Wapres RI

Sorotan terbaru dari Tag # Wapres RI

Wapres RI Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Kebun Jolondoro Banyuwangi Nasional
Nasional
Senin, 30 Juni 2025 | 23:00 WIB

Wapres RI Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Kebun Jolondoro Banyuwangi

Nusantara atau SGN, Mahmudi, menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas kebun Jolondoro menjadi bukti konkret keberhasilan kolaborasi antara perusahaan dan petani. “Kebun Jolondoro telah menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan, dari 69 ton per hektare pada 2023, naik menjadi 97 ton per hektare pada 2024, dan ditargetkan mencapai 114 ton per hektare pada 2025,” ucapnya.

Wapres RI Minta Slovakia Tak Berlakukan Kebijakan Diskriminatif Kelapa Sawit Internasional
Internasional
Selasa, 28 November 2023 | 19:40 WIB

Wapres RI Minta Slovakia Tak Berlakukan Kebijakan Diskriminatif Kelapa Sawit

Jakarta, katakabar.com - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, K.H. Ma'ruf Amin melakukan lawatab terakhir di Slovakia. Di sana, Orang Nomor Dua di Republik ini melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Urusan Ekonomi Republik Slovakia, Denisa Sakova, di Kantor Wakil Perdana Menteri Slovakia, kemarin. Di kunjungan perdana Wapres RI di Slovakia ini, Maaruf Amin secara khusus membawa misi guna memperkuat kerja sama di bidang ekonomi antar kedua negara. “Untuk optimalkan potensi kerja sama ekonomi, mohon dukungan Slovakia untuk dua hal. Pertama, negosiasi Indonesia-EU CEPA yang kita targetkan selesai akhir tahun 2023,” ujarnya lewat keterangan resmi BPMI Setwapres, dilansir dari lama elaeis.co, pada Selasa (28/11). Di pertemuan, Wapres RI meminta kepada Pemerintah Slovakia agar mempermudah kebijakan di bidang perdagangan, sehingga dapat mempermudah alur kerja sama dengan Indonesia di sektor ekonomi dan pertanian. Kedua, kata Maaruf Amin, memastikan tidak adanya hambatan dagang dan kebijakan diskriminatif terhadap ekspor produk sawit Indonesia, seperti Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR) dan Peraturan Penegakan Perdagangan Internasional Uni Eropa (EUER), yang mengancam kelangsungan hidup petani kecil di Indonesia,” harapnya. Dijelaskannya, diskriminasi EUDR yang menghambat ekspor sawit Indonesia telah menyebabkan petani menjadi korban. "Indonesia terus mengadopsi kebijakan ekonomi ramah lingkungan, sehingga tidak tepat jika sawit Indonesia dianggap dihasilkan dari kegiatan yang merusak lingkungan," terangnya. Wapres RI memiliki harapan besar terhadap perluasan bidang kerja sama di sektor lain, seperti energi terbarukan, elektromobilitas, dan tidak tertinggal Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah dibangun oleh pemerintah Indonesia. “Saya harap investasi Slovakia di Indonesia dapat diperluas ke sektor-sektor penting, seperti energi terbarukan dan elektromobilitas, serta IKN,” tuturnya. Di penghujung pertemuan, Wapres meminta agar peningkatan ekspor dari Indonesia dapat dilakukan dengan Pemerintah Slovakia sebagai gerbang utama masuknya produk Indonesia ke Uni Eropa. “Saya mengharapkan Slovakia dapat menjadi pintu masuk produk Indonesia ke Uni Eropa, termasuk untuk produk halal,” bebernya. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Urusan Ekonomi Republik Slovakia, Denisa Sakova menimpali, pandangannya mengenai Slovakia siap bekerja sama untuk pengembangan infrastruktur lebih lanjut dan memperluas jaringan kerja sama di bidang ekonomi dan industri pertahanan serta meteorologi. “Slovakia bisa menjadi hub sekaligus pintu masuk produk Indonesia ke Uni Eropa. Slovakia siap untuk bisa mengembangkan infrastruktur di Indonesia lebih lanjut, seperti Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, perkeretaapian, otomotif, PLTN, dan beberapa kerja sama dan kesepakatan industri pertahanan dengan Kemenhan, serta dengan BMKG untuk stasiun meteorologi di bandara Indonesia,” ulas Denisa. Slovakia, tambah Denisa, mendukung negosiasi Indonesia di EU-CEPA, seperti yang telah dilakukan untuk Singapura dan Vietnam. Director General of SARIO Robert Simoncic, Deputy of Competitiveness Section Juraj Dobsovic, Deputy of Foreign Trade Department Laura Srokova, serta Department of European Affairs and Business Cooperation Roman Jakubovic, turut di pertemuan. Wapres RI didampingi Duta Besar RI di Bratislava, Pribadi Sutiono, Kepala Sekretariat Wapres RI, Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Administrasi, Sapto Harjono Wahjoe Sedjati, dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi, Masduki Baidlowi.

Soal Sawit, Wapres RI Minta Dukungan Yunani Hadapi Sikap Diskriminatif UE Internasional
Internasional
Kamis, 23 November 2023 | 17:50 WIB

Soal Sawit, Wapres RI Minta Dukungan Yunani Hadapi Sikap Diskriminatif UE

Athena, katakabar.com - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Ma'ruf Amin meminta dukungan Yunani menghadapi kebijakan diskriminatif Uni Eropa (UE) terhadap produk kelapa sawit Indonesia setelah pemberlakuan Undang Undang (UU) Antideforestasi atau European Union Deforestation Regulation (EUDR) dari Mei 2023 lalu. "Khususnya sawit, kan kita mengalami apa (pelarangan dari kebijakan Uni Eropa), kita minta dukungan Yunani," kata Ma'ruf selesai pertemuan dengan Wakil Ketua I Parlemen Yunani, Ioannis Plakiotakis di Hellenic Parliament, Athena, Rabu waktu setempat, dilansir dari laman ANTARA, pada Kamis (23/11). Wapres RI menilai dukungan parlemen Yunani sangat diperlukan untuk membantu mengatasi berbagai hambatan perdagangan Indonesia ke Eropa. “Saya harapkan dukungan Yang Mulia untuk mendukung pendekatan konstruktif guna mengatasi kebijakan diskriminatif Uni Eropa atas komoditas strategis Indonesia," ujar Ma'ruf kepada Plakiotakis. Menurutnya, perlu penguatan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi. Itu lantaran di beberapa sektor perdagangan, kerja sama kedua negara mengalami penurunan. "Terus, hubungan sesama bidang ekonomi, perdagangan, investasi diperkuat. Lantaran investasi ada peningkatan, tapi perdagangan memang ada penurunan. Jadi, kita ke sini meningkatkan lagi hubungan," Jelasnya. Duta Besar RI untuk Yunani, Bebeb A.K. Nugraha Djundjunan, turut mendampingi Wapres RI di pertemuan, menimpali Indonesia mengharapkan Yunani bisa membuka jalan bagi produk unggulan Indonesia, salah satunya sawit, untuk bisa masuk Uni Eropa. "Harapannya Yunani dapat mendukung kita dalam memberikan promosi dan informasi yang tepat kepada Uni Eropa ini adalah produk yang dibutuhkan oleh kedua negara meningkatkan perdagangan," tuturnya. Selain soal dukungan perdagangan, Wapres Ma'ruf menekankan pentingnya peningkatan kerja sama dalam dua bidang strategis lainnya. Pertama, peningkatan hubungan antarparlemen. Parlemen Indonesia, ucap mantan Ketua MUI ini, telah beberapa kali berkunjung ke Yunani. Itu sebabnya, diharapkan parlemen Yunani melakukan kunjungan ke Indonesia. "Saya mendukung terbentuknya kembali Kelompok Persahabatan antar Parlemen Indonesia-Yunani untuk mempererat kerja sama parlemen kedua negara," sebutnya. Adapun yang kedua, lanjut Wapres RI, peningkatan kerja sama dalam bidang ekonomi. "Saya sambut baik Rencana Aksi Kerja Sama Ekonomi yang ditandatangani pada Mei 2023 lalu," ulas Ma'ruf. Turut mendampingi Wapres RI di pertemuan ini, Duta Besar Indonesia untuk Yunani, Bebeb Nugraha Djundjunan, Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Ahmad Erani Yustika, dan Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi. Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi, Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan, Robikin Emhas, dan Staf Khusus Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Wakil Presiden, Imam Azis turut pula mendampingi Sedang, Ioannis Plakiotakis didampingi oleh Chairman of the Permanent Committee on Cultural and Educational Affairs Christos Kellas, Chairman of the Greece-Indonesia Parliamentary Friendship Group, Makarios Lazaridis, dan Diplomatic Advisor to the President Constantinos Economides.

Wapres RI: Pengembangan Sawit Mesti Terintegrasi Peternakan Sapi dan Lingkungan Nusantara
Nusantara
Kamis, 26 Oktober 2023 | 13:45 WIB

Wapres RI: Pengembangan Sawit Mesti Terintegrasi Peternakan Sapi dan Lingkungan

Pangkalan Bun, katakabar.com - Orang Nomor Dua di Republik ini menginjakkan kaki di Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Rabu (25/10) kemarin. Di sana, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, K.H. Ma'ruf Amin meresmikan proyek milik Citra Borneo Indah (CBI) Group. "Kekayaan alam yang besar dan tersebar di berbagai wilayah harus dikelola dengan baik agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat tanpa merusak ekosistem sumber daya," kata Wapres RI, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (26/10). Tata kelola perusahaan, ujar mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, mesti ditingkatkan dan jalankan bisnis sesuai kaidah serta aturan demi mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. "Tetapkan target dan penanda capaian untuk komitmen tanpa deforestasi atau tanpa konversi,” jelasnya. Keberlanjutan ini, sebut Wapres, harus mencakup dari hulu hingga ke hilir. Untuk itu, penting melakukan transformasi rantai pasok sawit dan penguatan rantai nilai produk-produk kelapa sawit dan turunannya. “Mengenai pelaksanaan pengembangan kelapa sawit yang terintegrasi dengan peternakan sapi. Pemerintah Daerah (Pemda) bersama dengan pelaku usaha mesti memberikan dukungan dan bimbingan teknis, sekaligus mendorong terbentuknya kelembagaan peternak,” imbaunya. Soal proyek yang sedang dijalankan, lanjut Wapres, apresiasi kepada perusahaan CBI Group yang mengelola bisnis hulu dan hilir kelapa sawit dengan membangun pabrik konsentrat pakan ternak dan penyulingan. Diminta proyek harus dapat membawa efek berganda bagi masyarakat setempat dan bagi kemajuan daerah. Contohnya, tutur Wapres, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menambah pendapatan daerah maupun negara, sekaligus membangun komunitas lokal dan mengentaskan kemiskinan masyarakat sekitar. "Kepada seluruh pihak terkait untuk terus meningkatkan inovasi serta kolaborasi, agar seluruh tantangan yang dihadapi di lapangan bisa dilewati dengan baik dan seluruh sektor unggulan khususnya di Kalimantan Tengah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah," harapnya. Untuk itu, perlu paradigma pembangunan baru yang kolaboratif antarnegara, masyarakat, dan dunia usaha. Seluruh pemangku kepentingan agar berkolaborasi dan mendorong kemitraan untuk mengatasi tantangan bersama dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” terangnya. Sebelumnya, Chairman Citra Borneo Indah Group, Abdul Rasyid AS sampaikan komitmen semua pembangunan yang dilakukan CBI Group memberikan nilai baik bagi masyarakat. “Proyek ini kami tujukan untuk memajukan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan nasional,” ulasnya. Ke depan, ucap Abdul, tantangan di dunia industri semakin kompleks seiring dengan perkembangan zaman. Makanya, kita berkomitmen untuk semakin gigih berjuang membangun di bidang industri sebagai bentuk kontribusi untuk pemerintah. “Semakin berkembangnya era industri, kami harus semakin kuat untuk bersaing. Perlu perjuangan dan kerja keras untuk menggapainya. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi sebagai bentuk karya nyata untuk negeri,” tukasnya. Diketahui, CBI Group telah berdiri pada 1999 lamapu, dan memulai usaha di bidang perkebunan kelapa sawit. Seiring berjalannya waktu, CBI Group telah megembangkan sektor usahanya di berbagai sektor dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada lima segmen usaha, meliputi perkebunan kelapa sawit, hilirisasi industri kelapa sawit, kawasan industri dan pembangkit tenaga listrik, angkutan laut, serta peternakan.

Lihat Program PSR, Wapres RI: Segera Bangun PMKS di Manokwari Nasional
Nasional
Minggu, 16 Juli 2023 | 12:21 WIB

Lihat Program PSR, Wapres RI: Segera Bangun PMKS di Manokwari

Manokwari, katakabar.com - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, KH Ma'ruf Amin kunjungan kerja ke Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (15/7) kemarin. Salah satu agenda Orang Nomor Dua di Republik Indonesia lihat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kampung Wasegi Indah, Distrik Prafi. Program PSR di Kabupaten Monokwari sudah berhasil menanam bibit sawit di lahan seluas 2.044 hektar. Program ini adalah program strategis nasional sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit nasional. Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tiba di Kampung Wasegi Indah sekitar pukul 14.35 WIT. Turun dari pesawat, Wapres disambut Bupati Manokwari, Hermus Indou dan Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Manurung. Wapres RI, KH Ma'ruf Amin mengatakan, program PSR menjadikan perkebunan sawit yang sudah tidak produktif terus menjadi produktif. “Sawit di daerah ini seluasn9.000 hektar sudah mulai tidak produktif lantaran sudah tua. Program PSR sudah digulirkan dari 2021 lalu, suatu perubahan dilakukan bair produktif lagi dan hasilnya meningkat lagi,” ujar Wapres RI selepas tinjau program PSR lewat siaran pers BPMI Setwapres. Wapres RI dukung percepatan rencana pembangunan Pabrik Minya Kelapa Sawit (PmKS) di Papua, agar hasil panen dapat diolah sendiri tanpa harus mengirim ke daerah lain. “Saya perintahkan agar dipercepat, jangan ditunda-tunda lagi,” tegasnya. Di sana Wapres saksikan pencanangan dan penyerahan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) Pabrik Minya Kelapa Sawit (PMKS) Rakyat dari Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Ardi Praptono, kepada Ketua Koperasi Produsen Sawit Arfak Sejahtera, Dorteus Paiki. Selain itu, Wapres melakukan penanaman bibit sawit sebagai wujud mendukung program PSR. Di penghujung Kunker, Wapres RI serahkan bantuan dari Program Sosial Bank Indonesia, berupa Bantuan Sarana dan Prasarana Kandang Komunal Sapi di Lahan Replanting Sawit kepada Kelompok Tani Sumber Rejeki Kabupaten Manokwari, Bantuan Replikasi Best Practices Metode Sungkup di Lahan Pertanian Bawang Merah kepada Kelompok Tani Sinar Tani Manokwari, serta Bantuan Sarana dan Prasarana Pendukung Ibadah kepada Masjid Al Muttaqin dan Masjid An Nur Manokwari. Pj. Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, para kepala desa, serta para petani sawit yang ada di Kabupaten Manokwari turut hadir.