 di Tanah Jantan

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Komitmen memastikan pengamanan Natal dan Tahun Baru berjalan maksimal, Tim Pengawasan Operasi (Was Ops) Itwasda Polda Riau turun langsung melakukan pengawasan Operasi Lilin Lancang Kuning (LK) 2025 di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti, berjuluk 'Tanah Jantan,' Minggu (28/11). Sejumlah titik strategis menjadi sasaran pengecekan, mulai dari Pos Pelayanan Pelabuhan Penumpang Tanjung Harapan, Pos Pengamanan Taman Cik Puan, hingga Markas Komando (Mako) Polres Kepulauan Meranti. Tim Was Ops dipimpin, Kompol Deni Afriza bersama Iptu Dodi Fejri, Aiptu Iswandi, dan Hengki Irawan. Kedatangan tim disambut Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Detis Mayer SilitongaS.H., mewakili Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi, bersama jajaran pejabat utama, personel Polres, Basarnas, serta Satpol PP Kepulauan Meranti. Sekitar pukul 11.45 WIB, Tim Was Ops tiba di Pelabuhan Tanjung Harapan dan langsung melakukan pemeriksaan kesiapan personel, kelengkapan pos, serta administrasi pendukung operasi. Pemeriksaan serupa juga dilakukan di Pos Pam Taman Cik Puan dan Mako Polres Kepulauan Meranti. “Pengawasan ini untuk memastikan seluruh personel siap, perlengkapan lengkap, dan administrasi berjalan sesuai aturan,” ujar Ketua Tim Was Ops Itwasda Polda Riau, Kompol Deni Afriza. Menurutnya, hasil pengawasan menunjukkan pelaksanaan Operasi Lilin LK-2025 di Polres Kepulauan Meranti sudah berjalan sesuai rencana. Meski begitu, ia menekankan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam pelaporan agar evaluasi ke depan semakin optimal. Kompol Deni juga menyebut, kegiatan pengawasan ini berdampak positif terhadap kedisiplinan personel dan kesiapsiagaan sarana prasarana dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2026. Tak lupa, ia mengingatkan masyarakat bahwa Polres Kepulauan Meranti menyediakan layanan Call Center 110, layanan cepat dan gratis tanpa dipungut biaya, untuk melaporkan gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian. “Dengan pengawasan ini, kami berharap pelayanan kepada masyarakat selama Natal dan Tahun Baru semakin aman, nyaman, dan kondusif,” jelasnya.

Transaksi Kripto RI Turun 24,5 Persen, Tokocrypto Dorong Likuiditas lewat Deposit BCA Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 18 Desember 2025 | 16:00 WIB

Transaksi Kripto RI Turun 24,5 Persen, Tokocrypto Dorong Likuiditas lewat Deposit BCA

Jakarta, katakabar.com - Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia mengalami perlambatan menjelang akhir tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto pada November 2025 mencapai Rp37,20 triliun, turun 24,53 persen dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar Rp49,29 triliun. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2025 (year to date/ytd), total nilai transaksi aset kripto masih tercatat signifikan, yakni mencapai Rp446,77 triliun. Di tengah dinamika pasar tersebut, Tokocrypto mencatatkan kinerja yang tetap solid. Hingga November 2025, total nilai transaksi di Tokocrypto telah mendekati Rp150 triliun, mencerminkan tingginya minat dan partisipasi pengguna meskipun pasar global tengah berada dalam fase koreksi. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menjelaskan penurunan transaksi secara umum sejalan dengan pergerakan harga Bitcoin yang diperkirakan mencatatkan bulan terburuk kedua sepanjang 2025. Pada November, harga Bitcoin terkoreksi lebih dari 17 persen akibat kombinasi arus keluar dana ETF Bitcoin, melemahnya permintaan institusional, serta meningkatnya tekanan jual dari investor jangka pendek. “Tekanan pasar global semakin besar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperluas kebijakan tarif terhadap China pada 10 Oktober 2025, yang memicu penilaian ulang risiko di pasar global. Volatilitas berlanjut hingga November dan diperparah oleh penutupan pemerintahan AS yang memecahkan rekor, sehingga memperketat likuiditas di pasar keuangan tradisional,” jelas Calvin. Selain faktor makroekonomi, kata Calvin, arus dana institusional juga menunjukkan pelemahan. Data SoSo Value mencatat ETF Bitcoin di Amerika Serikat mengalami arus keluar dana sebesar US$3,48 miliar sepanjang November, menjadi arus keluar bulanan terbesar kedua sejak produk tersebut diluncurkan pada 2024. Kondisi ini turut memengaruhi sentimen investor domestik, yang cenderung mengambil posisi wait and see menjelang musim liburan akhir tahun dan perayaan Natal. Menurut Calvin, koreksi pasar merupakan bagian dari siklus industri kripto yang perlu disikapi secara bijak. “Kami melihat pasar kripto global memang sedang berada dalam fase koreksi yang berdampak pada psikologi investor, termasuk di Indonesia yang cenderung bersikap wait and see menjelang akhir tahun. Namun, minat terhadap aset kripto tetap kuat,” jelasnya. Akselerasi Volume Transaksi Kripto Menanggapi kondisi tersebut, Tokocrypto mengambil langkah strategis untuk mendorong kembali aktivitas transaksi kripto di Indonesia dengan menghadirkan kanal deposit baru melalui Bank Central Asia (BCA). Menjawab tingginya permintaan pengguna, Tokocrypto kini resmi membuka fitur deposit melalui Virtual Account BCA. Dengan metode ini, proses deposit Rupiah menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman tanpa biaya tambahan, sehingga pengguna dapat memilih metode transaksi yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Calvin menambahkan, peluncuran fitur deposit BCA menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kemudahan akses bagi pengguna. “Peluncuran fitur deposit melalui Virtual Account BCA merupakan jawaban atas permintaan banyak pengguna agar proses top up Rupiah bisa lebih cepat dan praktis tanpa biaya tambahan. Kami percaya kemudahan akses menjadi kunci untuk menjaga likuiditas dan mendorong aktivitas transaksi, terutama di periode akhir tahun ketika volume perdagangan biasanya melambat,” ucapnya. Lebih lanjut, Calvin menilai periode akhir tahun tetap menyimpan peluang menarik di pasar kripto, meski volatilitas masih menjadi karakter utama. Secara historis, Bitcoin kerap menunjukkan pola musiman yang dikenal sebagai “Santa Claus rally”, yakni kecenderungan penguatan harga pada pekan menjelang Natal hingga periode setelah Natal. Kurun satu dekade terakhir, Bitcoin tercatat mengalami reli tujuh kali pada periode pra-Natal dan lima kali pada periode pasca-Natal, dengan rentang penguatan pra-Natal sekitar 0,20%–13,19% dan pasca-Natal 0,33%–10,86%. Tetapi, Calvin menekankan pola musiman tersebut tidak selalu terjadi setiap tahun, seperti pada 2017, Bitcoin justru terkoreksi tajam, sehingga strategi dan manajemen risiko tetap krusial. “Di tengah fase koreksi global, data historis menunjukkan akhir tahun sering menjadi periode yang dinamis. Momentum musiman seperti Santa Claus rally kerap memunculkan peluang, tetapi tetap harus disikapi dengan disiplin dan manajemen risiko yang baik. Untuk itu, kami menyiapkan ekosistem yang makin memudahkan pengguna untuk merespons pergerakan pasar secara cepat dan efisien,” imbuh Calvin. Ke depan, ulasnya, kami tetap optimistis terhadap prospek pasar kripto. Tokocrypto akan terus menghadirkan inovasi layanan, memperluas opsi pembayaran, serta memperkuat edukasi agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan peluang pasar secara optimal, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko.

Turun ke Lokasi Karhutla, Kapolres Kampar Imbau Warga Stop Bakar Lahan Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 12 November 2025 | 10:08 WIB

Turun ke Lokasi Karhutla, Kapolres Kampar Imbau Warga Stop Bakar Lahan

AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan kepedulian akan bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ia meminta seluruh masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. “Jangan ada lagi aktivitas yang bisa memicu kebakaran, sekecil apa pun. Membakar untuk membersihkan lahan hanya akan menimbulkan dampak negatif bagi kita semua,” jelas Kapolres dengan nada tegas, Rabu (12/11). Imbauan itu disampaikannya bukan tanpa alasan. Beberapa hari terakhir, kebakaran kembali melanda wilayah Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Lahan yang terbakar mayoritas merupakan gambut jenis lahan yang mudah menyala dan sulit dipadamkan. Tak tinggal diam, AKBP Bobby bersama jajarannya turun langsung ke lokasi kebakaran. Dengan sepatu terendam lumpur dan wajah diselimuti asap, Kapolres ikut memimpin proses pemadaman sekaligus pendinginan area yang telah terbakar. “Lahan gambut ini sangat rawan. Setelah api padam pun, bara bisa muncul lagi dari bawah permukaan. Karena itu, pendinginan menjadi langkah penting,” jelasnya di sela kegiatan. Kapolres menambahkan, Polres Kampar bersama tim gabungan dari TNI, BPBD, dan Manggala Agni terus bersiaga untuk mencegah api meluas. Ia menegaskan, setiap pelaku pembakaran akan diproses hukum tanpa kompromi. “Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang sengaja membakar lahan. Kami akan tindak sesuai aturan,” tegas AKBP Bobby. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan atau tanda-tanda kebakaran di sekitar tempat tinggal mereka.

TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Dibeli Rp3.653,60 per Kg Lantaran Harga Turun Sepekan Kedepan Sawit
Sawit
Selasa, 28 Oktober 2025 | 21:30 WIB

TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Dibeli Rp3.653,60 per Kg Lantaran Harga Turun Sepekan Kedepan

Pekanbaru, katakabar.com - Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma di Riau dibeli Rp3.653, 60 per kilogram lantaran harga turun sepekan ke depan, mulai 29 Oktober hingga 4 November 2025. Itu diketahui dari hasil rapat Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim telah menetapkan harga TBS kelapa sawit mitra plasma, Selasa (28/10). Penetapan harga kelapa sawit periode 29 Oktober hingga 4 November 2025 telah menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati tim. Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja menjelaskan, penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp24,24 per kilogram setara 0,66 persen dari harga sepekan lalu. Jadi, harga pembelian TBS kelapa sawit petani periode sepekan ke depan turun menjadi Rp3.653,60 per kilogram, dan berlaku untuk periode sepekan ke depan. “Untuk harga cangkang berlaku selama sebulan ke depan sebesar Rp18,30 per kilogram. Indeks K yang dipakai indeks K untuk sebulan ke depan yakni 93,09 persen, harga penjualan Crude Palm Oil (CPO) pekan ini turun sebesar Rp61,15, dan kernel pekan ini turun sebesar Rp244,24 dari sepekan lalu,” tuturnya. Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, kata Defris, berdasarkan Permentan Nomor 01 tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan kernel yang digunakan harga rata-rata tim. Bila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp14.780,80 dan harga kernel KPBN periode ini sebesarRp13.125,00. Diketahui bersama harga TBS kelapa sawit yang ditetapkan tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga pekan ini disebabkan turunnya harga CPO dan kernel,” jelasnya. Penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak bermitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini upaya serius dari seluruh stakeholder didukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Komitmen bersama ini bakal berimbas peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” terangnya. Ini Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Riau Nomor 39 Periode 29 Oktober hingga 4 November 2O25, yakni umur 3 tahun Rp2.817,56 per kilogram, umur 4 tahun, Rp3.192,66 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.383,27 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.530,42 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.606,61 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.649,20 per kilogram.

Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Dibanderol Rp3.626,91 Per Kg Sepekan Kedepan di Riau Sawit
Sawit
Selasa, 28 Oktober 2025 | 21:07 WIB

Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Dibanderol Rp3.626,91 Per Kg Sepekan Kedepan di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya dibanderol Rp3.626, 91 per kilogram sepekan ke depan, mulai 29 hingga 4 November 2025 di Riau. Bila dibandingkan sepekan sebelumnya, harga TBS kelapa sawit mitra swadaya tersebut turun tipis. Ini sesuai hasil hasil penetapan harga oleh Dinsa Perkebunan (Disbun) bersaman tim, Selasa (28/10). Defris Hatmaja Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja, menuturkan untuk penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp0,73 per kilogram setara 0,02 persen dari harga sepekan sebelumnya. "Untuk harga pembelian TBS kelapa sawit petani untuk periode sepekan ke depan turun menjadi Rp3.626,91 per kilogram, dan berlaku untuk periode sepekan ke depan, dengan harga cangkang berlaku selama sebulan kedepan sebesar Rp26,10 per kilogram," ulasnya, dilansir dari laman Media Center Riau, Selasa malam. Menurut Defri, penyebab penurunan harga TBS kelapa sawit ini lantaran harga penjualan Crude Palm Oil (CPO) pekan ini naik sebesar Rp122,51 per kilogram dari pekan lalu. Sementara, harga penjualan kernel pekan ini turun sebesar Rp511,00 per kilogram dari pekan sebelumnya. "Ada beberapa PKS tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan Nomor 01 tahun 2018 Pasal 8 maka harga CPO dan Kernel yang digunakan harga rata-rata tim, dan bila harga CPO dan Kernel terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. Di mana harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini sebesar Rp14.780,80 per kilogram, dan harga Kernel KPBN sebesar Rp13.125,00 per kilogram," rincinya. Ini Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Provinsi Riau Nomor 39 Periode 29 Oktober hingga 4 November 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.808,30 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.132,16 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.361,56 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.491,11 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.569,74 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.612,96 per kilogram. Terus, umur 9 tahun Rp3.626,91 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp3.589,11 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.528,65 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.459,03 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.379,87 per kilogram, umur 24 tahun, Rp3.319,91 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.270,73 per kilogram.

Turun Rp70,86 per Kg, Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Dibanderol Rp3.627 per Kg di Riau Sawit
Sawit
Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:30 WIB

Turun Rp70,86 per Kg, Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Dibanderol Rp3.627 per Kg di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit swadaya turun Rp70,86 per kilogram, sehingga harga 'emas hijau' nama lain dari kelapa sawit swadaya dibanderol Rp3.627 per kilogram sepekan ke depan ini. Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau yang merilis harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Riau periode 22 hingga 28 Oktober 2025 nanti. Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Dr Defris Hatmaja, menyampaikan penurunan harga tertinggi di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp70,86 per kilogram setara 1,92 persen dari harga sepekan sebelumnya. "Jadi harga pembelian TBS petani turun menjadi Rp3.627,64 per kilogram dengan harga cangkang sebesar Rp26,10 per kilogram," ujar Dr Defris Hatmaja, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (22/10). Di periode ini, ucap Defris, indeks K yang dipakai adalah indeks K untuk 1 bulan kedepan yaitu 92,62 persen, harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp331,51 per kilogram dari minggu lalu dan harga penjualan kernel minggu ini naik sebesar Rp10,88 per kilogram dari pekan lalu. Menurut Defris, ada beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan Kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila harga cpo atau kernel terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. "Harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini yaitu sebesar Rp14.582,67/Kg dan harga Kernel KPBN sebesar Rp13.305,00 per kilogram," jelasnya. Penurunan harga periode ini disebabkan faktor turunnya harga cpo. Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. "Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," imbuhnya. Ini Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya Prov Riau Nomor 38 Periode 22 hingga 28 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.811,35 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.133,96 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.361,85 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.490,90 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.569,67 per kilogram.

Disperkimtan LH Kepulauan Meranti dan PT ITA Lihat Pipa Minyak Bocor di Bagan Melibur Riau
Riau
Senin, 13 Oktober 2025 | 23:00 WIB

Disperkimtan LH Kepulauan Meranti dan PT ITA Lihat Pipa Minyak Bocor di Bagan Melibur

Kepulauan Meranti, katakabsar.com - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (Perkimtan LH) Kabupaten Kepulauan Meranti dan manajemen PT Imbang Tata Alam (ITA) melakukan peninjauan ke lokasi pipa minyak bocor di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Minggu (12/9) kemarin. Kegiatan ini bertujuan memastikan penanganan kebocoran sesuai prosedur, dan mencegah timbulnya dampak lanjutan kepada lingkungan, dan masyarakat sekitar. Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Perkimtan LH, Dewi Atmidilla, S.T., M.M., yang pimpin tim dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), didampingi Cameron Bernat, S.T., Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan, dan Mira Milyani, M.L.L., Analis Lingkungan Hidup. Sedang, dari pihak perusahaan hadir Hadi Purnawan, Deputy Area Manager, M. Nurzein, Field SHE Officer, serta Soerprijanto, Production Superintendent. Hadir pula kepala desa Bagan Melibur, Kapolsek Merbau, dan Bhabinkantibmas Merbau. Cuaca cerah iringi kegiatan saat tim tiba di lokasi. Sejumlah pekerja perusahaan tampak melakukan pembersihan manual di area tumpahan minyak. Petugas DLH melakukan observasi visual, mendokumentasikan kondisi tanah, serta mencatat koordinat titik kebocoran. Menurut Dewi Atmidilla, hasil peninjauan menunjukkan perusahaan telah melakukan penanganan sesuai prosedur. “Langkah tanggap darurat telah dijalankan dengan baik. Penanganan dilakukan secara hati-hati dan melibatkan masyarakat sekitar agar dampaknya tidak meluas,” ujarnya. Ia menambahkan, tanah yang terkontaminasi telah dikumpulkan dan disimpan di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Limbah B3 milik perusahaan. Selain itu, perusahaan telah melaksanakan pemeriksaan gas di sekitar pipa bocor secara berkala selama tujuh hari ke depan, serta berkoordinasi dengan SKK Migas untuk pelaporan dan tindak lanjut. DLH Kepulauan Meranti memberikan sejumlah rekomendasi tambahan, di antaranya agar PT Imbang Tata Alam melakukan uji air dan uji tanah pada minimal tiga titik lokasi tumpahan minyak, baik di hulu maupun di hilir area terdampak, serta pengujian sampel air pada dua sumur warga di sekitar lokasi kejadian. “Kami ingin memastikan tidak ada potensi pencemaran sekunder terhadap tanah dan air. Seluruh hasil uji laboratorium wajib dilaporkan kepada DLH sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab lingkungan,” tegas Dewi. Deputy Area Manager PT Imbang Tata Alam, Hadi Purnawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bagan Melibur dan masyarakat atas kepedulian, serta kerja sama dalam penanganan kejadian tersebut. “Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dan pemerintah desa yang membantu kami menanggulangi situasi di lapangan,” ucapnya. Hadi menegaskan, perusahaan berkomitmen menjaga keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya. Sebagai bentuk tanggung jawab, PT ITA akan segera melakukan pengujian kualitas air dan tanah melalui laboratorium terakreditasi untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman bagi masyarakat. “Atas nama manajemen, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat. Saat ini kami tengah melakukan penggantian jaringan pipa lama dengan yang baru, dan diharapkan rampung tahun ini agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya. PT ITA berencana melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah penanganan dan pencegahan dini terhadap potensi kebocoran. Kata Hadi, hal tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terbuka, tanggap, dan hadir bersama masyarakat dalam menjaga keamanan serta keharmonisan lingkungan sekitar wilayah kerja. Kepala Desa Bagan Melibur, Isnadi Esman, S.Pd, turut mengapresiasi sinergi lintas pihak antara pemerintah desa, Polsek Merbau, Puskesmas Teluk Belitung, masyarakat, dan PT Imbang Tata Alam. “Kerja sama ini menunjukkan kepedulian bersama dalam memastikan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat sebagai prioritas utama,” tuturnya. Isnadi berharap, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan dapat menjadi contoh dalam memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penanganan lingkungan di masa mendatang. “Kami mengucapkan terima kasih atas koordinasi dan kebersamaan semua pihak. Semoga sinergi ini menjadi pembelajaran berharga untuk penanganan yang lebih baik di masa depan,” terangnya. Peninjauan diakhiri dengan evaluasi bersama antara tim DLH dan manajemen PT Imbang Tata Alam. Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pemantauan berkala hingga seluruh area terdampak dinyatakan aman dan stabil. Pemeriksaan Medis Dari sisi kemanusiaan, penanganan terhadap masyarakat dilakukan secara intensif oleh tim medis perusahaan bersama UPT Puskesmas Teluk Belitung. Pemeriksaan dilakukan dari rumah ke rumah terhadap 18 warga, mencakup bayi, anak-anak, remaja, hingga lansia. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh warga dalam kondisi baik tanpa indikasi gangguan kesehatan. Perusahaan juga menyalurkan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian, PT ITA memberikan bantuan sagu hati berupa paket sembako kepada warga yang tinggal paling dekat dengan area terdampak. Sementara, dukungan dari Polsek Merbau turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penanganan berlangsung, sehingga seluruh kegiatan berjalan tertib, kondusif, dan penuh kekeluargaan.

Harga Sawit Jambi Turun Rp11,00 per Kg Pekan Kedua Oktober 2025 Dibeli Rp3.648,47 per Kg Sawit
Sawit
Kamis, 09 Oktober 2025 | 19:40 WIB

Harga Sawit Jambi Turun Rp11,00 per Kg Pekan Kedua Oktober 2025 Dibeli Rp3.648,47 per Kg

Jambi, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi turun Rp11,00 per kilogram di pekan kedua Oktober 2025, saat ini dibeli Rp3.648,47 per kilogram. Kalau berkaca periode sebelumnya, harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi turun Rp11,00 per kilogram. Hal ini lantaran melemahnya harga CPO yang pekan ini dibeli Rp14.379,01 per kilogram. Tetapi meski melorot, harga yang berlaku untuk hasil kebun kelapa sawit plasma lebih tinggi ketimbang harga sawit swadaya. Saat ini rata- rata hasil kebun petani mandiri itu hanya dibeli Rp2.700 hingga 3.200 per kilogram. "Untuk harga tengkulak atau harga peron bervariasi. Tergantung dari daerah di mana kebun dibudidayakan. Harganya Rp2.700 hingga 3.200 per kilogram," ujar Dermawan Harry Oetomo, petani sekaligus pengurus DPP Apkasindo, dilansir dari laman EMG, Kamis (9/10). Ini rincian hasil penetapan harga kelapa sawit di Provinsi Jambi, yakni umur 3 tahun Rp2.834,18 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.040,38 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.179,16 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.311,14 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.394,52 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.467,97 per kilogram. Lalu, umur 9 tahun Rp3.535,45 per kilogram, umur 10-20 tahum Rp3.648,47 per kilogram, umur 21-24 tahun Rp3.541,50 per kilogram, umur 25 tahun Rp3.384,17 per kilogram.

Harga TBS Mitra Swadaya Riau Turun Periode 8 hingga 14 Oktober 2025, Ini Penyebabnya Sawit
Sawit
Rabu, 08 Oktober 2025 | 12:12 WIB

Harga TBS Mitra Swadaya Riau Turun Periode 8 hingga 14 Oktober 2025, Ini Penyebabnya

Pekanbaru, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau turun periode 8 hingga 14 Oktober 2025. Penurunan tertinggi harga TBS tersebut terjadi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp1,26 per kilogram setara 0,03 persen dibandingkan periode sebelumnya. Menurut Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga setelah menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk pekebun mitra swadaya periode 8 hingga 14 Oktober 2025. Penetapan harga tersebut melalui rapat resmi yang dipimpin Kabid Pengolahan dan Pemasaran, Defris Hatmaja, Selasa (7/10) kemarin. Di penetapan minggu ke 36 tahun 2025 ini, harga TBS mengalami penurunan tipis. Penurunan tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp1,26/Kg atau 0,03 persen dibandingkan minggu sebelumnya. "Jadi, harga pembelian TBS untuk umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.656,20 per kilogram, dan berlaku untuk sepekan ke depan," ujar Defris, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (8/10). Di periode ini, kata Defris, indeks K yang digunakan tetap sebesar 92,83 persen. Harga penjualan CPO tercatat turun sebesar Rp33,06 per kilogram menjadi Rp14.630,25 per kilogram. Sedang, harga kernel justru naik Rp108,56 per kilogram menjadi Rp14.170,00 per kilogram. Jadi, harga cangkang sawit ditetapkan Rp23,06 per kilogram, dan berlaku untuk sebulan bulan ke depan. Menurut Defris, Dinas Perkebunan (Disbun) Riau mencatat beberapa perusahaan tidak melakukan penjualan CPO dan kernel. Berdasarkan Permentan Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8, maka harga yang digunakan harga rata-rata tim. Kalau terkena validasi 2, ulas Defris, digunakan harga rata-rata KPBN. Pada periode ini, harga rata-rata CPO KPBN sebesar Rp14.675,00 per kilogram, dan harga kernel Rp14.041,00 per kilogram. “Penurunan harga TBS pekan ini lebih disebabkan turunnya harga CPO di pasar. Harga TBS Mitra Swadaya Riau periode ini turun tipis Rp1,26 per kilogram untuk kelompok umur 9 tahun ,” jelasnya. Ini Harga TBS Mitra Swadaya Provinsi Riau Periode 8 hingga 14 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.833,83 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.158,70 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.387,91 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.517,86 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.597,39 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.640,72 per kilogram. Terus umur 9 tahun Rp3.656,20 per kilogram, umur 10 hingga 20 tahun Rp3.619,19 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.559,27 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.489,96 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.411,15 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.351,40 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.302,47 per kilogram.