Morgan Stanley Turunkan Rating Tesla: Dampak pada Saham, AI dan Masa Depan EV Internasional
Internasional
Kamis, 11 Desember 2025 | 11:30 WIB

Morgan Stanley Turunkan Rating Tesla: Dampak pada Saham, AI dan Masa Depan EV

Jakarta, katakabar.com - Saham Tesla anjlok setelah Morgan Stanley menurunkan rating menjadi Equal-weight. Analisis lengkap soal valuasi premium, prospek FSD, robotaxi, Optimus, dan risiko perlambatan adopsi EV. Insight mendalam untuk investor jangka panjang. Penurunan rating Tesla oleh Morgan Stanley kembali mengguncang pasar pada awal pekan ini. Di saat sebagian investor masih larut dalam optimisme terhadap masa depan embodied AI Tesla mulai dari Full Self-Driving (FSD), robotaxi, hingga humanoid robot Optimusnanalis baru Morgan Stanley, Andrew Percoco, justru mengambil langkah berbeda dengan menurunkan rating Tesla dari Overweight menjadi Equal-weight. Ironisnya, meskipun rating diturunkan, harga target Tesla justru dinaikkan dari $410 menjadi $425. Kenaikan yang tampak kontradiktif ini mencerminkan analisis sum-of-the-parts yang memberi tambahan sekitar $60 per saham berkat bisnis robot humanoid yang dianggap mulai menunjukkan nilai ekonomi riil. Tetapi pasar tidak menyambut hangat pandangan ini. Saham Tesla (TSLA) langsung terkoreksi lebih dari 3%, sinyal bahwa pelaku pasar mungkin mulai mempertanyakan apakah valuasi Tesla benar-benar masih sepadan dengan ekspektasi luar biasa yang disematkan pada ambisi AI-nya. Percoco menegaskan valuasi Tesla saat ini telah mengandung “ekspektasi tinggi” terhadap AI dan otomatisasi, terutama FSD dan robotaxi. Dengan demikian, pasar seolah-olah sudah membayar “di muka” untuk inovasi yang masih membutuhkan waktu untuk benar-benar menghasilkan pendapatan signifikan. Di sisi lain, prospek bisnis inti Tesla produksi kendaraan listrik justru dipangkas. Morgan Stanley memangkas: Volume 2026 hingga -10,5%, dan Proyeksi kumulatif pengiriman hingga 2040 sebesar -18,5%, karena adopsi EV di AS diperkirakan melambat dan kompetisi global makin sengit. Di pasar luar negeri, Tesla menghadapi tekanan dari BYD, Li Auto, hingga pabrikan Eropa yang agresif menurunkan harga. Dengan perlambatan ini, pasar harus bertanya: apakah bisnis non-otomotif Tesla cukup cepat tumbuh untuk menutup perlambatan di unit EV? Meski lebih hati-hati dari pendahulunya Adam Jonas, Percoco tetap mengakui bahwa Tesla memiliki keunggulan mutlak dalam teknologi otonom setidaknya dalam personal autonomous driving. Ia menyebut FSD sebagai “mahkota permata bisnis otomotif Tesla”. Morgan Stanley memproyeksikan: 11 peluncuran layanan robotaxi di 2025, 33 peluncuran pada 2026, termasuk Austin, Bay Area, Nevada, dan Arizona. Tetapi di balik proyeksi tersebut, ada dua risiko besar: Sistem vision only Tesla mungkin menghadapi hambatan regulasi, karena pesaing seperti Waymo menggunakan pendekatan kamera + sensor. Kondisi cuaca buruk seperti salju berpotensi menghalangi kamera dan menghambat skalabilitas. Selain robotaxi, unit yang menarik perhatian analis adalah Optimus, robot humanoid yang diproyeksikan menjadi pendorong valuasi baru Tesla untuk jangka panjang. Meski belum ada jadwal produksi massal yang jelas, potensi ekonominya dianggap besar. Morgan Stanley tetap memberi rentang target harga yang sangat lebar: - Bull case: $860 - Bear case: $145 Rentang ini menunjukkan betapa tingginya ketidakpastian masa depan Tesla perusahaan yang kini lebih mirip perusahaan AI daripada produsen mobil biasa. Percoco menilai bahwa bagi investor jangka panjang, Tesla saat ini menawarkan “risk-reward yang menarik”, dengan catatan: Tesla mampu melewati siklus pelemahan permintaan EV, FSD dan robotaxi bisa diluncurkan secara lebih luas, Optimus dapat diproduksi dan dikomersialisasi secara efektif. Dengan kata lain, masa depan Tesla kini lebih banyak ditentukan oleh kecanggihan AI dan kemampuan eksekusi, bukan sekadar jumlah mobil yang keluar dari pabrik. Penurunan rating dari Morgan Stanley menandai momen penting: pasar mulai menyadari adanya jurang yang semakin lebar antara inovasi yang dijanjikan Tesla dan kecepatan realisasi di lapangan. Seperti biasa, Tesla tetap menjadi salah satu saham paling dinamis, emosional, dan sarat narasi di Wall Street. Apakah Tesla berhasil “menyalakan mesin masa depan” melalui FSD, robotaxi, dan Optimus? Atau justru tersandung oleh perlambatan pasar EV dan tantangan regulasi? Investor kini harus memutuskan sendiri sisi mana dari narasi Tesla yang lebih meyakinkan.

The Fed Turunkan Suku Bunga, BRIDS: Momentum Positif untuk Pasar Modal Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 04 November 2025 | 12:37 WIB

The Fed Turunkan Suku Bunga, BRIDS: Momentum Positif untuk Pasar Modal Indonesia

Jakarta, katakabar.com - The Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen - 4,00 persen, menandai penurunan kedua berturut-turut di tengah perbedaan pandangan internal FOMC terkait inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Menurut Chief Economist BRIDS, Helmy Kristanto, langkah ini menjadi sinyal bahwa era pengetatan moneter global mulai berakhir, membuka peluang peningkatan likuiditas global dan memberi ruang bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi tanpa tekanan suku bunga tinggi. Chief Economist BRIDS, Helmy Kristanto, menilai langkah The Fed ini menjadi sinyal penting bahwa fase pengetatan moneter global mulai berakhir. “Pemangkasan suku bunga The Fed menunjukkan arah kebijakan yang lebih seimbang. Likuiditas global berpotensi membaik, memberi ruang bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk menjaga stabilitas tanpa tekanan suku bunga tinggi,” ujar Helmy. Lebih lanjut, BRIDS melihat kebijakan The Fed menghentikan pengurangan neraca (balance sheet runoff) per 1 Desember 2025 akan memperkuat sinyal pelonggaran likuiditas global. Hal ini dapat mempercepat arus masuk modal ke pasar berkembang, termasuk Indonesia, yang memiliki imbal hasil aset dan prospek pertumbuhan ekonomi yang menarik. “Sentimen pasar mulai berbalik positif seiring turunnya suku bunga global. Dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan ruang kebijakan yang masih luas, Indonesia memiliki daya tahan yang kuat dibandingkan negara lain di kawasan. Kondisi ini membuat pasar Indonesia berpotensi tetap menarik bagi investor, bahkan di tengah ketidakpastian global,” ucap Helmy. Dengan suku bunga global yang mulai turun, minat investor asing terhadap pasar Indonesia kembali meningkat, terlihat dari arus masuk dana asing ke saham dan obligasi dalam beberapa hari terakhir. Data BRIDS mencatat net buy asing sebesar Rp545 miliar pada sesi pertama perdagangan 30 Oktober 2025, menandakan kepercayaan investor terhadap prospek pasar domestik mulai pulih. Dari sisi teknikal, Customer Engagement & Market Analyst Department Head BRIDS Chory, Agung Ramdhani, mengungkapkan IHSG masih berada dalam tren kenaikan (bullish) yang solid, dengan pergerakan harga di atas rata-rata jangka pendek dan menengah. Indeks telah mencapai level 8.180, mendekati resistance di 8.320, sementara support krusial berada di area 7.989. BRIDS menilai, penurunan suku bunga The Fed akan menjadi katalis fundamental yang kuat dan berpotensi mendorong IHSG menembus level resistance 8.320, selama area support tetap terjaga. BRIDS melihat kondisi global yang lebih longgar akan menjadi dorongan tambahan bagi pasar keuangan Indonesia menjelang akhir tahun. Dengan likuiditas dunia yang mulai membaik dan aliran dana asing yang kembali masuk, pasar saham domestik berpeluang melanjutkan tren kenaikannya. Situasi ini juga bisa memperkuat sentimen window dressing, ketika investor cenderung meningkatkan aktivitas beli di akhir tahun.

Tak Sejalan dengan Powell, Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga AS Internasional
Internasional
Senin, 24 Maret 2025 | 20:33 WIB

Tak Sejalan dengan Powell, Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga AS

Jakarta, katakabar.com - Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memberikan analisis pada Rabu yang mengaitkan kebijakan perdagangan pemerintahan Trump, khususnya pemberlakuan tarif impor yang luas, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan inflasi yang meningkat. Powell menjelaskan, tarif tersebut telah memberikan dampak signifikan pada ekonomi AS, berkontribusi pada situasi ketidakpastian yang lebih besar. Ia mencatat, prospek ekonomi semakin kabur karena "gejolak" kebijakan yang berlangsung, dengan proyeksi inflasi yang naik lebih cepat dari yang diperkirakan, sebagian disebabkan oleh tambahan bea impor. menurut Federal Reserve, untuk menstabilkan ekonomi, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan semalam pada kisaran 4,25 persen hingga 4,50 persen, meskipun tantangan ekonomi yang terus berlanjut. Powell menekankan sikap hati-hati Fed mengingat tingkat ketidakpastian yang tidak biasa mengenai arah ekonomi negara ini. Tapi, Presiden AS, Donald Trump tidak sependapat dengan penilaian Powell. Dalam sebuah postingan di platform Truth Social miliknya, Trump mengkritik keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga, dengan menyatakan, bank sentral akan lebih baik jika memangkas suku bunga. Ia menunjuk pada pelonggaran tarif AS secara bertahap dan mendesak Fed untuk "melakukan hal yang benar" dengan menurunkan suku bunga. Ketidaksetujuan Trump dengan Powell mencerminkan ketegangan yang lebih luas antara Gedung Putih dan Federal Reserve, dengan presiden secara konsisten mendukung pemangkasan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan ekonomi, terutama mengingat kebijakan perdagangan agresif pemerintahannya. Seruan Trump untuk pemotongan suku bunga menunjukkan keyakinannya tarif tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan tekanan inflasi yang bisa diatasi melalui kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

Kebun Kelapa Sawit Luas di Kalimantan Timur Berkontribusi Turunkan Emisi GRK Sawit
Sawit
Senin, 09 September 2024 | 16:36 WIB

Kebun Kelapa Sawit Luas di Kalimantan Timur Berkontribusi Turunkan Emisi GRK

Samarinda, katakabar.com - Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal menyatakan, areal perkebunan kelapa sawit terbentang luas 1.345.364 hektar tersebar di provinsi ini punya kontribusi besar menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) atau pemanasan global. Di Provinsi Kalimantan Timur, ujar Ence, terdapat ratusan perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP) seluas 2.317.795 hektar dari total 342 IUP, sedang hak guna usaha (HGU) seluas 1.263.745 hektar dari 240 HGU.

Turunkan Stunting, TPPS Kepulauan Meranti Evaluasi Tahap Akhir P2K Lainnya
Lainnya
Jumat, 19 Januari 2024 | 16:49 WIB

Turunkan Stunting, TPPS Kepulauan Meranti Evaluasi Tahap Akhir P2K

Meranti, katakabar.com - Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kepulauan Meranti bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melalui kemitraan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta gelar evaluasi tahap akhir Pendampingan Program Kemitraan (P2K), Ruang Rapat Bappedalitbang Kepulauan Meranti, Kamis kemarin. Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar membuka pertemuan evaluasi tahap akhir program kemitraan pendampingan teknis dan advokasi percepatan penurunan stunting. Plt Bupati Kepulauan Meranti, sekaligus Ketua TPPS Kepulauan Meranti sampaikan apresiasi kepada PT RAPP, Tanoto Foundation, dan Yayasan Cipta atas dukungan program pendampingan yang dilakukan selama ini. "Sejak dilaksanakan kesepakatan bersama dan kolaborasi percepatan penurunan stunting, banyak hal-hal positif yang kami terima dari program pendampingan yang diberikan," ujar Asmar. Diceritakan Asmar, pada Oktober 2023 lalu, Ia telah berkunjung ke Kantor Tanoto Foundation di Jakarta. Selain bersilaturahmi, kunjungan bertujuan untuk menjajaki peluang-peluang yang bisa disinergikan. "Soal itu, kita mengundang pihak Tanoto Foundation Jakarta ke Kabupaten Kepulauan Meranti. Kita berharap ada kontribusi yang lebih untuk Kabupaten Kepulauan Meranti," jelasnya. Sebelumnya, Koordinator Program Kesehatan PT RAPP, Purwo Widi Astanto mengatakan, pihaknya sudah 16 bulan melakukan pendampingan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Di mana saat ini, sudah memasuki fase akhir di Maret 2024 mendatang. "Program salah satu bentuk nyata komitmen pencapaian visi April 2030, sekaligus sebagai tindak lanjut MoU dan perjanjian kerja sama antara Pemkab Kepulauan Meranti, PT RAPP dan Tanoto Foundation," ulasnya. Pertemuan evaluasi sangat penting, ucap Widi, guna mendapatkan beberapa umpan balik, dan memberikan rekomendasi untuk rencana pendampingan selanjutnya kepada para pemangku kepentingan terkait. "Sebagai mitra pembangunan pemerintah, PT RAPP sangat berbahagia dapat ambil bagian, berkontribusi dan mendukung terselenggaranya pertemuan evaluasi pada hari ini," bebernya. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia Setyawan dan Danramil 02 Tebingtinggi, Kapten Inf. Tarman Sugiarto, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, M. Mahdi, Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Meranti, Ny. Lexcy Kurnia, Fungsional Perencana Ahli Madya Bappedalitbang Provinsi Riau, Heriyanto, TPPS Provinsi Riau, TPPS Kabupaten, perwakilan Tanoto Foundation dan Yayasan Cipta dan lainnya hadir.

Turunkan Emisi di Permukaan Bumi, Gubernur Kaltim: Sawit Hasilkan Oksigen Nasional
Nasional
Rabu, 16 Agustus 2023 | 19:21 WIB

Turunkan Emisi di Permukaan Bumi, Gubernur Kaltim: Sawit Hasilkan Oksigen

Kalimantan Timur, katakabar.com - Semua tanaman yang hijau mengandung klorofil, dan matahari berperan memproses fisiologi tanaman, pasti bakal menghasilkan, termasuk kelapa sawit. Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor menjelaskan, daerahnya telah berjasa besar dalam penurunan pengurangan emisi di permukaan dunia. Indonesia berbasis lahan peringkat ketiga memiliki lahan teluas di dunia setelah Brazil dan Kongo, rinciannya Brazil sekitar 5 juta kilometer persegi hutan tropis, Kongo kurang lebih 2 juta kilometer persegi hutan hujan tropis, dan Indonesia sekitar 1.8 juta kilometer persegi. Jika lahan terbakar tumbuh lagi, tidak ada satu wilayah atau sejengkal pun di Indonesia, saat lahan terbakar tidak dapat tumbuh lagi. "Tanaman-tanaman itu penghasil oksigen. Sepanjang tahun, tumbuhan itu hidup dan sepanjang tahun memproduksi," kata Isran dilansir dari laman elaeis.co ari saat membuka Seminar Nasional Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dan Peluang Perdagangan Karbon di Indonesia digelar dari 14 hingga 15 Agustus 2023 di salah satu hotel, di Kota Balikpapan. Ditegaskannya, semua tanaman yang hijau mengandung klorofil, matahari berperan memproses fisiologi tanaman, pasti menghasilkan. "Termasuk sawit, cuma sawit ini homogen (monokultur) sifatnya yang tidak disukai Eropa, sebab katanya merusak hutan. Itu awal-awalnya,” ulasnya. Memang ujar Orang Nomor Satu di Kalimantan Timur ini, ada kesalahan pandangan. Pengelolaan kebun kelapa sawit dilakukan di kawasan areal penggunaan lainnya atau APL. Tapi, seringkali salah diterjemahkan kawasan APL disebut hutan, padahal tidak. Tanaman sawit, daunnya mengandung klorofil sehingga menghasilkan oksigen. Sekarang ini cara pengelolaan kawasan peralihan pengelolaan sawit. Kalau buka lahan segera tanam dengan penutup lahan yang cepat tumbuh. Tujuannya agar jangan sampai terjadi penguapan saat matahari sinari tanah, salah satu tanaman penutup lahan contohnya kurkuma. "Kelapa Sawit umur 30 tahun, dibandingkan dengan bunga matahari, setiap 6 bulan atau 7 bulan panen. Di mana panennya membabat habis permukaan tanah. Akibatnya, tanah setiap tahun terbuka. Ini bukan persoalan merusak hutan, ini persoalan persaingan saja," jelasnya. Menurutnya, minyak nabati bersumber dari kelapa sawit 10 kali lipat lebih banyak dibanding bunga matahari. Sebanyak 60 persen produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ada di Indonesia termasuk di Kalimantan Timur. Sedang 20 persen CPO untuk bahan baku produk dalam negeri termasuk minyak goreng dan biodiesel. "Total 35 juta diekspor ke Eropa, dan sekitar 8 persen dari 35 juta, sebanyak 200 hingga 250 ribu ton digunakan untuk keperluan bahan baku produksi dalam negeri. Begitu realitas yang saya tahu," sebutnya.