UMKM Sawit

Sorotan terbaru dari Tag # UMKM Sawit

Berpartisipasi InaRI Expo 2025, BPDP Dorong Kolaborasi Riset dan UMKM Sawit Sawit
Sawit
Senin, 10 November 2025 | 15:00 WIB

Berpartisipasi InaRI Expo 2025, BPDP Dorong Kolaborasi Riset dan UMKM Sawit

Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) turut berpartisipasi di ajang Indonesia Research and Innovation (InaRI) Expo 2025 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran selama dua hari di penghujung Oktober 2025 lalu. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis BPDP untuk memperluas jejaring kolaborasi antara dunia riset dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perkebunan. Booth BPDP membawa sejumlah hasil riset dan inovasi dari Hasil program Grant Riset Sawit, yakni dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Pancasila. Selain itu, BPDP juga menampilkan berbagai produk unggulan UMKM mitrayang berbasis komoditas sawit, kelapa, dan kakao. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan partisipasi BPDP di InaRI Expo bagian dari upaya memperluas cakupan pemangku kepentingan promosi, khususnya dengan menjangkau kalangan peneliti dan akademisi. “Selama ini kami sudah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak PAUD, jurnalis, hingga pelaku UMKM. Melalui InaRI Expo, kami ingin membuka kolaborasi baru dengan para periset yang dapat berkontribusi mengembangkan riset dan inovasi di sektor perkebunan," ujar Helmi. Kegiatan ini, kata Helmi, menjadi ajang diseminasi dan promosi hasil riset sawit sekaligus memperkenalkan potensi UMKM berbasis perkebunan. Kami berharap ada banyak masukan dari para periset yang bisa membantu pengembangan UMKM, termasuk melalui pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan. Usung tema “Unlocking Innovation, Empowering the Future with AI”, InaRI Expo 2025 menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan peneliti, industri, dan lembaga pendanaan riset. BPDP menilai momentum ini penting untuk mendorong pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dalam pengembangan riset dan pemasaran produk perkebunan berkelanjutan. Melalui partisipasi di InaRI Expo 2025, BPDP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di sektor perkebunan.

BPDP Bangun Sinergi Promosikan Produk Inovasi UMKM Sawit Sawit
Sawit
Jumat, 24 Oktober 2025 | 19:00 WIB

BPDP Bangun Sinergi Promosikan Produk Inovasi UMKM Sawit

Banten, katakabar.com - Para pakar, akademisi, dan pelaku industri sepakat masih banyak peluang untuk meningkatkan pemanfaatan sawit sebagai produk pelaku Usaha Kecil, dan Menengah (UKM), sebab memiliki tambah tinggi dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Saat ini, jumlah pelaku UKM sawit terus bertambah setiap tahunnya yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Hal itu terangkum saat Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit bertajuk “Kolaborasi Media dan Pelaku UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2045” di Serpong, Banten, Kamis (23/10) kemarin, yang ditaja Majalah Sawit Indonedia didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), dan Asian Agri. Workshop ini menghadirkan narasumber, meliputi Puspo Edi Giriwono, Ph.D (Director of Seafast Center LRI PGK IPB), Bachtiar Priyambodo, S.STP., M.Si (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangerang Selatan), Mochamad Husni (Media Relations GAPKI), dan dan Shandyka Yudha Pratama (General Manager PT Ratu Bio Indonesia) yang dimoderatori Hamzirwan Hamid (Head of Editorial Collaboration Harian Kompas). Workshop ini dibuka Metty Kusmayantie (Asisten Deputi Produksi Dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian UMKM RI) menghadirkan Ir. Sahat Sinaga, Ketua Umum DMSI yang diikuti 30 jurnalis media cetak dan online. Asisten Deputi Produksi Dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Metty Kusmayantie, menyampaikan apresiasi kepada Majalah Sawit dan seluruh mitra penyelenggara kegiatan. Menurutnya, sinergi antara media dan pelaku UKM sawit menjadi langkah strategis dalam memperluas eksposur positif terhadap komoditas unggulan nasional tersebut. “Kami mengapresiasi kolaborasi ini. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara UKM, media, pemerintah, industri, asosiasi, dan lembaga pembiayaan. Sektor sawit merupakan komoditas unggulan di mana pada 2023 berkontribusi sekitar 60 persen dan menyerap 67 persen tenaga kerja nasional. Ini menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi,” terang Metty, dilansir dari laman agrofarm.co.id, Jumat (24/10). Ketua Pelaksana Acara Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit, Qayum Amri, menjelaskan peranan strategis Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung pengembangan UKM sawit. Ia menyebut, BPDP telah menginisiasi katalog berisi 100 produk sawit dari 22 UKM di berbagai daerah, seperti Riau, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan. “Selama ini sawit dikenal hanya sebatas minyak goreng. Padahal, ada sekitar 32 jenis produk UKM sawit mulai dari batik, skincare, kosmetik, aromaterapi, lilin, kopi, cokelat, keripik, hingga batik dan mie sawit merah,” cerita Qayum. Ia mengatakan pemilihan Tangerang Selatan khususnya Banten sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki potensi besar dari sektor hotel, restoran, dan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE), yang dapat menjadi pasar potensial produk UKM sawit. “Sawit bukan hanya milik korporasi, tapi milik semua. Dengan memperluas pemberitaan positif, kita bisa menghapus stigma negatif terhadap sawit, apalagi 40 persen lahan sawit saat ini dimiliki petani kecil,” bebernya. Director of SEAFAST Center IPB, Puspo Edi Giriwono, menimpali sawit sebagai produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi dari akar rumput hingga industri besar. “Kalau kita kuasai teknologinya, sawit bahkan bisa jadi bahan bakar roket. Sama-sama hidrokarbon seperti minyak bumi, tapi sawit bisa tumbuh egaliter dari bawah,” ucapnya. Kata Puspo, produktivitas sawit jauh melampaui minyak nabati lain. Untuk menghasilkan 225 juta ton minyak nabati untuk kebutuhan global, sawit hanya memerlukan seperempat lahan dari total perkebunan kedelai atau bunga matahari. “Indonesia bisa memenuhi kebutuhan dunia hanya dengan satu pulau besar,” imbuhnya. Selain minyak goreng, ulas Puspo, sawit dapat diolah menjadi avtur, tinta, plastik, sabun, hingga bahan pangan fungsional. Lebih jauh, riset di IPB bahkan menunjukkan minyak sawit merah dapat membantu mencegah stunting dan meningkatkan fungsi kognitif anak. “Di Nigeria, kasus kekurangan vitamin A rendah karena masyarakat mengonsumsi sawit merah. Vitamin A dan E di dalamnya sangat tinggi,” sebutnya. Produk turunan sawit kini menjangkau berbagai sektor, mulai dari skincare, lilin aromaterapi, sabun, hingga makanan premium. Tetapi, tantangan utama adalah mindset dan branding. “UMKM kita harus berani naik kelas, bukan hanya jadi pengrajin lokal,” tegasnya. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangerang Selatan, Bachtiar Priyambodo, menuturkan sektor UMKM menjadi tulang punggung ekonomi di kota besar. “Pertumbuhan ekonomi Tangerang Selatan 5,02 persen, dengan angka kemiskinan terendah di Banten, 2,36 persen. Itu semua ditopang UMKM,” kupasnya. Ia memgakui banyak pelaku UMKM di Tangerang Selatan yang sudah memanfaatkan produk berbasis sawit, dari cokelat hingga pasta gigi. Pemerintah daerah juga aktif mendorong legalitas usaha, pelatihan, dan inkubasi bisnis untuk meningkatkan kualitas produk. “Kami ingin UMKM bukan sekadar bertahan, tapi bisa menjadi supplier dalam rantai industri sawit nasional,” harapnya. Dari sisi industri, Media Relations GAPKI, Mochamad Husni menegaskan pentingnya kolaborasi antara asosiasi, media, dan pelaku usaha. Ia menekankan peran media sangat vital untuk mempertemukan potensi UMKM sawit dengan pasar. “Banyak produk UMKM belum dikenal publik. Padahal sawit kita digunakan 24 jam kehidupan manusia.dari sabun, makanan, hingga tinta printer,” terangnya. Sementara, Ketua Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Sahat Sinaga mengatakan UKM dan koperasi harus menjadi motor utama kemajuan industri sawit.

Bedah Buku Mitos Vs Fakta Kelapa Sawit di UNS, BPDP dukung Mahasiswa Wirausaha UMKM Buku
Buku
Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:00 WIB

Bedah Buku Mitos Vs Fakta Kelapa Sawit di UNS, BPDP dukung Mahasiswa Wirausaha UMKM

Solo, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Palm Oil Strategic Agribusiness Strategic Policy Instutute (PASPI) serta Universita Negeri Sebelas Maret (UNS) gelar kegiatan Bedah Buku Mitos Vs Fakta Kelapa Sawit, di Aula Gedung 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Solo, Sabtu (11/10) lalu. Kegiatan ini bagian dari desiminasi sawit baik, sekaligus gelar Lomba konten kreatif sawit meliputi dua kategori, yakni short video dan infografis yang berlansung dari 13 hingga 30 September 2025 lalu, yang diikuti lebih dari 25 tim mahasiswa dari berbagai Universitas, seperti UNS,UGM dan Universitas Jember. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyatakan berbagai dukungan BPDP untuk terus melakukan kampanye positif sawit termasuk melalui kegaiatan bedah buku, dan kegiatan promosi sawit baik dilakukan dengan mendorong penguatan UMKM berbasis sawit. “Dukungan kepada UMKM sawit bagian dari upaya untuk terus melawan black campaign dengan mengkampanyekan kebaikan-kebaikan sawit melalui pemanfaatan beragam produk sawit dan turunannya," ujarnya. Selain itu, kata Helmi, bersama dengan UNS dan Universitas Jambi, BPDP mendorong adanya usaha rintisan UMKM Sawit yang diinisiasi oleh mahasiswa. Beberapa produk dihasilkan dari kegiatan ini, seperti briket aroma, sentalara, palmscrub, dan palmaroma produk-produk inovatif berbahan sawit. "Hasil produk UMKM sawit dapat mendukung program Presiden RI, H Prabowo Subianto, untuk pertumbuhan ekonomi 8 persen, lewat peningkatan konsumsi dalam negeri melalui barang-barang yang dikonsumsi berasal dari produk dalam negeri khususnya dari UKMK sawit,” terang Helmi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Negeri Sebelas Maret, seperti Prof Agung Wibowo (Dosen Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UNS) yang membahas dampak sosial ekonomi sawit terhadap masyarakat sekitar perkebunan, Dr Evi Irawan (Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNS) membahas struktur pasar industri sawit dan pentingya dukungan untuk petani sawit, serta Dr Bara Yudhistira (Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNS) membahas sawit dari aspek pangan dan Kesehatan.

Perluas Akses Pasar UMKM Sawit, BPDP Promo Industri Sawit Halal di Pameran Halal Indo 2025 Sawit
Sawit
Minggu, 28 September 2025 | 16:31 WIB

Perluas Akses Pasar UMKM Sawit, BPDP Promo Industri Sawit Halal di Pameran Halal Indo 2025

Tangerang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP dorong hilirisasi,.dan perluas akses pasar produk berbasis sawit dengan ikut di Pameran Halal Indo 2025, yang digelar oleh Kementerian Perindustrian pada 25 hingga 28 September 2025 di Indonesia Convention Exhibition atau ICE BSD, Tangerang. Pameran Halal Indo 2025 ini ajang internasional mempertemukan berbagai pelaku industri halal, mulai dari produsen makanan-minuman, kosmetik, fashion, hingga lembaga keuangan syariah. Kehadiran BPDP di ajang ini bukan hanya sebagai sarana komunikasi publik, tetapi sebagai bentuk nyata dukungan terhadap UMKM untuk masuk ke ekosistem industri halal global. Di pameran ini, BPDP menghadirkan booth edukasi yang diisi oleh 6 UMKM mitra binaan, yakni Smart Batik, Jayanti Batik, Rumah Tamadun, Cambiacraft, Kopontren Ponpes Al-Amin Dumai, dan Politeknik LPP Yogyakarta. Para UMKM ini menampilkan berbagai produk inovatif berbasis sawit, mulai dari kerajinan, fashion, hingga produk turunan pangan halal.

UKMK Batik Sawit Diganjar Gender Champion Award 2024, Ini Prestasinya Sawit
Sawit
Kamis, 05 Desember 2024 | 12:53 WIB

UKMK Batik Sawit Diganjar Gender Champion Award 2024, Ini Prestasinya

Yogyakarta, katakabar.com - CV Smart Batik Indonesia, produsen Batik Sawit diganjar prestasi lagi lantaran berdayakan ibu-ibu. Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini Juara 1 Kategori Dunia Usaha pada Gender Champion Award 2024 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta. Gender Champion Award apresiasi bagi individu, komunitas, pelaku usaha, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta perangkat daerah yang peduli pada perempuan, anak, disabilitas, lansia, dan warga miskin, untuk mendorong terciptanya kesetaraan dan keadilan gender di Kota Yogyakarta.

Wamenkeu Puji Produk UKMK Sawit di Gelaran ASEAN Treasury Forum 2024 Sawit
Sawit
Jumat, 04 Oktober 2024 | 17:46 WIB

Wamenkeu Puji Produk UKMK Sawit di Gelaran ASEAN Treasury Forum 2024

Bali, katakabar.com - Wakil Menteri Keuangan RI (Wamenkeu), Thomas A.M. Djiwandono resmi buka gelaran ASEAN Treasury Forum (ATF) 2024 di Legian, Bali pada 2 hingga 5 Oktober 2024. ATF forum yang bertujuan agar negara-negara ASEAN bisa saling berbagi informasi terkait perbendaharaan negara, seperti pengelolaan fiskal, baik dari sisi manajemen, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban anggaran.

INACRAFT 2024, UMKM Sawit Smart Batik Edukasi Pengunjung WNI dan WNA Sawit
Sawit
Sabtu, 02 Maret 2024 | 15:36 WIB

INACRAFT 2024, UMKM Sawit Smart Batik Edukasi Pengunjung WNI dan WNA

Jakarta, katakabar.com - Pioner industri batik sawit dari Kota Yogyakarta, CV Smart Batik Indonesia (Sm-art Batik) turut berpartisipasi pada pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2024. Kegiatan yang dihelat di Jakarta Convention Center pada 28 Februari hingga 3 Maret 2024 ini dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Di gelaran INACRAFT kali ini, Sm-art Batik menampilkan produk-produk batik tulis terbaiknya, khususnya yang dibuat dengan menggunakan inovasi malam (lilin batik) sawit yang ramah lingkungan. Dari pertengahan tahun 2023, Sm-art Batik menjadi mitra Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) telah kembangkan industri batik sawit guna mendorong hilirisasi industri sawit berkelanjutan. Saat ini, Sm-art Batik telah menggunakan malam yang diproses dari limbah pengolahan minyak sawit dan pewarna alami dari komponen tanaman kelapa sawit. CEO Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan (Ihsan) menuturkan, selain menampilkan produk-produk batik tulis malam sawit terbaiknya, Sm-art Batik memberikan edukasi kepada pengunjung pameran tentang kebaikan dan potensi dari sawit di industri batik. “Selain jualan, kami memberikan edukasi pada pengunjung. Ini misi utama kami datang ke INACRAFT agar semakin banyak orang memahami potensi dan manfaat dari sawit Indonesia,” kata penerima beasiswa LPDP ini, dilansir dari laman reportasenews, pada Sabtu (2/3). COO Sm-art Batik, Dinar Indah Lufita Sari (Dinar) menimpali, selama dua hari pameran, timnya telah memberikan edukasi batik sawit kepada banyak Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA). “Kami berikan kesempatan kepada pengunjung, baik WNI, maupun WNA untuk ikut mencanting sekaligus menyampaikan keunggulan batik sawit yang ramah lingkungan. Untuk WNA kami edukasi dua hari ini berasal dari Jepang, China, Thailand, dan Myanmar, sebagian mencoba mencoba mencanting, tapi ada sebagian belum berani karena baru pertama kali melihat proses batik,” terang mahasiswi doktoral UGM ini. Kepala Divisi UKMK BPDP KS, Helmi Muhansah sambut baik edukasi yang dilakukan Sm-art Batik. “Edukasi menjadi sangat penting saat ini, sebab kami harus terus mengenalkan kebaikan-kebaikan sawit bagi masyarakat, baik lokal, maupun mancanegara. Lewat edukasi batik sawit, harapannya semakin banyak masyarakat yang memahami potensi luar biasa dari sawit dan menambah persepsi baik khususnya untuk industri sawit,” jelas Helmi. Diketahui, kegiatan INACRAFT masih berlangsung hingga 3 Maret 2024, masyarakat yang mau berkunjung dan memperoleh pengalaman membatik dengan malam sawit dapat mengunjungi booth di Assembly Hall Nomor 188, Jakarta Convention Center Senayan.